Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Keberlanjutan Agroindustri Ikan Lemuru (Sardinella sp.) (Studi Kasus di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember) Purnomo, Bambang Herry; Wibowo, Yuli; Suryaningrat, Ida Bagus; Novijanto, Noer; Suryadharma, Bertung; Fahmi, Achmadi Anwarul Anwarul
JURNAL AGROTEKNOLOGI Vol 18 No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/j-agt.v18i01.43903

Abstract

The capture fisheries agroindustry faces serious business sustainability threats in the future, both from economic, resource, environmental, technological and social aspects. Lemuru fish (Sardinella sp.) based agroindustry in Puger District, Jember Regency also faces a similar threat. This research aims to analyze the sustainability of the lemuru fish processing business and provide recommendations for improving its sustainability. The analytical method used is Rapfish (Rapid Appraisal for Fisheries), while the recommendations are prepared descriptively. The results of the analysis show that the Lemuru agro-industry sustainability index is in the less sustainable category with a score of 42.61. The environmental dimension has the lowest index value in the bad category, followed by the social and technological dimensions which are categorized as less sustainable, while the resource and economic dimensions are categorized as quite sustainable. Efforts to improve the environmental dimension can be made by organizing mentoring programs to develop environmental management efforts. For the social and technological dimensions, technological guidance, management and horizontal diversification of processed lemuru waste can be carried out into various innovative products. Keywords: capture fisheries, lemuru, sustainability analysis, Rapfish
Analisis Rantai Pasok Pengembangan Agroindustri MOCAF di Kabupaten Jember Wibowo, Yuli; Herlina, Herlina; Soekarno, Siswoyo; Wiyono, Andi Eko; Aghata, Ola Riska Aprilia Intan
JURNAL AGROTEKNOLOGI Vol 18 No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/j-agt.v18i01.51920

Abstract

Jember Regency has great potential in the agricultural sector, with cassava being one of its key commodities. Cassava can be developed into MOCAF (Modified Cassava Flour), produced through a fermentation process that modifies cassava cells using lactic acid bacteria. The development of the MOCAF agroindustry in Jember Regency has promising prospects due to the abundant availability of raw materials and increasing market demand. However, supply chain management optimization is necessary to ensure the effectiveness and efficiency of MOCAF agroindustry development. This study aims to generate effective and efficient strategy recommendations for developing the MOCAF agroindustry. The study uses the Interpretative Structural Modeling (ISM) method to determine the most dominant supply chain actors and the Analytical Hierarchy Process (AHP) method to determine the priority strategies for MOCAF agroindustry development. Based on the identification results, the MOCAF supply chain structure consists of four members: cassava farmers, collectors, MOCAF producers, and consumers. Farmers and cassava collectors act as suppliers of raw materials to producers, who then process them into MOCAF and sell them to consumers. The main actor in the supply chain is the consumer the party who determines the sustainability of the MOCAF agro-industry. Meanwhile, the most appropriate and prioritized supply chain development strategy is partnering with farmers to strengthen institutions within the supply chain. This strategy aims to improve the effectiveness and efficiency of relationships among supply chain actors, especially between the MOCAF agroindustry, farmers, and cassava collectors. This partnership is expected to ensure product quality, increase efficiency, stabilize, and even reduce the price of raw materials, which can increase the demand for MOCAF. Other strategies resulting from the AHP analysis are complementary to encourage the increase in MOCAF demand. Keywords: agroindustry, cassava, Jember Regency, MOCAF, supply chain
STRATEGI PENGEMBANGAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KAWASAN INDUSTRI JAWA TIMUR Wibowo, Yuli; Novita, Elida; Nusbantoro, Ariwan Joko
CAKRAWALA Vol 10, No 1: Juni 2016
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9266.756 KB) | DOI: 10.32781/cakrawala.v10i1.56

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi ruang terbuka hijau pada kawasan industri dan merumuskan strategi dalam mengembangkan ruang terbuka hijau di kawasan industri Provinsi Jawa Timur. Objek penelitian yang dikaji meliputi kawasan industri yang berada di Kabupaten Gresik (KIG), Kabupaten Pasuruan (PIER), dan Kabupaten Sidoarjo (SIEB). Metode analisis ruang terbuka hijau di kawasan industri menggunakan proses digitasi dengan GPS dan survey lapang dengan bantuan citra google earth dan software mapwindow. Metode perumusan strategi menggunakan analisis SWOT yang dilanjutkan dengan metode AHP untuk menentukan prioritas strategi yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas ruang terbuka hijau di kawasan industri KIG dan PIER telah memenuhi standar kecukupan luasan untuk RTH di industri sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, sementara untuk kawasan industri SIEBkurang memenuhi luasan minimal untuk RTH yang telah dipersyaratkan. Strategi pengembangan ruang terbuka hijau di kawasan industri pada ketiga kawasan industri yang diamati cenderung memiliki kesamaan, namun berbeda pada penekanan prioritasnya. Strategi tersebut terkait dengan pengendalian tata ruang, pengembangan kawasan greenindustrial park, dan sosialisasi peran ruang terbuka hijau di kawasan industri baik kepada pihak industri dan pengelola kawasan maupun kepada masyarakat.
A FMEA-based Approach to Identify Risk of Damage for Besuki Na-Oogst Tobacco Leaves Wibowo, Yuli; Rusdianto, Andrew S; Wahyuni, Septy T
AGRITEKNO: Jurnal Teknologi Pertanian Vol 10 No 2 (2021): AGRITEKNO: Jurnal Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jagritekno.2021.10.2.106

Abstract

Besuki Na-Oogst tobacco is a type of plantation commodity that requires special handling. Improper post-harvest handling increases the risks of being damaged. This study aimed to identify the types of damage to Besuki Na‑Oogst tobacco leaves, analyze the risk level of damage to Besuki Na-Oogst tobacco leaves, and provide recommendations for risk control of tobacco leaves damage. The Failure Mode and Effect Analysis method was applied to Identify the Besuki Na-Oogst tobacco leaves risk damages. This method can determine the value of severity, occurrence, and detection to obtain a critical Risk Priority Number (RPN) that indicates the most critical level of risk. The results showed that the types of damage to Besuki Na-Oogst tobacco leaf classified as having a high-risk impact were perforated leaves, oily leaves, white spots, blue spots, and moldy leaves indicated by RPN values greater than the critical value. If these risks are not appropriately handled, it can decrease the quality of the tobacco leaves, resulting in losses. The risk control of leaf damage is based on risk-causing factors in suggestions for improvements that the management can follow up. Keywords: Besuki Na-Oogst tobacco leaves; critical value; FMEA; risk; RPN ABSTRAK Tembakau Besuki Na-Oogst merupakan jenis komoditas perkebunan yang memerlukan penanganan khusus. Penanganan pasca panen yang tidak tepat menimbulkan risiko yang tidak diinginkan yaitu daun tembakau menjadi rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kerusakan daun tembakau Besuki Na-Oogst, menganalisis tingkat risiko kerusakan daun tembakau Besuki Na-Oogst, dan memberikan rekomendasi pengendalian risiko kerusakan daun tembakau. Identifikasi risiko kerusakan daun tembakau Besuki Na-Oogst menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis. Metode ini dapat digunakan untuk menentukan nilai keparahan, kejadian, dan deteksi untuk mendapatkan risk priority number kritis yang menunjukkan tingkat risiko paling kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kerusakan pada daun tembakau Besuki Na-Oogst yang tergolong berisiko tinggi adalah daun berlubang, daun berminyak, bercak putih, bercak biru, dan daun berjamur yang ditunjukkan dengan nilai RPN lebih besar dari nilai kritis. Jika risiko tersebut tidak ditangani dengan baik, maka daun tembakau akan mengalami penurunan kualitas yang dapat mengakibatkan kerugian. Pengendalian risiko kerusakan daun tembakau didasarkan pada faktor penyebab risiko berupa saran perbaikan yang dapat ditindaklanjuti oleh pihak perusahaan. Kata kunci: Daun tembakau Besuki Na-Oogst; FMEA; nilai kritis; risiko; RPN
Economic Strengthening of the Pakis Village Community through the Development of Catfish Shredded Agrotechnopreneurship Modified Breadfruit as a Natural Fiber Material Wibowo, Yuli; Herlina, Herlina; Soekarno, Siswoyo; Eko Wiyono, Andi
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 3 (2023): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v8i1.4250

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember.  Desa Pakis tergolong desa dengan nilai IPM rendah, dengan jumlah penduduk miskin yang relatif banyak. Permasalahan umum yang dihadapi masyarakat Desa Pakis adalah kekurangtahuan mereka terhadap informasi inovasi teknologi yang dapat bermanfaat bagi mereka dalam rangka meningkatkan keberdayaan mereka dalam perekonomiannya.  Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Pakis dalam membuat abon lele termodifikasi kluwih sebagai salah satu peluang usaha yang dapat dikembangkan masyarakat.  Metode pelaksanaan pengabdian mencakup 3 (tiga) tahapan, yaitu uji coba pembuatan abon lele termodifikasi kluwih, praktek pembuatan abon lele, dan pelatihan manajemen usaha.  Hasil uji coba menunjukkan bahwa penambahan kluwih sebesar 20% dari berat ikan lele menghasilkan abon lele yang menyerupai abon sapi.  Hasil kegiatan praktek pembuatan abon lele menunjukkan masyarakat sangat antusias dan mereka juga berpartisipasi secara langsung untuk membuat bon lele dengan teknologi yang relatif sederhana.  Masyarakat juga sangat antusias mengikuti pelatihan manajemen usaha dan berharap usaha dapat dikembangkan oleh mereka sebagai usaha yang potensial untuk menambah penghasilan.
Designing Model for the Development of Sustainable Small Coffee Agroindustry at the Agropolitan Area of Ijen, East Java, Indonesia Wardhana, Danu Indra; Wibowo, Yuli; Suwasono, Sony
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.industria.2023.012.01.5

Abstract

AbstractConsidering Indonesia is one of the world's major coffee producers, the small coffee agroindustry has much room to grow. The industry faces some challenges, including low output, limited access to the market, insufficient human resource capabilities, and improper waste treatment. This research aimed to create a model for the coffee agroindustry's growth utilizing a sustainable development concept in the form of decision support systems. The model is named AgroCoffee, which comprises six submodels: submodel of superior product selection of coffee agroindustry, submodel of social, submodel of institutional, submodel of technology, submodel of environmental, and submodel of economic. This study used several data analysis methods: exponential comparison approach, multi expert-multi criteria decision-making, interpretative structural modeling, analytical hierarchy process, and financial analysis. The model was verified in the agropolitan area of Bondowoso's Ijen highland in East Java, Indonesia. The findings revealed that the model could accurately simulate the coffee agroindustry system, which allows the model to generate recommendations for decision-makers on how to establish sustainable coffee agroindustry. Further improvements and adjustments to the model need to be conducted to develop a better model that dynamically follows the current needs and conditions to make the latest data and information obtained more accurate.Keywords: coffee agroindustry, Ijen highland agropolitan, sustainable development AbstrakIndonesia merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di dunia sehingga agroindustri kopi rakyat berpotensi tinggi untuk dikembangkan. Permasalahan pengembangan agroindustri kopi rakyat di Indonesia yaitu: produktivitas kopi yang rendah, akses pemasaran yang terbatas, keterampilan sumber daya manusia yang rendah, dan limbah pengolahan kopi yang belum ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu model pengembangan agroindustri kopi rakyat dengan menggunakan konsep pembangunan berkelanjutan dalam bentuk sistem penunjang keputusan. Model ini diberi nama AgroCoffee, yang terdiri dari 6 submodel, yaitu submodel pemilihan produk unggulan, submodel sosial, submodel kelembagaan, submodel teknologi, submodel lingkungan, dan submodel ekonomi. Metode yang digunakan dalam analisis terdiri dari metode perbandingan eksponensial, multi expert-multi criteria decision making, interpretative structural modeling, analytical hierarchy process, dan analisis finansial. Rancangan model disimulasikan pada Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Ijen Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa rancangan model telah mampu mensimulasikan sistem agroindustri kopi rakyat berdasarkan hasil verifikasi dan validasi pada model AgroCoffee. Oleh karena itu, model dapat diterapkan untuk memberikan rekomendasi bagi para pengambil keputusan dalam pengembangan agroindustri kopi rakyat yang berkelanjutan. Penyempurnaan dan penyesuaian model perlu dilakukan dalam rangka pengembangan sistem yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi saat ini sehingga data dan informasi terbaru yang diperoleh lebih akurat.Kata Kunci: agroindustri kopi, agropolitan dataran tinggi Ijen, pembangunan berkelanjutan
The Agroindustry Development Strategy for Java Ijen-Raung Arabica Coffee, in Bondowoso Regency, East Java Wibowo, Yuli; Purnomo, Bambang Herry; Kristio, Ari
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.industria.2021.010.02.5

Abstract

AbstractThe potential of Java Ijen-Raung Arabica Coffee in the Bondowoso Regency, East Java needs to be increased by developing the downstream agroindustry. This study aims to determine the location of the downstream coffee agroindustry development area and its potential products, determine the added value of downstream coffee products, analyze its financial feasibility, and formulate a development strategy. Research methods used in this study include factor weighting, exponential comparison method, interpretive structural modeling, Hayami method, and financial feasibility analysis. The results showed that the development of the Java Ijen-Raung Arabica Coffee agroindustry was prioritized in Sumberwringin District as a development center. Downstream coffee products that have the potential to be developed are ground coffee. The added value generated from the processing of ground coffee is IDR 9,320/kg, with a value-added ratio of 48.09%. The results of the financial feasibility analysis show that the downstream coffee agroindustry is financially feasible to be developed by business actors. The downstream agroindustry development strategy formulation for Java Ijen-Raung Arabica Coffee refers to the key development sub-elements, i.e. increasing market area, monitoring product quality, and involving stakeholders in its implementation.Keywords: Bondowoso Regency, downstream agroindustry, Java Ijen-Raung Arabica Coffee, strategy AbstrakPotensi Kopi Arabika Java Ijen-Raung di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur perlu ditingkatkan melalui pengembangan agroindustri hilir. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi wilayah pengembangan agroindustri hilir kopi dan produk potensialnya, menentukan nilai tambah produk hilir kopi, dan menganalisis kelayakannya secara finansial, serta merumuskan strategi pengembangannya. Metode penelitian mencakup pembobotan faktor, metode perbandingan eksponensial, pemodelan struktural interpretatif, metode Hayami, dan analisis kelayakan finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan agroindustri Kopi Arabika Java Ijen-Raung diprioritaskan di Kecamatan Sumberwringin sebagai sentra pengembangan. Produk hilir kopi yang berpotensi untuk dikembangkan adalah kopi bubuk. Nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan kopi bubuk sebesar Rp9.320/kg dengan rasio pertambahan nilai sebesar 48,09%. Hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa agroindustri produk hilir kopi secara finansial layak dikembangkan oleh pelaku usaha. Rumusan strategi pengembangan agroindustri hilir Kopi Arabika Java Ijen-Raung mengacu pada sub elemen kunci pengembangan, yaitu peningkatkan jangkauan pasar, pengawasan kualitas produk, dan melibatkan pemangku kepentingan dalam pelaksanaannya.Kata kunci: agroindustri hilir, Kabupaten Bondowoso, Kopi Arabika Java Ijen-Raung, strategi
KARAKTERISASI ROTI BOLU MANIS BERBASIS MOCAF (Modified Cassava Flour) TERKOMPOSIT SERBUK DAUN KELOR SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN ALAMI Herlina; Siti Nur Shaidah; Asmak Afriliana; Yuli Wibowo; Siswoyo Soekarno; Andy Eko Wiyono
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.02.7

Abstract

Roti bolu manis berbasis MOCAF terkomposit serbuk daun kelor merupakan salah satu inovasi produk pangan olahan non gluten. Penggunaan MOCAF sebagai bahan pengganti terigu aman untuk penderita yang intoleran terhadap gluten. Serbuk daun kelor yang kaya akan protein, serat, dan senyawa bioaktif dapat meningkatkan nilai gizi dan fungsional roti bolu manis. Penelitian ini berguna mengidentifikasi pengaruh rasio MOCAF dan serbuk daun kelor terhadap karakteristik fisik, kimia dan sensori roti bolu manis berbasis MOCAF terkomposit serbuk daun kelor. Rancangan penelitian berbasis Rancangan Acak Lengkap (RAL) serta 4 (empat) ulangan perlakuan. Faktor  perlakuan adalah rasio MOCAF dan serbuk daun kelor, yaitu: (A1)=100:0; (A2)=98:2; (A3)=96:4; (A4)= 94:6; (A5)=92:8; dan (A6)=90:1. Hasil penelitian yaitu rasio MOCAF dan serbuk daun kelor berpengaruh terhadap sifat fisik, kimia, dan sensori. Perlakuan terbaik berdasarkan uji efektivitas pada perlakuan A4 dengan rasio MOCAF 96 g dan serbuk daun kelor 4 g (A4) dan nilai daya kembang sekitar 18,22%; kadar air 28,33%; kadar protein 9,56%; kadar serat kasar 2,91%; aktivitas antioksidan 53,46%; dan polifenol total 0,45 mg GAE/g, tingkat kesukaan pada atribut rasa 5,16; aroma 4,60; warna 4,52; tekstur 4,24; dan 3,96 secara keseluruhan.
Performance Evaluation of Green Supply Chain Management in Canned Fish (Sardines) Production Unit: A Case of Indonesia Suryaningrat, Ida Bagus Bagus; Kuswardhani, Nita; Darmaningrum, Sindy Rosa; Purnomo, Bambang Hery; Wibowo, Yuli
International Journal on Food, Agriculture and Natural Resources Vol 5, No 3 (2024): IJ-FANRES
Publisher : Food, Agriculture and Natural Resources - NETWORKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46676/ij-fanres.v5i3.376

Abstract

Indonesia's fishing industry, especially in East Java Province, shows great potential but also harms the environment. CV. Pasific Harvest Surabaya (CV. PHB) is a fish canning industry in Banyuwangi Regency, which is currently facing problems such as the supply of raw materials, which continues to decline; the company has not measured and planned the total consumption of energy, fuel, water and the problem of workers who have not received environmental training. Although a waste processing system is in place, the production process still carries the risk of environmental pollution. The researchers collected data through observation, interviews, literature studies, and paired comparison questionnaires. The results of the research reveal that CV. PHB manages three supply chain flows with four supply chain actors. The final performance score is 81.77, with 24 verified KPIs. The KPIs that need performance improvement are packaging time until the product is picked up by the delivery service (D4), time for handling customer complaints (R3), and environmental training for workers (E1).
ANALISIS RISIKO RANTAI PASOK AGROINDUSTRI TAPE SINGKONG DI KABUPATEN BONDOWOSO (STUDI KASUS UD. TAPE MANIS MEKAR MADU): ANALISIS RISIKO RANTAI PASOK AGROINDUSTRI TAPE SINGKONG DI KABUPATEN BONDOWOSO (STUDI KASUS UD. TAPE MANIS MEKAR MADU) Suryaningrat, Ida Bagus; Wibowo, Yuli; Zamronie, Achmad
Jurnal Agroindustri Vol. 14 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.14.2.237-249

Abstract

Risiko rantai pasokan adalah kerugian yang diakibatkan oleh kejadian di industri dan dapat berdampak negatif pada setiap tahap produksi, mulai dari perolehan bahan mentah hingga pengiriman barang jadi ke klien. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui rantai pasok usaha dagang. Risiko rantai pasok dalam penelitian ini dapat dikategorikan dari mengidentifikasi struktur rantai pasok di UD. Tape Manis Mekar Madu, mengidentifikasi risiko rantai pasok di UD. Tape Manis Mekar Madu dan menentukan penilaian risiko rantai pasok paling tinggi di UD. Tape Manis Mekar Madu serta menyusun rekomendasi strategi penanganan risiko rantai pasok di UD. Tape Manis Mekar Madu. Dalam metode ini menggunakan pendekatan referensi operasional rantai pasokan (SCOR) diterapkan untuk melakukan analisis struktur rantai pasokan, pendekatan House of Risk fase 1 dan metode House of Risk fase 2 masing-masing digunakan untuk mengidentifikasi risiko rantai pasokan dan menghasilkan rekomendasi risiko. Hasil penelitian menggunakan metode rumah risiko fase 1 menunjukkan bahwa UD. Tape Manis Mekar Madu mengalami kejadian risiko dengan nilai severity 4 adalah kulit singkong tidak bersih terkelupas. Sedangkan untuk sumber risiko yang memiliki nilai paling tinggi adalah tidak memiliki opsi supplier dengan nilai occurrence 5. Untuk penerapan strategi mitigasi pada UD. Tape Manis Mekar Madu PA1 (Mencari supplier bahan baku yang berkualitas) memiliki nilai ETD tertinggi yakni 2781. Hal ini karena strategi mudah diterapkan. Sedangkan yang strategi penanganan PA9 (Melakukan penyewaan transportasi) memiliki nilai ETD terendah 474. Karena strategi ini sulit diterapkan sehingga memerlukan biaya tambahan penyewaan untuk mengatasi satu risiko.
Co-Authors Achmad Subagio Aghata, Ola Riska Aprilia Intan Agus Susanta Ajeng Afriska Lailatul Fajriyah Anas Miftah Fauzi Andi Eko Wiyono, Andi Eko Andy Eko Wiyono Aristanti, Fransiska Candra Ariwan Joko Nusbantoro Asad Hanif Ahras, Muhammad Asmak Afriliana Azkiyah, Lailatul Bambang Heri Purnomo Bambang Heri Purnomo Bertung Suryadharma, Bertung Cita Bella Palupi Darmaningrum, Sindy Rosa Deddy Wirawan Soedibyo Dewi Prihatini Diana Pratiwi, Diana Dyah Rizki Karismasari Eko Wiyono, Andi Elida Novita Elok Sri Utami Elvina Putri Wicaksono Emi Kurniawati Eva Yulia Windiari Fahmi, Achmadi Anwarul Anwarul Fajriyah, Ajeng Afriska Lailatul Fauziyah, Diana Febriansah Eka Prasetyadana Geby Yogita Aditya Hasana, Siti Hasanah, Nindia Furqidatul Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herry Purnomo Herry Purnomo, Bambang I Gusti Bagus Udayana Ida Bagus Suryaningrat Iid Mufidah indarto indarto Jayus Jayus Junaedi, Taufan Junaedi, Taufan Ketut Indraningrat Kiky Chily Arum Dalu Kiswatul Maulidiah Kristio, Ari Lia Milata Khasanah Lia Sumi Karmila Liesia Hanagari Luky Adrianto M Syamsul Ma'arif Mahardika, Nidya Shara Marina Ekawati Muhammad Yunus Nidya Shara Mahardika Nita Kuswardhani Noer Novijanto Nur Aini Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurud Diniyah Prabawa, Hendhy Prabawa, Hendhy Pramesti, Vinka Oktavia Prihani, Suwita Tri Priyanto Priyanto Purnomo, Bambang Hery Qurrotun A’yuni R. Dio Alif Pratama Rima Malica Mukammila Ruhul Afrizal Rusdianto, Andrew S Rusdianto, Andrew Setiawan Salsabila Sari, Bella Yusita Siswoyo Soekarno Siti Nur Shaidah Sony Swasono Sugeng Raharto Sulistiyono Sulistiyono Suryaningrat, Ida Bagus Bagus Suwasono, Sony Tartila Fitri Ulfa Nur Aida Wahyuni, Septy T Wardhana, Danu Indra Winda Amilia Winda Amilia Windiari, Eva Yulia Wiyanto, Bambang Wiyanto, Bambang Yeyen Retno Maulida Yulianti, Atikah Yuniarsih Handayani, Rhoiyfah Zamronie, Achmad