Claim Missing Document
Check
Articles

Vannamei (Litopenaeus vannamei) Frozen Shrimp Raw Material Inventory Management With Supply Chain Management Approach Iid Mufaidah; Tartila Fitri; Sony Swasono; Yuli Wibowo
HABITAT Vol. 34 No. 1 (2023): April
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2023.034.1.5

Abstract

Raw material inventory is one of the most expensive assets of the company, especially at national private companies in Banyuwangi is developing a frozen vannamei shrimp agro-industry with PND commercial products (Peeled and Devained). Companies often experience problems with losing sales profits if export demand tends to increase, because companies have not maximized their inventory management. So by using a three-level supply chain management approach, namely the level of finished products, the level of processing and the level of raw materials, it is important to ensure the availability of finished products at any time. Through this approach, the average amount of raw material needed for production of each PND product is PND 26/30 of 12,333.33 kg/month, 31/40 of 75,416.67 kg/month, 41/50. 28,750 kg/month, 51/60 42,250 kg/month, 61/70 21,083.33 kg/month, and 71/90 11,083.33 kg/month. so that the company's service level for PND finished products is above 100%, which is an average of 111,39%.
Analisis prospektif pengembangan agrotechnopreneurship berbasis potensi sektor pertanian di Kabupaten Jember [Prospective analysis of potential-based agrotechnopreneurship development in the agricultural sector in Jember Regency] Wibowo, Yuli; Soekarno, Siswoyo; Wiyono, Andi Eko; Fajriyah, Ajeng Afriska Lailatul; Windiari, Eva Yulia
Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Vol. 29 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian
Publisher : Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtihp.v29i1.1-13

Abstract

The pandemic several years ago has impacted employment problems with the increase in the number of unemployed in Jember Regency. One effort can be made to develop agrotechnopreneurship as a community business.  This study aims to analyze the prospects for developing agrotechnopreneurship by utilizing the potential of the agricultural sector in Jember Regency.  The analysis focused on potential agrotechnopreneurship products developed in Jember Regency today: mocaf, chili sauce, coconut briquettes, shredded catfish, and cow's milk kefir.  This research uses a prospective analysis method structured based on states that may occur in the future.  The results showed several scenarios for developing potential agrotechnopreneurship in Jember Regency, generally including optimistic and pessimistic scenarios.  The development of agrotechnopreneurship in chili sauce, coconut briquettes, shredded catfish, and cow's milk kefir has an optimistic scenario, indicating a promising potential for future growth. This optimistic scenario can be realized if the key factors in the development of agrotechnopreneurship can be improved as expected. Meanwhile, the development of mocaf agrotechnopreneurship has a pessimistic scenario. Keywords: agrotechnopreneurship, Jember Regency, prospective analysis, the agricultural sector
Pemberdayaan Santri dan Alumni Pondok Pesantren Melalui Wirausaha Budidaya Jamur Merang (Volvariella Volvaceae L.) Herlina, Herlina; Soekarno, Siswoyo; Wibowo, Yuli; Utami, Elok Sri
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 3 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i3.3914

Abstract

Pondok Pesantren “AN NUR H.A” merupakan pondok Pesantren Salaf di Jember. Profil lulusan dari pesantren ini hanya 5% dari lulusan pondok pesantren yang berhasil menjadi ustadz, sedang 95% lulusan yang lain masih dalam kebingungan memilih profesi yang akan ditekuni. Hal ini terjadi karena pada umumnya, lulusan pondok pesantren salaf memiliki pendidikan umum yang masih rendah, sementara kurikulum pengajaran yang disajikan di pondok pesantren belum menyentuh pada aspek ketrampilan hidup. Para santri pada umumnya hanya memegang ijazah Madrasah Ibtidaiyah (setara dengan Sekolah Dasar) atau maksimal Madrasah Tsanawiyah (setara Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama) dan rata-rata para santri tidak memiliki ketrampilan untuk mereka hidup mandiri secara ekonomi setelah mereka keluar dari pondok pesantren. Melalui program pengabdian unggulan (PPU) ini pengusul bertekat untuk membuat program pemberdayaan santri dan alumni dengan memberikan bekal ketrampilan untuk mereka, selain pengetahuan agama yang diajarkan. Program yang dianggap paling tepat adalah Pemberdayaan Santri dan alumni Pondok Pesantren Melalui Wirausaha Budidaya Jamur Merang, karena usaha ini membutuhkan bahan baku lokal dan tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas serta teknologi yang digunakan merupakan teknologi tepat guna yang mudah diadopsi. Hasil kegiatan ini adalah: (1) menambah ketrampilan para santri pondok pesantren dan alumni dalam budidaya dan berwirausaha jamur merang; (2) mengurangi pengangguran para lulusan pondok pesantren, (3) terciptanya lapangan kerja baru di pedesaan; (4) terciptanya keterkaitan bisnis secara tidak langsung dengan masyarakat di sekitar lokasi pondok melalui usaha penyediaan bahan pembantu, sekam dan bubuk gergaji; (5) meningkatnya pendapatan pesantren dari budidaya jamur merang; dan (6) kegiatan ekonomi produktif di pondok pesantren.
Penguatan Kelembagaan Smart Farmer’s Group (Sfg) Dalam Rangka Pengembangan Kakao Di Desa Jambewangi Fauziyah, Diana; Raharto, Sugeng; Wibowo, Yuli
Abdi Panca Marga Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Abdi Panca Marga Edisi Mei 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Panca Marga Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.693 KB) | DOI: 10.51747/abdipancamarga.v3i1.980

Abstract

Poktan Manggar Kencono Jambwangi is a farmer group whose purpose formation is to facilitate the activities carried out by cocoa farmers in the village of Jambwangi. The farmer group was formed by and for farmers, so that the focus of the development was to farmers themselves. Therefore, it is very necessary to strengthen and empower the farmer group towards the independent farmer group (Farmer's Group Autonomy) based on superior HR capabilities (Smart Farmer's Group \/ SFP). The method made in this service is in the form of counseling, discussions and assistance about the preparation of organizational structures, job descriptions, and standard operating procedures for later farmer groups to be able to manage their organizations effectively and efficiently because supported by superior peasant human resources capabilities. The results of the Poktan Manggar Kencono Jambevantan dedication still require coaching and assistance in the administration of good and correct organizational, organizational structures and also the application of a clear job description \/ division of tasks between existing parts of the organizational structure and operational standards procedures. This service is important to provide understanding that the preparation of the organizational structure, job description, and standard operating procedure based on the needs of farmer groups so that the farmer's melompo in running its business can be more effective and efficient Keywords: SFG, Organizational structure, Job description, SOP,
STRATEGI PENGEMBANGAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KAWASAN INDUSTRI JAWA TIMUR Wibowo, Yuli; Novita, Elida; Nusbantoro, Ariwan Joko
Cakrawala Vol. 10 No. 1: Juni 2016
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v10i1.56

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi ruang terbuka hijau pada kawasan industri dan merumuskan strategi dalam mengembangkan ruang terbuka hijau di kawasan industri Provinsi Jawa Timur. Objek penelitian yang dikaji meliputi kawasan industri yang berada di Kabupaten Gresik (KIG), Kabupaten Pasuruan (PIER), dan Kabupaten Sidoarjo (SIEB). Metode analisis ruang terbuka hijau di kawasan industri menggunakan proses digitasi dengan GPS dan survey lapang dengan bantuan citra google earth dan software mapwindow. Metode perumusan strategi menggunakan analisis SWOT yang dilanjutkan dengan metode AHP untuk menentukan prioritas strategi yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas ruang terbuka hijau di kawasan industri KIG dan PIER telah memenuhi standar kecukupan luasan untuk RTH di industri sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, sementara untuk kawasan industri SIEBkurang memenuhi luasan minimal untuk RTH yang telah dipersyaratkan. Strategi pengembangan ruang terbuka hijau di kawasan industri pada ketiga kawasan industri yang diamati cenderung memiliki kesamaan, namun berbeda pada penekanan prioritasnya. Strategi tersebut terkait dengan pengendalian tata ruang, pengembangan kawasan greenindustrial park, dan sosialisasi peran ruang terbuka hijau di kawasan industri baik kepada pihak industri dan pengelola kawasan maupun kepada masyarakat.
MANAJEMEN RISIKO PENGEMBANGAN AGROTECHNOPRENEURSHIP ABON LELE DI KABUPATEN JEMBER Wibowo, Yuli; Prihani, Suwita Tri; Herlina; Soekarno, Siswoyo; Wiyono, Andi Eko
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.2.173-186

Abstract

Salah satu agrotechnopreneurship berbasis perikanan yang berpotensi dikembangkan di Kabupaten Jember adalah industri abon ikan lele. Pengembangan agrotechnopreneurship menghadapi beberapa risiko akibat adanya ketidakpastian pada kegiatan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengelola risiko dalam pengembangan agrotechnopreneurship abon lele, dengan tujuan memberikan panduan praktis bagi para pemangku kepentingan agrotechnopreneurship di Kabupaten Jember dalam mendirikan dan mengembangkan usahanya. Metode manajemen risiko yang digunakan dalam penelitian ini meliputi wawancara dan observasi untuk mengidentifikasi risiko, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menilai tingkat keparahan dan kemungkinan terjadinya risiko, diagram tulang ikan (fishbone diagram) untuk menganalisis akar penyebab risiko, serta Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas strategi mitigasi risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 10 potensi risiko yang di antaranya terkait dengan pengembangan agrotechnopreneurship abon lele di Kabupaten Jember. Berdasarkan analisis kekritisan, teridentifikasi empat risiko utama dalam proses pengembangan agrotechnopreneurship abon lele, antara lain rendahnya kemampuan permodalan untuk pengembangan produk, proses produksi tidak kontinu, kegiatan promosi yang kurang intensif, dan kurangnya inovasi produk. Faktor manusia, metode, sarana, dan lingkungan diperhitungkan dalam mengevaluasi akar penyebab risiko. Hasil dari mitigasi risiko menunjukkan beberapa strategi prioritas yang dapat diterapkan yaitu perlunya peran pemerintah dalam memfasilitasi (akses dan kebijakan) peminjaman modal, menerapkan manajemen rantai pasok untuk mengelola distribusi bahan baku dan produk, berpartisipasi dalam acara atau pameran yang diselenggarakan oleh pemerintah, serta mengembangkan variasi rasa dan kemasan produk abon lele.
Co-Authors Achmad Subagio Aghata, Ola Riska Aprilia Intan Agus Susanta Ajeng Afriska Lailatul Fajriyah Anas Miftah Fauzi Andi Eko Wiyono, Andi Eko Andy Eko Wiyono Aristanti, Fransiska Candra Ariwan Joko Nusbantoro Asad Hanif Ahras, Muhammad Asmak Afriliana Azkiyah, Lailatul Bambang Heri Purnomo Bambang Heri Purnomo Bertung Suryadharma, Bertung Cita Bella Palupi Darmaningrum, Sindy Rosa Deddy Wirawan Soedibyo Dewi Prihatini Diana Pratiwi, Diana Dyah Rizki Karismasari Eko Wiyono, Andi Elida Novita Elok Sri Utami Elvina Putri Wicaksono Emi Kurniawati Eva Yulia Windiari Fahmi, Achmadi Anwarul Anwarul Fajriyah, Ajeng Afriska Lailatul Fauziyah, Diana Febriansah Eka Prasetyadana Geby Yogita Aditya Hasana, Siti Hasanah, Nindia Furqidatul Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herry Purnomo Herry Purnomo, Bambang I Gusti Bagus Udayana Ida Bagus Suryaningrat Iid Mufidah indarto indarto Jayus Jayus Junaedi, Taufan Junaedi, Taufan Ketut Indraningrat Kiky Chily Arum Dalu Kiswatul Maulidiah Kristio, Ari Lia Milata Khasanah Lia Sumi Karmila Liesia Hanagari Luky Adrianto M Syamsul Ma'arif Mahardika, Nidya Shara Marina Ekawati Muhammad Yunus Nidya Shara Mahardika Nita Kuswardhani Noer Novijanto Nur Aini Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurud Diniyah Prabawa, Hendhy Prabawa, Hendhy Prihani, Suwita Tri Priyanto Priyanto Purnomo, Bambang Hery Qurrotun A’yuni R. Dio Alif Pratama Rima Malica Mukammila Ruhul Afrizal Rusdianto, Andrew S Rusdianto, Andrew Setiawan Salsabila Sari, Bella Yusita Siswoyo Soekarno Siti Nur Shaidah Sony Swasono Sugeng Raharto Sulistiyono Sulistiyono Suryaningrat, Ida Bagus Bagus Suwasono, Sony Tartila Fitri Ulfa Nur Aida Wahyuni, Septy T Wardhana, Danu Indra Winda Amilia Winda Amilia Windiari, Eva Yulia Wiyanto, Bambang Wiyanto, Bambang Yeyen Retno Maulida Yuniarsih Handayani, Rhoiyfah Zamronie, Achmad