Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengaruh Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dan Disiplin Kerja Terhadap Kompetensi Profesional Guru Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Sriyati, Sriyati; Muhdi, Muhdi; Rasiman, Rasiman
Jurnal Inovasi Pembelajaran di Sekolah Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Inovasi Pembelajaran di Sekolah
Publisher : Persatuan Guru Republik Indonesia Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51874/jips.v4i2.113

Abstract

Kompetensi professional guru diartikan guru mampu mengelola proses pembelajaran dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tujuan dari penelitian ini untuk: 1) mengetahui besarnya pengaruh pengembanagn keprofesian berkelanjutan terhadap kompetensi profesional guru, 2) mengetahui besarnya pengaruh disiplin kerja terhadap kompetensi profesional guru, dan 3) mengetahui besarnya pengaruh pengembangan keprofesian berkelanjutan dan disiplin kerja secara bersama-sama terhadap kompetensi profesional guru. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian asosiatif. Populasi penelitian ini 134 guru dan sampel penelitian 100 guru. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data diskriptif, uji prasyarat yang meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji linieritas dan uji hipotesis meliputi regresi linier sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) korelasi antara pengembangan keprofesian berkelanjutan terhadap kompetensi profesional guru sebasar 0.873. Pengaruh pengembangan keprofesian berkelanjutan terhadap kompetensi profesional guru sebesar 76,2 %, (2) Korelasi antara disiplin kerja terhadap kompetensi profesional guru sebasar 0.768. Pengaruh disiplin kerja terhadap kompetensi profesional guru sebesar 68,9 %, (3) Korelasi antara pengembangan keprofesian berkelanjutan dan disiplin kerja terhadap kompetensi profesional guru sebasar 0.874. Pengaruh pengembangan keprofesian berkelanjutan dan disiplin kerja terhadap kompetensi profesional guru sebesar 76,3 %. Simpulan penelitian ini adalah pengembangan keprofesian berkelanjutan dan disiplin kerja terhadap kompetensi profesional guru sebesar 0,763 atau 76,3%. Penulis menyarankan agar kepala sekolah memefasilitasi kegiatan pengembangan diri guru terutama tentang penguasaan landasan kependidikan, kemudian guru juga mengikuti pelatihan dan seminar agar dapat meningkatkan kompetensi guru. Guru dapat melakukan refleksi dan evaluasi dengan meningkatkan pengembangan diri dan disiplin kerja.
Peran Kepala Sekolah dalam Pengembangan Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah Atas Pangudi Luhur Van Lith Muntilan wiratno, guntur; Muhdi, Muhdi; Miyono, Noor
Jurnal Inovasi Pembelajaran di Sekolah Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Inovasi Pembelajaran di Sekolah
Publisher : Persatuan Guru Republik Indonesia Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51874/jips.v4i2.157

Abstract

This research aims to describe: the role of the principal in developing character education at Pangudi Luhur Van Lith Muntilan High School (1) The role of the principal as a manager in developing character values of discipline and social care, (2) The role of the principal as a leader in developing values character of discipline and social care. This research uses a qualitative approach with a qualitative type. Data were collected using interviews, observation and documentation methods, while data validation was carried out through triangulation. Based on the results of research and discussion of the role of school principals as managers and leaders in the development of disciplined character education and social care, it can be concluded: (1) planning program creation by identifying problems by conducting SWOT, coordinating between fields, availability of program funds, socialization of programs through meetings work, parent meetings, through teaching and learning activities and during MPLS. (2) Organizing, dividing tasks and authority, granting decrees. (3) Implementation, integrating character in learning or in school culture. (4) Supervision, carried out with direct involvement, coordination, accountability. (5) Providing an example by being present on time, dressing neatly, following the 5S greetings, and being directly involved in social action activities. (6) Providing motivation to carry out morning briefings providing 5S, being directly involved in social action activities, through flag ceremonies, and coaching. It is recommended that all Pangudi Luhur Van Lith Muntilan High School students be actively involved in accordance with their respective duties and roles in developing character education and in providing role models and providing motivation in implementing character education development. Keywords: Role of the school principal, character education, discipline character and social care
Manajemen Penguatan Pendidikan Karakter Berkebinekaan Global dan Gotong-Royong di SMP Negeri 39 Semarang Wahyuningsih, Putri; Muhdi, Muhdi; Miyono, Noor
Jurnal Inovasi Pembelajaran di Sekolah Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Inovasi Pembelajaran di Sekolah
Publisher : Persatuan Guru Republik Indonesia Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51874/jips.v4i2.162

Abstract

Putri Wahyuningsih. 2023, "Management of Strengthening Global Diversity and Mutual Cooperation at SMP Negeri 39 Semarang." Advisor's Thesis 1) Dr. Muhdi, S.H., M.Hum, 2) Dr. Noor Miyono, M.Sc. Character education is a continuous and never-ending process, resulting in continuous quality improvement aimed at realizing the human figure of the future. Character education emphasizes example, creating an environment, and habituation through various scientific tasks and conducive activities. The aim of this research is to find out how management strengthens character education at SMP Negeri 39 Semarang. Strengthening character education with global diversity and mutual cooperation at SMP Negeri 39 Semarang is closely related to school management. Management of strengthening student character education includes: (1) Planning stage for strengthening character education; (2) Organizing stage of strengthening character education; (3) Implementation stage of strengthening character education; (4) and Supervision stage of strengthening character education. This research uses a qualitative approach. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. The data collected from this technique is analyzed using data reduction, data presentation, and verification (conclusion). Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that strengthening character education at SMP Negeri 39 is carried out in four main activities, namely: learning activities, Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) activities, extracurricular activities, habituation activities. Keywords: Management, Character Education, Global Diversity, Mutual Cooperation
Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Sudjiati, Sudjiati; Muhdi, Muhdi
Jurnal Inovasi Pembelajaran di Sekolah Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Inovasi Pembelajaran di Sekolah
Publisher : PGRI Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51874/jips.v5i1.204

Abstract

This research uses a qualitative method with a phenomenological approach. The research was carried out at SD Negeri Srondol Kulon 02, Banyumanik District, Semarang City starting in June 2023. Data collection techniques in this research used interviews, observation and documentation. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Research results (1) The role of the school principal as a manager in planning the independent curriculum includes a) setting goals for implementing the independent curriculum; b) preparing an independent curriculum program; c) prepare a budget for implementing the independent curriculum; d) organize a team of implementing coordinators. (2). The role of the school principal as a manager in organizing the independent curriculum is 1) allocating resources; 2) formulate and assign tasks; 3) establish necessary procedures; 4) establish an organizational structure that shows the lines of authority and responsibility. (3) The role of the school principal as a manager in implementing the independent curriculum, such as a) consultative and asymmetric mentoring activities; b) provide strengthening of school human resources; c) learning activities through a new paradigm; d) data-based planning; e) digitalization of schools (4) The role of the principal as a manager in supervising the independent curriculum includes internal supervision carried out by the school principal and supervisor, then external supervision carried out by the school committee, seen from a technical perspective, supervision is carried out with two approaches, namely technical direct supervision and indirect supervision in report form. Apart from that, supervision of 1) assessment standards; 2) assessment; 3) the results of the assessment are in the form of a project report; 4) follow-up of project activities. The conclusion is that the role of the school principal as a manager in implementing the independent curriculum goes through the stages of planning, organizing, implementing and monitoring, all carried out continuously and together with school stakeholders. Suggestions that in the future school principals should embrace all parties more in policy making
PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK, DISIPLIN GURU DAN IKLIM ORGANISASI SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI KECAMATAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG Semiyem, Semiyem; Muhdi, Muhdi; Miyono, Noor
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 13, No 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v13i2.16101

Abstract

Kinerja guru dapat diartikan sebagai guru yang dapat menjalankan tugasnya secara profesional. Sebagai tenaga yang profesional, guru harus dapat mengelola proses pembelajaran dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tujuan dari penelitian ini untuk: 1) mengetahui besarnya pengaruh supervisi akademik terhadap kinerja guru, 2) mengetahui besarnya pengaruh disiplin guru terhadap kinerja guru, 3) mengetahui besarnya pengaruh iklim organisasi sekolah terhadap kinerja guru, dan 4) mengetahui besarnya pengaruh supervisi akademik, disiplin guru dan iklim organisasi sekolah secara bersama-sama terhadap kinerja guru. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian korelasi asosiatif. Populasi penelitian ini 220 guru dan sampel penelitian 142 guru. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data diskriptif, uji prasyarat yang meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji linieritas dan uji hipotesis meliputi regresi linier sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Korelasi supervisi akademik terhadap kinerja guru sebesar 0,884. Pengaruh supervisi akademik secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja guru sebesar 78,1%. 2) Korelasi disiplin guru terhadap kinerja guru sebesar 0,893. Pengaruh disiplin guru secara parsial berpengaruh signifikan terhadap varibel kinerja guru sebesar 79,8%. 3) Korelasi iklim organisasi sekolah terhadap kinerja guru sebesar 0,729. Pengaruh variabel iklim organisasi sekolah secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru adalah sebesar 73,2%. 4) Pengaruh yang signifikan supervisi akademik, disiplin guru dan iklim organisasi sekolah terhadap kinerja guru dengan persamaan Ŷ = 2,125 + 0,791 X1 + 1,291 X2 + 1,036 X3. Kemudian nilai koefisien korelasi r adalah sebesar 0,983. Hasil koefisien determinasi pengaruh variabel X1, X2 dan X3 terhadap Y adalah sebesar 96,7%. Simpulan penelitian ini adalah pengaruh yang signifikan supervisi akademik, disiplin guru dan iklim organisasi sekolah terhadap kinerja guru sebesar 96,7%.Kata Kunci: Kinerja guru, Supervisi Akademik, Disiplin Guru, Iklim Organisasi Sekolah
Menata Kembali Peradaban Islam dari Indonesia Muhdi, Muhdi
Qurthuba: The Journal of History and Islamic Civilization Vol. 1 No. 1 (2017): September
Publisher : Department of History and Islamic Civilization, Faculty of Adab and Humaniora, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/qurthuba.2017.1.1.65-85

Abstract

Peradaban Islam pernah berjaya pada abad VII-XIV Masehi. Banyak karyakarya besar ilmuwan Muslim antara lain seperti Al Biruni (fisika, kedokteran), Jabir Haiyan (kimia), Al-Khawarizmi (matematika), Al Kindi (filsafat), Ibnu Khaldun (politik, sosiologi), Ibnu Sina (kedokteran), Ibnu Rusyd (filsafat), dan lain sebagainya. Namun kejayaan Islam tersebut disabotase oleh Barat dan diklaim sebagai milik mereka. Barat dengan berbagai ideologi seperti materialisme, kapitalisme, liberalisme, sekularisme dan sebagainya justru gagal dan menenggelamkan peradaban Islam hingga saat ini. Namun, dengan berkembangnya berbagai tesis para tokoh non-Islam seperti Francis Fukuyama dan Samuel P. Huntington yang menyimpulkan berubahnya siklus ideologi dari Barat ke Islam sebagai alternatif ideologi masa depan, ditambah lagi dengan hasil riset Pew Forum on Religion and Public Life Januari 2011 tentang menguatnya jumlah populasi komunitasmuslim dunia yang diprediksi tahun 2030 akan bertambah dua kali lebih cepat dibandingkan penduduk non muslim, maka bukan tidak mungkin peradaban Islam akan lahir dari Indonesia sebagai negara terpadat ke-4 dunia setelah China, India dan Amerika Serikat. Apalagi Indonesia bercirikan pluralistik sama dengan Madinah zaman Rosul. Skenario grand design untuk menata kembali peradaban Islam bisa dimulai dari bumi Indonesia di era mendatang. Ada beragam tawaran solusi konsep, langkah konkret, strategi dan metodologi untuk mengarah pada upaya menata peradaban Islam, antara lain pertama, adanyaperubahan mainsett, kesadaran kolektif serta ketauladanan para tokoh dan pemimpin. Kedua, membangun dialog antar-agama (interfaith dialogue).Ketiga, mengadopsi kultur Nabi di Madinah. Keempat, penegakan supremasi hukum tanpa tebang pilih. Kelima, membumikan sikapinklusifisme. Keenam, retrospeksi menyeluruh di internal umat Islam. Kata kunci : , , , , , ,mainsett, kesadaran kolektif,, , , .
Sejarah Perkembangan Yayasan Ta’mirul Masjid Kemayoran Surabaya Tahun 1976-2020 Syafitri, Ainiya; Muhdi, Muhdi; Amiq, Amiq
Qurthuba: The Journal of History and Islamic Civilization Vol. 7 No. 2 (2024): March
Publisher : Department of History and Islamic Civilization, Faculty of Adab and Humaniora, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/qurthuba.2024.7.2.153-163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sejarah berdirinya Yayasan Ta’mirul Masjid Kemayoran Surabaya (2) Perkembangan yayasan dari segi kemasjidan, sosial-kemasyarakatan dan pendidikan oleh Yayasan Ta’mirul Masjid Kemayoran Surabaya (3) Faktor pendukung, faktor penghambat dan solusi dari penghambat perkembangan Yayasan Ta’mirul Masjid Kemayoran Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, meliputi hauristik, verifikasi interpretasi dan historiografi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan historis diakronis dan pendekatan sosiologi, Sedangkan teori yang digunakan adalah teori peran oleh Levinson dan teori Countinuty And Change oleh John Obert Voll. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa: (1) Yayasan ini didirikan pada tanggal 03 Maret 1976 oleh beberapa tokoh yakni Ir. Facthurrahman Murtadlo, Mohammad Sjahid Alfata, Mohammad Sururi Murtadlo, Drs. Miftach. Yayasan ini membuat visi dan misi untuk berkembangnya yayasan ini (2) Yayasan ini mengalami perkembangan sehingga dapat membantu dalam perkembangan dari membantu pengolahan masjid, sosial-kemasyarakatan dan sampai berdirinya lembaga pendidikan yang didirikan oleh yayasan (3) Faktor pendukung yayasan yaitu letak geografis yang strategis, adanya dukungan dari masyarakat sekitar. Faktor penghambat yayasan yaitu kesulitan dalam mengondisikan personil pengurus yayasan, adanya masyarakat yang eksploitasi. Dari faktor penghambat tersebut dapat solusi yaitu Membangun komitmen yang utuh diantara pengurus.
NILAI-NILAI PADA PELAKSANAAN PROJEK PROFIL PELAJAR RAHMATAN LIL ‘ALAMIN KURIKULUM MERDEKA DI MAN KOTA BANJARMASIN Jannah, Raudatul; Mizani, Hilmi; Muhdi, Muhdi; M. Ramli, M. Ramli
Al-Manba Vol. 9 No. 2 (2024): Al Manba
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Ma'rif Buntok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69782/almanba.v9i2.37

Abstract

This study aims to describe the values of the Rahmatan Lil Alamin Student Profile Project (PPRA) in the implementation of the Independent Curriculum at MAN Banjarmasin City. This type of research is field research, namely research by going directly to the research location to obtain information about the values in the implementation of the PPRA Independent Curriculum Project at MAN Banjarmasin City. This research is descriptive with a qualitative approach. The subjects of this study were the PPRA project coordinator teachers at MAN Banjarmasin City, while the objects of this study were the values of the PPRA project in the implementation of the independent curriculum at MAN Banjarmasin City. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. The analysis technique used the Miles and Huberman interactive analysis model which involved the steps; data collection, data reduction, data presentation, as well as conclusions and verification. The results of the study were values in the implementation of PPRA at MAN in Banjarmasin City, namely: citizenship and nationality values (muwaṭanah), deliberation (syūra), tolerance (tasāmuh); and dynamic and innovative (taṭawwur wa ibtikār). The four PPRA values are instilled through different projects between one MAN and another. The projects implemented are a traditional game in South Kalimantan called Badaku, collecting garbage that is made into a seat mat, and decorative flowers, traditional Banjar dance (Rudat) and Saman Dance from Aceh, Pancasila Democracy work title, making contemporary halal food, making infographics, making educational videos and bazaar projects
Manajemen Kurikulum Merdeka Dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin Widihastuti, Fithriyah; Muhdi, Muhdi; Nurkolis, Nurkolis
Jurnal Inovasi Pembelajaran di Sekolah Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Inovasi Pembelajaran di Sekolah
Publisher : PGRI Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51874/jips.v5i2.247

Abstract

This study aims to investigate and analyze the Independent Curriculum in MI Taufiqiyah, especially related to P5PPRA, with a focus on planning, organizing, implementing, and supervising. The research questions include the process of planning, organizing, and implementing the integration of Pancasila and Rahmatan Lil Alamin values, as well as the supervision mechanism of the Independent Curriculum. The method used is qualitative with a phenomenological approach, including interviews, observations, and documentation. Data analysis includes collection, reduction, presentation, and conclusion drawn. The results of the study show progress in the management of the Independent Curriculum for P5PPRA at MI Taufiqiyah. At the planning stage, intensive socialization is carried out to prepare teachers. At the organizing stage, infrastructure evaluation and improvement of teacher competence through collaboration with the Central Java Religious Education and Training Center were carried out, as well as the formation of a team of facilitators for daily activities and cooperation with the Agriculture Office for the urban farming program. The implementation of P5PPRA as planned involves practical activities, despite facing challenges in knowledge. Supervision shows obstacles in processing and reporting the results of student character assessments, with the need to increase the involvement of the Ministry of Religion of Semarang City. MI Taufiqiyah shows a strong commitment to developing students' character through continuous evaluation and active stakeholder engagement.
Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer dan Supervisor dalam Meningkatkan Kompetensi Guru di TK Pangudi Luhur Bernardus Oetari, Veronica; Muhdi, Muhdi; Nurkolis, Nurkolis
Jurnal Inovasi Pembelajaran di Sekolah Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Inovasi Pembelajaran di Sekolah
Publisher : PGRI Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51874/jips.v5i2.255

Abstract

The formulation of this problem is 1) What is the role of the principal as a manager in increasing teacher competency at PL Bernardus Kindergarten, 2) What is the role of the principal as supervisor in increasing teacher competency at PL Bernardus Kindergarten. This research uses a descriptive qualitative approach. instrument. The instrument used in this research was an interview with informant principal, deputy principal, representatives of all teachers related to the role of Principal. Data analysis includes interview transcripts, data reduction, analysis, data interpretation and triangulation. Research results 1) The role of the principal as a manager in improving teacher competency at PL Bernardus Kindergarten Semarang. These include a) Planning (in the form of school coordination, planning time for program implementation, mapping teacher needs and problems, planning facilities and budget costs, b) Organizing (in the form of: grouping teachers according to tasks, dividing tasks according to work programs, organizing aspects of facilities equipment, dividing the budget based on needs and dividing the budget based on the principles of justice and transparency, c) Implementation (in the form of activating the school Learning Community, organizing and participating in In House Training (IHT), participating in PAUD Cluster activities, taking part in webinars, and writing scientific papers. and d) Supervision (internal supervision carried out by school principals and supervisors). 2) The role of the principal as a supervisor in increasing teacher competency at PL Bernardus Kindergarten Semarang. These include a) Supervision planning (includes: forming a supervisory team, making a supervision schedule, preparing supervision instruments, identifying problems, carrying out evaluations. b) Implementing supervision (first, pre-observation, then observation through class visits, assessment, providing guidance and direction ), and c) Follow-up (including direct coaching and indirect coaching). It is hoped that this research can develop existing competencies, especially competencies as managers and supervisors for school principals and can develop teacher competition Keyword : School Quality, Teacher Quality and Leadership