Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Madrasah Masa Pertengahan: Kasus Madrasah Haramain Emroni, Emroni; Muhdi, Muhdi; Rusdiah, Rusdiah; Rahmawati, Laila
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 9, No. 4 (Oktober 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v9i4.5571

Abstract

Kota Mekah dan Madinah merupakan pusat ilmu agama, sehingga banyak kaum muslim di sentero dunia pergi ke sana untuk mencari ilmu di samping beribadah haji. Kebangkitan madrasah terjadi setelah berdirinya madrasah Nizhamiyah, madrasah ini sebagai prototipe madrasah sunni yang dibuka dan diresmikan oleh Nizham Al-Mulk. Segera setelah itu kebangkitan madrasah menyebar di beberapa kota di Timur Tengah disusul oleh madrasah Haramain (Mekah dan Madinah). Kebangkitan madrasah Haramain dilatarbelakangi oleh dua faktor, yaitu: faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internalnya, antara lain, adanya anggapan bahwa di Haramain lebih mulia daripada mendirikannya di luar Haramain. Sedangkan faktor eksternalnya, antara lain, munculnya kebangkitan madrasah yang ada di beberapa negara muslim, seperti Nisapur, Syria, Baghdad, Mesir, Damaskus, dan Bayt al-Maqdis. Madrasah Haramain kebanyakan didirikan oleh penguasa dan para dermawan non Hijaz dan madrasah ini juga memiliki ketergantungan dari pendirinya, sedangkan wacana keilmuan berkisar pada ilmu-ilm fiqh, ilmu tafsir, ilmu hadis, ilmu tasawuf dan juga ilmu kedokteran.
Strengthening Movement Ideology through The Management of Campus Da'wah Institutions Muhdi, Muhdi; Hamdan, Hamdan; Murdan, Murdan
JURNAL AL-TANZIM Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/al-tanzim.v7i3.5244

Abstract

This study explores management strategies and practices carried out by campus dakwah institutions in building a solid movement ideology within one of the public tertiary institutions in Banjarmasin. This research uses a descriptive qualitative approach. The data collection technique was done through participatory observation, in-depth interviews and documentation. Data analysis was done through data reduction, visualization, and conclusion. The study results show that managing campus da'wah institutions involves various strategies that focus on developing a solid movement ideology, namely, partnership cooperation with lecturers, preparation of study materials for campus da'wah institutions, mentoring and strengthening of ideological foundations. The management of campus dakwah institutions plays a significant role in building the movement's ideology at public universities in Banjarmasin. Management strategies and practices carried out by campus da'wah institutions contribute to strengthening movement ideology and increasing the effectiveness of da'wah on campus and in the surrounding community. This research provides guidance and insight for campus da'wah institutions in developing a strong and sustainable movement ideology.
PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MANAJER DALAM PENGUATAN KARAKTER GOTONG ROYONG DI SMP NEGERI 29 SEMARANG Sulistiyaningsih, Endang; Muhdi, Muhdi; Kusumaningsih, Widya
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 14, No 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v14i3.25434

Abstract

Fokus penelitian ini adalah (1) Peran kepala sekolah dalam perencanaan penguatan karakter gotong royong di SMP Negeri 29 Semarang. (2) Peran kepala sekolah dalam pengorganisasian penguatan karakter gotong royong di SMP Negeri 29 Semarang. (3) Peran kepala sekolah dalam pelaksanaan penguatan karakter gotong royong di SMP Negeri 29 Semarang. (4) Peran kepala sekolah dalam evaluasi penguatan karakter gotong royong di SMP Negeri 29 Semarang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bermaksud untuk menggali Peran Kepala Sekolah Sebagai Manager dalam Penguatan Karakter Gotong Royong di SMP Negeri 29 Semarang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan trianggulasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan Kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Kepala sekolah melakukan perencanaan program penguatan karakter melalui kegiatan pembelajaran, kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, kegiatan ekstrakulikuler, dan kegiatan pembiasaan. (2) kepala sekolah melakukan pengorganisasian yaitu menentukan penanggung jawab dari masing-masing kegiatan yang akan dilaksanakan, menyediakan peralatan yang diperlukan dan memberikan motivasi, pengarahan dan bimbingan pada tiap-tiap individu yang diberi wewenang baik dalam manajerial maupun teknisnya.; (3) kepala sekolah mempimpin pelaksanaan program penguatan karakter gotong royong, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembelajaran berdiferensiasi, pengembangan kegiatan ekstrakulikuler yang mendukung penguatan karakter gotong royong, dan mengadakan kegiatan pembiasaan yang mendukung penguatan karakter gotong royong; (4) Evaluasi dilaksanakan oleh kepala sekolah secara berkala dan menggunakan hasil evaluasi untuk memperbaiki dan mengembangkan program penguatan karakter gotong royong.
Politik Agraria Kolonial dan Perlawanan Sosial di Jawa Timur: Legenda Sarip Tambak Oso Muhdi, Muhdi; Rachmawati, Eva Nur
Jurnal Sejarah Citra Lekha Vol 10, No 2 (2025): Sejarah Sosial-Budaya, Identitas, dan Resistensi
Publisher : Department of History, Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jscl.v10i2.76396

Abstract

This article examines colonial agrarian politics in Eastern Java following the enactment of the Agrarische Wet of 1870, focusing on the effects of land taxation policies on rural social inequality and on the interpretation of Sarip Tambak Oso’s actions as a form of popular social resistance to the colonial agrarian order. Employing the historical method within a historical, sociological approach, through heuristic, verification, interpretation, and historiographical stages, the analysis is grounded in Ralph Linton’s role theory and James C. Scott’s theory of everyday resistance. The study advances three principal findings. First, post-1870 colonial agrarian policy in Java did not constitute a liberating form of agrarian liberalism; rather, it established a hierarchical and exploitative land-tenure regime through the doctrine of domein verklaring. Second, colonial land taxation functioned as a mechanism of power that reproduced rural social stratification, intensified economic inequality, and accelerated the proletarianization of smallholders. Third, within this structurally unequal agrarian context, Sarip Tambak Oso, popularly remembered as a “thief for the people”, can be understood as embodying a form of moral-economic social resistance that challenged colonial hegemony through symbolic and redistributive action. Sarip represents subaltern agency, underscoring that colonial conflict in Java was fundamentally rooted in struggles over land, taxation, and rural social justice. Theoretically, this article argues that colonial agrarian policy produced structural domination, while Sarip Tambak Oso’s resistance expands the analytical scope of everyday resistance and role theory as forms of subaltern political praxis.