p-Index From 2021 - 2026
6.917
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Electrical and Computer Engineering IAES International Journal of Artificial Intelligence (IJ-AI) Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) TEKNIK Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika (JEPIN) Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO JETT (Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan) JOIV : International Journal on Informatics Visualization Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) International Journal of Artificial Intelligence Research KOMPUTIKA - Jurnal Sistem Komputer TEKTRIKA - Jurnal Penelitian dan Pengembangan Telekomunikasi, Kendali, Komputer, Elektrik, dan Elektronika Journal of Robotics and Control (JRC) Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS) Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Jurnal Syntax Transformation MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR Prosiding Seminar Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi ReTII eProceedings of Engineering Eduvest - Journal of Universal Studies Community Service Seminar and Community Engagement (COSECANT) Jurnal Rekayasa elektrika Jurnal INFOTEL Telkatika: Jurnal Telekomunikasi Elektro Komputasi & Informatika Jurnal Isu Teknologi Jurnal Nasional Sains dan Teknik
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 127 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Implementasi Dan Analisis Performansi Kamailio Sip Server Untuk Arsitektur Ip Multimedia Subsystem Dengan Layanan Voip Dan Video Call Radian Priambodo; Rendy Munadi; Leanna Vidya Yovita
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini kebutuhan user akan layanan multimedia memunculkan konsep teknologi IP Multimedia Subsystem yang melengkapi teknologi Next Generation Network. Dengan adanya teknologi IMS semakin membantu user untuk berkomunikasi dengan layanan multimedia. VoIP dan video call merupakan beberapa dari berbagai macam layanan yang didukung oleh arsitektur IMS. Salah satunya Kamailio SIP Server yang dapat di integrasikan dengan arsitektur IMS. Dengan adanya Kamailio SIP Server untuk arsitektur IMS maka ada jaminan QoS dan mampu menangani sampai ribuan panggilan per detik. Dalam penelitian ini diimplementasikan Kamailio SIP Server pada arsitektur IP Multimedia Subsystem (IMS) dengan menggunakan VoIP dan video call sebagai layanannya. CPU usage, memory usage, emulate call, MOS, serta beberapa parameter QoS seperti delay, jitter, dan throughput yang digunakan untuk melihat performansi dari Kamailio SIP Server dalam mengimpleme ntasikan arsitektur IMS dengan layanan VoIP dan video call. Dari hasil pengukuran parameter QoS, saat kondisi sistem diberikan background traffic 80 Mbps maka nilai one way delay dan jitter terbesar untuk layanan VoIP yaitu dengan nilai delay sebesar 66,1850 ms dan jitter sebesar 0,00345 ms lalu untuk layanan video call yaitu dengan nilai delay sebesar 84,4925 ms dan jitter sebesar 0,00982 ms. Besarnya nilai throughput pada layanan VoIP dengan diberikan background traffic sebesar 0 Mbps – 80 Mbps berbanding terbalik dengan nilai throughput yaitu 0,085657 Mbps s.d. 0,08599 Mbps. Begitu pula pada layanan video call berada pada interval 0,1990 Mbps s.d. 0,1463 Mbps. Sementara pada persentase success rate terbesar yang diperoleh adalah 94,07% yang didapatkan ketika berada pada kondisi 15000 calls/s. Ketika kondisi ini, nilai CPU usage yang diperoleh yaitu 39,6% dan memory usage sebesar 692 MB. Kata kunci : Kamailio, SIP, NGN, IMS, VoIP, Video Call, QoS
Analisis Dan Implementasi Prototipe Pengatur Kelembaban Berbasis Internet Of Things (iot) Pada Penyimpanan Sayur Fadhil Riardy Rivai; Rendy Munadi; Unang Sunarya
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Disaat populasi penduduk semakin meningkat, maka kebutuhan terhadap sayuran juga meningkat, sehingga produksi dan hasil panen sayuran juga bertambah drastis demi melengkapi kebutuhan pokok manusia. Untuk menyimpan hasil panen sayur dibutuhkan penyimpanan yang segar dan higienis, agar kebersihan dan kesegaran sayur tetap terjaga. Tetapi saat ini masih banyak tempat penyimpanan sayur yang belum maksimal dalam menjaga kualitas sayur hasil panen para petani. Oleh karena itu dibutuhkan penyimpanan yang mampu membuat sayuran menjadi tahan lebih lama dan lebih segar. Dengan berkembang pesatnya teknologi saat ini memungkinkan untuk merancang sebuah prototipe pengatur kelembaban pada penyimpanan sayur berbasis arduino dan Monitoring data dengan konsep internet of things (IOT). Prototipe ini menggunakan arduino uno sebagai pengontrol utama, DHT11 sebagai sensor utama membaca kelembaban dan suhu, serta relay sebagai pengatur penyiraman otomatis. Untuk mengirimkan data ke internet prototipe ini menggunakan modul wifi NodeMcu ESP8266 dengan menggunakan protokol HTTP dan MQTT. Berdasarkan pengujian dan analisis Quality of Service (QoS) yang dilakukan pada prototipe dengan metode protokol MQTT dan HTTP. Pada protokol MQTT nilai delay yang didapat sebesar 157.749772 ms dan nilai jitter sebesar 5.8323392. Sedangkan pada protokol HTTP nilai delay didapat sebesar 156.436981 ms dan nilai jitter sebesar 5,79794392 ms. Dalam pengujian alat ini mampu membuat kondisi kubis dan bayam tetap segar dalam waktu 4 hari. Kata kunci : IoT, NodeMcu ESP8266, Arduino Uno, HTTP, MQTT, DHT11. ABSTRACT When a population increasing, then the need for vegetables is also increasing. To store their harvest a vegetable needed storage that is fresh and hygienic, for cleanliness and freshness of vegetables are maintained. But now there are many vegetable storage areas that have not been maximized in maintaining the quality of vegetable crops of the farmers. Therefore it takes storage that can make vegetables to last longer and fresher. With the rapidly growing technology today it is possible to design a prototype of moisture regulator on vegetable storage based arduino and Monitoring data with the concept of internet of things (IOT). This prototype uses arduino uno as the main controller DHT11 as the main sensor reads humidity and temperature, as well as relay as automatic watering regulator. To transmit data to the internet this prototype uses NodeMcu ESP8266 wifi module using HTTP and MQTT protocol. Based on testing and analysis of Quality of Service (QoS) conducted on prototypes using the MQTT and HTTP protocol methods. In the MQTT protocol the value of the delay obtained is 157.749772 ms and the jitter value is 5.8323392. Whereas in the HTTP protocol the delay value is 156.436981 ms and the jitter value is 5.79794392 ms. In testing this prototype is able to keep cabbage and spinach conditions fresh within 4 days. Keywords : IoT, NodeMcu ESP8266, Arduino Uno, HTTP, MQTT, DHT11.
Physical Resource Block (prb) Allocation Using Modified Round Robin Scheduling Algorithm In Downlink Lte Network Rudi Sianipar; Arfianto Fahmi; Rendy Munadi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Physical Resource Block (PRB) allocation is an important part that must be set so well so all users can be served by eNode-B in LTE downlink network. One of the optimization methods can be applied by resource scheduling that can allocate PRB to the user based on channel and capacity conditions. This study aims to produce a resource scheduling algorithm that have the best performance. The algorithms are used in the simulation such as Round Robin, Modified Round Robin, Maximum CSI and Proportional Fair. The performance parameters are used as indicators of algorithm performance such as spectral efficiency, average user throughput, eNode-B throughput and eNode-B payload. With appropriate scheduling algorithms will increase spectral efficiency and user throughput to improve quality of service. Knowing the condition of channel capacity aims to maintain quality of service sustainably. Different resource scheduling algorithm will produce different performance. In the Round Robin algorithm has method that each user who occupies the channel first or first active will be the top priority to obtain the resource block. In Round Robin Algorithm, the resource blocks allocation does not consider the channel conditions. The users does not have the best channel condition which does not has the maximum spectral efficiency value. So the Round Robin algorithm has been modified to produce more maximal spectral efficiency. Some modifications have been done that like resource scheduling based on priority scheme. Initial condition, user will send channel state information (CSI) value to eNode-B and eNode-B store CSI data into matrix and compile it. The CSI will be used as a consideration for scheduling resource blocks. Users who have the highest or best CSI and the first user that occupy the channel or first active will be the first priority who are allocated resource block. In varied users (1-50 users), Modified Round Robin has the highest spectral efficiency, average user throughput, eNodeB throughput and eNode-B payload that compared to other algorithms performance. Spectral efficiency is 4.892 bps/Hz, average user throughput about 0.88 Mbps, eNode-B throughput about 44.031 Mbps and eNode-B payload about 158.512 Gigabits. Keywords: Physical Resource Blok (PRB), Round Robin, Maximum CSI, Proportional Fair
Simulasi Dan Analisis Layanan Triple Play Pada Jaringan Dengan Metode Vlan Dan Selective Qinq I Made Wahyuda Permana; Rendy Munadi; Leanna Vidya Yovita
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virtual Local Area Network (VLAN) merupakan salah satu metode yang sering digunakan untuk melakukan segmentasi user di dalam sebuah jaringan yang besar. Tapi belakangan, meski telah digunakan cukup lama oleh beberapa penyedia layanan komunikasi, metode VLAN mulai dikhawatirkan kemampuannya untuk mengakomodasi jaringan komunikasi yang semakin besar jumlah penggunanya. Kondisi yang kemudian memicu dikembangkannya VLAN menjadi sebuah metode baru dengan nama QinQ atau 802.1Q-in-802.1Q. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan performansi dari metode VLAN dan Selective QinQ ketika bekerja untuk memberikan sebuah layanan yang membutuhkan segmentasi user. Pada penelitian ini akan dilakukan pengamatan terhadap simulasi layanan Triple Play (data, suara, dan video) di dalam sebuah jaringan komunikasi dengan metode VLAN dan Selective QinQ, menggunakan aplikasi GNS3.Hasil menunjukkan jika metode Selective QinQ memiliki angka yang lebih baik daripada metode VLAN di segi kecepatan, namun lebih buruk jika memandang keutuhan data. Pada metode Selective QinQ, layanan Triple Play membutuhkan waktu rata-rata 159,154 ms ketika menyajikan layanan komunikasi data, suara dan video. Sedangkan metode VLAN butuh waktu rata-rata 160.488 ms.Kata kunci: triple play, VLAN, Selective QinQ
Implementasi Dan Analisis Performansi Jaringan Virtual Private Lan Service-te Tunnel Dengan Openimscore As Multimedia Service Server Nabila Nabila; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya user menggunakan jaringan publik atau jaringan yang telah dibuat oleh Internet Service Provider (ISP) untuk saling berkomunikasi. Permasalahan yang terdapat pada jaringan ISP yakni, tidak adanya jaminan keamanan dan QOS yang terjaga. Untuk mengatasi hal tersebut terdapat teknologi tunneling tetapi, pada teknologi ini terdapat kekurangan mengenai kompleksitas jaringan backbone yang digunakan serta didukung dengan alat yang memiliki harga tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut munculah teknologi untuk menutupi kekurangan teknologi tunneling yaitu, Virtual Private LAN Services (VPLS). VPLS adalah jaringan dimana beberapa ethernet LANs dari pelanggan yang berbeda lokasi untuk saling berkoneksi melalui jaringan penyedia layanan (service provider), dengan cara demikian mengemulasi segmen Ethernet LAN tunggal untuk pelanggan tersebut. Untuk mendukung kehandalan jaringannya ditambahkan pula fitur Traffic Engineering Tunnel pada jaringan VPLS yang menawarkan fungsi berdasarkan LSP yang menghasilkan forwarding paket menjadi lebih efisien serta untuk menyediakan availability services turut pula diintegrasikan server OpenIMSCore guna memperkaya ketersediaan layanan multimedia untuk melengkapi teknologi NGN. Pada tugas akhir ini, penulis mengimplementasikan VPLS-TE Tunneling pada Router Mikrotik. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada jaringan VPLS dengan adanya penambahan fitur TE Tunnel didapatkan perbaikan hasil delay sebesar 72.1% untuk layanan VoIP dan layanan Video Call 63.65%. Untuk parameter Throughput didapatkan perbaikan sebesar 1.83% untuk layanan VoIP dan 10.4% untuk layanan Video Call. Kata kunci : VPLS, VPLS-TE, LAN, OpenIMSCore, QoS
Analisis Performansi Voip Pada Vanet Dengan Menggunakan Codec Suara G.711, G.729, Dan Gsm Herda Theo Perdana; Rendy Munadi; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

VANET (Vehicular Ad Hoc Network) saat ini sedang menerima banyak perhatian. Seperti jaringan lainnya, VANET dapat menyediakan layanan data, suara dan video. Pada layanan suara terdapat berbagai macam codec suara yang bisa dilewatkan pada jaringan. Untuk mengetahui codec suara yang baik dan efisien yang dapat dilewatkan di jaringan VANET maka perlu dilakukan perbandingan codec yang dilalakukan pada protokol routing dalam VANET. Pada tugas akhir ini akan dilakukan analisis perbandingan performansi QoS pada VoIP dengan codec G.711, G.729, dan GSM di jaringan VANET menggunankan protokol routing OLSR. Data untuk analisis akan diambil melalui simulasi dengan menggunakan software network simulator-2.35 yang dijalankan pada sistem operasi linux. Simulasi akan dilakukan menggunakan skenario highway. Dari hasil penelitian ini, parameter QoS yang akan dianalisis antara lain adalah throughput, delay dan packet delivery ratio. hasil dari parameter QoS yang didapatkan kurang memuaskan karena belum sesuai dengan standar internasional yang sudah ditentukan, hanya parameter delay yang sudah sesuai. Namun, GSM adalah codec yang paling optimal dalam penelitian ini karena menjukkan performansi yang paling baik yaitu dengan delay rendah dan nilai PDR lebih baik diantara yang lain. Kata kunci : VoIP, codec, VANET, OLSR, Network Simulator
Implementasi High Availability Server Menggunakan Metode Load Balancing Dan Failover Pada Virtual Web Server Cluster Maya Rosalia; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini Web menjadi media berorientasi bisnis dan antarmuka yang lebih disukai untuk sistem informasi terbaru . Semakin banyak yang mengakses melalui suatu situs web akan menyebabkan beban kerja suatu penyedia layanan yaitu web server menjadi lebih berat dan kurang optimal. Jika kondisi tersebut terus berlanjut, besar kemungkinan akan terjadi overload dan server menjadi down sehingga request tidak dapat lagi dilayani. Server Clustering merupakan salah satu solusi yang bisa diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu suatu teknologi yang menggabungkan beberapa server yang bekerja bersama-sama yang seolah-olah merupakan satu sistem tunggal. Terdapat beberapa metode pada sistem clustering, yaitu load balancing dan failover. Dengan load balancing, sistem akan dapat melayani beban pengaksesan yang besar dan meminimalisir kegagalan dalam melayani request dari user karena load balancing bekerja dengan mendistribusikan secara merata beban trafik ke beberapa server lain yang terkluster. Failover berfungsi untuk meningkatkan ketersediaan yang tinggi. Jika terjadi kegagalan sistem pada server utama, server cadangan akan langsung menggantikan server utama untuk tetap memberikan layanan. Pada tugas akhir ini telah diimplementasikan load balancing dan failover pada virtual server cluster. Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa kinerja server dengan menggunakan load balancing jauh lebih baik dibandingkan single server, dengan jumlah request per-detik maksimal yaitu sebesar 2352.937 request dan throughput sebesar 3.53 MB/s pada Haproxy penjadwalan least connection. Adanya pembagian beban ke tiga buah server memberikan penurunan terhadap nilai CPU utilization sebesar 21%. Untuk ketersediaan server pada skenario failover didapatkan nilai downtime rata-rata sebesar 1992.8 ms. Pada penelitian ini juga diketahui bahwa load balancing dengan menggunakan Haproxy memiliki performansi yang lebih baik dibandingkan dengan Nginx. Kata Kunci: Cluster, Load Balancing, Failover, Virtual, Haproxy, Nginx
Analisis Dan Simulasi Perbandingan Qos Di Routing Protokol Mpls Ospf Dan Mpls Is-is Di Jaringan Ipv6 Menggunakan Gns3 Untuk Layanan Video Streaming Arisman Putra Munggaran; Rendy Munadi; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kualitas dari suatu layanan merupakan parameter yang perlu diperhitungkan dalam sistem komunikasi jarak jauh. Salah satu layanan yang sedang berkembang adalah video streaming. Video Streaming itu sendiri bekerja pada RTP protocol, atau komunikasi secara real-time. Untuk mewujudkan kondisi komunikasi jarak jauh yang ideal, menentukan routing protocol dari suatu sistem komunikasi dapat mempengaruhi nilai dari Quality of Service (QoS). Routing Protocol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur aliran data dan pemilihan jalur yang terjadi pada jaringan. Dengan ditambahkannya MPLS pada jaringan, diharapkan akan membantu kinerja dari routing protocol. Dalam tugas akhir ini mensimulasikan jaringan IPv6 dengan routing protocol OSPF dan juga IS-IS yang akan ditambahkan teknik MPLS dengan metode xconnect. Setelah itu akan di lakukan analisis QoS untuk layanan video streaming pada masing masing routing protocol. Simulasi dilakukan menggunakan 1 laptop yang dibagi lagi menjadi 2 PC dengan menggunakan VMware, simulator yang digunakan adalah GNS3 dan Cisco 7200 sebagai router. Hasil simulasi dan analisis yang didapat menunjukan bahwa routing protocol IS-IS yang tidak diterapkan MPLS ataupun dengan MPLS xconnect mendapatkan hasil QoS yang lebih baik dari pada OSPF di jaringan IPv6. Dapat dilihat dari perbedaan throughput hingga 61 Kbps, delay 6 ms, packet loss 3% dan jitter sebesar 3ms. Hal ini disebabkan routing protocol OSPF memiliki kompleksitas yang lebih tinggi karena pengenalan neighbour OSPF yang lebih rumit di bandingkan IS-IS. Kata kunci : Routing protocol, MPLS, OSPF, IS-IS, GNS3, xconnect, IPv6, video streaming. Abstract Quality of services is a parameter that needs to be considered in a remote communication system. One of the services that is developing is video streaming. Video streaming itself works on RTP protocol, or real-time communication. To create ideal remote communication, determining routing protocol of a communication network can affect the value of Quality of Service (QoS). Routing protocol is a rule or standard that regulates data flow and determines the path that occurs on the network. With the addition of MPLS to the network, it is expected to help the performance of the routing protocol. In this final project simulate the IPv6 network with OSPF routing protocol and also IS-IS which will be added MPLS technique with xconnect method. Afterwards QoS analysis will be carried out for video streaming services. The simulation works using 1 laptop which is divided int 2 PCs using VMware, GNS3 as a simulator and Cisco 7200 as a router. The results of simulation and analysis obtained that IS-IS routing protocol without implemented by MPLS or with MPLS xconnect gets better result than OSPF on IPv6 network. It can be seen from the differences of throughput at 61 KBps, delay 6ms, packet loss 3%, and jitter 3 ms. This is because OSPF routing protocols have a higher complexity because introduction neighbours of OSPF are more complex than IS-IS. Keywords: Routing protocol, MPLS, OSPF, IS-IS, GNS3, xconnect, IPv6, video streaming.
Desain Dan Implementasi Detektor Pencemaran Air Sungai Menggunakan Wireless Sensor Network AR. Margans Tanjung; Rendy Munadi; Danu Dwi Sanjoyo
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Air merupakan kebutuhan paling dasar bagi manusia dan menjadi sumber penghidupan bagi manusia. Kurangnya kesadaran manusia untuk menjaga kualitas air, menyebabkan air menjadi tercemar. Penyebab tercemarnya air adalah budaya membuang sampah dan pembuangan limbah ke sungai ataupun laut. Pencemaran air menyebabkan matinya ekosistem yang ada di air. Dampak pencemaran air contohnya keracunan dan penyakit kulit. Karena itu pemanfaatan Wireless Sensor Network (WSN) sangat dibutuhkan untuk monitoring pencemaran air. Dengan menggunakan sensor node, koordinator, dan monitoring melalui aplikasi smartphone diharapkan dapat mengatasi pencemaran air, karena dapat diketahui dengan cepat sebelum air yang terindikasi pencemaran digunakan oleh masyarakat untuk kebutuhan hidup mereka. Sehingga tidak terdapat korban ataupun kerugian yang ditimbulkan akibat air yang tercemar. Abstrack Water is the most basic need for human beings and a source of livelihood for humans. Lack of human consciousness to maintain water quality, causing water to become polluted. The cause of contaminated water is the culture of disposing of waste and disposal of waste into rivers or the sea. Water pollution causes the death of ecosystems in the water. Impact of water pollution for example poisoning and skin diseases. Therefore, the utilization of Wireless Sensor Network (WSN) is needed for monitoring water pollution. Using node sensors, coordinators, and monitoring through smartphone applications is expected to address water pollution, since it can be quickly identified before the water indicated by pollution is used by the community for their livelihood needs. So there are no casualties or losses caused by polluted water.
Implementasi Dan Analisis Performa Multi Protocol Label Switching - Virtual Private Network (mpls-vpn) Dengan Metode Generic Routing Encapsulation Pada Layanan Berbasis File Transfer Protocol (ftp) Audy Septarindra; Rendy Munadi; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan berbasis IP semakin berkembang dan terintegrasi dengan baik. Untuk integrasi yang baik, salah satu faktor yang jadi bahasan adalah performa jaringan tersebut. Generic Routing Encapsulation (GRE) adalah salah satu mekanisme tunneling yang tersedia yang menggunakan IP sebagai protokol transport dan dapat digunakan untuk membawa banyak protokol penumpang yang berbeda. Terowongan bertindak sebagai jalur virtual point-to-point yang memiliki dua titik akhir yaitu tunnel source dan tunnel destination di setiap endpoint. Fitur ini menggunakan MPLS melalui Generic Routing Encapsulation untuk enkapsulasi paket MPLS dalam terowongan IP. Enkapsulasi MPLS paket dalam IP tunnels membuat link virtual point-to-point di seluruh jaringan non-MPLS. Parameter uji yaitu throughput, RTT Delay, dan Packet Loss menunjukkan penurunan performa dengan diberi tunnel GRE. Penurunan performa tersebut disebabkan oleh adanya penggunaan resource pada jaringan saat interkey exchange pada pembentukan tunnel GRE. Namun penurunan performa bisa saja tidak terjadi saat tidak adanya background traffic sehingga resource yang bisa digunakan masih tesedia. Kata kunci: Throughput, RTT Delay, Packet Loss, GRE, MPLS-VPN, FTP
Co-Authors Abdulqadir Muhtadi Achmad Rizal Danisya Adinda Ayu Herdianto Adinda Riztia Putri Aditya Bram Wiratma Aditya Ramadwiputra Adnan Purwanto Ahmad , Ali Hanafi Ahmad Abdillah Siddiq Ahmad Saifuddin Mufid Ahmad Thoriq Azzam Ahmad Tri Hanuranto Ahmad, Ali Hanafi Ahsanuddin, Rafiq Irham Airlangga Baihaqi Wicaksono ajibekti, ari Akhmad Hambali Akhmad Syauqi Alam Nasyrah Muharram Nasution Aldo Algafaru Alfin Hikmaturokhman Algafaru, Aldo Ali Muayyadi, Ali Alif Faikah Alifiyah Pratiwi P.Wedda Almyra Rosedyana AM, Debby Tri Wulandari Ammatia Risty Ammatia Risty, Ammatia Andi Ainun Najib Andrea Eges Seca Barus Andri Agustav Wirabudi Andri Suwignyo Anego, Raga Esa Angga Rusdinar Anhar, Dafin Rizki Anisia, Rianda Aqila Safira Hasnul AR. Margans Tanjung Ardhi Anzala Muhammad Arfianto Arfianto Arfianto Fahmi Ari Ajibekti Masriwilaga Ari Satrio Arief Goeritno Arief Rakhman Arief Rakhman Saputra Arif Indra Irawan Arisman Putra Munggaran Arta, Virda Amalia Asep Mulyana Asep Mulyana Audy Septarindra Ayu Irmawati Aziz, Hamdi Azzam, Ahmad Thoriq Bachtiar Hendro Assiddiq Bahtiar Widayanto Basuki Rahmat Basuki Rahmat Masdi Siduppa Bayu Erfianto Beny Triantono Bima Sanjaya Boby Priaksa Briantono, Mahardika Hanif Cendika Deby Hartanta Chrisna Fiddin Dadan Nur Ramadan Dadan Rohdiana Dadang Gunawan Dadiek Pranindito Damayanti, Widya Danu Dwi Sanjoyo Derryanda Sulistio Devi Fitriani Devyta Asterina Dewa Gede Cahya Prastika Dewanto, Ramadhika Dini Adlina Salman DJOMI, MANZILA IZNIARDI Doan Perdana Dong Ho Lee Dong-Sung Kim Dwi Sanjoyo, Danu Edoeardo Setiawan Eka Santi Wahyuningtyas Emeraldo Faris Aufar Endang h Chumaidiya Enrico Megantara Evan Adhi Kurniawan F. Ahmadi Djajasugita Fadhil Riardy Rivai Fadhilah, Muhammad Zidan Fahlevi, Fauzan Fahmi Bagaskara Perdana Fahriza, Mochammad Iqbal Fanny Tarida Tampubolon Fardan Fardan FARDAN FARDAN, FARDAN Faris Salman Hakim Fathih, Muhardian Favian Dewanta Fendy Purwanto Feralia Fitri Feri Teja Kusuma Fidar Adjie Fidar Adjie Laksono Fidelis Surya Putranta Fidelis Surya Putranta Fitra Purwandika Galih Erki Basuki Gendhis Azzukhruf Dynastuti Gilang Perdana Putra Gita Indah Hapsari Gumilar Hadi Prabowo Gustommy Bisono Habib Al Ghani Hadhara, Fikri Hafidudin . Harry Rachmatsyah Helni Mutiarsih Jumhur Herda Theo Perdana Hirwandi Agusnam I Made Wahyuda Permana Ida Wahidah Ilham Reza Wijaya Imam Hedi Santoso Iman Hedi Santoso Iman Santoso Indra Maulana, Bintang Indra Perdana Putra Sutejo Indra Perdana Putra Sutejo Indrarini Dyah Indrarini Dyah Irawati Intan Laily Muflikhah Irawan, Muhammad Naufal Nur Irma Noviandari Irma Nurlita Dewi Irmansyah, Tedy Irwanda Kurniawan Istikmal Jafar Alim Habibi Jorjiana Aminatus Kadi, Aufaryafi Baskara Khurniawan, Amri Leanna Vidya Novita Leanna Vidya Yovita Leanna Yovita Listya Wulandari Mardiah M.Yanis, Naili Ikrimah Mahardika Hanif Briantono Mas’ud Bayu Sadewo Maulana, Bintang Indra Maya Rosalia Menachem Bayazid Aufar Mohamad Samudra Mohammad Andre Mutalibov Mohammad Kurnia Putra Mohammad Rizky Pratama Muhammad Azriel Muhammad Fuadi Sururuzzaman Muhammad Furqan Ramadani Muhammad Geo Unggul Putra Kusuma Utomo Muhammad Hafizh Triaoktora Muhammad Hamzah Mushaddiq Nabila Nabila Nachwan Mufti Adriansyah Nachwan Mufti Ardiansyah Natasya Nurul Putri Nigo Wisnu Wijaya Ningrum, Ratna Widya Ningrum, Sussi Novia Indrawati Nugraha, Umar Nur Andini Nur Irawan, Muhammad Naufal Nurwulan Fitriyanti Nyoman Bogi Aditya Karna Periyadi, Periyadi Piove Wiraguna Prasojoe, Rahmat Ramadan putri angelia R Rumani Rumani R Rumani Rumani, R Rumani Raden Arjani Rosalina Radian Priambodo Radiv Herdian Rafif Taruna Ramadhan Ramadhika Dewanto Ramadhika Dewanto Ratih Loviesta Nurbed Ratna Mayasari Rein Rachman Putra Repka Mochamad Zaqy Mulyadi Resi Pramudyo Pariwibowo Retno Hendriyanti Reza Arlan Reza Fahlevi Zulkarnaen Reza Lutfi Ananda Rianda Anisia Rianda Anisia Riano Febrianto Riany Erdiyanti Ridha Muldina Negara Rifqi, Muhammad Naufal Risang Suryadi Saputra Risyaf Fawwaz Pradipta Rivaldi Fawzian Rizal Erwin Irwansyah Rizka Darmawan Dwi Putra Rizqon Robie, Rizqon Robby C. Manurung Rudi Sianipar Ruly Naufaldi Kurniawan S, Andhika Sabrina Chairunnisa Safida Reynita Sari Sahrul Mulia Sandra Erpanji Sar Sardy Satria Bagus Pratama Septian Nurul Chalik Setyorini Setyorini Setyorini Sevierda Raniprima Shihab, Kusvihawan Muhammad Sofia Naning Hertiana Sugondo Hadiyoso Suryamiharja, Andhika Sussi Sussi Sussi , Sussi Syarifuddin, Sri Dewi Sartika Tanjung Perdana Kusuma Tengku Ahmad Riza Tjahjo Adiparabowo Tjahjo Adiprabowo R Tuntun Aditara Maharta Uke Kurniawan Usman Unang Sunarya Usep Taufiq Hidayat Vikry Fadillah Virginia Rosaline Wibowo, Truly Baaqii Widyanto, Toto Wisesa, Pradipa Catya Wisma Dwi Kurnia Yanis, Naili Ikrimah M. Yasir, Dara Kusumawati Ramadani Yohanes Dickson Yuggo Afrianto Yusuf Budiman Zhafari Luthfan Oswar