p-Index From 2021 - 2026
6.917
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Electrical and Computer Engineering IAES International Journal of Artificial Intelligence (IJ-AI) Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) TEKNIK Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika (JEPIN) Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO JETT (Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan) JOIV : International Journal on Informatics Visualization Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) International Journal of Artificial Intelligence Research KOMPUTIKA - Jurnal Sistem Komputer TEKTRIKA - Jurnal Penelitian dan Pengembangan Telekomunikasi, Kendali, Komputer, Elektrik, dan Elektronika Journal of Robotics and Control (JRC) Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS) Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Jurnal Syntax Transformation MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR Prosiding Seminar Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi ReTII eProceedings of Engineering Eduvest - Journal of Universal Studies Community Service Seminar and Community Engagement (COSECANT) Jurnal Rekayasa elektrika Jurnal INFOTEL Telkatika: Jurnal Telekomunikasi Elektro Komputasi & Informatika Jurnal Isu Teknologi Jurnal Nasional Sains dan Teknik
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 127 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Dan Analisa Smart Lighting Berbasis Wireless Sensor Network Untuk Meningkatkan Kenyamanan Aktivitas Di Dalam Rumah Analisys And Design Smart Lighting Based On Wireless Sensor Network To Improve Comfort Of Activity At Home Fidelis Surya Putranta; Gustommy Bisono; Rendy Munadi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah menjadi tempat istirahat bersantai maupun mengerjakan pekerjaan dan beraktivitas. Kenyamanan diperlukan untuk menunjang aktivitas tersebut. Pencahayaan ruangan menjadi salah satu faktor penunjang kenyamanan tersebut. Ketika beraktivitas maupun bekerja di rumah akan lebih nyaman jika di dalam ruangan tersebut terdapat pencahayaan yang cukup. Pencahayaan berasal dari lampu yang berada dalam ruangan, lampu yang sedang populer adalah lampu LED karena nyalanya lebih terang dan hemat energi. Sensor sebagai pendeteksi tingkat intensitas cahaya di dalam ruangan. Sensor tersebut dipadukan dengan waktu. Jadi, sensor mendeteksi keadaan cahaya diluar dan menyesuaikan dengan waktu produktif maka mikrokontroler (Arduino) akan mengirimkan informasi ke lampu LED untuk menyala dengan warna yang telah ditentukan. Pada sistem ini, sensor terhubung dengan jaringan dalam sebuah wireless sensor network. Data dari sensor node dikirimkan ke coordinator node secara nirkabel untuk kemudian dikirimkan ke server untuk diolah. Semua informasi tersebut terpantau pada sebuah server. Informasi tersebut dapat diakses, dipantau dan dikendalikan menggunakan perangkat mobile maupun komputer dengan internet. Dari hasil pengujian terhadap XBee, semakin jauh jarak sensor node dengan coordinator node maka delay akan semakin besar. Sementara throughput akan semakin kecil, begitu pula sebaliknya. Pada pengujian server, delay pada proses monitoring lebih kecil daripada delay pada proses controlling. Sedangkan throughput monitoring lebih besar daripada throughput controlling. Sistem memiliki reliability sebesar 95,17% dan availability sebesar 95,4%.Kata Kunci : LED, Arduino, sensor cahaya, XBee.
Implementasi Dan Analisis Performansi Platform As A Service Untuk Api Gateway Menggunakan Kong Risang Suryadi Saputra; Rendy Munadi; Danu Dwi Sanjoyo
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Untuk memanajemen banyaknya API atau server pada sebuah instansi dibutuhkan suatu sistem yang dapat memanajemen API tersebut agar dapat terhubung dengan client atau konsumen tanpa perlu memikirkan infrastruktur dan mempermudah dalam mengakses data pada api tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah sistem yang dapat memenejemen atau mengontrol API yang ada pada sebuah sistem adalah API gateway. API gateway adalah sebuah sistem yang digunakan sebagai pengatur atau mengontrol API yang ada pada sebuah server, API gateway dapat memanajemen API sehingga API dapat terdistribusikan lebih optimal. Pada tugas akhir ini telah diimplementasikan dan dianalisa sistem API gateway berbasis cloud computing dengan munggunakan platform as a service (PaaS). Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa kinerja sistem API gateway lebih baik pada jaringan intranet dibandingkan dengan jaringan internet, karena beberapa faktor yang mempengaruhi hasil pengujian dari jaringan internet yaitu topologi yang ada pada jaringan dan kecepatan transmisi yang digunakan. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, maka didapatkan nilai rata-rata dari beberapa parameter yaitu: response time 5.17 sec, data transaction 4288 hit, data transferred 351 MB dan availability 100%. Kata kunci: Cloud Computing, API gateway, Server,PaaS ABSTRACT To manage how many APIs or servers in an agency, a system is required for managing APIs to connect with clients or consumers without the need to think about infrastructure and make data accessing easier. Therefore, it takes a system that can manage or control the API that exist in a system. API Gateway is a system used as a controller on an existing API on a server. API Gateway can manage the API so that API can be distributed more optimally. In this final project, API Gateway will be implemented and analyzed with cloud gateway-based cloud computing system using Platform as a Service (PaaS). From the results of research, it has been known that the performance of API Gateway system is better on the Intranet network that is compared with the Internet network, because there are several factors that affect the test results of the Internet network which is the topology that exists on the network and transmission speed that had been used. Based on the results of tests, the average value of some parameters are: response time 5.17 sec, data transaction 4288 hit, data transferred 351 MB and availability 100%. Keywords: Cloud Computing, API gateway, Server,PaaS
Analisis Simulasi Topologi Hybrid Pada Wireless Sensor Network Menggunakan Protokol Routing Optimized Link State Routing Dan Dynamic Source Routing Zhafari Luthfan Oswar; Rendy Munadi; Tjahjo Adiprabowo R
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu teknologi wireless yang sangat berkembang saat ini adalah Wireless Sensor Network (WSN). Wireless sensor network terdiri atas sejumlah besar node. Setiap node memiliki kemampuan untuk mengirim, menerima, dan men� deteksi.Zigbee telah menyediakan layer network untukaplikasi W•ireless Sensor Network----.. ...-----(WSN), sehingga mampu melakukan pengiriman data secara multihop menggunakan metode routing yang ada menuju ke coordinator. Hal ini diperlukan karena dalam aplikasi real di WSN terdapat masalah yaitu jarak jangkauan antar node yang terbatas serta suplai energi yang terbatas. Oleh karena itu, diperlukan sebuah metode routing agar dapat mengatasi masalah tersebut dan mencari rute alternatif ke coordinator. DSR dan OLSR adalah salah satu metode routing pada wireless ad-hoc routing yang dinilai cocok pada WSN karena topologinya yang dinamis dengan energi yang terbatas. Tugas akhir ini menganalisis perbandingan kinerja dua protokol wireless ad-hoc routing DSR dan OLSR. Analisis perbanding� andilakuka -n --m -.....e .. lalui simulasi dengan ban tu ansoftware Network Simulator 2.35 dan VirtualBox. Simulasi jaringan menggunakan standard Zigbee/IEEE 802.15.4. dengan penggunaan topologi hybrid. Analisis dan simulasi yang dilakukan akan menghasilkan nilai parameter performance metrics berupa delay, throughput, packet loss dan energy consumption. Skenario yang digunakan dalam simulasi adalah perubahan ukuran paket data yang dikirim dan penambahan durasi simulasi. Berdasarkan hasil simulasi pada skenario yang sudah ditentukan, protocol routing DSR secara keseluruhan mempunyai nilai performance metrics yang lebih baik dibandingkan dengan routing protocol OLSR. Dimana de-n ..gan melihat hasil nilai throughput yang lebih tinggi, packet loss yang lebih pada OLSR lebih baik. Maka protocol ro I uting yang lebih baik untu • k diterapkan pada WSN adalah DSR.
Analisis Quality Of Service (qos) Algoritma Antrian Cbwfq Dan Llq Pada Jaringan Mpls-te Dini Adlina Salman; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi dan komunikasi yang berbasis packet switch, mengutamakan performansi dan utilitas jaringan packet switch. Jaringan packet switch mengembangkan metode forwarding paket seperti MPLS. Kualitas komunikasi yang berbasis packet switch sangat dipengaruhi oleh  delay, packet loss, throughput dan parameter lainnya. Komunikasi suara dan video harus realtime dan reliable, karena hal itu dapat menunjang kenyamanan user dalam berkomunikasi. Metode yang biasa dilakukan untuk meningkatkan performansi dan kinerja dari suatu jaringan seperti Multi Protocol Label Switching (MPLS), Resource Reservation Protocol, dan penggunaan metoda routing. Multi Protocol Label Switching (MPLS) adalah sebuah metode forwarding data melalui suatu jaringan dengan menggunakan informansi dalam label yang diletakkan pada paket IP.Dengan metode routing yang diterapkan dalam MPLS, diharapkan mampu meningkatkan performansi dan meningkatkan nilai QoS pada jaringan tersebut. Dengan berkembangnya teknologi, MPLS menawarkan fungsi traffic engineering yang effisien. Pada tugas akhir ini, penulis membandingkan algoritma antrian yang ada pada jaringan MPLS yaitu Class-Based Weighted Fair Queueing (CBWFQ) dan Low Latency Queueing (LLQ) untuk mendapatkan QoS terbaik. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada jaringan MPLS-TE dengan algoritma antrian LLQ mendapatkan hasil perbaikan delay sebesar 91.99 % pada layanan VoIP, 53.02% pada layanan Video Streaming, dan 84.95 % untuk layanan FTP. Untuk parameter jitter didapatkan perbaikan sebesar 83.53 % untuk layanan VoIP dan untuk layanan Video Streaming 49.67 %. Hasil pengujian pada jaringan MPLS-TE dengan algoritma antrian CBWFQ mendapatkan perbaikan delay sebesar 72.64 % pada layanan VoIP, 47.22 % pada layanan Video Streaming, dan 91.44 % untuk layanan FTP. Dan untuk parameter jitter  didapatkan perbaikan sebesar 19.59 %  dan  untuk layanan Video Streaming 48.11 %. Penggunaan MPLS TE dapat menghasilkan QoS yang lebih baik ketika menggunakan algoritma antrian LLQ, dapat dilihat dari throughtput, delay, packet loss dan jitter. Dengan menggunakan jaringan MPLS-TE dengan algoritma antrian mempunyai nilai lebih bagus dibandingkan dengan jaringan MPLS-TE tanpa algoritma antrian. Kata kunci : MPLS, MPLS-TE, CBWFQ, LLQ
Perancangan Dan Analisa Sistem Kenyamanan Ruangan Yang Terkontrol Berbasis Wireless Sensor Network Bachtiar Hendro Assiddiq; Rendy Munadi; Gustommy Bisono
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar orang harus memiliki tempat yang nyaman saat mereka melakukan aktivitas setiap hari terutama untuk aktivitas di dalam ruangan. Kenyamanan dapat menunjang kualitas kinerja dan produktivitas seseorang serta membangkitkan keinginan melakukan kegiatan. Peningkatan suhu rata rata dan perubahan cuaca yang tak menentu menyebabkan perubahan suhu yang drastis. Dikembangkan teknologi yang berbasis wireless sensor network dengan penerapan Internet of Thing, seperti pada sistem kenyaman ini. Sistem ini menggunkaan sensor DHT 22 yang merupakan pendeteksi yang dapat memonitoring suhu dan kelembaban dalam suatu ruangan. Pada sistem ini menggunakan Arduino uno dengan Xbee S2C yang merupakan modul komunikasi dan berfungsi sebagai komunikasi antar device serta sebagai penghubung ke Raspberry pi. Pada Raspberry pi digunakan sebagai penampung data sementara yang selanjutnya diunggah menggunakan internet ke database. Data yang tersimpan pada database digunakan sebagai data yang diunggah ke laman website sehingga dapat di monitoring dan dikontrol. Pada pengkontrolan sistem menggunakan relay untuk mengatur suhu pada air conditioner (AC). Pada hasil penilitian Xbee S2C dapat berkomunikasi hingga jarak maksimum sebesar 56,5 meter dari kordinator node. Memiliki rata-rata throughput sebesar 5,6211 bytes/s serta delay sebesar 204,13 milisecond. Pada pengujian sistem menggunakan jaringan internet saat monitoring mendapatkan rata-rata throughput dan delay sebesar 201.0538 bytes/s dan 166,43 milisecond sedangkan saat sistem melakukan kontroling memiliki throughput sebesar 165,6784 bytes/s serta delay sebesar 1,1261 second. Sistem ini juga memiliki availability 97,7210 % dan realibility sebesar 97,7719 %Kata kunci: Wireless Sensor Network, Xbee S2C , DHT 22, monitoring, kontrol, Internet of thing..
Implementasi Dan Analisis Sistem Keamanan Ip Security (ipsec) Di Dalam Multi Protocol Label Switching-virtual Private Network (mpls-vpn) Pada Layanan Berbasis Ip Multimedia Subsystem (ims) Reza Arlan; Rendy Munadi; Nur Andini
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan kemanan jaringan selalu dikembangkan sejalan dengan perkembangan teknologi informasi. IP Security (IPsec) merupakan metode enkripsi untuk melindungi kerahasiaan, dan keutuhan data pengguna layanan di jaringan public. Multi Protocol Label Switching – Virtual Private Network (MPLSVPN) yang banyak digunakan belum sepenuhnya aman, hal ini dikarenakan MPLS-VPN hanya membentuk saluran yang terpisah dari saluran lainnya pada jaringan internet sedangkan data yang dilewati belum terenkripsi. IPSec pada MPLS-VPN merupakan solusi yang sangat tepat untuk meningkatkan kemanan pada layanan berbasis IP Multimedia Subsystem (IMS) Dari hasil pengujian upaya network scanning dari luar core ke dalam core MPLS-VPN tidak berhasil, hal ini karena propagasi paket di dalam core menggunakan metode virtual routing and forwarding (vrf) dan ditambahkannya route distinguisher (rd) pada MPLS-VPN. Dari upaya sniffing trafik voice dan chat di dalam core MPLS-VPN didapatkan bahwa paket-paket dapat di-capture dan dibuka isinya, namun dengan IPSec tunnel komunikasi client tidak dapat dibuka karena sudah dienkripsi oleh protokol ESP. Penyisipan paket MPLS dapat dilakukan menggunakan tools loki dari, namun dengan adanya IPSec tunnel penyisipan paket tidak dapat dilakukan. Sistem keamanan MPLS-VPN dan IPSec Tunnel tidak menjamin dari serangan Denial of Service (DoS), dari pengujian didapat packet loss mencapai kisaran 30 persen yang artinya masih dibawah standar ITU-T G.104 yang memiliki ambang batas maksimal 20 persen. Kata kunci: Keamanan jaringan, IP Security, MPLS-VPN, IP Multimedia Subsystem
Implementasi Dan Analisis Performansi Sistem Pengendalian Smart Garage Dengan Menggunakan Media Komunikasi Instant Messaging Arief Rakhman Saputra; Rendy Munadi; Unang Sunarya
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi yang paling cepat pertumbuhannya berada pada sektor Teknologi Informasi (IT). Internet of Things (IoT) hadir dengan konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dan konektivitas internet yang saling terhubung satu sama lain. Dalam penelitian ini dilakukan sebuah perancangan sistem yang dapat digunakan untuk membuka garasi secara otomatis menggunakan microcontroller yang telah terintegrasi dengan chip wireless. Sistem ini menciptakan teknologi remote controlling dengan jaringan internet sebagai penguhubung antara server dan client menggunakan protokol MQTT dan HTTP. Dengan menggunakan sistem ini, pengemudi tidak perlu turun dari dalam mobil hanya untuk untuk membuka garasi dengan tujuan untuk mengurangi terjadinya tindakan kejahatan. Dari hasil pengukuran one way delay terhadap sistem yang digunakan, protokol MQTT memiliki performa lebih baik dibandingkan dengan protokol HTTP. Terdapat perbedaan sebesar 74,5% untuk kondisi sistem OFF – ON dan terdapat perbedaan sebesar 102% kondisi sistem ON - OFF. Pada parameter throughput terdapat perbedaan sebesar 6,84% Pada pengukuran response time sistem dengan kondisi sistem OFF – ON, protokol MQTT memiliki response time lebih cepat 18,7%. Sedangkan untuk reponse time pada kondisi ON - OFF, Perbedaan antara kedua protokol tersebut sebesar 32,9%. Kata kunci : IoT, NodeMCU, Wireless, Microcontroller, Instant Messaging Abstract The most rapid development of technology is in the Information Technology (IT) sector. Internet of Things (IoT) comes with a concept that aims to expand the benefits and connectivity of the Internet are connected to each other. In this research, a system design that can be used to open garage automatically using microcontroller which has been integrated with wireless chip. This system creates remote controlling technology with internet network as a liaison between server and client using MQTT and HTTP protocol. By using this system, the driver does not need to get out of the car just to to open the garage in order to reduce the occurrence of crime. From the one way delay measurement to the system used, MQTT protocol has better performance compared to HTTP protocol. There is a difference of 74.5% for OFF - ON system condition and there is a difference of 102% ON - OFF system condition. In the parameter throughput there is a difference of 6.84% In measuring the system response time with OFF - ON system condition, MQTT protocol has a response time of 18.7% faster. As for reponse time on ON - OFF condition, The difference between the two protocols is 32.9%. Keywords : IoT, NodeMCU, Wireless, Microcontroller, Instant Messaging
Implementasi Wireless Sensor Network Untuk Monitoring Dan Controlling Gas Karbon Monoksida Pada Ruangan Tertutup Piove Wiraguna; Rendy Munadi; Unang Sunarya
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Gas karbon monoksida (CO) merupakan salah satu polutan udara yang memiliki karakteristik tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa sehingga sulit dideteksi oleh indra manusia. CO memiliki sifat racun sehingga sangat berbahaya. Manusia sulit menyadari tingkat kadar gas CO yang berada pada level berbahaya. Bila kadar gas CO berlebih pada suatu lingkungan akan mengancam kesehatan manusia hingga berujung pada kematian. Meninjau permasalahan tersebut, perlu adanya sistem yang dapat melakukan monitoring gas CO agar dapat mengetahui kadar gas pada ruangan dan sistem controlling untuk mengurangi kadar gas yang berlebih. Sistem yang dibuat terdiri dari sensor MQ-7, relay, exhaust fan, NodeMCU dan teknologi Wireless Sensor Network. Sistem dimulai dengan mendeteksi gas kemudian data dikirim dan ditampilkan. Bila gas CO melebihi batas aman yaitu 500 ppm, maka exhaust fan akan aktif. Untuk mengetahui kualitas jaringan yang dibuat maka perlu dilakukan pengujian dalam beberapa skenario. Berdasarkan hasil pengujian jarak jangkauan maksimum koordinator sebesar 12 meter. Ketika jarak node yang terhubung semakin menjauhi koordinator, delay cenderung akan semakin membesar dan throughput akan semakin mengecil. Ketika sistem dijalankan secara keseluruhan, delay pada aktuator lebih besar dari pada delay sensor node. Pada saat menggunakan MQTT, Sesuai standar ITU-T G114 kualitas sistem berada pada kualitas yang baik untuk MQTT dan pada HTTP sensor node berada pada kualitas yang baik sedangkan aktuator node berada pada kualitas yang buruk. Pada sistem ini penggunaan protokol MQTT lebih baik dibanding HTTP karena pada protokol MQTT hanya melakukan satu kali proses koneksi diawal sehingga membuat delay lebih kecil dibanding HTTP. sedangkan pada HTTP akan selalu melakukan proses koneksi setiap data ingin dikirim lalu menutup koneksi ketika data telah selesai dikirim sehingga membuat delay HTTP lebih besar. Throughput pada MQTT lebih kecil dibanding throughput pada HTTP Kata Kunci: Wireless Sensor Network, karbon monoksida, monitoring dan controlling ABSTRACT Carbon monoxide (CO) is one of the air pollutants that has characteristic odorless, colorless, and tasteless CO difficult to be detected by the human senses. Co is toxic air so it is very dangerous. When CO levels in a closed room is over, will threatening health and lead to death. The victim of poisoning does not feel poisoned but only feeling tired, weak and want to rest until death. Reviewing the problem, human need a system that can monitor the CO levels in the room and controlling system to reduce CO. The system consists of MQ-7 sensor, relay, exhaust fan, NodeMCU and Wireless sensor network technology. The system starts with CO detection and then sent data and display data. When the CO exceeds the safe limit of 500 ppm, the exhaust fan will be active. To determine the quality of the network made it is necessary to test in several scenarios. Based on the result of testing the range of the coordinator's maximum range of 12 meters. As the distance of the connected node farther away from the coordinator, the delay tends to increase and the throughput diminishes.. On overall system, the delay in the actuator is greater than the sensor node delay. When using MQTT, according to the ITU-T G114 standard the quality of the system in good quality for the MQTT and on the HTTP, node sensor in acceptance quality and actuator node in bad quality. In this system, using the MQTT protocol is better during HTTP because in the MQTT protocol only one time the connection process. That is stored makes the delay smaller than HTTP. While on HTTP it will always make the connection process every packet will to send and closing connection if sending packet finished. That is make large delay in HTTP. Throughput in the MQTT is less likely throughput in HTTP Keywords: Wireless Sensor Network, Carbon Monoxide, monitoring and controlling
Implementasi Dan Analisis Cloud Gaming Pada Layanan Gaas Berbasis Web Browser Menggunakan Metode Virtual Network Computing Mas’ud Bayu Sadewo; Rendy Munadi; Sussi Sussi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Cloud Gaming merupakan pengembangan dari teknologi Cloud Computing sebagai layanan GaaS ( Game as a Service ) dimana kita dapat bermain game menggunakan cloud tanpa harus melakukan instalasi game tersebut di computer kita. Cloud Gaming ini masih dalam tahap pengembangan oleh perusahan–perusahan technologi besar didunia karena dinilai akan sangat laku dipasaran dan technologi yang ditunggu – tunggu. Dari hasil pengukuran data dan pengolahan data cloud gaming, pada web browser dapat mengurangi penggunaan CPU, RAM, dan VGA. Perbedaan terlihat signifikan pada VGA yang berkurang sebanyak 80% pada saat menggunakan sistem cloud gaming. Dengan sistem cloud gaming client dapat memainkan game yang melibihi spesifikasi dari kompeternya. Pada sistem cloud gaming yang menggunakan JSMPEG – VNC sebagai server ini dibutuhkan bandwidth minimum 6 Mb agar tidak terjadi lagging. Kata kunci : Cloud gaming, JSMPEG – VNC, lagging.\ Abstract Cloud Gaming is the development of Cloud Computing technology as a service as Gamers (Game as a Service) where we can play games using the cloud without having to repair the game on our computer. Game Cloud is still in the development stage by big technologi companies because it will be very marketable and technology that awaited. From the measurement data and data processing cloud gaming, the web browser can reduce the use of CPU, RAM, and VGA. The difference looks significant on VGAs that are reduced by as much as 80% when using cloud gaming systems. With a cloud gaming client system can play games that melibihi specifications of kompeternya. In a cloud gaming system that uses JSMPEG - VNC as a server requires a minimum bandwidth of 6 Mb to avoid lagging
Implementasi Dan Integrasi Manageiq Dengan User Ldap Menggunakan Freeipa Ayu Irmawati; Rendy Munadi; Indrarini Dyah Irawati
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Red Hat CloudForm menghadirkan ManageIQ untuk meningkatkan penyedia layanan, sekaligus memungkinkan administrator untuk berfokus pada mengelola environment teknologi hybrid. ManageIQ merupakan platform cloud computing dapat meningkatkan terhadap cloud publik, cloud privat, dan platform-platform berbasis container, dengan meningkatkan metrik. ManageIQ juga dapat meningkatkan kemampuan bagi OpenStack, yang memperbaiki manajement tenant dan memperkenalkan manajemen penyimpanan bagi objek OpenStack dan layanan-layanan penyimpan blok: Swift dan Cinder. Pada penelitian ini dilakukan implementasikan platform ManageIQ pada Openstack dan terintegrasi dengan user LDAP menggunakan FreeIPA, serta dengan menggunakan ManageIQ dapat membuat tenant pada Openstack (sebagai environment yang dimiliki). Selain itu, platform keystone dapat dikatakan bekerja dengan baik, hal ini dikarenakan setiap permintaan user dapat terlayani dengan baik dari mulai pembuatan user baru, pembuatan image baru, dan pembuatan project baru. Serta dilakukan pengukuran Quality of Service antara server ManageIQ dengan Openstack yang menunjukkan bahwa nilai untuk bandwidth 84,26Mbits/sec, delay 0.180 ms, jitter 0.260 ms, throughput 77,9 Mbits/sec, dan packet loss 0.0025 %. Kata Kunci: LDAP, FreeIPA, ManageIQ, QoS, Cloud Abstract Red Hat CloudForm presents ManageIQ to enhance service provider, and allows administrators to focus on managing the environment of hybrid technology. ManageIQ is platform of cloud computing can improve against the public cloud, private cloud, and container-based platforms with improved metrics. ManageIQ can also enhance the ability for OpenStack, fixed management of tenants and introduces storage management for OpenStack and block storage services: Swift and Cinder. In this research, the ManageIQ platform was implemented on Openstack and integrated with user from LDAP using FreeIPA, and using ManageIQ can make tenants on Openstack (as the environment they have). In addition, the keystone platform can be said to work well, this is because every user request can be served well from starting to create a new user, creating a new image, and creating a new project. And Quality of Service measurements were carried out between ManageIQ servers and Openstack, which showed that the values for bandwidth is 84.26 Mbits / sec, delay is 0.180 ms, jitter is 0.260 ms, throughput is 77.9 Mbits / sec, and for packet loss is 0.0025%. Keywords: LDAP, FreeIPA, ManageIQ, QoS, Cloud
Co-Authors Abdulqadir Muhtadi Achmad Rizal Danisya Adinda Ayu Herdianto Adinda Riztia Putri Aditya Bram Wiratma Aditya Ramadwiputra Adnan Purwanto Ahmad , Ali Hanafi Ahmad Abdillah Siddiq Ahmad Saifuddin Mufid Ahmad Thoriq Azzam Ahmad Tri Hanuranto Ahmad, Ali Hanafi Ahsanuddin, Rafiq Irham Airlangga Baihaqi Wicaksono ajibekti, ari Akhmad Hambali Akhmad Syauqi Alam Nasyrah Muharram Nasution Aldo Algafaru Alfin Hikmaturokhman Algafaru, Aldo Ali Muayyadi, Ali Alif Faikah Alifiyah Pratiwi P.Wedda Almyra Rosedyana AM, Debby Tri Wulandari Ammatia Risty Ammatia Risty, Ammatia Andi Ainun Najib Andrea Eges Seca Barus Andri Agustav Wirabudi Andri Suwignyo Anego, Raga Esa Angga Rusdinar Anhar, Dafin Rizki Anisia, Rianda Aqila Safira Hasnul AR. Margans Tanjung Ardhi Anzala Muhammad Arfianto Arfianto Arfianto Fahmi Ari Ajibekti Masriwilaga Ari Satrio Arief Goeritno Arief Rakhman Arief Rakhman Saputra Arif Indra Irawan Arisman Putra Munggaran Arta, Virda Amalia Asep Mulyana Asep Mulyana Audy Septarindra Ayu Irmawati Aziz, Hamdi Azzam, Ahmad Thoriq Bachtiar Hendro Assiddiq Bahtiar Widayanto Basuki Rahmat Basuki Rahmat Masdi Siduppa Bayu Erfianto Beny Triantono Bima Sanjaya Boby Priaksa Briantono, Mahardika Hanif Cendika Deby Hartanta Chrisna Fiddin Dadan Nur Ramadan Dadan Rohdiana Dadang Gunawan Dadiek Pranindito Damayanti, Widya Danu Dwi Sanjoyo Derryanda Sulistio Devi Fitriani Devyta Asterina Dewa Gede Cahya Prastika Dewanto, Ramadhika Dini Adlina Salman DJOMI, MANZILA IZNIARDI Doan Perdana Dong Ho Lee Dong-Sung Kim Dwi Sanjoyo, Danu Edoeardo Setiawan Eka Santi Wahyuningtyas Emeraldo Faris Aufar Endang h Chumaidiya Enrico Megantara Evan Adhi Kurniawan F. Ahmadi Djajasugita Fadhil Riardy Rivai Fadhilah, Muhammad Zidan Fahlevi, Fauzan Fahmi Bagaskara Perdana Fahriza, Mochammad Iqbal Fanny Tarida Tampubolon Fardan Fardan FARDAN FARDAN, FARDAN Faris Salman Hakim Fathih, Muhardian Favian Dewanta Fendy Purwanto Feralia Fitri Feri Teja Kusuma Fidar Adjie Fidar Adjie Laksono Fidelis Surya Putranta Fidelis Surya Putranta Fitra Purwandika Galih Erki Basuki Gendhis Azzukhruf Dynastuti Gilang Perdana Putra Gita Indah Hapsari Gumilar Hadi Prabowo Gustommy Bisono Habib Al Ghani Hadhara, Fikri Hafidudin . Harry Rachmatsyah Helni Mutiarsih Jumhur Herda Theo Perdana Hirwandi Agusnam I Made Wahyuda Permana Ida Wahidah Ilham Reza Wijaya Imam Hedi Santoso Iman Hedi Santoso Iman Santoso Indra Maulana, Bintang Indra Perdana Putra Sutejo Indra Perdana Putra Sutejo Indrarini Dyah Indrarini Dyah Irawati Intan Laily Muflikhah Irawan, Muhammad Naufal Nur Irma Noviandari Irma Nurlita Dewi Irmansyah, Tedy Irwanda Kurniawan Istikmal Jafar Alim Habibi Jorjiana Aminatus Kadi, Aufaryafi Baskara Khurniawan, Amri Leanna Vidya Novita Leanna Vidya Yovita Leanna Yovita Listya Wulandari Mardiah M.Yanis, Naili Ikrimah Mahardika Hanif Briantono Mas’ud Bayu Sadewo Maulana, Bintang Indra Maya Rosalia Menachem Bayazid Aufar Mohamad Samudra Mohammad Andre Mutalibov Mohammad Kurnia Putra Mohammad Rizky Pratama Muhammad Azriel Muhammad Fuadi Sururuzzaman Muhammad Furqan Ramadani Muhammad Geo Unggul Putra Kusuma Utomo Muhammad Hafizh Triaoktora Muhammad Hamzah Mushaddiq Nabila Nabila Nachwan Mufti Adriansyah Nachwan Mufti Ardiansyah Natasya Nurul Putri Nigo Wisnu Wijaya Ningrum, Ratna Widya Ningrum, Sussi Novia Indrawati Nugraha, Umar Nur Andini Nur Irawan, Muhammad Naufal Nurwulan Fitriyanti Nyoman Bogi Aditya Karna Periyadi, Periyadi Piove Wiraguna Prasojoe, Rahmat Ramadan putri angelia R Rumani Rumani R Rumani Rumani, R Rumani Raden Arjani Rosalina Radian Priambodo Radiv Herdian Rafif Taruna Ramadhan Ramadhika Dewanto Ramadhika Dewanto Ratih Loviesta Nurbed Ratna Mayasari Rein Rachman Putra Repka Mochamad Zaqy Mulyadi Resi Pramudyo Pariwibowo Retno Hendriyanti Reza Arlan Reza Fahlevi Zulkarnaen Reza Lutfi Ananda Rianda Anisia Rianda Anisia Riano Febrianto Riany Erdiyanti Ridha Muldina Negara Rifqi, Muhammad Naufal Risang Suryadi Saputra Risyaf Fawwaz Pradipta Rivaldi Fawzian Rizal Erwin Irwansyah Rizka Darmawan Dwi Putra Rizqon Robie, Rizqon Robby C. Manurung Rudi Sianipar Ruly Naufaldi Kurniawan S, Andhika Sabrina Chairunnisa Safida Reynita Sari Sahrul Mulia Sandra Erpanji Sar Sardy Satria Bagus Pratama Septian Nurul Chalik Setyorini Setyorini Setyorini Sevierda Raniprima Shihab, Kusvihawan Muhammad Sofia Naning Hertiana Sugondo Hadiyoso Suryamiharja, Andhika Sussi Sussi Sussi , Sussi Syarifuddin, Sri Dewi Sartika Tanjung Perdana Kusuma Tengku Ahmad Riza Tjahjo Adiparabowo Tjahjo Adiprabowo R Tuntun Aditara Maharta Uke Kurniawan Usman Unang Sunarya Usep Taufiq Hidayat Vikry Fadillah Virginia Rosaline Wibowo, Truly Baaqii Widyanto, Toto Wisesa, Pradipa Catya Wisma Dwi Kurnia Yanis, Naili Ikrimah M. Yasir, Dara Kusumawati Ramadani Yohanes Dickson Yuggo Afrianto Yusuf Budiman Zhafari Luthfan Oswar