p-Index From 2021 - 2026
6.191
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Electrical and Computer Engineering IAES International Journal of Artificial Intelligence (IJ-AI) Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) TEKNIK Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika (JEPIN) Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO JETT (Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan) JOIV : International Journal on Informatics Visualization Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) KOMPUTIKA - Jurnal Sistem Komputer TEKTRIKA - Jurnal Penelitian dan Pengembangan Telekomunikasi, Kendali, Komputer, Elektrik, dan Elektronika Dinasti International Journal of Education Management and Social Science Journal of Robotics and Control (JRC) Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Jurnal Syntax Transformation MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR Prosiding Seminar Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi ReTII eProceedings of Engineering Community Service Seminar and Community Engagement (COSECANT) Jurnal Rekayasa elektrika Jurnal INFOTEL Telkatika: Jurnal Telekomunikasi Elektro Komputasi & Informatika Jurnal Isu Teknologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Wireless Sensor Network Untuk Monitoring Dan Controlling Gas Karbon Monoksida Pada Ruangan Tertutup Piove Wiraguna; Rendy Munadi; Unang Sunarya
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Gas karbon monoksida (CO) merupakan salah satu polutan udara yang memiliki karakteristik tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa sehingga sulit dideteksi oleh indra manusia. CO memiliki sifat racun sehingga sangat berbahaya. Manusia sulit menyadari tingkat kadar gas CO yang berada pada level berbahaya. Bila kadar gas CO berlebih pada suatu lingkungan akan mengancam kesehatan manusia hingga berujung pada kematian. Meninjau permasalahan tersebut, perlu adanya sistem yang dapat melakukan monitoring gas CO agar dapat mengetahui kadar gas pada ruangan dan sistem controlling untuk mengurangi kadar gas yang berlebih. Sistem yang dibuat terdiri dari sensor MQ-7, relay, exhaust fan, NodeMCU dan teknologi Wireless Sensor Network. Sistem dimulai dengan mendeteksi gas kemudian data dikirim dan ditampilkan. Bila gas CO melebihi batas aman yaitu 500 ppm, maka exhaust fan akan aktif. Untuk mengetahui kualitas jaringan yang dibuat maka perlu dilakukan pengujian dalam beberapa skenario. Berdasarkan hasil pengujian jarak jangkauan maksimum koordinator sebesar 12 meter. Ketika jarak node yang terhubung semakin menjauhi koordinator, delay cenderung akan semakin membesar dan throughput akan semakin mengecil. Ketika sistem dijalankan secara keseluruhan, delay pada aktuator lebih besar dari pada delay sensor node. Pada saat menggunakan MQTT, Sesuai standar ITU-T G114 kualitas sistem berada pada kualitas yang baik untuk MQTT dan pada HTTP sensor node berada pada kualitas yang baik sedangkan aktuator node berada pada kualitas yang buruk. Pada sistem ini penggunaan protokol MQTT lebih baik dibanding HTTP karena pada protokol MQTT hanya melakukan satu kali proses koneksi diawal sehingga membuat delay lebih kecil dibanding HTTP. sedangkan pada HTTP akan selalu melakukan proses koneksi setiap data ingin dikirim lalu menutup koneksi ketika data telah selesai dikirim sehingga membuat delay HTTP lebih besar. Throughput pada MQTT lebih kecil dibanding throughput pada HTTP Kata Kunci: Wireless Sensor Network, karbon monoksida, monitoring dan controlling ABSTRACT Carbon monoxide (CO) is one of the air pollutants that has characteristic odorless, colorless, and tasteless CO difficult to be detected by the human senses. Co is toxic air so it is very dangerous. When CO levels in a closed room is over, will threatening health and lead to death. The victim of poisoning does not feel poisoned but only feeling tired, weak and want to rest until death. Reviewing the problem, human need a system that can monitor the CO levels in the room and controlling system to reduce CO. The system consists of MQ-7 sensor, relay, exhaust fan, NodeMCU and Wireless sensor network technology. The system starts with CO detection and then sent data and display data. When the CO exceeds the safe limit of 500 ppm, the exhaust fan will be active. To determine the quality of the network made it is necessary to test in several scenarios. Based on the result of testing the range of the coordinator's maximum range of 12 meters. As the distance of the connected node farther away from the coordinator, the delay tends to increase and the throughput diminishes.. On overall system, the delay in the actuator is greater than the sensor node delay. When using MQTT, according to the ITU-T G114 standard the quality of the system in good quality for the MQTT and on the HTTP, node sensor in acceptance quality and actuator node in bad quality. In this system, using the MQTT protocol is better during HTTP because in the MQTT protocol only one time the connection process. That is stored makes the delay smaller than HTTP. While on HTTP it will always make the connection process every packet will to send and closing connection if sending packet finished. That is make large delay in HTTP. Throughput in the MQTT is less likely throughput in HTTP Keywords: Wireless Sensor Network, Carbon Monoxide, monitoring and controlling
Implementasi Dan Analisis Cloud Gaming Pada Layanan Gaas Berbasis Web Browser Menggunakan Metode Virtual Network Computing Mas’ud Bayu Sadewo; Rendy Munadi; Sussi Sussi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Cloud Gaming merupakan pengembangan dari teknologi Cloud Computing sebagai layanan GaaS ( Game as a Service ) dimana kita dapat bermain game menggunakan cloud tanpa harus melakukan instalasi game tersebut di computer kita. Cloud Gaming ini masih dalam tahap pengembangan oleh perusahan–perusahan technologi besar didunia karena dinilai akan sangat laku dipasaran dan technologi yang ditunggu – tunggu. Dari hasil pengukuran data dan pengolahan data cloud gaming, pada web browser dapat mengurangi penggunaan CPU, RAM, dan VGA. Perbedaan terlihat signifikan pada VGA yang berkurang sebanyak 80% pada saat menggunakan sistem cloud gaming. Dengan sistem cloud gaming client dapat memainkan game yang melibihi spesifikasi dari kompeternya. Pada sistem cloud gaming yang menggunakan JSMPEG – VNC sebagai server ini dibutuhkan bandwidth minimum 6 Mb agar tidak terjadi lagging. Kata kunci : Cloud gaming, JSMPEG – VNC, lagging.\ Abstract Cloud Gaming is the development of Cloud Computing technology as a service as Gamers (Game as a Service) where we can play games using the cloud without having to repair the game on our computer. Game Cloud is still in the development stage by big technologi companies because it will be very marketable and technology that awaited. From the measurement data and data processing cloud gaming, the web browser can reduce the use of CPU, RAM, and VGA. The difference looks significant on VGAs that are reduced by as much as 80% when using cloud gaming systems. With a cloud gaming client system can play games that melibihi specifications of kompeternya. In a cloud gaming system that uses JSMPEG - VNC as a server requires a minimum bandwidth of 6 Mb to avoid lagging
Implementasi Dan Integrasi Manageiq Dengan User Ldap Menggunakan Freeipa Ayu Irmawati; Rendy Munadi; Indrarini Dyah Irawati
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Red Hat CloudForm menghadirkan ManageIQ untuk meningkatkan penyedia layanan, sekaligus memungkinkan administrator untuk berfokus pada mengelola environment teknologi hybrid. ManageIQ merupakan platform cloud computing dapat meningkatkan terhadap cloud publik, cloud privat, dan platform-platform berbasis container, dengan meningkatkan metrik. ManageIQ juga dapat meningkatkan kemampuan bagi OpenStack, yang memperbaiki manajement tenant dan memperkenalkan manajemen penyimpanan bagi objek OpenStack dan layanan-layanan penyimpan blok: Swift dan Cinder. Pada penelitian ini dilakukan implementasikan platform ManageIQ pada Openstack dan terintegrasi dengan user LDAP menggunakan FreeIPA, serta dengan menggunakan ManageIQ dapat membuat tenant pada Openstack (sebagai environment yang dimiliki). Selain itu, platform keystone dapat dikatakan bekerja dengan baik, hal ini dikarenakan setiap permintaan user dapat terlayani dengan baik dari mulai pembuatan user baru, pembuatan image baru, dan pembuatan project baru. Serta dilakukan pengukuran Quality of Service antara server ManageIQ dengan Openstack yang menunjukkan bahwa nilai untuk bandwidth 84,26Mbits/sec, delay 0.180 ms, jitter 0.260 ms, throughput 77,9 Mbits/sec, dan packet loss 0.0025 %. Kata Kunci: LDAP, FreeIPA, ManageIQ, QoS, Cloud Abstract Red Hat CloudForm presents ManageIQ to enhance service provider, and allows administrators to focus on managing the environment of hybrid technology. ManageIQ is platform of cloud computing can improve against the public cloud, private cloud, and container-based platforms with improved metrics. ManageIQ can also enhance the ability for OpenStack, fixed management of tenants and introduces storage management for OpenStack and block storage services: Swift and Cinder. In this research, the ManageIQ platform was implemented on Openstack and integrated with user from LDAP using FreeIPA, and using ManageIQ can make tenants on Openstack (as the environment they have). In addition, the keystone platform can be said to work well, this is because every user request can be served well from starting to create a new user, creating a new image, and creating a new project. And Quality of Service measurements were carried out between ManageIQ servers and Openstack, which showed that the values for bandwidth is 84.26 Mbits / sec, delay is 0.180 ms, jitter is 0.260 ms, throughput is 77.9 Mbits / sec, and for packet loss is 0.0025%. Keywords: LDAP, FreeIPA, ManageIQ, QoS, Cloud
Design Autonomous Drone Control For Monitoring Tea Plantation Using Dynamic Programming and Kruskal Algorithm Andri Agustav Wirabudi; Rendy Munadi; Angga Rusdinar; Dadan Rohdiana; Dong Ho Lee
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractIndonesia is a country with the largest tea producers in the world, with a very large area needed tools to be able to help monitor the area of tea plantations as a whole. Unmanned Aerial Vehicle (UAV) wash chosen as a solution for the monitoring proses. Optimum flight path calculation is needed in order to produce good quality images, and also it influence to power consumption. The algorithm proposed in this study is Dynamic Programming and Kruskal Algorithm. Implementing these two network algorithms is expected to find the optimal path in aerial photography. The experimental results showed that the algorithm produced the optimum path , and more efficient power consumption than conventional lines. Image data obtained during tea plantation monitoring produced high-quality images, with the accuracy of each map above 90% and the assumption of errors below 5%. Keywords—Unmanned Aerial Vehicle UAV, Monitoring, Dynamic Programming, Kruskal, Mapping.
Implementasi Load Balancer Dengan Lightweight Virtualization Menggunakan Docker Untuk Layanan Video On Demand Novia Indrawati; Rendy Munadi; Danu Dwi Sanjoyo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada saat ini minat masyarakat Indonesia akan streaming video di internet berupa Video On Demand sangatlah meningkat, dari mulai video hiburan hingga edukasi. Dengan kebutuhan akan VOD yang massive ini, provider layanan VOD harus mempersiapkan server handal untuk mengatasi kenaikan trafik dan beban kerja pada server. Maka peran load balancer dibutuhkan dalam kondisi tersebut untuk mendistribusikan beban trafik ke beberapa server cluster secara seimbang sehingga server tidak mengalami kelebihan trafik (overload) atau bahkan down. Penerapan teknologi virtualisasi berbasis container digunakan dalam pengimplementasian load balancer ini. Container adalah teknologi virtualisasi pada level sistem operasi yang memungkinkan setiap proses atau aplikasi dapat berjalan pada tiap container dengan berbagi kernel sistem operasi yang sama. Berbeda hal nya dengan Virtual Machine (VM) yang merupakan teknologi virtualisasi pada level hardware, sehingga memerlukan sistem operasi secara keseluruhan untuk membangun satu VM. Hal ini lah yang membuat container dikenal sebagai teknologi lightweight virtualization. Tugas Akhir ini akan mengimplementasikan load balancer yang dijalankan di atas teknologi container. Container yang digunakan adalah docker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dari load balancer pada layanan VOD. Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa kinerja server dengan menggunakan load balancing lebih baik dibandingkan dengan single server, karena beban kerja dan beban trafik tidak lagi dilayani oleh satu server lagi melainkan beban dibagi ke tiga buah server. Pada penelitian ini juga diketahui, algoritma yang paling baik digunakan untuk load balancing adalah least connectiion, karena dapat terdapat penurunan CPU Utilization sebesar 5.17 %. Kata Kunci : Load Balancer, Video On Demand, Container, Lightweight Virtualization, Kubernetes Abstract Nowadays, streaming video such as Video On Demand on internet become one of the highest consumptions in cyber world. Education and even entertainment is provided. Because of massive demand on video streaming, provider must prepare relliable server to resolve overcome the increase in traffic and workload on the server. Then in these conditions the role of load balacer is needed to distribute traffic load to several cluster servers in a balanced manner so that the server does not experience excess traffic (overload) or even down. The application of container-based virtualization technology is used in implementing this load balancer. Container is a virtualization technology at the operating system level that allows each process or application to run on each container by sharing the same operating system kernel. It's different between container and Virtual Machine. Virtual Machine (VM) which is a virtualization technology at the hardware level, so it requires the whole operating system to build a VM. This is what makes containers known as lightweight virtualization technology. This Final Assignment will implement load balancers that run on container technology. The container used is the docker. This study aims to determine the performance of load balancers on VOD services. From the results of the research conducted, it is known that server performance using load balancing is better than a single server, because the workload and traffic load are no longer served by one server but rather the burden is divided into three servers. In this study it is also known, the best algorithm for load balancing is least connectivity because there can be a decrease in CPU Utilization of 5.17%. . Keywords : Load Balancer, Video On Demand, Container, Lightweight Virtualization, Kubernetes
Analisis Load Balance Fat Label Lag Pada Jaringan Metro Ethernet Dengan Service L2vpn (studi Kasus Interoperability Test Fat-label Rfc6391 Metro Alcatel-nokia Dan Tera Router Cisco Di Dds Pt.telkom Divisi Broadband Core Network) Aditya Ramadwiputra; Rendy Munadi; Fidar Adjie Laksono
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jaringan komunikasi digital saat ini sudah menjadi prioritas di berbagai internet service provider, tidak terlepas dari hal tersebut komunikasi voice atau yang dulunya berbasis sirkit beralih menjadi teknologi berbasis paket karena masalah efisiensi. Perbedaan lokasi geografis juga menjadi faktor mengapa jaringan komunikasi berbasis paket yaitu internet adalah menjadi solusi untuk masa depan. Dengan adanya Metro Ethernet Network yang telah menggunakan media akses optik, maka jaringan backbone internet service provider yang berbeda letak goegrafisnya dapat terhubung satu sama lain menggunakan Metro Ethernet. Efisiensi link dan bandwidth menjadi faktor penting pada jaringan Metro Ethernet, untuk menyediakan hal tersebut maka Metro Ethernet dapat menggunakan link bundling atau LAG untuk meningkatkan bandwidth serta redudansi dan flow label untuk meningkatkan efisiensi trafik pada link bundling atau LAG. Flow label tersebut akan masuk kedalam struktur labeling pada MPLS ip transport yang akan mengontrol jumlah trafik berdasarkan flow dari egress node origin ke ingress destination. Sebagai hasil pengujian yang telah dilakukan, FAT label dapat berpengaruh positif terhadap load balance pada LAG dengan rata-rata dari mulai 3% hingga 45% dari hasil pengujian yang telah dilakukan. Dari hasil yang diperoleh bahwa penggunaan servicr VPLS dapat meningkatkan load balance dari LAG ketika menggunakan FAT label sebesar 42% dan juga dengan banyaknya flow dapat meningkatkan load balance dari LAG pada metro Ethernet. Kata Kunci : Metro Ethernet, LAG, MPLS, FAT label, L2VPN. Abstract Digital communication networks now a priority in various internet service providers, not apart from that voice communication or what was once based on circuits turned into packet-based technology because of efficiency problems. Geographical location differences also become a factor why packet-based communication networks, namely the internet, are a solution for the future. With the Metro Ethernet Network that has used optical access media, different internet service provider backbone networks can be connected to each other using Metro Ethernet. Link efficiency and bandwidth are important factors in Metro Ethernet networks, to provide this, Metro Ethernet can use link bundling or Link Aggregation Group (LAG) to increase bandwidth and redundancies also flow labels to increase traffic efficiency on link bundling or LAG. The flow label will enter the labeling structure in the MPLS ip transport wich controls the amount of traffic based on the flow from the egress node origin to the ingress destination. As a result of the tests that have been done, the FAT label can have a positive effect on load balance on the LAG with an average starting from 3% to 45% of the results of tests that have been carried out. From the results obtained, the use of VPLS service can increase load balance from LAG when using the FAT label by 42% and also with a lot of flow can increase load balance from LAG on metro Ethernet. Keywords: Metro Ethernet, LAG, MPLS, FAT label, L2VPN.
Analisis Kinerja Load Balancing Menggunakan Algoritma Dynamic Ratio Pada Beban Tiga Web Server Ilham Reza Wijaya; Rendy Munadi; Hafidudin Hafidudin
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perkembangan aplikasi website berkembang dengan pesat. Hal ini membuat kebutuhan penggunaan akses suatu website meningkat. Dengan meningkatnya kebutuhan akan penggunaan suatu website maka membuat beban kerja server yang lebih pada suatu layanan web server, server menjadi tidak maksimal ketika permintaan dari pengguna meningkat, server akan terbebani karena harus melayani permintaan tersebut. Metode yang dapat membagi trafik ke beberapa server sehingga tidak terjadi penumpukan beban pada sebuah server disebut Load Balancing. Perancangan Load Balancing pada penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja pada sistem dan mendistribusikan beban yang tersedia pada server. Pertimbangan pembagian beban dapat dilakukan dengan menggunakan informasi perangkat pada server yang terdiri dari CPU, memory dan disk. Pada penelitian ini menggunakan algoritma Dynamic Ratio dan sebagai pembandingnya menggunakan algoritma Round Robin. Pengujian Load Balancing tersebut menggunakan software yang bernama Httperf. Httperf dapat menampilkan nilai parameter yang dibutuhkan seperti Throughput, Response Time, Error dan CPU Utilization. Dari hasil pengujian menunjukan dengan menggunakan 3 server tidak terjadi overload pada server pada saat pengujian algoritma Dynamic Ratio maupun Round Robin. nilai rataan pada algoritma Dynamic Ratio sebesar 57.83 KB/s dan pada Round Robin sebesar 55.27 KB/s, nilai rataan Response Time pada agoritma Dynamic Ratio sebesar 2.64 detik dan Round Robin sebesar 2.67 detik, nilai Error pada algortima Dynamic Ratio sebesar 0.0% dan Round Robin sebesar 0.9% sedangkan nilai CPU Utilization pada algoritma Dynamic Ratio sebesar 93.5% dan algoritma Round Robin sebesar 93.0%. Nilai Fairness Index pada algoritma Dynamic Ratio tidak mencapai angka 1 sedangkan pada algoritma Round Robin dapat mencapai angka 1. Kata kunci: Load Balancing, Dynamic Ratio, Round Robin. ABSTRACT The development of website applications is growing rapidly. This makes the need for access to a website increases. With the increasing need for the use of a website then create more server workload on a web server service, the server becomes not maximal when the demand from users increases, the server will be burdened because it must serve the request. A method that can divide traffic to multiple servers so that no load buildup occurs on a server called Load Balancing. The design of Load Balancing in this study aims to improve performance on the system and distribute the load available on the server. Load sharing considerations can be done by using device information on a server consisting of CPU, memory and disk. In this study using the Dynamic Ratio algorithm and as a comparison using the Round Robin algorithm. Testing of Load Balancing uses software called Httperf. Httperf can display the required parameter values such as Throughput, Response Time, Error and CPU Utilization. ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.6, No.1 April 2019 | Page 275 2 From the test results show that using 3 servers does not overload the server when testing the Dynamic Ratio and Round Robin algorithms. the average value of the Dynamic Ratio algorithm is 57.83 KB / s and Round Robin is 55.27 KB / s, the Response Time average value of the Dynamic Ratio algorithm is 2.64 seconds and Round Robin is 2.67 seconds, the value of Error in the Dynamic Ratio is 0.0% and Round Robin is 0.9% while the CPU Utilization value in the Dynamic Ratio algorithm is 93.5% and the Round Robin algorithm is 93.0%. The Fairness Index value in the Dynamic Ratio algorithm does not reach number 1 while in the Round Robin algorithm it can reach number 1. Keywords: Load Balancing, Dynamic Ratio, Round Robin.
Perancangan Lampu Lalu Lintas Pintar Untuk Smart City Menggunakan Wireless Sensor Network Ardhi Anzala Muhammad; Rendy Munadi; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menurut Badan Pusat Statistik, peningkatan jumlah alat transportasi darat selalu meningkat setiap tahun, peningkatan ini tentunya menimbulkan masalah baru yaitu kemacetan. Kemacetan adalah masalah utama di kota-kota besar di Indonesia yang sudah terjadi sejak lama di kota – kota besar di Indonesia, terutama di jam pergi dan pulang kantor. Kemacetan sering terjadi dimana saja termasuk di persimpangan jalan ibukota dan sudah menjadi hal yang bisa dilihat hampir setiap hari. Berdasarkan permasalahan diatas penulis membuat alat yang bisa mengatur lampu lalu lintas agar tidak terjadi hal tersebut dengan memanfaatkan sensor ultrasonic yang nantinya sensor ini akan mendeteksi kepadatan kendaraan yang ada di ruas jalan, sensor ultrasonic ini akan mengirimkan data melalui wireless ke NodeMCU yang mejadi otak dari sistem ini setelah itu NodeMCU akan menerima data dimana ruas jalan yang paling padat dan akan memberikan lampu hijau ke ruas jalan yang padat tersebut. Berdasarkan hasil perancangan prototype smart traffic light, sistem dapat memantau setiap jalur dan mengontrol nyala lampu di traffic light. Nilai rata-rata akurasi sensor ultrasonik adalah 99.18% dengan maksimal jarak pembacaan adalah 635 cm dan jarak pembacaan efektif adalah 350 cm. Kemudian, nilai QoS seperti delay dari jaringan yang digunakan menunjukkan bahwa delay dipengaruhi oleh banyaknya node yang aktif, semakin banyak node yang aktif dan terkoneksi dengan Broker maka delay akan meningkat. Oleh karena itu, setelah dilakukan pengujian pada sistem ini didapatkan nilai rata-rata Availability adalah 99.919% dan Reliablity adalah 99.919%. Kata kunci : Traffic Light, Smart Traffic Light, Wireless Sensor Network, Sensor Ultrasonic, NodeMCU. Abstract According to the Central Bureau of Statistics, the increase in the number of land transportation equipment is always increasing every year, this increase certainly raises a new problem, namely congestion. Congestion is a major problem in big cities in Indonesia that have been going on for a long time in big cities in Indonesia, especially in the hours of going to work and going home. Congestion often occurs anywhere including at the capital's crossroads and has become something that can be seen almost every day. Based on the above problems the author makes a tool that can regulate traffic lights so that it does not happen by using an ultrasonic sensor which will detect the density of vehicles on the road, this ultrasonic sensor will transmit data via wireless to NodeMCU which becomes the brain of the system after this, the NodeMCU will receive data where the road is the most congested and will give a green light to the congested road section. Based on the results of the design of the smart traffic light prototype, the system can monitor each path and control the lights on the traffic light. The average accuracy of the ultrasonic sensor is 99.18% with a maximum reading distance of 635 cm and the effective reading distance is 350 cm. Then, the QoS value such as delay from the network used shows that delay is affected by the number of active nodes, the more nodes that are active and connected to the Broker, the delay will increase. Therefore, after testing on this system, the Availability average value is 99.919% and Reliablity is 99.919%. Keywords: Traffic Light, Smart Traffic Light, Wireless Sensor Network, Sensor Ultrasonic, NodeMCU.
Implementasi Dan Analisis Performansi Cloud Computing Dalam Teknologi Cloud Region Septian Nurul Chalik; Rendy Munadi; Danu Dwi Sanjoyo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Laju perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin kencang, diikuti pula oleh kebutuhan masyarakat yang semakit meningkat terutama pada bidang komunikasi jarak jauh. Semakin banyak perangkat yang digunakan maka semakin kompleks jaringan yang dibutuhkan. Maka dibutuhkan jaringan yang lebih efisien dan praktis, jaringan yang kompleks tanpa menggunakan perangkat yang banyak dan sangat efisien dalam berkomunikasi data dan VoIP. Salah satu untuk mengatasi masalah tersebut, maka di gunakanlah cloud computing. Cloud computing merupakan sebuah jaringan virtual yang dapat berkomunikasi satu dengan yang lainnya dalam satu jaringan tersebut. Masalah yang dihadapi yaitu dibutuhkan satu penguhubung jaringan cloud computing satu dengan yang lainya disebut cloud region agar dapat berkomunikasi. Pada tugas akhir ini, akan diusulkan penggunaan jaringan cloud region yang menggunakan jaringan cloud computing yang berbeda dan terhubung satu dengan yang lain menggunakan bentuk virtualisasi menggunakan 2 provider cloud computing yang berbeda.Dari hasil pengujian dan analisis dapat disimpulkan bahwa jaringan cloud region untuk dari amazon web service ke google cloud platform lebih baik dari peformansi dari google cloud platform ke amazon web service parameter pengujian QoS (delay, jitter, throughput, dan packet loss) untuk delay dengan nilai sebesar 0(VoIP) dan Untuk throughput dengan nilai sebesar (VoIP) .Serta pada kedua jaringan yang diujikan menghasilkan rata-rata jitter < 1ms.packet loss di bawah 3 % untuk pembanjiran trafik 20 s/d 90 Mbps. Kata Kunci : Cloud Region, Cloud Computing, QoS,Amazon Web Service, Google Cloud platform. Abstract The pace of development of information and communication technology is increasingly fast, followed by the needs of the community which is as increasing as possible, especially in the field of distance communication. The more devices used, the more complex the network is needed. So we need a more efficient and practical network, complex networks without using many devices and are very efficient in communicating data and VoIP. One of the ways to overcome this problem is to use cloud computing. Cloud computing is a virtual network that can communicate with each other in one network. The problem that is faced is that one cloud connection is needed with one another called the cloud region to communicate. In this final project, we will propose the use of cloud region networks that use different cloud computing networks and connect with one another using a form of virtualization using 2 different cloud computing providers. From the results of testing and analysis it can be concluded that the cloud region network from amazon web service to google cloud platform is better than performance from google cloud platform to amazon web service QoS testing parameters (delay, jitter, throughput, and packet loss) for delay with a value of 0 (VoIP) and For throughput with a value of (VoIP). And the two networks tested produce jitter averages <1ms. Packet loss is under 3% for flooded traffic 20 to 90 Mbps. Keywords : Cloud Region, Cloud Computing, QoS,Amazon Web Service, Google Cloud platform.
Pengenalan Wajah Sebagai Sistem Absensi Yang Terhubung Dengan Smartphone Berbasis Internet Of Things Mohammad Andre Mutalibov; Rendy Munadi; Sussi Sussi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembuatan sistem absensi dengan pengenalan wajah bertujuan untuk merancang sebuah sistem absensi yang terhubung ke smartphone berbasis IoT agar mempermudah mahasiswa dalam melakukan serta pengawasan absensi, mengurangi kecurangan yang terjadi pada sistem absensi menggunakan KTM, serta mengetahui QoS dan delay pada jaringan sistem absensi dengan pengenalan wajah. Pengujian fitur dilakukan dengan menggunakan metode black box testing. Fitur yang diuji yaitu Registrasi, Absensi dengan Face Recognition, dan Cek Kehadiran dapat berjalan dengan baik. Pengujian reliability dan availability yang dilakukan pada program absensi face recognition bernilai 100% pada skenario yang sudah ditentukan. Perhitungan delay pada fitur Cek Kehadiran saat Raspberry Pi mengirimkan sinyal ke ThingSpeak bernilai rata-rata 0,809544588 detik atau 809 ms. Perhitungan throughput pada fitur Cek Kehadiran saat Raspberry Pi mengirimkan sinyal ke ThingSpeak bernilai sebesar 62,75 KB/s. Perhitungan delay pada fitur Registrasi saat Raspberry Pi mengunduh foto wajah ke dalam folder dataset bernilai rata-rata 0,5389648 detik atau 538 ms. Perhitungan throughput pada fitur Registrasi saat Raspberry Pi mengunduh foto wajah ke dalam folder dataset bernilai sebesar 71,15 KB/s. Kata kunci : Face Recognition, OpenCV, Internet of Things, ThingSpeak, Quality of Service Abstract The purposes of making an attendance system using face recognition is to create an Internet of Things-based attendance system with smartphone connectivity that simplify students when doing and monitoring the attendance, reduce fraud attendance that occurs in traditional attendance using student ID Card, and to find out the QoS and delay of the face recognitionattendance system. The results of the feature testing using the Black Box Testing methods, the features such as registration, face recognition, and attendance checking has worked well. The testing of reliability and availability on attendance using face recognition scored 100% with a predetermined scenario. Average delay calculations of the attendance checking when Raspberry Pi sending a signal to ThingSpeak is 0,809544588 seconds or 809 ms. Average throughput calculations of the attendance checkin when Raspberry Pi sending signal to ThingSpeak is 62,75 KB/s. Average delay calculations of the registration feature when Raspberry Pi downloading a face images to the dataset folder is 0,5389648 seconds or 538 ms. Average throughput calculations of registration feature when Raspberry Pi downloading a face images to the dataset folder is 71,15 KB/s. Keywords : Face Recognition, OpenCV, Internet of Things, ThingSpeak, Quality of Service
Co-Authors Abdulqadir Muhtadi Achmad Rizal Danisya Adinda Ayu Herdianto Adinda Riztia Putri Aditya Bram Wiratma Aditya Ramadwiputra Adnan Purwanto Ahmad , Ali Hanafi Ahmad Abdillah Siddiq Ahmad Saifuddin Mufid Ahmad Thoriq Azzam Ahmad Tri Hanuranto Ahmad, Ali Hanafi Ahsanuddin, Rafiq Irham Airlangga Baihaqi Wicaksono ajibekti, ari Akhmad Hambali Akhmad Syauqi Alam Nasyrah Muharram Nasution Alfin Hikmaturokhman Algafaru, Aldo Ali Muayyadi, Ali Alif Faikah Alifiyah Pratiwi P.Wedda Almyra Rosedyana AM, Debby Tri Wulandari Ammatia Risty Ammatia Risty, Ammatia Andi Ainun Najib Andrea Eges Seca Barus Andri Agustav Wirabudi Andri Suwignyo Anego, Raga Esa Angga Rusdinar Anisia, Rianda Aqila Safira Hasnul AR. Margans Tanjung Ardhi Anzala Muhammad Arfianto Arfianto Arfianto Fahmi Ari Ajibekti Masriwilaga Ari Satrio Arief Goeritno Arief Rakhman Arief Rakhman Saputra Arif Indra Irawan Arisman Putra Munggaran Arta, Virda Amalia Asep Mulyana Asep Mulyana Audy Septarindra Ayu Irmawati Azzam, Ahmad Thoriq Bachtiar Hendro Assiddiq Bahtiar Widayanto Basuki Rahmat Basuki Rahmat Masdi Siduppa Bayu Erfianto Beny Triantono Bima Sanjaya Boby Priaksa Briantono, Mahardika Hanif Cendika Deby Hartanta Chrisna Fiddin Dadan Nur Ramadan Dadan Rohdiana Dadang Gunawan Dadiek Pranindito Damayanti, Widya Danu Dwi Sanjoyo Derryanda Sulistio Devi Fitriani Devyta Asterina Dewa Gede Cahya Prastika Dewanto, Ramadhika Dini Adlina Salman DJOMI, MANZILA IZNIARDI Doan Perdana Dong Ho Lee Dong-Sung Kim Dwi Sanjoyo, Danu Edoeardo Setiawan Eka Santi Wahyuningtyas Emeraldo Faris Aufar Endang h Chumaidiya Enrico Megantara Evan Adhi Kurniawan F. Ahmadi Djajasugita Fadhil Riardy Rivai Fadhilah, Muhammad Zidan Fahmi Bagaskara Perdana Fahriza, Mochammad Iqbal Fanny Tarida Tampubolon Fardan Fardan Faris Salman Hakim Favian Dewanta Fendy Purwanto Feralia Fitri Feri Teja Kusuma Fidar Adjie Fidar Adjie Laksono Fidelis Surya Putranta Fidelis Surya Putranta Fitra Purwandika Galih Erki Basuki Gendhis Azzukhruf Dynastuti Gilang Perdana Putra Gita Indah Hapsari Gumilar Hadi Prabowo Gustommy Bisono Habib Al Ghani Hadhara, Fikri Hafidudin . Harry Rachmatsyah Helni Mutiarsih Jumhur Herda Theo Perdana Hirwandi Agusnam I Made Wahyuda Permana Ida Wahidah Ilham Reza Wijaya Imam Hedi Santoso Iman Hedi Santoso Iman Santoso Indra Maulana, Bintang Indra Perdana Putra Sutejo Indra Perdana Putra Sutejo Indrarini Dyah Indrarini Dyah Irawati Intan Laily Muflikhah Irawan, Muhammad Naufal Nur Irma Noviandari Irma Nurlita Dewi Irmansyah, Tedy Irwanda Kurniawan Istikmal Jafar Alim Habibi Jorjiana Aminatus Kadi, Aufaryafi Baskara Khurniawan, Amri Leanna Vidya Novita Leanna Vidya Yovita Leanna Yovita Listya Wulandari Mardiah M.Yanis, Naili Ikrimah Mahardika Hanif Briantono Mas’ud Bayu Sadewo Maulana, Bintang Indra Maya Rosalia Menachem Bayazid Aufar Mohamad Samudra Mohammad Andre Mutalibov Mohammad Kurnia Putra Mohammad Rizky Pratama Muhammad Azriel Muhammad Fuadi Sururuzzaman Muhammad Furqan Ramadani Muhammad Geo Unggul Putra Kusuma Utomo Muhammad Hafizh Triaoktora Muhammad Hamzah Mushaddiq Nabila Nabila Nachwan Mufti Adriansyah Nachwan Mufti Ardiansyah Natasya Nurul Putri Nigo Wisnu Wijaya Ningrum, Ratna Widya Ningrum, Sussi Novia Indrawati Nugraha, Umar Nur Andini Nur Irawan, Muhammad Naufal Nurwulan Fitriyanti Nyoman Bogi Aditya Karna Periyadi, Periyadi Piove Wiraguna Prasojoe, Rahmat Ramadan putri angelia R Rumani Rumani R Rumani Rumani, R Rumani Raden Arjani Rosalina Radian Priambodo Radiv Herdian Rafif Taruna Ramadhan Ramadhika Dewanto Ramadhika Dewanto Ratih Loviesta Nurbed Ratna Mayasari Rein Rachman Putra Repka Mochamad Zaqy Mulyadi Resi Pramudyo Pariwibowo Retno Hendriyanti Reza Arlan Reza Fahlevi Zulkarnaen Reza Lutfi Ananda Rianda Anisia Rianda Anisia Riano Febrianto Riany Erdiyanti Ridha Muldina Negara Rifqi, Muhammad Naufal Risang Suryadi Saputra Risyaf Fawwaz Pradipta Rivaldi Fawzian Rizal Erwin Irwansyah Rizka Darmawan Dwi Putra Robby C. Manurung Rudi Sianipar Ruly Naufaldi Kurniawan S, Andhika Sabrina Chairunnisa Safida Reynita Sari Sahrul Mulia Sandra Erpanji Sar Sardy Satria Bagus Pratama Septian Nurul Chalik Setyorini Setyorini Setyorini Sevierda Raniprima Shihab, Kusvihawan Muhammad Sofia Naning Hertiana Sugondo Hadiyoso Suryamiharja, Andhika Sussi Sussi Sussi , Sussi Syarifuddin, Sri Dewi Sartika Tanjung Perdana Kusuma Tengku Ahmad Riza Tjahjo Adiparabowo Tjahjo Adiprabowo R Tuntun Aditara Maharta Uke Kurniawan Usman Unang Sunarya Usep Taufiq Hidayat Vikry Fadillah Virginia Rosaline Wibowo, Truly Baaqii Widyanto, Toto Wisesa, Pradipa Catya Wisma Dwi Kurnia Yanis, Naili Ikrimah M. Yasir, Dara Kusumawati Ramadani Yohanes Dickson Yuggo Afrianto Yusuf Budiman Zhafari Luthfan Oswar