Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Willingness To Pay Vaksin Dengue (Dilihat dari Government Perspective) AMELIA PUTRI PERTIWI; MUTAKIN MUTAKIN
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2537.47 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17650

Abstract

Tingginya angka kejadian demam berdarah oleh infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk melahirkan vaksin dengue sebagai bentuk tindakan preventif pemerintah dalam upaya pencegahan penyakit demam berdarah di negara endemik khususnya di Indonesia. Artikel review ini ditulis untuk mengetahui analisis studi pendekatan willingness to pay dari pihak pemerintah selaku pembuat kebijakan terhadap kebutuhan masyarakat akan vaksin dengue ini. Hasil artikel review ini adalah berupa hasil analisis willingness to pay dari pihak pemerintah selaku pembuat kebijakan terhadap kebutuhan masyarakat akan vaksin dengue dan faktor-faktor yang mempengaruhi Willingness to Pay tersebut.Kata Kunci : Demam berdarah, vaksin dengue, willingness to pay
ANALISIS AMLODIPIN DALAM PLASMA DARAH DAN SEDIAAN FARMASI ANISAHTUL ALAWIAH; Mutakin Mutakin
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1787.217 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.13666

Abstract

Amlodipin merupakan obat antihipertensi golongan Calcium Channel Blocker (CCB) dalam bentuk sediaan farmasi seringkali penggunaan amlodipin sering di kombinasi dengan obat antihipertensi golongan lain seperti golongan Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (ACEI) atau dengan obat antihiperlipidemia seperti golongan statin. Penggunaan amlodipin seringkali diberikan dalam rute pemberian oral, hal itu menyebabkan konsentrasi di dalam darah sedikit oleh sebab itu perlu dilakukan pengukuran konsentrasi di dalam darah dengan tujuan Therapeutic Drug Monitoring TDM). Dalam review kali ini akan dibahas metode analisis amlodipin di dalam sediaan farmasi dan di dalam plasma darah. Metode yang digunakan adalah HPLC, HPTLC-Densitometri, Spektrofotometri UV-VIS, LC/MS, dan Ultra Perfomance Liquid Chromatography-Electrospray Ionization Mass Spectrometry.Kata Kunci : Amlodipin, Pengunaan Amlodipin, Metode Analisis
REVIEW ARTIKEL: FORMULASI DAN EVALUASI SECARA FISIKOKIMIA SEDIAN KRIM ANTI-AGING IRA MAYA; Mutakin Mutakin
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3495.531 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22115

Abstract

Penuaan secara alamiah terjadi pada makhluk hidup. Efek dari proses penuaan pada manusia adalah terjadinya gangguan secara fisik seperti kehilangan elastisitas kulit sehingga kulit menjadi keriput dan juga hiperpigmentasi. Sebagai upaya dalam mencegah maupun mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan antioksidan. Antioksidan dapat menginhibisi terjadinya reaksi oksidasi sel sehingga dapat mengurangi kerusakan sel dan penuaan dini. Beberapa tumbuhan yang telah diteliti memiliki potensi sebagai antiaging adalah mahkota dewa, sirih, narwastu, rambutan, jagung, ubi jalar, kelor, raspberi, anggur dan lengkeng. Untuk memudahkan penggunaan tanaman tersebut sebagai antioksidan, bentuk sediaan kosmetik merupakan pilihan utama yang dapat digunakan secara mudah dan nyaman. Bentuk sediaan kosmetik dapat berupa sediaan gel, krim, bedak, salep dan losion. Review artikel ini akan memaparkan formulasi sediaan krim anti-aging yang mengandung zat aktif dari ekstrak tanaman. Review artikel ini menggunakan metode penelitian komparatif dengan mengumpulkan berbagi sumber pustaka primer dari 18 jurnal penelitian. Hasil review ini mengindikasikan bahwa semua krim yang diformulasikan stabil secara fisikokimia dengan tidak adanya tanda-tanda kerusakan bentuk sediaan emulsi dan perubahan sifat fisikokimia selama uji stabilitas dilaksanakan. Sehingga formula ini berpotensi digunakan dalam pengembangan formula sediaan krim yang mengandung zat aktif dari ekstrak tanaman. 
SINTESIS MOLECULAR IMPRINTED-SOLID PHASE EXTRACTION (MI-SPE) ATENOLOL : Article Review ANGGI ISMI NOVITASARI; Mutakin Mutakin
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.184 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17651

Abstract

Atenolol adalah obat antihipertensi golongan β-blocker (β1-selektif) yang digunakan untukpengobatan lini hipertensi, aritmia, infark miokardia dan angina pektoris. Namun, atenololsering disalahgunakan di dalam cabang olahraga yang tidak membutuhkan aktivitas fisik yangberlebih tetapi membutuhkan ketenangan dan konsentrasi, seperti menembak dan memanah.Metode yang telah berkembang untuk pengujian atenolol adalah kromatografi,spektrofluorometri, dan diffuse reflectance spectroscopy. Metode tersebut masing-masingmemiliki kelebihan dan kekurangannya. Solid Phase Extraction (SPE) merupakan metodepreparasi sampel yang saat ini banyak digunakan karena waktu pengerjaannya yang lebihsingkat dibandingkan metode yang lainnya, namun metode ini memiliki kelemahan padaselektivitasnya, sehingga untuk meningkatkan selektivitas tersebut perlu dikombinasikandengan teknik molecular imprinting polymer. Kombinasi tersebut sering disebut dengan MISPEyang memiliki kelebihan, di antaranya biaya yang rendah, kemudahan dalam preparasi,tahap terhadap suhu dan tekanan, stabil dalam penyimpanan, dan dapat digunakan berulangtanpa mengurangi aktivitasnya.Kata Kunci : Atenolol, MIP, SPE
Artikel Review: Perbandingan Efektivitas Biaya Vaksin Dengue dari Berbagai Negara ALMANANDA DWI PUTRI; Mutakin Mutakin
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.93 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17654

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia khusunya negara tropis. Angka kejadian DBD cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal tersebut dapat berakibat pada tingginya biaya sakit yang harus diterima oleh pasien DBD. Upaya pencegahan DBD sudah dilakukan dengan adanya program pemberantasan vektor nyamuk. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, pemberantasan vektor nyamuk tidak lagi cukup untuk mengatasi masalah DBD. Oleh karena itu, diperlukan pencegahan dan pengendalian dengue tambahan, dan salah satu cara yang diduga cost-effective yaitu dengan vaksinasi. Artikel review ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai perbandingan efektivitas biaya penggunaan vaksin dengue dari berbagai negara. Metode yang digunakan adalah dengan mengumpulkan dan membandingkan studi literatur yang didapat berdasarkan kata kunci tertentu. Hasil dari artikel review ini dapat diketahui bahwa setiap penggunanaan vaksin dengue menghasilkan efektivitas dan biaya yang berbeda di setiap negara, tergantung pada GDP per kapita, biaya sakit, dan DALY. Namun, secara umum vaksin dengue dapat dijadikan sebagai salah satu upaya pencegahan demam berdarah yang cost-effective.
PENETAPAN KADAR DEHIDRODIISOEUGENOL DALAM TABLET EKSTRAK PALA DENGAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI Dwi Lestari Sulistyaningsih; Mutakin Mutakin; Keri Lestari; Jutti Levita
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2143.441 KB) | DOI: 10.24198/.v4i2.16802

Abstract

AbstrakPenetapan kadar dehidrodiisoeugenol dalam tablet ekstrak pala dapat menggunakan KCKT fase terbalik dengan kolom C18, fase gerak metanol dan air dengan perbandingan 73:27 menggunakan detektor ultraviolet pada panjang gelombang 282 nm dan waktu retensi dehidrodiisoeugenol 13,79 menit. Perolehan kembali dehidrodiisoeugenol 100,14%±0,55% Batas deteksi 0,892 μg/ml dan batas kuantisasi 2,97 μg/ml. Kadar tablet ekstrak pala 300 mg mengandung dehidrodiisoeugenol sebanyak 0,818 mg.Kata kunci : dehidrodiisoeugenol, validasi, KCKT
A Review: Is Ginger (Zingiber officinale var. Roscoe) Potential for Future Phytomedicine? Dina Mulyana Syafitri; Jutti Levita; Mutakin Mutakin; Ajeng Diantini
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.755 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v8i1.16466

Abstract

AbstractZingiber officinale Roscoe (red:ginger), is one of the most widely consumed medicinal herbs in the world has been widely used to treat various disorders in Indonesia. There are three known types of ginger: giant ginger or white ginger (Zingiber officinale var. Roscoe), small white ginger or ginger emprit (Zingiber officinale var. Amarum), and red ginger (Zingiber officinale var. Rubrum). The main components of ginger rhizome are carbohydrates, lipids, essential oils, terpenes, and phenol compounds such as gingerol (23-25%) and shogaol (18-25%). Many studies had confirmed benefical effects of ginger against inflammation, free radicals, diabetes melitus, bacterial infection, cancer, nausea, etc. Z. officinale var. rubrum is considered a safe herbal remedy with only slight and not significant adverse effects. This plant is potential fur future phytomedicine, however it needs further explorations on its clinical studies in humans is expected, especially the efficacy and safety of the risk of side effects.
PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN PENYULUHAN PEMANFAATAN JAHE MERAH SEBAGAI TANAMAN BERKHASIAT ANTIRADANG BAGI KADER PKK DI DESA CIKIDANG KECAMATAN LEMBANG Jutti Levita; Sri Adi Sumiwi; Mutakin Mutakin; Tiana Milanda; Irma Meylani Puspitasari; Yuli Andriani; Ellin Febrina; Riezki Amalia; Ahmad Muhtadi
Dharmakarya Vol 9, No 2 (2020): Juni, 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v9i2.22883

Abstract

Hasil penelitian kami tentang pencarian tanaman berkhasiat anti radang telah membuktikan bahwa jahe merah dapat menurunkan laju pembentukan prostaglandin secara in vitro, bahkan senyawa kimia di dalam jahe merah terbukti dapat menghambat enzim siklo oksigenase, yaitu enzim yang berperan penting pada terjadinya radang, melalui pembentukan ikatan hidrogen dengan residu asam amino penting di dalam enzim tersebut. Oleh karena itu, jahe merah dipilih sebagai tanaman yang akan dipopulerkan oleh Tim Pengabdian pada Masyarakat (PPM) Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, kepada kader PKK di Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan PPM ini meliputi (1) konsultasi kesehatan dan pemeriksaan tekanan darah peserta; (2) pendidikan masyarakat tentang radang dan pemanfaatan jahe merah sebagai swamedikasi radang; (3) difusi ipteks berupa demo pembuatan jahe merah instan sebagai minuman nutrisi. Dari sejumlah tujuh puluhun dangan yang disebarkan, kegiatan PPM dihadiri oleh empat puluh delapan peserta, terdiri dari 46 peserta wanita (95,83%) dan 2 peserta pria (4,17%). Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembekalan pemanfaatan jahe merah kepada kader PKK di Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, dapat meningkatkan pengetahuan mereka.
Quantification of Formaldehyde Residue in Wet Noodles Marketed in Indonesia using RP-HPLC Derivatization Method Mutakin Mutakin; Renyiska Yula; Ida Musfiroh; Nuraeni Nuraeni; Nurdjanah Azinar; Jutti Levita
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.264 KB) | DOI: 10.24198/ijpst.v6i1.18952

Abstract

Illegal practices of formaldehyde as preservatives in wet noodles have been proven. These formaldehyde-preserved wet noodles are sold in West Java, Indonesia. This compound may be harmful to the body due to a decreasing of blood pressure, coma, acidosis, and acute renal failure. In this study we proposed a quantification method using high performance liquid chromatography (HPLC). A simulation was carried out as comparison. This simulation comprised of formaldehyde-spiked fish then the process was continued by washing, frying, and distilling the fish in a closed-system distillation. Similar condition was applied onto wet noodles purchased from traditional markets in Bandung. Method used was RP-HPLC derivatization method based on the reaction of formaldehyde carbonyl with two different reagents of DNPH (2,4-dinitrophenylhydrazine) and Nash (acetyl acetone, ammonium acetate and acetic acid) reagents. Result showed that formaldehyde residue was detected and quantified in all wet noodle samples with a range of 21-59 ppm. In conclusion, this method can be used for routine analysis to control illegal practices of formaldehyde in wet noodles. Moreover, washing and frying the formaldehyde-preserved food were proven could significantly help reducing formaldehyde level in food.Keywords: 2,4-dinitrophenylhidrazine, formaldehyde, RP-HPLC, wet noodles
Isolation and Characterization Chemical Compounds From N-Hexane Extract of Zodia Leaves (Evodia suaveolens Scheff.) Mutakin Mutakin; Wina Yunita; Titi Wirahardja Nikodemus
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v8i2.32401

Abstract

Zodia (Evodia suaveolens Scheff.) (Rutaceae) is one of Indonesia's native plants, which comes from Papua which is widely used as traditional medicine. Empirically, zodia leaves are used as anti-mosquitoes, dysentery drugs, boiled bark is useful as a reliever for malaria fever, leaf decoction is used as a tonic, and increases stamina. Until now, no investigation has been carried out for the main compounds of the zodia leaf n-hexane extract which have proven activity. Therefore, it was done the isolation and characterization of the main compound in the zodia leaf n-hexane extract (Evodia suaveolens Scheff.). Zodia leaves were extracted with n-hexane using the Soxhlet tool. The n-hexane extract was fractionated using column chromatography with a gradient of n-hexane-chloroform mixture. Isolates were isolated in the form of white needle crystals which were purified by washing with n-hexane. Isolates were characterized by analyzing various UV, IM, 1D and 2D RMI spectrometry data which were confirmed by analyzing the mass spectrum. Based on the results of spectrometric analysis, it is known that the isolate is thought to be a triterpenoid compound, namely neohop-13 (18) -ene-3α-ol.Keywords: Evodia suaveolens, neohop-13(18)-ene-3α-ol, triterpenoide,