Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Religious Orientations in Pancasila Student Projects: Insights from the Merdeka Curriculum Suhartono Suhartono; Achmad Basari Eko Wahyudi; Moh. Salimi; Ratna Hidayah; Wahyono Wahyono; Hasan Zainuri; Siti Fatimah; Anesa Surya
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i1.6137

Abstract

The Merdeka Curriculum represents an educational reform aimed at enhancing the quality of learning in Indonesia. A central component of this curriculum is the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students (P5), which seeks to cultivate students’ core values, including religious character. However, the religious dimension of the P5 profile remains underexplored, especially at the elementary level. This study analyzes the implementation of the P5 project in developing students’ religious profiles in elementary schools in Kebumen, focusing on Grades I and IV. Data were collected using focus group discussions, interviews, observations, and documentation. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, involving data condensation, data display, and conclusion drawing/verification. Findings reveal that students exhibit strong religious characteristics across five indicators: religious behavior (88.75%), personal behavior (88.50%), social behavior (87.88%), environmental behavior (80.50%), and national behavior (88.00%). These outcomes place the religious attitudes of students in the "excellent" category. Schools employed various strategies to instill religious values aligned with the P5 framework. These included narrative-based instruction, daily habituation practices, and teacher modeling to foster faith, piety toward God, and noble conduct. The implementation of P5 in the religious dimension has been effective in cultivating strong religious attitudes among elementary students. These findings highlight the importance of integrated character-building approaches within the Merdeka Curriculum.
Pelatihan Implementasi Pendekatan Pembelajaran Mendalam bagi Guru Sekolah Dasar Wahyudi, Achmad Basari Eko; Salimi, Moh.; Suhartono, Suhartono; Hidayah, Ratna; Surya, Anesa
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 6 No. 1 (2026): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 In this era of technological advancement, students face various challenges, both now and in the future, that are uncertain, uncertain, complex, ambiguous, and difficult to predict. These challenges can only be addressed through educational transformation to achieve quality and equitable education for all. Teachers should be able to facilitate each student according to their diverse learning needs. The objectives of this community service project are: 1) to describe the implementation of mentoring for the immersive learning approach in elementary schools, and 2) to describe the profile of teachers' abilities in implementing the immersive learning approach in elementary schools. This community service project was designed to provide training to principals and elementary school teachers in the Mirit District to design, implement, and evaluate the immersive learning approach. This community service project proceeded smoothly with various activities including: discussions on strengthening partnerships, training on developing immersive learning tools, immersive learning peerteaching practices, and discussions on evaluation and follow-up. Furthermore, teacher competency in immersive learning has developed, as seen from the immersive learning approach framework, namely understanding the eight dimensions of graduate profiles, learning principles, learning experiences, and the immersive learning framework.
Pelatihan Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi bagi Guru Sekolah Dasar Wahyudi, Achmad Basari Eko; Suhartono, Suhartono; Ngatman, Ngatman; Wahyono, Wahyono; Susiani, Tri Saptuti; Salimi, Moh; Hidayah, Ratna
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v6i3.82371

Abstract

Setiap murid itu memiliki keunikan dan karakteristik yang berbeda, guru seharusya mampu memfasilitasi setiap murid sesuai dengan kebutuhan belajarnya yang beragam. Tujuan pengabdian ini adalah: 1) mendeskripsikan pelaksanaan pendampingan pembelajaran  berdiferensiasi di sekolah dasar, dan 2) mendeskripsikan profil kemampuan guru implementasi pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar. Pengabdian ini dirancang untuk memberikan pelatihan kepada 99 orang kepala sekolah dan guru SD di wilayah Kecamatan Pejagoan untuk merancang, melaksakan, dan mengevaluasi dalam pembelajaran berdiferensiasi. Pengabdian ini berjalan lancar dengan berbagai kegiatan meliputi: diskusi penguatan kemitraan, pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran berdiferensiasi, praktik peerteaching pembelajaran berdiferensiasi, serta diskusi evaluasi dan tindaklanjut. Selain itu kompetensi guru dalam pembelajaran diferensiasi mengalami perkembangan dilihat dari sisi diferensiasi konten, diferensiasi proses dan diferensiasi produk.  
Analysis of Pancasila Education Books at Primary School Level Sesya, Prinka Resti Arudya; Salimi, Moh; Wahyudi, Achmad Basari Eko
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.98917

Abstract

Buku Pendidikan Pancasila merupakan bahan ajar yang menunjang proses belajar mengajar dan menjadi sarana dalam mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Buku Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas 1 pada jenjang sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif serta metode deskriptif dengan melakukan studi literatur oleh penulis dari sumber-sumber kredibel seperti jurnal, buku, dan artikel yang kredibel serta relevan. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa komponen – komponen bahan ajar seperti judul, tujuan pembelajaran dan/atau materi pokok, informasi pendukung, latihan, serta penilaian sudah terpenuhi. Pada bagian judul font tulisan sangat kecil, urutan capaian pembelajaran dan materi pada buku siswa kurang sesuai, penulisan tujuan pembelajaran tidak mencantumkan unsur C (Condition), D (Degree). Selain itu, dua komponen keterampilan abad 21 yaitu berpikir kritis dan kreativitas belum dimunculkan secara maksimal. Secara umum, buku ini sudah layak berdasarkan kelengkapan komponen bahan ajar tetapi memerlukan pengembangan aktivitas keterampilan abad 21 dengan cara memuat gambar yang lebih kontekstual dan mengangkat potensi lokal daerah. 
Analisis Keterampilan Berpikir Kreatif Mahasiswa PGSD Berbasis Etnosains Pada Materi Energi Wijayanti, Murwani Dewi; Suryandari, Kartika Chrysti; Wahyudi, Achmad Basari Eko
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.795 KB) | DOI: 10.20961/shes.v6i1.71023

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis keterampilan berpikir kreatif mahasiswa PGSD berbasis etnosains dan mengetahui faktor yang mempengaruhi keterampilan berpikir kreatif pada materi energi. Metode penelitian diterapkan secara kualitatif dengan metode studi kasus. Sampel penelitian adalah mahasiswa PGSD yang berjumlah 35 mahasiswa. Penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa PGSD semester ganjil pada Tahun Ajaran 2022/2023. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara pada mahasiswa. Teknik analisis data dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil analisis dilakukan untuk menguji keabsahan data penelitian dengan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi keterampilan  berpikir kreatif mahasiswa PGSD dengan kategori rendah 48%, sedang 28% dan tinggi 24%. Simpulan dari penelitian menunjukkan faktor yang mempengaruhi keterampilan berpikir kreatif adalah intelegensi, pengetahuan, pola pikir, kepribadian, motivasi, serta lingkungan. Implikasi dari penelitian adalah dapat menentukan model pembelajaran IPA yang sesuai untuk meningkatkan kompetensi berpikir kreatif mahasiswa PGSD.
Studi Literatur: Penerapan Model Game Based Learning (GBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Fajriyah, Nuril; Wahyudi, Achmad Basari Eko
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107410

Abstract

The relatively low mathematics learning outcomes of elementary school students may be due to conventional learning practices, necessitating interactive and enjoyable learning innovations. Given the playful and fun nature of elementary school children, learning models that integrate games into their learning, such as the Game-Based Learning (GBL) model, can be a solution to this problem. This study aims to examine how the implementation of the GBL model affects elementary school students' mathematics learning outcomes. The research design used was a qualitative literature study. The research objects were scientific research articles related to the implementation of Game-Based Learning (GBL) published in the last five years. The data collection techniques used in this study were identification, screening, elegibility, and inclusion. The data collection instrument was an electronic data-based search. The results of this study indicate that the use of the GBL model can help improve elementary school students' learning achievement, particularly in mathematics. The GBL model can increase students' interest and active participation in learning. By selecting an appropriate learning model, learning objectives will be optimally achieved.Hasil belajar matematika pada siswa di sekolah dasar yang tergolong rendah dapat disebabkan oleh pelaksanaan pembelajaran yang konvensional sehingga diperlukan inovasi pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Karena karakter anak sekolah dasar yang suka bermain dan bersenang-senang, model pembelajaran yang mengintegrasikan permainan dalam pembelajarannya seperti model Game Based Learning (GBL) dapat dijadikan salah satu cara mengatasi permasalahan ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana penerapan model GBL memengaruhi hasil belajar matematika siswa di sekolah dasar. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi literatur. Objek penelitian berupa artikel penelitian ilmiah terkait implementasi Game Based Learning (GBL) yang dipublikasikan dalam 5 tahun terakhir. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu identification, screening, elegibility, dan included. Instrumen pengumpulan data berupa penelusuran berbasis data elektronik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model GBL bisa membantu meningkatkan prestasi belajar siswa sekolah dasar, terutama dalam pelajaran matematika. Model GBL dapat meningkatkan minat dan keaktifan siswa untuk mengikuti pembelajaran. Dengan memilih model pembelajaran yang sesuai, tujuan pembelajaran akan tercapai secara optimal.          
Permasalahan Konseptual dan Kontekstual dalam Pembelajaran Bangun Datar di Sekolah Dasar: Sebuah Kajian Literatur Restiani, Ning Dainty; Indrapangastuti, Dewi; Wahyudi, Achmad Basari Eko
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.107685

Abstract

Pembelajaran bangun datar di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membangun dasar pemahaman geometri dan kemampuan berpikir spasial siswa. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai permasalahan baik secara konseptual maupun kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan dalam pembelajaran bangun datar serta menggali pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas pengajaran bangun datar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur yang dianalisis secara tematik melalui sintesis berbagai sumber ilmiah dari database bereputasi dalam rentang tahun 2021-2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang masih berpusat pada guru, minimnya penggunaan media konkret dan interaktif, serta kurangnya integrasi konteks kehidupan sehari-hari menjadi faktor utama yang menghambat pemahaman siswa. Sebagai solusi, beberapa strategi yang direkomendasikan antara lain penggunaan media manipulatif dan digital interaktif, penerapan model pembelajaran kontekstual dan berbasis proyek, serta penguatan pelatihan guru dalam merancang pembelajaran geometri yang bermakna dan sesuai tahap perkembangan kognitif siswa. Simpulan dari kajian ini menegaskan pentingnya pembelajaran yang bersifat aktif, kontekstual, dan berbasis pengalaman nyata untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa terhadap bangun datar di sekolah dasar.
Analysis of Teaching Materials for Social Studies Subject Matter Sub-Material of Economic Activity in Elementary School Wahyudi, Achmad Basari Eko; Maigina, Ain
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.993 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i2.64726

Abstract

This study aim to describe the results of the analysis of teaching materials in 5th grades of elementary school, especially for the content of social studies subject, the economic activity sub-material. The research method used is a type of qualitative research with a descriptive qualitative research approach. The type of data used is qualitative data obtained from the responses of teacher as user of teaching materials, as well as observational studies of the school curriculum and documents of teaching materials used. Data collection techniques in this study used three techniques to obtain data, namely interview, observation and documentation techniques. the research instrument used is a list of structured questions related to research. The procedure for this research is divided into three stages including the preparation stage, the kalitengkek elementary schools in purworejo regency in accordance with the curriculum and learning objectives. The material is presented based on integrated thematic approach. In general, the presentation of social studies material especially on economic activity, is still lacking in accommodating students to have the ability to build economic activity concept from beginning and does not support the development of student economic activity skills. In addition, through the analysis of special social studies teaching materials, this economic activity can provide a reference for school and teachers to be able to further improve the quality of teaching materials by paying attention to learning aspects and the needs of students.
Analisis Problematika Pembelajaran Bangun Ruang dan Alternatif Strategi Pemecahannya dalam Pelajaran Matematika di Sekolah Dasar Hilmawan, Adiyatma Zaki Nabil; Fauzi, Aditya Zaki Gemawan; Hartini, Kristina Aspri; Indrapangastuti, Dewi; Wahyudi, Achmad Basari Eko
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107316

Abstract

Understanding the foundational concepts and dimensions of geometric solids represents a critical component of mathematical competency at the elementary education level. However, numerous studies have consistently reported that students continue to experience significant challenges in grasping the properties and structures of three-dimensional figures. This article aims to investigate the recurring obstacles encountered in teaching spatial geometry at the elementary school level and to explore evidence-based pedagogical strategies to address them, drawing upon findings from prior scholarly research. The method used is a systematic literature study of scientific articles published between 2016 and 2025, with inclusion criteria being articles discussing difficulties in learning mathematics in elementary schools, particularly on the topic of geometric shapes, and published in nationally or internationally accredited journals. Exclusion criteria include articles that are not relevant to the focus of geometric shapes, not based on empirical research, or not available in full text. Articles were searched using the keywords: "learning difficulties", "elementary school mathematics", and "geometric shapes". The results of the study indicate that students' difficulties in learning geometric shapes are closely related to a weak understanding of basic concepts, misconceptions about mathematical terms, low learning motivation, and the lack of optimization of the use of learning media. Several recommended strategies to overcome these problems include: (1) the use of interesting and concrete learning media; (2) strengthening basic concepts before students are introduced to more complex concepts; (3) the application of active and enjoyable learning methods; (4) increasing students' active involvement in the learning process; and (5) the use of visual, narrative, and exploratory educational media, such as Pop-Up Books and math comics. This study is expected to be the basis for designing a more effective and enjoyable learning activity approach to introduce the concept of spatial shapes to students at elementary school level.Penguasaan terhadap konsep dan ukuran bangun ruang termasuk kompetensi dasar esensial pada kegiatan belajar matematika di jenjang sekolah dasar. Berbagai temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami hambatan yang cukup signifikan dalam memahami materi ini. Studi ini dirancang untuk melakukan identifikasi serta analisis mendalam terhadap permasalahan yang timbul dalam pembelajaran bangun ruang di tingkat sekolah dasar, serta mengeksplorasi strategi alternatif yang dapat diterapkan untuk mengatasinya berdasarkan temuan-temuan studi sebelumnya. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis terhadap artikel-artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam kurun waktu 2016 hingga 2025, dengan kriteria inklusi berupa artikel yang membahas kesulitan pembelajaran matematika di sekolah dasar, khususnya pada topik bangun ruang, dan dipublikasikan dalam jurnal terakreditasi nasional atau internasional. Kriteria eksklusi mencakup artikel yang tidak relevan dengan fokus bangun ruang, tidak berbasis penelitian empiris, atau tidak tersedia dalam teks lengkap. Artikel ditelusuri menggunakan kata kunci: “kesulitan pembelajaran”, “matematika sekolah dasar”, dan “bangun ruang”.  Hasil kajian menunjukkan bahwa kesulitan siswa dalam mempelajari bangun ruang berkaitan erat dengan lemahnya pemahaman terhadap konsep dasar, miskonsepsi terhadap istilah matematika, rendahnya motivasi belajar, serta kurangnya optimalisasi penggunaan media pembelajaran. Beberapa strategi yang direkomendasikan untuk mengatasi permasalahan tersebut antara lain: (1) pemanfaatan media pembelajaran yang menarik dan bersifat konkret; (2) penguatan konsep dasar sebelum siswa dikenalkan pada konsep yang lebih kompleks; (3) penerapan metode pembelajaran yang aktif dan menyenangkan; (4) peningkatan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran; serta (5) penggunaan media edukatif berbasis visual, naratif, dan eksploratif, seperti Pop-Up B,ok dan komik matematika. Kajian ini diharapkan menjadi landasan dalam merancang pendekatan kegiatan belajar yang lebih efektif dan menyenangkan guna memperkenalkan konsep bangun ruang kepada siswa di jenjang sekolah dasar.
Analisis Problematika Pembelajaran Bilangan Pecahan dan Alternatif Strategi Pemecahannya di Sekolah Dasar Indrapangastuti, Dewi; Sari, Novita Riana; Wahyudi, Achmad Basari Eko
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107402

Abstract

Mathematics instruction on fractional numbers in elementary schools often poses significant challenges for students due to its abstract nature and limited connection to real-life contexts. These difficulties contribute to poor conceptual understanding and low academic performance among students. This study aims to analyze the problems encountered in the teaching of fractions and to formulate alternative strategies to address them. The research adopts a qualitative descriptive design using a literature review method. The subjects of this study are elementary school students. Data were collected through an extensive review of 14 scientific journals, reference books, and relevant research reports published within the last ten years. The analysis was carried out systematically through stages of abstract screening, comprehensive reading of selected literature, and extraction of relevant information based on the study’s thematic focus. The findings reveal that students’ difficulties in learning fractions are influenced by three main factors: weak understanding of basic fractional concepts, limited instructional methods and media employed by teachers, and psychological and environmental factors that hinder the learning process. Recommended alternative strategies include the implementation of Problem-Based Learning (PBL), the Realistic Mathematics Education (RME) approach, the use of concrete materials and educational games, and the active involvement of parents in supporting the learning process. Innovative, contextual, and interactive instructional approaches have proven effective in enhancing students’ conceptual understanding of fractions in a more meaningful and applicable manner.Pembelajaran matematika pada materi bilangan pecahan di sekolah dasar seringkali menimbulkan kesulitan bagi siswa karena sifatnya yang abstrak dan minimnya keterkaitan dengan konteks nyata. Kesulitan ini berdampak pada rendahnya pemahaman konsep dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika dalam pembelajaran bilangan pecahan serta merumuskan alternatif strategi pemecahannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode kajian pustaka. Subjek penelitian adalah siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek kajian adalah siswa sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui penelusuran pustaka dari 14 jurnal ilmiah, buku referensi, dan laporan penelitian yang relevan dalam rentang waktu tahun 2017-2025. Proses analisis dilakukan secara sistematis melalui tahapan telaah abstrak, pembacaan menyeluruh terhadap literatur terpilih, dan penarikan informasi berdasarkan fokus kajian, Hasil kajian menunjukkan bahwa kesulitan siswa dalam pembelajaran pecahan dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu: lemahnya pemahaman konsep dasar pecahan, keterbatasan metode dan media pembelajaran yang digunakan guru, serta faktor psikologis dan lingkungan belajar yang kurang mendukung. Alternatif strategi yang direkomendasikan meliputi penerapan model Problem-Based Learning (PBL), pendekatan Realistic Mathematics Education (RME), penggunaan media konkret dan permainan edukatif, serta keterlibatan orang tua dalam mendukung proses belajar. Pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan interaktif terbukti dapat meningkatkan pemahaman konsep pecahan secara lebih bermakna dan aplikatif bagi siswa sekolah dasar.