Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pendampingan Penyusunan Bestpractice Untuk Guru Sekolah Dasar Wahyudi, Achmad Basari Eko; Indrapangastuti, Dewi; Wijayanti, Murwani Dewi; Wahyono, Wahyono
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11, No 1 (2023): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v11i1.64909

Abstract

Di kecamatan Mirit masih dijumpai guru yang mengalami kesulitan dalam melakukan praktik terbaik pembelajaran, sehingga diperlukan upaya untuk menumbuhkan sikap dan ketrampilan menulis untuk guru. Untuk keperluan tersebut, tim pelaksana melakukan kegiatan PKM yang bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas bestpractice yang disusun oleh guru-guru SD di Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen, dan respon peserta sebagai khalayak sasaran adalah 33 orang kepala sekolah dan guru SD. Materi tentang konsep bestpractice disampaikan dengan setting lecture dan whole class discussion, kemudian dilanjutkan dengan workshop penyusunan bestpractice. Secara umum peserta merespon positif karena 33 peserta (100%) menyatakan bahwa kegiatan pendampingan ini sangat bermanfaat, meskipun waktunya terlalu singkat.
Analisis Bahan Ajar Ilmu Pengetahuan Sosial Materi Peran Ekonomi di Sekolah Dasar Wahyudi, Achmad Basari Eko; Maigina, Ain
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11, No 1 (2023): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v11i1.64741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis bahan ajar di kelas lima sekolah dasar khususnya untuk muatan mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial sub materi peran ekonomi. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Jenis data yang digunakan yaitu data kualitatif yang diperoleh dari tanggapan guru sebagai pengguna bahan ajar, serta studi observasi terhadap kurikulum sekolah dan dokumen bahan ajar yang digunakan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga Teknik untuk memperoleh data yaitu Teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrument penelitian yang digunakan adalah daftar pertanyaan terstruktur yang berkaitan dengan penelitian. Adapun prosedur penelitian ini dibagi menjadi tiga tahapan diantaranya tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan hasil temuan. Dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa bahan ajar yang digunakan untuk kelas lima sekolah dasar kalitengkek kabupaten purworejo sudah sesuai dengan kurikulum dan tujuan pembelajaran. Materi disajikan dengan berdasarkan pendekatan tematik terpadu. Secara umum penyajian materi ilmu pengetahuan sosial khususnya pada pokok bahasan kegiatan ekonomi sejak awal kurang mendukung pengembangan ketrampilan aktivitas ekonomi peserta didik. Selain itu, melalui analisis bahan ajar ilmu pengetahuan sosial khusus materi aktivitas ekonomi dapat memberikan acuan bagi pihak sekolah maupun guru untuk dapat lebih meningkatkan kualitas bahan ajar dengan memperhatikan aspek-aspek pembelajaran dan kebutuhan peserta didik.
Analisis Keterampilan Berpikir Kritis di Sekolah Dasar Wahyono, Wahyono; Safitri, Nur Vina; Salimi, Moh; Hidayah, Ratna; Surya, Anesa; Suhartono, Suhartono; Wahyudi, Achmad Basari Eko
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.111169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat keterampilan berpikir kritis siswa kelas IV di SD Negeri 1 Sidoharum dan menganalisis keterampilan berpikir kritis siswa pada indikator interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu guru dan siswa kelas IV sebanyak 26 siswa. Data yang diperoleh dari penelitian ini berasal dari tes tertulis dan wawancara. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis berpikir kritis dan wawancara. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa pada kategori sedang atau cukup kritis. Hasil analisis per indikator menunjukkan bahwa interpretasi, analisis, dan inferensi berada pada kategori sedang atau cukup, sedangkan kategori evaluasi berada pada kategori rendah. Hasil ini mengindikasikan bahwa perlu dikembangkan strategi, metode, model, maupun media pembelajaran yang efektif dan inovatif untuk memfasilitasi keterampilan berpikir kritis siswa.
Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas V SDN Sitibentar pada Pembelajaran IPAS dengan Media Earth Project Pawit Riatmo; Suhartono Suhartono; Achmad Basari Eko Wahyudi
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 1 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i1.88068

Abstract

IPAS merupakan integrasi dari IPA dan IPS yang bertujuan meningkatkan daya tarik siswa dan mempersiapkan siswa menuju era industri 4.0 dengan keterampilan berpikir kritis. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan langkah-langkah penggunaan media Earth Project, meningkatkan keterampilan berpikir kritis, serta mengidentifikasi kendala dan solusi dalam penerapannya pada siswa kelas V di SDN Sitibentar. Desain penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, dengan subjek penelitian sebanyak 17 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan nontes, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan penggunaan media Earth Project dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis yaitu: siklus I = 74,3%, siklus II = 85,46%, dan siklus III = 87,32%. Kendala yang dihadapi salah satunya pertanyaan siswa saat diskusi yang diatasi dengan penggunaan stimulus. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Earth Project dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. 
Inovasi Pembelajaran: Penerapan Model Numbered Head Together (NHT) Berbantuan Multimedia untuk Meningkatkan Hasil Belajar Afektif Siswa SD Arifia Nurhani Septyaningrum; Achmad Basari Eko Wahyudi
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.100956

Abstract

Hasil belajar ranah afektif siswa sangat penting dalam pembentukan karakter dan perilaku positif dalam pembelajaran. Model Numbered Head Together (NHT) menekankan partisipasi siswa, tanggung jawab, dan pembelajaran kolaboratif. Sementara multimedia menjadi media yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model NHT berbantuan multimedia serta meningkatkan hasil belajar afektif siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas secara kolaboratif yang dilaksanakan dalam tiga siklus, penelitian ini melibatkan 23 siswa kelas V SD Negeri 3 Kalirejo. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan tes. Langkah-langkah penerapan model NHT berbantuan multimedia meliputi: (1) penyampaian materi berbantuan multimedia, (2) pembentukan kelompok berbantuan multimedia dan pemberian nomor kepala, (3) pemberian tugas, (4) diskusi kelompok (head together), (5) pemanggilan nomor kepala secara acak berbantuan multimedia, dan (6) kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada guru dan siswa di setiap siklus, dengan skor penerapan guru meningkat dari 79,98% (siklus I), menjadi 86,46% (siklus II), dan meningkat menjadi 92,82% (siklus III) dan keterlibatan siswa meningkat dari 78,70% (siklus I), 84,61% (siklus II), dan meningkat menjadi 91,44% (siklus III). Hasil belajar afektif siswa juga meningkat, dengan persentase rata-rata 79,18% pada siklus I, 85,42% pada siklus II, dan 90,46% pada siklus III. Penelitian ini menunjukkan bahwa model NHT berbantuan multimedia efektif meningkatkan kerja sama, tanggung jawab, dan keaktifan siswa dalam pembelajaran. 
Penerapan Model Discovery Learning Berbantuan Multimedia untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Muatan Pelajaran IPAS Siswa Kelas III Annisa Rahmawati; Achmad Basari Eko Wahyudi
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.101203

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model discovery learning berbantuan multimedia, meningkatkan keterampilan berpikir kritis muatan pelajaran IPAS, mendeskripsikan kendala dan solusi dalam penerapannya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif dengan subjek guru dan siswa kelas III. Data yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model discovery learning berbantuan multimedia dilaksanakan dengan langkah-langkah stimulasi, identifikasi masalah,  pengumpulan data, pengolahan data, pembuktian, dan penarikan kesimpulan, berbantuan multimedia. Penerapan discovery learning berbantuan multimedia berjalan baik, dibuktikan dengan hasil observasi terhadap guru dan siswa pada siklus I hingga III. Hasil observasi terhadap guru siklus I=80.27% II=85.27% III=90.00%, sementara terhadap siswa yaitu I=75.55%, II=81.66%, III=87.77%. Keterampilan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan, hal ini ditunjukkan dari rata-rata hasil tes tertulis pada siklus I=68.15, II=74.84, III=79.23. Persentase siswa tuntas memenuhi KKTP pada siklus III sebesar 88.46%. Kendala yang dialami diantaranya terdapat siswa yang pasif saat diskusi, solusi untuk mengatasi kendala tersebut yaitu guru membimbing siswa untuk melakukan pembagian peran saat diskusi. 
Penerapan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik dengan Media PANGKAL untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Pecahan pada Siswa Kelas II SD Negeri 3 Krakal Tahun Ajaran 2024/2025 Nabila Hamidah; Achmad Basari Eko Wahyudi
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.103399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik dengan media PANGKAL, untuk meningkatkan hasil belajar materi pecahan serta mendeskripsikan kendala penerapan pendekatan PMR dengan media PANGKAL di SD Negeri 3 Krakal. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus dengan subjek penelitian 20 siswa kelas II. Data yang digunakan adalah data kualitatif dari penerapan pendekatan PMR dan data kuantitatif dari tes hasil belajar. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara, serta uji validitas data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar, dari siklus I (55%) ke siklus III (95%). Berdasarkan hasil penelitian mengenai penerapan pendekatan PMR dengan media PANGKAL untuk meningkatkan hasil belajar materi pecahan pada siswa kelas II, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan PMR dengan media PANGKAL dapat meningkatkan hasil belajar materi pecahan pada siswa kelas II sekolah dasar.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SDN 1 Lundong Umi Samsiyanawati; Achmad Basari Eko Wahyudi
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2026): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v14i1.106875

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model Problem Based Learning, meningkatkan keterampilan berpikir kritis IPAS, meningkatkan hasil belajar IPAS, dan mendeskripsikan kendala dan solusi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas IV SDN 1 Lundong yang berjumlah 21 siswa (6 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan). Data yang dianalisis berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Hasil penelitian penerapan model Problem Based Learning yang diterapkan dengan lima langkah, yaitu: (1) orientasi masalah kepada siswa; (2) mengorganisasikan siswa untuk belajar; (3) membantu penyelidikan/investigasi secara individu dan kelompok; (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya; dan (5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Peningkatan keterampilan berpikir kritis dengan menerapkan model Problem Based Learning, yaitu hasil rata-rata persentase tes keterampilan berpikir kritis pada siklus I (71,83%), siklus II (79,84%), dan siklus III (86,19%). Sedangkan, peningkatan hasil belajar dengan menerapkan model Problem Based Learning, yaitu persentase rata-rata siswa tuntas pada siklus I sebesar 71,42% dengan rata-rata kelas 73,57, pada siklus II sebesar 88,09% dengan rata rata kelas 81,9, dan pada siklus III sebesar 100% dengan rata-rata kelas 90. Kendala yang dominan dalam penelitian ini adalah siswa yang kurang aktif dalam pelaksanaan diskusi. Solusinya adalah pemberian bimbingan kepada kelompok yang pasif dan mengajak siswa yang diam untuk terlibat. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar IPAS siswa kelas IV SDN 1 Lundong tahun ajaran 2024/2025.
Pengembangan Buku Kerja Siswa dalam Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar: Sebuah Studi Pendahuluan Suhartono Suhartono; Tri Saptuti Susiani; Ngatman Ngatman; Wahyono Wahyono; Moh Salimi; Ratna Hidayah; Achmad Basari Eko Wahyudi
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 12, No 1 (2024): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v12i1.83119

Abstract

Buku kerja siswa merupakan komponen yang mendukung pembelajaran, membantu memastikan pengetahuan dan kemampuan siswa sejalan dengan program pengajaran. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran tentang kebutuhan buku kerja siswa dalam pembelajaran tematik di sekolah dasar. Metode penelitian adalah survey yang melibatkan guru pada tujuh sekolah dasar. Teknik pengumpulan data menggunakan angket yang fokus wawasan, pola pembuatan, implementasi buku kerja siswa dalam pembelajaran tematik di sekolah dasar. Hasil penelitian ini meliputi: (1) sebagian besar guru mengetahui definisi, manfaat, dan fungsi buku kerja siswa; (2) sebagian besar guru menggunakan buku kerja siswa yang disediakan oleh kemdikbud, hanya sebagian kecil yang memodifikasi dan membuat sendiri buku kerja siswa; (3) sebagian besar guru menggunakan buku kerja siswa pada proses dan penilaian pembelajaran; (4) sebagian besar guru mengarapakan pengembangan buku kerja siswa agara sesuia dengan tujuan pembeljaran dan karakteristik siswa.
Penerapan Model TGT Berbantuan Media Gambar untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan Peserta Didik Ghina Muthmainnah; Achmad Basari Eko Wahyudi
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.101293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model TGT berbantuan media gambar, meningkatkan keterampilan membaca permulaan, dan mendeskripsikan kendala dan solusi. Penelitian ini menggunakan penelitian Tindakan kelas (PTK). Hasil penelitian penerapan model TGT berbantuan media gambar yang diterapkan dengan lima langkah yaitu: (1) penyajian kelas berbantuan media gambar, (2) pengorganisasian, (3) permainan berbantuan media gambar, (4) pertandingan berbantuan media gambar, dan (5) pemberian penghargaan. Peningkatan keterampilan membaca permulaan peserta didik dengan menerapkan model TGT berbantuan media gambar yaitu ketuntasan pada siklus I=76%, siklus II= 88%, dan siklus III=94%. Kendala yang dominan dalam penelitian ini adalah adanya peserta didik yang kurang sportif dalam pelaksanaan pembelajaran. Solusinya adalah pemberian bimbingan serta penguatan pada peserta didik agar dapat terlatih untuk bertanggung jawab dan menghargai usaha selain hasil. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model TGT berbantuan media gambar dapat meningkatkan keterampilan membaca permulaan peserta didik kelas 2A SDN 2 Kalijoyo tahun ajaran 2024/2025.