Claim Missing Document
Check
Articles

Kecerdasan Emosional Meningkatkan Kreativitas Guru dalam Mengajar Akhmad Asyari
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2016): Desember
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.028 KB) | DOI: 10.20414/elhikmah.v10i2.57

Abstract

Proses pembelajaran di kelas merupakan suatu interaksi yang melibatkan sikap dan daya kreatifitas antara guru dengan siswa dan suatu komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam suasana eduakatif untuk pencapaian tujuan belajar. Faktor yang paling signifikan yang menyebabkan ketidakpuasan di sekolah adalah kegagalan, dan putusnya jalinan komunikasi dua arah yang melibatkan aspek kecerdasan sosial emosional. Guru dalam proses membelajarkan dituntut untuk professional dalam bersikap dan kreatif dalam membentuk pola intraksi yang dapat mendorong siswa untuk belajar, sedangkan pembentukan sikap dan daya kreatifitas membutuhkan kecerdasan emosi yang dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, respon, dan memanipulasi informasi dalam menjalin hubungan yang harmonis dengan siswa.
Dikotomi Pendidikan Islam: Akar Historis dan Dikotomisasi Ilmu Akhmad Asyari; Rusni Bil Makruf
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 8 No. 2 (2014): Desember
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.255 KB) | DOI: 10.20414/elhikmah.v8i2.58

Abstract

Akhmad Asyari PAI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Mataram asyarismart@yahoo.com Rusni Bil Makruf PAI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Mataram Abstrak: Pemisahan ilmu agama dan non-agama atau apa yang disebut dikotomisasi ilmu dalam wacana pendidikan Islam telah menimbulkan banyak perdebatan di kalangan tokoh pendidikan Islam. Sebagian tokoh medukung penuh sistem dikotomi dan sebagian menolak keras adanya dikotomi. Tulisan ini bertujuan untuk mengurai akar historis dikotomisasi pendidikan Islam. Hasil temuan ini menunjukkan bahwa Islam sangat menganjurkan eksplorasi ilmu pengetahuan dengan tidak memisahkan dan mempertentangkan antara ilmu agama dan ilmu non agama. Dalam Islam, tidak ada pendikotomian ilmu, yang ada hanyalah pengklasifikasian ilmu, akan tetapi pada praktiknya pengklasifikasian ilmu tersebut salah diartikan oleh banyak kalangan masyarakat muslim itu sendiri.
Dilema Desentraliasi Pendidikan Ma’arif NU di Nusa Tenggara Barat Jumarim Jumarim; Akhmad Asyari
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2013): Juni
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.416 KB) | DOI: 10.20414/elhikmah.v7i1.61

Abstract

Kebijakan desentralisasi penuh dalam penyelenggaraan dan pengelolaan satuan pendidikan menjadikan PP LP Ma’arif NU menetapkan kebijakan bahwa setiap satuan pendidikan yang dikelola di bawah naungan LP Ma’arif NU mempunyai susunan organisasi yang sesuai dengan jenis, jenjang, ruang lingkup, bidang tugas, dan besarnya rombongan belajar/kelas masing-masing. Desentralisai kewenangan kepada lembaga pendidikan NU ini meliputi hak kepemilikan atas semua asset pendidikan termasuk pengadaan, pengelolaan dan pengembangannya, penentuan struktur organusasi di sekolah, keuangan, standar SDM tenaga pendidik dan kependidikannya, bahkan termasuk manajemen pembelajarannya; kurikulum, evaluasi dan sebagainya. Lantas, dimana dan bagaimana peran, tugas dan fungsi LP Ma’arif NU NTB yang dibentuk sebagai departementasi PWNU NTB bidang pendidikan? Inilah problem dasar yang digali dalam penelitian ini. Kata Kunci: Desentralisasi, Pendidikan, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU NTB
Inventarisasi Praktik Inovatif Dalam Pendidikan Untuk Pembangunan Berkelanjutan Akhmad Asyari
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Articles in Press Tahun 2018
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v0i0.300

Abstract

Bagian ini menyajikan definisi konsep kunci yang mendasari gagasan yang pembangunan berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan, seperti yang didefinisikan oleh Uni Eropa, singkatan memenuhi kebutuhan pembangunan generasi sekarang tanpa membahayakan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi mereka pengembangan sendiri kebutuhan. Pembangunan berkelanjutan tidak hanya berfokus pada lingkungan masalah, tapi secara luas menangkap berbagai dimensi pembangunan. Secara tradisional, pembangunan berkelanjutan secara konseptual dianggap dalam tiga pilar utama: Kelestarian lingkungan, Keberlanjutan ekonomi; dan Keberlanjutan sosial.
Inventarisasi Praktik Inovatif dalam Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan Akhmad Asyari
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 12 No. 2 (2018): Desember
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.917 KB) | DOI: 10.20414/elhikmah.v12i2.614

Abstract

Artikel ini menyajikan konsep kunci yang mendasari gagasan yang pembangunan berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan, seperti yang didefinisikan oleh Uni Eropa, singkatan memenuhi kebutuhan pembangunan generasi sekarang tanpa membahayakan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi mereka pengembangan sendiri kebutuhan. Pembangunan berkelanjutan tidak hanya berfokus pada lingkungan masalah, tapi secara luas menangkap berbagai dimensi pembangunan. Secara tradisional, pembangunan berkelanjutan secara konseptual dianggap dalam tiga pilar utama: Kelestarian lingkungan, keberlanjutan ekonomi; dan Keberlanjutan sosial.
Kependidikan NU dan Pendidikan Ke-NU-an: Studi Kasus Tatakelola Lembaga Pendidikan Al-Ma’arif Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat Akhmad Asyari; Jumarim Jumarim; Nuruddin MH
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 15 No. 2 (2021): December
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v15i2.3931

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk melihat peran dan tata kelola Lembaga Ma’arif NU NTB sebagai landing sektor yang secara khusus membidangi tentang pendidikan di kalangan NU. Metode penelitian yang digunakan studi pustaka (library research), dan studi kasus (case study), dengan pendekatan kualitatif, pengambilan kesimpulan pola tehnik induktif-deduktif. Hasil penelitian menyatakan bahwa sikap warga NU yang senantiasa memiliki giroh untuk mengabdi dalam bidang pendidikan dengan mendirikan lembaga pendidikan, peran, fungsi dan tugas LP Ma’arif NU NTB dalam mengelola 528 Satuan Pendidikan tidak bisa maksimal, melainkan sebatas memberikan motivasi pengembangan kwalitas kelembagaan dan proses pembelajaran, mengkoordinasikan program-program pemerintah dan donor dan mengkonsolidasikan lembaga-lembaga pendidikan Ma’arif NU.
Upaya Orang Tua dalam Menanamkan Amalan Ibadah Shalat pada Anak Akhmad Asyari; Rahma Sarita Ahmad; Muhamad Ahyar Rasidi
FONDATIA Vol 6 No 2 (2022): JUNI
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.907 KB) | DOI: 10.36088/fondatia.v6i2.1800

Abstract

This study focuses on the efforts of parents in instilling the practice of prayer in children and what factors are the support and obstacles for parents in instilling the practice of prayer in children. This study uses a qualitative approach where the subjects in this study are community leaders, parents and children. Collecting data in this study using the methods of observation, interviews and documentation. The results showed: 1) the efforts of parents in instilling the practice of praying in children were carried out by giving advice to children, giving examples, giving special attention, training children or getting children to pray from a young age and giving punishment to children. 2) The supporting factor is the encouragement from parents, family, and adequate infrastructure in the house, while the inhibiting factor is parents who are busy with work, friendships, facilities and infrastructure in the environment that do not exist, thus hampering education for children.
Pengaruh Media Sosial TikTok terhadap Minat Belajar Siswa MA Miftahul Ishlah Tembelok Akhmad Asyari; Mirannisa Mirannisa
ISLAMIKA Vol 4 No 3 (2022): JULI
Publisher : Pendidikan Agama Islam STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/islamika.v4i3.1977

Abstract

Audiovisually, Tik Tok is unique compared to other social media platforms. So it is not uncommon to use it as a learning medium because in addition to containing entertaining elements, it can also be a fun learning tool. This study aims to determine whether there is an effect of TikTok social media on students' interest in learning at MA Miftahul Ishlah Tembelok. This research uses correlation quantitative research or correlation research. Data collection techniques in this study were questionnaires, interviews, and documentation. This research is a population research with a total of 75 respondents. Hypothesis testing in this study used a simple linear regression test. Data management in this study uses the SPSS version 21 application. The results of this study indicate that the use of TikTok social media for students is in the medium category with a percentage of 59.5%. For learning interest, students are included in the medium category with a percentage of 61.9%. Based on the results of this study, it can be seen that the significance value is 0.000, so 0.000 <0.005, meaning Ho is rejected and Ha is accepted, so there is a positive and significant influence between TikTok social media and students' interest in learning at MA Miftahul Ishlah Tembelok. The influence of TikTok social media on students' interest in learning is 34.0%.
Beragama di Pulau Pariwisata Internasional : Pengalaman Toleransi Komunitas Muslim di Lombok Nusa Tenggara Barat Akhmad Asyari; Kadri Kadri; Jumarim Jumarim
MANAZHIM Vol 4 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Manajemen Pendidikan Islam STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/manazhim.v4i2.2021

Abstract

Muslim residents in tourist destinations are often seen as victims of the socio-religious impact of the tourism industry in their area. In contrast to this view, this article sees Muslims as important actors in maintaining Islamic traditions amid the negative influence of the tourism industry. This qualitative study focuses on revealing the religious experiences of Muslims in three international tourism islands on Lombok Island, particularly in maintaining Islamic teachings and synchronizing them with tourism activities. The results showed that Muslim residents in Gili Trawangan, Gili Gede and Kuta Village implemented the teachings of tolerant Islam to accommodate religious and economic interests in tourism destinations. Islamic teachings are maintained through independent, institutional-based strengthening, and strengthening by the government. This study recommends the importance of maintaining a tolerant Islamic tradition in international tourism destinations to support tourism and maintain Islamic teachings.
Tantangan Pembelajaran Hybrid di Perguruan Tinggi Akhmad Asyari; Muhamad Ahyar Rasidi
ISLAMIKA Vol 4 No 4 (2022): OKTOBER
Publisher : Pendidikan Agama Islam STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/islamika.v4i4.2191

Abstract

The transmission of Covid 19 urges all countries in the world to carry out universal transformations in various fields including education. This study aims to describe the design and challenges in hybrid learning. This research is a literature study research that is analyzing various relevant literatures with the research focus. The results of the study illustrate that hybrid learning is carried out by utilizing various applications such as LMS and google classroom coupled with limited face-to-face learning. Some of the challenges in implementing hybrid learning include being faced by lecturers and students, for lecturers to add to their work such as digitizing learning materials and disseminating them through various social media features that are accessible to students, and developing learning tools. Another challenge is the difficulty in motivating students. The challenges for students include low learning motivation, low internet access availability, and not being able to work in groups because of the rules for crowding and wearing masks and maintaining health protocols.