Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFICATION OF FRESHWATER GOBY SPECIES FROM THE BIAK AND KOYOAN RIVERS, LUWUK BANGGAI, CENTRAL SULAWESI Gani, Abdul; Bakri, Achmad Afif; Adriany, Devita Tetra; Nurjirana, Nurjirana; Herjayanto, Muh.; Bungalim, Monicha Indrasari; Ndobe, Samliok; Burhanuddin, Andi Iqbal
Jurnal Ilmu Kelautan SPERMONDE VOLUME 5 NUMBER 2, 2019
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jiks.v5i2.8931

Abstract

Sulawesi is an island famous for its biodiversity, including many endemic species. In particular, Sulawesi has the highest number of gobies in the world, including species with potential as food and/or ornamental fishes. The exploration of freshwater ichthyofauna is important in the context of Indonesian and global biodiversity. This research aimed to identify gobies found in the Luwuk Banggai area of Central Sulawesi, as a contribution to the exploration of Indonesian ichthyofaunal biodiversity. Gobies were sampled from January to March 2019 in the Biak and Koyoan Rivers. The sampled fish were measured and identified based on morphological characteristics. A total of 52 specimens were collected, and identified as belonging to 17 species within two families, the Gobiidae and Eleotridae. Gobies from the Koyoan River comprised 32 specimens from 8 species, while 20 specimens belonging to species were found in the Biak River. Only two species were found in both rivers: Stiphodon semoni and Sicyopterus lagocephalus. These results augment the body of knowledge regarding the presence and distribution of gobies in Indonesia
INTERACTION OF STOCKING DENSITY AND DIFFERENT PLANT TYPES IN CULTIVATING SANGKURIANG CATFISH (Clarias gariepinus var. Sangkuriang) AQUAPONIC TECHNOLOGY Dg. Masese, Risa Apriana A.; Ndobe, Samliok; Widiastuti, Irawati Mei
AQUASAINS Vol. 12 No. 2 (2024): March 2024
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aqs.v12i2.p1451-1461

Abstract

This study investigated the impact of varying stocking densities and plant species interactions within an aquaponic framework. Conducted over a 45-day period (August-October 2023) at the Experimental Farm of Tadulako University, Palu, Central Sulawesi, the research utilized juvenile Sangkuriang catfish (Clarias gariepinus var. Sangkuriang) as the focal organism. Employing a factorial design, with stocking densities 12, 20, and 28 fish per 40 liters of water and three distinct plant species (Ipomoea aquatica, Brassica rapa subsp. chinensis, and Lactuca sativa), the study aimed to elucidate optimal growth conditions. Key findings revealed that the stocking density of 12 fish per 40 liters of water, coupled with pakchoi plants, yielded the most significant growth enhancements. Specifically, this configuration demonstrated a specific growth rate of 6.66±0.7% and absolute weight growth of 14.06±1.0, along with a specific length growth rate of 2.10±0.6% and absolute length growth of 4.48±0.6%. Notably, water quality parameters remained within acceptable limits across all treatments, ensuring an environment conducive to catfish growth. In conclusion, this research underscores the critical role of stocking density and plant selection in optimizing aquaponic systems. The findings offer valuable insights into enhancing both fish and plant growth dynamics within integrated aquaponic frameworks. Keywords: Catfish farming, aquaponics, growth rate, survival rate.
Pengaruh Perendaman Larva Ikan Pterapogon kauderni dengan Hormon 17α-Methyltestosteron Menggunakan Dosis yang Berbeda terhadap Rasio Kelamin Jantan Safir, Muhammad; Ndobe, Samliok; Madinawati, Madinawati; Mangitung, Septina Fifi; Serdiati, Novalina; Riyadi, Moh.
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid IX Nomor 2 Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v9i2.330

Abstract

Banggai cardinalfish (Pterapogon kauderni) adalah salah satu ikan hias endemik perairan Sulawesi Tengah. Dalam proses pemijahannya, induk jantan akan mengerami telur hingga memasuki fase juvenil. Kondisi tersebut (lamanya masa pengeraman) tentunya akan menghambat peningkatan populasi ikan P. kauderni dengan target jumlah dalam waktu tertentu terlebih jumlah induk jantan yang terbatas. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis hormon 17α-methyltestosteron (17α-MT) terbaik dalam menghasilkan rasio kelamin jantan ikan P. kauderni yang tinggi. Penelitian didesain menggunakan rancangan acak lengkap dengan mengujikan empat perlakuan dosis 17α-MT meliputi 0 mg/L; 2 mg/L; 4 mg/L dan 6 mg/L air yang diterapkan melalui metode perendaman selama 4 jam. Setiap perlakuan dilakukan 4 kali ulangan. Hasil perlakuan perendaman larva dengan hormon 17α-MT pada dosis berbeda tidak berpengaruh terhadap laju pertumbuhan harian ikan P. kauderni (P>0,05). Pertambahan biomasa dan kelangsungan hidup lebih rendah pada perlakuan dosis 6 mg/L air. Rasio kelamin jantan ikan P. kauderni tertinggi terjadi pada perlakuan dosis 2 mg/L air yakni sebesar 91,67%.
Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Pesisir Di Kelurahan Kabonga Besar Kabupaten Donggala Ndobe, Samliok; Mangitung, Septina F.; Widiastuti, Irawati Mei; Hasanah, Nur; Hermawan, Roni; Rukka, Andi Heryanti
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 4 No 1 (2026): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v4i1.1481

Abstract

Kawasan mangrove merupakan Kawasan pesisir yang rentan terhadap dampak keberadaan sampah. Hal ini disebabkan selain kawasan tempat bertemunya air dari sungai yang membawa sampah dari darat dan air laut yang mendistribusi sampah dari laut akibat gelombang. Disamping itu Kawasan ini sering dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir melalui pendekatan edukatif dan partisipatif di kawasan mangrove Kelurahan Kabonga Besar, Kabupaten Donggala. Kawasan ini memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis lingkungan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan September 2024 dengan metode observasi, deskriptif, dan partisipatif melalui pendekatan penyuluhan yang bersifat persuasif edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, munculnya inisiatif pembentukan kelompok pengelola sampah tingkat desa, serta komitmen pemerintah setempat dalam mendukung keberlanjutan program. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat di kawasan wisata mangrove.
Struktur Ukuran Banggai Cardinalfish (Pterapogon kauderni) di Teluk Lalong, Luwuk Wahyudi, Deddy; Masyahoro, A.; Ndobe, Samliok; Mubin; Syukri
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 6 No 1 (2026): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v6i1.1495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur populasi dan distribusi spasial Banggai Cardinalfish (Pterapogon kauderni) di Teluk Lalong, Luwuk, Sulawesi Tengah. Parameter yang diamati meliputi kepadatan populasi, distribusi horizontal dan vertikal, komposisi ukuran (rekrut, juvenil, dewasa), serta keterkaitan dengan jenis mikrohabitat. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode Underwater Visual Census (UVC) dengan transek sabuk (belt transect) pada beberapa stasiun pengamatan yang mewakili perbedaan kedalaman dan kondisi substrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi P. kauderni di Teluk Lalong didominasi oleh individu rekrut (543 ekor), diikuti oleh juvenil (509 ekor) dan dewasa (323 ekor). Kepadatan tertinggi ditemukan pada stasiun dengan kompleksitas substrat tinggi yang didominasi bulu babi (Diadema spp.) dan karang mati, sedangkan kepadatan terendah ditemukan di area muara sungai dengan substrat pasir berlumpur. Pola distribusi ini mengindikasikan bahwa P. kauderni memiliki preferensi kuat terhadap habitat dengan struktur pelindung alami. Hasil ini sejalan dengan studi sebelumnya di Luwuk dan Gilimanuk yang menegaskan pentingnya mikrohabitat pelindung dalam mendukung kelimpahan dan kelangsungan hidup spesies endemik ini. Dengan demikian, ketersediaan mikrohabitat yang sesuai merupakan faktor ekologis utama yang menentukan keberadaan P. kauderni di habitat introduksi Teluk Lalong. Temuan ini memberikan dasar penting bagi strategi konservasi dan pengelolaan spesies yang saat ini tergolong terancam punah dalam Daftar Merah IUCN.
GROWTH PERFORMANCE AND SURVIVAL RATE OF EEL (Anguilla marmorata Quoy & Gaimard, 1824) IN RECIRCULATION SYSTEMS WITH DIFFERENT BIOFILTERS Tofik, Tofik; Ndobe, Samliok; Rukka, Andi Heryanti; Tantu, Fadly Y.; Masyahoro, A.; Ya’la, Zakirah Raihani; Mangitung, Septina F.
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.1986

Abstract

Potensi ikan sidat (Anguilla marmorata Quoy & Gaimard, 1824) di Indonesia cukup tinggi. Keberadaan potensi benih ikan sidat dari alam belum dimanfaatkan secara optimum untuk dibesarkan sampai ukuran konsumsi, sehingga perlu dikembangkan teknologi pembesaran. Diharapkan teknologi yang diterapkan dan dikembangan dapat dilakukan baik pada skala kecil maupun skala besar. Permasalahan dalam budidaya ikan adalah mempertahankan kualitas air agar tetap baik. Salah satu eknologi yang dapat diterapkan adalah teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) atau sistem budidaya dengan resirkulasi menggunakan filter alami berasal dari tanaman biofilter. Tujuan penelitian untuk mengetahui penggunaan biofilter berbeda pada sistem resirkulasi terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup (sintasan) ikan sidat (A. marmorata). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kualitas Air dan Biologi Akuatik, Program Studi Akuakultur Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako, Palu. Penelitian didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan diterapkan berupa penggunaan biofilter, terdiri dari: perlakuan A = Biofilter Selada, perlakuan B = Biofilter Seledri, perlakuan C = Biofilter Pakcoy, perlakuan D = Biofilter kangkung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan biofilter tanaman berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak ikan sidat. Penggunaan biofilter kangkung diproleh nilai tertinggi pada pertumbuhan bobot mutlak (0,29±0,05 g), pertumbuhan bobot spesifik (1,83±0,28%); nilai terendah pertumbuhan bobot mutlak pada penggunaan biofilter selada (0,19±0,03 g) dan pertumbuhan bobot spesifik pada perlakuan biofilter packcoy (1,38±0,21%). Kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan biofilter kangkung (76±8,94%), sedangkan terendah pada perlakuan biofilter seledri (60±14,14%). Hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan biofilter tanaman kangkung merupakan perlakuan terbaik untuk pembesaran ikan sidat (Anguilla marmorata Quoy & Gaimard).
Total plate count and Salmonella spp. in de-boned milkfish (Chanos chanos) in Palu City, Indonesia Samliok Ndobe; Ellen Oktanike Merpati; Rusaini Rusaini; Novalina Serdiati; Rusdi Rusdi
Depik Vol 12, No 2 (2023): AUGUST 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.2.30959

Abstract

High total plate count (TPC) and the presence of Salmonella spp. in food products can cause health problems for consumers. De-boned milkfish products are popular with consumers in Palu City, Central Sulawesi, Indonesia, but there is a lack of data on their safety. Therefore, this study aimed to investigate TPC levels and detect contamination by Salmonella spp. in these products. Samples of fresh and processed milkfish were collected from two de-boned milkfish processing sites: the Technical Implementation Unit for the Application of Fishery Product Quality Control (TIU-AQFP) and the Melona Micro, Small and Medium Enterprise (MSME) Group in Palu City. Microbiological assays included counting the number of bacterial colonies (TPC) as well as the isolation and identification of Salmonella spp. through biochemical tests. The study applied a completely randomized factorial design with three replicates per site and per product (12 experimental units). De-boning had a significant (P0.05) effect on TPC (1.26103 to 2.20103 CFU/g for de-boned milkfish compared to 4.28103 to 2.94104 CFU/g for fresh unprocessed milkfish). However, the types of bacteria identified in fresh and de-boned milkfish, including Klebsiella, Enterobacter and Citrobacter, were present at non-pathogenic levels. No Salmonella spp. contamination was found in the test samples. These results indicate that de-boned milkfish products from the TIU-AQFP and Melona MSME Group in Palu City are safe and suitable for human consumption.Keywords:Bone-free milkfishBacterial contaminationPathogen assayFish processingFood safety
Microhabitat association and population status of the Luwuk introduced Banggai cardinalfish (Pterapogon kauderni Koumans, 1933) population Serdiati, Novalina; Gani, Abdul; Wahyudi, Deddy; Moore, Abigail Mary; Ndobe, Samliok
Depik Vol 10, No 3 (2021): December 2021
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.10.3.23501

Abstract

The Banggai cardinalfish Pterapogon kauderni is the Indonesian national marine ornamental fish mascot, and an object of national and international conservation concern. The endemic population of this species is limited to the Banggai Archipelago in Central Sulawesi, Indonesia and a few nearby islands in North Maluku. In addition, introduced populations have become established, mainly along ornamental fish trade routes. The National Action Plan for Banggai Cardinalfish Conservation (NAP-BCFC) calls for monitoring and management of all P. kauderni populations. A survey of the Luwuk introduced P. kauderni population was carried out in October 2021. Data were collected at three sites with established P. kauderni populations: the ferry harbour, public harbour (Teluk Lalong) and a recreational area on the nearby coast (Kilo 5). P. kauderni were recorded by microhabitat association and size class (recruits, juveniles, adults). Data collected were compared with data from previous surveys where available. With the exception of one group in a sea anemone at Kilo 5, all P. kauderni were associated with Diadema sea urchins (D. setosum at all sites; D. savignyi at Kilo 5). At Kilo 5 P. kauderni the population structure indicates the possible capture of market-sized juveniles. Overall abundance was also lower compared to the polluted but unfished harbours. The proportion of recruits was significantly negatively correlated with the ratio of adult P. kauderni to Diadema urchins. The results will inform regional legislation currently in preparation to support sustainable management of P. kauderni populations, habitat and microhabitat in Central Sulawesi, as well as contributing to NAP-BCFC targets.Keywords:Banggai cardinalfishEndangered speciesDiademaMicrohabitat,MonitoringOrnamental fisheryLocal regulation
PELATIHAN PENGOLAHAN KERANG AIR TAWAR BERSAMA KELOMPOK PKK DESA TALAGA, KABUPATEN DONGGALA Madinawati; Samliok Ndobe; Andi Pertiwi Damayanti; Sri Herlina; Rahmat Alapi; Moh Tegar
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 2 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i2.3631

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertujuan untuk memanfaatkan potensi kerang air tawar dari Perairan Danau Dampelas. Permasalahan utama yang dihadapi mitra saat ini rendahnya pengetahuan masyarakat sekitar terkait teknologi pengolahan kerang air tawar menjadi produk olahan siap konsumsi maupun menjadi produk yang bisa disimpan dalam jangka panjang. Tidak adanya nilai ekonomis dan keterampilan dalam pengolahan, sehingga menyebabkan masyarakat sekitar membiarkan kerang tersebut begitu saja dipinggiran danau hingga mati. Tujuan pelaksanaan PkM membantu masyarakat dalam hal manajemen produksi kerang air tawar sehingga produk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan masyarakat dan Menghasilkan calon-calon wirausaha (sebagai embrio dimulai dari kelompok ibu- ibu PPK Desa Talaga). Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra. Kegiatan berupa sosialisasi, ceramah dan demonstrasi pembuatan produk. Hasil PkM telah memberikan wawasan dan pengetahuan kepada kelompok mitra tentang manajemen usaha, pengetahuan tentang nilai gizi dan manfaat kerang air tawar bagi kesehatan. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat ini dapat menjadi acuan dalam memberikan penyuluhan dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok mitra dalam menghasilkan makanan berasal dari potensi lokal bernilai gizi tinggi untuk meningkatkan kesehatan ketahanan pangan keluarga. Kemampuan kelompok mitra akan diaplikasikan pada masyarakat Desa Talaga secara umum bahkan kedepannya berpeluang untuk dijadikan sebagai usaha untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
Growth and survival of banggai cardinalfish, Pterapogon kauderni Koumans, 1933 with different natural feeds Samliok Ndobe; Karimullah Karimullah; Deva Elvina Sari; Achmad Rizal; Novalina serdiati; Nasmia; Muh. Saleh Nurdin
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 5 No 2: November 2023
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v5i2.1825

Abstract

The Banggai cardinalfish (Pterapogon kauderni Koumans, 1933) is a conservation priority species in Indonesia. To date there has been no effort to rear Banggai cardinalfish on a commercial scale, so that fish are still mainly captured from the wild. Therefore, efforts are being made to develop ex-situ Banggai cardinalfish culture using different types of natural feed. This research aimed to determine the best type of natural feed to promote the growth and survival of juvenile Banggai cardinalfish. The research was conducted during December 2021-January 2022, at the Central Sulawesi Provincial Marine Affairs and Fisheries Service Hatchery, in Mamboro Village, Palu City. The study used 3 treatments with 6 replicates each: A (Artemia), B (Cullex), and C (Tubifex). The use of different natural feeds had a significant effect on net weight gain but did not have a significant effect on daily growth rate and net growth in length. Treatment B (Cullex) gave the highest net weight gain and daily growth rate of 0.08 ± 0.3 g and 0.25 ± 0.1 % respectively; treatment A (Artemia) gave the highest net growth in length of 0.5 ± 0.2; and survival rate was highest (100%) under treatment B (Cullex).
Co-Authors . Muslihudin . Soemarno A. Masyahoro A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd Waris Abdillah Abdillah Abdul Gani Abdul Gani Abdul Gani Abdul Masyahoro Abdul Waris Abdul Waris Abigail Mary Moore Abigail Mary Moore Abigail Mary Moore Abigail Mary Moore Abigail Moore Abigail Moore Achmad Rizal Achmad Rizal Adriansyah Adriansyah Adriany, Devita Tetra Afiat Gamgulu Alapi, Rahmat Ali Husni ali, wildayanti Alimudin Laapo Ana, Qur Andi Iqbal Burhanuddin Andi Pertiwi Damayanti Aprianto, Yudistira Asriaty Mantung Aswad Eka Putera Bakri, Achmad Afif Betutu Senggagau, Betutu Bungalim, Monicha Indrasari Daduk Setyohadi Danty, Astri Rahma Deddy Wahyudi Deddy Wahyudi Deddy Wahyudi Deddy Wahyudi Desiana T Tobigo Desiana Trisnawati Tobigo Deva Elvina Sari Dewanto, Didit Kustantio Dg. Masese, Risa Apriana A. Didit Kustantio Dewanto Eka Rosyida Ekaputra, aswad EKO CAHYONO Ellen Oktanike Merpati Endang Y. Herawati Endang Yuli Herawati Erwin Wuniarto, Erwin Fadly Y Tantu Fahrezi, Rifki Finarti Finarti Gatot Siswo Hutomo Halik, Moh. Nur Hartina Hartina Hartina Hartina, Hartina Hein, Moh. Fahrit W Heriyanti Rukka Herjayanto, Muh. Herjayanto, Muhammad Irawati Mei Widiastuti Jamaluddin Jompa James Yosep Walalangi Karimullah Karimullah Kasim Mansyur, Kasim Khartiono, Lady Diana Kris Handoko KRISTIANTO NUGROHO, KRISTIANTO Kusmadi Lahati, Sonny Madinawati Madinawati Maemunah Maemunah Mangitung, Fifi Mangitung, Septina F. Mangitung, Septina Fifi Merpati, Ellen Oktanike Moh Tegar Moh. Fahrit W Hein Moh. Yasir Mohammad Zamrud Mohammad Zamrud Monoarfa, Viny Desiyanti Moore, Abigail Mary Muamar Muamar Mubin Muh. Saleh Nurdin Muhammad Fadli Muhammad Herjayanto Muhammad Safir Muhammad Zamrud, Muhammad Musayyadah Tis’in Musdalifa Musdalifa Nanang Rahmayanti Nasmia Nasution, Ali Napiah Novalina Serdiati Novian Suhendra Nur Hasanah Nur Hasanah Nurhikmah Nurhikmah Nurjirana, Nurjirana Pawaro, Moh. Fadlan Daeng Puput Melaty Putra, Masteria Yunovilsa Putut Har Riyadi Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmat Alapi Rahmat Padyawan, Andhy Rahmat, Abi Rasul Rasul, Rasul Riyadi, Moh. Roni Hermawan Roni Hermawan, Roni Rostiati Dg Rahmatu Rusaini Rusaini Rusaini, Rusaini Rusdi Rusdi Rusdi Rusdi Rusdin Rusdin Sababuli, Jeklin M Sababuli, Jeklin M. Sabrina Sabrina Salanggon, Alismi M Salman, Abrar Mujahidin Sari, Devi Elvina Soemarno _, Soemarno Sonny Lahati Sri Herlina Suriani Suriani Suriani Suriani Suryatama, Yahya Rizkiandra Syukri Syukri Syukri Tofik, Tofik TRI JOKO SANTOSO Triyani Dewi Walalangi, James Yosep wandi Wendy Alexander Tanod wisto, Wisto Yahya Rizkiandra Suryatama Yuliana Yuliana Yuliana Yuliana Yulina Irawati Zakirah Raihani Ya’la Zamrud, Mohammad Zidan, Muh.