Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penggunaan Video Tutorial Pembuatan Kampuh Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Dasar-Dasar Busana Siswa Kelas X Busana SMKN 3 Pekanbaru Khairani, Fitranada Ihsanul; Nelmira, Weni
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i1.728

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengatasi kesulitan siswa dalam membuat kampuh pada mata pelajaran Dasar-Dasar Busana, yang menyebabkan lebih dari 50% siswa belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Maka diperlukan strategi baru dalam penggunaan media atau metode pembelajaran yang lebih efektif dibandingkan metode konvensional. Makadigunakan video tutorial sebagai media pembelajaran alternatif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimen, yaitu Pretest-Posttest Control Group Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas X Busana 1 dan X Busana 2 SMKN 3 Pekanbaru tahun pelajaran 2024/2025, berjumlah 72 orang. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen dengan nilai rata-rata 84,21 dibandingkan kelas kontrol 79,98. Perbedaan hasil belajar didapatkan dari hasil analisis data menunjukkan nilai thitung 2,965 > ttabel 1,994 atau sig. (2-tailed) 0,004 < 0.05. Sehingga disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya ada pengaruh hasil belajar siswa yang diajar menggunakan video tutorial dengan siswa yang diajar secara konvensional
Pengaruh Metode Pembelajaran Tutor Sebaya Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Teknologi Menjahit Tata Busana Kelas X SMK Negeri 1 Sawahlunto Putri, Zahwa Miffia; Nelmira, Weni
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i1.736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar teknologi menjahit busana siswa kelas X Tata Busana SMK Negeri 1 Sawahlunto menggunakan metode tutor sebaya untuk menguji pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya terhadap hasil belajar. Penelitian ini merupakan quasi exsperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 30 siswa. Metode teknik pengumpulan data dilakukan dengan lembar tes pretest dan posttest, lembar observasi penilaian sikap. Teknik analisis data menggunakan uji-t. hasil pelitian menunjukkan rata-rata hasil belajar teknologi menjahit  sebelum menggunakan metode tutor sebaya  86%, sedangkan setelah menggunakan metode pembelajaran tutor sebaya  adalah 98%. Uji-t menunjukkan nilai thitung  43,177 > 2,045 ttabel. Dengan demikian, terdapat pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya terhadapa hasil belajar siswa.
COTTON DYEING USING ARECA CATECHU L SEED EXTRACT WITH COCONUT WATER MORDAN Adriani, Adriani; Putri, Azizah Dwi; Novrita, Sri Zulvia; Nelmira, Weni
Home Economics Journal Vol. 8 No. 1 (2024): May
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hej.v8i1.71364

Abstract

The phenomenon of the textile industry in Indonesia is that there are a lot of synthetic dyes that are used as dyes in textiles, but these synthetic dyes have carcinogenic properties and can pollute the environment. To overcome this bad impact by using natural dyes. The aim of the research was to describe the color name (hue), light darkness (value), color evenness, and washing resistance using young coconut mordant water. This research uses an experimental method with primary data sources. The data collection technique uses an instrument in the form of an assessment sheet. The data analysis technique is using the Friedman K-Related sample test with the help of SPSS. The results of the research show 1) The names of the colors that appear are Sepia Brown and Cocoa Brown, 2) The dark light obtained is quite light and light, 3) The evenness of the color obtained is quite even and even, 4) The durability of washing without mordant always changes from each washing stage, and the young coconut water mordant changed at 3 and 5 washings.
KERAJINAN RENDA BANGKU DI NAGARI BALAI PANJANG KOTA PAYAKUMBUH (Studi Kasus di Usaha Tenun Balai Panjang) Indriani, Suci; Nelmira, weni
Pesona Vol. 4 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pesona.v4i2.66393

Abstract

Renda bangku di Balai Panjang sudah mulai berkembang cukup baik, terlihat dari motif-motif, dan ciri khas renda bangku. Namun masih banyak yang belum mengenal renda bangku yang ada dibalai panjang, karena renda bangku yang banyak di kenal itu ada di Koto Gadang. Permasalahan renda bangku di Balai Panjang ini adalah terletak pada rendahnya minat generasi muda dalam membuat renda bangku, keterbatasan pengrajin. Tujuan penelitian ini : 1) Mendeskripsikan alat dan bahan yang digunakan dalam produksi rendo bangku. 2) Mendeskripsikan desain motif yang digunakan pada produksi rendo bangku. 3) Mendeskripsikan jenis produk rendo bangku yang di produksi pada Usaha Tenun Balai Panjang di Kota Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Informan penelitian terdiri dari ketua pengelola, pengrajin dan instruktur di Usaha Tenun Balai Panjang. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data, menggunakan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi dan auditing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Alat yang digunakan untuk membuat renda bangku adalah bangku persegi dan bulat, kios, jarum pentul, gunting, pendedel, alat tulis dan meteran. Bahan yang digunakan untuk membuat renda bangku adalah benang, kain katun, kertas minyak, kertas karton. 2) Motif renda bangku memakai motif hias dari tumbuhan seperti bunga mawar, dan motif gonjong lima. Warna yang dipakai dalam renda bangku memakai warna pastel, warna lembut, serta warna muda seperti hijau muda, coklat muda. Ukuran renda bangku berkisaran panjang 60 cm, lebar 10-15 cm. 3) Jenis produk renda bangku di balai panjang digunakan untuk renda ujung selendang, sebagai lenan rumah tangga seperti taplak meja.
The Suitability of Helen Joseph Armstrong’s Raglan Sleeve Pattern for Idealized Body Types of Indonesian Women Fithri, Aulya; Nelmira, Weni
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 14 No. 1 (2025): Gorga: Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v14i1.64521

Abstract

The Helen Joseph Armstrong raglan sleeve pattern is widely used in garment making, but it is not yet fully suitable for the body proportions of ideal adult Indonesian women. This misfit can result in discomfort and aesthetic issues in clothing, which necessitates research to analyze the weaknesses and make pattern adjustments. This study aims to identify weaknesses, make improvements, and evaluate the fit of the raglan sleeve pattern for women with a height of 165 cm and weight of 53 kg, in accordance with the Body Mass Index (BMI) classification for adult Asians. The research method uses an applied approach, with a Likert scale-based assessment format and descriptive statistical analysis. The evaluation focuses on indicators such as sleeve length, peak arm height, midline of the arm, shoulder slope, raglan line, bicep, elbow line, and sleeve cuff circumference by four panelists. The results show that in the first fitting, the average pattern fit was only 63%, categorized as fairly suitable. Several weaknesses were identified, such as a backward shoulder line, raised raglan line, and overly large biceps. Adjustments were made by modifying the shoulder line, lowering the raglan line, reducing bicep size, and adjusting the sleeve cuff circumference. In the second fitting, the pattern fit increased to 86%, categorized as very high. These results indicate that pattern adjustments are essential to achieving optimal fit for ideal adult Indonesian women, thereby improving both comfort and aesthetic appearance in clothing.
PENGEMBANGAN E-MODUL MATERI PEMBUATAN POLA DASAR SISTEM SO-EN MATA KULIAH KONTRUKSI POLA BUSANA UNTUK MAHASISWA TATA BUSANA UNIVERSITAS NEGERI PADANG Susmelly, Sri; Ernawati, Ernawati; Nelmira, Weni; Suci, Puji Hujria; Hadiastuti, Hadiastuti
EDUTECH Vol 24, No 3 (2025): (Online First) October 2025
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v24i3.85042

Abstract

This study was motivated by the limited availability of learning resources and the difficulties students face in understanding the steps involved in constructing basic patterns using the So-en system. These difficulties are particularly evident in key stages such as body measurement, fabric planning, cutting, sewing, fitting, and finishing. The instructional materials currently used in the learning process are primarily in the form of jobsheets, which do not adequately support students’ comprehensive understanding. The purpose of this study is to develop an e-module on basic pattern making using the So-en system for the Konstruksi Pola Busana (Garment Pattern Construction) course, targeted at students in the Fashion Design Diploma Program at Universitas Negeri Padang. The research employed a Research and Development (RD) approach, utilizing the 4D development model: Define, Design, Develop, and Disseminate. However, the Disseminate phase was not conducted due to time and budget constraints. The research instruments consisted of validity and practicality questionnaires. Content and media validation were carried out by two media experts and two subject matter experts. Practicality testing was conducted by one course instructor and through student trials in both small and large groups. The small group trial involved 10 students, while the large group trial included 23 students from the Fashion Design Diploma Program. The results showed that the media experts rated the e-module 91% valid, while the subject matter experts gave a 93% validity rating, both falling into the “very valid” category. The practicality assessment yielded a 94% rating from the lecturer, 92% from the small group, and 91% from the large group, all categorized as “very practical.” Based on these findings, the developed e-module is proven to be both valid and practical, making it suitable for use in the learning process of the Konstruksi Pola Busana course. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan sumber belajar dan kesulitan mahasiswa dalam memahami langkah kerja pembuatan pola dasar dengan sistem so-en, terutama pada tahap pengambilan ukuran, perancangan bahan, pemotongan, menjahit, fitting hingga finishing. Media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran masih terbatas berupa jobsheet, sehingga belum cukup mendukung pemahaman mahasiswa secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengambangkan e-modul pembuatan pola dasar sistem so-en pada mata kuliah Kontruksi Pola Busana bagi mahasiswa Tata Busana Universitas Negeri Padang. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model 4D, yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan, dan disseminate (penyebaran). Namun pada penelitian ini tahap penyebaran belum bisa dilakukan mengingat keterbatasan peneliti pada segi waktu dan biaya. Intrumen penelitian ini berupa angket uji validitas dan kepraktisan. Validasi dilakukan kepada dua orang ahli media dan dua orang ahli materi. Uji kepraktisan dilakukan kepada satu dosen pengampu mata kuliah, uji coba mahasiswa melalui uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompek besar. Uji coba kelompok kecil diujicobakan kepada 10 orang mahasiswa D3 Tata Busana dan uji coba kelompok besar diujicobakan kepada 23 orang mahasiswa D3 Tata Busana. Berdasarkan uji validitas ahli media mendapatkan presentase 91% dengan kategori sangat valid, lalu hasil uji validitas ahli materi mendapat presentase 93% dikategorikan sangat valid. Berdasarkan uji kepraktisan dosen didapatkan nilai dengan presentase 94% dengan kategori sangat praktis, lalu uji coba kelompok kecil diperoleh nilai dengan presentase 92% dengan kategori sangat praktis, dan uji coba kelompok besar diperoleh nilai dengan presentase 91% yang dikategorikan sangat praktis. Berdasarkan hasil uji validitas dan kepraktisan dapat disimpulkan bahwa media e-modul materi pembuatan pola dasar sistem so-en mata kuliah Kontruksi Pola Busana terbukti valid dan praktis sehingga dapat digunakan pada proses pembelajaran.
Pengembangan Video Pembuatan Teknik Hias SMOCK Pada Mata Kuliah Cipta Busana Aprilia, Nova; Puspaneli, Puspaneli; Nelmira, Weni; Suci, Puji Hujria; Husni, Rafikah
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i2.3608

Abstract

Pembelajaran teknik hias SMOCK pada mata kuliah Cipta Busana di Program Studi Tata Busana Universitas Negeri Padang masih terbatas pada jobsheet dan presentasi sehingga kurang efektif untuk keterampilan yang memerlukan ketelitian tinggi. Waktu pembelajaran yang singkat dan keterbatasan media membuat mahasiswa kesulitan mengulang praktik secara mandiri, sehingga diperlukan media pembelajaran inovatif yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Penelitian ini bertujuan mengembangkan video pembelajaran teknik hias smock yang valid dan praktis untuk mendukung pembelajaran mandiri mahasiswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) model 4D (Define, Design, Develop), tanpa tahap disseminate. Subjek terdiri dari 1 ahli media, 2 ahli materi, 1 dosen pengampu, serta mahasiswa pada uji kelompok kecil (n=10) dan besar (n=30). Instrumen berupa angket skala Likert digunakan untuk mengukur validitas dan praktikalitas. Hasil uji validitas menunjukkan rata-rata 90,2% (sangat valid), sedangkan praktikalitas memperoleh rata-rata 92,4% (sangat praktis). Video dinilai memudahkan mahasiswa memahami teknik smock, meningkatkan kemandirian belajar, serta menjadi referensi tambahan bagi dosen. Penelitian hanya melibatkan satu program studi dan belum melaksanakan tahap disseminate, sehingga generalisasi temuan memerlukan uji lanjutan. Video pembelajaran memungkinkan akses fleksibel, mengurangi ketergantungan pada dosen, dan meningkatkan efektivitas pembelajaran praktik. Penelitian ini mengisi celah kajian media pembelajaran teknik SMOCK di pendidikan tinggi dengan menghasilkan video yang terbukti valid dan praktis, serta memperkuat literatur mengenai pengembangan media berbasis video untuk keterampilan busana.
Research Trend of Learning Media in Fashion Education in Indonesia Utami, Rima Agustia; Nelmira, Weni; Chairani, Vici Syahril; Utami, Resti
Indonesian Journal of Educational Research and Review Vol. 8 No. 2 (2025): July-INPRESS
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijerr.v8i2.90942

Abstract

The development of learning media in fashion education still faces limitations, particularly in the integration of digital technology to support the teaching and learning process. This condition highlights the urgency of examining research trends related to learning media in order to gain a comprehensive understanding of development directions that are relevant to current educational needs. This study aims to analyze the research trends of learning media in the field of fashion education through a bibliometric approach. The research employed a quantitative descriptive method with a bibliometric analysis design. Data were obtained from 500 articles collected through the Google Scholar database for the period 2010–2024 using the Publish or Perish application. The articles were then screened and re-verified with the assistance of Excel and Mendeley, resulting in 328 eligible articles for analysis. Data were analyzed using VOSviewer to map research trends based on keywords, publications, and inter-topic connections. The findings indicate a significant increase in the number of publications, with the peak occurring in 2023. VOSviewer analysis identified eight clusters with 104 keyword links, in which the dominant keywords include “learning media,” “video tutorial,” “e-module,” and “learning outcomes.” This study concludes that bibliometric exploration provides valuable contributions to the development of more innovative, interactive, and effective learning media, while serving as a strategic reference for enriching practices in fashion education in the future.
PENGARUH PERBEDAAN MORDAN PADA PENCELUPAN DENGAN ZAT WARNA DAUN INAI (LAWSONIA INERMIS L.) TERHADAP KAIN KATUN Muharrani, Khalishah Rezky; Adriani, Adriani; Novrita, Sri Zulfia; Nelmira, Weni
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50050

Abstract

Natural dyes are highly recommended as environmentally friendly dyes so they can be used continuously. This research utilizes henna leaves as a natural dye that is easy to obtain and has a coloring agent. This study means to depict: 1) the color's name (hue), 2) its value, 3) its uniformity, and 4) the effect of various mordant whitting and tunjung on the results of natural dyeing cotton fabric with henna leaf extract. The primary data used in this study come from 18 panelists, making it an experiment. The gathered information is handled and investigated with the SPSS (Factual Item and Administration Arrangement) rendition 22.0 utilizing the K-related example friedman test equation. The research results show that the colors are produced from: 1) the non-mordant dye is Golden Sundance #BB9457, 2) dyeing with whiting mordant produces Golden Sundance color #BDB76B, and 3). dyeing with Tunjung mordant produces Dark Olive Green color #32441E. The results of data value analysis obtained from the Friedman K-relative sample a significance of 0.000 which is smaller than the significance level of 0.05 or 0.000 <0.05. Then Ho is declared rejected, which is  means that there is a significant effect on the color darkness (value) due to the influence of the use of mordant whitting, and tunjung on the dyeing results of henna leaf extract (Lawsonia Inermis L) on cotton fabric. Based on the analysis obtained from the Friedman K-related test the sample for evenness of color is 0.001 which is smaller than the significance level of 0.05 or 0.001 <0.05. Then Ho was declared rejected, which meant that there was a significant difference in the evenness of the color caused by differences in mordant to the results of dyeing henna leaf extract (Lawsonia Inermis L) on cotton fiber material.Keywods: whitting, tunjung, henna leaves.AbstrakPewarna alami sangat direkomendasikan sebagai pewarna yang ramah lingkungan sehingga dapat digunakan terus menerus. Penelitian ini memanfaatkan daun inai sebagai bahan pewarna alami yang mudah diperoleh dan memiliki zat warna. Penelitian tujuannya guna mendeskripsikan 1) nama warna (hue), 2)  gelap terang warna (value), 3) kerataan warna, dan 4) pengaruh perbedaan mordan kapur sirih, dan tunjung terhadap hasil pencelupan alami menggunakan ekstrak daun inai pada kain katun. Jenis penelitian adalah eksperimen, data penelitian yang digunakan adalah data primer yang bersumber dari 18 panelis.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, kemudian data tersebut diolah dan dianalisis dengan uji Friedman K-Related Sample.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna yang dihasilkan dari: 1) pencelupan tanpa mordan adalah warna Golden Sundance #BB9457 2) pencelupan dengan mordan kapur sirih menghasilkan warna Golden Sundance #BDB76B, dan 3) pencelupan dengan mordan tunjung adalah menghasilkan warna Dark Olive Green #32441E. Hasil analisis data gelap terang yang diperoleh signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 atau 0,000 < 0,05. Maka Ho dinyatakan ditolak, mempunyai arti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap gelap terang warna (value) akibat pengaruh penggunaan mordan kapur sirih, dan tunjung terhadap hasil pencelupan ekstrak daun inai (Lawsonia Inermis L) pada kain katun. Berdasarkan analisis yang di peroleh dari uji Friedman K-related sampel untuk hasil kerataan warna adalah 0,001 yang lebih kecil dibandingkan dari taraf signifikansi 0,05 atau 0,001 < 0,05. Maka Ho dinyatakan ditolak, yang berarti adanya perbedaan signifikan terhadap kerataan warna yang diakibatkan oleh perbedaan mordan terhadap hasil pencelupan ekstrak daun inai (Lawsonia Inermis L) pada bahan dari serat katun.  Kata Kunci: kapur sirih, tunjung, daun inai.Authors:Khalishah Rezky Muharrani : Universitas Negeri MedanAdriani : Universitas Negeri MedanSri Zulfia Novrita : Universitas Negeri MedanWeni Nelmira : Universitas Negeri Medan References:Abu, A., & Hading, A. (2016). Pewarnaan tumbuhan alami kain sutera dengan menggunakan fiksator tawas, tunjung dan kapur tohor. Indonesian Journal of Fundamental Sciences, 2(2), 86-91.Ahmad, A. F., & Hidayati, N. (2018). Pengaruh jenis mordan dan proses mordanting terhadap kekuatan dan efektifitas warna pada pewarnaan kain katun menggunakan zat warna daun jambu biji Australia. Indonesia Journal of Halal, 1(2), 84-88.Azizah, E., & Hartana, A. (2018). Pemanfaatan daun Harendong (Melastoma malabathricum) sebagai pewarna alami untuk kain katun. Dinamika Kerajinan dan Batik, 35(1), 1-8.Nisa, A. R., & Singke, J. (2018). Pengaruh Massa Mordan Tunjung Terhadap Hasil Pewarnaan Dengan Kulit Buah Asam (Sweettamarind) Menggunakan Teknik Tie Dye. Jurnal Tata Busana, 7(2), 41“47.Putri, A. W. A., Angelica, J., & Kartawidjaja, K. (2021). Pewarnaan dan Pemberian Motif Alami Kain Celup Ikat Itajime Shibori dengan Ekstrak Indigofera dan Tunjung. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 541-548.Nilamsari, Z., & Giari, N. (2018). Uji Coba Pewarna Alami Campuran Buah Secang Dan Daun Mangga Pada Kain Katun Prima. Jurnal Seni Rupa, 6(01), 839-847.Rosyida, A. (2015). Pengaruh Variasi pH dan Fiksasi pada Pewarnaan Kain Kapas dengan Zat Warna Alam dari Kayu Nangka Terhadap Kualitas Hasil Pewarnaannya. In Prosiding seminar Nasional 4th UNS SME™s Summit & Awards, Universitas Negeri Surakarta, Surakarta (pp. 101-112).Wulandari, C., Loravianti, S. R., & Jamarun, N. (2021). Pituah Paikek: Penciptaan Karya Tari Berangkat Dari Ritus Peralihan Malam Bainai Di Sumatera Barat. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 302-311.Zainab, Z., Sulistyani, N., & Anisaningrum, A. (2016). Penetapan parameter standardisasi non spesifik dan spesifik ekstrak daun pacar kuku (Lawsonia inermis L.). Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi, 13(2), 212-226.Zulikah, K., & Adriani, A. (2019). Perbedaan Teknik Mordanting terhadap Hasil Pencelupan Bahan Katun Primisima menggunakan Warna Alam Ekstrak Daun Lamtoro (Leucaena Leucocephala) dengan Mordan Kapur Sirih. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 209-213.
BENTUK DAN MAKNA BUSANA PENGHULU DI NAGARI PANYALAIAN KECAMATAN X KOTO KABUPATEN TANAH DATAR Suwandi, Azizah; Nelmira, Weni
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50113

Abstract

The clothes of penghulu are not only seen as an object that is useful for covering the whole body and for beauty, but it is the same with culture. Clothing also has noble values and important messages contained from ancestral cultural heritage from generation to generation, but currently people do not know the form and meaning of the penghulu™s clothing, so it is feared that one day the form and meaning of the prince's clothing will no longer be understood by the next generation furthermore. Therefore, the writer is interested in describing the penghulu's clothing in Nagari Panyalaian, X Koto District, Tanah Datar Regency which includes the form of the penghulu's clothing in terms of mutak, millinery and accessories as well as the meaning contained in the penghulu's clothing. The method used in this research is descriptive qualitative method. This research was conducted in Nagari Panyalaian, X Koto District, Tanah Datar Regency. Types of data in the form of primary and secondary data. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. The instrument in this study was the researcher himself. Data analysis techniques that have been carried out in data collection are data reduction models, data presentation, and drawing conclusions. To get the validity of the data obtained through triangulation. The results of this study found that the clothes of the penghulu in Nagari Panyalaian, X Koto District, Tanah Datar Regency consisted of a shirt called the gadang shirt with a loose design that wore sibar and kikik on the right and left sides. The trousers are called sarawa duck palms, the complement of the penghulu™s clothing consisting of saluakbatimbo, Sisampiang, clothing, cawek, keris, tungkek, tarompa. The clothing worn by the prince in Nagari Panyalaian is traditional clothing which has a function as a symbol and meaning that reflects the personal behavior of a prince and becomes a pride of identity for the local community.Keywords: Shape, Meaning, Clothing, Penghulu. AbstrakBusana penghulu tidak hanya dilihat karena menutupi seluruh tubuh, tetapi juga dipandang sebagai bagian dari budaya. Pakaian penghulu juga mengandung nilai-nilai luhur dan pesan-pesan penting yang terkandung dalam warisan budaya nenek moyang kita yang diwariskan secara turun temurun, namun saat ini masyarakat tidak mengetahui bentuk dan makna pakaian penghulu, maka dikhawatirkan suatu saat nanti bentuk dan makna pakaian penghulu tidak lagi dipahami oleh generasi selanjutnya. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mendeskripsikan busana penghulu di Nagari Panyalaian Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar yang meliputi bentuk busana penghulu ditinjau dari busana mutlak, milineris dan aksesoris serta makna yang terkandung dalam pakaian penghulu. Metode yang dipergunakan penelitian ini yakni metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Nagari Panyalaian Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Jenis data berupa data primer serta sekunder. Teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara serta dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik analisis data yang telah dilakukan pada pengumpulan data yaitu dengan model reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk mendapatkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi. Hasil penelitian ini yang ditemukan yaitu busana penghulu di Nagari Panyalaian Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar terdiri dari baju yang disebut baju gadang dengan desain longgar yang memkai sibar dan kikik dibagian kanan dan kiri sisi. Celanya disebut sarawa telapak itik pelengkap dari pakaian penghulu terdiri saluakbatimbo, sisampiang, kain sandang, cawek, keris, tungkek, tarompa. Pakaian yang dipakai penghulu di Nagari Panyalaian adalah pakaian adat yang memiliki fungsi sebagai lambang dan makna yang mencerminkan tingkah laku pribadi seorang penghulu dan menjadi kebanggaan identitas bagi masyarakatsetempat.Kata Kunci: Bentuk, Makna, Busana, Penghulu. Authors:Azizah Suwandi : Universitas Negeri PadangWeni Nelmira : Universitas Negeri Padang References:Anwar, R., Andra. I. S & Edward. Z (2019) Pakaian Pangulu di Nagari Gunuang Kota Padangpanjang Provinsi Sumatera Barat. Gorga Jurnal Seni Rupa, 8 (2) 332-336 https://doi.org/10.24114/gr.v8i2.14939Amhar. (2023) œBusana Penghulu Hasil Wawancara Pribadi: 5 Mei 2023, Nagari Panyalaian.Djajasudarma, Fatimah. 2008. Semantik 2: Pemahaman Ilmu Makna. Bandung: Refika Aditama.Elpalina, S,. Agustina,. Adek. C. K. A & Apdanil, S (2023) Bentuk Pakaian Adat di Batipuah Baruah Tanah Datar. Gorga Jurnal Seni Rupa, 12(1),168-173  https://doi.org/10.24114/gr.v12i1.45337Ernawati & Weni. (2008). Pengetahuan Tata Busana.Padang. UNP Press.Febri., Fahrein., Irfan., Rizky., & Rauf. (2023) œBusana Penghulu Hasil Wawancara Pribadi: 2 April 2023, Nagari Panyalaian.Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.Lazuardi. (2023) œBusana Penghulu Hasil Wawancara Pribadi: 26 Maret 2023, Nagari Panyalaian.Marthala, Agusti Efi.(2014). Penghulu dan Filosofi Pakaian Kebesaran Konsep Kepemimpinan Tradisonal Minangkabau. Bandung: Humaniora.Rostamilis. 2005. Tata Kecantikan Rambut Jilid 3. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.Salihin, A., Sulaiman, J., & Dharsono (2019)  Motif Ukiran Kerawang Gayo Pada Rumah Adat Gayo Di Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh. Gorga Jurnal Seni Rupa 8(1),69-79https://doi.org/10.24114/gr.v8i1.12797Suwandi. (2023) œBusana Penghulu Hasil Wawancara Pribadi: 26 Maret 2023, Nagari Panyalaian.Yuliarma. 2016. The Art of Embroidery Designs. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Co-Authors A.R, Sannia Lauren Abdullah, MT, Dr. Rijal Abidah, Zhafira Suci Adriani Adriani ADRIANI ADRIANI Adriani Adriani Afaf, Zafirah Afnur Saputri. Ys Afria, Reni Afrianti, Dewi Agusti Efi Agusti, Riri Agustin, Vita Aulya Aini, Lihuri Aksari, Khairani Almagita, Rachmy Bunga Almirah, Icasia Ambiyar, Ambiyar Amelia, Desry Ananda, Putri Annisa Suryani Aprilia, Nova Azizah Suwandi Azka Hayati Azzahra, Raudhatul Chania Waty Deviani Deviani DEWI RAHMAWATI Dewi, Liyan Puspita Diah Cahyani DIAH PERMATA SARI, DIAH PERMATA Dini Rahayu Efriani, Rimelda Elliza, Fidya Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Nazar Febriana, Vina Fia Andani Fithri, Aulya Fitri, Yulianda Fitria, Reni Geby Meyliona Giatman Hadiastuti, Hadiastuti Hadzirotun Nadawiyah Hafidza , Hikmah Halmawati, Halmawati Happytri, Leony Hardianti, Witria Hasanah, Nursanti Hazri Lathifatun Nisa Hervilas, Vivi Indriani, Suci Ira Syafrina Irdha Yusra Juwita, Syahrida KH, YUSNIMAR Khairani Aksari Khairani, Fitranada Ihsanul Khairani, Riva Khalishah Rezky Muharrani Kholizah Kholizah Kholizah, Kholizah Lestari, Nadia Lestari, Syawalia Mardalena, Tari Novelia Marna, Jean Elikal Mauli Datul Gustia Mawaddah, Khamilah Meidina Hastuti Melda Mahniza Misnawati, Tri Muharrani, Khalishah Rezky Ningsih, Tri Osvira Nisa, Hazri Lathifatun Nita Sahara Nizwardi Jalinus Nopri Yulia Novrita, Sri Zulfia Novrita, Sri Zulvia Nurfadhila, Emi Nurul Aflah Nurul Inayah Hutasuhut Oktarina, Silvi Popi Marseli Pradana, Samuel Martin Pratiwi, Dara Mia Pratiwi, Mala Maulidina Puji Hujria Suci PUSPANELI, PUSPANELI Putri Ananda Putri, Azizah Dwi Putri, Zahwa Miffia Rafikah Husni Rahmadani, Latifa Rahman, Wulandari Mulia Rahmi, Febriatul Rahmona Dinayu Rasyid, Ranny Reni Fitria RESTI UTAMI Riani, Aqsya Ridwan Rima Agustia Utami Riska Savitri Roza, Silvia Rusda, Rusda Saputri, Rien Ana Savitri, Riska Sherlita Sri Ayu Ramadhani Suci , Puji Hujria Susana Anggraini Susanti Susanti Susmelly, Sri Suwandi, Azizah Syafriati Syafriati Turrahmah, Diah Vici Syahril Chairani Wari, Felmi Waskito Widi Aliffa Izzara Wihandira Wihandira Wildati Zahri Wulan Dari, Ponda Tiara Wulandari Mulia Rahman Yasnidawati Yasnidawati Yulandari, Cristya Yulia Aryati Yuliana Yuliarma , Yuliarma Yuliarma, Yuliarma Zafirah Afaf Zamil, Ilham Zanil, Ilham