Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Moodboard Terhadap Hasil Belajar Desain Siswa Tata Busana SMKN 1 Ampek Angkek Rahmadani, Latifa; Nelmira, Weni
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 9 No. 4 (2024): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v9i4.2745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar desain busana siswa kelas XI Tata Busana SMK N 1 Ampek Angkek menggunakan modul dengan Moodboard dan untuk menguji pengaruh penggunaannya terhadap hasil belajar. Penelitian ini merupakan quasi experiment dengan desain nonequivalent control group. Kelompok eksperimen menggunakan modul dengan Moodboard, sedangkan kelompok kontrol menggunakan modul . Sampel terdiri dari 55 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui rubrik penilaian keterampilan, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar desain busana pada kelas kontrol adalah 75,29, sedangkan pada kelas eksperimen adalah 85,42. Uji-t menunjukkan nilai thitung 2,455 > ttabel 2,00575 dengan sig. (2-tailed) 0,017 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, penggunaan modul dengan Moodboard terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar desain busana.
STUDI TENTANG MANAJEMEN PRODUKSI DAN PEMASARAN ONLINE PADA USAHA KONVEKSI DI KOTA PADANG (Studi Kasus di Konveksi CV. Aya Sofya) Febriana, Vina; Nelmira, Weni
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 11 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i11.2024.4464-4472

Abstract

CV. Aya Sofya merupakan salah satu konveksi industri yang berada di Kota Padang, Sumatera Barat. Industri ini sudah berdiri kurang lebih selama 5 tahun. CV. Aya Sofya memiliki 3 brand fashion, yaitu brand Maharrani, brand Hamka dan brand Andiza. Pemasaran produk CV. Aya Sofya dilakukan secara online melalui e-commerce dan marketplace dengan sistem keagenan dan reseler yang berjumlah 160 yang tersebar diseluruh Indonesia dan luar negeri dan secara offline di butik Maharrani di Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara detail mengenai perencanaan produksi, pelaksanaan produksi serta strategi pemasaran online pada CV. Aya Sofya. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data diperoleh dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan di Kota Padang, Sumatera Barat tepatnya di industri konveksi CV. Aya Sofya yang terletak di Jalan M. Hatta Koto Tingga, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem perencanaan pada CV. Aya Sofya sudah dilakukan secara optimal dan efisien, pelaksanaan produksi dilakukan berdasarkan pesanan yang telah diterima serta pemasaran yang diterapkan secara digital melalui e-commerce dan berbagai marketplace. CV. Aya Sofya melakukan perencanaan produksi dengan fokus pada pesanan PO (Purchase Order) yang diterima, menghasilkan berbagai jenis pakaian dengan brand Maharrani untuk pakaian wanita, brand Hamka untuk pakaian pria dan brand Andiza untuk pakaian remaja. Pelaksanaan produksi meliputi pembuatan desain secra digital dengan aplikasi Adobe Ilustrator dan Photoshop, pembuatan pola, proses cutting, proses menjahit, finishing dan packing.   
Modul Pembuatan Blazer Sebagai Media Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Costume Mode Kelas XII Tata Busana SMK N 3 Payakumbuh Mardalena, Tari Novelia; Nelmira, Weni
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 14, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v14i2.704

Abstract

This research was motivated by the fact that class This research aims to develop a valid and practical Blazer Making Module, so that the resulting module can be used by students as a learning resource and guide in Blazer Making learning activities. This research uses the Research and Development (R&D) method with 4-D (Four D) development procedures. The type of data in this research is primary data obtained directly through validity testing and practicality testing. The validity test was carried out by 1 media expert validator and 2 material expert validators, while the practicality test was carried out by subject teachers, 43 class XII students for small- scale and large-scale trial research. Data collection techniques through interviews, observation and questionnaires. The data analysis technique uses descriptive analysis techniques using average scores and percentages in the form of assessments on a Likert scale. Based on research data, the Blazer Making media module is categorized as very suitable as a learning media by having validation test results from media experts and material experts with a score of 83.9% in the very valid category, while the practicality test with subject teachers obtained a score of 95.3% in the very practical category, then the results of the small scale trial got a score of 93.1% in the very practical category, and the results of the large scale trial got a score of 95.2% in the very practical category. The results above show that the Blazer Making media module is very valid and practical as a learning resource and guide in the teaching and learning process.
Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa SMK Melalui Pengembangan Video Pembuatan Saku Pada Elemen Teknik Dasar Menjahit SMK N 1 Ranah Pesisir Ningsih, Tri Osvira; Nelmira, Weni
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 14, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v14i2.706

Abstract

This research is based on the background of the problems contained in learning elements of Basic Sewing Techniques in pocket making material, where students have difficulty understanding the steps and techniques for practical pocket making. This research aims to produce learning media in the form of videos that are valid and practical so that they can be used as a learning resource by students in learning pocket-making material. This research is development research or what is known as Research and Development (R&D) by applying the 4D model. The data collection techniques for this research are observation, interviews and questionnaires. This video was tested for validity by 3 media and material expert validators as well as a practicality test seen from the responses of the teacher who supervised the Basic Fashion Skills subject and Class X Fashion Design students, namely, 12 small group students and 32 large group students. The research instrument used an assessment sheet in the form of a questionnaire which was analyzed using a Likert scale. The analysis technique used is quantitative descriptive data analysis. The results of the validity test for media experts obtained a score of 84.8%, while the validity of material experts obtained a score of 91.8%, so that a total score of 88.3% could be obtained in the very valid category. Furthermore, a practicality test was carried out by the subject supervisor, obtaining a score of 99%, and the results of the practicality test for small group students obtained a score of 94.06%. Then the practicality test results of the large group of students obtained a score of 93.53%, so that a total score with a percentage of 95.53% could be obtained in the very practical category. It can be concluded that this video media is said to be feasible and practical and can be used as a learning medium.
Perbedaan Raglan Sleeve Sistem Jepang dengan Raglan Sleeve Sistem Eropa Menggunakan Bahan Katun Toyobo Pada Tubuh Ideal Lestari, Syawalia; Nelmira, Weni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25153

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah mengenai perbedaan pola raglan sleeve sistem jepang dengan raglan sleeve sistem eropa menggunakan bahan katun toyobo pada tubuh ideal. Objek dalam penelitian yaitu pola raglan sleeve sistem jepang dengan raglan sleeve sistem eropa dilakukan pengujian pada wanita bertubuh ideal dengan proporsi tubuh 48 kg dan 158 cm. penilaian dilakukan oleh 3 panelis yang kompeten dalam bidang pola. Penelitian ini merupakan penelitian terapan, Instrumen yang dipakai yaitu penilaian skala likert. analisis data yang diterapkan ialah analisis komparatif deskriptif pendekatan kuantitatif dan uji Mann Whitney nilai persentase raglan sleeve sistem jepang 93% dikategorikan sangat sesuai, presentasi raglan sleeve sistem eropa 80% dikategorikan sesuai. Hasil penelitian didapat bahwa tidak ditemukan perbedaan pola raglan sleeve sistem jepang dengan raglan sleeve sistem eropa menggunakan bahan katun toyobo pada tubuh ideal. Uji Mann Whitney membuktikan bahwa hasil dari perbedaan raglan sleeve sistem jepang dengan raglan sleeve sistem eropa menggunakan bahan katun toyobo pada tubuh ideal, tarif signifikansi yaitu 0,05 hasil yang didapatkan dari Uji Mann Whitney ialah 0,161 yang mana > 0,05. Bahwa tidak ditemukan perbedaan yang signifikan dari hasil raglan sleeve sistem jepang dengan raglan sleeve sistem eropa menggunkan bahan katun toyobo pada tubuh ideal.
Innovation in Vocational Learning: Project Based Learning E-Module on the Textile Dyeing Course Pratiwi, Mala Maulidina; Waskito; Nelmira, Weni; Ambiyar
Journal of Education Technology Vol. 8 No. 1 (2024): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jet.v8i1.74954

Abstract

The current problem is the lack of innovative learning resources that can be used for independent learning. This has an impact on low student learning outcomes. The aim of this research is to develop an E-module based on Project Based Learning. This type of research is development research.The model used to develop products is 4-D (definition, design, development and distribution). The research subjects were 2 material expert validators, 3 media expert validators, and 2 language expert validators. The product trial subjects were 16 students who were taken into two classes as a control class and an experimental class. The methods used to collect data are observation, interviews, questionnaires and tests. The instruments used to collect data were questionnaire sheets and test questions. This research data analysis technique uses descriptive qualitative, quantitative and inferential statistical analysis. The research results areThe average material validation assessment was 0.86 with the Valid category. The average result of the E-module validation assessment in terms of media is 0.85 with the Valid category. The language validation assessment was 0.86 in the valid category. Practicality by lecturers was 91.67% in the very practical category and students were 82.5% in the very practical category. This e-Module was declared effective in improving student learning outcomes based on classical completeness of 94.73%, and a score of 0.71 in the high category. It was concluded that E-modules are suitable for use in learning and can improve student learning outcomes.
PENGARUH PERBEDAAN MORDAN PADA PENCELUPAN DENGAN ZAT WARNA DAUN INAI (LAWSONIA INERMIS L.) TERHADAP KAIN KATUN Khalishah Rezky Muharrani; Adriani Adriani; Sri Zulfia Novrita; Weni Nelmira
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50050

Abstract

Natural dyes are highly recommended as environmentally friendly dyes so they can be used continuously. This research utilizes henna leaves as a natural dye that is easy to obtain and has a coloring agent. This study means to depict: 1) the color's name (hue), 2) its value, 3) its uniformity, and 4) the effect of various mordant whitting and tunjung on the results of natural dyeing cotton fabric with henna leaf extract. The primary data used in this study come from 18 panelists, making it an experiment. The gathered information is handled and investigated with the SPSS (Factual Item and Administration Arrangement) rendition 22.0 utilizing the K-related example friedman test equation. The research results show that the colors are produced from: 1) the non-mordant dye is Golden Sundance #BB9457, 2) dyeing with whiting mordant produces Golden Sundance color #BDB76B, and 3). dyeing with Tunjung mordant produces Dark Olive Green color #32441E. The results of data value analysis obtained from the Friedman K-relative sample a significance of 0.000 which is smaller than the significance level of 0.05 or 0.000 <0.05. Then Ho is declared rejected, which is  means that there is a significant effect on the color darkness (value) due to the influence of the use of mordant whitting, and tunjung on the dyeing results of henna leaf extract (Lawsonia Inermis L) on cotton fabric. Based on the analysis obtained from the Friedman K-related test the sample for evenness of color is 0.001 which is smaller than the significance level of 0.05 or 0.001 <0.05. Then Ho was declared rejected, which meant that there was a significant difference in the evenness of the color caused by differences in mordant to the results of dyeing henna leaf extract (Lawsonia Inermis L) on cotton fiber material.Keywods: whitting, tunjung, henna leaves.AbstrakPewarna alami sangat direkomendasikan sebagai pewarna yang ramah lingkungan sehingga dapat digunakan terus menerus. Penelitian ini memanfaatkan daun inai sebagai bahan pewarna alami yang mudah diperoleh dan memiliki zat warna. Penelitian tujuannya guna mendeskripsikan 1) nama warna (hue), 2)  gelap terang warna (value), 3) kerataan warna, dan 4) pengaruh perbedaan mordan kapur sirih, dan tunjung terhadap hasil pencelupan alami menggunakan ekstrak daun inai pada kain katun. Jenis penelitian adalah eksperimen, data penelitian yang digunakan adalah data primer yang bersumber dari 18 panelis.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, kemudian data tersebut diolah dan dianalisis dengan uji Friedman K-Related Sample.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna yang dihasilkan dari: 1) pencelupan tanpa mordan adalah warna Golden Sundance #BB9457 2) pencelupan dengan mordan kapur sirih menghasilkan warna Golden Sundance #BDB76B, dan 3) pencelupan dengan mordan tunjung adalah menghasilkan warna Dark Olive Green #32441E. Hasil analisis data gelap terang yang diperoleh signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 atau 0,000 < 0,05. Maka Ho dinyatakan ditolak, mempunyai arti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap gelap terang warna (value) akibat pengaruh penggunaan mordan kapur sirih, dan tunjung terhadap hasil pencelupan ekstrak daun inai (Lawsonia Inermis L) pada kain katun. Berdasarkan analisis yang di peroleh dari uji Friedman K-related sampel untuk hasil kerataan warna adalah 0,001 yang lebih kecil dibandingkan dari taraf signifikansi 0,05 atau 0,001 < 0,05. Maka Ho dinyatakan ditolak, yang berarti adanya perbedaan signifikan terhadap kerataan warna yang diakibatkan oleh perbedaan mordan terhadap hasil pencelupan ekstrak daun inai (Lawsonia Inermis L) pada bahan dari serat katun.  Kata Kunci: kapur sirih, tunjung, daun inai.Authors:Khalishah Rezky Muharrani : Universitas Negeri MedanAdriani : Universitas Negeri MedanSri Zulfia Novrita : Universitas Negeri MedanWeni Nelmira : Universitas Negeri Medan References:Abu, A., & Hading, A. (2016). Pewarnaan tumbuhan alami kain sutera dengan menggunakan fiksator tawas, tunjung dan kapur tohor. Indonesian Journal of Fundamental Sciences, 2(2), 86-91.Ahmad, A. F., & Hidayati, N. (2018). Pengaruh jenis mordan dan proses mordanting terhadap kekuatan dan efektifitas warna pada pewarnaan kain katun menggunakan zat warna daun jambu biji Australia. Indonesia Journal of Halal, 1(2), 84-88.Azizah, E., & Hartana, A. (2018). Pemanfaatan daun Harendong (Melastoma malabathricum) sebagai pewarna alami untuk kain katun. Dinamika Kerajinan dan Batik, 35(1), 1-8.Nisa, A. R., & Singke, J. (2018). Pengaruh Massa Mordan Tunjung Terhadap Hasil Pewarnaan Dengan Kulit Buah Asam (Sweettamarind) Menggunakan Teknik Tie Dye. Jurnal Tata Busana, 7(2), 41“47.Putri, A. W. A., Angelica, J., & Kartawidjaja, K. (2021). Pewarnaan dan Pemberian Motif Alami Kain Celup Ikat Itajime Shibori dengan Ekstrak Indigofera dan Tunjung. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 541-548.Nilamsari, Z., & Giari, N. (2018). Uji Coba Pewarna Alami Campuran Buah Secang Dan Daun Mangga Pada Kain Katun Prima. Jurnal Seni Rupa, 6(01), 839-847.Rosyida, A. (2015). Pengaruh Variasi pH dan Fiksasi pada Pewarnaan Kain Kapas dengan Zat Warna Alam dari Kayu Nangka Terhadap Kualitas Hasil Pewarnaannya. In Prosiding seminar Nasional 4th UNS SME™s Summit & Awards, Universitas Negeri Surakarta, Surakarta (pp. 101-112).Wulandari, C., Loravianti, S. R., & Jamarun, N. (2021). Pituah Paikek: Penciptaan Karya Tari Berangkat Dari Ritus Peralihan Malam Bainai Di Sumatera Barat. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 302-311.Zainab, Z., Sulistyani, N., & Anisaningrum, A. (2016). Penetapan parameter standardisasi non spesifik dan spesifik ekstrak daun pacar kuku (Lawsonia inermis L.). Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi, 13(2), 212-226.Zulikah, K., & Adriani, A. (2019). Perbedaan Teknik Mordanting terhadap Hasil Pencelupan Bahan Katun Primisima menggunakan Warna Alam Ekstrak Daun Lamtoro (Leucaena Leucocephala) dengan Mordan Kapur Sirih. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 209-213.
BAJU KURUANG BASIBA BUNDO KANDUANG DI NAGARI KOTO BARU KABUPATEN SOLOK Hazri Lathifatun Nisa; Weni Nelmira
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50105

Abstract

This research is about the basiba bundo kanduang clothes in Nagari Koto Baru, Solok Regency. The basiba basiba shirt is a typical Minang women's dress, in general the design of the basiba shirt is the same. However, in Nagari Koto Baru there are some differences such as color, material and occasion for use. The purpose of this research is to describe the design of the basiba basiba shirt which includes the silhouette or shape, materials, colors, and decorations, along with the meanings contained in the parts of the basiba kuruang shirt. This research method is qualitative. The data types are primary and secondary. Informants are bundo kanduang and the community in Nagari Koto Baru, totaling 5 people. Data analysis techniques were carried out by collecting data, reducing data, presenting data and concluding. The results of the study are the silhouettes or shapes, materials, colors, and decorative styles of the basiba bundo kanduang clothes in Nagari Koto Baru. Previously, no one had researched the design of the basiba bundo kanduang clothes in Nagari Koto Baru. The silhouette or shape of the basiba kurunga is straight, the material used is silk, the color of the alek gadang kuuang basiba shirt is black, and the decoration used on the clothes is naturalist motifs such as flowers, leaves and roots.The meaning of the kuruang basiba shirt is closely related to the social, cultural and environmental life of the people in Nagari Koto Baru. The meaning of the kuruang basiba shirt is found in parts of the clothing such as the siba, kikiek as well as the shape of the neck and the loose silhouette of the shirt.Keywords: design, basic shirt, meaning.AbstrakBaju kuruang basiba merupakan pakaian khas wanita Minang. Pada umumnya desain baju kuruang basiba adalah sama, namun di Nagari Koto Baru ada beberapa perbedaan seperti warna, bahan dan kesempatan pemakaian.  Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan desain baju kuruang basiba bundo kanduang yang meliputi siluet atau bentuk, bahan, warna, dan ragam hias, beserta makna yang terkandung pada bagian-bagian dari baju kuruang basiba. Metode penelitian ini adalah kualitatif. Jenis datanya adalah primer dan sekunder. Informan ialah bundo kanduang dan masyarakat di Nagari Koto Baru yang berjumlah 5 orang. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu siluet atau bentuk pada baju kuruang basiba berbentuk lurus, bahan yang digunakan adalah bahan sutra, warna baju kuruang basiba pada alek gadang ini adahlah warna hitam, serta ragam hias yang di gunakan pada bajunya adalah motif naturalis seperti bunga, daun, dan akar. Makna baju kuruang basiba berkaitan erat dengan kehidupan [sosial, budaya dan lingkungan masyarakat yang ada di Nagari Koto Baru. Makna dari baju kuruang basiba terdapat pada bagian baju seperti siba, kikiek serta pada bentuk leher, dan siluet baju yang longgar.Kata Kunci: desain, baju kuruang basiba, makna. Authors:Hazri Lathifatun Nisa : Universitas Negeri PadangWeni Nelmira : Universitas Negeri Padang References:Amna, A. (2023), œDesain baju kuruang basiba bundo kanduang di Nagari Koto Baru. Hasil Wawancara Pribadi: 12 Juli 2023, Solok.Cindi, H., & Yuliarma. (2021). Perubahan Desain Busana Adat Pengantin Wanita Di Kota Pariaman Sumatera Barat. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 517.Ernawati., Izweni., & Weni, N.  (2008). Tata busana Jilid I, II, dan III. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.Hilda, N., & Yasnidawati. (2019). Penyesuaian Pola Baju Kurung Basiba Untuk Wanita Bertubuh Gemuk Pendek. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 346. Irfandi, I., Hidayat, T., & Azis, A. C. K. (2018). Optimalisasi Manajemen Administrasi dan Pembukuan Keuangan Pengerajin Anyam Khas Melayu Pesisir Pantai Cermin. Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR), 1, 1610-1619.Meilani, M. (2013). Teori Warna Penerapan Lingkaran Warna dalam Berbusana.Humaniora: Jurusan Desain Komunikasi Visual, 4(1), 326-338.Sahlan, E. (2007). Pelaksanaan Alek Baralek dan Tata Tertib KAN Koto Baru. Surat Keputusan Kerapatan Adat Nagari Koto Baru. Solok.Sugito, S., Atmojo, W., Misgiya, M., & Azis, A. (2024, January). Modification of Archipelago Ornament Design Forms in the Fine Arts Department. In Proceedings of the 5th International Conference on Innovation in Education, Science, and Culture, ICIESC 2023, 24 October 2023, Medan, Indonesia.Yasnidawati, Y. (2012). Seni Sulam Minangkabau dan   Inovasinya untuk Mendukung Pengembangan Industri Kerajinan Rumah Tangga. Teknologi dan Kejuruan:   Jurnal teknologi, Kejuruan dan Pengajarannya, 34(2).Yuliarma, Y. (2016). The Art of Embroidery Designs. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.Zulfitri, Z. (2023), œPemahaman masyarakat dan generasi muda tentang bentuk asal baju kuruang basiba bundo kanduang di Nagari Koto Baru. Hasil Wawancara Pribadi: 27 Juni 2023, Solok.Zulhaya, Z. (2023), œBaju kuruang basiba bundo kanduang di Nagari Koto Baru. Hasil Wawancara Pribadi: 5 Juli 2023, Solok.
BENTUK DAN MAKNA BUSANA PENGHULU DI NAGARI PANYALAIAN KECAMATAN X KOTO KABUPATEN TANAH DATAR Azizah Suwandi; Weni Nelmira
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50113

Abstract

The clothes of penghulu are not only seen as an object that is useful for covering the whole body and for beauty, but it is the same with culture. Clothing also has noble values and important messages contained from ancestral cultural heritage from generation to generation, but currently people do not know the form and meaning of the penghulu™s clothing, so it is feared that one day the form and meaning of the prince's clothing will no longer be understood by the next generation furthermore. Therefore, the writer is interested in describing the penghulu's clothing in Nagari Panyalaian, X Koto District, Tanah Datar Regency which includes the form of the penghulu's clothing in terms of mutak, millinery and accessories as well as the meaning contained in the penghulu's clothing. The method used in this research is descriptive qualitative method. This research was conducted in Nagari Panyalaian, X Koto District, Tanah Datar Regency. Types of data in the form of primary and secondary data. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. The instrument in this study was the researcher himself. Data analysis techniques that have been carried out in data collection are data reduction models, data presentation, and drawing conclusions. To get the validity of the data obtained through triangulation. The results of this study found that the clothes of the penghulu in Nagari Panyalaian, X Koto District, Tanah Datar Regency consisted of a shirt called the gadang shirt with a loose design that wore sibar and kikik on the right and left sides. The trousers are called sarawa duck palms, the complement of the penghulu™s clothing consisting of saluakbatimbo, Sisampiang, clothing, cawek, keris, tungkek, tarompa. The clothing worn by the prince in Nagari Panyalaian is traditional clothing which has a function as a symbol and meaning that reflects the personal behavior of a prince and becomes a pride of identity for the local community.Keywords: Shape, Meaning, Clothing, Penghulu. AbstrakBusana penghulu tidak hanya dilihat karena menutupi seluruh tubuh, tetapi juga dipandang sebagai bagian dari budaya. Pakaian penghulu juga mengandung nilai-nilai luhur dan pesan-pesan penting yang terkandung dalam warisan budaya nenek moyang kita yang diwariskan secara turun temurun, namun saat ini masyarakat tidak mengetahui bentuk dan makna pakaian penghulu, maka dikhawatirkan suatu saat nanti bentuk dan makna pakaian penghulu tidak lagi dipahami oleh generasi selanjutnya. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mendeskripsikan busana penghulu di Nagari Panyalaian Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar yang meliputi bentuk busana penghulu ditinjau dari busana mutlak, milineris dan aksesoris serta makna yang terkandung dalam pakaian penghulu. Metode yang dipergunakan penelitian ini yakni metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Nagari Panyalaian Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Jenis data berupa data primer serta sekunder. Teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara serta dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik analisis data yang telah dilakukan pada pengumpulan data yaitu dengan model reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk mendapatkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi. Hasil penelitian ini yang ditemukan yaitu busana penghulu di Nagari Panyalaian Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar terdiri dari baju yang disebut baju gadang dengan desain longgar yang memkai sibar dan kikik dibagian kanan dan kiri sisi. Celanya disebut sarawa telapak itik pelengkap dari pakaian penghulu terdiri saluakbatimbo, sisampiang, kain sandang, cawek, keris, tungkek, tarompa. Pakaian yang dipakai penghulu di Nagari Panyalaian adalah pakaian adat yang memiliki fungsi sebagai lambang dan makna yang mencerminkan tingkah laku pribadi seorang penghulu dan menjadi kebanggaan identitas bagi masyarakatsetempat.Kata Kunci: Bentuk, Makna, Busana, Penghulu. Authors:Azizah Suwandi : Universitas Negeri PadangWeni Nelmira : Universitas Negeri Padang References:Anwar, R., Andra. I. S & Edward. Z (2019) Pakaian Pangulu di Nagari Gunuang Kota Padangpanjang Provinsi Sumatera Barat. Gorga Jurnal Seni Rupa, 8 (2) 332-336 https://doi.org/10.24114/gr.v8i2.14939Amhar. (2023) œBusana Penghulu Hasil Wawancara Pribadi: 5 Mei 2023, Nagari Panyalaian.Djajasudarma, Fatimah. 2008. Semantik 2: Pemahaman Ilmu Makna. Bandung: Refika Aditama.Elpalina, S,. Agustina,. Adek. C. K. A & Apdanil, S (2023) Bentuk Pakaian Adat di Batipuah Baruah Tanah Datar. Gorga Jurnal Seni Rupa, 12(1),168-173  https://doi.org/10.24114/gr.v12i1.45337Ernawati & Weni. (2008). Pengetahuan Tata Busana.Padang. UNP Press.Febri., Fahrein., Irfan., Rizky., & Rauf. (2023) œBusana Penghulu Hasil Wawancara Pribadi: 2 April 2023, Nagari Panyalaian.Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.Lazuardi. (2023) œBusana Penghulu Hasil Wawancara Pribadi: 26 Maret 2023, Nagari Panyalaian.Marthala, Agusti Efi.(2014). Penghulu dan Filosofi Pakaian Kebesaran Konsep Kepemimpinan Tradisonal Minangkabau. Bandung: Humaniora.Rostamilis. 2005. Tata Kecantikan Rambut Jilid 3. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.Salihin, A., Sulaiman, J., & Dharsono (2019)  Motif Ukiran Kerawang Gayo Pada Rumah Adat Gayo Di Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh. Gorga Jurnal Seni Rupa 8(1),69-79https://doi.org/10.24114/gr.v8i1.12797Suwandi. (2023) œBusana Penghulu Hasil Wawancara Pribadi: 26 Maret 2023, Nagari Panyalaian.Yuliarma. 2016. The Art of Embroidery Designs. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
ANALISIS PERBEDAAN HASIL BORDIR MESIN MANUAL (KERANCANG) MEMAKAI BENANG SEKOCI YANG TIDAK SAMA DI KAIN DUCHESS Zafirah Afaf; Weni Nelmira
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50994

Abstract

This study is based on the background of the many found embroideries that are less balanced between the lifeboat thread and the material so that the embroidery results look stiff on the material that is loose or vice versa. The purpose of this study is to obtain an explanation of the description of the results of manual machine embroidery of designs on duchess  fabric using lifeboat threads such as embroidery thread, sewing thread, and obras thread and to obtain an explanation of the effect of different lifeboat threads on the finished results of manual machine embroidery on duchess  fabric. This research uses an experimental system. The object studied was the result of manual machine embroidery on duchess  fabric using lifeboat thread in the form of sewing thread, obras thread, and embroidery thread. The assessors in the study were 5 validators. The instrument in this research is through a questionnaire. The results of manual machine embroidery (sassy) using lifeboat thread in the form of sewing thread are "very neat, very stable, and soft". Then, the finished result of manual machine embroidery (sassy) using lifeboat thread in the form of obras thread is "neat, stable, and soft". Furthermore, the results of manual machine embroidery (sassy) using lifeboat thread in the form of embroidery thread are "very neat, very stable, and very soft". The results of embroidery on duchess  fabric are influenced by the use of different lifeboat threads. Also, if you want to produce embroidery whose results are very soft, very neat, and very stable on bridal materials, it is recommended to use lifeboat threads in the form of embroidery threads.Keywords: thread, sassy embroidery, duchess , lifeboat. AbstrakRiset ini berlatar belakang dari banyaknya ditemukan bordiran yang kurang seimbang antara benang sekoci dengan bahan sehingga hasil bordirannya terlihat kaku pada bahan yang melangsai atau sebaliknya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk memperoleh penjelasan tentang uraian hasil bordir kerancang mesin manual di kain duchess dengan memakai benang sekoci seperti benang bordir, jahit, dan benang obras serta untuk mendapatkan penjelasan tentang pengaruh benang sekoci yang berbeda terhadap hasil jadi bordir mesin manual di kain duchess. Riset ini memakai sistem eksperimen. Objek yang diteliti ialah hasil bordir kerancang mesin manual pada kain duchess memakai benang sekoci berupa benang jahit, benang obras, dan benang bordir. Penilai pada penelitian ialah 5 orang validator. Instrumen pada riset ini melalui kuesioner. Hasil bordir mesin manual (kerancang) memakai benang sekoci berupa benang jahit adalah œsangat rapi , sangat stabil, dan lembut. Lalu, hasil jadi bordir mesin manual (kerancang) memakai benang sekoci berupa benang obras adalah œrapi, stabil, dan lembut. Selanjutnya, hasil bordir mesin manual (kerancang) memakai benang sekoci berupa benang bordir adalah œsangat rapi, sangat stabil, dan sangat lembut. Hasil bordir kerancang dikain duchess dipengaruhi oleh penggunaan benang sekoci yang berlainan. serta, jika ingin menghasilkan bordiran yang hasilnya sangat lembut, sangat rapi, dan sangat stabil di bahan bridal disarankan menggunakan benang sekoci berupa benang border.Kata Kunci: benang, bordir kerancang, duchess , sekoci. Authors:Zafirah Afaf : Universitas Negeri PadangWeni Nelmira : Universitas Negeri Padang References:Arleni, I. (2023). œPenggunaan Benang Sekoci Untuk Bordir Kerancang. Hasil Wawancara Pribadi: 23 Juli 2023, Universitas Negeri Padang.Bastaman, W. N. U., & Fadliani, T. N. I. (2020). Pengembangan Motif Bordir Kerancang Tasikmalaya dengan Software JBatik. Dinamika Kerajinan dan Batik, 37(2), 371632.Bernette, M. (2020). 13 Jenis Benang Jahit Yang Digunakan Untuk Menjahit atau Menghias Pakaian. Diakses pada tanggal 9 Maret 2023. https://shop.mybernette.id/Budiyono, Sudibyo, W., Herlina, S., Handayani, S., Parjiyah, Pudiastuti, W., Palupi, D. S., Syamsudin, Irawati, & Parjiyati. (2008). Kriya Tekstil Jilid 2. In Paper Knowledge. Toward a Media History of Documents (Vol. 3). Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.Ernawati, Izwerni, & Nelmira, W. (2008). TATA BUSANA SMK JILID 2. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.Hasyim, H. (2009). Bordir Aplikasi. Surabaya: Tiara Aksa.Nelmira, W., Adriani, & Halmawati. (2021). Desain Motif , Alat dan Proses Pembuatan Kerajinan Bordir Kerancang Bukittinggi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5, 542“550. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/Noerati, Gunawan, Ichwan, M., & Sumihartati, A. (2013). Teknologi Tekstil. Academia.Edu, 382.Nurdhani, D. P. A., & Wulandari, D. (2016).Teknik Dasar Bordir (B.Trimansyah (ed.)). Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan.Poespo, Goet. (2005). Pemilihan Bahan Tekstil. Yogyakarta: Kanisius.Prawirosentono, S. 2004. Filosofi Baru Tentang Manajemen Mutu Terpadu Total Quality Management Abad 21 Studi Kasus & Analisis. Jakarta: PT. Bumi Aksara.Ramadhani, S. A., & Nelmira, W. (2023). Transformasi Motif Burung Merak Pada Produk Bordir Kebaya Di Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota. Gorga Jurnal Seni Rupa, 12 (November 2022). https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/gorga/article/view/.Sugiyono, S. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.Suhersono, H. (2005). Desain Bordir Motif Fauna. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.Suhersono, H. (2011). Mengenal Lebih Dalam Bordir Lukis Transformasi Seni Kriya Ke Seni Lukis. Jakarta: Dian Rakyat.Suliyanthini, D. (2016). Ilmu Tekstil. In PT Raja Grafindo Persada (Vol. 290, Issue 1).Susiani, R., & Ernawati, E. (2019). Strategi Produk Bordir di Kapalo Koto, Koto Tangah Simalanggang, Kota Payakumbuh (Studi Kasus di Usaha Bordir Limpapeh (Kebaya). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 111-119. https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/gorga/article/view/.Veera Zahara, S., & Mukhirah, F. (2018). Daya Tarik Wisatawan pada Produk Kerajinan Bordir Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, 3(1). https://jim.usk.ac.id/pkk/article/view/15693/.Yuliarma, Y. (2016). The Art of Embroidery Designs. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.Zyahri, M. (2013). Pengantar Ilmu Tekstil 2. In Kemendikbud.
Co-Authors A.R, Sannia Lauren Abdullah, MT, Dr. Rijal Abidah, Zhafira Suci Adriani Adriani ADRIANI ADRIANI Adriani Adriani Afaf, Zafirah Afnur Saputri. Ys Afria, Reni Afrianti, Dewi Agusti Efi Agusti, Riri Agustin, Vita Aulya Aini, Lihuri Aksari, Khairani Almagita, Rachmy Bunga Almirah, Icasia Ambiyar, Ambiyar Amelia, Desry Ananda, Putri Anni Faridah Annisa Suryani Aprilia, Nova Azizah Suwandi Azka Hayati Azzahra, Raudhatul Chania Waty Deviani Deviani DEWI RAHMAWATI Dewi, Liyan Puspita Diah Cahyani DIAH PERMATA SARI, DIAH PERMATA Dini Rahayu Efriani, Rimelda Elliza, Fidya Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Nazar Febriana, Vina Fia Andani Fithri, Aulya Fitri, Yulianda Geby Meyliona Giatman Hadiastuti, Hadiastuti Hadzirotun Nadawiyah Hafidza , Hikmah Halmawati, Halmawati Happytri, Leony Hardianti, Witria Hasanah, Nursanti Hazri Lathifatun Nisa Hervilas, Vivi Indriani, Suci Ira Syafrina Irdha Yusra Juwita, Syahrida KH, YUSNIMAR Khairani Aksari Khairani, Fitranada Ihsanul Khairani, Riva Khalishah Rezky Muharrani Kholizah Kholizah Kholizah, Kholizah Lestari, Nadia Lestari, Syawalia Lusi Rahmawati Mardalena, Tari Novelia Marna, Jean Elikal Mauli Datul Gustia Mawaddah, Khamilah Meidina Hastuti Melda Mahniza Misnawati, Tri Muharrani, Khalishah Rezky Nadia Lestari Ningsih, Tri Osvira Nisa, Hazri Lathifatun Nita Sahara Nizwardi Jalinus Nopri Yulia Novrita, Sri Zulfia Novrita, Sri Zulvia Nurfadhila, Emi Nurul Aflah Nurul Inayah Hutasuhut Oktarina, Silvi Popi Marseli Pradana, Samuel Martin Pratiwi, Dara Mia Pratiwi, Mala Maulidina Puji Hujria Suci Purnawan Pontana Putra PUSPANELI, PUSPANELI Putri Ananda Putri, Azizah Dwi Putri, Zahwa Miffia Rafikah Husni Rahmadani, Latifa Rahman, Wulandari Mulia Rahmi Holinesti Rahmi, Febriatul Rahmona Dinayu Rasyid, Ranny Reni Fitria Resti Utami Riani, Aqsya Ridwan Rima Agustia Utami Riska Savitri Riski Gusri Utami Riski Gusri Utami Risma Rahmatunisa Risma Rahmatunisa Roza, Silvia Rusda, Rusda Saputri, Rien Ana Savitri, Riska Sherlita Sri Ayu Ramadhani Suci , Puji Hujria Susana Anggraini Susanti Susanti Susmelly, Sri Suwandi, Azizah Syafriati Syafriati Turrahmah, Diah Vici Syahril Chairani Wari, Felmi Waskito Widi Aliffa Izzara Wihandira Wihandira Wildati Zahri Wulan Dari, Ponda Tiara Wulandari Mulia Rahman Yasnidawati Yasnidawati Yulandari, Cristya Yulia Aryati Yuliana Yuliarma , Yuliarma Yuliarma, Yuliarma Zafirah Afaf Zamil, Ilham Zanil, Ilham