Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Hasil Belajar SIswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning di Sekolah Dasar Kusuma, Yanti Yandri
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.753

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada tema 1 Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup di kelas III SD Negeri 004 Pulau Bangkinang Seberang. Untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan Hasil belajar siswa pada tema 1 Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Metode Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi.. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas III yang berjumlah 20 orang, dengan jumlah laki-laki 9 orang, dan siswa perempuan berjumlah 11 orang. Teknik pengumpulan berupa dokumentasi, observasi, dan tes. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Hasil belajar siswa tema 1 Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup pada Siklus I Pertemuan 1 yaitu 55,68% dengan kategori cukup aktif. Pada Siklus I Pertemuan 2 hasil belajar siswa meningkat yaitu 65,55% dengan kategori cukup aktif. Pada Siklus II Pertemuan 1 hasil belajar siswa meningkat yaitu 46,35% dengan kategori aktif. Pada Siklus II Pertemuan 2 hasil belajar siswa meningkat yaitu 72,22% dengan kategori aktif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada tema 1 Pertumbuhan dan perkembangan Makhluk Hidup di kelas III SD Negeri 004 Pulau Bangkinang Seberang
Penggunaan Bahan Ajar Kearifan Lokal di Sekolah Dasar Kusuma, Yanti Yandri; Faizah, Hasnah; Nur, M; Elmustian, Elmustian; Hermandra, Hermandra
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i2.4939

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang penggunaan bahan ajar dalam kearifan lokal. guna menghasilkan tenaga akademik, profesi, dan vokasi (calon guru dan guru) yang memiliki kompetensi unggul. Penyusunan bahan ajar yang selama ini dilaksanakan (model faktual) oleh guru masih ditemukan kelemahan, sehingga untuk mengatasi kelemahan tersebut peneliti mereview berdasarkan analisis kebutuhan di Sekolah dasar. Produk hasil penelitian ini dapat dijadikan panduan oleh pengawas maupun kepala sekolah dalam melakukan pembinaan bagi guru dalam penyusunan bahan ajar disekolah dalam kearifan lokal. Tujuan dari penggunaan bahan ajar kearifan lokal ini agar guru- guru dapat memahami dengan benar dan juga gunanya untuk meningkatkan kompetensi bagi guru serta memberi kesempatan kepada guru untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap baru yang pada akhirnya akan meningkatkan prestasi belajar siswa
Peningkatan Keterampilan Partisipasi Siswa Melalui Metode Think Pair Share Di Sekolah Dasar Heriyany, Tesy Widya; Sumianto, Sumianto; Kusuma, Yanti Yandri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 1 (2021): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.999 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan keterampilan partisipasi siswa melalui metode think pair share pada pembelajaran PKn kelas IV SDN 023 Muara Mahat Baru kecamatan tapung kabupaten Kampar. Metode penelitian ini adalah penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan dan empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, evaluasi, dan waktu penelitian dilaksanakan penelitian ini dikarnakan sekolah ini mengalami rendahnya tingkat partisipasi siswa dalam belajar. Subjek penelitian ini siswa kelas IV SDN 023 Muara Mahat Baru yang berjumlah 27 orang, dengan jumlah laki-laki 15 orang dan jumlah siswa perempuan 12 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik obsevasi dan lembar dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keterampilan partisipasi siswa dengan tema Indahnya kebersamaan kelas IV SDN 023 Muara Mahat Baru,pada pra tindakan tergolong kriteria kurang dengan ketuntasan klasikal 37 % dari 27 orang siswa hanya 10 orang siswa yang tuntas. Pada siklus I dengan kriteria cukup dengan ketuntasan klasikal 48,14% dari 27 orang siswa hanya 14 orang siswa yang tuntas. Pada siklus II tergolong kriteria baik dengan ketuntasan klasikal 70,37% dari 27 orang siswa terdapat hanya 19 orang yang tuntas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode Think Pair Share dapat peningkatan keterampilan partisipasi siswa kelas IV SDN 023 Muara Mahat Baru.
Pengembangan Model Manajemen Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal Bagi Guru Kusuma, Yanti Yandri; Sumianto, Sumianto
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 2 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.035 KB)

Abstract

Seorang guru dalam merancang ataupun menyusun bahan ajar sangatlah menentukan keberhasilan proses belajar dan pembelajaran melalui sebuah bahan ajar. Bahan ajar dapat juga diartikan sebagai segala bentuk bahan yang disusun secara sistematis yang memungkinkan siswa dapat belajar secara mandiri dan dirancang sesuai kurikulum yang berlaku. Dengan adanya bahan ajar, guru akan lebih runtut dalam mengajarkan materi kepada siswa dan tercapai semua kompetensi yang telah ditentukan sebelumnya. Bahan ajar itu sangat unik dan spesifik. Unik, artinya bahan ajar tersebut hanya dapat digunakan untuk audiens tertentu dalam suatu proses pembelajaran tertentu. Spesifik artinya isi bahan ajar tersebut dirancang sedemikian rupa hanya untuk mencapai tujuan tertentu dari audiens tertentu. Sistematika cara penyampaiannya pun disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran dan karakteristik siswa yang menggunakannya. Bahan ajar biasanya dilengkapi dengan pedoman siswa dan pedoman untuk guru. Pedoman-pedoman ini berguna untuk mempermudah siswa maupun guru menggunakan bahan ajar yang telah dikembangkan. Manajemen pelatihan merupakan tujuan utama dalam pelatihan pembuatan bahan ajar berbasis kearifan lokal, manfaat pelatihan, sasaran, perencanaan/ mendesain program pelatihan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian serta pengembangan pelatihan. Dengan mempelajari dalam pembuatan bahan ajar diharapkan peserta dapat lebih memahami manajemen pelatihan yang efektif sehingga mendukung dalam pelaksanaan proses pelatihan bagi guru dalam pembuatan bahan ajar Sekolah Dasar.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Audio Visual Terhadap Kemampuan Kognitif Siswa Kelas V Sekolah Dasar yesi, Rahma; Luthfi, Amir; Rizal, Muhammad Syahrul; Alim, Melvi Lesmana; Kusuma, Yanti Yandri
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 9, No 2 (2024): VOLUME 9 NUMBER 2 MAY 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpdi.v9i2.4876

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kapasitas kognitif siswa sekolah dasar dipengaruhi oleh model pembelajaran Problem Based Learning dengan berbantuan materi audio visual. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling, sehingga dikategorikan sebagai penelitian quasi eksperimen. Sampel penelitian adalah siswa kelas VA dan VB SDN 017 Laggini Bangkinang. Tes kognitif merupakan alat penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Uji Independent Sample t-test, uji Homogenitas, dan uji Normalitas digunakan dalam analisis statistik. H1 dapat disetujui karena nilai thitung > ttabel, sesuai dengan hasil penelitian menunjukkan data dengan nilai thitung adalah 2,869 dan ttabel adalah 2,10. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media audio visual terhadap kemampuan kognitif siswa sekolah dasar berdasarkan bukti tersebut yang menunjukkan bahwa kemampuan kognitif siswa yang menggunakan model tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Dasar Kusuma, Yanti Yandri; Aprinawati, Iis; Sumianto, Sumianto; Irnani, Irnani; Maslihah, Maslihah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25151

Abstract

Peningkatan Hasil Belajar dengan menggunakan Metode Pembelajaran Berdiferensiasi bertujuan yang digunakan guru dalam proses pembelajaran dikelas bukan hanya menggunakan metode ceramah untuk menyampaikan materi pembelajaran, akan tetapi guru harus membawa siswa terjun langsung kedalam proses pembelajaran yang menggunakan Metode Pembelaajran Berdiferensiasi tersebut agar pembelajaran tersebut lebih berkesan bagi siswa. Hal yang sering terjadi faktor penghambat sampainya materi kepada siswa dalam pembelajaran adalah kurangnya variasi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran sehingga pembelajaran cenderung bersifat menonton dan membosankan. Metode pembelajaran Berdiferensiasi yang digunakan guru kurang bervariasi sehingga membuat siswa cenderung malas untuk mengerjakan tugas, bahkan siswa terkadang mengandalkan teman sekelasnya dan orang tua untuk menyelesaikan tugas tersebut. Penelitian ini dilakukan di SD Permata Topaz Metode yang digunakan dengan Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Alasan pemilihan lokasi karena peneliti menemukan permasalahan rendahnya Hasil belajar siswa dan guru belum menggunakan Metode Pembelajaran Berdiferensiasi.Penguatan pendidikan karakter menjadi salah satu program pemerintah dalam meningkatkan karakter bangsa. Hasil Penelitian Melalui penggunaan model pembelajaran metode pembelajaran Berdiferensiasi, guru dapat meningkatkan Hasil Belajar pembelajaran siswa melaui metode pembelajaran Berdiferensiasi, yang pada gilirannya akan mendorong siswa menjadi pembelajar yang lebih terlibat, lebih mandiri dan lebih inisiatif. Selain itu, dapat mendorong fokus dan emosi kenikmatan saat terlibat dalam proses pembelajaran. Metode pembelajaran merupakan acuan yang sistematis dan terstruktur yang digunakan selama proses pembelajaran berlangsung.
Pelatihan Model Berbasis Blended Learning Dengan Penggunaan Google Classroom di SD Pahlawan Nurhaswinda, Nurhaswinda; Kusuma, Yanti Yandri; Sumianto, Sumianto
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Dedikasi 2023
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v1i1.1

Abstract

Keterbatasan guru dalam mengusai penggunaan teknologi terutama pembelajaran berbasis online menyebabkan kurang maksimalnya hasil pembelajaran yang ingin dicapai. Guru diarahkan untuk memamfaatkan media pembelajaran online terutama pada pembelajaran dengan google classroom. Penggunaan google classroom ini dikenal juga dengan pembelajaran blended learning. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan blended learning dengan penggunaan google classroom di Sekolah Dasar Pahlawan. Metode yang digunakan selama pelatihan adalah menggunakan metode demonstrasi, diskusi, tanya jawab, dan penugasan. Hasil pelatihan blended learning dengan menggunakan google classroom menunjukkan bahwa pelatihan ini dapat memberikan inovasi pembelajaran yang lebih interaktif dengan menggunakan fitur-fitur yang disediakan google classroom sehingga memudahkan peserta dalam mengajar mata pelajaran yang diampu. Diharapkan dengan model blended learning dengan menggunakan google classroom pada saat pembelajaran online dapat dijadikan salah satu solusi permasalahan pada saat covid-19 oleh guru saat mengajar di Sekolah Dasar Pahlawan.
Pelatihan Pembelajaran Berorientasi Saintifik Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Komunikasi Sains di SDN 010 Langgini Sumianto, Sumianto; Kusuma, Yanti Yandri; Aprinawati, Iis; Winiesta, Ayang Okta; Nurjannah, Annisa
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Dedikasi 2023
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v1i1.9

Abstract

Keterampilan proses sains dan Komunikasi sains merupakan suatu kegiatan yang tidak terlepas dalam kegiatan pembelajaran sains di sekolah. Melalui kegiatan berproses sains dan komunikasi sains yang baik, akan meningkatkan kemampuan siswa dalam menemukan dan mengkomunikasikan hasil kegiatan melalui komunikasi tulisan maupun lisan. Namun pada pelaksanaannya, tidak semua guru mampu menyusun langkah kegiatan yang memberi kesempatan kepada siswa untuk melaksanakan kegiatan yang merangsang keterampilan proses sains dan komunikasi sains dengan baik. Rendahnya kegiatan siswa dalam pembelajaran terutama dalam melakukan komunikasi sains terutama dalam pembelajaran sains yang memerlukan adanya laporan kegiatan. Kegiatan ini dilaksanakan menggunakan metode pelatihan pembelajaran berorientasi saintifik melalui rangkaian kegiatan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan refleksi. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan diketahui bahwa keterlaksanaan pengabdian telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana, peserta merasa puas dalam pelatihan sebesar 83,33%. Selain itu, peserta pelatihan mengharapkan adanya pelaksanaan pelatihan berkaitan dengan pengembangan media sebesar 50%. Selain itu, guru memperoleh pemahaman dalam merancang kegiatan pembelajaran berborientasi saintifik dan peserta berhasil membuat produk pengembangan rancangan pembelajaran yang kreatif.
Analisis Upaya Guru dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Permulaan Siswa Kelas II Sekolah Dasar Fadhilah, Nurul; Kusuma, Yanti Yandri; Marta, Rusdial; -, zulhendri; -, Fadhilaturrahmi
el-Ibtidaiy:Journal of Primary Education Vol 7, No 1 (2024): el-ibtidaiy
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ejpe.v7i1.25033

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah dari 30 siswa, ada 8 siswa yang masih belum lancar dengan ciri kesulitan mengidentifikasi lafal diftong (au, ai, ei, dan oi), lafal konsonan ganda (ng, ny, sy, kh dan kr), intonasi bacaan dan kelancaran membaca. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya guru dalam mengatasi kesulitan membaca permulaan siswa kelas II SD Negeri 192 Pekanbaru. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana upaya guru dalam mengatasi kesulitan membaca permulaan siswa kelas II SD Negeri 192 Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subyek yang diteliti dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas II B. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian upaya yang dilakukan guru kepada siswa yang mengalami kesulitan membaca permulaan yaitu: menggunakan media kata huruf diftong dan kata konsonan ganda, memberikan jam tambahan kepada siswa sebelum pelajaran dimulai, menggunakan metode (metode ejaan, metode bunyi, dan metode suku kata), membaca nyaring, mendikte, melakukan kunjungan ke perpustakaan, memposisikan tempat duduk siswa sebagai tutor sebaya dan bekerjasama dengan orang tua untuk ikut memantau kegiatan membaca siswa di rumah.Kata kunci: Upaya Guru, Kesulitan Membaca, Membaca Permulaan.
ANALISIS KESIAPAN GURU KELAS DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PEMBELAJARAN TEMATIK DI SDN 029 SUMBER MAKMUR Ariyani, Sundari; Fauziddin, Mohammad; Kusuma, Yanti Yandri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v3i2.280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian dalam mengimplementasikan pembelajaran tematik di kelas satu SDN 029 Sumber Makmur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas satu, siswa kelas satu, dan kepala sekolah. Objek penelitian ini berupa bentuk untuk kesiapan guru kelas dalam mengimplementasikan pembelajaran tematik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik, sumber, dan waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru kelas satu sudah membuat perencanaan pembelajaran berupa RPP. Pelaksanaan pembelajaran guru kelas satu sudah menggunakan pendekatan saintifik walau tidak urut 5M serta sudah mengacu rambu-rambu dan prinsip pembelajaran tematik. Guru kelas satu menggunakan penilaian autentik yang menilai aspek sikap dengan observasi, aspek pengetahuan dengan tes tertulis serta penugasan, dan aspek keterampilan dengan unjuk kerja