Claim Missing Document
Check
Articles

DINAMIKA POLITIK PENDIDIKAN GURU AGAMA ISLAM PADA MASA ORDE LAMA Heni Listiana
Jurnal Keislaman Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/jk.v2i2.3386

Abstract

Politik pendidikan guru agama Islam pada masa Orde lama tidak dapat dilepaskan dari perjuangan memasukkan materi agama di sekolah. Sudah sejak lama Pemerintah Belanda menjadikan pendidikan agama terpisah dari pendidikan sekolah, dengan asumsi pendidikan sekolah itu netral dari pendidikan agama. Pendidikan agama menjadi urusan pribadi masing-masing dan bukan menjadi bagian integral pada pendidikan sekolah. Pemisahan ini menjadikan perbedaan yang sengit antara kaum nasionalis dan umat Islam dalam memandang pendidikan agama. Kaum nasionalis memiliki kecenderungan sinis dan apatis terhadap kaum muslim. Demikian juga kaum muslim berusaha untuk menyelamatkan kepentingannya dalam kancah politik di Indonesia sebagai mayoritas. Tetapi menjadi hal yang menarik untuk dikaji adalah meskipun Kementerian agama lahir belakangan tetapi usaha yang dilakukan pasca kemerdekaan harus diakui sebagai upaya yang luar biasa dalam menyediakan pendidikan yang berkualitas bagi umat Islam, terbukti dengan penyelenggaraan pendidikan guru yang pernah dijalankan. Upaya membangun kesejajaran dengan Kementerian Pendidikan dalam mengelola lembaga pendidikan menjadi hal yang tidak dapat dielakkan. Untuk itu perlu dibahas tentang model pendidikan guru agama Islam pada masa orde lama sebagai bagian dari politik pendidikan masa orde lama dalam fokus kajian politik ketenagaan.
Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Pengelolaan Kelas Berbasis Karakter di MI Bustanul Mubtadiin Proppo Pamekasan Halimatus Sakdiyah; Heni Listiana
PERDIKAN (Journal of Community Engagement) Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/pjce.v1i1.2294

Abstract

Pemahaman guru MI khususnya MI swasta di Pamekasan tentang teori pembelajaran terkini belum banyak terserap, terlebih terkait pemberlakuan kurikulum 2013, yang mendasarkan pada pengelolaan kelas berbasis karakter. Sehingga banyak guru yang masih menggunakan pola lama yakni metode ceramah yang monoton. Adapun yang menjadi fokus pada pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat kali ini adalah : bagaimana upaya guru dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna dan bagaimana menanamkan karakter pada peserta didiknya. Sehingga pengabdi memberikan pelatihan dan pendampingan selama satu minggu untuk melatih guru-guru MI agar terampil dalam mengelola kelas, dan memasukkan nilai-nilai karakter disetiap kegiatan pembelajaran di kelas.Metode yang dikembangkan dalam pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah Pengabdian berbasis pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan, yang menjadi sasaran pengabdian kami adalah guru-guru MI swasta yang mengajar di MI Bustanul Mubtadiin dan sekitarnya, karena selama ini mereka ( guru MI swasta ) khususnya MI Bustanul Mubtadiin yang berada di daerah proppo pamekasan jarang sekali mengikuti pelatihan peningkatan kualitas pembelajaran di kelasKegiatan pengabdian ini merupakan kegiatan yang berorientasi kepada pembangunan kebiasaan pengelolaan dengan tahapan Plan – do – check – action. Berdasarkan temuan pada saat pendampingan, sebagian penanggung jawab RTL merasa belum terbiasa menjalankan terutama pada tahap check – action, sehingga RTL yang sudah direncanakan (plan), dijalankan tanpa ada pengawalan yang kontinyu. Akibatnya, beberapa kegiatan terkesan dijalankan apa adanya. Sehingga dengan adanya kegiatan pelatihan ini, guru-guru MI bisa lebih terampil dalam mengelola kelas dan menanamkan nilai-nilai karakter dalam pembelajarannya. Selain itu guru-guru MI dapat menguasai beberapa strategi pembelajaran di kelas, sehingga berpengaruh terhadap peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa.
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Neurosains Spiritual Heni Listiana; Achmad Yusuf; Supandi; Moh. Wardi

Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.71 KB)

Abstract

Islamic education learning must be developed in spiritual neuroscience. Islamic education has a close relationship with spiritual neuroscience. This interdisciplinary study will provide a broader profile and find new alternatives in the development of Islamic education. This research is interdisciplinary with a literature approach. The data source is in the form of a number of literatures on the Islamic education curriculum and spiritual neuroscience. The data is obtained by documentation. The analysis uses content analysis. The results of this study are: (a) neurospiritual operators related to creative potential (b) these operators can build spiritual learning (c) Neuroscience (spiritual neuroscience) can build the social structure of society (d) This discipline is able to develop the basis of student learning abilities (e) The prefrontal cortex plays an important role in improving memory skills (f) the neuroscience approach through memory skills affects learning outcomes (g) optimizing brain power can be taken in very various ways and processes. Second, there are five foundations for developing Islamic education curriculum based on spiritual neuroscience, they are: philosophical, religious, psychological, and neurophysiological foundations. The third, the approach is used to developing the Islamic education curriculum based on spiritual neuroscience is an integrated approach.
KONTRIBUSI POSDAYA MASJID “MIFTAHUL HIDAYAH” DI DESA BULAY KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN Nashar Nashar; Moch. Cholid Wardi; Heni Listiana
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 14 No. 1 (2017)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v14i1.1320

Abstract

The concept of poverty alleviation is not solely a matter for government but has become the responsibility of the congregation. Action against poverty is jihad in the path of Allah Swt. It seems Empowerment Center has changed the pattern of relations between officials at the village level or the district, employers, the profession with the congregation in the mosque which was originally a pattern of relationships out sider in-sider, different interests,' patterns of kinship, common interest to transform the society into a prosperous self-sufficient. Through Empowerment Center of the mosque, it is expected that a number of poor families successfully assisted to the strengthening of entrepreneurship and access to capital through the funds of the mosque, funds Lakzis, BMT, and the bank of SMES with a system of joint responsibility. Another positive thing happens with the optimal the Mosque based Empowerment Center  is increasing the confidence of isoleted society. They have friends from diverse elements of the good academics, the professions, local officials and local leaders are easily accessible and are invited to the discussion. Based on that, then there are three problems that become the basic study in this study, namely: first, how is the strategy of Empowerment Center in conducting empowerment in the community?, second what are the contributions of Empowerment Center of the mosque and the third, what became the Empowerment Center of the mosque “Miftahul Hidayah” selected to be Posdaya National referral 2016 ?The theory of Empowerment that is worn according to the meaning in language is a process, a way, the deeds make the helpless, namely the ability to do something or ability to act in the form of common sense, endeavor or effort, community is the unity of human life that interact according to a system of certain mores that are continuous, and which is bound by a sense of shared identity, in some of the studies regarding the construction of community, community empowerment is often interpreted as an attempt to give power so their voices heard in order to contribute to the planning and decisions that affect their community, community empowerment can be interpreted as an attempt to restore or improve the ability of a community to be able to do in accordance with the dignity in implementing their rights and responsibilities as members of the community.
Model Pembelajaran Kitab Kuning Dalam Membentuk Keilmuan Dan Spiritualitas Santri Di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in Lirboyo Kediri Anam, Khoirul; Listiana, Heni; Itsbat, Itsbat
Ulumuna: Jurnal Studi Keilsman Vol 10 No 1 (2024)
Publisher : LP2M IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/ju.v10i1.7557

Abstract

INTEGRASI PEMBELAJARAN AKHLAK DENGAN PRAKTIK BAHASA MADURA HALUS DI PONDOK PESANTREN AL-ISLAMI AS-SALAFI TAMAN SARI PAMEKASAN Ach. Kholili; Heni Listiana; Abdul Holik; Ali Ridho
PROFICIO Vol. 5 No. 2 (2024): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v5i2.2704

Abstract

Pembelajaran akhlak merupakan hal penting bagi santri dengan alasan pertama akhlak adalah sikap yang perlu tertanam dalam diri santri. Kedua akhlak dipandang sebagai bukti bagi santri bahwa dirinya pernah mondok. Salah satu cara dalam pembelajaran akhlak yaitu melalui pengintegrasian dengan praktek bahasa Madura termasuk yang dilaksanakan di pondok Pesantren Al-Islami As-Salafi Taman Sari Pamekasan. Integrasi pembelajaran akhlak dengan praktik bahasa halus ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan berbahasa, memperkuat nilai-nilai moral dan etika santri, menjunjung dan melestarikan bahasa Madura halus sebagai jati diri bangsa. data diperoleh melalui observasi, dokumentasi dan wawancara yang menghasilkan pertama Pondok Pesantren Al-Islami As-Salafi Taman Sari Pamekasan menggunakan sistem pendidikan yang berbasis akhlak. Kedua Pondok Pesantren Al-Islami As-Salafi Taman Sari Pamekasan menerapkan praktik bahasa Madura halus melalui kegiatan ekstra yang disebut "kegiatan berbhesan. Ketiga Integrasi pembelajaran akhlak dengan praktik bahasa Madura halus memberikan hasil yang signifikan dalam peningkatan pemahaman siswa mengenai nilai-nilai akhlak. Pengintegrasian ini sangat efektif meskipun ada hambatan yang dihadapi oleh pengurus dalam membentuk karakter luhur santri dengan bahasa madura halus yang terjadi ketika libur pesantren, dimana para santri mendapat kebebasan untuk menggunakan alat komunikasi sehingga seringkali terkontaminasi dengan budaya yang jauh berbeda dengan yang diajarkan didalam pesantren. Sehingga pengurus mengaggap perlu kepada para wali suntri untuk perperan aktif dalam mengawasi sanri ketika sedang libur pesantren.
LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM AKHIR ABAD XX Studi Pendidikan Muhammadiyah Sekolah Umum Plus dan Boarding School Listiana, Heni
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 2 (2015)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.697 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v10i2.827

Abstract

Abstract: Modernization of Islamic education institutions in Indonesia was preceded by  Muhammadiyah movement that rised the idea of extra public schools or so called "HIS met de Qur'an". This school model became the forerunner of modern Islamic education institutions in the 20th century. This school model is, then, disseminated to other reformist movements. ‘Plus’ Public Schools  has become a new phenomenon of modern educational institutions to acomodate the needs of Muslims to modern education. In addition to the developing Extra Public Schools, Muhammadiyah also developed "boarding School" (Dormitory) education system which was initially criticized to address the needs of the Muslim community towards education. Keywords: islamic education institutions, muhammadiyah, 20th century
The Development Model of the Digital-Based Madrasah ‎Diniyah at Islamic Boarding School Padepokan Kyai ‎Mudrikah Kembang Kuning Listiana, Heni; Achmad Muhlis; Vargheese K J
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 2 (2023)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v18i2.10192

Abstract

Era digital telah memaksa semua lembaga pendidikan berubah, termasuk Madrasah Diniyah. Madrasah Diniyah sebagai lembaga pendidikan non-formal yang berfokus pada pengajaran nilai-nilai Islam, dituntut untuk mengadaptasi perubahan ini agar tetap relevan. Penelitian ini bertujuan mengeksplore model pengembangan Madrasah Diniyah berbasis digital di Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning Pamekasan (IBS PKMKK). Metode penelitian yang diterapkan adalah analisis studi kasus, yang meliputi proses pengumpulan data melalui proses wawancara, pengamatan, serta evaluasi dokumen yang relevan. Studi ini menekankan kesesuaian model pengembangan digital ini dengan kebutuhan dan konteks lokal. Meskipun berlokasi di pedesaan, Madrasah Diniyah IBS PKMKK telah beradaptasi dengan tuntutan era modern tanpa melepaskan fokus utama mereka pada pendidikan agama, keadaan ini menjadi semacam oase yang mendorong adopsi pembelajaran berbasis digital dalam komunitas yang sebelumnya kurang memprioritaskan pendidikan berkualitas.
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Digital Bagi Guru Sa’diyah, Halimatus; Listiana, Heni; Nurhayati, Sri; Jannah, Fefty Mifhidayatul
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 02 (2024): Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2024.5.02.270-277

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi kepada guru-guru Sekolah Dasar Islam Matsaratul Huda tentang pentingnya media pembelajaran digital dan melatih mereka dalam pembuatan media pembelajaran digital menggunakan aplikasi Canva agar lebih menarik bagi siswa serta meningkatkan hasil belajar siswa. Langkah-langkah yang dilakukan mencakup penyampaian materi tentang urgensi media pembelajaran berbasis digital beserta contoh dan praktik pembuatan media pembelajaran berbasis digital. Kegiatan ini dihadiri 15 peserta, yaitu guru Sekolah Dasar Islam Matsaratul Huda, 3 fasilitator, dan 9 mahasiswa dari IAIN Madura. Berdasarkan hasil diskusi pada saat pra pengabdian diketahui bahwa guru-guru SDI Matsaratul Huda telah memiliki pengetahuan dasar tentang media pembelajaran berbasis digital, hal ini juga ditunjukkan dengan sikap antusias yang tinggi dalam bertanya dan semangat dalam praktik pembuatan media pembelajaran berbasis digital. Hasil akhir dari pengabdian ini menunjukkan bahwa guru-guru merasa puas dan sangat terbantu dengan pelatihan pembuatan media pembelajaran digital, guru mampu menghasilkan produk berupa video menggunakan aplikasi Canva yang menarik bagi siswa dalam proses belajar.
Tren Integrasi Literasi Ekologis dalam Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka Nada, Zilfania Qathrun; Listiana, Heni
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2024: SPECIAL EDITION: LALONGET V
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.17209

Abstract

This study discusses the importance of ecological literacy in increasing students' awareness of the environment through learning Indonesian. This study aims to combine ecological literacy in Indonesian language materials in junior high schools and senior high schools in the 2013 Curriculum and the Independent Curriculum, and to assess the effectiveness of the learning methods used by teachers. The study used a qualitative approach through analysis of curriculum content, learning materials, and interviews with Indonesian language teachers. The analysis also includes a study of literary works that raise environmental themes. The results show that the 2013 Curriculum emphasizes more on introducing the environment through narrative and informative texts, while the Independent Curriculum focuses more on direct student involvement through observation and real action activities. Both are effective in increasing students' environmental awareness, although with different approaches. In conclusion, the 2013 Curriculum focuses on theoretical understanding, while the Independent Curriculum encourages real action for environmental conservation.