Claim Missing Document
Check
Articles

Bencana Banjir Tahunan: Faktor Penyebab Banjir dan Kebijakan Tata Ruang Kota Makassar terhadap Kejadian Banjir Tahunan Salsa Firdausiah; Adi Subiyanto; Ali Rahmat; Nurul Mutmainnah Jamil; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4298

Abstract

Abstrak Selasa, 7 Desember 2021, banjir diketahui menggenangi 16 titik di Kota Makassar, termasuk ruas jalan-jalan protokol seperti JL. AP. Pettarani dan beberapa titik Jalan Perintis Kemerdekaan. Banjir, merupakan salah satu bencana yang beberapa kali terjadi di Kota Makassar. Kota Makassar dengan kondisi topografi dataran rendah yang landai dengan hamparan dataran rendah yang berada pada ketinggian 0-25 meter di atas permukaan laut serta dekat dengan pantai dan tempat bermuaranya 2 (dua) sungai besar yaitu Sungai Jeneberang dan Sungai Tallo. Hal ini menyebabkan presentasi kejadian banjir semakin tinggi akibat kenaikan permukaan laut dan curah hujan yang tinggi. Selain itu, beberapa faktor penyebab banjir di Kota Makassar diantaranya kondisi drainase yang tidak lagi memadai disebabkan oleh sistem perencanaan drainase perkotaan yang buruk dan tidak terkoneksi satu sama lain komponennya, tidak cukupnya Ruang Terbuka Hijau akibat lemahnya RUTRW Kota Makassar, meningkatnya pembangunan kawasan pemukiman yang berakibat pada kurangnya wilayah resapan air, kurangnya komunikasi pemerintah dengan masyarakat dalam penanggulangan banjir, dan ketidaksinkronan program kerja pengendalian banjir dan implementasi SKPD. Tulisan ini fokus dalam pengkajian faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian banjir di Kota Makassar berdasarkan kajian berbagai literatur, dengan harapan mampu memberikan sumbangsih bagi peningkatan mitigasi banjir di Kota Makassar. Kajian literatur ini akan terbatas pada identifikasi dan telaah pada faktor-faktor yang berpengaruh pada kejadian banjir serta tata ruang Kota Makassar. Kata Kunci: Banjir, Tata Ruang, Makassar Abstract Tuesday, December 7, 2021, floods are known to inundate 16 points in Makassar City, including protocol roads such as JL. AP. Pettarani and some points of Independence Pioneer Road. Flood, is one of the disasters that has occurred several times in Makassar City. Makassar City with sloping lowland topographic conditions with a stretch of lowlands located at an altitude of 0-25 meters above sea level and close to the coast and where 2 (two) major rivers emptied, namely the Jeneberang River and the Tallo River. This has led to higher flood events due to sea level rise and heavy rainfall. In addition, several factors that cause floods in Makassar City include drainage conditions that are no longer adequate due to a poor urban drainage planning system and are not connected to each other's components. insufficient Green Open Space due to the weak RUTRW of Makassar City, the increasing development of residential areas which results in a lack of water catchment areas, lack of government communication with the community in flood management, and misalignment of flood control work programs and SKPD implementation. This paper focuses on assessing the factors that influence flood events in Makassar City based on the study of various literature, with the hope of being able to contribute to improving flood mitigation in Makassar City. This literature review will be limited to identifying and reviewing the factors that influence flood events and the layout of Makassar City. Keywords: Flood, Spatial Planning, Makassar
Persebaran Wilayah Rentan Terdampak Perubahan Iklim Global di Kabupaten Lombok Tengah Clara Bilqis Florissa; Adi Subiyanto; Christine Sri Marnani; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih; Kusuma
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4428

Abstract

Abstract This study about distribution of vulnerability area climate change impacts in Central Lombok, Indonesia. The design of research is used descriptive methods and qualitative research types. Spatial planning is closely related to disaster. Indonesia is a region that is very vulnerable to disasters, therefore in the preparation of spatial planning must always refer to the potential dangers or threats that exist in an area. One of the disasters that currently threatens Indonesia is climate change. Climate change is a problem that is faced by all people in the world, including Indonesia. Indonesia is an archipelago state, this situation makes Indonesia very vulnerable to the negative impacts of climate change. Climate change not only impacts the environment, but also has a direct impact on human life. Central Lombok is located on a small island which makes its territory more vulnerable to the impacts of climate change. Keywords: Climate Change, Disaster, Spatial Planning, Impact.
Analisis Angin Zonal dan Meridional dalam Menentukan Awal Musim Hujan di Seram Bagian Barat Provinsi Maluku Eka Alfred Sagala; Ernalem Bangun; Adi Subiyanto
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5842

Abstract

Abstrak Prakiraan awal musim dan curah hujan yang dikeluarkan BMKG sangat penting salah satunya bagi komoditas pertanian. Kriteria untuk penentuan awal musim ini sangat bervariasi, namun selama ini hanya didasarkan pada jumlah curah hujan tanpa mempertimbangkan indikator lain. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh angin zonal dan meridional dalam penentuan awal musim hujan maupun kemarau di wilayah penelitian Seram bagian barat. Selain itu, juga dideskripsikan hubungan curah hujan saat El Nino mengalami penguatan mengingat fenomena ini juga mempengaruhi sistem sirkulasi angin di wilayah penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data angin zonal dan angin meridional bulanan dari NCEP (National Centre For Environmenttal), akumulasi curah hujan bulanan dari Stasiun Klimatologi Seram bagian barat, dan data ONI NOAA (Oceanic Nino Index NOAA). Dengan metode analisa deskriptif dan statistik dengan melibatkan analisa grafik maka diperoleh bahwa pola curah hujan menunjukkan pola lokal dimana awal musim hujan rata-rata dimulai pada bulan Mei. Analisa angin zonal dapat digunakan dalam menentukan awal musim hujan di Seram Bagian Barat saat tidak ada fenomena global. Hal ini diawali dengan berhembusnya angin zonal timuran dan awal musim kemarau ditandai dengan melemahnya angin zonal timuran yang selanjutnya angin zonal baratan mengalami penguatan. Sedangkan angin merdional dari selatan mengalami penguatan setelah puncak musim hujan terjadi dan melemah setelah puncak musim kemarau terjadi. Kata Kunci: Awal Musim, Angin Zonal, Angin Meridional, Curah Hujan Abstract Forecast of seasonal onset and the rainfall issued by BMKG is very important, one of which is for agricultural commodities. The criteria for determining the start of this season are very varied, but so far only based on the amount of rainfall without considering other indicators. Therefore this study aims to analyze the effect of zonal and meridional winds in determining the start of the rainy and dry seasons in the western part of the Seram research area. In addition, the relationship between rainfall during El Niño has also been strengthened, given the fact that this phenomenon also affects the wind circulation system in the research area. The data used in this study are zonal wind data and monthly meridional winds from NCEP (National Center for Environmenttal), monthly rainfall accumulation from the West Seram Climatology Station, and ONI NOAA (NOAA Oceanic Nino Index) data. With the method of descriptive analysis and statistics involving graph analysis, it is found that rainfall patterns show local patterns where the beginning of the average rainy season begins in May. Zonal wind analysis can be used to determine the start of the rainy season in West Seram when there are no global phenomena. This begins with the blowing of zonal winds and the beginning of the dry season is characterized by a weakening of the zonal winds of the timuran which further strengthens the zonal wind. Whereas the national wind from the south has been strengthened after the peak of the rainy season occurred and weakened after the peak of the dry season occurred. Keywords: Onset of Season, Zonal Wind, Meridional Wind, Rainfall
INOVASI “KELEKAK BANGKA”: AGROFORESTRI BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK ADAPTASI DAN MITIGASI PERUBAHAN IKLIM Jati Marta, Dwi; Kerta Widana, IDK; Subiyanto, Adi; Widodo, Pujo; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 6 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i6.2024.2292-2309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sistem agroforestri Kelekak Bangka dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim serta dampaknya terhadap ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan fokus observasi lapangan, wawancara mendalam dan analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi Kelekak Bangka merupakan pendekatan yang efektif dalam menghadapi perubahan iklim melalui mitigasi dan adaptasi. Pemanfaatan pohon endemik dan tanaman lokal tidak hanya berkontribusi terhadap penyerapan karbon namun juga meningkatkan ketahanan terhadap perubahan kondisi iklim. Terjaganya keanekaragaman hayati dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam praktik agroforestri dapat menjadi solusi yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana sistem agroforestri Kelekak Bangka berkontribusi terhadap adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta mendukung kelestarian ekosistem dan kesejahteraan masyarakat lokal.
PENGUATAN KESIAPSIAGAAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA GEMPABUMI BERBASIS KOMUNITAS Berlian Yogi Ananto, Timotius; Subiyanto, Adi; Subiakto, Yuli; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 4 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i4.2024.1354-1358

Abstract

Indonesia kerapkali dilanda bencana yang disebabkan oleh alam, tidak terkecuali bencana gempabumi yang membangkitkan kapasitas sasaran dorongan dan bencana materil pahala berpokok bencana gempabumi ini. Tingginya poin sasaran dorongan dan bencana benda materi pahala bencana gempabumi berperan semboyan rendahnya kewaspadaan otoritas dan biasa bagian dalam menemui bencana tersebut. Dengan demikian, analisis ini bercita-cita kepada membincangkan kewaspadaan otoritas dan biasa bagian dalam penjabaran imbalan bencana gempabumi berpedoman komunitas. Penelitian ini meggunakan kupasan literatur. Hasil analisis memperlihatkan bahwa tahap kewaspadaan otoritas dan biasa harus melantas ditingkatkan kait status sangat sedia bagian dalam menemui bencana tawang gempabumi. Dengan demikian imbalan bencana tawang gempabumi seumpama jatuhnya sasaran dorongan, bencana benda materi dan tegahan kerohanian akan bisa dikurangi tambah optimal.
PERILAKU TIDAK ETIS PEJABAT DAN KRISIS LEGITIMASI POLITIK INDONESIA 2025 Cahyati, Fajar; Heridadi, Heridadi; Subiyanto, Adi; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 11 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i11.2025.4336-4342

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab gejolak politik Indonesia 2025, mengevaluasi respons pemerintah, dan menganalisis dampak perilaku tidak etis para pejabat terhadap stabilitas demokrasi. Metode penelitian kualitatif meliputi studi dokumen kebijakan, tinjauan media. Hasil menunjukkan bahwa 12 gelombang demonstrasi besar sepanjang 2025 dipicu oleh banyaknya kebijakan kontroversial yang dicanangkan seperti kenaikan PPN, larangan LPG 3 kg, dan hingga skandal etika pejabat, termasuk korupsi masif dan tunjangan berlebihan DPR di tengah sulitnya ekonomi. Mekanisme moral disengagement memungkinkan pejabat merasionalisasi tindakan tidak etis tersebut, sementara kepemimpinan etis yang lemah dan tekanan mencapai target memperburuk budaya birokrasi. Respons pemerintah cenderung reaktif dimana jika viral terlebih dulu, baru cabut kemudian. Hal ini justru memperdalam krisis legitimasi. Perwujudan stabilitas demokrasi hanya dapat diperkuat melalui reformasi tata kelola, seperti penerapan kepemimpinan etis, penegakan akuntabilitas, dan peningkatan transparansi dalam proses pembuatan kebijakan. Pendekatan ini diharapkan memulihkan kepercayaan publik dan mencegah terulangnya konflik politik serupa atau lebih parah di masa mendatang. 
PEMETAAN BENCANA BANJIR DI KECAMATAN PESANGGRAHAN, JAKARTA SELATAN BERBASIS ANALISIS SPASIAL MENGGUNAKAN QGIS Yoikov Nainggolan, Hizkia Hengky; Subiyanto, Adi; Sutanto, Sutanto; Widodo, Pujo; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 6 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i6.2024.2546-2550

Abstract

DKI Jakarta sangat rentan terhadap banjir karena berada di dataran rendah dengan kemiringan lereng yang landai. Pada 30 November 2023, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan bahwa 69 wilayah RT di Jakarta tergenang banjir, dengan 19 RT di Jakarta Selatan yang terkena dampak. Banjir ini disebabkan oleh luapan Kali Ciliwung dan Kali Pesanggrahan serta hujan lebat sejak 29 November 2023. Pemetaan banjir yang akurat diperlukan untuk mengantisipasi dan mencegah banjir. Memodelkan potensi banjir di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan dengan menggunakan analisis geospasial yang menggunakan QGIS dan OpenStreetMap telah terbukti berhasil. Pemetaan daerah rawan banjir ini dapat membantu pemerintah membuat kebijakan mitigasi yang tepat dan memberikan informasi tentang jumlah orang yang terdampak, infrastruktur yang terkena, dan jalur evakuasi tercepat.
The Role of Lithological Characteristics in Determining Landslide Susceptibility: Evidence from Tegalwaru District, West Java, Indonesia Cahyati, Fajar; Heridadi; Adi Subiyanto; Rachmat Setiawibawa; Anwar Kurniadi
International Journal of Technology and Education Research Vol. 3 No. 04 (2025): October - December, International Journal of Technology and Education Research
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v3i04.2499

Abstract

This research examines the influence of lithological characteristics on landslide susceptibility in Tegalwaru District, Purwakarta Regency. The area is predominantly composed of claystone formations from the Jatiluhur Formation, which exhibits impermeable and porous properties. During high-intensity rainfall events, water infiltration becomes limited, resulting in rapid saturation of the surface layer. These conditions trigger soil softening and reduce slope stability in areas characterized by steep to very steep terrain gradients. Additionally, weathered volcanic fragments of andesite and diorite that comprise this region undergo intensive weathering processes, forming joint systems and boulders that are susceptible to movement. These lithological factors are further aggravated by high precipitation and anthropogenic activities, which collectively influence slope stability. This research emphasizes the critical importance of understanding lithological characteristics for effective landslide risk mitigation and disaster management planning.
Mitigasi Bencana Pasca Tambang Inkonvensional (TI) Darat: Perspektif Collaborative Governance Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Atikah, Dina; Bangun, Ernalem; Subiyanto, Adi
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 4 (2025): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol4.Iss4.2000

Abstract

Penelitian ini mengkaji mitigasi bencana pasca aktivitas penambangan timah inkonvensional (TI) darat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui perspektif collaborative governance. Permasalahan utama yang diangkat adalah lemahnya regulasi terkait tanggung jawab reklamasi dan pemulihan lingkungan, sehingga aktivitas TI menimbulkan kerusakan ekosistem yang berpotensi memicu bencana ekologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengelaborasi fenomena mitigasi bencana pasca penambangan TI melalui kolaborasi antara aktor negara dan non-negara, serta menelaah bagaimana upaya kolaboratif tersebut dapat mencegah bencana melalui keluaran kebijakan yang mempengaruhi pola tata lingkungan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi yang diperoleh dari media lokal, peraturan daerah, serta wawancara dengan para pemangku kepentingan yang terlibat dalam mitigasi bencana pasca penambangan timah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola kolaboratif mampu memperkuat koordinasi dan pengawasan lintas sektor, mendorong penataan regulasi pertambangan rakyat, serta memastikan pelaksanaan kewajiban pemulihan lingkungan pasca tambang. Dengan demikian, collaborative governance menjadi strategi penting dalam menyeimbangkan kepentingan ekonomi masyarakat dengan keberlanjutan lingkungan.
Transformative Disaster Education for Reducing the Knowledge Action Gap among Adolescents: Evidence Synthesis Based on Local Seismicity in West Sumatra Reza, Fakhri; Adi Subiyanto; Sutanto
International Journal of Technology and Education Research Vol. 3 No. 04 (2025): October - December, International Journal of Technology and Education Research
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v3i04.2530

Abstract

West Sumatra, Indonesia, faces a critical dual seismic hazard from the Sunda Megathrust and the active Sumatra Fault System, resulting in repetitive destructive earthquakes and high structural vulnerability. This study investigates the effectiveness of disaster preparedness among adolescents (aged 10–24), a strategic demographic group comprising over 25% of the population. Using Evidence Synthesis via a Descriptive-Qualitative Library Research approach, this paper analyzes the convergence of local seismotectonic risks and social preparedness models.The synthesis reveals a significant knowledge–action gap (preparedness paradox): while theoretical disaster knowledge among students is high, their practical readiness and self-efficacy are moderate to low. This discrepancy is primarily driven by the insufficient contextualization of education to specific local seismic threats. We argue that structural mitigation must be urgently complemented by strengthening social adaptive capacity. The study advocates for implementing transformative disaster education that formally integrates local seismic data, hazard maps, and scenario-based psychomotor training. This model is essential for fostering adaptive competence and leveraging adolescents as pivotal agents of long-term community resilience and disaster risk reduction in this high-risk environment.
Co-Authors Admiral Musa Julius Sipahutar Ali Rahmat Ali Rahmat Anisa Nurur Rachmatika Anwar Kurniadi Aprilyanto, A Arizka Sri Asmita Astuti, Nurul Indri Atikah, Dina Bangun, Ernalem Berlian Yogi Ananto, Timotius Berlian, Timotius Bondan Prakoso Cahyati, Fajar Christine Sri Marnani Christine Sri Marnani Clara Bilqis Florissa Clara Bilqis Florissa Deffi Ayu Puspito Sari Deffi Ayu Puspito Sari Dewi Wahyuni Dewi Wahyuni Djati Cipto Kuncoro Dwi Jati Marta Edvin Aldrian Eka Alfred Sagala Eka Alfred Sagala Ernalem Bangun ernalem bangun Fauzi Bahar Fauzi Bahar Bahar hal ichbhal Hal Ichbhal Hayatul Khairul Rahmat Heridadi Heridadi, Heridadi Herlina Juni Risma Saragih Herlina Juni Risma Saragih Herlina Juni Risma Saragih I Dewa Ketut Kerta Widana IDK Kertra Widana Islami, Hafizh Surya Jati Marta, Dwi Kerta Widana, IDK Kusuma Kusuma, Kusuma Mir'atul Azizah Mir’atul Azizah Mohammad Rivaldy Muhamad Ikhsan Nurul Mutmainnah Jamil Presly Panusunan Simanjuntak Pujo Widodo Pujo Widodo pujo widodo Pujo Widodo Pujo Widodo Pujo Widodo, Pujo Rachmat Setiawibawa Reza, Fakhri Rilus Kinseng Rio khoirudin Apriyadi Riskina Tri Januarti Rizaldi Boer Robertus Anugerah Purwoko Putro Salsa Firdausiah Salsa Firdausiah’adah Say Marina Octavia Say Marina Octavia Sobar Sutisna Sobar Sutisna Subiakto, Yuli Sugeng Triutomo Sugeng Yulianto Sutanto Sutanto Sutanto Syamsul Maarif Syamsunasir Syamsunasir Syamsunasir Syamsunasir Tri Nur Addin Tri Winugroho Wahyu Kurniawan wilopo wilopo Wilopo Wilopo Wilopo Wilopo Wilopo Wilopo Wilopo Wilopo Wilopo Wilopo, Wilopo Wira Muharromah Wira Muharromah Yoikov Nainggolan, Hizkia Hengky