Claim Missing Document
Check
Articles

Kendala Dan Upaya Lembaga Kerjasama Tripartit Kabupaten Lamongan Dalam Pemenuhan Hak Atas Jaminan Sosial Bagi Pekerja Rohmawati, Intan Dwi; Nugroho, Arinto
NOVUM : JURNAL HUKUM In Press - Syarat SPK (6)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2674/novum.v0i0.41049

Abstract

Jenis penelitian yang digunakan pada skripsi ini adalah penelitian hukum empiris. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu wawancara dan dokumentasi. Jenis data penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Lembaga Kerjasama Tripartit memiliki beberapa kendala dalam pemerataan pemenuhan jaminan sosial tenaga kerja bagi pekerja di Lamongan, yaitu keberadaan LKS Tripartit Kabupaten Lamongan yang masih belum diketahui banyak pekerja, pengetahuan pekerja yang masih kurang mengenai haknya mendapatkan jaminan sosial tenaga kerja, pendapat pekerja yang masih buruk terhadap serikat pekerja, dan minimnya komitmen dari pimpinan perusahaan dalam mengikutsertakan pekerjanya sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja. Upaya preventif dan represif dilakukan oleh LKS Tripartit Kabupaten Lamongan untuk mengatasi kendala tersebut, upaya preventifnya yaitu dengan melakukan sosialisasi mengenai kebijakan di bidang ketenagakerjaan, melakukan kunjungan ke setiap perusahaan serta mengontrol perkembangannya melalui SIWALAN, dan bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Lamongan. Upaya represifnya yaitu dengan melakukan pertemuan untuk memecahkan permasalahan ketenagakerjaan, dan memberikan teguran secara lisan kepada perusahaan yang tidak tertib. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti yaitu, LKS Tripartit Kabupaten Lamongan supaya lebih intensif dalam melakukan koordinasi dengan pemberi kerja dan pekerja, bagi Disnakertrans Kabupaten Lamongan supaya lebih memperhatikan dan menindaklanjuti setiap usulan yang diberikan oleh LKS Tripartit dalam pembuatan kebijakan di bidang ketenagakerjaan, pemberi kerja supaya memiliki itikad baik dan komitmen yang kuat untuk melaksanakan semua kewajibannya, bagi pengurus serikat pekerja supaya lebih giat dalam mengajak pekerja lain untuk bergabung dalam serikat pekerja supaya dalam menghadapi permasalahan ketenagakerjaan dapat terselesaikan dengan baik.
Penerapan Perjanjian bagi Hasil terhadap Pengelolaan Bersama Lahan Budidaya Tambak Sulistyowati, Eny; Masnun, Muh Ali; Nugroho, Arinto; Hikmah, Nurul; Wardhana, Mahendra
Jurnal Cakrawala Hukum Vol 10, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/idjch.v10i2.3365

Abstract

The researchers are interested in analyzing the application of how profit sharing agreements are related to guarantee legal certainty and justice for owners, tenants and cultivators of cultivated land. This study uses non-doctrinal research (socio legal), primary data and secondary data used in analyzing problems. The application of the production sharing agreement between the owner, tenant and cultivator of ponds cultivation land in Gresik Regency has not been implemented as stipulated in the Fishery Product Sharing Law. The agreement made, is still in the form of not written, but in oral form that has occurred from generations before them and until now. In terms of the application of the timeframe of the production sharing agreement in Gresik Regency it is still not in accordance with the Fishery Production Sharing Law (specifying a minimum of 3 years and 6 seasons), this is based on the profit sharing agreement that is carried out uncertainly for how many years / how many seasons. In terms of the risk of crop failure, it still does not represent justice.How to cite item: Sulistyowati, E., Masnun, M., Nugroho, A., Hikmah, N., Wardhana, M. (2019). Penerapan Perjanjian bagi Hasil terhadap Pengelolaan Bersama Lahan Budidaya Tambak. Jurnal Cakrawala Hukum, 10(2), 187-197. doi:https://doi.org/10.26905/idjch.v10i2.3365
Menilik Kelayakan Substansi dan Bahasa Buku Ajar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan pada Mahasiswa S1 Ilmu Hukum Universitas Negeri Surabaya Nugroho, Arinto; Rusdiana, Emmilia
Integralistik Vol 33, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v33i1.31695

Abstract

Buku ajar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan tidak tersedia di Prodi S1 Ilmu Hukum, sementara dinamika jaminan sosial utamanya terkait dengan ketenagakerjaan sangat tinggi. Jenis pekerjaan yang beragam dan diantaranya sangat beresiko terjadi kecelakaan kerja, jadi keberadaan buku ajar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan menjadi keharusan untuk disediakan.  Buku ajar ini dapat digunakan sebagai sumber belajar bagi mahasiswa untuk belajar secara mandiri karena memberi kemudahan bagi mahasiswa dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus dikuasainya, sekaligus sebagai wahana pengembangan materi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sesuai dengan tuntutan kurikulum dan kebutuhan belajar mahasiswa.   Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan materi buku ajar, kepraktisan serta  keefektifan dari sisi bahasa buku ajar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, penelitian menggunakan pendekatan Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate (ADDIE). Pengumpulan  data dengan angket tertutup yang hasilnya diolah dalam bentuk penskoran dan diskusi dengan para ahli. Data yang diperoleh dari instrumen evaluasi dianalisis secara deskriptif kualitatif, dan menjadi bahan untuk memperbaiki  buku ajar. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa hasil berupa buku ajar masih memerlukan beberapa perbaikan dalam ketiga aspek kelayakan tersebut yakni kelayakan isi, dan kelayakan bahasa serta penyajian. Saran yang diajukan adalah urgensi penyelenggaraan pelatihan dan pendampingan dalam penyusunan buku ajar bagi perguruan tinggi.
ANALISIS YURIDIS PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) TERHADAP PEKERJA/BURUH YANG TIDAK MEMENUHI TARGET KERJA (STUDI PADA PERUSAHAAN PT. X DI SURABAYA) Putri, Adela Oktaviani; Nugroho, Arinto
NOVUM : JURNAL HUKUM Vol. 9 No. 01 (2022): Novum : Jurnal Hukum
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2674/novum.v1i1.59725

Abstract

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) memiliki beberapa jenis salah satunya PHK oleh perusahaan, dalam praktiknya terdapat pekerja yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan perusahaan. Salah satu pelanggaran peraturan perusahaan yang terjadi ialah tidak memenuhi target kerja yang ditetapkan perusahaan dan berujung pada PHK dengan menyatakan bahwa pekerja melakukan tindakan indisipliner. Perusahaan dapat melakukan PHK akibat pekerja melakukan pelanggaran peraturan perusahaan termuat dalam Pasal 154A ayat (1) huruf k UU No. 6 Tahun 2023. Dalam hal PHK akibat pelanggaran peraturan perusahaan, pekerja mendapat hak sebagaimana Pasal 52 ayat (1) PP No. 35 Tahun 2021. Terdapat kasus pekerja yang di putus hubungan kerjanya akibat pelanggaran peraturan perusahaan namun tidak mendapatkan uang penggantian hak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah pekerja yang tidak memenuhi target kerja dapat diputus hubungan kerjanya serta untuk memahami akibat hukum yang ditimbulkan akibat pemutusan hubungan kerja karena pelanggaran peraturan perusahaan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Teknik pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan studi kepustakaan. Metode analisis bahan hukum yang digunakan bersifat deskriptif dan perspektif. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja A yang tidak memenuhi target kerja dapat dikatakan telah melalukan pelanggaran terhadap Peraturan Perusahaan PT. X Tahun 2021-2023. Berdasarkan perjanjian bersama antara pekerja dengan perusahaan hak yang didapatkan oleh pekerja yang melanggar peraturan perusahaan hanya mendapatkan uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja tanpa uang penggantian hak tidak sesuai sebagaimana Pasal 52 ayat (1) PP No. 35 Tahun 2021.
PEMENUHAN UANG PENGGANTIAN HAK BAGI PEKERJA YANG MENGUNDURKAN DIRI DALAM PUTUSAN NOMOR 801K/PDT.SUS-PHI/2020 Amanda, Claudia; Nugroho, Arinto
NOVUM : JURNAL HUKUM Vol. 9 No. 01 (2022): Novum : Jurnal Hukum
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2674/novum.v1i1.60208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apa dasar pertimbangan hakim dalam menyelesaikan perselisihan hak meskipun terdapat dissenting opinion berdasarkan Putusan Nomor 801K/Pdt.Sus-PHI/2020 dengan adanya keberlakuan surat edaran menakertrans dan untuk menganalisis apa akibat hukum dari perselisihan hak antara pekerja dan pengusaha berdasarkan Putusan Nomor 801K/Pdt.Sus-PHI/2020. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan statute approach dan conseptual approach. Penelitian ini mengangkat permasalahan mengenai pemenuhan uang penggantian hak bagi pekerja yang mengundurkan diri. Berawal dari putusan Nomor 29/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Smg dan berlanjut pada tingkat MA dengan nomor putusan 801k/Pdt.sus-PHI/2020 yang merupakan salah satu permasalahan hubungan industrial terkait perselisihan hak. Para pihak yang berselisih ialah PT Multi Mayaka (Penggugat) dengan Gregorius Puji Satriyo Nugroho (Tergugat) selaku pekerja dari PT. Multi Mayaka. Penggugat tidak memberikan uang atau menahan gaji bulan Februari 2019, uang pisah serta uang penggantian hak sebesar 15% (lima belas persen) Tergugat sesuai dengan ketentuan yang sudah diatur dalam peraturan perusahaan berupa Keputusan Direksi Ref.No.003/DIR/I/2019 tentang peraturan untuk bagian penjualan. PT Multi Mayaka menyampaikan bahwa Tergugat masih mempunyai kewajiban untuk diselesaikan yaitu menagih piutang dealer yang masih belum tertagih sejumlah Rp. 7.410.000,- (tujuh juta empat ratus sepuluh ribu rupiah). Kata Kunci: Uang penggantian hak, Hak pekerja, Pekerja mengundurkan diri (resign)
ANALISIS PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 374K/PDT.SUS-PHI/2023 TENTANG KEWAJIBAN ADANYA RISALAH MEDIASI DALAM PENGAJUAN GUGATAN KE PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL Istifaiah, Sohibatul; Nugroho, Arinto
NOVUM : JURNAL HUKUM Vol. 5 No. 02 (2018): Novum : Jurnal Hukum
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2674/novum.v0i0.62477

Abstract

Surianto adalah karyawan PT Bintang Prima Lestari Utama yang bekerja sebagai karyawan tetap selama 21 tahun 5 bulan. Perusahaan melakukan pemutusan hubunga kerja (PHK) sepihak kepada Surianto tanpa alasan yang jelas. Perusahaan tidak membayarkan hak Surianto saat terkena PHK, sehingga dilakukan perundingan bipartit dan menghasilkan Perjanjian Bersama. Pada faktanya isi Perjanjian Bersama tidak dijalan oleh perusahaan, sehingga Surianto membuat surat pengaduan ke Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Deli Serdang. Pengaduan tersebut ditolak dengan alasan telah diselesaikan secara bipartit dan menghasilkan Perjanjian Bersama, sehingga mediator tidak dapat menerbitkan risalah mediasi dan mengeluarkan surat pemberitahuan Nomor:565/36/DK-2 PHI/DS/2021. Surianto mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial, Hakim dalam pertimbangannya menyatakan gugatan Surianto tidak melampirkan risalah mediasi maka gugatan tidak dapat diterima, sedangkan Mahkamah Agung mengabulkan sebagian gugatan Surianto melalui Putusan Nomor 374K/Pdt.Sus-PHI/2023. Tujuan akhir dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah tidak dilampirkannya risalah mediasi dapat menjadi dasar hakim menolak ajuan gugatan, serta menganalisis akibat hukum dari tidak dilampirkannya risalah mediasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif. Hasil dari penelitian ini adalah tidak dilampirkannya risalah penyelesaian mediasi dalam mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial tidak menjadikan dasar hakim untuk menolak gugatan khusus pada kasus Surianto dan PT Bintang Prima Lestari Utama dikarenakan terdapat bukti pelanggaran yang dilakukan perusahaan. Akibat hukum dalam perselisihan dan putusan ini, yaitu terdapat akibat hukum langsung dan akibat hukum tidak langsung baik bagi perusahaan maupun bagi Surianto selaku pekerja.. Kata Kunci: Perjanjian Bersama, Karaywan Tetap, Pemutusan Hubungan Kerja.
The Corporate Management Strategies as Empowering Persons with Disabilities Through Equal Opportunity and Access to Employment in Indonesia Rusdiana, Emmilia; Nugroho, Arinto; Sari, Nurnilam
Indonesian Journal of Disability Studies Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : The Center for Disability Studies and Services Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.495 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijds.2022.009.01.06

Abstract

The absence of implementation instructions by formulating strategies as a model for company management as well as the company's initial provision in providing equal opportunities and preparing access to workers with disabilities. To formulate a management model as a recommendation for private companies in the policies of the district/city/provincial Manpower and Transmigration Office and agencies in the city/district government or State-Owned Enterprises companies, and as a recommendation for the preparation of academic texts of regional regulations in Indonesia. The results that the real problem is the environment or society's perspective, and companies can consider the advantages of workers with disabilities, in the form of character and abilities as well as a good image for companies. Adjustment the company's commitment to providing additional funds to prepare human resources and additional facilities to meet the needs in the work environment, increasing in the form of training on the awareness of other workers as well as awareness that persons with disabilities have rights as workers, and as business opportunities and benefits, or through company activity in the form of Corporate Social Responsibility. More recently, the synergy between companies, the government and the community of people with disabilities, in the form of imposition of rewards based on the number of permanent workers and temporary workers of people with disabilities to all companies.
Implementation of Giving Equal Opportunities and Access to Work for Employees with Disabilities in MSME: A Case in Blitar, East Java Nugroho, Arinto; Rusdiana, Emmilia; Ronaboyd, Irfa; Ocktavianti, Okky; Andreansyah, Gilang Chesar
Indonesian Journal of Disability Studies Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : The Center for Disability Studies and Services Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ijds.2024.11.1.6

Abstract

The obligation of private companies to empower at least 1% of persons with disabilities from the total number of employees is based on the mandate of the Law Number 8 Year 2016 on persons with disabilities and, at the provincial level, is regulated by the Regional Regulation of East Java Province Number 3 Year 2013. The purpose of this research is to provide an overview on the implementation of the obligation to provide equal opportunities and prepare access for employees with disabilities to Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) business actors in the Blitar, East Java, Indonesia. The research method used is empirical law with a qualitative descriptive research approach. The stages of the research were carried out by conducting in-depth interviews and, at the same time observing by literature reviewing, data reduction, and then concluding. The results show that MSMEs in Blitar are willing to accept employees with disabilities. The employee recruitment process is carried out verbally and employment opportunities are prioritized to persons with disabilities who live nearby the company. Working hours and duration of break time for employees with disabilities are similar to the general employees. The obstacle faced by the company is the prohibition from the families of employees with disabilities to work because the disability employees are worried that they will not be able to do the job and are embarrassed when dealing with other people.
Discrimination Related to Labour Age Limitation in Indonesia: A Human Rights and Comparative Law Perspective Prasetio, Dicky Eko; Masnun, Muh. Ali; Nugroho, Arinto; Ikram, Denial; Noviyanti, Noviyanti
Jurnal Suara Hukum Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Suara Hukum
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jsh.v6n2.p228-254

Abstract

The existence of a maximum age limit for job applications in Indonesia presents societal challenges, as it has the potential to engender age-based discrimination, or ageism. This study aims to analyze the ratio decidendi of Constitutional Court Decision No. 35/PUU-XXII/2024, which addresses the maximum age limit for employment applications, while also examining human rights perspectives and legal comparisons related to maximum age limits in job vacancies in Indonesia. This research employs a normative legal methodology, utilizing case analysis, conceptual frameworks, legislative review, and comparative legal studies. The findings affirm that the ratio decidendi in Constitutional Court Decision No. 35/PUU-XXII/2024 concerning age limitations for certain job applications does not constitute discrimination, as age-based discrimination is not yet legislated in Indonesia. The maximum age limit in job vacancies can be classified as a form of ageism, which represents a type of discrimination based on age that should not be applied in the employment sector. Many countries, including Singapore, the Philippines, the United States, and Germany, have legislatively prohibited ageism and various forms of discrimination in job requirements and employment relationships. This study recommends that lawmakers revise the Labor Law to include ageism as a discriminatory practice. Keywords: Ageism, Human Rights, Employment, Comparative Law.
IMPLEMENTASI MEDIASI SEBAGAI SALAH SATU UPAYA PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DI TENGAH PANDEMI COVID-19 (STUDI DI DINAS TENAGA KERJA KABUPATEN SIDOARJO) Dewi, Mega Citra; Nugroho, Arinto
NOVUM : JURNAL HUKUM Vol. 5 No. 04 (2018): Novum : Jurnal Hukum
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2674/novum.v0i0.44192

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak hampir di semua bidang kehidupan salah satunya adalah bidang ketenagakerjaan. Banyaknya perusahaan yang terdampak pandemi Covid-19 menyebabkan proses pemenuhan hak dan kewajiban para pihak terhambat hingga menyebabkan perselisihan hubungan industrial marak terjadi. Salah satu upaya penyelesaian perselisihan hubungan industrial adalah mediasi hubungan industrial. Mediasi hubungan industrial dilakukan oleh mediator yang difasilitasi oleh instansi pemerintah yang bertanggung jawab dibidang ketenagakerjaan. Salah satu instansi tersebut adalah Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan hambatan mediasi sebagai salah satu upaya penyelesaian perselisihan hubungan industrial di tengah pandmi Covid-19 di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder kemudian dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif untuk mendapatkan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi mediasi di tengah pandemi Covid-19 di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo tidak semua prosedur dipenuhi berdasarkan mekanisme yang diatur dalam Pasal 8-16 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial dan Pasal 13-15 Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 17 Tahun 2014 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Mediator Hubungan Industrial serta Tata Cara Mediasi, sedangkan hambatan mediasi di tengah pandemi Covid-19 di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo meliputi hambatan eksternal yang terdiri dari mekanisme mediasi secara daring, sambungan internet para pihak, pemahaman pekerja terhadap mekanisme mediasi secara daring, dan kesibukan pengusaha dalam penentuan waktu mediasi; hambatan internal terdiri dari SDM, sarana dan prasarana, serta regulasi. Kata kunci: Implementasi hukum, Mediasi, Pandemi Covid-19, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo.
Co-Authors , SHOFAWATI ACHID CHABIBI, ACHMAD ADI NUR IHWAN, EGA Ahmad, Gelar Ali Akbar Iskandar AL UBAIDAH, REZA ALFAN SYAHPUTRA, HELMY Alqifari, Abidzar Amanda, Claudia Andreansyah, Gilang Chesar ANDRIAN AMMAR, BRAM Anggia, Maria Adisti ARDIANSYAH DWANTARA, KEVIN Ardiati, Dian Mey Ardikabima, Yonatan Ari Susanti Ariani, Nia arifin, shofiana nurul ARTONO AULIA FITRI, RIZQY BUDI HERMONO DANIEL, RAJA Darmawan, Heru Dewi, Mega Citra Dian Rachmawati DIRGAHAYU NINGSIH, WULAN Djayadilaga, Jevon Andriani Ekayanti, Rafita EMMILIA RUSDIANA, EMMILIA ENY SULISTYOWATI Faisol, Syahid A. Faisol, Syahid Akhmad Firlizalsyah, Farel gultom, ester oktafiana HANANTO WIDODO Hidayatullah, Qholbi Wajdiya Hikam, Moch Miftahul Huzaimi, Rezi Wanda Ikram, Denial Ilhamsyah, Meldydan Ony Imas Aisyah Irfa Ronaboyd Iriyanto, Erik Istifaiah, Sohibatul Junanta, Erbanu Wahyu Kurniadi, Almira Vasthi Ghina Mahendra Wardhana, Mahendra Marbun, Daud Christian Masnun , Muh. Ali Masnun, Muh Ali Masnun, Muh. Ali MAWATI, IRMA Milla, Farah Nusrotul NAILUL AUTHOR, AHMAD Nikmah, Fadhilatun Nikmah, Nur Laili Nining Pratiwi nurrahman, ridwan icwan Nurul Hikmah Ocktavianti, Okky OLGA THENIA, DEA Permatasari, Evita Prasetio, Dicky Eko PUSPITA SARI, AYU Puspoayu, Elisabeth Septin Puspytasari , Heppy Hyma PUTRA SUGIANTORO, DIMAS Putri Sutadji, Renzy Ayu putri, adela oktaviani Rahmawati, Irna Ramadhani, Vebyyanti Ristanti, Ola Guna Rohmawati, Intan Dwi Sari, Nurnilam Sari, Yulianti Nur Indah Satrio Hadi Baskoro Savitri, Aisyah Ramadhina Seto, Addin Murdi Siti Nur Azizah, Siti Nur SOLEKAH, IKA NISA'ATUS Sulistyowati , Eny Susanto, Fadilla Ervianti SYARONI, ACHMAD Tiara Febriani, Tiara TIARAYU PUTRI, MAULIDYA U.Z, Ahmad Fahmi UBUDINA, ACHSANATYA WAHYUDI, KURNIAWAN Wijaya, Tomy Setya WIRAGATI, RAAFI ZHAFIRA ILLIYYIN, DIENA