Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

SELF-EFFICACY DALAM PEMBELAJARAN: KONTRIBUSI KUIS ADAPTIF DAN APLIKASI EDUKASI BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE Hadi Suryanto; Ety Youhanita
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 12 No 4 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v12i4.2138

Abstract

Self-efficacy merupakan faktor psikologis kunci yang memengaruhi keberhasilan belajar peserta didik. Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) membuka peluang baru dalam pembelajaran melalui kuis adaptif dan aplikasi edukasi yang mampu memberikan umpan balik personal dan responsif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi penggunaan kuis adaptif dan aplikasi pembelajaran berbasis AI terhadap peningkatan self-efficacy siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental. Subjek penelitian terdiri atas 78 mahasiswa calon guru. yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui angket self-efficacy dan dianalisis menggunakan uji statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kuis adaptif dan aplikasi edukasi berbasis AI berpengaruh signifikan terhadap peningkatan self-efficacy siswa dibandingkan pembelajaran konvensional. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi AI dalam pembelajaran tidak hanya meningkatkan capaian kognitif, tetapi juga memperkuat aspek afektif siswa, khususnya kepercayaan diri dalam belajar
Strategi Edukasi Literasi Finansial sebagai Isu Sosial melalui Pendampingan Guru Berbasis Gamifikasi Evi Aulia Rachma; Ety Youhanita; Ninies Eryadini
Abhakte Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): ABHAKTE
Publisher : Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/abhakte.v4i1.5133

Abstract

Literasi finansial merupakan kemampuan penting yang perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar untuk membentuk perilaku pengelolaan keuangan yang bijak. Namun, pembelajaran literasi finansial di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala, seperti penggunaan metode pembelajaran konvensional dan keterbatasan media pembelajaran interaktif. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa melalui pemanfaatan media gamifikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan media gamifikasi berupa permainan ular tangga edukatif untuk mendukung pembelajaran literasi finansial di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah metode edukatif partisipatif dengan pendekatan pendampingan dan praktik langsung (learning by doing). Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi awal, persiapan media, sosialisasi, praktik penggunaan media, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memberikan respon positif terhadap penggunaan media gamifikasi dalam pembelajaran. Guru juga mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam mengimplementasikan media ular tangga edukatif sebagai media pembelajaran literasi finansial. Selain itu, media gamifikasi dinilai mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan sehingga membantu guru meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, media ular tangga berbasis gamifikasi dapat menjadi alternatif media pembelajaran inovatif untuk mendukung edukasi literasi finansial di sekolah dasar.
Efektivitas Terapi Okupasi Berbantuan Media Puzzle terhadap Keterampilan Motorik Halus Siswa Tunadaksa (Cerebral Palsy) Keni Sri Utami Ningsih; Ana Rafikayati; Ety Youhanita
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 10 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpkk.v10i2.1661

Abstract

Anak tunadaksa (cerebral palsy) mengalami kesulitan motorik halus yang menghambat kemampuan mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran dan kemandirian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas terapi okupasi berbantuan media puzzle dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak tunadaksa (cerebral palsy) kelas VIII di SMPN 1 Kedungpring Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode Single Subject Research (SSR) dengan desain A–B–A yang terdiri atas baseline-1 (A1), intervensi (B), dan baseline-2 (A2). Subjek penelitian adalah satu siswa dengan cerebral palsy spastik ringan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur menggunakan instrumen penilaian motorik halus, sedangkan analisis data dilakukan secara visual dalam kondisi dan antar kondisi serta didukung oleh analisis Percentage of Non-overlapping Data (PND) sebesar 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan motorik halus meningkat pada fase intervensi dibandingkan fase baseline dan tetap meningkat pada fase baseline-2, yang menunjukkan bahwa terapi okupasi berbantuan media puzzle efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus siswa cerebral palsy. Namun, karena penelitian ini menggunakan desain subjek tunggal dengan satu partisipan (N=1), hasil penelitian memiliki keterbatasan dalam hal generalisasi.
Artificial Intelligence in Learning Design: Acceptance, Perceived Effectiveness, and Barriers Pradana, Hirnanda Dimas; Rusijono, Rusijono; Maureen, Irena Yolanita; Youhanita, Ety
Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pendidikan: e-Saintika Vol. 9 No. 2 (2025): July
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/e-saintika.v9i2.2688

Abstract

This study mapped perceptions of AI in learning design in the Educational Technology Study Program at Universitas Negeri Surabaya (UNESA). A 25-item, 5-point Likert questionnaire (acceptance, perceived effectiveness, limitations; TAM-informed) was completed by 16 lecturers and 130 students selected purposively (users of, or strongly interested in, AI). Content validity met conventional thresholds (all I-CVI ? 0.78; S-CVI > 0.90). Agreement on acceptance (10 items) averaged 82.6% for students (range 80.0–88.5%) and 85.0% for lecturers (range 81.25–87.5%). Agreement on perceived effectiveness (8 items) averaged 85.4% for students (range 80.8–89.2%) and 87.5% for lecturers (range 81.25–93.75%), indicating that respondents believe AI can accelerate material preparation, support adaptive/diagnostic feedback, and enable more personalized learning. Limits were also evident (7 items): difficulty understanding AI (65.4% students; 62.5% lecturers), context relevance of AI outputs (58.5%; 62.5%), curricular alignment (56.9%; 56.3%), feeling safe sharing data (53.9%; 56.3%), and LMS integration (60.8%; 68.8%). Reported training was uneven (61.5% students; 68.8% lecturers), implying roughly 32–38% lacked training. Given the single-site, descriptive design, findings are self-reports—not causal or broadly generalizable. Implications point to pilot-first adoption, targeted capacity building, clearer privacy/ethics governance, and infrastructure alignment before any scale-up.