Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pembekalan bahasa korea dasar bidang pariwisata guna meningkatkan keterampilan komunikasi siswa SMK Negeri 3 Denpasar, Bali Ashanti Widyana; Didin Samsudin; Asma Azizah; Jayanti Megasari; Teja Mustika; Ibrahim Ibrahim
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.28014

Abstract

AbstrakSetelah pandemi melanda, Indonesia mulai bangkit untuk memulihkan roda perekonomian yang sempat terhenti. Salah satu sektor yang kembali menggeliat pasca pandemi adalah pariwisata, terutama di Bali. Bali memiliki daya tarik sendiri bagi wisatawan lokal dan mancanegara, terutama wisatawan dari Korea Selatan yang pada tahun 2023 menyumbang sebanyak 226.789 orang wisatawan atau sekitar 4,3 % dari total wisatawan mancanegara yang berwisata ke Bali. Industri pariwisata Bali yang semakin pulih meningkatkan kebutuhan tenaga profesional yang mampu berbahasa Korea, khususnya yang mendukung layanan pariwisata. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah salah satu elemen penting untuk menyiapkan generasi muda untuk memenuhi kebutuhan ini. Sebagai bentuk dukungan untuk mempersiapkan lulusan yang berkompeten dalam bahasa Korea bidang pariwisata, dilaksanakanlah program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dasar bahasa Korea. Program ini menggunakan metode pembelajaran bauran (blended learning), menggabungkan sesi daring melalui Zoom dan tatap muka di SMKN 3 Denpasar. Sebanyak 20 siswa dari SMKN 3 Denpasar menjadi peserta pelatihan, yang difokuskan pada penguasaan bahasa Korea dasar untuk pariwisata. Pelatihan ini dirancang dengan bahan ajar khusus, silabus terstruktur, dan panduan praktis. Hasil program ini mencakup lima luaran utama: panduan bahasa Korea untuk pariwisata, hak kekayaan intelektual (HKI), publikasi di jurnal nasional, liputan media massa, dan video dokumentasi kegiatan. Diharapkan, kegiatan ini mampu membekali siswa dengan keterampilan bahasa Korea yang relevan dan mendukung peningkatan kompetensi mereka di industri pariwisata. Kata kunci: bahasa korea dasar; Bali, blanded learning; pariwisata; pembekalan; pengabdian kepada masyarakat; sekolah menengah kejuruan  AbstractAfter the pandemic, Indonesia began to recover its economy, with tourism being one of the sectors that thrived again, particularly in Bali. Known for its unique charm, Bali remains a favorite destination for domestic and international tourists. In 2023, South Korean tourists made up 4.3% of international visitors to Bali, totaling 226,789 arrivals. This recovery has created a growing need for professionals proficient in Korean to support tourism services. Vocational High Schools (SMK) are pivotal in preparing students to meet this demand. To enhance their skills, a community service program was conducted at SMKN 3 Denpasar, focusing on basic Korean language proficiency for tourism purposes. The program used a blended learning approach, combining online sessions via Zoom with face-to-face classes. Twenty students participated in the training, which included specialized teaching materials, a structured syllabus, and practical exercises. Key outcomes included a Korean language guide for tourism, intellectual property rights registration, publication in a national journal, media coverage, and a video documentation of the activities. This initiative aims to equip students with essential Korean language skills, enabling them to thrive in Bali’s recovering tourism sector and meet its professional demands effectively. Keywords: Bali; basic korean language; blended learning; community service; facilitating; tourism; vocational high school
PELATIHAN PEMBENTUKAN DAN PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA BERBASIS WISATA BUDAYA PADA DESA MANTAR Ibrahim, Ibrahim; Mas’ad, Mas’ad; Mintasrihardi, Mintasrihardi; Herianto, Agus; Muhardini, Sintayana; Mahsup, Mahsup; Rejeki, Sri; Hasanah, Siti; Wahab, Abdul; Zainuddin, Zainuddin; Hayati, Mardiyah; Azizah, Asma; Burhanuddin, Burhanuddin; Saleh, M.; Sobry, M.; Syafruddin, Akhmad; Salahuddin, Muhammad; Erwansyah, Erwansyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17404

Abstract

ABSTRAKKeberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Mantar sudah terbentuk, namun masih memiliki kendala dalam pelaksanaan program. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memotivasi melalui pelatihan pembentukan dan pengembangan badan usaha milik desa berbasis wisata budaya pada Desa Mantar.  Metode yang digunakan adalah sosialisasi berupa penyampaian materi dan tanya jawab. Hasil  Pengabdian kepada Masyarakat ini diketahui bahwa melalui pelatihan pembentukan dan pengembangan BUMDes sudah berjalan lancar dan memiliki dampak positif terutama peningkatan SDM dan sarana pengembangan dalam mengembangkan potensi desa. hasil Kedepan diperlukan program lanjutan yang bersifar aksi nyata dan sumber pendanaan yang mampu membantu BUMDes dapat berjalan dan mengembangkan program secara berkelanjutan.  Kata kunci: pelatihan; pembentukan; pengembangan; dan BUMDes ABSTRACTThe existence of Village-Owned Enterprises (BUMDes) in Mantar Village has been formed, but still has problems in implementing the program. The purpose of this activity is to motivate through training the formation and development of cultural tourism-based village-owned enterprises in Mantar Village. The method used is socialization in the form of delivery of material and questions and answers. The results of this Community Service show that through training the formation and development of BUMDes has been running smoothly and has a positive impact, especially increasing human resources and development facilities in developing village potential. In the future, a follow-up program is needed that is real action and a source of funding that is able to help BUMDes run and develop programs in a sustainable manner. Keywords: training; formation; development; and BUMDes