Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENDEKATAN PENGELOLAAN SAMPAH TPA REGIONAL KEBONG KONGOK Sukuryadi Sukuryadi; Lalu Mokh Reza Anshari; Putu Eka Gunadi; Harry Irawan Johari; Ibrahim Ibrahim; Joni Safaat Adiansyah; Nurhayati Nurhayati; Mas'ad Mas'ad; Muhammad Sabri; Palahuddin Palahuddin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.21004

Abstract

ABSTRAKPermasalahan sampah merupakan permasalahan yang banyak melibatkan berbagai pihak dalam pengelolaannya terutama di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Salah satu langkah dalam melakukan pengelolaan sampah adalah dengan melakukan identifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi pihak pengelola bersama masyarakat sekitar TPA.  Oleh karena itu, Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok di Desa Sukamakmur, Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode observasi dan wawancara di lokasi TPA. Kegiatan ini banyak melibatkan berbagai pihak terutama pihak pengelola TPA bersama masyarakat sekitar. Berdasarkan kegiatan iniditemukan bahwa distribusi sampah di TPA ini tidak merata, dengan adanya titik-titik kritis dan zona penumpukan sampah yang memerlukan perhatian khusus. Infrastruktur pengelolaan sampah yang terbatas, seperti fasilitas pemrosesan yang kurang, juga menjadi hambatan utama. Dampak lingkungan dan sosial ekonomi dari TPA ini belum sepenuhnya tergambarkan secara rinci, namun ada indikasi dampak sosial ekonomi terhadap masyarakat sekitar. Partisipasi masyarakat dalam program pengelolaan sampah masih rendah, dipengaruhi oleh persepsi negatif terhadap sampah dan ketidakpastian terkait manfaat partisipasi. Sebagai solusi, edukasi dan kesadaran masyarakat menjadi kunci untuk meningkatkan partisipasi. Penyesuaian program dengan konteks lokal dan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan inovatif juga diusulkan. Kata kunci: pengelolaan sampah; tempat pembuangan akhir; analisis data spasial ABSTRACTThe waste problem is a problem that involves many parties in its management, especially at final disposal sites (TPA). One of the steps in managing waste is to identify various problems faced by the management together with the community around the landfill. Therefore, this Community Service Activity aims to identify the challenges of waste management at the Kebon Kongok Regional Final Disposal Site (TPA) in Sukamakmur Village, West Lombok. The method used in this activity is the method of observation and interviews at the landfill location. This activity involves many parties, especially the landfill management and the surrounding community. Based on these activities was found that waste distribution in this landfill is uneven, with critical points and zones of waste accumulation requiring special attention. Limited waste management infrastructure, such as insufficient processing facilities, also poses a major obstacle. The environmental and socio-economic impacts of this landfill have not been fully detailed, but there are indications of socio-economic effects on the surrounding community. Community participation in waste management programs is low, influenced by negative perceptions of waste and uncertainty about the benefits of participation. As a solution, community education and awareness are key to increasing participation. Adjusting programs to local contexts and empowering communities through innovative approaches are also proposed. Keywords: waste management; landfill; spatial data analysis
Pendampingan pengelolaan desa wisata berkelanjutan berbasis masyarakat di dusun Sade Rambitan Lombok Tengah Sukuryadi Sukuryadi; Ibrahim Ibrahim; Harry Irawan Johari; Joni Safaat Adiansyah; Nurhayati Nurhayati; Fatuh Rahman; Fatman Nurjan; Nurudin Nurudin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23661

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian ini merupakan kegiatan pendampingan pengeloaan wisata berkelanjutan berbasis masyarakat melalui pendekatan modal sosial yang terus tumbuh, berkembang, dinamis, berlanjut serta elemen dan pengaruhnya bagi masyarakat  Dusun Sade Rambitan. Kaitan dengan manfaat yg diperoleh dalam upaya mendampingi masyarakat lokal yang memiliki minat, memberikan kontrol lebih besar dalam proses sosial untuk mewujudkan kesejahteraan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk merumuskan dan merekomendasikan upaya berkelanjutan dalam pengelolaan desa wisata berbasis masyarakat di dusun Sade Rambitan Lombok Tengah. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan secara partisipatif (Participatory Rapid Assessment). Adapun hasil yang diperoleh dalam pendampingan pengelolaan desa wisata berkelanjutan adalah diperlukan peningkatan kerjasama antar pemerintah daerah dan perguruan tinggi, pengelola desa wisata serta mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk menghasilkan berbagai atraksi wisata yang lebih unik yang dapat meningkatkan daya daya tarik wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Disamping itu juga diperlukan penguatan individu dan kelompok pengelola wisata untuk lebih memperhatikan aspek daya dukung berkelanjutan desa wisata adat. Kata kunci: pengelolaan wisata; berkelanjutan; masyarakat sade; lombok tengah Abstract This service activity is a community-based sustainable tourism management assistance activity through a social capital approach that continues to grow, develop, dynamic, sustain and its elements and influence on the people of Sade Rambitan Hamlet. The connection with the benefits obtained in efforts to accompany local communities who have interests, provides greater control in the social process to realize prosperity. The aim of this activity is to formulate and recommend sustainable efforts in managing community-based tourism villages in Sade Rambitan hamlet, Central Lombok regency. The approach used in this service activity is carried out in a participatory manner (Participatory Rapid Assessment). The results obtained in assisting sustainable tourism village management are that it requires increased cooperation between local governments and universities, tourism village managers and encouraging active community participation to produce various more unique tourist attractions that can increase the attractiveness of tourists for both domestic and foreign tourists. Apart from that, it is also necessary to strengthen individuals and groups of tourism managers to pay more attention to aspects of the sustainable carrying capacity of traditional tourism villages. Keywords: tourism management ,sustainable, sade society, central lombok
Pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengelolaan sampah di ITDC Mandalika untuk keberlanjutan ekosistem pariwisata Nurul Isnaeni Rahmat; Harlinda Asdiani; Abdul Azizul Ghaffar; Sabri Sabri; Sukuryadi Sukuryadi; Ibrahim Ibrahim; Harry Irawan Johari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29939

Abstract

Abstrak Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dikelola oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. Namun, peningkatan jumlah wisatawan di kawasan ini juga menimbulkan permasalahan lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis peran ITDC dalam pengelolaan sampah di kawasan Mandalika serta mengevaluasi tantangan dan peluang dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Metode yang digunakan melalui wawancara dengan pihak ITDC untuk memperoleh data mengenai kebijakan, implementasi, serta kendala dalam pengelolaan sampah di kawasan tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa meskipun ITDC telah menerapkan berbagai kebijakan dan program dalam pengelolaan sampah, masih terdapat tantangan dalam hal infrastruktur, kesadaran masyarakat, serta koordinasi dengan pihak terkait. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan strategi yang melibatkan edukasi dan pemberdayaan masyarakat, peningkatan infrastruktur pengelolaan sampah, penerapan konsep ekonomi sirkular, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Dengan implementasi yang tepat, diharapkan kawasan Mandalika dapat menjadi destinasi wisata yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan. Kata kunci: ekonomi sirkular; ITDC Mandalika; pariwisata berkelanjutan; pemberdayaan masyarakat; pengelolaan sampah Abstract The Mandalika Special Economic Zone (SEZ), managed by the Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), is one of Indonesia's premier tourist destinations. However, the increasing number of tourists in this area has also led to environmental issues, particularly in waste management. This initiative aims to analyze ITDC's role in waste management within the Mandalika area and evaluate the challenges and opportunities in establishing a sustainable waste management system. The method used involves conducting interviews with ITDC representatives to gather data on policies, implementation, and obstacles related to waste management in the area. The results indicate that although ITDC has implemented various policies and programs for waste management, challenges persist in terms of infrastructure, public awareness, and coordination with relevant stakeholders. To address these issues, strategies such as community education and empowerment, enhancement of waste management infrastructure, the application of circular economy principles, and collaboration with multiple stakeholders are necessary. With proper implementation, the Mandalika area is expected to become a clean, comfortable, and sustainable tourist destination. Keywords: circular economy; community empowerment; ITDC Mandalika; sustainable tourism; waste management.
Optimalisasi pengelompokan buku perpustakaan sekolah oleh mahasiswa PLP sebagai upaya meningkatkan minat baca siswa di SDN 38 Mataram Hidayati Hidayati; Muhammad Hudri; Dian Eka Mayasari Sri Wahyuni; Harry Irawan Johari; Wiwik D. Angreani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.38160

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan fungsi perpustakaan sekolah melalui pengelompokan buku yang dilakukan oleh mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SDN 38 Mataram sebagai upaya meningkatkan minat baca siswa. Kondisi awal perpustakaan menunjukkan buku-buku yang tersusun dalam tumpukan tanpa pengelompokan berdasarkan kelas, tema, maupun mata pelajaran sehingga siswa mengalami kesulitan dalam menemukan bahan bacaan. Mahasiswa PLP melakukan intervensi berupa pengelompokan buku berdasarkan kelas, jenis buku (cerita dan pelajaran), mata pelajaran, pelabelan rak, serta pembuatan kartu peminjaman berwarna yang menarik dan mudah dipahami siswa. Kegiatan dilaksanakan selama satu pekan dengan memanfaatkan waktu sela kegiatan PLP setelah melalui tahap observasi kondisi perpustakaan dan kultur sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan signifikan pada keteraturan koleksi, kemudahan akses siswa terhadap buku, serta peningkatan kunjungan siswa ke perpustakaan. Temuan ini selaras dengan teori pengelompokan koleksi berbasis minat pembaca (genrefication) dan praktik pelabelan visual yang direkomendasikan dalam literatur perpustakaan sekolah lima tahun terakhir. Intervensi sederhana namun kontekstual ini terbukti mampu meningkatkan fungsi perpustakaan sebagai pusat literasi sekolah dan dapat direplikasi pada sekolah lain dengan kondisi serupa. Kata kunci: pengelompokan buku; perpustakaan sekolah; minat baca; PLP; literasi. Abstract This community service activity aims to optimize the function of the school library through book grouping carried out by students of the School Field Introduction Program (PLP) at SDN 38 Mataram as an effort to increase student reading interest. The initial condition of the library showed books arranged in piles without grouping by class, theme, or subject, so students had difficulty finding reading materials. PLP students conducted an intervention in the form of grouping books by class, type of book (story and lesson), subject, shelf labeling, and creating colorful loan cards that were attractive and easy for students to understand. The activity was carried out for one week by utilizing the time between PLP activities after going through the observation stage of the library condition and school culture. The results of the activity showed significant changes in the order of the collection, ease of student access to books, and an increase in student visits to the library. These findings are in line with the theory of grouping collections based on reader interest (genrefication) and visual labeling practices recommended in school library literature over the past five years. This simple yet contextual intervention has been proven to be able to improve the library's function as a center of school literacy and can be replicated in other schools with similar conditions. Keywords: book grouping; school library; reading interest; PLP; literacy.
EVALUASI PENERAPAN TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (SDGs) TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN PER KAPITA DI DESA DURIAN, KABUPATEN LOMBOK TENGAH Harlinda Asdiani; Harry Irawan Johari; Ibrahim Ibrahim; Sukuryadi Sukuryadi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.31735

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Sustainable Development Goals  (SDGs) dalam perencanaan pembangunan Desa Durian, Kabupaten Lombok Tengah, dengan fokus khusus pada aspek pendapatan per kapita masyarakat desa. Metode yang digunakan adalah mixed methods, yang menggabungkan analisis kuantitatif data pendapatan rumah tangga sebelum dan sesudah penerapan SDGs menggunakan paired sample t-test, serta wawancara kualitatif dengan perangkat desa dan masyarakat untuk memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai dampak dan tantangan pelaksanaan SDGs. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan pendapatan rata-rata rumah tangga dari Rp311.111 pada tahun 2019 menjadi Rp1.050.000 pada tahun 2024 dengan nilai t-hitung sebesar 28,47 dan p-value 0,000 (<0,05). Peningkatan ini mengindikasikan keberhasilan program pembangunan berbasis SDGs, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi lokal. Temuan kualitatif mendukung hasil tersebut dengan menunjukkan peran penting partisipasi masyarakat, penguatan kapasitas kelembagaan, serta sinergi antara pemerintah desa dan berbagai pihak terkait dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan bagi aparat desa dan peningkatan partisipasi masyarakat untuk memperkuat implementasi SDGs di masa mendatang. Dengan demikian, Desa Durian dapat menjadi model keberhasilan pelokalan SDGs yang relevan untuk desa-desa lain di Indonesia.  Abstract:  This study aims to evaluate the implementation of Sustainable Development Goals  (SDGs) in the development planning of Durian Village, Central Lombok Regency, with a specific focus on the per capita income aspect of the village community. The study employs a mixed-methods approach, combining quantitative analysis of household income data before and after SDGs implementation using paired sample t-test, alongside qualitative interviews with village officials and residents to gain deeper insights into the impacts and challenges of SDGs implementation. Quantitative results show a significant increase in average household income from IDR 311,111 in 2019 to IDR 1,050,000 in 2024, with a t-value of 28.47 and a p-value of 0.000 (<0.05). This increase indicates the success of SDGs-based development programs, particularly in poverty alleviation and local economic empowerment. Qualitative findings support these results, highlighting the crucial roles of community participation, institutional capacity strengthening, and synergy between the village government and related stakeholders in improving residents’ economic welfare. The study recommends enhancing training for village officials and increasing community involvement to further strengthen SDGs implementation in the future. Therefore, Durian Village can serve as a successful model for localizing SDGs that is relevant for other villages across Indonesia.
KEBERAGAMAN JENIS VEGETASI PADA HUTAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM DI DESA BATU LAYAR Sukuryadi Sukuryadi; Harry Irawan Johari; Agum Muladi; Idhar Idhar
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.20923

Abstract

Abstrak: Kawasan hutan merupakan Kawasan penyangga dan menjadi pengontrol iklim mikro untuk Kawasan disekitarnya serta Kawasan potensial dalam menyimpan keberagaman jenis flora serta fauna. Inventarisasi keberagaman jenis vegetasi pada suatu kawasan bernilai penting sebagai upaya potensial terhadap peningkatan ekonomi serta keberlanjutan ekologis suatu kawasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keberagaman jenis vegetasi yang dimiliki oleh KHDTK UMMAT. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan metode penentuan sampel yaitu purposive random sampling dengan menggunakan 27 plot yang terbagi menjadi 4 kategori pengukuran yaitu 20x20 meter (pohon), 10x10 meter (tiang), 5x5 meter (pancang), dan 2x2 meter (semai). Berdasarkan pengukuran yang dilakukan, didapatkan hasil penelitian bahwa terdapat 49 jenis vegetasi dengan 364 individu vegetasi di KHDTK Universitas Muhammadiyah Mataram serta 5 jenis vegetasi terbanyak yaitu mahoni (Switenia mahagoni), nangka (Artucarpus heterophyllus), sonokeling (Dalbergia latifolia), mangga (Mangifera indica) dan aren (Arenga pinnata). Keberagaman jenis vegetasi yang dimiliki di KHDTK Universitas Muhammadiyah Mataram memberikan potensi pengembangan baik dalam aspek keberlanjutan ekologis, peningkatan sosial budaya dan ekonomi masyarakat sekitar Kawasan serta mempromosikan keindahan estetika yang dimiliki pada suatu Kawasan yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar Kawasan KHDTK.Abstract:  Forest areas are buffer areas and control the microclimate for the surrounding areas as well as potential areas for storing diverse types of flora and fauna. An inventory of the diversity of vegetation types in an area is important as a potential effort to improve the economy and ecological sustainability of an area. The aim of this research is to identify the diversity of vegetation types owned by KHDTK UMMAT. This research is descriptive qualitative in nature with a sample determination method, namely purposive random sampling using 27 plots which are divided into 4 measurement categories, namely 20x20 meters (trees), 10x10 meters (poles), 5x5 meters (saplings), and 2x2 meters (seedlings). Based on the measurements carried out, the research results showed that there were 49 types of vegetation with 364 individual vegetation at the KHDTK Muhammadiyah University of Mataram and the 5 most abundant types of vegetation, namely mahogany (Switenia mahagoni), jackfruit (Artucarpus heterophyllus), rosewood (Dalbergia latifolia), mango (Mangifera indica ) and sugar palm (Arenga pinnata). The diversity of vegetation types at KHDTK Muhammadiyah University of Mataram provides development potential both in the aspects of ecological sustainability, improving the socio-cultural and economic conditions of the community around the area as well as promoting the aesthetic beauty of an area which has an impact on improving the economy of the community around the KHDTK area.
EVALUASI PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN PENDEKATAN STAKEHOLDER ANALYSIS PADA KAWASAN PERDESAAN PRIORITAS BERBASIS PARIWISATA SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK TIMUR Dhita Eka Hesti; Harry Irawan Johari; Joni Safaat Adiansyah; Sukuryadi Sukuryadi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.31944

Abstract

Abstrak: Pasca penetapan Sembalun sebagai kawasan perdesaan prioritas berbasis pariwisata melalui Keputusan Bupati Lombok Timur No.100.3.3.2/310/PD/2024 pada tanggal 5 September 2024, sebagai desa tematik dalam RPJMN 2025–2029, kawasan ini mengalami peningkatan jumlah wisatawan yang signifikan. Kondisi ini menyebabkan lonjakan produksi sampah, menimbulkan tantangan serius dalam pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan sampah di kawasan Sembalun dengan menggunakan pendekatan Stakeholder Analysis untuk memahami peran, kepentingan, serta hubungan antar pemangku kepentingan. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas wisata dan pertumbuhan ekonomi menjadi faktor utama yang memicu peningkatan volume sampah. Analisis pemangku kepentingan mengidentifikasi berbagai kelompok kunci, termasuk pemerintah daerah, masyarakat lokal, pengelola destinasi wisata, pelaku usaha, serta wisatawan. Temuan ini mengungkap adanya perbedaan kepentingan dan peran dalam pengelolaan sampah, yang mempengaruhi efektivitas upaya pengelolaan limbah. Untuk mencapai pengelolaan sampah yang berkelanjutan, diperlukan kolaborasi lintas sektor melalui peningkatan kesadaran lingkungan, pengembangan teknologi pengelolaan sampah, serta penguatan regulasi. Dengan pendekatan yang tepat, pengelolaan sampah di kawasan perdesaan prioritas berbasis pariwisata Sembalun dapat lebih efisien, mendukung kelestarian lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat lokal.  Abstract:  Following the designation of Sembalun as a priority rural tourism area through the Lombok Timur Regent's Decree No. 100.3.3.2/310/PD/2024 on September 5, 2024, and its recognition as a thematic village in the 2025–2029 National Medium-Term Development Plan (RPJMN), the area has experienced a significant increase in tourist arrivals. This surge has led to a sharp rise in waste production, presenting a serious challenge for sustainable waste management. This study aims to evaluate waste management in the Sembalun area using the Stakeholder Analysis approach to understand the roles, interests, and relationships among key stakeholders. The research adopts a qualitative descriptive approach, utilizing data collection techniques including field observations, documentation, interviews, and Focus Group Discussions (FGD). The findings reveal that increased tourism activities and economic growth are the primary drivers of rising waste volumes. Stakeholder analysis identified various key groups, including local government, local communities, tourism operators, business owners, and tourists. The results highlight differences in interests and roles among stakeholders, affecting the effectiveness of waste management efforts. Achieving sustainable waste management requires cross-sector collaboration through enhanced environmental awareness, the development of waste management technologies, and the strengthening of regulations. With the right approach, waste management in the priority rural tourism area of Sembalun can become more efficient, supporting environmental conservation and local community welfare.
PEMETAAN EKSISTING EKOSISTEM MANGROVE WILAYAH SELATAN LOMBOK TENGAH PASCA PEMBANGUNAN SIRKUIT MANDALIKA LOMBOK TENGAH Sukuryadi Sukuryadi; Harry Irawan Johari; Ari Nuryaddin; Aryan Perdana Putra; Khosiah Khosiah; Mas&#039;ad Mas&#039;ad
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i1.30791

Abstract

Abstrak: Pembangunan fasilitas infrastruktur, terutama proyek pariwisata seperti Sirkuit Mandalika, mampu menginduksi perubahan yang signifikan pada lingkungan alam setempat, termasuk ekosistem mangrove yang memiliki peran penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi perubahan pada luas mangrove, komposisi spesies, dan kondisi keseluruhan dari ekosistem mangrove setelah pembangunan sirkuit. Pendekatan penelitian mencakup analisis Indeks Perbedaan Vegetasi Normal (NDVI) dengan menggunakan data dari satelit Sentinel-2 serta survei lapangan untuk mengumpulkan data empiris. Evaluasi lebih lanjut melibatkan penerapan metode klasifikasi untuk memetakan dan mengidentifikasi variasi kondisi vegetasi. Penekanan penelitian ini adalah untuk meningkatkan akurasi identifikasi NDVI dari data Sentinel-2, dengan harapan hasilnya dapat mendukung pemantauan vegetasi, praktik konservasi, dan pengelolaan sumber daya alam. Hasil pengolahan citra Sentinel-2 menunjukkan ekosistem mangrove pada daaerah penelitian semakin berkurang setiap tahunnya. Mangrove cover 2019 = 540004.504 m persegi dibandingkan dengan mangrove cover 2022 = 301232.015 m persegi. Temuan dari penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman yang mendalam terhadap dampak pembangunan infrastruktur yang besar terhadap ekosistem mangrove, dan dapat memberikan landasan bagi upaya pelestarian dan manajemen yang berkelanjutan di wilayah tersebut. Implikasi dari temuan ini juga diharapkan dapat menjadi dasar untuk perumusan kebijakan yang mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan pelestarian ekosistem mangrove dalam konteks pembangunan regional. Abstract:  The development of infrastructure, particularly tourism projects like the Mandalika Circuit, can bring about significant changes to the local natural environment, including the crucial mangrove ecosystem. This research aims to analyze alterations in mangrove extent, species composition, and overall health of the mangrove ecosystem post-construction of the circuit. The research methodology involves the analysis of the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) using data from the Sentinel-2 satellite and field surveys to obtain empirical data. Further analysis includes the application of classification techniques to map and identify various vegetation conditions. The primary goal of this study is to enhance the accuracy of NDVI identification from Sentinel-2 data, with the expectation that the results will support vegetation monitoring, conservation practices, and natural resource management. The findings of this research are anticipated to provide a comprehensive understanding of the impact of significant infrastructure development on the mangrove ecosystem and serve as a basis for sustainable conservation and management efforts in the region. The implications of these findings are also expected to guide the formulation of policies that consider sustainability and preservation aspects of the mangrove ecosystem within the regional development context. 
PERENCANAAN LANSKAP SEBAGAI UPAYA REVITALISASI EKOWISATA BAGEK KEMBAR DI DESA CENDI MANIK KECAMATAN SEKOTONG KABUPATEN LOMBOK BARAT Sukuryadi Sukuryadi; Harry Irawan Johari; Dyasti Zulhiani; Mas&#039;ad Mas&#039;ad; Khosiah Khosiah; Daharanindra Pradina Arich Ashari; Ihjan Parlendo
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i2.24676

Abstract

Abstrak: Penetapan kawasan ekowisata bagek kembar sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove SK Bupati No.637/18/DLH/2018. Setelah program penanaman selesai, supaya dapat langsung memberikan manfaat kepada warga masyarakat, ekowisata berbasis mangrove dipilih sebagai kelanjutan program dan dikelola oleh masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini untuk menyusun perencanaan kembali Ekowisata Mangrove melalui eksplorasi potensi yang terdapat pada Bagek Kembar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu dengan mendeskrifsikan hasil survey dan perencanaan dan desain lanskap ekowisata melalui inventarisasi, analisis, sintesis, perencanaan dan perancangan desain. Dalam inventarisasi dirumuskan potensi dan masalah yang terdapat pada Ekowisata Bagek Kembar Cendimanik. Hutan mangrove di Desa Cendimanik memiliki potensi wisata alam dan wisata konservasi. Perencanaan lanskap mencakup lokasi dan tata guna lahan, aksesibilitas, topografi, kondisi jalan, iklim, hidrologi, vegetasi, satwa, pengunjung dan masyarakat sehingga dapat merencanakan konsep ekowisata yang memperhatikan kelestarian sumberdaya secara berkelanjutan. Dalam perancangan mempertimbangkan aspek pelestarian lingkungan yaitu perencanaan pada ruang penerimaan, ruang pelayanan, penyangga, ruang ekowisata, jalur sirkulasi dan tata hijau.Abstract:  Determination of the Bagek Kembar ecotourism area as a Mangrove Essential Ecosystem (KEE) Regent's Decree No.637/18/DLH/2018. After the planting program was completed, so that it could directly provide benefits to community members, mangrove-based ecotourism was chosen as a continuation of the program and was managed by the local community. This research aims to re-plan Mangrove Ecotourism by exploring the potential contained in Bagek Kembar. This research uses qualitative methods, namely by describing the results of surveys and planning and designing ecotourism landscapes through inventory, analysis, synthesis, planning and design planning. In the inventory, the potential and problems found in Bagek Kembar Cendimanik Ecotourism are formulated. The mangrove forest in Cendimanik Village has the potential for nature tourism and conservation tourism. Landscape planning includes location and land use, accessibility, topography, road conditions, climate, hydrology, vegetation, animals, visitors and communities so that you can plan an ecotourism concept that pays attention to sustainable resource conservation. In the design, environmental preservation aspects are taken into account, namely planning the reception space, service space, buffer, ecotourism space, circulation routes and green layout.Keywords: Ecotourism; Mangroves; Planning and Designing
PEMETAAN PERAN SERTA KETERLIBATAN PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM PENGELOLAAN RTH PUBLIK DI KOTA MATARAM DENGAN PENDEKATAN STAKEHOLDER ANALYSIS Joni Safaat Adiansyah; Harry Irawan Johari; Agum Muladi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.17870

Abstract

Abstrak: Keterlibatan serta peran aktif dari para pihak menjadi faktor utama dari keberhasilannya pelaksanaan sebuah program pengelolaan ruang terbuka hijau publik. Tujuan dari penelitian ini untuk memetakan bagaimana stakeholder terlibat dalam pemeliharaan RTH Kota Mataram. Analisis pemangku kepentingan digunakan untuk mengidentifikasi secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan responden yang dipilih dengan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat DLH Kota Mataram, Perkim Kota Mataram, Bappeda Kota Mataram, dan PUPR Kota Mataram di kuadran I yang bertanggung jawab dalam mengelola RTH publik di Kota Mataram. Dinas Pariwisata, Perdagangan, Pertanian, BKD, dan Balitbang Kota Mataram berada di kuadran II. Pengelola lokasi, Pokdarwis Taman Wisata Rakyat Loang Baloq, terletak di Kuadran III. Masyarakat Kota Mataram berada di Kuadran IV. Ketidakmampuan stakeholder untuk berkoordinasi dan berkomunikasi secara maksimal serta minimnya pendanaan untuk pembebasan lahan dan potensi RTH Publik Kota Mataram menyebabkan tidak tercapainya target minimal RTH Publik Kota Mataram. Hal tersebut merupakan tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan RTH Publik di Kota Mataram. Untuk memenuhi target minimal 20% dari luas wilayah perkotaan untuk RTH Publik di Kota Mataram, diperlukan peningkatan pendanaan untuk proses pembebasan lahan serta peningkatan komunikasi, koordinasi, serta kolaborasi multi stakeholder untuk menjamin ketersediaan dan keberlanjutan RTH Publik.Abstract:  The involvement and active role of the parties are the main factors in the successful implementation of a public green open space management program. The purpose of this research is to map how stakeholders are involved in the maintenance of public green spaces in Mataram City. Stakeholder analysis was used to identify descriptively qualitative using respondents selected by snowball sampling. The results showed that there are DLH of Mataram City, Perkim of Mataram City, Bappeda of Mataram City, and PUPR of Mataram City in quadrant I which are responsible for managing public green spaces in Mataram City. The Tourism, Trade, Agriculture, BKD, and Balitbang of Mataram City are in quadrant II. The site manager, Pokdarwis Taman Wisata Rakyat Loang Baloq, is located in Quadrant III. The people of Mataram City are in Quadrant IV. The inability of stakeholders to coordinate and communicate optimally and the lack of funding for land acquisition and the potential of Public RTH in Mataram City has caused the minimum target of Public RTH in Mataram City not to be achieved. This is a challenge faced in managing public green spaces in Mataram City. To meet the target of at least 20% of the urban area for Public Green Space in Mataram City, it is necessary to increase funding for the land acquisition process and increase communication, coordination, and multi-stakeholder collaboration to ensure the availability and sustainability of Public Green Space.
Co-Authors -, Ibrahim - -, Mintasrihardi - Abdul Azizul Ghaffar Abdul Hafiz Abdul Wahab Abdurahman Abdurahman Adi Gunawan Agum Muladi Agum Muladi Agus Herianto Ahmad Kutbi Rais Alfian Pujian Hadi Ari Nuryaddin Arif Arif Arif Wijaya Ariyanto Ariyanto Aryan Perdana Putra Aryan Perdana Putra Asbah, Asbah Bambang Semedi Burhanuddin Burhanuddin Daharanindra Pradina Arich Ashari Deviana Mayasari Dhita Eka Hesti Dian Eka Mayasari Sri Wahyuni Dyasti Zulhiani Erwin Erwin Fathul Rakhman Fatman Nurjan Fatman Nurjan Fatuh Rahman Harlinda Asdiani Hidayati Hidayati Hijril Ismail, Hijril Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Idhar Idhar Ihjan Parlendo Irma Setiawan, Irma Joko Prasetyo Joni Safaat Adiansyah July Yuspita Junaidi Am Junaidin, Junaidin Kamaluddin Kamaluddin Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah Lalu Mokh Reza Anshari M. Saleh M. Sobry Mahsup Mahsup Mardiyah Hayati Mas&#039;ad Mas&#039;ad Mas&#039;ad Mas&#039;ad Mas&#039;ad Mas&#039;ad Mas,ad, Mas,ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Matrani, Bedy Fara Aga Maulidia Dwi Mayundasari Mimit - Primyastanto Muhammad Hudri Muhammad Sabri Muliatiningsih Muliatiningsih Nurhayati, Nurhayati Nurin Rochayati Nurudin Nurudin Nurul Huda Nurul isnaeni Rahmat Palahuddin Putu Eka Gunadi Putu Oka Prasetia Ningsih Rahmat, Nurul isnaeni Roy Maulana Ansori Sabri Sabri Sinta Muhardini Sintayana Muhardini Siti Hasanah Sri Rejeki Sukuryadi Surya Hadi Wiwik D. Angreani Wiwit Bayu Adi Wiwit Bayu Adi Yusron Saudi Zaenudin Zaenudin Zainudin Zainudin