Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Transformasi Manajemen Kurikulum Berbasis Pendidikan Islam dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada Jenjang PAUD dan SD Makmun Makmun; Nurdin Nurdin; Didiek Purwanto; Tri Wahyuningsih; Fachrul Rozie; Iqbal Hadifad; Sarlina Sarlina
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2023

Abstract

Penelitian ini memfokuskan proses transformasi Kurikulum Merdeka Belajar pada jenjang PAUD dan SD dalam konteks Pendidikan Islam di Kota Samarinda. Partisipan penelitian terdiri 1 Kepala Sekolah TK, 3 Kepala SD dan 4 Guru yang memenuhi kriteria penelitian pernah mengikuti kegiatan sosialisasi Kurikulum Merdeka Belajar dan masa mengabdi 5-10 tahun. Desain penelitian menggunakan narrative inquiry terhadap pengalaman partisipan melalui wawancara mendalam. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis tematik dari Johnston untuk merekonstruksi berbagai temuan-temuan hasil wawancara partisipan menjadi tema penelitian yang dibahas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi manajemen kurikulum berbasis pendidikan Islam ditinjau, 1). Internalisasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran, 2). Perubahan peran guru dalam manajemen kurikulum, 3). Transfromasi sistem asesmen dan evaluasi pembelajaran, 4). Tantangan dalam transformasi manajemen kurikulum, 5). Strategi Adaptif Kepala Sekolah dalam menghadapi tantangan. Kontribusi studi ini menghadirkan perspektif manajerial yang holistik, mencakup perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta integrasi kepemimpinan kepala sekolah. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian manajemen kurikulum pendidikan islam pada era kurikulum merdeka.
Studi Kasus: Pola Asuh Demokratis pada Anak Usia Prasekolah dalam Keluarga Etnis Kutai Cindy Cindy; Fachrul Rozie; Riyana Riyana; Azainil Azainil; Makmun Makmun; Wilda Isna Kartika; Malpaleni Satriana; Tri Wahyuningsih
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2038

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan pola asuh usia prasekolah dalam keluarga etnis kutai. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan partisipan orang tua dan tokoh masyarakat. Data yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahapan, yaitu reduksi data penyajian data serta penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan adalah pola asuh demokratis. Orang tua etnis Kutai memberikan kehangatan, dukungan emosional yang tinggi, dan juga memberikan kebebasan yang cukup besar kepada anak. Nilai-nilai budaya Kutai ditemukan seperti mengayun anak dengan sarung juga diberi berbagai bacaan doa . Tradisi adat Kutai memiliki rangkaian upacara penting yang menandai tahapan kehidupan seorang anak, yaitu dimulai dengan upacara menginjak tanah saat anak pertama kali menapakkan kaki di bumi, diikuti dengan tradisi naik ayun yang merupakan ritual simbolis. orang tua dan keluarga mendoakan agar anak tumbuh sehat, berakhlak baik, dan terhindar dari hal-hal buruk. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana budaya kutai mempengaruhi praktik pengasuhan anak. Kontribusi pada penelitian ini yaitu.  sebagai upaya mempertahankan  nilai budaya Kutai dalam konteks pola pengasuhan serta penguatan karakter berbasis kearifan lokal Kutai pada anak usia dini.
Efektivitas Media Fun Book Berbasis Kearifan Lokal Kalimantan terhadap Minat Belajar Anak Usia Dini Alya Sagita Yumarnis; Evie Palenewen; Malpaleni Satriana; Tri Wahyuningsih; Makmun Makmun; Azainil Azainil; Wilda Isna Kartika
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2077

Abstract

Minat belajar pada anak usia dini merupakan komponen penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Namun, keterbatasan media pembelajaran yang inovatif, menarik, dan relevan dengan konteks kehidupan anak berdampak pada rendahnya keterlibatan serta minat belajar, terutama dalam pengenalan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media Fun Book berbasis kearifan lokal Kalimantan sekaligus menganalisis efektivitasnya dalam meningkatkan minat belajar anak usia dini. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, dan uji coba produk. Penelitian melibatkan 2 guru sebagai informan utama dan 17 anak usia 4–5 tahun sebagai subjek uji coba. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Fun Book berbasis kearifan lokal Kalimantan mampu meningkatkan minat belajar anak secara signifikan, yang terlihat dari peningkatan perhatian, antusiasme, dan partisipasi aktif dalam pembelajaran. Selain itu, media ini juga mendukung terciptanya interaksi pembelajaran yang lebih komunikatif serta memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal secara kontekstual dan menyenangkan. Dengan demikian, media Fun Book berbasis kearifan lokal Kalimantan efektif digunakan sebagai alternatif media pembelajaran inovatif untuk meningkatkan minat belajar anak usia dini.
Analisis Faktor Internal dan Eksternal Penyebab Kekerasan Fisik Anak Usia Dini Iqbal Hadifad; Tri Wahyuningsih; Azainil Azainil; Makmun Makmun; Wilda Isna Kartika; Malpaleni Satriana
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2078

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara operasional faktor Internal dan Eksternal yang menyebabkan perilaku kekerasan fisik pada anak usia 4–5 tahun di lingkungan PAUD. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan terdiri dari 2 anak usia 4–5 tahun, 1 guru kelas, serta orang tua sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif meliputi reduksi data, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan dua kategori utama penyebab kekerasan fisik, yaitu faktor internal (ketidakmampuan regulasi emosi, temperamen impulsif, dan keterbatasan komunikasi) serta faktor eksternal (pola asuh kurang responsif, konflik keluarga, pengaruh teman sebaya, dan paparan media kekerasan). Hal ini menegaskan bahwa perilaku kekerasan muncul dari interaksi kompleks antar faktor. Implikasi praktis penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi guru dan orang tua dalam penguatan regulasi emosi, penerapan pola asuh positif, serta pengawasan lingkungan anak guna mencegah perilaku agresif sejak dini.
Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) Dengan Media Quizziz Paper Mode pada Siswa Kelas V A Di SDN 004 Samarinda Ilir Irda Lola; Tri Wahyuningsih; Khusnul Khotimah; Andi Asrafiani Arafah
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i1.1717

Abstract

This study aims to improve the learning outcomes of Pancasila Education through the application of the Problem Based Learning model with Quizziz Paper Mode media in class V-A background of this study is the low learning outcomes of students who have not reached the Learning Objectives Achievement Criteria (KKTP) due to the lack of variety of learning models and media used by teachers. This study uses the Classroom Action Research (CAR) method which is carried out for two cycles and each cycle consists of two meetings. The research procedure consists of four stages, namely the planning stage, the action implementation stage, the observation stage, and the reflection stage. The subjects in this study were 28 class V-A students of SDN 004 Samarinda Ilir and the object of this study was the learning outcomes of Pancasila Education on the material of Cultural and Social Diversity in Indonesia using the Problem Based Learning model with Quizziz Paper Mode media. Data collection techniques used were observation of teacher and student activities and learning outcome tests. The data analysis technique in this study uses the percentage of teacher and student activities, completeness of learning outcomes, average, final grades, and improvement in student learning outcomes. Based on the research, it can be concluded that there has been an improvement in Pancasila Education learning outcomes on Cultural and Social Diversity in Indonesia using the Problem Based Learning model with Quizziz Paper Mode for grades V-A at SDN 004 Samarinda Ilir. This improvement in student learning outcomes is evidenced by the average Pancasila Education score in the pre-cycle of 56.07, with a completion rate of 28.57%. This then increased to 71.96 in the first cycle, with a 25% increase in learning outcomes and a completion rate of 53.57%. In the second cycle, the average score increased to 85.35, an increase from the pre-cycle score of 57.14% and a completion rate of 85.71%.
Strategi Guru dalam Menangani Anak dengan Keterlambatan Bicara pada usia 5-6 tahun Okana Okana; Evie Palenewen; Tri Wahyuningsih; Malpaleni Satriana
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8243

Abstract

Keterlambatan bicara pada usia 5-6 tahun berdampak secara signifikan pada komunikasi dan kesiapan belajar anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi guru serta kolaborasi orang tua dalam menangani keterlambatan bicara. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus. Subjek terdiri dari dua anak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi secara konsisiten, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan perbedaan karakteristik keterlambatan antara subjek ringan dan berat. Startegi guru meliputi stimulasi verbal berulang, media visual, dan aktivitas menyenangkan yang efektif. Kolaborasi dengan orang tua terbukti meningkatkan konsistensi stimulasi. Implikasi penelitian menyarankan pendekatan individual tanpa modifikasi kurikulum untuk mendukung perkembangan bahasa anak secara optimal di lingkungan sekolah dan rumah.
Pendekatan Bermain sebagai Metode dalam Pembelajaran Kelas Okupasi pada Anak Usia Dini Gita Gita; Tri Wahyuningsih; Malpaleni Sastriana
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa efektif metode bermain dalam proses belajar di kelas okupasi untuk anak-anak usia dini. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini adalah anak-anak usia dini yang mengikuti kelas okupasi, dan data dikumpulkan dengan cara mengamati, melakukan wawancara, serta mencatat dokumen terkait. Analisis data dilakukan secara induktif dengan mengikuti beberapa tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bermain dapat meningkatkan partisipasi anak dalam belajar, memperkuat kemampuan gerak motorik, kemampuan sosial dan emosional, serta kemampuan anak dalam menyesuaikan diri dengan aktivitas sehari-hari. Anak semakin rajin, tertarik, dan bisa berkomunikasi dengan sekitar secara lebih baik. Selain itu, bermain juga membantu anak menjadi lebih mandiri dan lebih baik dalam memecahkan masalah. Dengan demikian, bermain terbukti menjadi cara yang efektif dalam pembelajaran di kelas okupasi untuk mendukung pertumbuhan anak usia dini secara menyeluruh. Penelitian ini membantu para pendidik dan orang yang bekerja di bidang pendidikan untuk menciptakan model pembelajaran yang lebih kreatif dan sesuai dengan tumbuh kembang anak.
IMPLEMENTASI PROGRAM ADIWIYATA DALAM MENANAMKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN PADA GENERASI ALPHA DI SDN 021 SUNGAI KUNJANG Sabrina Alfara Deliza; Tri Wahyuningsih
MADINASIKA Vol 7 No 1 (2025): MADINASIKA-OKTOBER
Publisher : Pascasarjana Unviersitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/madinasika.v7i1.16433

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi Program Adiwiyata dalam menanamkan karakter peduli lingkungan pada Generasi Alpha di SDN 021 Sungai Kunjang. Permasalahan utama yang diangkat ialah bagaimana perencanaan, pelaksanaan, serta faktor pendukung dan penghambat program tersebut dalam membentuk sikap peduli lingkungan di kalangan siswa. Penelitian bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pelaksanaan Program Adiwiyata sebagai upaya pembentukan karakter peduli lingkungan pada anak-anak yang tumbuh di era digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dilaksanakan melalui kebijakan sekolah berwawasan lingkungan, kegiatan pembelajaran berbasis praktik, serta dukungan aktif dari guru, orang tua, dan pihak eksternal. Dapat disimpulkan, Program Adiwiyata efektif dalam menumbuhkan kesadaran dan perilaku peduli lingkungan pada Generasi Alpha melalui kegiatan nyata yang terintegrasi dalam budaya sekolah.
Language Functions and Speech Acts in the Spoken Language of Elementary School Children on TikTok: A Case Study of @shabiraalula Arini Hayati; Tri Indrahastuti; Tri Wahyuningsih; Hety Diana Septika
The Future of Education Journal Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i2.1992

Abstract

This study was motivated by the increasing use of TikTok as a social media platform that has influenced children's communication patterns and language use in everyday life. It aims to describe the functions of language, the forms of illocutionary speech acts, and the reflection of children's pragmatic development in spoken language as represented in the TikTok content of @Shabiraalula&Ayah. The study employed a qualitative descriptive approach with a case study design. The data consisted of the spoken utterances of an elementary school-aged child extracted from three TikTok videos published on the @Shabiraalula&Ayah account. Data were collected through observation, documentation, and verbatim transcription, and subsequently analyzed using Halliday's theory of language functions and Searle's speech act theory within the frameworks of pragmatics and the sociolinguistics of digital media. The findings revealed five language functions: representational, interactional, heuristic, regulatory, and personal, with the representational function being the most dominant. Furthermore, the study identified assertive, expressive, and directive illocutionary speech acts, with expressive and assertive acts occurring most frequently. These findings indicate that children are able to use language contextually to convey information, express emotions, and establish social interactions within digital communication environments.