Claim Missing Document
Check
Articles

Komunikasi Pendidik Paud terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini Sekecamatan Rumbai Heleni Filtri; Sean Marta Efastri
PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 02 (2019): PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/paud-lectura.v2i02.2516

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini Merupakan salah satu lembaga pendidikan awal bagi anak untuk mengembangkan seluruh potensi anak termasuk didalamnya perkembangan Bahasa anak Berdasarkan Undang- Undang No.20 tahun 2003 menerangkan bahwa Taman Kanak-Kanak merupakan wadah pendidikan khususnya bagi anak usia dini, untuk dapat mengembangkan seluruh aspek yang ada di dalam diri anak seperti psikomotor, kognitif, dan afektif, yang mana keseluruhannya terdapat dalam pembiasaan dan kemampuan dasar anak didik. Bahasa berfungsi sebagai salah satu alat komunikasi dan merupakan sarana penting dalam kehidupan anak. Melalui bahasa, anak dapat saling berhubungan, saling berbagi pengalaman, dan dapat meningkatkan intelektual, yakni dalam rangka pengembangan pengetahuan dan keterampilan bahasanya. Disebutkan Rahman (2002) bahwa masa AUD menempati posisi yang paling penting dalam perkembangan otaknya. Selanjutnya dinyatakan bahwa karena perkembangan otaknya tersebut usia 0-8 tahun disebut sebagai usia emas (golden age). Oleh karena itu, pendidikan AUD dirasa penting karena menentukan keberhasilan anak selanjutnya. Untuk melihat keberhasilan tersebut, antara lain dapat dilihat dari perkembangan penguasaan bahasanya yang dapat dilihat ketika anak berkomunikasi. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini agar perkembangan bahasa anak berkembang secara optimal khususnya dalam komunikasi yang dilakukan oleh pendidik PAUD. Berdasarkan Hasil analisis data menunjukkan bahwa pola komunikasi guru dan cara guru dalam berkomunikasi dengan anak cukup baik. Sedangkan respon anak belum muncul. Adapun hambatan yang dialami guru dalam berkomunikasi karena anak kurang aktif dalam pembelajaran. Upaya guru dalam menghadapi hambatan tersebut adalah menstimulus anak agar responnya aktif dengan strategi guru melakukan diskusi dan simulasi serta membuat media yang kreatif.
Efektivitas Pembelajaran Online pada Masa Pandemi Covid-19 di Taman Kanak-Kanak Efastri, Sean Marta; Islami, Chitra Charisma
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i2.1355

Abstract

Penelitian yang dilatarbelakangi dengan kondisi pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 yang harus tetap berjalan, serta guru dituntut untuk tetap memberikan pembelajaran yang membuat siswanya mengerti dan paham sesuai dengan capaian yang diharapkan. Tujuan penelitian mengetahui efektivitas pembelajaran online yang dilakukan oleh guru PAUD di tengah pandemi Covid-19. Menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Dengan sampel Guru PAUD Gugus Mawar Kecamatan Rumbai Pesisir yang terdiri dari 8 lembaga. Menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 30 guru dengan mengisi lembar angket (kuesioner). Teknik analisis data menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dimana data diolah berdasarkan jawaban yang diberikan kepada responden terhadap pernyataan dari setiap angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa efektivitas pembelajaran online selama masa pandemi Covid-19 yang dilakukan oleh guru dan anak di TK sudah efektif
Mitigasi Bencana Hidrologi Banjir Untuk Anak Usia Dini Di Tk Negeri Pembina Kampar Wahyuni, Sri; Efastri, Sean Marta
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 6 (2023): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v7i6.16917

Abstract

Events or disasters that ensue can be accomplished by early childhood, namely the attitude of alertness and disaster response, because with disasters, if children of this age are not provided mitigation education, it has an impact on their health both physically and mentally. Early childhood is different in dealing with these disasters depending on how the family supports the community and the school. Therefore, the government and schools should provide this mitigation education from an early age. Flood mitigation education in early childhood must be measured by the establishment of a program from the government in order to contribute to those who are often affected by flood disasters. Also, these educational activities in government work programs must synergize with the community so as not to throw garbage in its place, then understanding to teachers and parents related to the cleanliness of the home and school environment.
Empowering Early Childhood Resilience: Development of Illustrated Storybooks for Disaster Mitigation with Local Wisdom Efastri, Sean Marta; Novembli, Meta Silfia; Suharni, Suharni
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 15, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpp.v15i4.pp2668-2682

Abstract

Empowering Early Childhood Resilience: Development of Illustrated Storybooks for Disaster Mitigation with Local Wisdom. Objective: This study aimed to develop and evaluate the effectiveness of an illustrated storybook based on Tunjuk Ajar Melayu Riau as an innovative learning medium to enhance disaster preparedness in early childhood.  Methods: The research adopted the Borg & Gall Research and Development (R&D) model. Study participants included 60 children aged 5-6 years across three PAUD sites in the Riau region, Indonesia. The intervention was conducted over two weeks with a total of six sessions. Effectiveness was assessed using the Disaster Preparedness Scale for Early Childhood (DPSEC) (12 items, α=0.87) through pre-test and post-test. Quantitative data were analyzed using the Paired-Sample T-test, Normalized Gain (N-Gain), and Cohen’s d Effect Size, complemented by qualitative thematic analysis of interviews. Findings: The book offers novelty by combining local cultural values with interactive features, such as a maze game, specifically designed to foster critical thinking and environmental awareness, addressing the current limitation of passive disaster education media in Indonesia. The effectiveness test results showed a highly significant increase in disaster preparedness scores, soaring from a pre-test mean of 55% to a post-test mean of 90% (t(59)=14.82, p<0.001). The impact was classified as high, with an average N-Gain of 0.71 and a strong Effect Size (d=1.92). Qualitatively, the Cultural Resonance of the Malay characters significantly boosted engagement, while the Maze Game mechanistically stimulated planning and critical thinking. Teachers rated the product as highly practical with an average score of 88%, confirming its feasibility and curricular alignment. Conclusion: The illustrated storybook based on Tunjuk Ajar Melayu Riau is an effective, feasible, and practical learning model for enhancing early childhood disaster preparedness. Its success is driven by the synergy between the maze's cognitive scaffolding and the contextual reinforcement of local wisdom, offering a vital model for culturally-based disaster mitigation education in Indonesia. However, generalization is currently limited to the Riau context. Keywords: cultural identity; disaster mitigation; early childhood education; tunjuk ajar melayu.
The Effectiveness of Steam Digitalization in Slow Pedagogy: Building Early Childhood Literacy Through Malay Culture Suharni Suharni; Sean Marta Efastri; Lucky Lhaura Van FC
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 9 (2025): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i9.12614

Abstract

Developing early childhood literacy requires innovative and contextual learning approaches that integrate technology and local cultural values. This study aims to analyze the effectiveness of STEAM digitalization within a slow pedagogy framework to enhance literacy skills among early childhood learners by incorporating Malay cultural elements into the learning process. The proposed solution is the implementation of a digitalized STEAM-based learning model supported by interactive multimedia, designed to create meaningful, engaging, and culturally relevant learning experiences. This research employed a quantitative experimental design involving two groups of early childhood students: an experimental group receiving instruction through digitalized STEAM-based slow pedagogy and a control group using conventional teaching methods. The study involved 60 children selected through purposive sampling. Data were collected using literacy performance tests, observation sheets, and teacher assessments. The findings indicate that the implementation of STEAM digitalization in slow pedagogy significantly improved children's literacy achievement. Results of the paired sample t-test show a significant difference between pre-test and post-test scores in the experimental group (t = 8.412; p < 0.05), demonstrating the effectiveness of the approach. Furthermore, the independent sample t-test revealed a significant difference between the experimental and control groups (t = 2.132; p < 0.05). The study concludes that STEAM digitalization combined with slow pedagogy is an effective strategy for enhancing early childhood literacy while promoting Malay cultural identity. It is recommended that culturally grounded and interactive digital STEAM resources be integrated into early childhood education to foster sustainable and meaningful literacy development
Efektivitas Metode Total Physical Response (TPR) dengan Buku Cerita Bergambar terhadap Kemampuan Berbahasa Inggris pada Anak Usia 5-6 Tahun Sean Marta Efastri; Suharni; Refika Andriani
Jurnal Pelita PAUD Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v10i1.5694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan metode Total Physical Response (TPR) berbantuan buku cerita bergambar dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris anak usia dini. Mengajar bahasa Inggris pada anak usia dini sangat berbeda dibandingkan dengan remaja atau dewasa. Pada anak usia dini, pengajaran bahasa Inggris sebatas pada tingkat pengenalan. Anak-anak usia dini hanya dapat diajarkan dasar-dasarnya dengan cara bermain yang diarahkan Fenomena di lapangan ditemukan permasalahan Guru kurang menerapkan dasar-dasar bahasa inggris kepada anak, meski mengetahui belajar bahasa inggris sebaiknya diterapkan kepada anak sedini mungkin meski hanya dasar-dasarnya saja. Salah satu metoda bisa di gunakan oleh pendidik paud agar anak-anak usia dini tertarik untuk mengikuti pembelajaran adalah dengan menggunakan metode TPR (Total Physical Response) dengan buku cerita bergambar dalam proses pembelajarannya. Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang artinya ada efektifitas TPR (Total Physical Response) terhadap kemampuan bahasa inggris anak usia dini. Hal tersebut ditunjukkan dengan uji T-test yang lebih kecil dari taraf signifikansi yaitu 0,00<0,05. Nilai rata-rata persentase posttest yaitu 90,56% yang termasuk ke dalam kategori berkembang sesuai harapan.
Pendekatan Integratif dalam Bimbingan dan Konseling untuk Meningkatkan Kesiapan Belajar Anak Usia Dini Menuju Sekolah Dasar Sean Marta Efastri; Azlin Atika Putri
Jurnal Pelita PAUD Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v10i2.5838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan integratif dalam layanan bimbingan dan konseling serta pengaruhnya terhadap peningkatan kesiapan belajar anak usia dini menuju sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di TK Ar-Rahman pada kelompok B yang berjumlah 29 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket kepada orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan integratif diterapkan melalui kegiatan bermain peran, bercerita, kerja kelompok kecil, pemberian penguatan positif, serta pelibatan orang tua dalam proses pendampingan anak. Implementasi pendekatan tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan kesiapan belajar anak yang ditunjukkan melalui peningkatan kemampuan kognitif, sosial-emosional, bahasa, dan kemandirian. Keberhasilan pelaksanaan program didukung oleh kompetensi guru, lingkungan sekolah yang kondusif, serta keterlibatan orang tua dalam mendukung perkembangan anak. Dengan demikian, pendekatan integratif dalam bimbingan dan konseling dapat menjadi strategi yang efektif untuk mempersiapkan anak usia dini memasuki jenjang sekolah dasar.
The Effect of Teacher-Provided Rewards on the Discipline of Group B Children at TK Ar Rehan Pekanbaru Yenda Puspita; Sean Marta Efastri; Suharni Suharni; Nopa Wilyanita
Educative: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): January - April 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/educative.v4i1.1817

Abstract

This study is motivated by the relatively low level of discipline among early childhood learners, which necessitates effective strategies to foster positive behavior in classroom settings. The purpose of this research is to examine the effect of teacher-provided rewards on the discipline of Group B children at TK Ar Rehan Pekanbaru. This study employed a quasi-experimental design with a nonequivalent control group, involving an experimental group and a control group. Data were collected through observation and documentation using a systematically developed discipline observation sheet. Data analysis was conducted to identify changes within each group and differences between the two groups. The findings indicate that teachers' use of rewards has a significant positive effect on children’s discipline. The group receiving the intervention demonstrated greater improvement in disciplined behavior compared to the group without the intervention. These results highlight the importance of rewards as a form of positive reinforcement in shaping disciplined behavior in early childhood education. This study contributes to strengthening the use of positive reinforcement-based instructional strategies that teachers can effectively implement to support optimal character development in young children.