Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sosiohumaniora

FAKTOR-FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI MANGGA TERLIBAT DALAM SISTEM INFORMAL DENGAN PEDAGANG PENGUMPUL Lies Sulistyowati; Ronnie S Natawidjaja; Zumi Saidah
Sosiohumaniora Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.26 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i3.5753

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil mangga terbesar keenam didunia, namun data ekspormangga hanya 0,07% dari total produksinya, dan justru impornya meningkat terus. Padahal manggamempunyai nilai ekonomis tinggi dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani. Sayangnyapotensi ekonomi tersebut belum tergali karena masih banyaknya hambatan baik teknis maupun nonteknisdalam agribisnis mangga. Petani sering menggunakan sistim informal dalam pengelolaanmangga, yang berakibat petani tidak mempunyai bargaining position terhadap pedagang pengumpul/tengkulak, sehingga harga yang diterima rendah. Secara spesifik tujuan penelitian ini: menganalisfaktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi pengelolaan tanaman mangga, pemilihan sumberpembiayaan, serta cara penjualan mangga.Design penelitian : kuantitatif, yang dilaksanakan denganmetode survey di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur, yang menghasilkan 55% dari total produksimangga nasional. Wilayah kabupaten, kecamatan dipilih dengan metode Multi Stage Cluster RandomSampling. Pemilihan sampel sebanyak 636 keluarga petani (320 Jawa Timur dan 316 untukJawa Barat)dilakukan secara random.Data dianalisis menggunakan Structural Equation Model. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa : 1). Sistim pengelolaan mangga secara significant dipengaruhi oleh faktor umurpetani, jumlah pohon mangga, akses terhadap informasi dan akses terhadap pasar. 2). Pemilihan sumberpembiayaan dipengaruhi oleh umur petani, jumlah pohon mangga, dan akses terhadap modal dengankorelasi positif, sedangkan sistim pengelolaan mangga, dan fasilitas irigasi mempengaruhi dengankorelasi negatif. 3). Sistim penjualan mangga dipengaruhi oleh sistim pembiayaan dan akses terhadapinformasi dengan korelasi positif, sedangkan sistim pengelolaan, aktivitas pemeliharaan, kegiatanpemberantasan hama dan penyakit, penerapan teknologi off-season, akses terhadap pasar dan fasilitasperalatan mempengaruhi dengan korelasi negatif.
STRATEGI PENGEMBANGAN DAERAH TERTINGGAL DI KABUPATEN GARUT Endah Djuwendah; Hepi Hapsari; Eddy Renaldy; Zumi Saidah
Sosiohumaniora Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.95 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i2.5744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekonomi yang dapat dikembangkandi wilayah Kabupaten Garut bagian selatan dan strategi dalam pembangunan daerah tertinggal di GarutSelatan.Metode yang digunakan adalah survey deskriptif dengan menggunakan data primer dan dataskunder dengan unit analisisnya 16 kecamatan. Teknis analisis menggunakan indek produktivitasrelatif (IPR)dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Garut bagian selatanmemiliki sumberdaya alam yang berciri sektor pertanian,perikanan, peternakan pertambangan dan energiserta pariwisata. Terdapat lima strategi utama untuk pengembangan daerah tertinggal di wilayah GarutSelatan yaitu dengan cara memadukan pembangunan sektoral dan kewilayahan yang berbasis potensisumberdaya lokal melalui : (a) Peningkatan akses kerjasama berbagai sektor pemerintah, swasta danperguruan tinggi untuk mengatasi keterbatasan dana pembangunan berkelanjutan (b) pengembanganekonomi berbasis potensi lokal dengan cara pengembangan komoditas unggulan spesifik lokasi danproduk olahan melalui teknologi tepat guna dan perluasan pemasaran, (c) optimalisasi peran pusatpelayanan dengan cara melengkapi ketersediaan sarana dan prasarana serta keterkaitan sosial ekonomidengan daerah pelayanannya, (d) peningkatan kualitas SDM dan pemberdayaan masyarakat melaluipendidikan/pelatihan dan pembinaan kelembagaan berbasis pedesaan, (e) optimalisasi peran kabupatengarut sebagai daerah penyangga Jawa barat melalui efektifitas penggelolaan tata ruang kawasan lindungdan budidaya dengan mempertimbangkan kawasan rawan bencana alam. 
STRATEGI PEMASARAN TAUCO CAP BIRUANG DI KABUPATEN CIANJUR Zumi Saidah; Kuswarini Kusno; Eliana Wulandari
Sosiohumaniora Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.612 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i1.5476

Abstract

Saat ini, produksi tauco Cianjur kini semakin menyusut, seiring dengan berkurangnya jumlah pengusaha yang menggeluti usaha pembuatan makanan khas Cianjur ini. Melihat hal ini maka, perlu dicarikan solusi bagi para pengusaha tauco Cianjur agar mereka tetap dapat mempertahankan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kendala-kendala internal dan eksternal perusahaan dalam memasarkan tauco Cap Biruang; (2) merekomendasikan strategi pemasaran yang lebih baik untuk meningkatkan dan mengembangan pemasaran tauco Cap Biruang. Penelitian ini dilakukan di perusahaan tauco Cap Biruang, Desa Pamayonan Kecamatan Cianjur Kota, Kabupaten Cianjur. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang memusatkan perhatian pada suatu kasus perkembangan pemasaran tauco Cap Biruang di Kaupaten Cianjur secara intensif dan rinci dengan mengutamakan teknik pengumpulan datanya melalui observasi dan wawancara langsung. Pengolahan data dan informasi menggunakan analisis deskriptif dan analisis SWOT. Berdasarkan hasil analisis faktor internal dan eskternal yang telah dilakukan pada perusahaan tauco cap Biruang, maka dapat diketahui bahwa secara umum perusahaan tauco cap Biruang masih belum memanfaatkan secara maksimal kekuatan dan peluang yang ada untuk meminimalisir kelemahan dan ancaman. Hal ini dapat dibuktikan berdasarkan hasil perhitungan IFE dan EFE yang hanya mencapai skor 2.52 dan 2.40 yang apabila dilihat pada matriks Internal-Eksternal (IE) berada pada kolom V. Hal ini berarti pihak perusahaan tauco cap Biruang masih pada tahap sedang (rata-rata) yang baru mampu mencapai tahap strategi pemeliharaan, pertahankan (hold and maintain) melalui penetrasi pasar dan pengembangan produk. Strategi yang dapat diterapkan pada posisi ini adalah strategi penetrasi pasar dan pegembangan produk, dengan cara memperluas segmen pasar. Selain itu berdasarkan dari hasil analisa SWOT maka di dapatkan beberapa alternatif strategi diantaranya: meningkatkan kapasitas produksi agar dapat memenuhi permintaan pasar terutama pada saat-saat tertentu, memperluas area pemasaran, perlunya menjalin kemitraan dengan lembaga maupun pihak lainnya guna mengatasi ancaman dan meraih peluang yang ada. Selain itu juga perlu dilakukan perbaikan pencatatan keuangan mengingat selama ini pencatatan yang dilakukan oleh industri tauco cap Biruang hanya sebatas pencatatan sederhana tanpa ada perhitungan laba/rugi.
Co-Authors Abhyasa Hardhiawan Adi Prasetya Muammar Adrian, Samuel Agriani Hermita Sadeli Alharitsza, Elshafira Almas Dwi Nurshadrina Anggi Sahru Romdon Annisa Fitri Arumdewi, Melfa Annisa Asri Widyasanti Aviola, Zulaika Bajrah, Muhammad Rian Damanik, Marisa Dika Supyandi Dini Rochdiani Drajat, Luthfi Zakaria Eddy Renaldy Eka Purna Yudha Elfa, Muhammad Okiba Jauhari Eliana Wulandari Elly Rasmikayati Elwinda, Derifa Shafa Endah Djuwendah Erna Rachmawati Ernah, Ernah Eti Suminartika Harianto Harianto Hartoyo Hartoyo Haya, Faiza Nasywa Hepi Hapsari Hesty Nurul Utami I Putu Sindhu Respati Widhiguna Idham Parhanudin Irfan Ghani, Mohammad Istiqomah, Nabilla Jihan Marha Karimah, Bella Esla Kartika, Nadhifa Komalawati Kuswarini Kusno Latifa, Nadya Hasna Lestari, Ayuningtyas Puji Lies Sulistyowati Lies Sulistyowati Lucyana Trimo Lucyana Trimo, Lucyana Medah, Fenycia Utari Firstianti Nabila Ananda Putri Novianda Fawaz Khairunnisa Novianda Fawaz Khairunnisa Nur Syamsiah Nur Syamsiyah Nurrahman, Iqbal O Hasbiansyah Pandi Pardian Pebriyanti, Viyana Pratiwi, Pharaz Gemilang Putri, Safira Aulia Qanti, Sara Ratna Rahmah, Ulya Rahman, Naufal Ramadhani, Nadhifa Zahra Ramahani, Cinta Rani Andriani Budi Kusumo Ratna Winandi Asmarantaka Reina Ayu Cecilia Resa Ana Dina Rizky Amalia Ronnie S Natawidjaja Ronnie S. Natawidjaja Samuel Lantip Wicaksono SETIAWAN, IWAN Setiyaningrum, Kayla Amina Siahaan, Emil Morris Gumanti Siregar, Rini Natalia Subikha, Ikha Sucipto, Ossy Alfiani Sulistyodewi Nur Wiyono SUPYANDI, DIKA Syakirotin, Muthiah Syifa Herliani Trimo, Lucyana Trisna Insan Noor Tuti Karyani Vina Rachmadina Widia Kintan Sabila Firdaus Yosini Deliana Zein, Nufika Shilhan