Claim Missing Document
Check
Articles

Ekstrak Etanol Kulit Manggis Meminimalkan Lesi Histopatologis pada Trakea dan Paru-Paru Mencit (Mus musculus) Husain, Anugrah Fitria; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (2) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1443.9 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek pemberian kombinasi ekstrak etanol kulit manggis dalam meringankan lesi histopatologis pada organ trakea dan paru-paru mencit yang diberikan monosodium glutamate (MSG). Penelitian ini menggunakan 27 ekor mencit jantan yang diberi perlakuan 0 (kontrol/P0), perlakuan 1 diberikan MSG 1% dalam air minum (P1), dan perlakuan 2 diberikan air minum mengandung MSG 1% ditambah dengan ekstrak etanol kulit manggis 4,5% (P3). Pada hari ke-30 pasca perlakuan mencit dieuthanasia, organ trakea dan paru-paru diambil untuk pembuatan preparat histopatologi. Variabel yang diamati adalah lesi degenerasi, nekrosis dan peradangan pada trakea, bronkus, dan parenkim paru. Hasil analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis menunjukan bahwa terdapat pengaruh pemberian MSG melalui air minum terhadap lesi degenerasi, nekrosis, dan peradangan trakea dan paru-paru. Terdapat perbedaan yang signifikan antara perlakuan P0 dengan P1 dan P2 berdasarkan perubahan degenerasi, nekrosis dan peradangan. Hasil pemeriksaan histopatologi adalah mencit yang diberi MSG pada jaringan trakea dan paru-paru ditemukan degenerasi, nekrosis, dan peradangan, sedangkan yang diberi perlakuan kombinasi antara MSG dan ekstrak etanol kulit manggis pada jaringan trakea dan paru-paru ditemukan degenerasi, nekrosis, dan peradangan dengan derajat lebih ringan.
Evaluasi Penyakit Virus pada Kadaver Broiler Berdasarkan Pengamatan Patologi Anatomi di Rumah Pemotongan Unggas DAMAYANTI, YUNNY; OKA WINAYA, IDA BAGUS; RUDYANTO, MAS DJOKO
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (3) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.485 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyakit-penyakit pada kadaver ayam diduga disebabkan oleh virus, yang diperiksa secara patologi anatomi.Metode yang digunakan adalah dengan mengamati 100 ekor kadaver ayam yang berasal dari budidaya peternakan Kabupaten Jember dan Malang, Propinsi Jawa Timur.Pengumpulan data dilakukan secara langsung setelah ayam dinekropsi yang disesuaikan dengan pedoman variabel patologi anatomi yang diamati.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Rumah Pemotongan Unggas PT Wonokoyo Jaya Corporindo Pasuruan, Jawa Timur tidak ditemukan adanya kematian ayam yang disebabkan oleh penyakit virus, kondisi ini bisa diakibatkan karena program vaksinasi dan penerapan biosekuriti yang ketat dan berkelanjutan.
Perubahan Histopatologi Hati dan Paru Mencit Pascainduksi dengan Zat Karsinogenik Benzo(a)piren Bire, Ienoliski Rohi; Winaya, Ida Bagus Oka; Adi, Anak Agung Ayu Mirah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (6) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.286 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi hati dan paru-paru mencit pascainduksi dengan zat karsinogenik benzo(a)piren. Penelitian ini menggunakan 10 ekor mencit jantan yang dipelihara pada lingkungan serta diet yang sama. Mencit kemudian dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok I diinjeksi dengan benzo(a)piren sebanyak 0,3 mg dalam 0,1 mL oleum olivarium secara subkutan sedangkan kelompok II hanya diinjeksi dengan oleum olivarum dengan cara yang sama. Setelah satu bulan, semua mencit dikorbankan. Sampel jaringan hati dan paru dimasukan kedalam NBF 10% untuk proses pemeriksaan histopatologi lebih lanjut. Data pemeriksaan histopatologi hati dan paru kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil yang didapatkan menunjukkan adanya perbedaan gambaran histopatologi hati dan paru mencit antara kelompok I dibandingkan dengan kelompok II. Adapun gambaran mikroskopik yang dominan pada kelompok I adalah: pada hati terjadi kongesti pada vena sentralis serta nekrosis pada sel hepatosit. Pada paru terjadi nekrosis serta adanya penebalan septa alveoli dan infiltrasi sel radang sedangkan untuk kelompok II, tidak terdapat perubahan pada gambaran mikorskopiknya. Berdasarkan hasil penelitian, zat karsinogenik benzo(a)piren dapat menyebabkan terjadinya kongesti pada vena sentralis serta nekrosis pada sel hepatosit serta penebalan pada septa alveoli dan adanya infiltrasi sel-sel radang mononuklear pada paru.
Studi Histopatologi Lambung pada Tikus Putih yang Diberi Madu sebagai Pencegah Ulkus Lambung yang Diinduksi Aspirin MUSTABA, RAHMI; OKA WINAYA, IDA BAGUS; BERATA, I KETUT
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (4) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.783 KB)

Abstract

Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik dengan post test only controlled group design. Sampel berupa hewan tikusb erjenis kelamin jantan berumur 2-3 bulan dengan berat badan ± 20 gram.Sampel sebanyak 16 ekor dibagi dalam 4 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4 ekor tikus.Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Hari ke-8, tikus dikorbankan dengan cara euthanasia dengan ether, organ lambung diambil untuk selanjutnya dibuat preparat histology dengan metode blok paraffin dan pengecatan Hematoksilin Eosin (HE). Gambaran histopatologi lambung diamati dan dinilai berdasarkan kerusakan histologis yang berupa nekrosis dan peradangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistic Kruskal Wallis dilanjutkan dengan uji Mann Whitney = 0,05).Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara keempat kelompok perlakuan.Hasil uji Mann Whitney menunjukkan perbedaan yang bermakna antara KK dan KP1, KK dan KP2, KK dan KP3, KP1 dan KP3 serta KP2 dan KP3. Sedangkan perbedaan yang tidak bermakna antara KP1 dan KP2.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terbukti adanya efek proteksi dari madu terhadap lambung yang berupa pengurangan derajat kerusakan sel lambung tikus yang diinduksi oleh aspirin.Efek proteksi madu terhadap kerusakan sel lambung yang ditimbulkan oleh aspirin dapat diamati secara jelas pada dosis II yaitu 2 mL/200 gram BB tikus yang terdapat pada kelompok perlakuan II.
Perubahan Patologik Sekum Ayam Pedaging (Gallus gallus) yang Terinfeksi Koksidiosis di Kabupaten Tabanan, Bali Djara, Devita Vanessa Sukmawati; Ardana, Ida Bagus Komang; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (2) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.472 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.2.187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan patologik pada sekum ayam pedaging (Gallus gallus) yang terinfeksi koksidiosis di Kabupaten Tabanan, Bali. Ayam yang digunakan sebagai penelitian adalah ayam broiler berumur 23 hari berjenis kelamin jantan dan betina secara acak. Sebanyak 30 sampel sekum ayam pedaging yang terinfeksi koksidiosis diperiksa secara patologi anatomi dan histopatologi. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Patologi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana dengan metode penelitian observasi. Hasil penelitian didapatkan secara patologi anatomi berupa pembengkakan dan perdarahan mukosa sekum, sedangkan secara histopatologi berupa infiltrasi makrofag, ookista, mikrogametosit, makrogametosit, nekrosis, peradangan dan perdarahan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada peternak untuk memperbaiki manajemen sistem pemeliharaan ayam pedaging.
Perubahan Histopatologi Otak Tikus Putih Berupa Kongesti dan Edema Perivaskuler Akibat Pemberian Tambahan Ragi Tape dalam Pakan Yustisia, Anggia; Winaya, Ida Bagus Oka; Berata, I Ketut; Samsuri, Samsuri
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (6) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.6.910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan histologi otak tikus putih akibat pemberian tambahan ragi tape dalam pakan pada dosis bertahap serta lama pemberian. Tikus putih betina sebanyak 24 ekor digunakan dalam penelitian ini. Tikus putih percobaan diberi pakan campuran pellet dan ragi tape. Tikus putih dikelompokkan menjadi empat perlakuan dengan enam kali ulangan, yaitu: P0: kontrol; P1: pemberian ragi tape 100 mg/kg BB; P2: pemberian ragi tape 200 mg/kg BB; P3: pemberian ragi tape 300 mg/kg BB. Semua tikus putih perlakuans, setelah nyawa tikus dikorbankan, dinekropsi pada hari ke-22. Jaringan otak diambil dan diproses untuk dibuat preparat dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE). Variabel yang diperiksa meliputi adanya lesi kongesti dan edema. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nyata pada kongesti dan edema dari kelompok perlakuan dibanding kelompok kontrol, kemudian dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney untuk mengetahui rerata skor dari masing-masing perlakuan. Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian ragi tape menyebabkan perubahan histologi pada otak tikus putih, berupa lesi kongesti dan edema, kerusakan otak terberat terjadi pada tikus yang memperoleh dosis perlakuan 300 mg/kg BB.
Profil Bobot Badan dan Tingkat Mortalitas Tikus Jantan Galur Sprague Dawley Selama Pembentukan Fibrosarkoma yang Dipicu oleh Benzo(a)piren Sewoyo, Palagan Senopati; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (1) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.1.1

Abstract

Benzo(a)piren (BaP) merupakan satu di antara beberapa contoh polisiklik aromatik hidrokarbon yang berasal dari hasil sisa pembakaran tidak sempurna bahan organik. Senyawa BaP seringkali digunakan pada penelitian untuk menginduksi fibrosarkoma. Secara umum pasien yang mengalami kanker akan mengalami penurunan bobot badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil bobot badan, waktu yang dibutuhkan untuk menimbulkan fibrosarkoma serta tingkat mortalitas tikus jantan galur Sprague Dawley setelah diinjeksi dengan BaP. Penelitian ini digunakan 18 ekor tikus dengan dua perlakuan. Tikus pada perlakuan 0 (P0) tidak diberi perlakuan, sedangkan tikus pada perlakuan I (PI) diinjeksi dengan BaP 0,3% yang dilarutkan dalam oleum olivarum 0,1 mL sebanyak sepuluh kali yang diberikan bertahap dengan interval dua hari melalui injeksi subkutan. Tikus P0 dan PI berjumlah masing-masing enam dan 12 ekor. Larutan BaP dibuat dengan cara dilarutkan dalam oleum olivarum, dicampur dan diaduk sampai homogen. Bobot badan tikus ditimbang pada awal penelitian kemudian dilakukan secara rutin setiap seminggu sekali selama 19 minggu. Diawal penelitian rerata bobot badan tikus pada P0 dan PI secara berurutan adalah 121,43 ± 7,04 g dan 131,49 ± 16,31 g. Rerata bobot badan tikus pada P0 dan PI dari minggu pertama hingga ke-19 adalah 178,53 ± 29,97 g dan 159,20 ± 14,24 g. Waktu yang dibutuhkan untuk memicu fibrosarkoma adalah 85,5 ± 17,6 hari. Tingkat mortalitas pada perlakuan P0 adalah 0% dan pada perlakuan PI 8,33%. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian BaP secara signifikan menurunkan profil bobot bobot badan tikus dan memiliki tingkat mortalitas mencapai 8,33%.
Peningkatan Jumlah Sel Kuffer Hati Ayam Kampung yang Diberikan Jamu Daun Ashitaba dan Divaksin Tetelo Astuti, Ni Made Widy Matalia; Sudira, I Wayan; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi hati ayam kampung yang diberikan jamu daun ashitaba dan divaksin dengan vaksin penyakit tetelo atau Newcastle Disease (ND). Ashitaba merupakan tanaman berkhasiat obat yang memiliki kemampuan meningkatkan sistem imun. Penelitian ini menggunakan 25 ekor Day Old Chicken (DOC) ayam kampung jantan dengan lima perlakuan, dan lima kali ulangan dengan masing-masing lima ekor ayam pada setiap perlakuan. Perlakuan P0 hanya diberikan air minum, perlakuan P1 diberikan jamu daun ashitaba dengan dosis 50 mg/ekor/hari, perlakuan P2 dengan dosis 100 mg/ekor/hari, perlakuan P3 dengan dosis 200 mg/ekor/hari dan perlakuan P4 dengan dosis 400 mg/ekor/hari. Pemberian jamu daun ashitaba dilakukan selama 14 hari, kemudian pada hari ke-21 semua ayam divaksin dengan vaksin penyakit tetelo galur La Sota. Pada hari ke- 35 ayam dieuthanasia, kemudian organ hati diambil dan dibuat preparat histopatologi dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin (HE). Preparat diperiksa dengan mikroskop cahaya menggunakan pembesaran 400 kali, kemudian dilakukan pengamatan lesi kongesti yang dianalisis secara deskriptif kualitatif dan perhitungan jumlah sel Kupffer dianalisis secara kuantitatif dengan sidik ragam satu arah. Hasil penelitian menunjukkan adanya kongesti yang disebabkan oleh vaksin penyakit tetelo galur La Sota, dan berdasarkan analisis sidik ragam satu arah, pemberian jamu daun ashitaba menunjukkan adanya perbedaan signifikan terhadap jumlah sel Kupffer. Simpulan penelitian ini adalah pemberian jamu daun ashitaba memiliki pengaruh yang bermakna dalam meningkatkan jumlah sel Kupffer, namun pada dosis yang tinggi menyebabkan penurunan jumlah sel Kupffer.
Pemberian Jamu Daun Ashitaba pada Ayam Kampung yang Divaksin Tetelo Memperkecil Diameter dan Menekan Jumlah Pulpa Putih Limpa Kurnia, Ida Ayu Gintan Aristi; Sudira, I Wayan; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.695

Abstract

Pemberian tanaman herbal diharapkan dapat meningkatkan respons imun sehingga meningkatkan jumlah antibodi. Salah satu tanaman herbal yang dapat meningkatkan respons imun adalah daun ashitaba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jamu daun ashitaba terhadap perubahan histopatologi limpa ayam kampung. Penelitian ini menggunakan 25 ekor DOC ayam kampung jantan yang terdiri dari lima perlakuan dan masing-masing perlakuan menggunakan lima ekor ayam. Perlakuan P0 (kontrol) divaksin vaksin galur La Sota penyakit tetelo atau Newcastle Disease dan hanya diberikan air minum sedangkan perlakuan P1, P2, P3, dan P4 divaksin tetelo dan diberikan jamu daun ashitaba dengan dosis berturut-turut 250; 500; 1000; 2000 mg/100 mL/hari per oral selama 14 hari. Minggu pertama ayam kampung diberikan air minum kemudian dilanjutkan dengan pemberian jamu daun ashitaba yang dicampurkan ke dalam air minum pada hari ke-7 sampai hari ke-20. Semua kelompok perlakuan divaksinasi tetelo pada hari ke-21, kemudian hari ke-35 ayam kampung penelitian dikorbankan nyawanya dan dilakukan nekropsi serta diambil organ limpa untuk diproses menjadi preparat histopatologi dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perubahan histopatologi limpa yang berbeda nyata antara perlakuan P0 (kontrol) dengan perlakuan yang diberikan jamu daun ashitaba. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian jamu daun ashitaba menyebabkan penurunan jumlah dan diameter pulpa putih limpa.
Gambaran Histopatologi dan Kadar Cadmium pada Hati dan Usus Halus Sapi Bali yang Dipotong di Abbatoir Tradisional Guru, Yohana Cendyka Kartika Dewi; Berata, I Ketut; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam berat cadmium pada organ hati dan usus halus sapi bali yang dipotong di tempat pemotongan hewan tradisional serta mengetahui gambaran histopatologi hati dan usus halus yang mengandung cadmium. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah organ hati dan usus halus dari 10 ekor sapi bali yang dipotong di tempat pemotongan hewan tradisional. Masing-masing sampel dibagi atas dua bagian yaitu untuk dibuat preparat histopatologi dengan teknik pewarnaan Hematoxylin-Eosin dan untuk pemeriksaan kadar logam berat cadmium dengan teknik Atomic Absorption Spectrofotometric (AAS). Dari 10 sampel yang diperiksa, ditemukan 30% sampel hati dan 40% sampel usus halus mengandung cadmium, dengan rerata berturut-turut 1,46 ppm dan 15,7 ppm. Hasil pemeriksaan histopatologi hati ditemukan beberapa perubahan dari masing-masing sampel berupa degenerasi melemak, piknosis, karyorheksis, karyolisis, infiltrasi limfosit, dan proliferasi sel Kupffer. Pada sampel usus halus ditemukan beberapa perubahan dari masing-masing sampel berupa piknosis, karyorheksis, karyolisis, dan infiltrasi limfosit. Tidak ada perbedaan signifikan antara perubahan histopatologi jaringan yang positif dengan yang negatif cadmium. Frekuensi dan kadar paparan cadmium pada hati lebih rendah dari pada usus halus. Tidak ada perbedaan signifikan antara perubahan histopatologi jaringan positif mengandung kadmim dengan yang negatif.
Co-Authors Achoiro Wati Rasid Aida Lousie Tenden Rompis Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Bagus Bramardipa Anak Agung Keswari Krisnandika Anak Agung Oka Wijaya Anak Agung Sagung Kendran Aras, Fatmawati Astuti, Ni Made Widy Matalia Baiq Renny Kamaliani BERATA BERATA Bire, Ienoliski Rohi Brigietta Vincencia Simanihuruk Cahyani, Ni Kadek Devi Desak Wiga Puspita Dewi Dewa Odiec Purnawan Djara, Devita Vanessa Sukmawati DWI SURYANTO Dzikri Nurma'rifah Takariyanti Elyda . Fatmawati Aras Febrianty, Ni Made Dhea Guru, Yohana Cendyka Kartika Dewi Gusti Agung Ayu Putu Adriyati, Gusti Agung Ayu Gusti Ayu Yuniati Kencana Husain, Anugrah Fitria I Dewa Made Adhiwitana I Gede Made Andy Pratama I Gusti Agung Arta Putra I Gusti Agung Gede Putra Pemayun I Gusti Ketut Suarjana I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Gusti Ngurah Narendra Putra1, I Kadek Parnayasa I Ketur Berata I Ketut Berata I Ketut Eli Supartika I Ketut Eli Supartika I Ketut Eli Supartika I Made Damriyasa I Made Kardena I Made Merdana I Made Merdana I Made Sukada i Nengah Wandia I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suarsana I Nyoman Suartha I Putu Arya Adikara I Wayan Gorda I Wayan Sudarmayasa I Wayan Sudira I Wayan Wirata I.K. Berata IB. KADE SUARDANA Ida Ayu Adhistania Pidada Ida Ayu Pasti Apsari Ida Ayu Pasti Apsari Ida Ayu Sri Chandra Dewi Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Made Oka Ida Bagus Ngurah Swacita Ida Bagus Windia Adnyana Iwan Harjono Utama Iwan Haryono Utama Kadek Karang Agustina Komang Andika Purnama Komang, Nadia Eprillia Sary Darma Ni Kurnia, Ida Ayu Gintan Aristi Luh Made Sudimartini LUH PUTU AGUSTINI Luh Putu Ratna Suhita Lutviana, An'nisafitri M. Farhan Al Ma'arif Marissa Divia Dayanti Marissa Divia Dayanti Marson, Fransiska Gratia Sonita MAS DJOKO RUDYANTO Mia Monica Ni Kadek Eka Widiadnyani Ni Kadek Nining Laksmi Dewi Ni Komang Wijayani Ni Luh Aricahyani Ni Luh Eka Setiasih Ni Luh Putu Ratna Suhita Ni Nyoman Werdi Susari Ni Putu Trisna Asih NINING HARTANINGSIH Nur Baiti Palagan Senopati Sewoyo Palagan Senopati Sewoyo Pinem, Nuh Lasjuardi Purnama, Komang Andika Purnasari, Maria Elisabeth Putra, I Putu Werdikta Jayantika Putu Agus Trisna Kusuma Antara Putu Henrywaesa Sudipa Putu Intan Kusuma Wardani Rahmat Grahadi RAHMI MUSTABA Ryan Helmi Habibi Samsuri Samsuri Sartika, Nola Alfien Sartika, Nola Alfieni Sewoyo, Palagan Senopati Shafira Laili Aulia Sri Kayati Widyastuti Sugiyarto - Tampubolon, Yandri Putra Lumatas Theresia Ene Tjok Gde Oka Pemayun Tjokorda Sari Nindhia Tono PG, I Ketut TRI KOMALA SARI Tyas Pandieka Yoga Velia Chyntia Victoria Wijaya, Anak Agung Gede Oka Wira, Amar Yasa, Gede Sastra Darma Yeni Ratna Sari Yoshihiro Hayashi YUNNY DAMAYANTI Yustisia, Anggia