Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberian Asam Format Menurunkan Berat Badan, Tebal Mukosa, dan Diameter Lumen Usus Halus Ayam Kampung Cahyani, Ni Kadek Devi; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (3) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.3.338

Abstract

Asam format merupakan asam organik yang sering digunakan sebagai alternatif pengganti antibiotik. Asam format dipilih karena memiliki kelarutan yang baik di dalam air dan memiliki efek bakterisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian asam format dalam air minum terhadap kenaikan bobot badan, tebal membrana mukosa dan diameter lumen usus halus. Penelitian ini menggunakan ayam kampung berumur satu hari (day old chick) sebanyak 18 ekor yang dibagi menjadi tiga perlakuan. Pada perlakuan PO, ayam diberikan air minum dengan pH 7,0 (tanpa asam format), pada P1 ayam diberikan air minum dengan pH 2,5 (mengandung asam format) dan pada P2 ayam diberikan air minum dengan pH 3,5 (mengandung asam format). Masing-masing perlakuan terdiri dari enam ekor ayam sebagai ulangan (n). Setelah diberi perlakuan selama enam minggu, ayam dikorbankan nyawanya kemudian dilakukan nekropsi. Jaringan usus halus diambil dan dibuat preparat histopatologi dengan teknik Hematoksilin Eosin (HE), kemudian diperiksa perubahan histopatologinya. Hasil penelitian menunjukkan pH asam format berpengaruh nyata terhadap bobot badan ayam kampung dan menunjukkan bobot badan dari tinggi ke rendah yaitu PO, P2 dan terendah pada P1. Hasil penelitian juga menunjukkan pH asam format tidak berpengaruh nyata terhadap tebal mukosa duodenum, diameter lumen duodenum dan diameter lumen ileum, namun berpengaruh nyata terhadap tebal mukosa ileum. Simpulannya adalah pH air minum terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan histologi duodenum dan ileum adalah pada pH 7,0
Prevalensi Sampah Plastik dalam Rumen Serta Kadar Zat Besi Darah Sapi Bali yang Dipotong di Rumah Potong Hewan Tradisional Febrianty, Ni Made Dhea; Berata, I Ketut; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (4) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.4.622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi sampah plastik dalam rumen dan kadar zat besi (Fe) dalam darah sapi bali yang dipotong di tempat pemotongan hewan tradisional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 ekor sapi bali yang berasal dari berbagai daerah di Bali dan sampel pengukuran kadar Fe dalam darah sapi yakni sebanyak 10 ekor sapi bali yang rumennya mengandung dan tidak mengandung sampah plastik yang dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Tradisional Desa Darmasaba. Penentuan prevalensi sampah plastik dalam rumen didasarkan pada hasil pemeriksaan ada dan tidaknya sampah plastik yang diamati pada rumen sapi sedangkan untuk pemeriksaan kadar Fe dalam darah menggunakan teknik AAS (Atomic Absorption Spectrofotometric) di Laboratorium Analitik Universitas Udayana. Hasil pemeriksaan terhadap 100 sampel ekor sapi ditemukan prevalensi sampah plastik pada rumen yakni sebesar 10%. Data hasil pengukuran kadar Fe pada 10 ekor sapi bali diperoleh rerata yaitu 2,40 mg/L sedangkan rerata kadar Fe darah pada 10 ekor sapi yang rumennya tidak mengandung sampah plastik yaitu 24,72 mg/L. Rendahnya kadar Fe dalam darah dapat mengakibatkan gangguan eritropoesis yang menyebabkan anemia. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa prevalensi sampah plastik dalam rumen sapi bali yang dipotong di tempat pemotongan hewan tradisional adalah rendah dan adanya sampah plastik dalam rumen dapat mengakibatkan penurunan kadar Fe dalam darah.
Efek Viroterapi Virus Newcastle Disease Terhadap Histopatologi Paru-Paru Tikus Penderita Fibrosarkoma Komang, Nadia Eprillia Sary Darma Ni; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (3) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.3.355

Abstract

Viroterapi adalah pemanfaatan virus onkolitik untuk pengobatan kanker. Virus Newcastle Disease (ND) merupakan salah satu virus onkolitik, yakni virus yang mampu bereplikasi dan membunuh sel tumor tanpa menimbulkan kerusakan pada sel sehat. Virus ini dikatakan mampu bereplikasi hingga 10.000 kali lebih cepat pada sel kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi (HP) paru-paru tikus penderita fibrosarkoma yang tidak diviroterapi dan tikus penderita fibrosarkoma yang diviroterapi dengan virus ND isolat Tabanan-1/ARP/2017. Penelitian ini menggunakan tiga perlakuan dengan tiga ulangan disetiap perlakuan. Perlakuan P0 (kontrol negatif) adalah tikus yang tidak menderita fibrosarkoma, P1 (non-viroterapi) adalah tikus penderita fibrosarkoma yang tidak diviroterapi, dan P2 (viroterapi) adalah virus penderita fibrosarkoma yang diviroterapi menggunakan virus ND dengan dosis 0,5 mL/29 HA Unit. Variabel gambaran HP paru-paru yang diamati untuk membandingkan antara ketiga perlakuan adalah hemoragi, kongesti dan edema. Data hasil pengamatan terhadap masing-masing variabel dilakukan skoring sesuai dengan tingkat keparahan lesinya, lalu dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa tidak ada lesi ditemukan pada paru-paru tikus P0. Gambaran histopatologi paru-paru pada P1 menunjukkan adanya lesi hemoragi, kongesti dan edema yang dominan, sedangkan pada P2 hanya lesi kongesti yang dominan tanpa adanya hemoragi. Hasil pengamatan menunjukkan, viroterapi menggunakan virus ND efektif untuk mengurangi lesi hemoragi namun kurang efektif untuk lesi kongesti. Secara keseluruhan, lesi pada kelompok viroterapi menggunakan virus ND lebih ringan jika dibandingkan dengan tikus yang tidak di viroterapi.
Viroterapi Virus Penyakit Tetelo pada Tikus Penderita Fibrosarkoma Tidak Berpengaruh terhadap Histopatologi Limpa Lutviana, An'nisafitri; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (2) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.2.147

Abstract

Fibrosarkoma merupakan salah satu kanker yang berasal dari jaringan ikat fibrosa dan umumnya tumbuh pada jaringan lunak bagian dalam atau subkutan. Kanker saat ini merupakan penyebab utama kematian pada manusia di seluruh dunia karena kurangnya modalitas terapi yang efisien. Pendekatan terapi untuk kanker saat ini banyak diteliti salah satunya yaitu viroterapi menggunakan virus onkolitik. Virus onkolitik yang digunakan salah satunya adalah virus penyakit tetelo atau Newcastle Disease (ND). Virus ND digunakan sebagai viroterapi kanker berdasarkan replikasi selektif pada sel tumor dan segi keamanannya, potensi virus onkolitik, serta dapat menstimulasi sistem imun. Untuk mengetahui pengaruh terapi virus ND terhadap gambaran histopatologi limpa tikus, dilakukan penelitian dengan menggunakan sembilan ekor tikus galur Sprague Dawley yang terdiri dari tiga ekor tikus tanpa fibrosarkoma dan enam ekor tikus dengan fibrosarkoma yang diinduksi dengan benzo(a)piren. Pemberian benzo(a)piren 0,3 mg/0,1 mL dalam oleum olivarum diinjeksikan secara subkutan. Tumor muncul lima bulan pasca-injeksi. Dari sembilan ekor tikus tersebut dikelompokkan menjadi tiga perlakuan yaitu perlakuan kontrol (P0) yang tidak diberi perlakuan, perlakuan P1A yaitu perlakuan pada tikus dengan fibrosarkoma yang diinjeksi phosphate buffer saline 0,1 mL sebanyak empat kali dalam empat hari berturut-turut, dan perlakuan P1B yaitu perlakuan pada tikus dengan fibrosarkoma yang diterapi menggunakan virus ND patotipe velogenik. Tikus dinekropsi setelah dua minggu pasca-perlakuan. Organ limpa yang telah diambil, diproses di Laboratorium Patologi Balai Besar Veteriner Denpasar untuk dibuat preparat histopatologi. Hasil pemeriksaan histopatologi memperlihatkan tidak terjadinya proliferasi limfosit pulpa putih pada perlakuan kontrol (P0), sedangkan pada kelompok perlakuan P1A dan P1B terjadi proliferasi limfosit pada pulpa putih. Pada ketiga perlakuan tidak terjadi adanya perubahan histopatologis yang spesifik pada limpa seperti tidak adanya deplesi, nekrosis, dan hemoragi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa viroterapi dengan virus ND isolat Tabanan-1/ARP/2017 tidak memengaruhi gambaran histopatologi jaringan limpa dan aman digunakan sebagai agen viroterapi kanker.
Gambaran Histopatologi Ginjal Tikus Wistar Diabetes Melitus Eksperimental yang Diberikan Ekstrak Etanol Daun Kelor Baiq Renny Kamaliani; Ni Luh Eka Setiasih; Ida Bagus Oka Winaya
Buletin Veteriner Udayana Vol. 11 No. 1 Pebruari 2019
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.19 KB) | DOI: 10.24843/bulvet.2019.v11.i01.p12

Abstract

This study aims to prove that the Moringa leaf extract can improve renal histological structure of diabetic Wistar rats. Wistar rats were divided into six groups, so that each group has four replications. K1 as the positive control was not given the extract, K2 was administered the extract dose 100 mg/kg, K3 was administered the extract dose 200 mg/kg, K4 was administered the extract dose 300 mg/kg, K5 was administered the extract dose 400 mg/kg, K6 was administered the extract dose 500 mg/kg. The administrations of extract were held for five weeks. Rats then sacrificed and the kidneys were taken for the histopathology preparations with Hematoxylin-Eosin staining (HE). The observations indicate fatty degeneration and necrosis of the kidneys. Kruskal Wallis test results of all treatments showed p = 0.001 in both fatty degeneration and necrosis (p <0.05).
Kesembuhan Fraktur Tulang Femur Kelinci Pasca Implantasi Bahan Cangkok Demineralisasi Serbuk Tulang Sapi Bali Ni Putu Trisna Asih; I Wayan Wirata; Luh Made Sudimartini; Ida Bagus Oka Winaya; I Made Kardena; I Wayan Gorda
Buletin Veteriner Udayana Vol. 11 No. 2 Agustus 2019
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.053 KB) | DOI: 10.24843/bulvet.2019.v11.i02.p13

Abstract

The purpose of this study to determine the microscopic changes in rabbit femur fracture healing post-implantation of the graft material demineralized powder bone of bali cattle. Twelve local male rabbits were divided into two groups randomly. Group A consisted of three rabbits used as a control, in which the diaphysis rabbit femur bones were drilled with a diameter of 5mm and depth of drill to reach the medulla, without giving graft material. Group B nine rabbits that were drilled the same as group A and given a powder bone graft. Monitoring progress of bone healing was done in a row against one rabbits in group A and group B three rabbits at week 2nd, 4th, and 6th post-surgery with biopsy for sampling bone subsequently prepared to see microscopic changes the bone with using hematoxylin-eosin (HE) staining. The results showed that the group B bone healing observ by reducing inflammation, proliferation of fibrolast, osteoblasts, osteoclasts, osteocytes, woven bone, trabecular bone, and neovascularization. In conclusion, the origin of the bone graft material bali cattle was able to induce the healing process of bone fractures in rabbits.
Histopatologi Ginjal Tikus Putih Akibat Pemberian Ekstrak Pegagan(Centella asiatica) Peroral Ni Luh Putu Ratna Suhita; I Wayan Sudira; Ida Bagus Oka Winaya
Buletin Veteriner Udayana Vol. 5 No. 2 Agustus 2013
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.202 KB)

Abstract

Pegagan merupakan tanaman herbal  yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sebagai obat alternatif untuk mengobati berbagai macam penyakit. Penelitian tentang toksisitas tanaman pegagan pada ginjal belum pernah dilakukan.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perubahan histopatotogi pada ginjal tikus putih setelah pemberian ekstrak pegagan (Centella asiatica) peroral.Tikus putih (Rattus norvegicus)sebanyak 30 ekordibagi secara acak menjadi lima kelompok, kelompok A sebagai control (placebo) yang diberi aquades peroral; kelompok B yang diberikan ekstrak pegagan 100 mg/kg bb (0,2 ml/ekor); kelompok C yang diberikan ekstrak pegagan dosis 200 mg/kg bb (0,4 ml/ekor); kelompok D yang diberikan 300 mg/kg bb (0,6 ml/ekor); dan kelompok E yang diberikan ekstrak pegagan dosis 400 mg/kg bb (0,8 ml/ekor).Nekropsi untuk pengambilan organ ginjal dilakukan pada hari ke-9.Jaringan ginjal selanjutnya diproses untuk pembuatan preparat histopatologi dengan pewarnaan Hemaktosilin Eosin (HE).Hasil pemeriksaan histopatologi pada ginjal tikus putih yang diberikan ekstrak pegagan, tidak ditemukan adanya degenerasi melemak, degenerasi hidrofik, dan nekrosis baik pada kontrol (placebo) maupun pemberian dosis 0,2  ml; 0,4 ml; 0,6 ml; 0,8 ml.Hasil ini menunjukkan bahwapemberian ekstrak pegagan (Centella asiatica) dengan rentang dosis 100 mg/kg bb sampai dengan dosis 400 mg/kg bb selama 9 hari, tidak menyebabkan gangguan histopatologi pada organ ginjal tikus putih (Rattus novegicus).
Deteksi Toxoplasma gondii pada Mencit yang Diinfeksi Inokulat Jantung dan Otak Ayam Buras Ida Ayu Pasti Apsari; Ida Bagus Oka Winaya; Ida Bagus Ngurah Swacita
Buletin Veteriner Udayana Vol. 4 No.2 Agustus 2012
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.795 KB)

Abstract

Toxoplasma gondii adalah parasit intraseluler obligat menyebabkan penyakittoksoplasmosis yang sudah tersebar di seluruh dunia. Mencit sangat peka terhadapToxoplasma gondii, sehingga dipilih sebagai hewan model untuk toksoplasmosis. Mencitsebagai hewan model dilakukan penelitian dengan menginfeksikan inokulat jantung danotak ayam buras. Tujuan penelitian untuk mendeteksi Toxoplasma gondii pada mencitsecara serologis dengan metode ELISA dan secara histopatologis dengan metodemikroskopis dan pengecatan Haematoxylin Eosin preparat histologi. Sejumlah 18 inokulatjantung dan 18 inokulat otak ayam buras berasal dari sembilan kabupaten di Bali,diinokulasi ke 72 ekor mencit. Hasil penelitian diperoleh 9 inokulat jantung positif pada 10ekor mencit dan 2 inokulat otak positif pada 3 ekor mencit, dengan titer antibodi serum 512– 1024 EU. Deteksi secara histopatologis pada organ hati, jantung, otak, ginjal dan paruterjadi degenerasi, peradangan dan perdarahan interstitialis. Tidak ditemukan sista padasemua organ mencit yang diperiksa.
GAMBARAN PATOLOGI PARU-PARU PADA ANJING LOKAL BALI YANG TERINFEKSI PENYAKIT DISTEMPER I Made Kardena; IB Oka Winaya; I Ketut Berata
Buletin Veteriner Udayana Vol. 3 No. 1 Pebruari 2011
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.224 KB)

Abstract

Canine distemper is a contagious disease, which can infect any dog species includingdomestic dog in Bali. This research used ten domestic dogs in Bali, which were naturallyinfected with canine distemper virus and have been positively confirmed by laboratory testusing RT-PCR method. Lung tissue changes have been identified on gross pathologicalobservation, i.e.: on average the lungs were changed in color and size. The lungs mainlychanged into pale or darker; in addition, the lungs tended to become bigger. Mean while,the septa alveoli of the lungs observed thicker and were infiltrated by inflammatory cells.This tissue changes indicated that canine distemper virus which infected domestic dog inBali caused inflammatory reaction in lung, which is known as interstitial pneumoniainterstitial. These changes implied to be related to the disturbance of the respiration tract,which was accompanied by mucus-purulent exudates
Perubahan Histopatologi Ginjal Tikus Putih yang diberikan Ekstrak Sarang Semut diinduksi Parasetamol Dosis Toksik Wayan Sudira; Made Merdana; Ida Bagus Oka Winaya; I Kadek Parnayasa
Buletin Veteriner Udayana Vol. 11 No. 2 Agustus 2019
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.945 KB) | DOI: 10.24843/bulvet.2019.v11.i02.p05

Abstract

The aims of this study were to prove that the administration of toxic doses of paracetamol affects the histopathology of the kidneys and to know the effect of ant nests on the protective effect on kidney rats given paracetamol toxic dose. This study used 24 white male rats consisting of four treatments, ie control group P0 without treatment, treatment group P1 given paracetamol dose 250 mg/kg BW, treatment group P2 given paracetamol dose 250 mg/kgBW plus ant nest dose 250 mg/kgBW, treatment P3 given ant nest 250 mg/kgBW for seven days after it was given extract of ants and paracetamol dose 250 mg/kgBW. Paracetamol and ant nest extract are administered orally for ten days. After that, necropsies and kidney organs were taken aseptically for the preparation of histopathological preparations with hematoxylin and Eosin staining. The variables examined were congestion, bleeding, necrosis and inflammation. From the examination obtained results of kidney damage in the form of congestion, bleeding, necrosis and inflammation. The Kruskall-Wallis test showed a significant difference in mean congestion, bleeding, necrosis, and inflammation of the tested group. From this study, it can be concluded that paracetamol dose 250 mg/kg BW can cause kidney damage. Ant nest dose 250 mg/kg BW able to repair damage to the kidney tissue
Co-Authors Achoiro Wati Rasid Aida Lousie Tenden Rompis Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Bagus Bramardipa Anak Agung Keswari Krisnandika Anak Agung Oka Wijaya Anak Agung Sagung Kendran Aras, Fatmawati Astuti, Ni Made Widy Matalia Baiq Renny Kamaliani BERATA BERATA Bire, Ienoliski Rohi Brigietta Vincencia Simanihuruk Cahyani, Ni Kadek Devi Desak Wiga Puspita Dewi Dewa Odiec Purnawan Djara, Devita Vanessa Sukmawati DWI SURYANTO Dzikri Nurma'rifah Takariyanti Elyda . Fatmawati Aras Febrianty, Ni Made Dhea Guru, Yohana Cendyka Kartika Dewi Gusti Agung Ayu Putu Adriyati, Gusti Agung Ayu Gusti Ayu Yuniati Kencana Husain, Anugrah Fitria I Dewa Made Adhiwitana I Gede Made Andy Pratama I Gusti Agung Arta Putra I Gusti Agung Gede Putra Pemayun I Gusti Ketut Suarjana I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Gusti Ngurah Narendra Putra1, I Kadek Parnayasa I Ketur Berata I Ketut Berata I Ketut Eli Supartika I Ketut Eli Supartika I Ketut Eli Supartika I Made Damriyasa I Made Kardena I Made Merdana I Made Merdana I Made Sukada i Nengah Wandia I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suarsana I Nyoman Suartha I Putu Arya Adikara I Wayan Gorda I Wayan Sudarmayasa I Wayan Sudira I Wayan Wirata I.K. Berata IB. KADE SUARDANA Ida Ayu Adhistania Pidada Ida Ayu Pasti Apsari Ida Ayu Pasti Apsari Ida Ayu Sri Chandra Dewi Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Made Oka Ida Bagus Ngurah Swacita Ida Bagus Windia Adnyana Iwan Harjono Utama Iwan Haryono Utama Kadek Karang Agustina Komang Andika Purnama Komang, Nadia Eprillia Sary Darma Ni Kurnia, Ida Ayu Gintan Aristi Luh Made Sudimartini LUH PUTU AGUSTINI Luh Putu Ratna Suhita Lutviana, An'nisafitri M. Farhan Al Ma'arif Marissa Divia Dayanti Marissa Divia Dayanti Marson, Fransiska Gratia Sonita MAS DJOKO RUDYANTO Mia Monica Ni Kadek Eka Widiadnyani Ni Kadek Nining Laksmi Dewi Ni Komang Wijayani Ni Luh Aricahyani Ni Luh Eka Setiasih Ni Luh Putu Ratna Suhita Ni Nyoman Werdi Susari Ni Putu Trisna Asih NINING HARTANINGSIH Nur Baiti Palagan Senopati Sewoyo Palagan Senopati Sewoyo Pinem, Nuh Lasjuardi Purnama, Komang Andika Purnasari, Maria Elisabeth Putra, I Putu Werdikta Jayantika Putu Agus Trisna Kusuma Antara Putu Henrywaesa Sudipa Putu Intan Kusuma Wardani Rahmat Grahadi RAHMI MUSTABA Ryan Helmi Habibi Samsuri Samsuri Sartika, Nola Alfien Sartika, Nola Alfieni Sewoyo, Palagan Senopati Shafira Laili Aulia Sri Kayati Widyastuti Sugiyarto - Tampubolon, Yandri Putra Lumatas Theresia Ene Tjok Gde Oka Pemayun Tjokorda Sari Nindhia Tono PG, I Ketut TRI KOMALA SARI Tyas Pandieka Yoga Velia Chyntia Victoria Wijaya, Anak Agung Gede Oka Wira, Amar Yasa, Gede Sastra Darma Yeni Ratna Sari Yoshihiro Hayashi YUNNY DAMAYANTI Yustisia, Anggia