Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberian Asam Format Menurunkan Berat Badan, Tebal Mukosa, dan Diameter Lumen Usus Halus Ayam Kampung Cahyani, Ni Kadek Devi; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (3) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.3.338

Abstract

Asam format merupakan asam organik yang sering digunakan sebagai alternatif pengganti antibiotik. Asam format dipilih karena memiliki kelarutan yang baik di dalam air dan memiliki efek bakterisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian asam format dalam air minum terhadap kenaikan bobot badan, tebal membrana mukosa dan diameter lumen usus halus. Penelitian ini menggunakan ayam kampung berumur satu hari (day old chick) sebanyak 18 ekor yang dibagi menjadi tiga perlakuan. Pada perlakuan PO, ayam diberikan air minum dengan pH 7,0 (tanpa asam format), pada P1 ayam diberikan air minum dengan pH 2,5 (mengandung asam format) dan pada P2 ayam diberikan air minum dengan pH 3,5 (mengandung asam format). Masing-masing perlakuan terdiri dari enam ekor ayam sebagai ulangan (n). Setelah diberi perlakuan selama enam minggu, ayam dikorbankan nyawanya kemudian dilakukan nekropsi. Jaringan usus halus diambil dan dibuat preparat histopatologi dengan teknik Hematoksilin Eosin (HE), kemudian diperiksa perubahan histopatologinya. Hasil penelitian menunjukkan pH asam format berpengaruh nyata terhadap bobot badan ayam kampung dan menunjukkan bobot badan dari tinggi ke rendah yaitu PO, P2 dan terendah pada P1. Hasil penelitian juga menunjukkan pH asam format tidak berpengaruh nyata terhadap tebal mukosa duodenum, diameter lumen duodenum dan diameter lumen ileum, namun berpengaruh nyata terhadap tebal mukosa ileum. Simpulannya adalah pH air minum terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan histologi duodenum dan ileum adalah pada pH 7,0
Prevalensi Sampah Plastik dalam Rumen Serta Kadar Zat Besi Darah Sapi Bali yang Dipotong di Rumah Potong Hewan Tradisional Febrianty, Ni Made Dhea; Berata, I Ketut; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (4) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.4.622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi sampah plastik dalam rumen dan kadar zat besi (Fe) dalam darah sapi bali yang dipotong di tempat pemotongan hewan tradisional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 ekor sapi bali yang berasal dari berbagai daerah di Bali dan sampel pengukuran kadar Fe dalam darah sapi yakni sebanyak 10 ekor sapi bali yang rumennya mengandung dan tidak mengandung sampah plastik yang dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Tradisional Desa Darmasaba. Penentuan prevalensi sampah plastik dalam rumen didasarkan pada hasil pemeriksaan ada dan tidaknya sampah plastik yang diamati pada rumen sapi sedangkan untuk pemeriksaan kadar Fe dalam darah menggunakan teknik AAS (Atomic Absorption Spectrofotometric) di Laboratorium Analitik Universitas Udayana. Hasil pemeriksaan terhadap 100 sampel ekor sapi ditemukan prevalensi sampah plastik pada rumen yakni sebesar 10%. Data hasil pengukuran kadar Fe pada 10 ekor sapi bali diperoleh rerata yaitu 2,40 mg/L sedangkan rerata kadar Fe darah pada 10 ekor sapi yang rumennya tidak mengandung sampah plastik yaitu 24,72 mg/L. Rendahnya kadar Fe dalam darah dapat mengakibatkan gangguan eritropoesis yang menyebabkan anemia. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa prevalensi sampah plastik dalam rumen sapi bali yang dipotong di tempat pemotongan hewan tradisional adalah rendah dan adanya sampah plastik dalam rumen dapat mengakibatkan penurunan kadar Fe dalam darah.
Efek Viroterapi Virus Newcastle Disease Terhadap Histopatologi Paru-Paru Tikus Penderita Fibrosarkoma Komang, Nadia Eprillia Sary Darma Ni; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (3) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.3.355

Abstract

Viroterapi adalah pemanfaatan virus onkolitik untuk pengobatan kanker. Virus Newcastle Disease (ND) merupakan salah satu virus onkolitik, yakni virus yang mampu bereplikasi dan membunuh sel tumor tanpa menimbulkan kerusakan pada sel sehat. Virus ini dikatakan mampu bereplikasi hingga 10.000 kali lebih cepat pada sel kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi (HP) paru-paru tikus penderita fibrosarkoma yang tidak diviroterapi dan tikus penderita fibrosarkoma yang diviroterapi dengan virus ND isolat Tabanan-1/ARP/2017. Penelitian ini menggunakan tiga perlakuan dengan tiga ulangan disetiap perlakuan. Perlakuan P0 (kontrol negatif) adalah tikus yang tidak menderita fibrosarkoma, P1 (non-viroterapi) adalah tikus penderita fibrosarkoma yang tidak diviroterapi, dan P2 (viroterapi) adalah virus penderita fibrosarkoma yang diviroterapi menggunakan virus ND dengan dosis 0,5 mL/29 HA Unit. Variabel gambaran HP paru-paru yang diamati untuk membandingkan antara ketiga perlakuan adalah hemoragi, kongesti dan edema. Data hasil pengamatan terhadap masing-masing variabel dilakukan skoring sesuai dengan tingkat keparahan lesinya, lalu dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa tidak ada lesi ditemukan pada paru-paru tikus P0. Gambaran histopatologi paru-paru pada P1 menunjukkan adanya lesi hemoragi, kongesti dan edema yang dominan, sedangkan pada P2 hanya lesi kongesti yang dominan tanpa adanya hemoragi. Hasil pengamatan menunjukkan, viroterapi menggunakan virus ND efektif untuk mengurangi lesi hemoragi namun kurang efektif untuk lesi kongesti. Secara keseluruhan, lesi pada kelompok viroterapi menggunakan virus ND lebih ringan jika dibandingkan dengan tikus yang tidak di viroterapi.
Viroterapi Virus Penyakit Tetelo pada Tikus Penderita Fibrosarkoma Tidak Berpengaruh terhadap Histopatologi Limpa Lutviana, An'nisafitri; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (2) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.2.147

Abstract

Fibrosarkoma merupakan salah satu kanker yang berasal dari jaringan ikat fibrosa dan umumnya tumbuh pada jaringan lunak bagian dalam atau subkutan. Kanker saat ini merupakan penyebab utama kematian pada manusia di seluruh dunia karena kurangnya modalitas terapi yang efisien. Pendekatan terapi untuk kanker saat ini banyak diteliti salah satunya yaitu viroterapi menggunakan virus onkolitik. Virus onkolitik yang digunakan salah satunya adalah virus penyakit tetelo atau Newcastle Disease (ND). Virus ND digunakan sebagai viroterapi kanker berdasarkan replikasi selektif pada sel tumor dan segi keamanannya, potensi virus onkolitik, serta dapat menstimulasi sistem imun. Untuk mengetahui pengaruh terapi virus ND terhadap gambaran histopatologi limpa tikus, dilakukan penelitian dengan menggunakan sembilan ekor tikus galur Sprague Dawley yang terdiri dari tiga ekor tikus tanpa fibrosarkoma dan enam ekor tikus dengan fibrosarkoma yang diinduksi dengan benzo(a)piren. Pemberian benzo(a)piren 0,3 mg/0,1 mL dalam oleum olivarum diinjeksikan secara subkutan. Tumor muncul lima bulan pasca-injeksi. Dari sembilan ekor tikus tersebut dikelompokkan menjadi tiga perlakuan yaitu perlakuan kontrol (P0) yang tidak diberi perlakuan, perlakuan P1A yaitu perlakuan pada tikus dengan fibrosarkoma yang diinjeksi phosphate buffer saline 0,1 mL sebanyak empat kali dalam empat hari berturut-turut, dan perlakuan P1B yaitu perlakuan pada tikus dengan fibrosarkoma yang diterapi menggunakan virus ND patotipe velogenik. Tikus dinekropsi setelah dua minggu pasca-perlakuan. Organ limpa yang telah diambil, diproses di Laboratorium Patologi Balai Besar Veteriner Denpasar untuk dibuat preparat histopatologi. Hasil pemeriksaan histopatologi memperlihatkan tidak terjadinya proliferasi limfosit pulpa putih pada perlakuan kontrol (P0), sedangkan pada kelompok perlakuan P1A dan P1B terjadi proliferasi limfosit pada pulpa putih. Pada ketiga perlakuan tidak terjadi adanya perubahan histopatologis yang spesifik pada limpa seperti tidak adanya deplesi, nekrosis, dan hemoragi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa viroterapi dengan virus ND isolat Tabanan-1/ARP/2017 tidak memengaruhi gambaran histopatologi jaringan limpa dan aman digunakan sebagai agen viroterapi kanker.
PENYULUHAN DAN PELAYANAN KESEHATAN TERNAK SAPI DI DESA KEMENUH GIANYAR I.K. Berata; I.M. Kardena; I.B.O. Winaya; N.N.W. Susari; I.W. Sudira
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 2 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.264 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i02.p18

Abstract

Desa Kemenuh secara geografis sangat strategis sebagai kawasan agrowisata. Sektor peternakan, sebagai bagian dari program agrowisata, membutuhkan perhatian dan bimbingan berkelanjutan. Peternak sapi di desa Kemenuh masih rendah pengetahuan dan keterampilannya dalam memelihara ternak. Program ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan petani. Dalam program penyuluhan disediakan waktu untuk diskusi antara tim penyuluh dan peternak. Setelah penyuluhan, dilanjutkan dengan pelayanan kesehatan berupa pengobatan ternak jika ada yang sakit, dan disertai dengan penjelasan tentang cara penanganan penyakit pada sapi. Sebanyak 52 ternak diperiksa dan diberi pengobatan gratis. Hasil pemeriksaan kesehatannya ditemukan sebanyak 10 ternak (19,23%) anemia, 4 (7,69%) kekurusan dan 1 (1,92%) menunjukkan demam. Gejala anemia cukup tinggi, mungkin karena infestasi cacing atau kekurangan protein dalam pakannya. Dapat disimpulkan bahwa peternak masih membutuhkan bimbingan dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka sehingga nilai jual ternak mereka lebih menguntungkan. Perlu dilakukan tindak lanjut untuk memeriksa darah dan feses ternak untuk mencari penyebab anemia dan kekurusan. Kata kunci : Penyuluhan, pelayanan kesehatan, sapi, anemia, kekurusan
PEMBERANTASAN PENYAKIT DAN VAKSINASI HOG CHOLERA PADA TERNAK BABI DI DESA KELATING TABANAN BERATA BERATA; IB. OKA WINAYA; IGK. SUARJANA; IB. KADE SUARDANA
Buletin Udayana Mengabdi Vol 7 No 2 (2008): Volume 7 No.2 – September 2008
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.888 KB)

Abstract

ABSTRACT Swines are the most important livestock to Balinese people because raising the swines could analogized with save the money.. Beside that balines people considering swine livestock also have economically value for religious ceremonial. Field observation indicated that some disease can threating the swine, one of these is Hog cholera. Hog cholera is a highly contagious viral disease of swine that occur in acute, a subacute, a chronic or a persistent form. In Order to protect the Bali cattle against this disease need conducting regularly vaccination. By vaccination can improvement cattle immunity against this disease. The objective this services is reducing economic loss due to Hog cholera infection and also increased farmes an understanding to this disease. .
Immunological Detection of Avian Influenza Virus in Infected Ducks by Monoclonal Antibodies Against AIV-H5N1 NYOMAN MANTIK ASTAWA; IDA BAGUS OKA WINAYA; LUH PUTU AGUSTINI; NINING HARTANINGSIH
Microbiology Indonesia Vol. 1 No. 3 (2007): December 2007
Publisher : Indonesian Society for microbiology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.217 KB) | DOI: 10.5454/mi.1.3.5

Abstract

In order to establish a detection method for avian influenza virus (AIV) infection in ducks, monoclonal antibodies (MAbs) against the virus were produced. The virus used for the production of the monoclonal antibodies was AIV-H5N1 of Indonesian origin. Immortal mouse myeloma were fused with the lymphocytes derived from the spleen of mice immunized with the virus. The MAbs were tested for their specificity by enzyme linked immunosorbent assay (ELISA) and western blotting using formaldehyde inactivated virus and normal allantoic fluid as a negative control. Twelve MAbs which were specific against AIV were isolated and 8 of them were used for detecting of AIV antigen in duck’s tissues. AIV antigen was detected in paraffin embedded tissues of AIV-infected ducks by immunohistochemistry using MAbs. AIV antigen was not detected in ducks, which were confirmed to be AIV negative. In the infected ducks, high intensity of AIV infection was detected in proventricle gland and small intestine. The AIV antigen with a lesser intensity was also detected in lungs, spleen, and bursa of Fabricius, but hardly detected in muscle, brain, and several other issues. This study shows a clear evidence that MAbs produced in this study are applicable for use in immunological detection of AIV in infected duck tissues.
ASPEK PATOLOGIS INFEKSI PARVOVIRUS PADA ANAK ANJING DI KOTA DENPASAR Ida Bagus Oka Winaya; I Ketut Berata; AAA Mirah Adi; I Made Kardena
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 8, No 2 (2014): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.083 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v8i2.2619

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai aspek patologis infeksi parvovirus pada anak anjing di Denpasar. Sebanyak 80 ekor anak anjing telah diperiksa pada Laboratorium Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana periode tahun 2011- 2012. Enam belas ekor diantaranya menunjukkan gejala klinis berak darah, depresi, anoreksia, dan dehidrasi. Sinyalemen mengenai umur, jenis kelamin, dan ras juga dicatat. Perubahan patologi anatomi secara signifikan berupa enteritis haemorrhagis et necrotican dapat ditemukan pada semua anak anjing penderita. Kongesti dan nekrosis ditemukan pada epikardium. Gambaran yang bersifat anemia ditemukan pada jaringan limpa, ginjal, hati, sedangkan paruparu mengalami hiperemia. Secara mikroskopis, pada usus halus mengalami hiperemia disertai dengan infiltrasi limfosit, villi terlihat atropi dan nekrosis pada kripta Lieberkuhn. Nekrosis limfosit (limfositolisis) ditemukan pada folikel limpa. Kongesti dan nekrosis pada otot jantung namun intranuclear inclusion bodies hanya ditemukan pada satu anak anjing penderita. Penebalan ditemukan pada septa alveoli sedangkan pada hati dan ginjal hanya ditemukan peradangan ringan. Secara klinis bentuk enteritis hemorhagis et necrotican selalu ditemukan pada anak anjing terinfeksi parvovirus di Kota Denpasar. ________________________
PERUBAHAN HISTOLOGIS DAN RESPONS IMUNITAS SAPI BALI YANG DIBERIKAN PAKAN CAMPURAN KONSENTRAT I ketut Berata; Ida Bagus Oka Winaya; I Made Kardena
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 6, No 2 (2012): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.275 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v6i2.307

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan histologis dan respons kekebalan sapi bali yang diberikan pakan campuran konsentrat. Sebanyak 12 ekor sapi bali betina berumur 2 tahun, dibagi secara acak atas 3 kelompok perlakuan yaitu kelompok I diberi pakan rumput, kelompok II diberi pakan campuran 2 bagian rumput dan 1 bagian konsentrat, dan kelompok III diberi pakan campuran 1 bagian rumput dan 1 bagian konsentrat. Sebelum diberi perlakuan, dilakukan uji respons kekebalan seluler dengan teknik uji methylthiazol tetrazolium (MTT). Uji respons kekebalan dilakukan kembali pada bulan ke-3 dan sesaat sebelum dilakukan nekropsi. Pada bulan ke-10 dilakukan nekrosi terhadap 2 ekor sapi dari masing-masing kelompok perlakuan. Sisa sapi dari masing-masing kelompok perlakuan dilanjutkan diberi perlakuan untuk penelitian lanjutan. Sapi yang dinekropsi diambil jaringan pencernaan yaitu usus, untuk selanjutnya diproses dalam pembuatan sediaan histologis. Sediaan histologis diwarnai dengan hematoksilin eosin (HE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan struktur histologis usus antara ketiga kelompok perlakuan sedangkan respons kekebalan seluler tertinggi pada kelompok yang diberi pakan konsentrat yang lebih banyak.
Patological Changes in Liver and Gall Bladder Of Bali Cattle Infected by Fasciolosis I Made Kardena; Ida Bagus Oka Winaya; Anak Agung Ayu Mirah Adi; I Ketut Berata; Ida Bagus Windia Adnyana; I Made Sukada; Kadek Karang Agustina; Putu Agus Trisna Kusuma Antara
Journal of Veterinary and Animal Sciences Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Institute for Research and Community Service, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JVAS.2017.v01.i01.p02

Abstract

Fascioliosis is a parasitic disease that infects ruminants and the disease is widely spread in the world. Fascioliosis caused by Fasciola hepatica and Fasciola gigantica that can cause macroscopic and microscopic lesions in the liver and gall bladder of bali cattle. Samples of bali cattle in Pesanggaran slaughter house that infected with fasciolosis were used in this study. The pathological macroscopic and microscopic changes of the liver and gall bladder were observed. The parasite found in the liver and gall bladder, thickening of bile duct mucous were observed on macroscopic examination. However, in microscopic observation found infiltration of inflammatory cells, fibrosis, necrosis, and degeneration of hepatocytes. In the gall bladder, necrosis was found in epithelial mucosal bile duct, infiltration of collagen fibers, inflammatory cells, hypertrophy and hyperplasia of the bladder epithelium were occurred.
Co-Authors Achoiro Wati Rasid Aida Lousie Tenden Rompis Alya Nita Shena Gayanti Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Bagus Bramardipa Anak Agung Keswari Krisnandika Anak Agung Oka Wijaya Anak Agung Sagung Kendran Aras, Fatmawati Astuti, Ni Made Widy Matalia Baiq Renny Kamaliani BERATA BERATA Bire, Ienoliski Rohi Brigietta Vincencia Simanihuruk Cahyani, Ni Kadek Devi Desak Wiga Puspita Dewi Dewa Odiec Purnawan Djara, Devita Vanessa Sukmawati DWI SURYANTO Dzikri Nurma'rifah Takariyanti Elyda . Fatmawati Aras Fauzia Hadista Anjani Febrianty, Ni Made Dhea Guru, Yohana Cendyka Kartika Dewi Gusti Agung Ayu Putu Adriyati, Gusti Agung Ayu Gusti Ayu Yuniati Kencana Gusti Ayu Yuniati Kencana Hapsari Mahatmi Husain, Anugrah Fitria I Dewa Made Adhiwitana I Gede Made Andy Pratama I Gede Yoga Sukya Sumantara I Gusti Agung Arta Putra I Gusti Agung Gede Putra Pemayun I Gusti Ketut Suarjana I Gusti Ketut Suarjana I Gusti Ketut Suarjana I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Gusti Ngurah Narendra Putra1, I Kadek Parnayasa I Ketur Berata I Ketut Berata I Ketut Eli Supartika I Ketut Eli Supartika I Ketut Eli Supartika I Ketut Suarjana I Made Damriyasa I Made Dwinata I Made Kardena I Made Merdana I Made Merdana I Made Merdana I Made Sukada i Nengah Wandia I Nyoman Mantik Astawa I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suarsana I Nyoman Suartha I Putu Arya Adikara I Putu Cahyadi Putra I Putu Cahyadi Putra, I Putu Cahyadi I Wayan Gorda I Wayan Gorda I Wayan Sudarmayasa I Wayan Sudira I Wayan Wirata I.K. Berata IB. KADE SUARDANA Ida Ayu Adhistania Pidada Ida Ayu Pasti Apsari Ida Ayu Pasti Apsari Ida Ayu Pasti Apsari Ida Ayu Pasti Apsari Ida Ayu Pasti Apsari Ida Ayu Sri Chandra Dewi Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Made Oka Ida Bagus Ngurah Swacita Ida Bagus Windia Adnyana Iwan Harjono Utama Iwan Haryono Utama Kadek Karang Agustina Komang Andika Purnama Komang, Nadia Eprillia Sary Darma Ni Kurnia, Ida Ayu Gintan Aristi Luh Made Sudimartini LUH PUTU AGUSTINI Luh Putu Ratna Suhita Lutviana, An'nisafitri M. Farhan Al Ma'arif Marissa Divia Dayanti Marissa Divia Dayanti Marson, Fransiska Gratia Sonita MAS DJOKO RUDYANTO Mia Monica Ni Kadek Eka Widiadnyani Ni Kadek Nining Laksmi Dewi Ni Kadek Puspa Dewi Ni Komang Wijayani Ni Luh Aricahyani Ni Luh Eka Setiasih Ni Luh Putu Ratna Suhita Ni Nyoman Werdi Susari Ni Putu Trisna Asih NINING HARTANINGSIH Nur Baiti Palagan Senopati Sewoyo Palagan Senopati Sewoyo Pinem, Nuh Lasjuardi Purnama, Komang Andika Purnasari, Maria Elisabeth Putra, I Putu Werdikta Jayantika Putri, Dilyanti Maya Putu Agus Trisna Kusuma Antara Putu Henrywaesa Sudipa Putu Intan Kusuma Wardani Rahmat Grahadi RAHMI MUSTABA Ryan Helmi Habibi Samsuri Samsuri Samsuri Sartika, Nola Alfien Sartika, Nola Alfieni Sewoyo, Palagan Senopati Shafira Laili Aulia Shafira Laili Aulia Sri Kayati Widyastuti Sugiyarto - Tampubolon, Yandri Putra Lumatas Theresia Ene Tjok Gde Oka Pemayun Tjokorda Sari Nindhia Tono PG, I Ketut TRI KOMALA SARI Tyas Pandieka Yoga Velia Chyntia Victoria Widyasanti, Ni Wayan Helpina Wijaya, Anak Agung Gede Oka Wira, Amar Wuriandari, Paula Bintang Yasa, Gede Sastra Darma Yeni Ratna Sari Yeyen Agustianingsi Yolla Noviolita Yoshihiro Hayashi YUNNY DAMAYANTI Yustisia, Anggia