Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS SISTEM KOMODITAS PALA INDONESIA Heryanto, Mahra Arari; Nugraha, Adi
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 10, No 2 (2025): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i2.69853

Abstract

AbstrakPala merupakan komoditas strategis Indonesia yang memiliki posisi dominan dalam pasar global, namun dinamika produksinya menunjukkan pola fluktuatif dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana interaksi struktural dalam sistem komoditas pala global mempengaruhi dinamika produksi dan keputusan pada unit mikro petani. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di sentra produksi pala di Kabupaten Fakfak (Papua Barat) dan Kabupaten Halmahera Tengah (Maluku Utara). Analisis dilakukan menggunakan pendekatan berpikir sistem dengan alat Causal Loop Diagram (CLD) untuk mengidentifikasi struktur umpan balik dalam sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem komoditas pala dibentuk oleh interaksi antara subsistem budidaya, pasar domestik, dan pasar internasional melalui mekanisme reinforcing dan balancing loops. Harga ekspor sebagai variabel eksternal memengaruhi harga produsen dan pendapatan petani, yang kemudian membentuk keputusan perawatan, penanaman baru, dan replanting. Namun, respons produksi bersifat tertunda akibat adanya jeda biologis 5–7 tahun pada fase Tanaman Belum Menghasilkan menuju Tanaman Menghasilkan. Interaksi antara penguatan berbasis insentif ekonomi dan penyeimbangan berbasis stok, biaya, pasokan global, serta penuaan tanaman menghasilkan pola perilaku siklikal dalam jangka menengah dan panjang. Dengan demikian, dinamika produksi pala Indonesia merupakan hasil struktur sistem yang endogen, di mana keputusan mikro petani tidak dapat dipisahkan dari tekanan pasar global dan karakter biologis tanaman berumur panjang.Kata kunci: struktur, perkebunan, dinamika produksi, komoditas.Abstract Nutmeg is a strategic commodity for Indonesia with a dominant position in the global market; however, its production dynamics exhibit long-term fluctuations. This study aims to analyze how structural interactions within the global nutmeg commodity system influence production dynamics and decision-making at the micro-level of farmers. A qualitative case study approach was employed in major nutmeg-producing regions, namely Fakfak Regency (West Papua) and Central Halmahera Regency (North Maluku). Data were analyzed using a system thinking approach through the development of a Causal Loop Diagram (CLD) to identify the endogenous feedback structure underlying the system The findings reveal that the nutmeg commodity system is shaped by interactions among the cultivation subsystem, the domestic market, and the international market through reinforcing and balancing feedback loops. Export prices, as an external variable, influence producer prices and farmers’ income, which subsequently shape decisions on crop maintenance, new planting, and replanting. However, production responses are delayed due to the biological lag of 5–7 years between the immature and productive stages of nutmeg trees. The interaction between economically driven reinforcing loops and balancing mechanisms related to stock availability, production costs, global supply, and plant aging generates cyclical behavior in medium- and long-term production dynamics. Indonesia’s nutmeg production dynamics therefore emerge from an endogenous system structure in which micro-level farmer decisions are inseparable from global market pressures and the biological characteristics of a long-lived perennial crop.Keywords: structure, plantation, production dynamics, commodity.
Peningkatan Pengetahuan Nilai Tambah Produk Melalui Penyuluhan dan Demonstrasi Pengolahan Sawo pada Ibu PKK di Desa Pajagan Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang Pardian, Pandi; Renaldi, Eddy; Tridakusumah, Ahmad Choibar; Noor, Trisna Insan; Supyandi, Dika; Heryanto, Mahra Arari
Agrimasta Vol 3, No 2 (2026): Maret
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v3i2.68973

Abstract

Buah sawo merupakan salah satu hasil produksi buah di Desa Pajagan, sama dengan komoditas buah lainnya umumnya sawo di konsumsi langsung dalam bentuk segar. Permasalahan utama dalam produksi buah yang sifatnya musiman adalah daya simpan rendah dan harga jual yang turun ketika musim panen sehingga kurang menguntungkan bagi petani. Untuk meningkatkan posisi tawar petani akibat yang ditimbulkan dari rendahnya nilai jual dan daya tahan maka kegiatan pengolahan sawo merupakan salah satu cara yang dilakukan. Permasalahan yang dihadapi adalah membangun keinginan dan kreativitas dari masyarakat untuk memulai kegiatan tersebut. Berdasarkan permasalahan tersebut, melalui program pengabdian pada masyarakat, diharapkan memberikan kontribusi dalam memberikan pemahaman khususnya produksi lanjutan hasil produksi pertanian untuk meningkatkan nilai produk. Hasil penyuluhan yang dilakukan ternyata memberikan peningkatan pengetahuan dan kesadaran tentang konsep nilai tambah terhadap peserta terutama ibu PKK sebesar 43, 64% dari 41,30% menjadi 84,94%. Hal tersebut memperlihatkan bahwa penyuluhan terkait dengan pengetahuan nilai tambah produk pertanian terutama kepada ibu PKK dan masyarakat yang mengikuti kegiatan berjalan dengan baik termasuk juga fasilitasi yang dilakukan dengan instansi terkait (rumah kemasan dan dinas UKM).
Identifikasi dan Pengendalian Risiko Produksi Teh Hitam Orthodoks Pada PT Perkebunan Nusantara VIII: Identification and Risk Control of Orthodox Black Tea Production at PT Perkebunan Nusantara VIII (Case Studi in Afdeling Sinumbra, Rancabali Tea Plantation, West Java) Reza Melvina Aulia; Mahra Arari Heryanto; Erna Rachmawati; Eddy Renaldi
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Agroindustri Halal 8(2)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v8i2.6352

Abstract

Tea is one of the leading commodities in Indonesia and is mostly produced in West Java, where Afdeling Sinumbra is one of the plantations that produce Orthodox black tea under the auspices of PT Perkebunan Nusantara VIII but has the smallest production contribution. This indicates that there are problems regarding production, and a risk management analysis is needed. The research was carried out from the plantation and processing levels using the House of Risk method consisting of stages 1 and 2. Stage 1 aims to identify risk events and the causes or sources of these risks. While stage 2 aims to formulate appropriate handling strategies to minimize the impact caused by risk sources. This study shows that crop failure is the biggest risk event at the plantation level stemming from delays in handling pests and diseases. The handling strategy that can be done is to increase discipline. Meanwhile, at the processing level, there is a risk that production and grading are not achieved, which stems from the implementation of SOPs that are not appropriate. The handling strategy that can be done is to warm up the engine, repair the engine, and train.
Adopsi Inovasi dan Dampak Teknologi UV Dryer (Studi Kasus Kelompok Subur Tani 1, Desa Sukasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang) Sandrina Alya Zahrani; Mahra Arari Heryanto
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.25020

Abstract

Proses pengeringan tembakau di Desa Sukasari masih menghadapi kendala karena sangat bergantung pada kondisi cuaca, sehingga berpotensi memperpanjang waktu pengeringan dan menurunkan kualitas hasil. Teknologi UV Dryer hadir sebagai inovasi yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses adopsi inovasi teknologi UV Dryer serta dampak penggunaannya pada anggota Kelompok Subur Tani 1 di Desa Sukasari. Penelitian menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dipilih secara purposive, terdiri atas empat petani pengguna UV Dryer dan empat petani nonpengguna. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adopsi inovasi UV Dryer berlangsung melalui lima tahapan proses keputusan inovasi menurut Rogers, yaitu pengetahuan, persuasi, keputusan, implementasi, dan konfirmasi. Petani yang mengadopsi UV Dryer telah melalui seluruh tahapan hingga mencapai tahap konfirmasi, sedangkan petani yang belum mengadopsi umumnya masih berada pada tahap keputusan karena keterbatasan biaya pembangunan dan kepemilikan lahan. Penggunaan UV Dryer memberikan dampak berupa efisiensi waktu pengeringan, kemudahan proses kerja, ketahanan pengeringan terhadap cuaca, serta pemanfaatan waktu kerja yang lebih fleksibel. Dampak tersebut menunjukkan adanya keuntungan relatif yang mendorong keberlanjutan penggunaan UV Dryer oleh petani pengguna.
Status Keberlanjutan Perkebunan Kelapa Sawit PT Agricinal, Bengkulu Utara Dian Febrianti Manurung; Ernah Ernah; Eddy Renaldi; Mahra Arari Heryanto
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.24543

Abstract

Industri kelapa sawit memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, namun aktivitasnya tetap berkaitan dengan isu keberlanjutan pada aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Penelitian keberlanjutan pada perusahaan besar swasta yang berorientasi domestik masih relatif terbatas, terutama pada perusahaan yang belum memiliki laporan keberlanjutan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan perkebunan kelapa sawit PT Agricinal di Bengkulu Utara pada dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, dan dokumen perusahaan. Data dianalisis menggunakan metode MDS-RAPS/RAP-Palm Oil, analisis leverage, serta simulasi Monte Carlo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Agricinal berada pada kategori sangat berkelanjutan dengan nilai indeks keseluruhan sebesar 78,92. Dimensi ekonomi memperoleh nilai 69,64 dan dimensi lingkungan 74,18, keduanya termasuk kategori berkelanjutan. Dimensi sosial memperoleh nilai tertinggi sebesar 92,94 dan termasuk kategori sangat berkelanjutan. Atribut yang paling sensitif adalah kepastian pasar pada dimensi ekonomi, keberadaan tanaman penutup tanah pada dimensi lingkungan, dan resolusi konflik pada dimensi sosial. Upaya peningkatan keberlanjutan dapat diarahkan pada peningkatan produktivitas kebun inti, penguatan pengelolaan LCC dan HCV, pengurangan ketergantungan herbisida, serta penguatan mekanisme penyelesaian konflik.