Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

THE EFFECT OF SUBSTITUTION OF SUCKERMOUGHT CATFISH FLOUR WITH LOCAL FISH FLOUR IN ARTIFICIAL FEED ON SURVIVAL AND FCR OF NILE TILAPIA Febrian, Muh. Rizal; Surianti, Surianti; Damis , Damis
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i3.1518

Abstract

THE EFFECT OF SUBSTITUTING SAPU-SAPU FISH MEAL WITH LOCAL FISH MEAL ON THE GROWTH OF TILAPIA Sulaeman, Muhammad Anugrah; Surianti, Surianti; Damis, Damis
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i3.1519

Abstract

Tilapia in Sidenreng Rappang Regency has the potential to be cultivated, because it is popular in the community. However, there is a problem in tilapia production, namely the high cost of feed. Raw materials for feed are one of the causes of the high price of feed, So an alternative is needed to use local raw materials that are cheap and easy to obtain, namely using broomstick fish meal. This study aims to determine the effect of increasing tilapia production through substitution of fish meal with catfish meal in artificial feed on nutritional quality, growth rate, feed consumption level, and hepatosomatic index. This study was conducted in January - February 2025. Located at the Unhas Education Pond, Bojo District, Barru Regency, South Sulawesi Province. This research used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 3 replications, so that there were 15 research containers filled with 15 individuals per container weighing 3 grams. The treatments given were treatment A = 100% local flour and 0% broom-sapu fish meal, treatment B = 75% local fish meal and 25% broom-sapu fish meal, treatment C = 50% local flour and 50% broom-sapu fish meal, treatment D = 25% local fish meal, 75% broom-sapu fish meal, treatment E = 0% local fish meal, 100% broom-sapu fish meal. Data were analyzed using a comparison of the mean analysis of variance (ANOVA). Based on the results of the study, the treatment with the best value in the proximate analysis of feed, growth parameters and feed consumption was treatment E with a crude protein value of 32.81%, growth (3.810 ± 0.18a) and feed consumption value (13.23 ± 1.57a). In the Hepatosomatic Index parameter, the treatment with the highest value was treatment D with a value of (0.15 ± 0.00a).
ANALYSIS OF THE EFFECT OF FERMENTED DUCK BONE FLOUR IN ARTIFICIAL FEED ON TILAPIA (Oreochromis niloticus) PRODUCTION Halimah, Nur; Surianti, Surianti; Hasrianti, Hasrianti
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i3.1555

Abstract

Efektivitas Prebiotik Berbasis Kacang-Kacangan Dalam Pakan Buatan Terhadap Laju Pertumbuhan Ikan Bandeng Wahyudi, Wahyudi; Aslamyah, Siti; Surianti, Surianti
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i3.1596

Abstract

The purpose of this study was to evaluate the effectiveness of legume-based prebiotics in milkfish feed, with the hope of increasing growth rate, survival rate, and feed efficiency. The study was conducted using five feed treatments containing soybean flour, peanuts, green beans, red beans, and control. Feed was given at a percentage of 5% of fish biomass per day for 60 days. The results showed that feed containing red beans (Feed D) gave the best results, with a survival rate of 77.777% and the highest specific growth rate of 12.937%. However, the feed conversion ratio was not significant. Feeding containing red beans is thought to improve the performance of fish digestive microflora, contribute to improved health and feed digestibility, and support faster growth. However, although increased survival and growth were achieved, feed utilization efficiency (FCR) still needs to be improved. This study shows that red bean-based feed has the potential to increase milkfish cultivation results sustainably, but feed management and environmental factors are also very important to support cultivation efficiency.
PENINGKATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) MELALUI EDUKASI INTERAKTIF DI SEKOLAH DASAR WILAYAH PEDESAAN Ramlan, Pratiwi; Ahmad, Jamaluddin; Mustanir, Ahmad; Said, Sunandar; Latif, Adam; Saifullah, Saifullah; Firman, Firman; Surianti, Surianti; Manda, Ibrahim; Irwan, Irwan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 10 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i10.%p

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada siswa sekolah dasar di wilayah pedesaan melalui edukasi interaktif. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 2 dan SD Negeri 3 Rijang Panua, Sidenreng Rappang, dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua. Program terdiri dari tiga tahap: persiapan dan koordinasi dengan pihak sekolah, pelaksanaan edukasi interaktif menggunakan media visual, permainan, dan demonstrasi, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, dan observasi perilaku. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan PHBS siswa, dari rata-rata 52% menjadi 82% di SD Negeri 2 dan dari 49% menjadi 79% di SD Negeri 3. Perubahan perilaku seperti kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, dan konsumsi makanan sehat juga teramati. Peran guru dan orang tua sangat penting dalam mempertahankan perubahan ini. Program ini berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan dengan menunjukkan efektivitas edukasi kesehatan interaktif dalam menumbuhkan perilaku hidup sehat berkelanjutan pada siswa sekolah dasar di pedesaan.
PENGARUH DOSIS TEPUNG TULANG ITIK TERFERMENTASI MENGGUNAKAN MIKROORGANISME MIX TERHADAP PENINGKATAN NUTRISI PAKAN DAN PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Hadi, Zennur Rahman; Surianti, Surianti; Hasrianti , Hasrianti
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 5 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i5.1834

Abstract

Harga pakan ikan di Indonesia yang sangat mahal, khususnya di Kabupaten Sidenreng Rappang yang masih menjadi salah satu permasalahan utama didalam proses budidaya ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan dosis mikroorganisme mix terhadap tingkat konsumsi pakan, pertumbuhan ikan nila, dan hepatosomatik index (HIS). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga terdapat 15 wadah percobaan, wadah yang digunakan keramba jaring apung yang berukuran panjang 2 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 50 cm sebanyak 3 buah. Adapun lebar masing-masing sekat jaring keramba adalah 40 cm persegi, sebanyak 15 sekat. Perlakuan A = 10 % tepung tulang itik terfermentasi, Perlakuan B = 15 % tepung tulang itik terfermentasi, Perlakuan C = 20 % tepung tulang itik terfermentasi, Perlakuan D = 25 % tepung tulang itik terfermentasi, Perlakuan E = 30 % tepung tulang itik terfermentasi. Sampling dilakukan setiap minggu, untuk mengetahui bobot hewan uji dan penyesuaian pemberian pakan. Data di analisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) apabila berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji W-Tukey untuk melihat perlakuan mana yang memberikan hasil terbaik. Pengukuran kualitas air dilakukan setiap hari dengan menggunakan alat ukur termometer digital dan pH meter. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan perlakuan dengan nilai terbaik pada analisis proksimat pakan adalah perlakuan perlakuan D dengan nilai protein kasar 38,72%. Pada parameter pertumbuhan dan komsumsi pakan adalah perlakuan D dengan nilai pertumbuhan (4,796±0,10) dan nilai komsumsi pakan (11,73±0,13). Sedangkan di parameter Hepatosomatik Indeks perlakuan A (3,11±0,32).
MANAJEMEN BUDIDAYA UDANG VANAMEI (Litopenaeus Vannamei) PADA TAMBAK SEMI INTENSIF DI KABUPATEN BARRU Surianti, Surianti; Gibran, M. Halil; Sulaeman, M. Anugrah; Muh. Farhansyah W
JURNAL LEMURU Vol 6 No 2 (2024): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v6i2.3978

Abstract

Kegiatan budidaya udang vaname pada tambak semi intensif sangat berpotentsi untuk dikembangkan dan manajemen budidaya udang vaname sangat penting untuk diperhatikan. Tujuan dalam kegiatan ini yaitu untuk mengevaluasi pertumbuhan dan metode budidaya udang vaname. Luas kolam 4.000 meter persegi (m2) dengan kepadatan benih (PL-10) sebanyak 250.000 ekor. Air yang digunakan diambil dari tangki yang langsung dialirkan menggunakan pompa dan filter. Kincir air digunakan sebanyak 3 unit untuk mensuplai oksigen. Penambahan air ditambak dilakukan setiap minggu sebanyak 5-10%. Pakan yang diberikan berupa pakan buatan dengan dosis pemberian pakan sebanyak 5% dari bobot tubuh, untuk udang yang berumur 1 bulan, pemberian pakan dilakukan di pagi hari, siang hari, sore hari, dan malam hari. Parameter yang akan diamati adalah laju pertumbuhan dan sintasan udang vaname setiap kali sampling. Pemeliharaan udang vaname merupakan kegiatan dengan tujuan untuk menghasilkan udang yang berkualitas dan mendapatkan profit yang tinggi. Pemeliharaan dilakukan beberapa tahap yaitu persiapan kolam, manajemen kualitas air, manajemen pakan. Pemberian pakan dengan protein 30% dan frekuensi pemberian pakan 6 kali sehari efektif terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname.
UTILIZATION OF SUCKERMOUTH CATFISH (Pterygoplichthys pardalis) AS A RAW MATERIAL OF PROTEIN IN ARTIFICIAL FEED TILAPIA: PEMANFAATAN IKAN SAPU-SAPU (Pterygoplichthys pardalis) SEBAGAI BAHAN BAKU SUMBER PROTEIN DALAM PAKAN BUATAN IKAN NILA Surianti, Surianti; Damis, Damis; Wahyudi, Wahyudi; Febrian, Muh Rizal; Sulaiman, Muhammad Anugrah
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 16 No 4 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.384-394

Abstract

Dalam kegiatan budidaya, pakan menyumbang sekitar 60% dari total biaya produksi. Upaya efisiensi dapat dilakukan melalui pemanfaatan bahan baku lokal, seperti tepung ikan sapu-sapu, sebagai alternatif substitusi tepung ikan impor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi tingkat substitusi antara tepung ikan lokal dan tepung ikan sapu-sapu terhadap pertumbuhan mutlak dan aktivitas enzim pencernaan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu: A (100% tepung ikan lokal: 0% tepung ikan sapu-sapu), B (75%:25%), C (50%:50%), D (25%:75%), dan E (0%:100%), sehingga terdapat 15 unit percobaan. Ikan uji dengan bobot awal 1,5 g/ekor ditebar sebanyak 20 ekor dalam ember plastik berisi 85 L air per unit. Ikan diberi pakan sebanyak 6% dari bobot tubuh per hari dengan dua kali pemberian pagi dan sore selama 60 hari. Variabel dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA), uji statistik dilakukan pada tingkat signifikansi 5% (α = 0,05) dengan interval kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan D (25% tepung ikan lokal:75% tepung ikan sapu-sapu) memberikan pengaruh nyata terbaik (p = 0,004) terhadap pertambahan berat sebesar 3,9±0,83 g, perlakuan A, B, C, dan E sama tetapi berbeda dengan perlakuan D, sedangkan untuk aktivitas enzim pencernaan yaitu protease sebesar 0,452 U/mL dan amilase sebesar 0,579 U/mL.