Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Melalui Metode Bercerita Dengan Media Ritatoon Di Paud Qaireen T.A 2022/2023 Khairani Khairani; Rahmadi Ali; Juli Yanti Harahap
ALFIHRIS : Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober: Jurnal Inspirasi Pendidikan
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alfihris.v1i4.426

Abstract

This study aims to determine how to improve children's language skills through storytelling methods with ritatoon media for children aged 5-6 years at Qaireen PAUD. This research is a classroom action research (PTK) that uses the Kemmis and Mc Tanggart model. The subjects of this study were 20 children, consisting of 10 boys and 10 girls. Data collection techniques used in this study were observation of improving children's language skills through storytelling methods with ritatoon media, teacher and child activities and documentation. The data analysis technique used in this research is descriptive qualitative. Based on the results of the study, it is known that there is an increase in children's language skills through storytelling methods with ritatoon media. This is known from the average child who gets the level of achievement of children developing as expected (BSH) and developing very well (BSB) in the Pre-Cycle with an average percentage of 8.75%, then in Cycle I the level of achievement of children developing as expected (BSH) and developing very well (BSB) with an average percentage of 53.75%, so we can see an increase in Pre-cycle to Cycle I by (45%) However, in cycle I it has not developed well so it is continued to Cycle II. The level of achievement of children developing as expected (BSH) and developing very well (BSB) Cycle II with an average percentage of 95%. Based on the results of the study it can be concluded that ritatoon media can improve the language skills of children aged 5-6 years. The increase occurred, because in telling stories using ritatoon which had not previously been applied in the school, big ritatoon special characteristics are colorful, interesting pictures, as well as words that can be repeated, have predictable properties, and are fun.
Peran Orang Tua dalam Mendukung Perkembangan Belajar Anak Berkebutuhan Khusus (Autis) di RA Al Hikmah Ihda Safira; Juli Yanti Harahap; Aminda Tri Handayani; Novita Friska
LOKAKARYA Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/lokakarya.v5i1.5347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orangtua dalam mendukung perkembangan belajar anak berkebutuhan khusus (autis) di RA Al Hikmah. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya keterlibatan orangtua sebagai faktor utama dalam keberhasilan pendidikan anak, terutama bagi anak autis yang memerlukan perhatian, pendekatan, dan dukungan khusus dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi orangtua anak autis dan anak autis di RA Al Hikmah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orangtua memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perkembangan belajar anak autis, meliputi: (1) peran sebagai motivator, yaitu memberikan dorongan, semangat, dan penghargaan terhadap usaha belajar anak; (2) peran sebagai fasilitator, yaitu menyediakan sarana belajar dan lingkungan yang mendukung; serta (3) peran sebagai pendamping, yaitu terlibat aktif dalam kegiatan belajar anak serta menjalin komunikasi yang baik dengan guru. Walaupun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu, pengetahuan, dan pemahaman terhadap karakteristik anak autis, upaya yang dilakukan orangtua tetap memberikan dampak positif terhadap peningkatan perkembangan belajar anak.
Penerapan Program Digital Storytelling untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Pada Usia 5-6 Tahun di TK Bunda Dewi Elfiani Rambe; Juli Yanti Harahap; Aminda Tri Handayani; Novita Friska
LOKAKARYA Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/lokakarya.v5i1.5348

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berbahasa anak usia 5-6 tahun di TK Bunda, yang terlihat dari kesulitan anak dalam mengikuti kegiatan storytelling, baik dalam aspek mendengarkan, menirukan kosakata, maupun menceritakan kembali isi cerita secara singkat. Berdasarkan observasi awal terhadap 15 anak kelompok B, ditemukan bahwa rata-rata kemampuan berbahasa anak hanya mencapai skor 1,73 yang termasuk dalam kategori "Kurang". Sebagian besar anak mengalami kesulitan dalam semua indikator kemampuan berbahasa, dengan hanya 2 anak (13,3%) yang mampu memenuhi seluruh indikator dengan baik. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 15 anak kelompok B TK Bunda yang terdiri dari 8 anak laki-laki dan 7 anak perempuan dengan rentang usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, dengan instrumen berupa lembar observasi yang mengukur kemampuan berbahasa anak berdasarkan empat indikator yang telah ditetapkan. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan menghitung rata-rata skor dan persentase peningkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan program digital storytelling sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia 5-6 tahun di TK Bunda. Terjadi peningkatan yang signifikan dari kondisi awal hingga siklus III, yaitu dari rata-rata skor 1,73 (kategori "Kurang") pada kondisi awal menjadi 2,9 (kategori "Baik") pada siklus III. Total peningkatan sebesar 1,17 poin atau 67,6% menunjukkan dampak yang sangat substansial dari implementasi program digital storytelling. Pada siklus I, rata-rata kemampuan berbahasa anak mencapai 2,3 dengan peningkatan 0,57 poin (32,9%) dari kondisi awal. Siklus II menunjukkan rata-rata 2,72 dengan peningkatan 0,42 poin (18,3%) dari siklus I. Siklus III mencapai rata-rata 2,9 dengan peningkatan 0,18 poin (6,6%) dari siklus II. Pada akhir penelitian, seluruh 15 anak telah mencapai kemampuan berbahasa pada kategori "Baik" atau lebih tinggi, dimana 12 anak (80%) mencapai skor 3,0, 2 anak (13,3%) mencapai skor 2,75, dan 1 anak (6,7%) mencapai skor 2,5.. Simpulan penelitian ini adalah bahwa penerapan program digital storytelling terbukti sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia 5-6 tahun di TK Bunda.
Persepsi Mahasiswa Sebagai Guru PAUD Dalam Mengembangkan Sumber Belajar Saat Mengajar di Prodi PG PAUD Juli Yanti Harahap; Amanda Syahri Nasution; Vera Kristiana
Jurnal Pendidikan West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Pendidikan West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpdws.v4i02.3447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa sebagai calon guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam mengembangkan sumber belajar saat mengajar. Sumber belajar merupakan komponen penting dalam pembelajaran PAUD karena berfungsi sebagai stimulus perkembangan kognitif, sosial-emosional, bahasa, dan motorik anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi PAUD semester 3, 5, 7 yang telah melaksanakan perkuliahan mata kuliah media dan sumber belajar berjumlah sekitar 30 orang Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang mengukur aspek pemahaman, kreativitas, kemandirian, dan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap pentingnya pengembangan sumber belajar. Namun demikian, masih terdapat kendala pada aspek inovasi dan pemanfaatan sumber belajar berbasis lingkungan lokal. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan kompetensi mahasiswa dalam perencanaan dan pengembangan sumber belajar berbasis karakteristik anak usia dini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa dalam pengembangan sebuah media dan sumber belajar dalam proses belajar masih perlu ditingkatkan kembali, karena masih ada guru yang hanya menggunakan bahan yang bias dan tidak mengikuti perkembangan saat ini. Tugas guru yang paling utama adalah mengajar dan mendidik anak didik. Sebagai pengajar, guru merupakan perantara aktif (medium) antara anak didik dan ilmu pengetahuan, sedangkan sebagai pendidik, guru merupakan perantara aktif antara anak didik dengan haluan filsafat Negara dan kehidupan masyarakat dengan segala macam aspeknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap pengembangan sumber belajar dan merasakan peningkatan kepercayaan diri dalam kegiatan mengajar.
Peran Mahasiswa Sebagai Guru Paud Dalam Meningkatkan Stimulasi Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini Juli Yanti Harahap; Dina Hidayati Hutasuhut; Aminda Tri Handayani; Beta Rapita Silalahi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mahasiswa sebagai guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam meningkatkan stimulasi perkembangan kognitif anak usia dini. Perkembangan kognitif merupakan aspek penting dalam pertumbuhan anak yang meliputi kemampuan berpikir, memecahkan masalah, mengingat, dan memahami konsep. Mahasiswa PAUD sebagai calon pendidik memiliki tanggung jawab untuk mampu merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran mahasiswa tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator yang memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi dan bertanya. Interaksi yang positif antara mahasiswa dan anak memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan kognitif. Mahasiswa berperan sebagai perancang kegiatan, fasilitator pembelajaran, motivator dalam proses stimulasi kognitif. Implementasi kegiatan berbasis bermain, eksplorasi, dan pemecahan masalah terbukti dapat meningkatkan kemampuan berpikir logis dan simbolik anak. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kompetensi mahasiswa dalam memahami karakteristik perkembangan anak sangat menentukan keberhasilan stimulasi kognitif di PAUD. Peran mahasiswa tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator yang memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi dan bertanya. Interaksi yang positif antara mahasiswa dan anak memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan kognitif.
Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan melalui Media Kartu Kata Bergambar pada Anak Kelompok B di RA Al-Hadda Lismawati Sitorus; Aminda Tri Handayani; Juli Yanti Harahap; Novita Friska
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2673

Abstract

One of the efforts to develop children's potential and abilities is for teachers to possess the skills to provide appropriate stimulation across all developmental domains. One instructional medium that can be used to improve early reading skills is picture word cards. This study aimed to improve the early reading skills of Group B children at RA Al Hadda, Tanjung Morawa District, through the use of picture word cards. The research employed a collaborative Classroom Action Research (CAR) design, conducted jointly by the researcher and the Group B classroom teacher at RA Al Hadda, Tanjung Morawa. Data were collected through observation and documentation. The results indicated that the use of picture word cards effectively improved the early reading skills of Group B children. This improvement was demonstrated by the increase in children's reading achievement across the research cycles. During the pre-action stage, the average achievement score was 42.59%. It increased by 25.75% to 68.34% in Cycle I, and further improved by 27.23% from Cycle I to Cycle II, reaching a final score of 95.57% in Cycle II. These findings demonstrate that picture word cards are an effective instructional medium for enhancing the early reading skills of Group B children at RA Al Hadda, Tanjung Morawa.
Analisis Metode Proyek Kegiatan 3M (Mewarnai, Menggunting, dan Menempel) dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia di TK IT Qur’an Nur ‘Ilma; Novita Friska; Aminda Tri Handayani; Juli Yanti Harahap
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2675

Abstract

Fine motor skills are an essential aspect of early childhood development, as they are closely related to hand-eye coordination, writing readiness, and the ability to perform daily activities. However, in kindergarten learning practices, some children still experience difficulties in controlling finger and hand movements. Therefore, creative and engaging learning methods are needed, one of which is the project-based 3M activity method (coloring, cutting, and pasting). This study aimed to analyze the effectiveness of the 3M project activity method in improving the fine motor skills of early childhood learners at TK IT Qur'an Kisaran. This research employed a qualitative descriptive approach. The research participants consisted of 15 children in Group B of TK IT Qur'an Kisaran, including 7 boys and 8 girls. Data were collected through observations, interviews, and documentation, and were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the implementation of the 3M project activity method gradually improved children's fine motor skills. The children became more proficient in holding writing tools, using scissors correctly, and arranging picture patterns through pasting activities. In addition, they demonstrated greater participation, motivation, and enthusiasm during the learning process. It can therefore be concluded that the 3M project activity method is effective in enhancing the fine motor skills of early childhood learners at TK IT Qur'an Kisaran.
PENTINGNYA POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT UNTUK ANAK DI DESA SENEMBAH Dalimawaty Kadir; Beta Rapita Silalahi; Elia Putri; Juli Yanti Harahap; Siti Nur'ibni Aulia Hutagalung; Lesiana; Nadiah Azlila
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 1 (2026): Amaliah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v10i1.6828

Abstract

This community service initiative aims to enhance knowledge and awareness regarding the importance of a clean and healthy lifestyle, which is a crucial factor in improving health outcomes. Adopting such a lifestyle offers a greater chance of healthy growth, protection against various infectious diseases, and an improved quality of life. The issue faced by the partner community was a lack of awareness concerning the importance of clean and healthy living practices. The implementation employed a participatory approach involving stages of outreach, education, mentoring, and evaluation. The results indicate an increase in participants' knowledge and awareness regarding the importance of a clean and healthy lifestyle—specifically concerning personal and environmental hygiene, the consumption of nutritious food, the use of clean water, and the habit of washing hands before meals and after activities. This activity has made a positive contribution to fostering healthy living habits and supporting efforts to improve public health in Senembah Village.