Claim Missing Document
Check
Articles

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK MELALUI KEGIATAN BERCERITA ANAK USIA 5 TAHUN TK PABATTA UMMI KOTA MAKASSAR A. Nurul Alifda; Riskal Fitri; Hakim Naba
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 2 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan bahasa anak melalui kegiatan bercerita anak usia 5 tahun di TK Pabatta Ummi Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian kualitatif studi kasus. Adapun objek penelitian menggunakan 10 obyek peserta didik umur 5 tahun di TK Pabatta Ummi Makassar.Dengan metode pembelajaran penggunakan media boneka tangan dalam menyampaikan kegiatan berceria anak. Berdasarkan Penelitian ini menganalisis kegiatan bercerita yang digunakan guru dalam peningkatan kemampuan bahasa anak berdasarkan penelitian yang dilakukan di Tk Pabbata ummi dapat dijelaskan bahwa penerapan kegiatan bercerita melalui boneka tangan terhadap perkembangan keterampilan bercerita hasil dari perkembangan penelitian yaitu: (1) menceritakan kembali cerita/ dongeng yang di dengar terdapat 1 anak mulai berkembang(MB),3 anak mulai berkembang sesuai harapa,(BSH),6 anak berkembang sangat baik,(BSB),(2) Memahami cerita yang di bacakan terdapat 1 anak mulai berkembng(MB),terdapat 4 anak berkembang sesuai harapan(BSH), 5 anak berkembang sangat baik(BSB), (3) Mengulang kalimat sederhana, terdapat (0) anak mulai berkembang (MB), 4 anak mulai berkembang sesuai harapan (BSH), 6 anak berkembang sangat baik (BSB). Dari hasil penelitian tersebut dapat di simpulkan bahwa dengan menggunakan metode meningkatkan kemampuan bahasa anak melalui kegiatan bercerita menggunakan media boneka tangan dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak pada umur 5 tahun.
UPAYA MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MORAL ANAK USIA DINI MELALUI MENDONGENG DI TK IGTKI PGRI HARAPAN BANGSA KABUPATEN PANGKEP Reni Indriani; Riskal Fitri; Nasaruddin R
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 2 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara penggunaan boneka tangan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak melalui media edukatif boneka tangan. Jenis penelitian yang digunakana dalan pendekatan penelitian tindakan kelas. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan total sampling sehingga diperoleh sebanyak 14 orang anak dari jumlah keseluruhan siswa kelas A di TK IGTKI PGRI Harapan Bangsa Kabupaten Pangkep. Instrumen yang digunakan adalah berupa angket observasi. Berdasarkan hasil penelitian menjelaskan bahwa dari tingkatan penelitian siklus I dan siklus II dapat dijabarkan keberhasilan meningkatkan perkembangan moral anak melalui mendongeng sebagai. Sikap positif anak dalam mengikuti kegiatan terjadi penngkatan, yaitu 16,1% pada kondisi awal, setelah dilaksanakan siklus I meningkat menjadi 54%, setelah diadakan siklus II meningkat 85,7%. Sedangkan pada sikap positif rendah berkurang dari kondisi awal 54% pada kondisi awal, setelah dialakukan siklus I berkurang 21%, dan setelah dilaksanakan siklus II berkurang 7,1%. Jadi, kondisi awal masih banyak anak yang belum memahami baik buruk dari perbuatan yang mereka lakukan. Dari permasalahan tersebut dilakukanlah tindakan untuk mengubah sikap perilaku anak ke arah yang lebih baik melalui kegiatan mendongeng yang berisikan pesan moral yang mendidik. Keberhasilan yang di capai pada siklus II ini jauh lebih baik untuk itu peneliti tidak melanjutkan pada siklus berikutnya.
PENGGUNAAN MEDIA VIDEO ANIMASI KARTUN DALAM MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK PABATTA UMMI Andriani Sahari Putri; Hakim Naba; Riskal Fitri
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 2 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan perkembangan kemampuan motorik halus anak, untuk mengetahui Bagaimana Penggunaan Vidio Animasi Kartun dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak usia 5-6 tahun di TK Pabhatta Ummi, dan mendeskripsikan peran guru atas perkembangan kemampuan motorik halus Anak serta mengetahui cara menstimulasi anak didiknya terhadap pembelajaran di sekolah.Penelitian ini merupakan penelitian metode kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara objektif. Dengan subjek penelitian adalah anak usia 5-6 tahun di TK Pabatta Ummi Makassar yang terdiri dari 15 orang anak. Penelitian ini Menggunakan Teknik pengumpulan data melalui observasi yang dilakukan pada anak dan guru, wawancara kepada guru dan dokumentasi. Hasil penelitian, berdasarkan hasil observasi bahwa kemampuan motoric halus anak melalui penggunaan video animasi kartun yaitu meliputi semua indikator (menggambar sesuai agagasan, meniru bentuk, melakukan eksplorasi sesuai dengan berbagai media dan kegiatan menggunakan alat tulis dan alat makan dengan benar) tercapaian perkembangan kemampuan motorik halus anak Berkembang Sesuai Harapan (BSH)
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL WARNA MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK NEGERI 27 MARUALA BARRU Novi Auliah; Riskal Fitri; Nasarudin
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 2 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan mengenal warna anak di TK Aisyiyah Cabang Tallo Makassar tergolong rendah, ini disebabkan proses dalam mengenal warna tidak bermakna bagi anak, guru lebih cenderung menunjukkan warna dengan menggunakan metode ceramah, dan kurangnya variasi metode yang digunakan guru dalam pembelajaran mengenal warna, maka mendorong pendidik mengembangkannya melalui metode eksperimen. Metode eksperimen merupakan metode pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada anak untuk memiliki pengalaman melakukan suatu proses percobaan Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuam mengenal warna melalui metode eksperimen pada anak usia 5-6 tahun. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bersifat kolaboratif yaitu peneliti bekerjasama dengan guru kelas dalam pelaksanaan penelitian subjek penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun (Kelompok B) yang terdiri dari 7 anak laki- laki dan 8 orang anak perempuan serta satu guru. Metode pengunpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi (check list). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengenal warna dapat meningkat dengan metode eksperimen. Adapun proses pembelajarannya anak diberi kesempatan untuk melakukan percobaan tentang warna yang bersifat sederhana dan menarik untuk anak. Hasil penelitian meningkat secara bertahap, hal ini dapat dilihat dari data hasil observasi pada pratindakan, siklus I dan siklus II. Rata-rata perolehan persentase pada pratindakan yaitu 41,66% meningkat di siklus I dengan persentase sebesar 58,13% dan meningkat mencapai 84,06% pada siklus II.
ANALISIS STRATEGI GURU DALAM MENANAKAN KARAKTER DISIPLIN PADA SISWA KELAS RENDAH DI UPT SPF SD NEGERI TABARINGAN 5 KOTA MAKASSAR nensi, nensi; Hastati, Sri; Fitri, Riskal
ALENA : Journal of Elementary Education Vol 1 No 2 (2023): ALENA : Journal of Elementary Education (July)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jee.v1i2.70

Abstract

The purpose of this study was to find out: 1) to find out the teacher's strategy in instilling the character of discipline in low-grade students at UPT SPF SD Negeri Tabarringan 5 Makassar City, 2) to find out what are the supporting and inhibitory factors in instilling the character of discipline in low-grade students at UPT SPF SD Negeri Tabarringan 5 Makassar City. This research was conducted using descriptive qualitative research methods, data collection was carried out by observation questionnaire interviews and documentation techniques while the data analysis was carried out in three stages, namely, data reduction, data presentation and drawing conclusions. Based on the results of the research that has been done, it was found that the strategy used by the teacher in instilling the character of discipline in low-grade students at UPT SPF SD Negeri Tabaringan 5 Makassar City is through several elements, namely rules of procedure, habituation, exemplary, punishment and rewards. The supporting factors are parents' active war, teacher supervision, and self-awareness, while the inhibiting factors are parents
ANALISIS PERSEPSI GURU TERHADAP KONSEP PENERAPAN MERDEKA BELAJAR DI SD INPRES ANTANG I KOTA MAKASSAR: . Junaeda, Junaeda; Khalik , Muh. Fihris; Fitri, Riskal
ALENA : Journal of Elementary Education Vol 1 No 2 (2023): ALENA : Journal of Elementary Education (July)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jee.v1i2.72

Abstract

This study aims to determine teachers' perceptions of the concept of implementing independent learning and the factors that support and inhibit the implementation of independent learning at SD Inpres Antang I, Makassar City. The method used is qualitative and data collection techniques used are observation, interviews and documentation. Based on the results of research on teacher perceptions of the concept of implementing independent learning at SD Inpres Antang I, Makassar City. Shows that teachers at SD Inpres Antang I, Makassar City, have a positive perception and get a very good appreciation of the Free Learning curriculum, by implementing independent learning students will be able to improve their abilities because they are given freedom in the learning process. The research results also explain the importance of socialization massively to all parties at the education unit level, so that the implementation of the curriculum can be implemented properly as expected. Apart from that, teachers' perceptions at SD Inpres Antang I have several indicators in implementing the independent learning curriculum, including: teachers' perceptions of the new curriculum, cancellation of national exams, simplification of lesson plans, and also PPDB Zoning System, and factors that support the implementation of independent learning are teachers , parents, principals and students, then what becomes a factor in inhibiting the implementation of independent learning is the management of learning time.
Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Perkembangan Sosial Emosional Anak TK rahayu, sri; Nasaruddin, Nasaruddin; Fitri, Riskal
ALENA : Journal of Elementary Education Vol 2 No 2 (2024): ALENA : Journal of Elementary Education (July)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jee.v2i2.257

Abstract

The implementation of character education in the social-emotional development of early childhood includes the values ??of discipline, independence, and social awareness and tolerance. The aim of this research is to determine the reality of character education in social-emotional development, the implementation of character education in children's social-emotional development at the Aisyiyah Bustanul Athfal Baji Pa'mai Kindergarten, Maros Regency. This research is qualitative research with descriptive research type. Teachers and students were involved as main informants. Data collection techniques used include interviews, observation and documentation. Data analysis by collecting data, reducing data, presenting data, verifying data and drawing conclusions. The research results show the reality of character education in social emotional development: Character education in PAUD helps shape children's personality and morals from an early age. Children who receive character education tend to have better social skills. Implementation of Character Education in Children's Social Emotional Development: Learning is carried out every day through activities inside and outside the classroom. The majority of students are in the stage of starting to develop and develop according to expectations from indicators of self-awareness, a sense of responsibility for themselves and others as well as prosocial behavior.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Media Clay di TKIT Khalifa Cendekia Mandiri Fitri, Riskal; Anisa, Anisa; Dewi, Nirmala; Karlina, Gabrila
Sublim: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 2 (2024): Sublim: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi rendahnya kemampuan motorik halus pada anak usia dini yang disebabkan oleh kurangnya media pembelajaran. Kekakuan anak saat memegang pensil menunjukkan masalah ini. Sebagai solusi, peneliti menggunakan media clay tepung untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak di Kelompok B TKIT KHALIFAH CENDIKIA MANDIRI. Penelitian ini mengidentifikasi: (1) kemampuan motorik halus sebelum menggunakan media clay tepung; (2) efektivitas penggunaan media clay tepung setiap siklus; dan (3) kemampuan motorik halus anak setelah penerapan media clay tepung. Media clay tepung memiliki keunggulan, yaitu aman untuk anak, memungkinkan kreativitas, dan memberikan pengalaman langsung dalam teknik pengolahan clay. Metode penelitian adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif (mixed methods), terdiri dari dua siklus dalam dua tindakan, dengan subjek 28 anak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan unjuk kerja, sedangkan analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak pada pra siklus memperoleh nilai rata-rata 55 (kategori kurang). Aktivitas guru dan anak meningkat pada setiap siklus. Kemampuan motorik halus anak setelah penerapan media clay tepung meningkat dari 66 (cukup) pada siklus I menjadi 80 (sangat baik) pada siklus II. Dengan demikian, hipotesis tindakan diterima, menunjukkan efektivitas media clay tepung.
Pembentukan Karakter Disiplin Anak Usia Dini Melalui Metode Pembiasaan Hasan, Masita; Nirwana, Nirwana; Fitri, Riskal
Ihya Ulum: Early Childhood Education Journal Vol 2 No 3 (2024): Ihya Ulum: Early Childhood Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ihyaulum.v2i3.389

Abstract

This research aims to improve the formation of discipline character in early childhood at TK A Baitul Qalbi Islamic School, Makassar City, through the habituation method. The problem identified is the low discipline of the children, such as frequently arriving late to school, not completing tasks on time, and not adhering to the established rules. This study uses the Classroom Action Research (CAR) approach with two cycles, each consisting of two meetings. In the first cycle, the habituation method was applied to instill discipline, such as arriving on time and completing tasks within the specified timeframe. In the second cycle, the habituation method was reinforced with a more consistent approach, such as giving rewards and positive reinforcement every time the children displayed disciplined behavior. Overall, the implementation of the habituation method in these two cycles successfully improved the discipline character of the children at TK A Baitul Qalbi Islamic School. Based on the results of this study, it can be concluded that consistent habituation can shape the disciplined character of early childhood, which is expected to be applied in their daily lives.
Peningkatan Motorik Kasar Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Tari Kreasi Di Taman Kanak-kanak Yusri, Auliya Rizkyani; Nirwana, Nirwana; Fitri, Riskal
Ihya Ulum: Early Childhood Education Journal Vol 2 No 3 (2024): Ihya Ulum: Early Childhood Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ihyaulum.v2i3.411

Abstract

This study aims to improve children's gross motor skills using dance movement activities. The type of research conducted to improve children's gross motor skills is classroom action research (CAR) in the form of collaboration between teachers and two cycles with creative dance activities. Where in one cycle there is planning, observation and reflection. The results showed that creation dance can improve gross motor skills in group B children at Ihya Al Ulum Kindergarten Makassar. Gross motor skills of children that can be improved include. coordination of locomotor movements. This can be seen from the initial action observation that children's gross motor skills have not developed 75.00% in group B children, in cycle I still need a lot of action because there has not been much change in the undeveloped criteria owned by 62.50% in group B children and in cycle II it developed very well 81.25% in group B children.