Claim Missing Document
Check
Articles

NON FUNGIBLE TOKEN SEBAGAI ASET DIGITAL DALAM PANDANGAN FIQH MUAMALAH Robbani, Shofa; Khoiria Ningrum, Ifa
At-Tuhfah : Jurnal Studi Keislaman Vol. 11 No. 2 (2022): At-Tuhfah : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.01 KB) | DOI: 10.32665/attuhfah.v11i2.1423

Abstract

The phenomenon of buying and selling online continues to grow, especially in 2022, when Ghozali shocked the Indonesian people by selling 933 non-fungible token digital works for $1.5 billion on the OpenSea Online Market. But not all people respond, because everyone can sell other people's art, sell images that contain pornography, and commit fraud under the guise of investment. In Sharia economic law, on the other hand, the element of fraud and the sale of something that does not belong to him are prohibited. The mechanism of buying and selling non-fungible tokens on the OpenSea online market is discussed in this study, as well as how the law is based on Islamic economics.This type of research uses a qualitative approach by seeking direct data from parties involved in buying and selling non-fungible tokens on the Opensea online marketplaces, from journals, articles, books, and other sources. The theory of "al-mal" and "al-bai' is used to analyze this research using a qualitative deductive method. The results of the research show three mechanisms in the practice of buying and selling non-fungible tokens on the Opensea online marketplace, which include the creation, sale, and purchase of digital artwork, and most of them are carried out on the Ethereum and Polygon blockchain platforms. According to sharia economic law, when buying and selling non-fungible tokens on the Opensea online market is analyzed using the mall theory, the majority of Ulama argue that non-fungible tokens can be classified as malls, while some groups of followers of Imam Hanafi do not justify non-fungible tokens as malls because of their non-concrete nature. Meanwhile, if it is captured using the "bai' theory, the practice of buying and selling non-fungible tokens is not covered by sharia because, in practice, people can easily sell other people's digital artwork, sell images that contain pornographic elements, and are very vulnerable to involvement in non-fungible token sale scams such as forgery of digital artwork descriptions and investment scams. As for those who can avoid all these negative elements, then they are returned to the original law of bai', namely mubah.
Pelatihan dan Pendampingan Pengelolahan Data Numerik Untuk Meningkatkan Kinerja Kepemerintahan Desa Kujung Kecamatan Widang Kabupaten Tuban Ningrum, Ifa Khoiria; Yuwita, Pelangi; Mahmudah, Nur
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Pengelolaan data numerik yang efektif dan akurat adalah suatu kebutuhan dalam kemajuan Desa yang berbasis data. Data numerik yang dikelola dengan baik akan mempermudah proses pengambilan keputusan dan mempercepat layanan publik. Untuk mencapai Desa yang maju dibutuhkan pengabdian kepada masyarakat terkait  pelatihan dan pendampingan data seperti kegiatan penggunaan software microsoft excel dan statistik lainya. Kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan perangkat desa dalam pengelolaan data numerik guna mendukung kinerja pemerintahan desa di Desa Kujung. Metode: Metode pelaksanaanya dengan 3 tahapan yaitu pelaksanaan, evaluasi dan monitoring kegiatan, dan keberlanjutan program. Kegiatan ini dihadiri 15 perangkat desa, 4 Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan 6 Lembaga pemberdayaan masyarakat desa (LPMD) pada tanggal 25 September 2024. Hasil: Pemahaman Penggunaan Data Elektronik hasil rata-rata pretest 52,2% dan hasil rata-rata posttest yang meningkat menjadi 75,5%. Pada Pengetahuan Microsoft Excell hasil rata-rata pretest 51,6% dan hasil rata-rata posttest yang meningkat menjadi 74,6%. Dan pada Penggunaan Teknk Pengelolaan Data menggunakan microsoft excell hasil rata-rata pretest 54,57% dan hasil rata-rata posttest yang meningkat menjadi 77,4%.
Pelatihan Inovasi Surat Berbasis Barcode Untuk Meningkatkan Administrasi Pelayanan di Desa Kujung Kecamatan Widang Kabupaten Tuban Ningrum, Ifa Khoiria; Mahmudah, Nur; Yuwita, Pelangi Eka
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.17590

Abstract

Latar Belakang: Administrasi Desa adalah bagian penting dalam tata kelola pemerintahan yang efisien dalam pembangunan Desa. Desa Kujung masih menggunakan sistem administrasi konvensional dalam pengelolaan surat-menyurat, yang sering kali menimbulkan keterlambatan, kesalahan pencatatan, dan ketidakefektifan dalam pelayanan. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan inovasi dalam administrasi desa melalui penerapan teknologi berbasis barcode pada dokumen surat-menyurat. Sistem ini memungkinkan verifikasi dokumen yang lebih cepat, mengurangi risiko pemalsuan, serta mempermudah pencarian arsip digital. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada aparatur desa mengenai pembuatan dan penerapan barcode dalam surat-menyurat guna meningkatkan efisiensi pelayanan administrasi Desa Kujung Kecamatan Widang Kabupaten Tuban. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Balai Desa dan dihadiri oleh 15 perangkat desa, 4 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan 6 anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) pada tanggal 25 September 2024. Kegiatan ini meliputi sosialisasi dan pelatihan terkait penggunaan surat berbasis barcode dalam meninkatkan validasi surat masuk dan keluar. Hasil: Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta memahami pengelolaan dokumen persuratan secara efektif dengan menggunakan Google Drive yang berisi dokumen-dokumen seperti template surat dan tanda tangan pengesahan berupa barcode. Tingkat pemahaman peserta meningkat menjadi 70%, dari sebelumnya 51,63%. Hal ini menunjukkan antusiasme peserta dalam mengimplementasikan aplikasi persuratan ini, yang dimulai dengan input dan pembaruan data pada aplikasi digital persuratan melalui Google Drive dan website. Kesimpulan: Kegiatan ini memberikan dampak positif terkait dengan implementasi penggunaan aplikasi dokumen surat berbasis digital melalui barcode dalam meningkatkan efisiensi dan pelayanan administrasi di Desa Kujung.
Pelatihan dan Pendampingan Pembelajaran Diferensiasi 1 untuk Meningkatkan Keterampilan Guru di Desa Kujung dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Yuwita, Pelangi Eka; Mahmudah, Nur; Ningrum, Ifa Khoiria
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.17878

Abstract

Background: Merdeka Belajar adalah transformasi pendidikan yang berfokus pada kesejahteraan siswa melalui pembelajaran berdiferensiasi sesuai kebutuhan masing-masing. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan guru SD dan MI di Desa Kujung dalam menerapkan metode tersebut. Metode: Pelatihan dilaksanakan melalui lima tahap: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi serta keberlanjutan program. Kegiatan yang dilaksanakan pada 5 Oktober 2024 di Balai Desa Kujung ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Hasil: Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan, dengan rata-rata pretest 52,83 dan posttest 76,6. Selain itu, disediakan juga pendampingan online untuk mendukung pembuatan dan implementasi kurikulum berdiferensiasi secara daring. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan konsep Merdeka Belajar. Peningkatan hasil posttest menunjukkan efektivitas program, sementara antusiasme peserta mencerminkan tingginya kebutuhan akan pelatihan semacam ini. Program ini juga memperkuat kesiapan guru dalam mendukung implementasi kurikulum Merdeka melalui pendekatan yang lebih personal dan berbasis teknologi.
Pendampingan Pembuatan Nama Store dan Digital Marketing Untuk Meningkatkan Usaha Sarung BHS Eka Farida; Ifa Khoiria Ningrum; Dewi Endah Fajariana
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4834

Abstract

ABSTRACTIn facing the current very open and competitive market mechanism, market dominance is a prerequisite for increasing business competitiveness. The problem faced and the weakness of the MSME group is the lack of access to information, especially market information. This is an obstacle because limited access to market information can result in low market reviews which can lead to weakened competitiveness. The method we use is direct observation of MSME actors. Through the assistance program for creating store names and digital marketing, we hope to be able to help MSME actors to create brand names that can build business image and reputation, and gain recognition from the public as consumers of marketed products. ABSTRAKDalam menghadapi mekanisme pasar yang sangat terbuka dan kompetitif saat ini, penguasaan pasar merupakan prasyarat untuk meningkatkan daya saing usaha. Masalah yang dihadapi dan menjadi kelemahan kelompok UMKM adalah kurangnya akses informasi, khususnya informasi pasar. Ini menjadi kendala karena dengan keterbatasan akses informasi pasar tersebut dapat mengakibatkan rendahnya peninjauan pasar sehingga dapat menyebabkan melemahnya daya saing. Metode yang kami pakai yaitu observasi langsung kepada pelaku UMKM. Melalui program pendampingan pembuatan nama store dan digital marketing, kami berharap dapat membantu pelaku UMKM untuk membuat nama brand yang dapat membangun citra dan reputasi usaha, serta memperoleh pengakuan dari masyarakat selaku konsumen produk yang dipasarkan.
Konservasi Budaya Kesenian Thengul melalui Pengembangan Wisata Budaya Ima Isnaini Taufiqur Rohmah; Dwi Erna Novianti; Ifa Khoiria Ningrum; Sherly Aisyia Anggraeni; Day Ramadhani Amir
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4871

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan, permasalahan yang telah ditangani antara lain: Pada kelompok kesenian, adalah bagaimana kelompok ini memiliki peningkatan level keberdayaan baik pada ketrampilan kesenian thengul itu sendiri & ketrampilan sebagai pemandu wisata budaya. Pada kelompok pengrajin batik, antara lain pada bagaimana kelompok pengrajin ini memiliki diversitas produk baru berupa batik motif thengul & pernak pernik thengul serta bagaimana kelompok pengrajin ini dapat memperluas pemasaran produknya. Diperlukan upaya penanganan secara kolektif pengembangan kompetensi individu masyarakat agar terbentuk pola pikir dan sikap proaktif dalam menggali potensi diri melalui program inisiasi konservasi budaya thengul melalui pengembangan desa wisata berbasis budaya kesenian thengul dengan pengkonsentrasian pada kampung thengul. Tujuan dari program ini adalah Penguatan konsentrasi kampung thengul di Dusun Krajan, penguatan skill masyarakat sasaran akan kesenian thengul, peningkatan value added usaha berbasis kesenian thengul, dan teridentifikasinya perencanaan pengembangan wisata budaya kampung thengul. Program ini dikemas dalam beberapa aktivitas pokok antara lain pengkonsentrasian kampung thengul, pendampingan perencanaan pengembangan wisata budaya kampung thengul, dan pendampingan peningkatan value added usaha berbasis kesenian thengul
Maskūt ‘Anhu as a Legal Basis for Ruling on Digital Economic Practices: A Case Study of Online Commerce in East Java Huda, Nurul; Rohman, Taufiqur; Ningrum, Ifa Khoiria; Ma'arif, M. Jauharul; Ramadhan, Mahendra Utama Cahya
Hikmatuna : Journal for Integrative Islamic Studies Vol 11 No 1 (2025): Hikmatuna: Journal for Integrative Islamic Studies, June 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/hikmatuna.v11i1.10943

Abstract

This study examines the role of Maskūt ‘Anhu as a legal basis for determining the compliance of online commerce practices with Sharia law, focusing on online trade cases in three regencies around Bojonegoro, East Java. The research aims to analyze the legitimacy of Maskūt ‘Anhu, its understanding and application among scholars and Islamic legal practitioners, as well as its impact on the dynamics of online commerce in the region. The method used is qualitative research with a case study approach, involving in-depth interviews with 120 online MSME actors and 15 scholars and Islamic legal practitioners. The main findings indicate that Maskūt ‘Anhu is accepted as a flexible and relevant legal foundation for regulating digital trade, with the highest level of understanding in Lamongan (40%) and the lowest in Ngawi (30%). The implications of this study emphasize the importance of Maskūt ‘Anhu in supporting Sharia compliance while encouraging innovation in the Islamic digital economy. This research contributes uniquely by integrating classical ushul fiqh principles into the modern context of online commerce and offers recommendations for developing adaptive Sharia regulations. The findings are relevant for scholars, legal practitioners, and policymakers in strengthening the Sharia-based digital economic ecosystem in Indonesia.
Maintaining Tolerance and Religious Harmony Through Nyadran and Tundun: Sociological, Philosophical, and Maqāṣid al-Sharī’ah Perspectives Nurul Huda; M. Jauharul Ma'arif; Ifa Khoiria Ningrum; Taufiqur Rohman; Ahmad Taufiq
Hikmatuna : Journal for Integrative Islamic Studies Vol 9 No 1 (2023): Hikmatuna: Journal for Integrative Islamic Studies, June 2023
Publisher : UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/hikmatuna.v9i1.989

Abstract

This research aims to comprehensively analyze the tradition of nurturing tolerance and religious harmony in the Nyadran and Tundun traditions of Pancasila Balun Village, Turi District, Lamongan Regency. These traditions serve as a means to maintain religious tolerance and harmony amidst inter-religious conflicts in society. The study adopts a sociological field research approach, and data is collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that the sociological dynamics underlying the Nyadran and Tundun traditions represent the efforts of the ancestors of Pancasila Balun Village to protect its community by fostering harmony among different religions through promoting religious tolerance. The Nyadran and Tundun traditions serve as social bonds in Pancasila Balun Village and, from a philosophical perspective, symbolize prayers for safety after birth and death, as well as a way to live together in a better society. These traditions align with Maqāṣid al-Sharī’ah, namely ḥifdh al-dīn (preserving religion), ḥifdh al-nafs (preserving human life), and ḥifdh al-‘aql (preserving intellect).
Maskūt ‘Anhu as a Legal Basis for Ruling on Digital Economic Practices: A Case Study of Online Commerce in East Java Huda, Nurul; Rohman, Taufiqur; Ningrum, Ifa Khoiria; Ma'arif, M. Jauharul; Ramadhan, Mahendra Utama Cahya
Hikmatuna : Journal for Integrative Islamic Studies Vol 11 No 1 (2025): Hikmatuna: Journal for Integrative Islamic Studies, June 2025
Publisher : UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/hikmatuna.v11i1.10943

Abstract

This study examines the role of Maskūt ‘Anhu as a legal basis for determining the compliance of online commerce practices with Sharia law, focusing on online trade cases in three regencies around Bojonegoro, East Java. The research aims to analyze the legitimacy of Maskūt ‘Anhu, its understanding and application among scholars and Islamic legal practitioners, as well as its impact on the dynamics of online commerce in the region. The method used is qualitative research with a case study approach, involving in-depth interviews with 120 online MSME actors and 15 scholars and Islamic legal practitioners. The main findings indicate that Maskūt ‘Anhu is accepted as a flexible and relevant legal foundation for regulating digital trade, with the highest level of understanding in Lamongan (40%) and the lowest in Ngawi (30%). The implications of this study emphasize the importance of Maskūt ‘Anhu in supporting Sharia compliance while encouraging innovation in the Islamic digital economy. This research contributes uniquely by integrating classical ushul fiqh principles into the modern context of online commerce and offers recommendations for developing adaptive Sharia regulations. The findings are relevant for scholars, legal practitioners, and policymakers in strengthening the Sharia-based digital economic ecosystem in Indonesia.
THE ABSENCE OF BANKS IS RIBA: A CRITICAL STUDY OF THE THOUGHTS OF THE FORMER EGYPTIAN MUFTI ALI GOMAA Robbani, Shofa; Ningrum, Ifa Khoiria; Azizah, Imroatul
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 2, No 1 (2024): Second International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to examine the former Egyptian mufti Ali Gomaa's argument that the absence of banks is the essence of riba. He theorized that the lack of banks was to blame for the inflation, just as riba can. In contrast, as we all know, the prohibition on riba is due to increased debt repayments. He went on to say that the mistake made by Muslim scholars in understanding bank interest as a form of riba was their dogmatic way of thinking, which equated money invested in bank financing with money owed. This study uses the arguments of former Egyptian mufti Ali Gomaa as primary and secondary sources to conduct critical research. In this case, the explanation is provided by a qualitative descriptive research design. Its purpose is to demonstrate the validity of former Egyptian mufti Ali Gomaa's argument for justifying that destroying the banks is equivalent to breeding riba. The study discovered that the statement by Egypt's Mufti Ali Gomaa was based on the bank's overall performance, specifically as an intermediary institution, where the bank's function is as a financing institution rather than a lending institution. Also, unlike debts and credits, where profit-taking is forbidden, it is perfectly legal to do so in any funding. Ali Gomaa's statement is a unilateral claim because banks channel money to customers for various reasons, including financing, investment, and debt purposes. Research-based recommendations are offered for adjustments required by stakeholders. Optimistically, the submission of this study will trigger a positive response from stakeholders.
Co-Authors Abdul Ghoni Asror, Abdul Ghoni Agus Sholahudin Shidiq Ahmad Shofiyuddin Ahmad Taufiq Ali Mujahidin Anam, Khurul Anggraeni, Sherly Aisyia Anis Umi Khoirotunnisa Aprillia UNUGIRI Ardiansyah, Faiz Ayis Crusma Fradani Azizah, Imroatul Boedy Irhadtanto, Boedy Chyntia Heru Woro Prastiwi Day Ramadhani Amir Dayanti, Fifi Dewi Endah Fajariana, Dewi Endah Dwi Erna Novianti Eka Farida Fahmi Khumaini Farida Isroani Farida, Eka Fifi Zuhriah Fruri Stevani Hamam Thohari Hilmy Aliriad Ida Fauziatun Nisa' Ika Nurul Hidayah Ima Isnaini Taufiqur Rohmah Istiqomah Istiqomah Junarti Junarti Laily Mubarokah Lestari, Iin Widya M. Jauharul Ma'arif M. Jauharul Ma'arif Ma'arif, M. Jauharul Moh Mu`Alliful Ilmi MOHAMMAD TSAQIBUL FIKRI Mohd Shahid Azim bin Mohd Saufi Muhammad Hilmi Khafabihi Munir Munir Nandani NRS Nilna Indriana Nisa Romadhona Novi Arum Sari Nur Mahmudah Nur Mahmudah Nurma*, Nur Mahmudah Nurul huda Nurul Huda Nurul Huda Olivia Dwi Cahyani Pelangi Eka Yuwita Ramadhan, Mahendra Utama Cahya Rika Pristian FA Rika Pristian Fitri Astuti Rizka Nur Faila Rizqi Alfian Rizal Rohmah, Ima Isnaini Taufiqur Roudlotun Ni’mah Sahri Sahri Sandi, M Choirul Saputri, Romadhiyana Kisno Sari, Astrid Chandra Sarjono Sarjono Sherly Aisyia Anggraeni Shofa Robbani Siti Dwi Ifa Rochmawati Siti Nafiah Siti Nur Hidayah Taufik NF Taufiqur Rohman Taufiqur Rohman Tia Mutiani Titi Agni Hutahaen Ulvina Rachmawati Yuniarta Ita Purnama Yuniarta Ita Purnama, Yuniarta Ita Yuwita, Pelangi Zakki Alawi Zumrotul Fauziah