Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Alat Militer dalam Al-Qur’an: Pengembangan Interpretasi QS. Al-Anfāl Ayat 60 Berbasis ‘Illat Abd. Muqit; Alfian Dhany Misbakhuddin; Nashrul Wahyu Suryawan; Dedi Hasnawan; Annas Ma`ruf
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 6 No. 3 (2025): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the importance of using ‘illat as a methodological instrument in interpreting Qur’anic verses, particularly in responding to contemporary social dynamics. Through a qualitative approach and literature review of classical and contemporary exegetical methods, the study finds that Muslim scholars have developed approaches such as mafhum muwāfaqah, dalālat al-naṣṣ, and qiyās as means to extend the scope of legal rulings to new cases that share the same ‘illat. A case study of QS. al-Anfāl: 60 demonstrates that the verse is not confined to the historical context of past weaponry, but rather embodies a strategic spirit that remains relevant in the present, including in the form of modern weapons and cyber defense systems. This indicates that Islamic law is dynamic and capable of adapting to changing times, provided that the interpretive process carefully considers the maqāṣid al-sharī‘ah and the principle of ‘illat. The study affirms that ‘illat functions not merely as a legal device, but also as an epistemological principle in constructing interpretations that are relevant and applicable.
Paradigma Twin Towers sebagai Model Integrasi Keilmuan dalam Perspektif Al-Ghazali dan Syed Naquib al-Attas Pranita, Adelia Yuli; Irma Nur Setyani; Nuriyatul Khanifah; Tabriz Nur Imami; Davina Keisya Shera Putri; Lailatul Maghfiroh; Abd. Muqit
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.8447

Abstract

Derasnya arus globalisasi dan tantangan modernitas yang seringkali memunculkan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu sains, dunia pendidikan Islam dituntut untuk menghadirkan paradigma baru yang mampu menyatukan keduanya dalam kerangka epistemologis yang utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis paradigma Integrasi Keilmuan Twin Towers UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai model konseptual yang menggabungkan ilmu agama (naqliyah) dan ilmu sains (aqliyah) dalam satu kesatuan epistemologis dalam perspektif al-Ghazali dan Syed Naquib al-Attas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian literatur serta wawancara dengan pengelola program studi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol dua menara kembar yang dihubungkan dengan jembatan epistemologis tidak hanya bersifat arsitektural, melainkan menjadi kerangka konseptual pendidikan Islam yang menegaskan keterpaduan antara sains dan agama. Paradigma ini selaras dengan pemikiran klasik Imam al-Ghazali yang menekankan keseimbangan intelektual, moral, dan spiritual, serta pemikiran kontemporer Syed Muhammad Naquib al-Attas mengenai pentingnya adab dalam ilmu pengetahuan. Implementasi paradigma ini terlihat pada kurikulum, pengajaran, riset interdisipliner, hingga pengabdian masyarakat. Kesimpulannya, model Twin Towers merupakan inovasi strategis dalam menjawab dikotomi ilmu sekaligus tantangan global modernitas, serta berkontribusi pada lahirnya lulusan yang beradab, religius, dan progresif.