Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Model Problem Based Learning Berbasis Media Sosial : Inovasi Pembelajaran untuk Penanaman Nilai-Nilai Islami Rinda Dewi Afifah; Wiwin Luqna Hunaida; Abd. Muqit
Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Februari : Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/karakter.v2i1.352

Abstract

The social media-based Problem Based Learning (PBL) model is an innovative approach in Islamic Religious Education (PAI) learning that utilizes digital platforms to build more interesting and relevant learning interactions. This study aims to examine the extent of the effectiveness of this model in improving students' understanding of Islamic values, such as morals, ethics, and morals. By using social media, students are invited to discuss and solve problems related to current issues, making the learning process more contextual and experience-based. This research was conducted by literature study method, analyzing various literature related to the implementation of the PBL model, the use of social media in education, and its role in the formation of Islamic character. The results of the study show that this model is able to increase students' involvement in learning and deepen their appreciation of Islamic values through active interaction and critical reflection. However, the implementation of this model is inseparable from challenges such as disruption from irrelevant content, lack of digital literacy, and limited access to technology. To overcome this, good social media management, supervision of student activities, and improvement of digital infrastructure in schools are needed. With the right approach, the social media-based PBL model has the potential to be an effective strategy in building students' Islamic character in the digital era.
Pergeseran Interpretasi Kisah Pernikahan Nabi dengan Zaynab Binti Jahsy dalam QS. Al-Ahzab (33): 37(Analisis Tafsit Klasik, Pertengahan, dan Modern-Kontemporer) Abd. Muqit
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 4 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/ayyt7719

Abstract

hift in exegesis of Al-Qur’an can be found in many issues, such as the Prophet’s marriage issue to Zaynab Binti Jahsy. Many views develop between muslim scholars and western scholars. This study will explain many variations exegesis of classical, medieval, and modern-contemporary scholars who elaborate on exegesis from classical era specially from Maqātil Bin Sulaimān and Yahyā Bin Sallām, medieval era from Al-Ṭabarī and Al-Wāhidī, and modern-contemporary era from Ibn ‘Āsyūr and Izzah Darwazah. Generally, the discussion in this study is about how Q.S. Al-Ahzāb (33): 37 talks the story of Prophet’s marriage to Zaynab Binti Jahsy from the mufassir’s perspective and specifically will discuss shifts in exegesis by answering two questions: a) how the shifts in exegesis of story of Prophet’s marriage to Zaynab Binti Jahsy and b) what are implications for the study of Qur’anic story. The questions have come to a conclusion that a shift in exegesis of Al-Ahzāb (33): 37 was real specially in sabab nuzūl, narration of the story, and exegesis from mufasir. Exegesis from classical era and medieval era has significant implications for the study of Qur’anic story in the mainstream view.   Abstrak Pergeseran penafsiran Al-Qur’an bisa dijumpai dalam banyak isu, salah satunya tentang pernikahan Nabi dengan Zaynab Binti Jahsy. Ada banyak pandangan yang berkembang, baik di kalangan kesarjanaan muslim ataupun kesarjanaan barat. Penelitian ini akan melihat ragam penafsiran yang berkembang dalam kesarjanaan tafsir era klasik, pertengahan, dan modern-kontemporer dengan mengelaborasi penafsiran-penafsiran era klasik yang mengangkat tokoh Maqātil Bin Sulaiman dan Yahyā Bin Sallām, era pertengahan Al-Ṭabarī dan Al-Wāhidi, dan era modern-kontemporer Ibn ‘Āsyūr dan Izzah Darwazah. Pembahasan dalam penelitian ini secara umum tentang bagaimana Q.S. Al-Ahzāb (33): 37 berbicara di tangan mufasirnya tentang kisah pernikahan Nabi dengan Zaynab Binti Jahsy dan secara spesifik mendiskusikan pergeseran penafsiran di dalamnya dengan menjawab dua pertanyaan: a) bagaimana pergeseran interpretasi kisah pernikahan Nabi dengan Zaynab Binti Jasys dan b) apa implikasinya terhadap kajian kisah dalam Al-Qur’an. Kedua pertanyaan ini mengantarkan kepada kesimpulan bahwa penafsiran terhadap Q.S. Al-Ahzāb (33): 37 mengalami pergeseran. Potret yang lebih spesifik dapat dilihat pada sabab nuzul, narasi kisah, dan penafsiran. Penafisiran era klasik dan pertengahan juga memberi implikasi yang signifikan terhadap kajian kisah Al-Qur’an dalam pandangan mainstream.
Peningkatan Branding UMKM Opak Jepit Melalui Pelatihan Food Photography Muqit, Abd.; Sulasari, Ayu; Unarto, Tirto; Maulidina, Ahsani; Rachmawati, Rina; Sinatrya, Jatrifia Ongga
Abdimas Mandalika Vol 5, No 1 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i1.34583

Abstract

Abstract:  The owner of Opak Jepit Mekar Sari MSME has struggled for years to learn how to utilize the right digital strategies to enhance her business branding. The primary objective of this activity is to enhance the branding of partner MSMEs by leveraging information technology through effective marketing management, through training in food photography techniques. The method used in implementing this activity is training and mentoring, which is carried out through several stages: planning, preparation and coordination, training in the use of food photography techniques for product marketing, mentoring in designing packaging labels, mentoring the marketing system through the creation of an Instagram social media account, and joint evaluation. The results of this activity can be used as packaging labels or marketing materials on social media.Abstrak: Pemilik UMKM Opak Jepit Mekar Sari telah berjuang selama bertahun-tahun untuk mempelajari cara memanfaatkan strategi digital yang tepat guna meningkatkan branding bisnisnya. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan branding UMKM mitra dengan memanfaatkan teknologi informasi melalui manajemen pemasaran yang efektif melalui pelatihan teknik food photography. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan, yang dilakukan melalui beberapa tahapan: perencanaan, persiapan dan koordinasi, pelatihan pemanfaatan teknik fotografi makanan untuk pemasaran produk, pendampingan dalam mendesain label kemasan, pendampingan sistem pemasaran melalui pembuatan akun media sosial Instagram, dan evaluasi bersama. Hasil kegiatan ini dapat digunakan sebagai label kemasan maupun materi pemasaran di media sosial.
MANAJEMEN PEMBIAYAAN DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Djuwairiyah; Abd. Muqit; Heni Listiana
Journal Multicultural of Islamic Education Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Pascasarjana PAI Multikultural Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/ims.v4i2.2615

Abstract

Educational institutions are institutions that allow to organize a structured and traditional learning process. In order to improve the quality of education, educational institutions must not only meet the standard criteria for providing education, but also must be supported by adequate administration costs. The management of this education fund must be based on the principles of fairness, efficiency, transparency, and accountability. Regarding the implementation of responsible and professional duties, Allah swt. Affirmed: verily Allah has commanded all of you to give a mandate to his members.
INTEGRASI NILAI MULTIKULTURALISME DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SMA NEGERI 3 SIDOARJO Aulia, Annisa; Abd. Muqit; Wiwin Luqna Hunaida
Journal Multicultural of Islamic Education Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Pascasarjana PAI Multikultural Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/ims.v8i1.5574

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan suku, etnis, agama, dan budaya yang beragam dapat menjadi warna sosial yang harmonis. Namun, acapkali keberagaman tersebut dapat menjadi suatu permasalahan sosial jika masyarakat tidak berperilaku sesuai norma. Pendidikan multikultural, terutama dalam konteks Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam mengatasi tantangan tersebut dengan menanamkan nilai multikulturalisme kepada peserta didik melalui pembelajaran di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi dan dan data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA Negeri 3 Sidoarjo berhasil mengintegrasikan nilai multikulturalisme dalam pembelajaran PAI, baik melalui kegiatan intrakurikuler maupun melalui kegiatan kokurikuler seperti Jumat Imtaq, Jumat Hijau, pentas seni, pameran P5, serta perayaan hari besar keagamaan, baik Islam maupun agama lain. Integrasi nilai multikulturalisme dalam PAI di SMA Negeri 3 Sidoarjo menciptakan lingkungan yang inklusif dan harmonis. Keberhasilan ini tercermin dari sikap peserta didik yang lebih terbuka, menghargai perbedaan, menjunjung tinggi kesetaraan, dan kerjasama baik di dalam maupun di luar kelas. Implementasi nilai multikulturalisme di SMA Negeri 3 Sidoarjo dapat dijadikan model bagi lembaga pendidikan lain dalam upaya menciptakan masyarakat yang harmonis dan saling menghargai.
Desain Baru Dalam Menangkal Radikalisme Agama Melalui Pembelajaran Fiqh Multi Madhab di Mahad Aly Situbondo Muqit, Abd.; Nawafil, Moh.; Djuwairiyah, Djuwairiyah
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.4389

Abstract

Perkembangan radikalisme agama yang masuk pada sektor pendidikan melalui berbagai macam strategi dakwahnya, tentu menjadi perhatian serius bagi para pemangku kebijakan disetiap jenjang pendidikan. Tidak terkecuali pendidikan tinggi berbasis pesantren salaf. Penelitian ini membahas tentang desain pembelajaran fiqh multi madhab, kandungan nilai-nilai moderasi dalam pembelajaran tersebut, dan ragam penerapan metode pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menekankan pada metode deskriptif untuk memperoleh gambaran tentang desain pembelajaran fiqh di Mahad Aly Situbondo dalam menangkal radikalisme agama. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep pembelajaran fiqh progresif digunakan untuk mencegah pemahaman radikal santri terhadap hukum Islam. Konsep pembelajaran ini diantaranya menyajikan kajian fiqh multi madhab, interkoneksi antar disiplin ilmu, dan menjadikan fiqh tekstualis menjadi kontekstual. Nilai-nilai moderasi yang ditanamkan dalam konsep pembelajaran fiqh progresif ini diantaranya adalah pandangan washatiyah, sikap nasionalisme, dan nilai keadilan. Sedangkan metode pembelajaran yang digunakan adalah ekspositori, diskusi mandiri dan bahtsul masail.
Analisis Komparatif Pengalaman Siswa Dalam Evaluasi Pembelajaran Pai Berbasis Konvensional Dan Quizizz Ach. Syaikhonul Arifin; Abd. Muqit
TADARUS Vol 14 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluation of Islamic Religious Education (PAI) learning through conventional methods is often considered monotonous and anxiety-inducing, potentially reducing learning motivation and the validity of the evaluation results themselves. Although digital platforms such as Quizizz have been quantitatively proven to increase learning interest, there remains a gap in in-depth qualitative research on how students socio-affectively interpret and experience the differences between these two methods. This study aims to explore comparatively the emotional and cognitive experiences of students in taking PAI evaluations using conventional methods (written essay exams) and the gamified Quizizz platform. This research employs a descriptive- exploratory qualitative method at SMA Negeri 2 Sidoarjo with students from class X-5 as subjects. Data collection was conducted through in-depth interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model. The research findings indicate that conventional methods trigger negative emotional responses (tension and pressure) that can hinder students' cognitive performance. Conversely, Quizizz creates positive experiences (enjoyable) that reframe evaluation from a "threat" to a "challenge." This study concludes that the validity of conventional evaluation can be compromised by the psychological burden it creates. Therefore, it is recommended to implement a Blended Assessment Framework that integrates Quizizz for motivating formative assessment and modified conventional methods for summative assessment to measure higher-order thinking skills more effectively and humanely.
Pembuatan Grating Tahan Beban Truk Muatan Pasir atau Batu di Malang Hadi, Syamsul; Witono, Kris; Kasijanto, Kasijanto; Purwoko, Purwoko; Muqit, Abd.
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 15 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v15i2.3827

Abstract

Damage to the grating after being passed by heavy vehicles from trucks carrying hot asphalt during road repairs with asphalting of roads in residential areas is a problem faced. The purpose of community service is to obtain grating made of strong steel that can be passed by trucks loaded with stone or sand or asphalt with a full load and can be entered by rainwater and passed by heavy vehicles without sagging or damage, but can be opened and closed again if desired for cleaning or repairing water gutters. The method applied is a discussion with residents to determine the desired model design, make adequate gratings, install gratings, trials and modifications, and submit to the Head of RT 03 where the gratings are installed. With the installation of good gratings, it is hoped that the safety of residents or guest vehicles can be guaranteed in traffic in the area. Thus, there is synergy between the State Polytechnic of Malang (Polinema) and residents in order to realize safety in community life in RW 06 Tasikmadu, Lowokwaru, Malang City.
Penggunaan Bahasa Hukum Dalam Norma Hukum Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Hukum Masyarakat Dalam Memahami Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik Mohamad Sinal; Rokiyah ,; Tundung Subali Patma; Ahmad Baha’uddin; Abd. Muqit
Abhakte Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2023): ABHAKTE
Publisher : Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/abhakte.v1i2.3057

Abstract

AbstrakSecara spesifik, permasalahan pidana yang muncul di Polres Malang terus bertambah. Diantarannya adalah tindak pidana pencemaran nama baik dan/atau penghinaan sertapenggunaan bahasa sebagai tindak kejahatan/pidana. Kegitan pengabdian ini bertujuan untukmemberikan solusi dan target luaran yang bermanfaat bagi penyidik Polres Malang. Solusiyang dimaksudkan adalah peningkatan kesadaran hukum masyarakat dalam memahamitindak pidana pencemaran nama baik dan/atau penghinaan melalui sosialisasi penggunaanbahasa Indonesia yang baik dan benar di wilayah Polres Malang. Prosedur yang dilakukandalam pengabdian ini mencakup tiga tahap. Pertama, pengembangan model/materipendidikan dan pelatihan. Kedua, sosialisasi dan keterampilan dalam memahami pasal/normayang ambigu (multitafsir). Ketiga, pengembangan model/materi sesuai dengan sistem yangada. Hasil pengabdian ini dikelompokkan menjadi tiga bagian. Pertama, meningkatnyapengetahuan mitra tentang penggunaan bahasa Indonesia hukum yang baik dan benar diwilayah Polres Malang. Kedua, meningkatnya pengetahuan mitra mengenai pemahaman danketrampilan dalam memaknai dan menafsirkan kata dan/atau istilah di bidang hukum. Ketiga,meningkatnya kemampuan dan kepuasan mitra dalam menggunakan bahasa Indonesia yangbaik dan benar, yang dibuktikan dengan kuisioner kepuasan mitra.Kata Kunci: bahasa hukum, kesadaran hukum, norma hukum, pencemaran nama baik
Paradigma Twin Towers sebagai Model Integrasi Keilmuan dalam Perspektif Al-Ghazali dan Syed Naquib al-Attas Adelia Yuli Pranita; Irma Nur Setyani; Nuriyatul Khanifah; Tabriz Nur Imami; Davina Keisya Shera Putri; Lailatul Maghfiroh; Abd. Muqit
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.8447

Abstract

Derasnya arus globalisasi dan tantangan modernitas yang seringkali memunculkan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu sains, dunia pendidikan Islam dituntut untuk menghadirkan paradigma baru yang mampu menyatukan keduanya dalam kerangka epistemologis yang utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis paradigma Integrasi Keilmuan Twin Towers UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai model konseptual yang menggabungkan ilmu agama (naqliyah) dan ilmu sains (aqliyah) dalam satu kesatuan epistemologis dalam perspektif al-Ghazali dan Syed Naquib al-Attas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian literatur serta wawancara dengan pengelola program studi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol dua menara kembar yang dihubungkan dengan jembatan epistemologis tidak hanya bersifat arsitektural, melainkan menjadi kerangka konseptual pendidikan Islam yang menegaskan keterpaduan antara sains dan agama. Paradigma ini selaras dengan pemikiran klasik Imam al-Ghazali yang menekankan keseimbangan intelektual, moral, dan spiritual, serta pemikiran kontemporer Syed Muhammad Naquib al-Attas mengenai pentingnya adab dalam ilmu pengetahuan. Implementasi paradigma ini terlihat pada kurikulum, pengajaran, riset interdisipliner, hingga pengabdian masyarakat. Kesimpulannya, model Twin Towers merupakan inovasi strategis dalam menjawab dikotomi ilmu sekaligus tantangan global modernitas, serta berkontribusi pada lahirnya lulusan yang beradab, religius, dan progresif.