Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : WALISONGO

DINAMIKA MASYARAKAT LOKAL DI PERBATASAN Prasojo, Zaenuddin Hudi
WALISONGO Vol 21, No 2 (2013): Walisongo, "agama lokal"
Publisher : IAIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractCommunity members living in borderland areas in Indonesia tended to be clasifiedas under-developed society in development aspects. Study on the borderland areas isstill limited both in quantity and the impact of the study. Nanga Badau located inborderland between West Kalimantan (Indonesia) and Serawak (Malaysia) is one ofthe under-developed borderland area. This paper revealed the dynamic issues andthe existence of local tradition in the context of globalization. It was showed that theoriginal attitude of warn, friendly, and respect visitors express their openess towardglobal trend but still keep on local style. They are also realized on their positionamong global community. The open access abroad effected in the development ofthe interaction, information, and communication patterns among Iban Dayak.Sophisticated devices like mobile phone and television are familiar among Ibandayak in borderland area.***Masyarakat perbatasan yang ada di Indonesia cenderung masuk dalam kelompokmasyarakat yang tertinggal dari berbagai aspek pembangunan. Kajian mengenaimasyarakat lokal di wilayah-wilayah perbatasan di Indonesia belum terlalumenggembirakan baik dari segi jumlah maupun dari segi dampak hasil kajianyang berupa aksi kebijakan pasca kajian. Nanga Badau yang terletak di daerahperbatasan Kalimantan Barat (Indonesia) dan Serawak (Malaysia) merupakansalah satu wilayah perbatasan yang tertinggal. Tulisan ini memoret isu-isudinamika dan eksistensi tradisi lokal dalam kerangka globalisasi. Tampak bahwasikap ramah dan menghormati pendatang merupakan salah satu bentuk nyatabahwa mereka sangat terbuka dengan adanya arus global dan lokal. Mereka jugamemiliki kesadaran diri akan posisi mereka sebagai bagian dari penduduk dunia.Adanya ruang interaksi bagi dunia luar, seperti mudahnya akses keluar masuk kenegara lain mengakibatkan pola interaksi, informasi dan komunikasi etnis Ibanmenjadi berkembang. Hal tersebut dapat dilihat pada aktivitas masyarakat Ibansehari-hari yang telah memanfaatkan dan menggunakan perangkat handphone,televisi dan teknologi modern lainnya.Keywords: perbatasan, Nanga Badau, tradisi lokal, tertinggal,globalisasi