Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Harmoni

JAMAAH TABLIGH DAN PERGESERAN IDENTITAS POLITIK KEAGAMAAN PADA PEMILIHAN PRESIDEN 2019 DI LOMBOK, NUSA TENGGARA BARAT Hamdi, Saipul; Rahmawadi, Ihfan; Nasrullah, Arif; Riduan, Imam Malik; Prasojo, Zaenuddin Hudi
Harmoni Vol. 22 No. 1 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Research and Development Center for Guidance for Religious Societies and Religious Services, the Research and Development and Education and Training Agency of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia (MORA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32488/harmoni.v1i22.661

Abstract

Jamaah Tabligh merupakan kelompok Islam transnasional yang bergerak dalam bidang dakwah dengan menyampaikan ajaran yang murni tentang agama dan keimanan, tanpa sedikitpun membahas isu politik. Namun, beberapa tahun belakangan ini, beberapa tokoh Jamaah Tabligh di Indonesia mulai aktif terlibat dalam politik praktis, khususnya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Adanya tokoh Jamaah Tabligh yang ikut berpartisipasi atau bahkan menjadi juru kampanye salah satu pasangan calon presiden mendorong peneliti untuk mengkaji keterlibatan mereka pada Pilpres 2019, serta dampaknya terhadap pergeseran identitas politik keagamaan mereka. Penelitian ini juga bertujuan untuk mendalami pandangan mereka tentang konsep demokrasi, Pancasila dan wacana pembentukan khilafah Islamiyah yang berkembang pesat di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini dilakukan di Lombok yang terpusat di beberapa masjid yang menjadi markas Jamaah Tabligh. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan Teori Kekuasaan dan Teori Identitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Jamaah Tabligh cenderung pragmatis dalam menyikapi berbagai sistem yang diterapkan oleh setiap negara, termasuk sistem demokrasi dan Pancasila. Kelompok ini juga beranggapan bahwa khilafah Islamiyah merupakan kondisi di mana nilai-nilai Islam sudah terinternalisasi oleh setiap individu, bukan dengan mendirikan negara Islam melalui gerakan radikal. Pada Pilpres 2019, beberapa anggota Jamaah Tabligh terlibat dalam politik praktis dan hal tersebut dapat dilihat dalam dua perspektif yang saling berlawanan, yakni sebagai sebuah tindakan yang wajar karena dilakukan di luar forum Jamaah Tabligh, tetapi juga dinilai sebagai sebuah penyimpangan karena tindakan tersebut bertentangan dengan usul dakwah mereka.
TABURAR: UNDERSTANDING MODERATION THROUGH HOUSE DOORS IN THE UGAR VILLAGE Putri Ayu, Kurnia; Yamin, Ade; Sahib, Rahmawansyah; Prasojo, Zaenuddin Hudi
Harmoni Vol. 22 No. 2 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Research and Development Center for Guidance for Religious Societies and Religious Services, the Research and Development and Education and Training Agency of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia (MORA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32488/harmoni.v22i2.691

Abstract

This study aims to reveal the moderation practices carried out by the people of Ugar village, Kokas district, Fakfak Regency, West Papua Province, through their house doors (Taburar). It departs from the assumption that there are functions and roles on the house door as a picture of mutual trust in which the community holds fast to the village philosophy as a basis for values and norms used to regulate family and community life. This traditional philosophy has enabled the Ugar community to survive and adapt to new understandings that enter their village. Qualitative research method with observation and interview techniques related to cultural phenomena and community activities. Several references were used to enrich the data. This paper found that every house in the Ugar community has many doors with their respective characters. Each character has a philosophy and value that leads to the formation of moderation. The internalization of this traditional value allows the strengthening of religious moderation and respect for other identities to occur.