Articles
Tinjauan Analisis Kritis Terhadap Faktor Penghambat Pendidikan Karakter di Indonesia
Faiz, Aiman;
Soleh, Bukhori;
Kurniawaty, Imas;
Purwati, Purwati
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1014
Fokus artikel ini membahas tentang faktor penghambat dalam pendidikan karakter. Pemangku kebijakan sebenarnya sudah membuat regulasi yang dalam Undang-undang Sistem pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003. Namun, terdapat kendala dalam pelaksanaan pendidikan karakter sehingga perlu diuraikan fakor penghambat apa saja. Library Research atau studi kepustakaan terkait topik yang dibahas adalah metode penelitian yang digunakan oleh peneliti., sumber bacaan berasal dari buku, artikel penelitian terdahulu, adapun tambahan informasi didapatkan dari pengalaman dan informasi dari pakar pendidikan karakter. Hasil kritsalisasi pemikiran peneliti, setidaknya ada lima elemen yang menjadi kritik dan harus menjadi evaluasi kedepannya. Diantaranya adalah kesalahan peran orang tua dalam mendidik, kesalahan peran sekolah dalam mendidik, peran masyarakat yang belum memahami tanggung jawabnya, peran media yang mempertontonkan hal negatif dan kondisi terkini dengan kebiasaan baru yang mempengaruhi psikologis siswa. Lima elemen tadi jika memberikan peran negatif dari masing-masing tentu akan semakin membuat pendidikan karakter sulit tertanam dalam diri siswa. Kurangnya intervensi dan adanya habituasi ke arah negatif, akan memberikan dampak buruk bagi karakter siswa (bad character). Dapat ditarik kesimpulan, pendidikan karakter harus melalui proses intervensi dan habituasi secara continue, terinegrasi dan dilakukan dengan penuh kesadaran oleh setiap elemen.
Pemberian Motivasi Belajar pada Anak Melalui Peran Orang Tua
Kurniawaty, Imas;
Faiz, Aiman;
Yustika, Maulida
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1869
Proses pendidikan dapat terlaksana dengan baik salah satunya karena adanya semangat motivasi dari dalam maupun dari luar. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi akurat mengenai peran orang tua dalam memberikan motivasi belajar pada anak terutama dalam kondisi pandemi. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian ini di SDN 1 Kapringan Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa peran yang dilakukan oleh orang tua dalam memotivasi anak yaitu orang tua berperan sebagai pembimbing, motivator, dan fasilitator terutama dalam masa pandemi ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pola asuh yang efektif dalam memotivasi anak yaitu menggunakan pola asuh demokratis karena orang tua demokratis memberi bimbingan, tetapi tidak mengatur hanya memberikan penjelasan serta memberikan kebebasan pada anak dalam mengungkapkan pendapatnya
Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Program Guru Penggerak pada Modul 2.1
Faiz, Aiman;
Pratama, Anis;
Kurniawaty, Imas
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2504
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan strategi pembelajaran yang dibahas dalam program guru penggerak pada modul 2.1. Tujuan artikel ini adalah untuk menjelaskan konsep pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini adalah penelitian library research atau penelitian studi kepustakaan yang berasal dari sumber primer dari artikel, buku dan surat kabar elektronik. Hasil penelitian konseptual mengungkapkan bahwa terdapat tujuan pembelajaran berdiferensiasi adalah untuk mengkordinasikan pembelajaran dengan memperhatikan minat belajar, kesiapan belajar dan preferensi belajar; Membantu semua dalam belajar agar tujuan pembelajaran dapat dicapai oleh semua siswa; meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa; menjalin hubungan harmonis antara guru dan siswa agar siswa dapat lebih semangat dalam belajar; 4) membantu siswa menjadi pelajar yang mandiri agar menjadi individu yang terbiasa dan juga memiliki sikap menghargai terhadap keberagaman; meningkatkan kepuasan guru karena ada rasa tertantang untuk mau mengembangkan kemampuan mengajarnya sehingga guru akan menjadi lebih kreatif. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi memberikan kesempatan bagi siswa agar mampu belajar secara natural dan efiisien dengan guru yang mampu mengkolaborasikan metode dan pendekatan yang dibutuhkan.
Urgensi Pendidikan Nilai di Era Globalisasi
Faiz, Aiman;
Kurniawaty, Imas
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2581
Di era global saat ini posisi pendidikan nilai menjadi sebuah hal yang sangat sentral karena posisinya yang sangat dibutuhkan agar mampu memberikan makna setiap subjek materi untuk mengantarkan bangsa Indonesia menuju peradaban Bangsa yang maju. Tujuan artikel ini adalah untuk menyusun konsep pentingnya pendidikan nilai yang perlu diketahui oleh para pendidik dalam menghadapi kondisi kemajuan teknologi secara global. Penelitian ini menggunakan konsep library research untuk urgensi pentingnya pendidikan nilai. Hasil penyusunan secara konseptual menunjukan bahwa menunjukan bahwa pemanfaatan teknologi perlu diimbangi dengan pendidikan nilai agar nilai-nilai dan kepribadian bangsa Indonesia tetap utuh dan terjaga. Apabila penanaman nilai dalam pendidikan saat ini tidak dikuatkan maka bukan tidak mungkin Bangsa Indonesia sedikit demi sedikit akan kehilangan jati dirinya dan tidak dapat mempertahankan identitas Bangsanya karena mudah terpengaruh oleh kebudayaan asing yang mendunia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemajuan teknologi perlu diperkuat oleh pendidikan nilai sebagai filternya sehingga siswa mampu kritis dalam penalaran dan pertimbangan moral dan mampu memilih nilai yang baik dan benar berdasarkan pada landasan, Agama, etika, moral dan norma yang berlaku di Indonesia.
Konsep Dilema Etika dalam Pengambilan Keputusan: Tinjauan Pustaka dalam Modul Guru Penggerak
Kurniawaty, Imas;
Faiz, Aiman
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2961
Program guru penggerak merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan konsep etika yang dijelaskan dalam modul guru penggerak yang berkaitan dengan pengambilan keputusan. Riset ini menggunakan metode tinjauan library research atau studi pustaka. Hasil analisis studi pustaka mengungkapkan bahwa terdapat pola pengambilan keputusan yang terdapat pada modul 3 program guru penggerak, peneliti menyimpulkan dengan 9 pola keputusan dilema etika bertujuan untuk mengembangkan kemampuan guru atau calon kepala sekolah yang mampu melakukan pengambilan keputusan berdasarkan prinsip pemimpin pembelajaran yang menggunakan prinsip moral dalam melakukan pengambilan keputusan dan implementasinya mampu menerapkan strategi untuk menghindari adanya isu kode etik kepemimpinan sekolah dan konflik kepentingan. Dapat disimpulkan dalam pengambilan keputusan dilema etika yang dipelajari pada modul guru penggerak memberikan stimulus dan pembiasaan bagi para guru yang mengikuti program guru penggerak. Dengan dilema etika diharapkan guru para mampu secara konstruktif berpikir melalui tahapan-tahapan yang lebih baik agar pengambilan keputusan mengedepankan aspek moralitas dan etik dalam lingkungan kerja.
Tinjauan Studi Pustaka Tahapan Domain Afektif untuk Mengukur Karakter Siswa
Faiz, Aiman;
Hambali, Deni Supardi;
Mulyadi, Mulyadi;
Kurniawaty, Imas
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3092
Berawal dari sebuah diskusi dengan peneliti lain yang bertanya apakah karakter dapat dinilai atau diukur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan indikator terkait konsep internalisasi nilai (karakter) dan tahapan internalisasi nilai yang dapat dijadikan tolok ukur dalam mengetahui karakter siswa di Sekolah. Penelitian ini menggunakan studi pustaka untuk menelaah dan mendeskripsikan pertanyaan penelitian terkait apakah karakter dapat diukur. Hasil penelitian, karakter dapat diukur melalui teori domain afektif Krathwohl atau tahapan internalisasi nilai yang diungkapkan oleh Hakam. Adapun sintaks yang perlu dilakukan guru adalah dengan menyusun indikator karakter yang ingin dicapai, menggunakan pendekatan dan strategi yang dipilih, menjadi pengamat dan pewawancara untuk mendapatkan data tentang siswa atau individu, mengolah data yang sudah ditemukan menggunakan teori domain afektif Krathwohl dan internalisasi nilai dari Hakam. Dengan pertanyaan utama terkait apakah karakter dapat diukur maka jawabannya dapat diukur berdasarkan langkah-langkah sistematis yang sudah dijelaskan sebelumnya. Karena pada hakikatnya perbuatan mendidik tentu dapat dievaluasi/ diukur, namun kuncinya ada pada teori yang relevan atau sesuai dengan apa yang sedang dibahas.
Penggunaan Metode Asynchronous dan Synchronous System pada Pembelajaran di SMAN 1 Sumber
Faiz, Aiman;
Mulyadi, Mulyadi;
Kurniawaty, Imas
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3709
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan hal apa saja yang dapat dilakukan oleh guru dalam kondisi pembelajaran darurat/ masa pandemi khususnya mata pelajaran seni budaya. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan di SMAN 1 Sumber. Tujuan penelitian deskriptif adalah untuk mengeksplorasi apa saja hal yang ditemukan oleh peneliti dalam penelitiannya. Hasil penelitian mengungkapkan guru seni budaya memilih metode asynchronous system dan synchronous system menggunakan beberapa media platform seperti WhatsApp Grup, Google Classroom, Microsoft Teams dan Youtube. Penggunaan media tersebut memiliki beberapa fungsi yang berbeda, memang terlihat tidak praktis, namun perlu menyesuaikan dengan karakteristik pembelajaran seni budaya. Dalam pembelajaran seni budaya sendiri terdapat kesulitan dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode asynchronous system dan synchronous system karena kecenderungan pelajaran seni budaya adalah praktik, hal tersebut yang menjadi tantangan dan hambatan guru-guru seni budaya saat ini.
Sekolah Ramah Anak Sebagai Upaya Pencegahan Bullying dan Kekerasan Pada Peserta Didik
Faiz, Aiman;
Kurniawaty, Imas;
Purwati, Purwati
Jurnal PGSD Vol. 9 No. 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : PGSD Universitas Muhammadiyah Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32534/jps.v9i2.4978
Sekolah Ramah Anak merupakan program yang sangat baik yang diperlukan untuk mewujudkan kondisi aman, bersih, sehat, peduli dan memenuhi hak dan perlindungan anak dari berbagai kekerasan dan bullying baik secara verbal maupun non verbal. Tidak hanya itu, siswa juga mendapat hak untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seperti perencanaan dan penentuan kebijakan agar lebih demokratis. Faktor utama yang dapat mendukung Sekolah Ramah Anak diantaranya peran keteladanan guru yang demokratis, kepedulian orang tua dan kontrol eksternal dari masyarakat. Ketiga faktor tersebut menjadi tri pusat pendidikan yang harus terintregrasi demi mewujudlkann pendidikan yang lebih baik lagi para program Sekolah Ramah Anak.
Tinjauan Analisis Kritis Terhadap Faktor Penghambat Pendidikan Karakter di Indonesia
Faiz, Aiman;
Soleh, Bukhori;
Kurniawaty, Imas;
Purwati, Purwati
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1014
Fokus artikel ini membahas tentang faktor penghambat dalam pendidikan karakter. Pemangku kebijakan sebenarnya sudah membuat regulasi yang dalam Undang-undang Sistem pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003. Namun, terdapat kendala dalam pelaksanaan pendidikan karakter sehingga perlu diuraikan fakor penghambat apa saja. Library Research atau studi kepustakaan terkait topik yang dibahas adalah metode penelitian yang digunakan oleh peneliti., sumber bacaan berasal dari buku, artikel penelitian terdahulu, adapun tambahan informasi didapatkan dari pengalaman dan informasi dari pakar pendidikan karakter. Hasil kritsalisasi pemikiran peneliti, setidaknya ada lima elemen yang menjadi kritik dan harus menjadi evaluasi kedepannya. Diantaranya adalah kesalahan peran orang tua dalam mendidik, kesalahan peran sekolah dalam mendidik, peran masyarakat yang belum memahami tanggung jawabnya, peran media yang mempertontonkan hal negatif dan kondisi terkini dengan kebiasaan baru yang mempengaruhi psikologis siswa. Lima elemen tadi jika memberikan peran negatif dari masing-masing tentu akan semakin membuat pendidikan karakter sulit tertanam dalam diri siswa. Kurangnya intervensi dan adanya habituasi ke arah negatif, akan memberikan dampak buruk bagi karakter siswa (bad character). Dapat ditarik kesimpulan, pendidikan karakter harus melalui proses intervensi dan habituasi secara continue, terinegrasi dan dilakukan dengan penuh kesadaran oleh setiap elemen.
Pemberian Motivasi Belajar pada Anak Melalui Peran Orang Tua
Kurniawaty, Imas;
Faiz, Aiman;
Yustika, Maulida
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1869
Proses pendidikan dapat terlaksana dengan baik salah satunya karena adanya semangat motivasi dari dalam maupun dari luar. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi akurat mengenai peran orang tua dalam memberikan motivasi belajar pada anak terutama dalam kondisi pandemi. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian ini di SDN 1 Kapringan Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa peran yang dilakukan oleh orang tua dalam memotivasi anak yaitu orang tua berperan sebagai pembimbing, motivator, dan fasilitator terutama dalam masa pandemi ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pola asuh yang efektif dalam memotivasi anak yaitu menggunakan pola asuh demokratis karena orang tua demokratis memberi bimbingan, tetapi tidak mengatur hanya memberikan penjelasan serta memberikan kebebasan pada anak dalam mengungkapkan pendapatnya