Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Character Education on The Academic Motivation of Students at State Vocational School 15 Bandung Fauziah, Fitri Nurul; Budimansyah, Dasim; Hakam, Kama Abdul; Dahliyana, Asep; Kurniawaty, Imas
Dinasti International Journal of Management Science Vol. 7 No. 2 (2025): Dinasti International Journal of Management Science (November - December 2025)
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijms.v7i2.5812

Abstract

Character education is a key pillar in fostering sustainable academic motivation amidst the challenges of moral degradation and low student engagement in vocational schools. This study aims to analyze the influence of character education on the academic motivation of students at State Vocational High School (SMK) 15 Bandung, focusing on the dimensions of responsibility, integrity, and discipline in the context of vocational learning. A quantitative approach was employed, utilizing an explanatory survey method with 397 student respondents from four expertise programs: Social Work, Hospitality, Culinary, and Visual Communication Design. Data were collected through a Likert-scale-based questionnaire and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS 4 software. The results showed that character education had a positive and significant effect on students' academic motivation. Character values ​​were proven to strengthen students' self-efficacy, learning persistence, and goal orientation through increased self-regulation and perceptions of educational responsibility. These findings confirm the principles of self-determination theory and social-cognitive theory, which suggest that character-based learning can increase intrinsic motivation through the interaction between personal, social, and cognitive factors. This research makes theoretical contributions to the development of an integrative character-motivation model and offers practical implications for teachers and policymakers in designing learning experiences that foster student responsibility, independence, and overall well-being.
RELIGIOUS-BASED HABITUATION AND THE CULTIVATION OF INTERRELIGIOUS HARMONY IN SCHOOL CULTURE Ilmi Nur Hidayah; Imas Kurniawaty; Muhamad Parhan
Harmoni Vol. 24 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Research and Development Center for Guidance for Religious Societies and Religious Services, the Research and Development and Education and Training Agency of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia (MORA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32488/harmoni.v24i2.855

Abstract

This study examines how religious-based habituation strengthens school culture and fosters interreligious harmony in a religiously diverse public elementary school. Although previous research has explored school culture and religious habituation separately, empirical evidence is limited on how daily religious routines can function as inclusive social mechanisms that promote interfaith tolerance. This study addresses this gap by analyzing the implementation and impact of religious habituation at SDN 116 Cicaheum. A mixed-methods sequential exploratory design was employed. Qualitative data were collected through observations, interviews with the principal, teachers, and students, and documentation. Quantitative data were obtained from questionnaires administered to 30 sixth-grade students and analyzed using validity and reliability testing, followed by simple linear regression. The findings show that religious habituation is implemented through daily routines such as the 5S movement, collective prayers, and Qur’anic recitation, as well as weekly activities including Dhuha prayer, short sermons, and mini religious projects. These practices are designed inclusively, allowing students of different faiths to participate through alternative moral and social activities. Quantitative analysis indicates a positive and significant effect of religious habituation on school culture, with a regression coefficient of 1.645 and a significance value below 0.001. The study demonstrates that inclusive religious habituation not only strengthens students’ spiritual character but also creates structured opportunities for interfaith interaction aligned with Intergroup Contact Theory. It concludes that adaptive habituation programs can be effective strategies for cultivating tolerance and a a harmonious school culture in multicultural educational settings. AbstrakPenelitian ini mengkaji bagaimana habituasi berbasis religius berkontribusi pada penguatan budaya sekolah dan penumbuhan harmoni antarumat beragama di sebuah sekolah dasar negeri yang memiliki keragaman agama. Meskipun penelitian sebelumnya telah membahas budaya sekolah dan habituasi religius secara terpisah, masih terbatas bukti empiris yang menjelaskan bagaimana rutinitas keagamaan harian dapat berfungsi sebagai mekanisme sosial inklusif yang mendorong toleransi antaragama. Penelitian ini mengisi kesenjangan tersebut dengan menganalisis implementasi dan dampak habituasi religius di SDN 116 Cicaheum. Penelitian ini menggunakan desain mixed methods sequential exploratory. Data kualitatif dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta dokumentasi. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner yang diberikan kepada 30 siswa kelas VI dan dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, serta regresi linier sederhana. Temuan menunjukkan bahwa habituasi religius dilaksanakan melalui kegiatan harian seperti gerakan 5S, doa bersama, dan pembacaan Al‑Qur’an, serta kegiatan mingguan seperti salat Dhuha, kultum, dan proyek religius mini. Praktik-praktik ini dirancang secara inklusif sehingga siswa dari berbagai agama dapat berpartisipasi melalui aktivitas moral dan sosial alternatif. Analisis kuantitatif menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan habituasi religius terhadap budaya sekolah, dengan koefisien regresi sebesar 1,645 dan nilai signifikansi di bawah 0,001. Penelitian ini menunjukkan bahwa habituasi religius yang inklusif tidak hanya memperkuat karakter spiritual siswa tetapi juga menciptakan peluang interaksi antaragama yang terstruktur sesuai dengan Intergroup Contact Theory. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program habituasi yang adaptif dapat menjadi strategi efektif untuk menumbuhkan toleransi dan budaya sekolah yang harmonis dalam konteks pendidikan multikultural.
SLR: Internalisasi Nilai Islam melalui Program MABIT dalam Pendidikan Karakter Intan Indah Permatasari; Budimansyah, Dasim; Hakam, Kama Abdul; Dahliyana, Asep; Kurniawaty, Imas
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i6.924

Abstract

Perkembangan pendidikan Islam abad ke-21 menuntut strategi pembentukan karakter peserta didik yang holistik. Program MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) telah banyak diterapkan, namun kajian sistematis mengenai mekanisme internalisasi nilainya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis internalisasi nilai-nilai Islam melalui program MABIT dalam konteks pendidikan karakter. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan PRISMA terhadap 18 artikel terbitan 2019–2025. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi nilai karakter, peran guru, kepala sekolah, dan orang tua sebagai teladan, serta faktor pendukung dan penghambat program. Kebaruan penelitian terletak pada pemetaan MABIT sebagai model internalisasi nilai Islam berbasis teori pendidikan karakter Thomas Lickona (moral knowing, moral feeling, dan moral action). Hasil kajian menunjukkan bahwa MABIT mampu menanamkan nilai religiusitas, disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan kepedulian sosial melalui ibadah, refleksi, dan pembiasaan. Penelitian ini menegaskan MABIT sebagai model pendidikan karakter Islami integratif yang memperkaya kajian pendidikan karakter Islam dan relevan untuk praktik pendidikan sekolah.
Keteladanan Guru sebagai Role Model dalam Pengembangan Integritas Peserta Didik Sekolah Dasar Akbar, Anto; Budimansyah, Dasim; Abdul Hakam, Kama; Dahliyana, Asep; Kurniawaty, Imas
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i6.948

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keteladanan guru sebagai role model dalam pengembangan integritas peserta didik sekolah dasar. Integritas dipahami sebagai keselarasan antara nilai, ucapan, dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi fenomenologis interpretatif yang dilaksanakan di SDN 201 Sukaluyu, Kota Bandung. Subjek penelitian terdiri atas empat guru dan delapan peserta didik sebagai informan utama, serta kepala sekolah sebagai informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap praktik keseharian guru dalam berbagai konteks kegiatan sekolah selama satu bulan. Data dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menerapkan teknik triangulasi untuk meningkatkan keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan guru sebagai role model dimanifestasikan secara konsisten melalui perilaku disiplin, relasi emosional yang positif, inspirasi moral, serta kemampuan guru dalam menghadapi tantangan profesional secara etis. Keteladanan yang ditampilkan melalui perilaku nyata, empati, dan konsistensi antara ucapan dan tindakan dimaknai peserta didik sebagai pengalaman pembelajaran yang berkontribusi pada pengembangan integritas. Penelitian ini menegaskan bahwa keteladanan guru merupakan strategi pedagogis yang bermakna dalam pengembangan integritas peserta didik di sekolah dasar
Integrasi Nilai Ruhuddin dalam Mata Kuliah Wajib Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Bandung Via Nurafiati Astuti; Intan Indah Permatasari; Encep Syarief Nurdin; Cece Rakhmat; Imas Kurniawaty
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 1 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i1.667

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya integrasi nilai Ruhuddin yang mencakup dimensi mujahid, mujtahid, dan mujaddid dalam memperkuat karakter spiritual, moral, dan intelektual mahasiswa di era digital. Di Universitas Islam Bandung, nilai Ruhuddin menjadi ruh keilmuan dalam Mata Kuliah Wajib Pendidikan Agama Islam (PAI), namun implementasinya belum banyak diteliti secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses integrasi nilai Ruhuddin, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, menganalisis dampaknya terhadap mahasiswa, serta merumuskan strategi penguatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif studi lapangan, dilakukan di Universitas Islam Bandung selama kurang lebih satu bulan dengan melibatkan satu dosen pengampu Mata Kuliah Wajib Pendidikan Agama Islam 5 (Sejarah Peradaban) dan lima mahasiswa semester lima Program Studi Akuntansi. Data primer diperoleh melalui observasi kelas, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi; sedangkan data sekunder berasal dari literatur terkait. Analisis data dilakukan melalui tahapan Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai Ruhuddin dilakukan melalui perencanaan kurikulum tujuh semester, pelaksanaan pembelajaran interaktif, penggunaan pendekatan multidisipliner, serta pembiasaan praktikum religius seperti membaca Al-Qur’an dan kegiatan pesantren mahasiswa. Tantangan yang muncul mencakup aspek pedagogis, perbedaan pemahaman dosen, serta karakter generasi digital yang visual dan cepat. Meskipun demikian, integrasi nilai Ruhuddin memberikan dampak positif kesadaran spiritual, moral, dan kemandirian belajar mahasiswa. Penelitian menyimpulkan perlunya strategi penguatan melalui pengembangan kurikulum kontekstual, pelatihan pedagogis dosen, penguatan budaya akademik religius, dan optimalisasi teknologi digital Islami.
Pembelajaran Reflektif sebagai Strategi Penguatan Etika Digital Mahasiswa pada Pendidikan Pancasila di UT Bandung Mustafizul Ichsan; Evi Abdurohmat; Encep Syarief Nurdin; Imas Kurniawaty; Abih Gumelar
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 1 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i1.689

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut mahasiswa memiliki kesadaran etika yang kuat dalam menggunakan media daring, namun berbagai studi menunjukkan bahwa kemampuan tersebut masih perlu diperkuat. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pembelajaran reflektif dalam mata kuliah Pendidikan Pancasila dapat mengembangkan kesadaran etika digital dan tanggung jawab sosial mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus reflektif yang dilaksanakan di Universitas Terbuka Bandung dengan melibatkan delapan belas mahasiswa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan kuesioner reflektif, serta dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran reflektif membantu mahasiswa tidak hanya memahami etika digital secara normatif, tetapi juga menilai konsekuensi moral dari tindakan digital mereka, meningkatkan sikap kritis terhadap informasi, serta memperdalam pemaknaan nilai kemanusiaan dan tanggung jawab sosial. Proses refleksi berbasis pengalaman nyata memungkinkan mahasiswa mengaitkan nilai Pancasila dengan praktik bermedia digital secara lebih kontekstual. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran reflektif merupakan strategi pedagogis yang relevan dalam Pendidikan Pancasila untuk memperkuat kesadaran etika mahasiswa dalam menghadapi tantangan etika di era digital.
Pelatihan pengolahan susu menjadi minuman kefir bagi ibu rumah tangga melalui kelompok wirausaha di Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Ganjar Muhammad Ganeswara; Rika Sartika; Siti Mujdalifah; Imas Kurniawaty; Heny Mulyani
Jurnal Abmas Vol. 18 No. 1 (2018): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v18i1.36628

Abstract

Susu merupakan bahan makanan yang istimewa bagi manusia karena kelezatan dan komposisinya yang ideal, selain itu susu mengandung semua zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat merupakan salah satu desa sentra produksi susu sapi di Jawa Barat. Terdapat sekitar 639 kepala keluarga (KK) yang bermata pencaharian sebagai peternak sapi perah. Untuk itu, Desa Sukajaya dapat mendukung pemanfaatan susu sapi menjadi minuman kefir. Kegiatan terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan monitoring. Pelatihan yang dilakukan meliputi pelatihan pembuatan kefir dan pelatihan pengemasan kefir. Berdasarkan Pengabdian kepada Masyarakat Pengembangan Desa Binaan Berbasis Kemitraan Pengolahan Susu menjadi Minuman Kefir Ibu Rumah Tangga memiliki kreatifitas dalam rangka menambah varian rasa minuman kefir. Minuman kefir yang dibuat oleh Ibu Rumah Tangga Desa Sukajaya memiliki banyak peminat dikarenakan harga yang terjangkau dan pengemasan yang higienis.