Riyanny Pratiwi
Unknown Affiliation

Published : 44 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PENGENDALIAN WAKTU DAN BIAYA . Sunario; . Syahrudin; Riyanny Pratiwi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.05 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v3i3.18909

Abstract

In the city of Pontianak is still continuing development to meet the basic needs adequately. And one of the staples that are needed in daily life - today is the place to stay. From there the developers race - the race to build an ideal area. One of them is the construction of complex De Perdana City is located at Perdana Street Pontianak. The purpose of this paper is to identify and analyze the problems of controlling the form factors - factors that cause delays in the project on construction work in the field so that it can submit management plans and programs of action plans that can be done to address the problem of delay without reducing the quality of the work. Complex housing De Perdana City Pontianak is the type of housing development projects totaling 20 with 160 units. With the design of the coupling or 2 units are designed arm. The construction site is located at Jalan Perdana Pontianak. Funds allocated is Rp. 1.529.428.000, - per unit coupling, with a planned implementation of 200 (two hundred) calendar days, ie after the date of January 6, 2014 until July 27, 2014. One of the duration of the acceleration method that can be used is the method of Earned Value Analisys. Based on current progress report on the project duration 16 weeks, which is based on planning should reach 58.37% turned out to be the reality that occur in the field reached 53.48%, so that the project would be delayed by the deviation between the weights with a weight plan realization was - 4, 89%. While based on the progress report of the new project is expected to be completedbyAugust2014.Alternative acceleration used is the addition of working hours (overtime) to four (4) hours of work and increase the amount of labor. Acceleration duration of the project carried out by two (2) steps, namely: crashing a program that is only held on the activities that are on the critical path analysis and Earned Value namely by conducting compression (pressure) the duration of the project carried on activities that are on track critical without interrupting other work items. Based on the analysis that has been done there is deviation time of 21 days, the total working period to 217 days from 200 days the amount of time the plan with estimated cost is Rp. 1.529428 billion. Controlling the performance observed from week 1 to week 16. An analysis of the week to -16 indicates that the costs were lower than budgeted costs but longer execution time of the schedule plan showed with CPI = 1.01 (CPI> 1) and SPI = 0, 92 (SPI <1 ). The result of the calculation forecasts the project's final cost of Rp. 1,379,493,655.00 with the project completion time back to the original plan of 200 days. Keywords :earned value, crashing programs, delays, acceleration
STUDI KELAYAKAN FINANSIAL PEMBANGUNAN TERMINAL TIPE B DI KABUPATEN BENGKAYANG Nizal Ahmad Syahirul Alim; - Syahrudin; Riyanny Pratiwi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i3.50305

Abstract

Studi kelayakan finansial  berpengaruh sangat besar pada proyek investasi, karena setiap proyek investasi yang akan dilakukan tidak selalu dalam keadaan yang menguntungkan sehingga investasi yang dilakukan dapat berdampak sia-sia bagi investor. Oleh Karena itu diperlukan suatu studi kelayakan terhadap proyek investasi. Studi kelayakan finansial dilakukan dengan 3 tahapan yaitu perhitungan cash out (pengeluaran), perhitungan cash in (pendapatan), dan perhitungan kriteria seleksi. Perhitungan cash out dilakukan dengan mengumpulkan data-data konstruksi, pemeliharaan, operasional.Setelah dilakukan perhitungan cash out maka dilakukan perhitungan cash in dengan mengumpulkan data jumlah kendaraan di terminal Bengkayang sebagai studi banding terhadap perhitungan pendapatan terminal Bengkayang. Metode yang digunakan adalah Regresi Linier. Metode ini dilakukan untuk mengetahui jumlah kendaraan tiap tahunnya. Setelah dilakukan perhitungan cash in, langkah terakhir yang dilakukan adalah kriteria seleksi kelayakan finansial dengan 4 (empat) metode yaitu metode Benefit Cost Ratio (BCR), metode Net Present Value (NPV), metode Internal Rate of Return (IRR), dan metode Payback Periode. Seleksi kriteria dilakukan untuk mengetahui kelayakan finansial yang terjadi pada proyek tersebut. Dari hasil perhitungan kriteria seleksi dapat diketahui suatu proyek layak dibangun dengan memberikan keuntungan atau tidak layak dengan mengalami kerugian. Kata kunci : Angkutan umum, Terminal, Transportasi,.
PERBANDINGAN PERHITUNGAN HARGA SATUAN PEKERJAAN BERDASARKAN STUDI DILAPANGAN (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Puskesmas Di Pahauman Kabupaten Landak) Berliana Salincis; M. Indrayadi; Riyanny Pratiwi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i3.42799

Abstract

Pembangunan gedung khususnya dibidang kesehatan adalah salah satu program yang diprioritaskan pemerintah daerah maupun pusat, yang dimana pemerintah daerah maupun pusat berharap bidang kesehatan mampu memberikan fasilitas maupun pelayanan kesehatan yang memadai.Manajemen proyek adalah penerapan suatu ilmu pengetahuan, keahlian dan keterampilan,Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan Rencana Anggaran Pelaksanaan (biaya nyata) terdapat selisih biaya dari masing-masing jenis kegiatan dan dapat di jadikan sebagai acuan pelaksana pekerjaan nantinya,  sehingga diperlukan studi analisa perbandingan antara Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan Rencana Anggaran Pelaksanaan (biaya nyata). Untuk mengetahui selisih antara RAB dan RAP agar dapat memperkirakan keuntungan atau kerugian yang akan dialami perusahaan kontraktor .Dari hasil wawancara, survey, dan perhitungan, terdapat selisih biaya yang cukup signifikan antara RAP dan RAB, dimana rencana anggaran pelaksanaan (RAP) lebih kecil dari pada rencana anggaran biaya (RAB) berdasarkan SNI dengan selisih harga sebesarRp, 232.621.197,37. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kontraktor memperoleh keuntungan sebesar 21,32 %  dari total nilai RAB berdasarkan SNI untuk pekerjaan Struktur. Kata Kunci : Biaya Nyata, Rencana Anggaran Pelaksanaan, Rencana Anggaran Biaya.
IDENTIFIKASI DAN ANALISA RISIKO PROYEK PADA PEMBANGUNAN SEKOLAH TERPADU PONTIANAK SELATAN Kurnia Aulia Masryan; Riyanny Pratiwi; - Syahrudin
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.49067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan faktor risiko dominan yang memiliki kemungkinan paling besar terjadi dan memiliki dampak yang signifikan terhadap biaya dan waktu pelaksanaan proyek. Penelitian ini juga bertujuan mengetahui respon yang sesuai untuk mengurangi ataupun meniadakan dampak negatif yang diberikan oleh risiko tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Analisis dimulai dari identifikasi risiko melalui studi literatur, kemudian dilakukan penyebaran kuisioner kepada responden yang terkait dengan Proyek Pembangunan Sekolah Terpadu Pontianak Selatan. Didapatkan risiko dominan yang berdampak terhadap biaya dan waktu, risiko tersebut adalah kenaikan harga material, kurang tersedianya jumlah tenaga kerja, kecelakaan tenaga kerja, kesalahan estimasi waktu, dan kerusakan peralatan/mesin konstruksi. Setelah risiko tersebut diketahui, dilakukan respon risiko dengan melakukan wawancara kepada pihak responden untuk mengetahui penyebab kemungkinan terjadinya risiko tersebut dan mengetahui respon yang harus diberikan untuk mengurangi atau meniadakan dampak negatif risiko-risiko tersebut.Kata Kunci: Analisa Risiko, Dampak Terhadap Biaya, Dampak Terhadap Waktu,  Manajemen Risiko, Matriks Probabilitas Dampak.
ANALISA KEPUTUSAN PENGOPTIMALAN JADWAL KERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN DISTRIBUTION CENTER ALFAMART PONTIANAK Reni Juniarti; Riyanny Pratiwi; Safaruddin M. Nuh
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i1.44613

Abstract

Pada pelaksanaan proyek konstruksi, sering dijumpai permasalahan mengenai keterhambatan pekerjaan. Sehingga mengakibatkan ketidaksesuaian jadwal rencana dan realisasi di lapangan. Seperti pada proyek pembangunan Distribution Center Alfamart ini yang mengalami keterhambatan dalam pelaksanaannya. Kurang memadainya kebutuhan pekerja dan keterlambatan pengiriman material, mengakibatkan 10 pekerjaan terhambat dan tidak mengalami progress selama 3 minggu. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dilakukanlah analisa keputusan agar penjadwalan proyek dapat dioptimalkan. Dalam pengambilan keputusan tentu harus memperhatikan agar biaya tetap minimum tanpa mengabaikan mutu dan standar sesuai yang diinginkan. Berdasarkan hasil analisis terdapat pekerjaan terhambat yang tergolong kedalam pekerjaan kritis, maka dari itu diperlukan suatu percepatan agar tidak terjadi keterlambatan pada penjadwalan proyek secara keseluruhan. Analisa percepatan dilakukan dengan penambahan 1 jam, 2 jam dan 3 jam lembur. Dari hasil analisis penambahan 1 jam kerja (lembur) dinilai paling optimal karena memerlukan tambahan biaya paling kecil yaitu sebesar Rp. 158.276.116. Dan memiliki nilai laba paling besar dari durasi percepatan yang lain yaitu sebesar Rp. 3.118.632.975. Dengan efisiensi waktu sebesar 12,23% dan efisiensi biaya sebesar 1,88%.
PERENCANAAN JOB SAFETY OBSERVATION (JSO) PADA GEDUNG KULIAH BARU TOWER C. INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK Fahru Razi; Endang Mulyani; Riyanny Pratiwi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.36763

Abstract

Metode yang digunakan untuk dapat meningkatkan mutu pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja K3 yaitu job safety observasi di metode ini dilakukan sewaktu-waktu oleh para pengawas tanpa sepengetahuan operator yang di observasi, hal ini bertujuan memperbaiki atau meningkatkan mutu keselamatan dan kesehatan kerja melaluai pengamatan sikap pekerja dalam melakukan pekerjaan.Tujuan dari penelitian ini adalah merencanakan Job Safety Observation (JSO) pada proyek gedung kuliah baru tower C.institut agama islam negeri (IAIN) Pontianak. Berdasarkan hasil Observasi dan Analisis menunjukan bahwa metode job safety observasi dapat mengetahui risiko dan faktor – faktor yang terjadi pada pekerjaan yang di lakukan, tiga faktor yang sangat mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja yaitu faktor manusia, lingkungan, dan peralatan. Jadi dapat disimpukan bahwa hasil observasi yang dilakukan terdapat tiga item perkerjaan yang mengalami kecelakan atau risiko yaitu pada pekerjaan pemasangan plat bondek di mana tangan pekerja terkena alat pemotong, pekerjaan pemasangan bekesting di mana pekerja terjatuh pada saat proses pemasangan bekesting lantai 3, Pekerjaan pemasangan bata ringan dimana pekerja tertimpa bata pada saat pekerjaan telah selesai, dimana kecelakaan yang terjadi diakibatkan penggunaan alat pelindung diri tidak digunakan.Kata kunci : Perencanaan Job Safety Observation
KAJIAN PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO K3 PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT KECAMATAN PONTIANAK UTARA Cindy Andara Yosefine; Safaruddin M Nuh; Riyanny Pratiwi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i2.55279

Abstract

Occupational safety and health is the goal of every construction activity to improve the welfare of the workers in a construction project in order to create good construction results. Currently, work accidents have become a concern in every service industry, especially the construction industry, so accidents are said to have causes and solutions to prevent them. During the pandemic, construction implementation decreased greatly, so during the recovery period, construction implementation increased. Attention to Occupational Safety and Health or K3 has become a serious matter because it has an influence on several aspects. K3 risk management is a mandatory thing to be applied in the implementation of construction work. Completeness of K3 documents is also a requirement for the implementation of construction projects. Assessment of high-risk levels will be followed up by the analysis using the JSA (Job Safety Analysis) method. Prevention of risk from hazard identification can be minimized by planning controls that are adjusted to the SOP for K3 construction. The successful implementation of a construction project is to be able to produce zero accidents in the construction project. The construction project of the North Pontianak District Hospital became the object of research in this study of the K3 risk management system in accordance with existing regulations.
IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB ADDENDUM SERTA PENGARUHNYA TERHADAP NILAI KONTRAK DAN TIME SCHEDULE PADA PEKERJAAN PEMBANGUNAN KANTOR KEJAKSAAN KOTA PONTIANAK (MULTI YEARS) Muhammad Ilham Aditya Rhamadhan; Riyanny Pratiwi; Safaruddin M Nuh
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.56365

Abstract

Di Kalimantan Barat  pemerintah tengah gencar dalam membangun bangunan konstruksi salah satunya Pembangunan Kantor Kejaksaan Kota Pontianak yang terletak di Jalan Kh.A.Dahlan Kota Pontianak pembangunan ini memakan biaya hingga Rp. 20.280.000.000 dan waktu pelaksanaan 480 hari kalender, pembangunan dilaksanakan mulai dari 07 Juni – 29 September 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab addendum pada proyek ini dan pengaruhnya terhadap nilai kontrak dan time schedule. Penelitian ini menggunakan metode wawancara langsung dan pembagian kuesioner terhadap konsultan serta kontraktor  yang terlibat dalam pembangunan proyek tersebut. Berdasarkan hasil pengolahan data melalui kuesioner dan wawancara langsung  terdapat 10 faktor penyebab addendum tersebut dapat terjadi, Untuk kasus addendum pada pekerjaan pembangunan Kantor Kejaksaan Kota Pontianak tidak berpengaruh terhadap nilai kontrak hal ini disebabkan anggaran untuk mengerjakan tambahan serta pengurangan pekerjaan proyek pembangunan Kantor Kejaksaan Kota Pontianak besarnya sama sehingga tidak terjadi penambahan nilai kontrak. Besar tambahan serta pengurangan nilai kontrak ialah sebesar Rp. 4.000.539.878,63,-. Sedangkan addendum pada pekerjaan pembangunan Kantor Kejaksaan Kota Pontianak merubah Time Schedule yang telah dibuat sebelumnya, dikarenakan untuk mengejar bobot tiap minggu terhadap bobot rencana, sehingga addendum ini sangat berpengaruh terhadap Time Schedule yang telah dibuat sebelumnya.
OPTIMALISASI TATA LETAK MATERIAL PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG SEKOLAH Gina Wulansky; Riyanny Pratiwi; Syahrudin Syahrudin
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.49620

Abstract

Dalam pembangunan diperlukan berbagai perencanaan yang optimal untuk mengurangi risiko yang akan terjadi yaitu pengaturan sumber daya tenaga kerja, peralatan, material dan biaya. Salah satu faktor yang dapat dioptimalkan dalam pengerjaan proyek adalah pengoptimalan penempatan material di dalam lokasi proyek.. Diperlukan rancangan skenario yang baik agar penempatan material medapatkan tempat yang paling optimal. Rancangan skenario di rencanakan dalam 4 alternatif, dengan kondisi eksisting menjadi acuan dalam pembuatan skenario. Untuk menentukan skenario optimum digunakan metode Multi Objetives Function berdasarkan proporsi jarak (Travelling Distance) dan nilai keamanan (Safety Index). Dari hasil analisa ditetapkan skenario 4 sebagai skenario optimum dengan nilai Travelling Distance (TD) 50.576,80 dengan penurunan sebesar 33,34% dan nilai Safety Index (SI) sebesar 445.605,68 dengan perbedaan 0,067% terhadap kondisi eksisting. Skenario 4 dipilih sebagai skenario paling optimum untuk mengoptimalkan penempatan material dan meminimalisir kecelakaan kerja.Kata kunci : multy objective, rancangan skenario, safety index, travelling distance.
ANALISIS CRASH PROGRAM DENGAN METODE TIME COST TRADE OFF PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR POLRESTA KOTA PONTIANAK Banyuwanna Magda Prapas; - Rafie; Riyanny Pratiwi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.153 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.36620

Abstract

Proyek dilaksanakan dengan biaya dan durasi yang direncanakan, akan tetapi dalam pelaksanaannya sering kali tidak sesuai dengan perencanaan awal. Proyek Pembangunan Gedung Kantor Polresta Kota Pontianak menjadi objek dari tugas ini dikarenakan Owner yang menginginkan bangunan untuk segera dioperasi karena bangunan lama sudah tidak memadai untuk digunakan lagi sehingga percepatan direncanakan dari 90 hari menjadi 75 hari kerja. Dengan menggunakan 3 alternatif percepatan yakni Penambahan Tenaga Kerja, Penambahan Jam Lembur dan Kombinasi Penambahan Tenaga Kerja dan Jam Lembur, Analisis Pertukaran Waktu dan Biaya dilakukan untuk mendapatkan hasil optimal. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan didapatlah hasil optimum dengan alternatif ketiga yakni Penambahan Tenaga Kerja dan Jam Lembur dengan perolehan Biaya Langsung yang turun sebesar 0,298% dari kondisi normal dengan total Rp4.036.140.624,92 menjadi Rp4.024.074.114,38 dan biaya tidak langsung turun sebesar 1,716% dengan total  Rp 463.399.879,08 menjadi Rp386.166.565,90 untuk 75 hari kerja. Kata Kunci: Crash Program, Percepatan, TCTO