Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Aksara

Penerapan Artificial Intelegence Supersense Berbasis Smartphone Android terhadap Kemampuan Membaca Mahasiswa Tunanetra Raden Ika Mustika; Reka Yudamahardika; Dede Endang Mascita; Lestari Purwanigsih
Aksara Vol 36, No 1 (2024): AKSARA, EDISI JUNI 2024
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v36i1.4253.163--177

Abstract

This research is motivated by the fundamental problem of the limitations of visually impaired students in accessing written information, especially in the process of reading which is a key skill in learning. Artificial intelligence supersense (AIS) technology based on android smartphones (SA) through a constructivism approach is present to accommodate the gap experienced by visually impaired students. This study aims to determine the development of the application of SA-based AIS technology through a constructivism approach to the reading ability of visually impaired students and describe the perception of visually impaired students towards the use of SA-based AIS technology through a constructivism approach. The research method used is single subject research. The research subject was chosen purposively based on the character of the research subject who had difficulty reading the exposition text. This research instrument uses tests, questionnaires, videos, and photos. The data analysis technique used with the A-B research design. The results of the study show that the development of the application of SA-based AIS through the constructivism approach can improve the ability to read exposition texts of visually impaired students and students' perception of the use of exposition texts. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mendasar keterbatasan mahasiswa tunanetra dalam mengakses informasi tertulis, terutama dalam proses membaca yang menjadi keterampilan kunci dalam pembelajaran. Teknologi artificial intelegence supersense (AIS) berbasis smartphone android (SA) melalui pendekatan konstruktivisme hadir untuk mengakomodasi kesenjangan yang dialami mahasiswa tunanetra. Penelitian ini bertujuan mengetahui perkembangan penerapan teknologi AIS berbasis SA melalui pendekatan konstruktivisme terhadap kemampuan membaca mahasiswa tunanetra dan mendeskripsikan persepsi mahasiswa tunanetra terhadap penggunaan teknologi AIS berbasis SA melalui pendekatan konstruktivisme. Metode penelitian yang digunakan adalah single subject research. Subjek penelitian dipilih secara purposif    berdasarkan karakter subjek penelitian yang mengalami kesulitan dalam membaca teks eksposisi. Instrumen penelitian ini menggunakan tes, angket, video, dan foto. Teknik analisis data yang digunakan dengan desain penelitian A-B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan penerapan AIS berbasis SA melalui pendekatan konstruktivisme dapat meningkatkan kemampuan membaca teks eksposisi mahasiswa tunanetra dan persepsi mahasiswa terhadap penggunaan terknologi AIS berbasis SA sangat positif yakni mengatasi hambatan aksesibilitas     bagi penyandang disabilitas netra.
Jati Diri Orang Sunda dalam Mitos Ciung Wanara: Pendekatan Strukturalisme Levi-Strauss Enung Nurhayati; Ika Mustika; Riana Dwi Lestari; Suhud Aryana; Lilik Herawati; Muhamad Haryanto
Aksara Vol 35, No 1 (2023): AKSARA, EDISI JUNI 2023
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v35i1.1051.74--93

Abstract

This research examines the identity of the Sundanese people contained in the Ciung Wanara (CW) myth. The research method uses the Levi-Strauss structuralism approach, which is assumed to be able to interpret myths comprehensively through innate discoveries which are the meeting point between surface and deep structure. The stages of research were carried out in several locations, namely (1) the search for Ciung Wanara data was divided into episodes and units; (2) synchronous and diachronic series were made to find the surface structure; (3) looking for a deep structure with a binary opposition path; and (4) innate discovery. The results showed that there were 17 episodes and 49 units. From the synchronic and diachronic tables for my theme, five triangular patterns were found, namely the queen's triangle pattern, the Supreme triangle pattern, the parents' triangle pattern, the life triangle pattern, the natural triangle pattern, and also found the Sundanese political triad. The most dominant pattern is contained in the Ciung Wanara myth, namely the triangular way of life, patterns of thinking, patterns of behavior, and patterns of action which are the identity of the Sundanese people and the application of the triad of Sundanese Politica (silih asih, silih asah, and silih asuh). AbstrakPenelitian ini mengkaji jati diri orang Sunda yang terdapat dalam mitos Ciung Wanara (CW). Penelitian menunjukkan model logis orang Sunda mengatasi konflik atau kontradiksi yang terjadi di antara mereka. Metode penelitian menggunakan pendekatan strukturalisme Levi-Strauss yang diasumsikan dapat memaknai mitos secara komprehensif melalui penemuan innate yang merupakan titik temu antara surface dan deep structure. Tahapan penelitiannya, yaitu (1) pencarian data CW dibagi dalam episode dan unit; (2) dibuat deret sinkronis dan diakronis untuk menemukan surface structure; (3) dicari deep structure dengan jalan oposisi biner; dan (4) penemuan innate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 17 episode dan 49 unit. Dari hasil penyusunan tabel sinkronis dan diakronis untuk mytheme ditemukan lima pola segitiga, yaitu pola segitiga permaisuri, pola segitiga Mahatinggi, pola segitiga orang tua, pola segitiga kehidupan, pola segitiga alam, dan ditemukan pula trias politika Sunda. Pola yang paling dominan terdapat dalam mitos CW, yaitu pola segitiga kehidupan, pola berpikir, pola bersikap, dan pola bertindak yang menjadi kekhasan jati diri orang Sunda, serta penerapan dari trias politika Sunda (silih asih, silih asah, dan silih asuh).
Co-Authors Abdul Azis Muslim Ade Tina Adinda Zathnani Hikmah Aditya Permana AGUS PRIYANTO Agus Priyanto Ai Siti Atikah Alfa Mitri Suhara Alfitria Nurinsyira Resta Anita Nurfitriany Annisa Ul Azmi aqilla fadhia raihan Ardian Renata Manuardi Asep Tian Dwi Cahya astriani indah pratiwi Aurelia Sakti Yani aurelia saktiyani Beni Heriyanto Dede Endang Mascita Desi Kusumah Destiani Sagita Devy Sekar Ayu Ningrum Dida Firmansyah Elfiana Martyassasi Emi Rosmiati enden putri kusumawaty Endri Luki Fauzi Erlin Varlina Rahayu Eti Rohaeti, Euis Farhah Salsabil Yumna farhan refiandika Fatimah Insanul Hakim Fatimah, Siti Fauziya, Diena San Heni Agustina Heri Isnaeni Heris Hendriana Hilmi Luthfiyani Iis Islamiah Ika Setiawati Ina Katerina Indra Permana Irma Charlin Oktaviani Jajang Munandar Junianto Junianto Kalellyna Meylawati Wijaya Latifah, Rahma Meutia Lestari Purwanigsih Lia Yuliantini Lilik Herawati Mahardika, Reka Yuda Mallma Fatimah Al Tanjung Mauliyah Ummah Mekar Ismayani, Mekar Mochamad Supriyadi Muhamad Alfaridzi Muhamad Anwar Latif Muhamad Haryanto Muhamad Zamaludin Muhammad Dani Setia Nurilahi N Tatat Hernawati Neneng Ulfatul Hasanah Niar Yusmaniar Nina Rosalina Nita Hermiyati Nur Resta Meilasari Nuraeni Maulida Azizah Nurhayati, Enung Peri Setiawan Pitriah Maesaroh Rahma Tiara Iswandi Rahmat Widayat Reka Yudamahardika Reny Romantiwi Resti Fauziah Restu Bias Primandhika Restu Bias Primandika Riana Dwi Lestari Riana Lestari Rika Agustina Rika Eliyana Rima Sintia Rini Meilani Riska Rahayu Risna Rosida Santi Susanti Saripah, Tuti Sary Sukawati Selviani Meida Putri Sena Junjunan Siti Mariah Siti Mariati Sofhie Suhartini Stiyanti, Dela Wahyu Sudrajat, Rochmat Tri Suharso Suharso suherman suherman Suhud Aryana Supriatna, Ecep susi hardianti Susilawati, Setya Syaniah Nurhalimah Tika Nurhayati Tita Rosita Titi Hayati Wanti Kurniasih Wanti Wahyuni Wasi'ah, Dede widia agustina Wikanengsih, Wikanengsih Wiwin Yuliani Wuni Nurfauziah Yani Suryani Yayu Agustiani Yeni Rostikawati Yeni Safitri Yenti Sulistian yogaputra Nur Pratama