Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Performance Analysis of Aviobridges in the Context of Improving Services and Revenue at I Gusti Ngurah Rai International Airport, Bali: Analisis Performansi Aviobridge Dalam Rangka Peningkatan Pelayanan dan Pendapatan di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali I Gede Ananda Mahendra Putra; Dwi Afrianto; Ika Endrawijaya
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 9 No. 3 (2025): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid growth of air transportation highlights the critical importance of airport infrastructure management, especially in supporting facilities such as aviobridges. I Gusti Ngurah Rai International Airport in Bali, as Indonesia's primary tourism gateway, requires optimal facility management to enhance passenger comfort and increase airport revenue. This study aims to analyze aviobridge performance in relation to passenger service quality and its contribution to airport income. A descriptive qualitative method was applied through observation, interviews, and documentation focusing on usage frequency, maintenance conditions, and financial contribution of aviobridges. The results show a very high usage frequency with uneven distribution among units, technical disruptions affecting service quality, and maintenance schedules misaligned with flight peak hours. Besides supporting passenger convenience, aviobridges also play a strategic role in boosting airport aeronautical revenues. The findings underline the need to improve aviobridge operational management through unit rotation arrangements, maintenance schedule adjustments, and optimization of commercial functions. Effective aviobridge management has the potential to enhance service quality while sustainably increasing airport revenues.
PELATIHAN SAFETY AND SECURITY AWARENESS BAGI MASYARAKAT DI SEKITAR BANDAR UDARA INTERNASIONAL MINANGKABAU PADANG Dwi Afriyanto; Agustono Agustono; Agoes Soebagio; Elfi Amir; Ika Endrawijaya; Hemi Pamuraharjo; Wahyudono Wahyudono; Ayu Kumala P
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37422

Abstract

Kesadaran akan keselamatan dan keamanan di sekitar Bandar Udara Internasional Minangkabau Padang yang masih rendah berpotensi menimbulkan risiko insiden dan pelanggaran keamanan yang dapat membahayakan penumpang, karyawan, dan fasilitas bandara. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran melalui pelatihan Safety and Security Awareness yang komprehensif. Materi pelatihan mencakup pemahaman tentang bahaya layang-layang, drone, dan laser serta keamanan siber dan ancaman bom, yang disampaikan melalui serangkaian sesi presentasi, diskusi, dan demonstrasi praktis guna memastikan pemahaman yang mendalam oleh peserta. Dengan pelatihan ini, diharapkan kesadaran dan pemahaman akan protokol keselamatan dan keamanan penerbangan akan meningkat secara signifikan, sehingga mampu mengurangi risiko insiden dan melindungi fasilitas bandara. Dengan demikian, tingkat keamanan dan kelancaran operasional di Bandara Internasional Minangkabau Padang dapat ditingkatkan, menciptakan lingkungan yang lebih aman dan terjamin bagi penumpang, karyawan, dan masyarakat umum.
NOTAM ASHTAM AND SNOWTAM PROCEDURE FOR AIR TRAFFIC SERVICES PERSONNEL Elfi Amir; Endang Sugih Arti; Dini Wagini; Rini Sadiatmi; Togi Adnan Maruli; Mochamad Faisal Muzaki; Novita Ayu Permatasari; Ika Endrawijaya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38203

Abstract

Pelayanan Informasi Aeronautika (AIS) adalah sistem yang memberikan informasi penting untuk keperluan penerbangan, melibatkan aspek-aspek seperti kondisi bandara, rute penerbangan, pemeliharaan fasilitas, dan lainnya. Penerbitan Notice to Airmen (Notam), Ashtam, Snowtam merupakan bagian integral dari AIS, memberikan informasi resmi tentang perubahan fasilitas, pemeliharaan, dan navigasi. yang memberikan informasi mengenai perubahan aktifitas gunung berapi, erupsi dan awan debu gunung berapi yang dapat berpengaruh terhadap pengoperasian pesawat udara. memberikan laporan kondisi permukaan yang memberitahukan ada atau berhentinya kondisi berbahaya akibat salju, es, lumpur, embun beku, genangan air atau air yang terkait dengan salju, lumpur, es atau embun beku di area pergerakan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dimaksudkan untuk memberikan penyegaran ilmu Notam,  Ashtam dan Snowtam kepada personel Air Traffic Services (ATS) di Lanud Atang Sendjaja Bogor, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keselamatan penerbangan, mengenai perubahan fasilitas, pemeliharaan dan navigasi serta aturan-aturan terbaru  yang berlaku untuk kepentingan  pelayanan Aeronautika Information Service.
Evaluasi Perkerasan Pada Landas Pacu Berdasarkan Pavement Condition Index dan Pengujian Daya Dukung Perkerasan(Studi Kasus : Bandar Udara Budiarto – Curug) Ika Endrawijaya; Wahyu Dwi Agustini; Risqi Wahyu Jati Utama
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i1.65

Abstract

Bandar Udara Budiarto memiliki runway, taxiway, dan apron dengan perkerasan lentur (flexible) dan PCN 37 F/C/X/T. Perkerasan lentur bersifat elastis, dalam hal ini aspal, sementara perkerasan rigid menggunakan beton dan memiliki sifat yang lebih kaku. Dengan peningkatan pergerakan pesawat, evaluasi kondisi perkerasan runway menggunakan Pavement Condition Index (PCI) diperlukan untuk menentukan tingkat kondisi permukaan perkerasan. PCI adalah pengujian visual yang membantu dalam pemeliharaan dan perbaikan perkerasan jika diperlukan. Hasil dari survey PCI Runway 12-30 di Bandar Udara Budiarto bernilai sebesar 99.10 termasuk dalam kategori “baik”, menunjukkan bahwa permukaan perkerasan runway masih dalam kondisi baik secara fungsional. Serta dalam pengujian menggunakan peralatan Super Heavy Weight Deflectometer (HWD) pada Runway 12-30 di Bandar Udara Budiarto yang memperoleh data defleksi secara keseluruhan pada centerline, tiga meter sisi kiri dan tiga meter sisi kanan landas pacu sehingga dapat melakukan evaluasi yang memperoleh data Radius of Curvature (RoC), Base Layer Index (BLI), Middle Layer Index (MLI) dan Lower Layer Index (LLI). Sehingga dari data Pavement Condition Index, Radius of Curvature (RoC), Base Layer Index (BLI), Middle Layer Index (MLI) dan Lower Layer Index (LLI) dapat diperoleh Rekomendasi penanganan pada landas pacu Budiarto yaitu “Pemeliharaan Rutin dan Rehab Mayor pada titik tertentu”  
Analisis Ancaman Keamanan Bandar Udara pada Pengendalian Jalan Masuk (Access Control) Akibat Ketiadaan PAS Kendaraan di Sisi Udara Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Komodo Ketut Teja Prabawa P; Kardi; Ika Endrawijaya
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.8923

Abstract

Bandar udara sebagai objek vital nasional mewajibkan penerapan pengendalian jalan masuk (access control) ke Daerah Keamanan Terbatas (DKT) melalui kepemilikan Pas Bandar Udara Kendaraan. Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Komodo belum menerapkan pas kendaraan bagi kendaraan operasional di sisi udara, sehingga pemeriksaan di pos access control masih dilakukan secara manual. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan prosedur pengendalian jalan masuk kendaraan serta menganalisis dampak ketiadaan pas kendaraan terhadap ancaman keamanan bandara, serta merumuskan upaya mitigasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan pas kendaraan secara signifikan menurunkan efektivitas tindakan profiling akibat timbulnya familiarity bias oleh petugas Aviation Security (Avsec). Hal ini juga menyebabkan hambatan pemeriksaan di security checkpoint, meningkatkan potensi resiko penyusupan (illegal entry), sabotase, penyeludupan barang berbahaya, dan risiko tabrakan serta foreign object debris (FOD). Kondisi ini juga menjadi temuan audit berstatus Open oleh Otoritas Bandar Udara Wilayah IV. Penelitian ini merekomendasikan penertiban parkir kendaraan pribadi, pendataan kendaraan terotorisasi, pengetatan prosedur dan pendampingan kendaraan eksternal, serta percepatan koordinasi penerbitan pas bandar udara sesuai regulasi regulasi UU Nomor 1 Tahun 2009, PM 33 Tahun 2015 jo PM 167 Tahun 2015, dan KM 39 Tahun 2024.
Pengaruh Pemahaman Penumpang tentang Barang Bawaan yang Dilarang terhadap Keamanan Penerbangan di Bandar Udara Kualanamu Inri Desniti Nuggetty Butar Butar; Sundoro; Ika Endrawijaya
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.8931

Abstract

Aturan barang dilarang (prohibited items) sangat krusial bagi keamanan penerbangan. Di Bandar Udara Internasional Kualanamu, tercatat 9.648 barang disita selama tahun 2025, yang mengindikasikan rendahnya pemahaman penumpang. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pemahaman penumpang dan pengaruhnya terhadap keamanan penerbangan di Bandar Udara Internasional Kualanamu. Menggunakan metode kuantitatif korelasional, data dikumpulkan dari 100 responden (rumus Slovin) melalui kuesioner dan observasi, lalu dianalisis dengan persamaan regresi linear sederhana Y= -2,857+1,058X . Hasil menunjukkan pemahaman penumpang berada pada kategori kurang baik. Analisis korelasi menghasilkan koefisien korelasi (r) 0,934 dan koefisien determinasi (r²) sebesar 87,3%, serta uji t menunjukkan pengaruh positif dan signifikan (t hitung 25,981 > t tabel 1,660; sig 0,000). Disimpulkan bahwa pemahaman penumpang berpengaruh sangat kuat terhadap keamanan penerbangan. Implikasinya, pengelola bandara perlu mengoptimalkan sosialisasi melalui infografis digital dan media interaktif di area strategis seperti check-in counter untuk meningkatkan pemahaman teknis penumpang.
Kajian Penempatan dan Konten Media Informasi Mengenai Barang – Barang Dilarang (Prohibited Items) Terhadap Kepatuhan Penumpang Domestik di Bandar Udara Internasional Yogyakarta Ida Ayu Made Dewi Madusedani; Kardi; Ika Endrawijaya
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.8946

Abstract

Bandar Udara Internasional Yogyakarta memiliki volume penumpang domestik yang relatif tinggi, sehingga kepatuhan penumpang terhadap ketentuan barang – barang dilarang (prohibited items) menjadi penting untuk diperhatikan. Berdasarkan data penemuan prohibited items periode Oktober 2025 – Maret 2026, tercatat 6.563 item barang yang disita, yang mengindikasikan perlunya perhatian terhadap ketaatan penumpang meskipun media informasi digital telah disediakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penempatan dan konten media informasi mengenai prohibited items dan pengaruhnya terhadap kepatuhan penumpang domestik di Bandar Udara Internasional Yogyakarta. Menggunakan metode kuantitatif korelasional, data dikumpulkan dari 100 responden (rumus Slovin) melalui probability sampling, lalu dianalisis dengan persamaan regresi linear sederhana Y=5,872+0,516X. Hasil menunjukkan penempatan dan konten media informasi berada pada kategori kurang baik. Analisis korelasi menghasilkan koefisien korelasi (r) 0,931 dan koefisien determinasi ( ) sebesar 86,6%, serta uji t menunjukkan pengaruh positif dan signifikan (t hitung 25,172 > t tabel 1,654; sig 0,000). Disimpulkan bahwa penempatan dan konten media informasi berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan penumpang domestik. Implikasinya, pengelola bandara perlu mengoptimalkan penempatan media informasi di area strategis serta memperjelas visualisasi konten agar dapat meningkatkan kepatuhan penumpang secara efektif.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN AVIOBRIDGE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN MAROS Harsya Febbraio Setiawan; Kardi Kardi; Ika Endrawijaya
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 3 (2026): Inpress Vol. 9 No. 3 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i3.61526

Abstract

Optimalisasi pemanfaatan fasilitas bandar udara menjadi isu strategis seiring meningkatnya tuntutan efisiensi operasional dan diversifikasi sumber pendapatan non aeronautika. Meskipun aviobridge berperan penting dalam meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi proses boarding serta deboarding penumpang, tingkat pemanfaatannya di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Maros belum optimal sehingga berpotensi mengurangi peluang peningkatan pendapatan bandar udara. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pemanfaatan aviobridge, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penggunaannya, serta merumuskan strategi optimalisasi untuk meningkatkan pendapatan bandar udara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang didukung analisis kuantitatif sederhana. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dokumentasi, dan analisis data operasional tahun 2025 yang melibatkan unit Apron Movement Control, operator aviobridge, ground handling, maskapai, data entry officer, dan unit komersial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan aviobridge mencapai 64,77% atau 48.503 penggunaan dari 74.881 pergerakan pesawat, dengan estimasi pendapatan aktual sebesar Rp21,83 miliar dan potensi pendapatan maksimal mencapai Rp33,70 miliar. Pemanfaatan aviobridge dipengaruhi oleh pengaturan gate dan parking stand, penggunaan remote stand, turn around time, biaya layanan, kesiapan operator, serta koordinasi antar stakeholder. Penelitian ini memberikan implikasi praktis berupa rekomendasi optimalisasi pengelolaan aviobridge berbasis data operasional, peningkatan koordinasi, evaluasi kebijakan tarif, dan pengelolaan fasilitas yang lebih efektif untuk mendukung peningkatan pelayanan penumpang dan pendapatan bandar udara.