Claim Missing Document
Check
Articles

Skrining Fitokimia dan Evaluasi Antioksidan serta Antibakteri Ekstrak Mangrove Asal Pantai Lampu Satu Nuskiya, Amila; Pringgenies, Delianis; Trianto, Agus
Jurnal Kelautan Tropis Vol 28, No 3 (2025): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v28i3.29937

Abstract

The mangrove ecosystem is characterized by high biodiversity and the production of various secondary metabolites with potential bioactive properties, making it a promising source of natural cosmetic ingredients. Phytochemical screening was carried out to detect the present of tannins, saponins, steroids, alkaloids, and flavonoids. Antibacterial activity was evaluated using disc diffusion method, while antioxidant activity was assessed through the DPPH assay. Seven species were identified in this study, namely Exoecaria agallocha, Laguncularia racemosa, Nypa fructicans, Bruguiera cylindrical, Amyema anisomeres, Ipomoea pes-caprae, and Acrostichum aureum. Phytochemical analysis revealed that saponins and tannins were present in most species, whereas alkaloids and flavonoids were specific to certain taxa. None of the tested extracts exhibited antibacterial activity against Eschericia coli. Antioxidant evaluation showed that Acrostichum aureum exhibited very strong activity (IC50 = 38,3 ppm), while Ipomoea pes-caprae and Laguncularia racemosa demonstrated strong antioxidant potential, and the remaining species ranged from weak to very weak activity. These findings indicate considerable variation in secondary metabolite composition and antioxidant capacity among mangrove species from Merauke, and suggest that Acrostichum aureum could serve as a promising natural source of antioxidants for the development of plant-based cosmetic formulations. Ekosistem mangrove memiliki keanekaragaman hayati tinggi dan menghasilkan berbagai metabolit sekunder dengan potensi bioaktif, menjadikannya sumber yang menjanjikan untuk bahan kosmetik alami. Uji fitokimia yang dilakukan adalah uji tanin, saponin, steroid, alkaloid dan flavonoid. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram serta uji antioksidan dengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 spesies yang teridentifikasi meliputi Excoecaria agallocha, Laguncularia racemosa, Nypa fruticans, Bruguiera cylindrica, Amyema anisomeres, Ipomoea pes-caprae, dan Acrostichum aureum. Analisis fitokimia memperlihatkan bahwa saponin dan tanin banyak ditemukan pada sebagian besar spesies, sedangkan alkaloid dan flavonoid bersifat spesifik pada jenis tertentu. Seluruh spesies yang diuji tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap E. coli. Evaluasi antioksidan menunjukkan bahwa Acrostichum aureum memiliki aktivitas sangat kuat (IC₅₀ = 38,3 ppm), sementara Ipomoea pes-caprae dan Laguncularia racemosa menunjukkan aktivitas antioksidan kuat, dan spesies lainnya berkisar dari lemah hingga sangat lemah. Hasil ini menunjukkan adanya variasi kandungan metabolit sekunder dan kapasitas antioksidan antarspesies mangrove asal Merauke, serta mengindikasikan bahwa Acrostichum aureum berpotensi menjadi sumber antioksidan alami untuk pengembangan kosmetik berbasis bahan alam.
Eksplorasi Kegunaan Medis Ekstrak Daun Mangrove Acanthus ilicifolius Sebagai Antibakteri Risma Pratiwi; Delianis Pringgenies; Sri Sedjati
Journal of Marine Research Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i1.49119

Abstract

Resistensi bakteri terhadap antibiotik dan dampak dari sifat resistensi tersebut menjadi sebuah masalah yang dihadapi, sehingga diperlukan upaya berkelanjutan untuk terus mencari alternatif antibiotik baru yang berasal dari bahan alam, tak terkecuali tumbuhan mangrove. Ekstrak daun mangrove diketahui menunjukkan aktivitas terhadap berbagai strain bakteri. Keberadaan mangrove Acanthus ilicifolius yang melimpah di ekosistem mangrove membuka peluang besar untuk eksplorasi metabolit yang berpotensi sebagai agen antibakteri alami. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu ekstraksi, evaporasi, skrining fitokimia, dan uji aktivitas antibakteri. Ekstrak daun Acanthus ilicifolius diketahui positif mengandung alkaloid, tanin, steroid, saponin, dan flavonoid. Ekstrak daun juga memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri E. coli dan S. aureus yang dilihat dari zona bening yang terbentuk disekitar kertas cakram. Bacterial resistance to antibiotics and the impact of this resistance are problems that are being faced, so ongoing efforts are needed to look for new antibiotic alternatives derived from natural ingredients, including mangrove plants. Mangrove leaf extract is known to show activity against various bacterial strains. The abundant presence of Acanthus ilicifolius mangroves in mangrove ecosystems opens up great opportunities for the exploration of metabolites that have the potential to act as natural antibacterial agents. This research was carried out through several stages, extraction, evaporation, phytochemical screening, and antibacterial activity test. Acanthus ilicifolius leaf extract is known to contain alkaloids, tannins, steroids, saponins, and flavonoids. Leaf extract also has antibacterial activity against E. coli and S. aureus bacteria as seen from the clear zone that forms around the paper disc.
Kandungan Logam Berat Pb dan Cd dalam Sedimen di Pantai Trimulyo dan Pantai Tirang, Semarang Dinda Rizky Ayu Maulina; Delianis Pringgenies; Dwi Haryanti
Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i1.35038

Abstract

Kandungan timbal (Pb) dan kadmium (Cd) di sedimen sebagian berasal dari limbah industri yang masuk ke perairan dan terakumulasi di muara sungai. Pantai Trimulyo berada di pesisir Semarang, dekat dengan Kawasan Industri Terboyo yang berpotensi membuang limbah logam berat ke peraian. Pantai Tirang juga berpotensi tercemar limbah logam berat dari industri di Kecamatan Tugu yang masuk ke aliran Sungai Tapak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam Pb dan Cd pada sedimen di Pantai Trimulyo dan Pantai Tirang. Penelitian dilakukan dengan metode survei eksploratif dan penentuan lokasi pengamatan dengan metode purposive sampling. Sampel sedimen diambil sebanyak 3 kali pengulangan disetiap lokasi dengan sediment core. Sampel sedimen dianalisis di Laboratorium BBTPPI Semarang menggunakan alat Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) untuk menentukan kadar logam Pb dan Cd dalam sedimen. Hasil analisis kandungan logam Pb dalam sedimen menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat tertinggi ditemukan di Pantai Tirang sebesar 49,16 mg/kg dan Pantai Trimulyo memiliki kandungan Pb tertinggi 23,78 mg/kg. Hasil analisis kandungan logam Cd dalam sedimen di Pantai Trimulyo dan Pantai Tirang sebesar >0,050 mg/kg. Pengukuran parameter lingkungan (suhu, salinitas, pH, DO, kecepatan arus dan kecerahan perairan) secara in situ menunjukkan konstribusi terhadap kandungan logam berat pada sedimen. Secara keseluruhan, kandungan logam berat Cd pada sedimen di setiap lokasi penelitian tidak melebihi baku mutu, sedangkan kandungan logam berat pada sedimen yang melebihi atau mendekati baku mutu yaitu logam berat timbal.  The sediments contain lead (Pb) and cadmium (Cd) from industrial waste were often found to enter nearby waters and accumulates at river mouths. Trimulyo Beach is adjacent to the Terboyo Industrial Estate on Semarang's coast, which has the potential to dump heavy metal waste into the waters. Heavy metal waste from industry in Tugu District that enters the Tapak River might also pollute Tirang Beach. The aim of the study is to determine the Pb and Cd content of sediments at Trimulyo and Tirang beaches. The research was conducted by using an exploratory survey method, and the research site was determined using a purposive sampling method. Using the sediment core, sediment samples were taken three times in each location. The levels of Pb and Cd metals in sediment samples were analysed using an Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) at the Semarang BBTPPI Laboratory. The analysis of the metal content of Pb in the sediment showed that Tirang Beach had the highest concentration of heavy metal at 49.16 mg/kg, and Trimulyo Beach had the highest Pb content at 23.78 mg/kg. The results showed that the Cd metal content in sediments at Trimulyo Beach and Tirang Beach was >0.050 mg/kg. Environmental parameters measured in situ (temperature, salinity, pH, DO, current velocity, and water clarity) made a contribution to the heavy metal content in the sediment. Overall, the heavy metal content of Cd in the sediment at each research location did not exceed the quality standard, while the lead heavy metal exceeded or approached the quality standard.
Analisis Senyawa Hasil Fermentasi Pakan Udang Menggunakan Isolat Kapang Endofit Mangrove Raditya Paksi Indrawatara; Agus Trianto; Delianis Pringgenies
Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i1.43151

Abstract

Fermentasi adalah teknik pengolahan pakan berfungsi untuk meningkatkan senyawa bioaktif dan menghilangkan faktor anti nutrisi di dalam pakan. Tujuan penilitian ini untuk mengetahui kandidat kapang yang berpotensi dalam proses fermentasi pakan udang dan mengetahui jenis atau perbedaan golongan senyawa yang dihasilkan dari setiap hasil fermentasi dengan menggunakan isolat yang berbeda. Isolat kapang didapatkan dari koleksi kapang Marine Natural Product, Unit Pelaksanaan Teknis Laboratorium Terpadu Universitas Diponegoro. Kultur massal dan cair dilakukan mengunakan media Potato Dextrose Agar  (PDA) dan Potato Dextrose Broth (PDB) Fermentasi pakan udang dilakukan dengan 4 perlakuan berbeda, yaitu: kontrol, fermentasi menggunakan isolat Fusarium equiseti, fermentasi menggunakan isolat Pestalotiopsis microspora dan fermentasi konsorsium. Maserasi dilakukan selama 3x24 jam dengan pelarut etil asetat dan methanol. Uji Liquid Chromatography Tandem-Mass Spectrometry (LC-MS) dilakukan untuk screening senyawa yang dihasilkan. Hasil kultur massal dan kultur cair dari masing-masing isolat kapang tumbuh baik pada semua jenis media tanam. Hasil fermentasi menggunakan isolat-isolat kapang menunjukan perbedaan tekstur dan warna pada pakan. Hasil kromatogram menunjukkan perlakuan fermentasi mampu mereduksi kandungan dalam pakan dengan berkurangnya intensitas pada peak dengan Rt {(9.37) - (10.80)} dari setiap variabel fermentasi pakan. Kemunculan senyawa baru yang dihasilkan dari proses fermentasi ditunjukkan pada kromatogram setiap variabel fermentasi pakan pada peak dengan Rt {(4.95) - (6.78)}. Penurunan intensitas kandungan selulosa dan protein pakan udang terbaik ditunjukkan oleh perlakuan fermentasi pakan menggunakan isolat Pestalotiopsis microspora (19-MSR-B3-5).
Eksplorasi Potensi Bakteri Asosiasi Polymesoda erosa Sebagai Sumber Antibakteri dan Enzim untuk Bioindustri Sayyidatur Rahma; Delianis Pringgenies; Wilis Ari Setyati
Jurnal Kelautan Tropis Vol 29, No 1 (2026): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v29i1.29710

Abstract

The bivalve Polymesoda erosa is known to harbor symbiotic bacteria that potentially produce secondary metabolites and extracellular enzymes with applications in health and bioindustry. This study aimed to: (1) characterize bacterial isolates associated with P. erosa from Semarang waters, and examine the enzymatic activity of potential isolates.. The research methods included bacterial isolation and purification using Nutrient Agar (NA), colony morphology characterization and Gram staining, antibacterial activity testing using the agar plug method against Escherichia coli and Staphylococcus aureus, and enzymatic assays (protease, amylase, lipase) on selective media. Selected isolates were further identified molecularly through 16S rRNA gene sequencing, BLAST analysis via NCBI, and phylogenetic tree construction. The results revealed five bacterial isolates with distinct morphological characteristics. Most isolates were Gram-positive with coccus, diplobacilli, and staphylococci forms. One isolate, B1.5.1 (a2), showed antibacterial activity against S. aureus. Enzymatic assays demonstrated that three isolates exhibited proteolytic, amylolytic, and lipolytic activities, with the highest activity recorded in isolate B1.5.1 (a2). Molecular identification confirmed that this isolate belonged to Enterobacter cloacae (100% homolog. In conclusion, the symbiotic bacteria of P. erosa exhibit diversity and possess significant potential as producers of antibacterial compounds and extracellular enzymes, highlighting their prospective role in sustainable bioindustry development.
Korelasi Kandungan Fitokimia dengan Kondisi Lingkungan pada Ekstrak Bivalvia dan Gastropoda Asal Perairan Semarang Sauwa Khusna Salsabilla; Delianis Pringgenies; Agus Sabdono
Journal of Marine Research Vol 15, No 2 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i2.54045

Abstract

Metabolit sekunder pada moluska mangrove berperan penting dalam adaptasi terhadap kondisi lingkungan ekstrem dan memiliki potensi bioaktif yang signifikan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi kandungan fitokimia pada tiga spesies moluska dari perairan mangrove Mangkang, Semarang, yakni Polymesoda erosa, Cerithidea obtusa, dan Cassidula aurisfelis, serta menganalisis korelasinya dengan kondisi lingkungan. Sampel diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 96% dan diuji fitokimia secara kualitatif meliputi alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, dan fenolik. Parameter lingkungan yang diukur meliputi suhu(28°C), pH (7), dan salinitas (31 ppt) saat musim kemarau. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ketiga spesies positif mengandung alkaloid (pereaksi Wagner dan Dragendorff). P. erosa memiliki profil metabolit lebih lengkap dengan adanya alkaloid, saponin, dan steroid, C. aurisfelis mengandung alkaloid dan saponin, sedangkan C. obtusa hanya mengandung alkaloid. Flavanoid dan enolik tidak terdeteksi pada semua spesies. Perbedaan komposisi metabolit sekunder antar spesies mencerminkan strategi adaptasi yang berbeda terhadap tekanan lingkungan mangrove dengan salinitas tinggi dan substrat kaya bahan organik. Penelitian ini memberikan data dasar mengenai potensi bioaktif moluska lokal yang dapat dikembangkan untuk aplikasi farmasetikal dan nutrasetikal berbasis sumber daya hayati laut Indonesia. Secondary metabolites in mangrove mollusks play an important role in adaptation to extreme environmental conditions and possess significant bioactive potential. This study aimed to identify phytochemical content in three mollusk species from mangrove waters of Mangkang, Semarang, namely Polymesoda erosa (bivalvia), Cerithidea obtusa, and Cassidula aurisfelis (gastropoda), and analyze their correlation with environmental conditions. Samples were extracted using maceration method with 96% ethanol and qualitatively tested for phytochemicals including alkaloids, flavonoids, saponins, steroids, and phenolics. Environmental parameters measured included temperature (28°C), pH (7), and salinity (31 ppt) on muddy substrate during dry season. Phytochemical test results showed that all three species tested positive for alkaloids (Wagner and Dragendorff reagents). P. erosa exhibited the most complete metabolite profile containing alkaloids, saponins, and steroids. C. aurisfelis contained alkaloids and saponins, while C. obtusa contained only alkaloids. Flavonoids and phenolics were not detected in all species. The differences in secondary metabolite composition among species reflect distinct adaptation strategies to mangrove environmental pressures with high salinity and organic-rich substrate. This study provides baseline data on the bioactive potential of local mollusks that can be developed for pharmaceutical and nutraceutical applications based on Indonesian marine biological resources.
Co-Authors Adi Santoso Adityo Harmawan Adityo Harmawan Agung Sudaryono Agus Hartoko Agus Sabdono Agus Trianto Agus Trianto Aiyen Tjoa Alfi Satriadi Alfin Anggraeni Ali Djunaedi Ali Ridho Ali Ridho Ali Ridho Ali Ridlo Ambariyanto Ambariyanto Amelia C. Anggelina Angelina Ferawaty Siregar Angelina Ferawaty Siregar Angelina, Amelia Cahya Anggelina, Amelia Cahya Anggi Setiabudi Aninditia Sabdaningsih Aninditia Sabdaningsih Anita Dwi Kartika Annisa Rhamadany Anuwat Nateewathana Ari Setyati , Wilis Arief Dwi Kurniawan Ariyanto, Dafit Ariyanto Avigail, Yolanda Bunjamin Dharma Chrisna Adhi Suryono Dafit Ariyanto Dewi, Lutfianna Fatma Diah Ayu Mustofa Diah Tri OktaviyantI Dinda Richa Kumarahaqi Dinda Rizky Ayu Maulina Dinny Anjang Sari Dolorosa, Roger G. Dony Bayu Putra Pamungkas Dwi Haryanti Dwi Haryanti, Dwi Dwicahyo Setiyo Wibowo Edi Setiyono Eko Nurcahya Dewi Endah Sari Endang Sri Susilo Endang Sri Susilo Ervia Yudiati Ervia Yudiati Esti Rudiana Eunike Noviana Pranoto Evi Lutfiyani Fadhliyah Idris Fahmi Rizal Gaol, Josua Gabriel Lumban Girsang, Putri Hutari Gunawan Widi Santosa Gunawan Widi Santosa Hadi Endrawati Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Hanif, Marwa Irfan Haydar, Haydar Ali Yahya Hendrayana Hendrayana Hilda Ayu Aprilia Hilda Ayu Aprilia Idris, Riyada Iin Putriyani Indrawan , Ahmad Faras Irwani Irwani Ita Riniatsih Jelita Rahma Hidayati Kartika Dewi Koichiro Awai Lumban Gaol, Josua Gabriel Lutfianna Fatma Dewi Ma'ruf, Widodo Farid Masnah Jumiati Maulina, Dinda Rizky Ayu Mijil Ciptaning Dananjoyo Monika, Rika Muhammad Fatoni Muhammad S. Bahry Muhammad Syaifudien Bahry Muhammad Zainuddin Muhammad Zainuddin Muhammad Zainuddin Mujiyanto Mujiyanto Mukti K. Diana Putri Mukti K. Diana Putri Mustofa, Diah Ayu Nerva Sembiring Ni'mah, Ulin Nur Taufiq Nur Taufiq S.P.J. Nur Taufiq Syamsudin Putra Jaya Taufiq Syamsudin Putra Jaya Nuraini , Ria Azizah Tri Nurul Fitrah Hasanah Nurul Fitrah Hasanah Nuskiya, Amila Ocky Karna Radjasa Ocky Karna Radjasa Ocky Karna Radjasa Pasaribu, Roberto Patar Person Pesona Renta Pranoto, Aris Kabul Putri Hutari Girsang Putri, Dear Berliana Putut Har Riyadi Raditya Paksi Indrawatara Retno Hartati Rhamadany, Annisa Ria Azizah Ria Azizah T.N. Ria Azizah Tri Nuraeni Ria Azizah Tri Nuraini Richardus Mahatmada Indrajati Rignolda Djamaludin Rika Monika Rini Pramesti Rini Widiyadmi Rini Widyadmi Risma Pratiwi Rudhi Pribadi Ryandha Idris Sakti Imam Muchlissin Salsabilla, Sauwa Khusna Sari Budi Moria Sarif, Fina Saffuteri Sauwa Khusna Salsabilla Sayyidatur Rahma Setiyorini, Alin Setyati , Wilis Ari Sibero, Mada T Siti Aisyah Siti Rudiyanti Sri Lintang Artono Sri Redjeki Sri Redjeki Sri Sedjati Sri Sejati Sri Yulina Wulandari Stevy Imelda Murniati Wodi Subagiyo Subagiyo Suryani, Askiya Intan Tatas H.P. Brotosudarmo Tedi Septiadi Tri Adi Nugroho Ucu Yanu Arbi Ulfah Rahmayani Ulin Ni'mah Vicencius Hendra Adhari Vincent Theodorus Siringoringo Vivi Endar Herawati Wahyudi, Dimas Waluyo, Anasri Widayat, Barra Muzaffar Widianingsih Widianingsih Wijaya, Patria Ami Wijayanti, Diah P. Wilis Ari Setyati Wilis Ari Setyati Yolanda Avigail Zaenal Arifin Zaenal Arifin Zaneb M. Ben Mansur