Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Instruktur Dalam Pelatihan Tari Gambyong Pareanom di Sanggar Tari Candra Kirana Elmi Mufida; Widya Nusantara
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan pelatihan tari tradisional sangat dipengaruhi oleh peran instruktur dalam memfasilitasi proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis peran instruktur sebagai fasilitator pembelajaran dalam pelatihan Tari Gambyong Pareanom di Sanggar Tari Candra Kirana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas instruktur tari, pengelola sanggar, dan peserta didik aktif yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instruktur berperan sebagai fasilitator pembelajaran melalui demonstrasi gerakan secara langsung, latihan bertahap, pengulangan gerakan, koreksi teknis, pengaturan tempo latihan, serta pemberian motivasi kepada peserta didik. Instruktur juga menyesuaikan strategi pembelajaran berdasarkan kemampuan dan kebutuhan peserta. Faktor pendukung pelaksanaan peran instruktur meliputi kompetensi instruktur, pengalaman mengajar, fasilitas pelatihan yang memadai, motivasi peserta didik, dan lingkungan belajar yang kondusif. Adapun faktor penghambat meliputi ketidakkonsistenan kehadiran peserta didik, perbedaan kemampuan peserta, keterbatasan waktu latihan, menurunnya motivasi belajar, serta kompleksitas gerakan Tari Gambyong Pareanom. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran instruktur sebagai fasilitator pembelajaran berkontribusi penting dalam membantu peserta didik menguasai gerakan dasar tari secara bertahap dan mendukung efektivitas pembelajaran pada pendidikan nonformal.
Program Life Skill Fun Cooking untuk Penguatan Literasi Numerasi Peserta Paket A Tania Eka Putri; Widya Nusantara
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi numerasi merupakan kompetensi penting bagi peserta didik pendidikan nonformal karena mendukung kemampuan mereka dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kehidupan sehari-hari. Namun, sebagian peserta didik Paket A masih mengalami kesulitan memahami konsep numerasi akibat pengalaman belajar yang terputus, kemampuan literasi dasar yang rendah, serta latar belakang belajar yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program life skill Fun Cooking serta perannya dalam penguatan literasi numerasi peserta didik Paket A di PKBM Insan Cerdas Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan tutor, pengelola, dan peserta didik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Fun Cooking dilaksanakan melalui tahap perencanaan, persiapan, praktik, dan evaluasi. Selama kegiatan memasak, peserta didik menerapkan kemampuan numerasi melalui pengukuran bahan, perhitungan jumlah, perbandingan proporsi, interpretasi instruksi resep, serta pengambilan keputusan praktis terkait waktu dan sumber daya. Program ini memperkuat numerasi fungsional melalui pengalaman belajar yang langsung dan kontekstual. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa program life skill Fun Cooking efektif mendukung penguatan literasi numerasi serta memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik Paket A di lingkungan pendidikan nonformal.
Keterlibatan Orang Tua untuk Menumbuhkan Partisipasi Anak pada Program Ibadah Hari Minggu Pelayanan Anak di GPIB Sejahtera Surabaya Anna Vania Fedora Manuputty; Widya Nusantara
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe parental involvement in supporting children’s participation in the Sunday Worship Service for Children (IHMPA) at GPIB Sejahtera Surabaya, identify the barriers encountered, and examine the impact of such involvement on children’s participation. The study employs a qualitative approach using the case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving parents, children in the program, older siblings in the program, and the PA Ministry Advisory Board.The results indicate that parental involvement manifests through various forms of support, such as preparing and accompanying children to worship, providing motivation, reminding them of activity schedules, supporting spiritual activities, and setting an example in their faith-based lives. Children’s participation is evident through their attendance and active involvement in various IHMPA activities. This study also found that parental involvement influences children’s attendance, active participation, self-confidence, and spiritual growth. However, such involvement still faces several obstacles, such as work commitments, fatigue, and schedule conflicts with family or social activities. This study concludes that parental involvement plays a crucial role in supporting children’s participation in IHMPA activities. Therefore, ongoing collaboration between parents, the PA Ministry Team, and the church is necessary to support children’s spiritual growth.
Pengelolaan Sekolah Ndeso Berbasis Kearifan Lokal dalam Mendukung Program TAR (Tumbuh, Alami, dan Rayakan) Nova Lianasari; Widya Nusantara
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of globalization and modernization has reduced younger generations' interest in local culture and local wisdom. This condition has encouraged the need for non-formal education that utilizes local wisdom as a learning resource. One such initiative is Sekolah Ndeso, a local wisdom-based non-formal educational institution that develops educational tourism activities through the TAR Program (Grow, Experience, and Celebrate). This study aimed to analyze the management of Sekolah Ndeso in supporting the TAR Program, focusing on the planning, implementation, and evaluation processes. This study employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation, and were analyzed using Miles and Huberman's interactive data analysis model, which includes data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that the planning process involved analyzing the needs of students and partner schools, designing local wisdom-based learning activities, planning human resources, providing facilities and infrastructure, and developing funding and partnerships. The implementation was carried out through the Grow, Experience, and Celebrate stages, supported by coordination between managers and facilitators, as well as promotional strategies and communication with partner schools. Evaluation was conducted through internal discussions, reflection on program implementation, and the utilization of feedback from participants and accompanying teachers as the basis for improving both the program and institutional management. These findings demonstrate that Sekolah Ndeso systematically implements local wisdom-based non-formal education management, thereby supporting the implementation of the TAR Program as a contextual, participatory, and experiential learning approach.
Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Daya Tarik Peserta Didik di PKBM Budi Utama Surabaya Intan Rahmawati; Widya Nusantara
J+PLUS UNESA Vol. 14 No. 2 (2025): J+PLUS, Desember 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya perluasan informasi terkait penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan menjadi alasan utama satuan pendidikan menggunakan strategi digital marketing. Informasi tersebut akan meningkatkan daya tarik peserta didik terhadap program pendidikan kesetaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis strategi pemasaran yaitu digital marketing untuk meningkatkan daya tarik peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif membantu mendeskripsikan lebih lengkap dan mendalam terkait fenomena yang diperoleh peneliti di lapangan. Teknik pengumpulan daya menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan kondensasi data, penyajian data dan verifikasi data. Pemeriksaan data menggunakan kredibilitas, dependability, comfirmability, dan transfermabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan masyarakat dalam mengambil tindakan dipengaruhi oleh strategi pemasaran digital marketing sebagai upaya pemberdayaan individu dan komunitas untuk menciptakan masyarakat yang berwawasan luas. Strategi digital marketing meningkatkan daya tarik peserta didik di pendidikan kesetaraan. Kesimpulannya yakni strategi digital marketing efektif untuk meningkatkan daya tarik peserta didik terhadap program pendidikan kesetaraan. Saran yang dapat disampaikan yakni strategi digital marketing akan mendapatkan hasil maksimal apabila dikelola oleh tim khusus yang memilki kemampuan teknologi yang baik.  
Peran Budayawan Terhadap Pelestarian Tradisi Upacara Bersih Desa dalam Perspektif Pendidikan Informal di Desa Simbatan Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Magetan Alfian Yuda Kurniawan; Widya Nusantara
J+PLUS UNESA Vol. 14 No. 2 (2025): J+PLUS, Desember 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran budayawan dalam pelestarian tradisi upacara bersih desa di Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan serta kontribusinya dalam konteks pendidikan informal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budayawan memegang peran sentral dalam menjaga kelestarian tradisi, baik sebagai narasumber, fasilitator kegiatan, maupun teladan nilai-nilai budaya. Dalam perspektif pendidikan informal, peran budayawan menjadi sumber belajar efektif bagi masyarakat, terutama generasi muda, dalam memahami dan menginternalisasi kearifan lokal sebagai bagian dari identitas budaya. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi pendidikan informal berbasis budaya dalam memperkuat pelestarian tradisi lokal.
Peran Program Proklim Lestari sebagai Community Empowerment di RW 01 Kelurahan Banjarsugihan Amelia Nasywa Rahmasari; Widya Nusantara
J+PLUS UNESA Vol. 14 No. 2 (2025): J+PLUS, Desember 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana program tersebut mendorong keterlibatan warga dalam pengelolaan lingkungan berbasis komunitas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari tujuh informan kunci, yaitu Ketua RW, Kader Proklim Lestari, Kader Surabaya Hebat, Kader Bank Sampah, dan Ketua Karang Taruna. Analisis data dilakukan dengan teknik triangulasi untuk memperoleh validitas informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Proklim Lestari berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan melalui edukasi berkelanjutan dan pelatihan teknis. Pendampingan yang konsisten dan pengkaderan yang melibatkan berbagai elemen warga turut memperkuat partisipasi kolektif. Keberhasilan program didukung oleh partisipasi aktif warga, kerja sama lintas elemen masyarakat, dan pembinaan yang berkelanjutan, meskipun masih terdapat hambatan seperti sikap apatis sebagian warga dan keterbatasan sarana pendukung. Secara keseluruhan, Program Proklim Lestari terbukti efektif dalam membentuk komunitas yang lebih sadar lingkungan, partisipatif, dan mandiri dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Pemberdayaan Kelompok Perempuan melalui Program Kelas Ibu untuk Penguatan Keterampilan Manajemen Keuangan Keluarga di Kecamatan Wonokromo Dinda Damar Al-Munawaroh; Widya Nusantara
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Kelas Ibu dalam memberdayakan kelompok perempuan di Sanggar Alang-Alang, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya, serta menganalisis peran program tersebut dalam penguatan keterampilan manajemen keuangan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Kelas Ibu dirancang berdasarkan kebutuhan nyata warga belajar dan dilaksanakan secara fleksibel sesuai karakteristik pembelajaran orang dewasa. Kegiatan program meliputi doa bersama, mengaji, penyampaian materi, menabung, serta sesi curhat atau konseling yang relevan dengan persoalan kehidupan sehari-hari warga belajar. Faktor pendukung program meliputi keterlibatan pengelola, tutor, warga belajar, relawan, serta dukungan masyarakat sekitar. Adapun faktor penghambatnya meliputi keterbatasan pendanaan, sarana dan prasarana, serta kendala waktu dari peserta maupun tutor. Program Kelas Ibu juga terbukti berperan dalam memperkuat keterampilan manajemen keuangan keluarga, terutama melalui kegiatan menabung yang membentuk kebiasaan menyisihkan pendapatan, mengendalikan pengeluaran, menentukan prioritas kebutuhan, menyiapkan dana cadangan, serta menghindari ketergantungan pada utang. Dengan demikian, Program Kelas Ibu dapat disimpulkan sebagai bentuk pemberdayaan perempuan yang mampu mendorong perubahan perilaku, dan memperkuat kapasitas perempuan dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.
Tradisi Ulur-ulur sebagai Proses Pembelajaran Masyarakat dalam Pelestarian Lingkungan di Desa Sawo Yusvia, Gabriella; Nusantara, Widya
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji Tradisi Ulur-Ulur di Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung sebagai proses pembelajaran masyarakat dalam pelestarian lingkungan. Tradisi yang dilaksanakan setiap tahun pada hari Jumat Legi bulan Jawa Sela ini diteliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, anggota paguyuban, pengelola lingkungan, dan generasi muda. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Ulur-Ulur berfungsi sebagai pendidikan informal melalui empat mekanisme, yaitu partisipasi dalam kegiatan ritual dan pelestarian, keteladanan tokoh masyarakat, pembiasaan berbasis pengalaman berulang, serta interaksi sosial lintas generasi. Tradisi ini juga berfungsi sebagai sumber belajar yang kontekstual yang mencakup ekosistem Telaga Buret, tokoh masyarakat, simbol ritual, dan nilai kearifan lokal. Nilai ndawak-ndawakne banyu secara konkret terwujud dalam kegiatan reboisasi, perawatan telaga, dan patroli lingkungan. Namun, terdapat tantangan berupa rendahnya partisipasi generasi muda lokal dan minimnya dukungan pendanaan dari tiga desa mitra. Tradisi Ulur-Ulur merupakan bentuk pembelajaran masyarakat informal yang efektif dalam pelestarian lingkungan, meskipun memerlukan penguatan sistematis agar fungsi edukatifnya tetap berkelanjutan di tengah modernisasi.
Construction of the Entrepreneurial Spirit of Package C at PKBM Al-Kayyis Indonesia Gresik Widodo Widodo; Gunarti Dwi Lestari; Heryanto Susilo; Widya Nusantara; Tri Qodriyati; Arif Firmansyah
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 4 (2026): August
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i4.2009

Abstract

Entrepreneurship education is increasingly important for Package C students, an equivalency program at the senior high school level, as graduates may face limited employment opportunities and need the capacity to create independent livelihoods. However, how an entrepreneurial spirit is developed among Package C students through non-formal education remains insufficiently understood. This study aims to explore the process through which entrepreneurial spirit is constructed among Package C students and how it encourages them to establish independent businesses. Using a qualitative phenomenological approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis involving the head of a Community Learning Center (CLC), four tutors, and 12 Package C students at PKBM Alkayyis Indonesia. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that entrepreneurial spirit is constructed through structured learning and guided practice in five interrelated stages: (1) developing self-awareness of socio-economic conditions and values rooted in culture, ethics, and religious morality; (2) building an understanding of entrepreneurship as a problem-solving activity aligned with personal interests; (3) strengthening entrepreneurial behavior through training and guided agribusiness practice; (4) habituating entrepreneurial activities through regular and independent hands-on practice; and (5) internalizing entrepreneurial qualities, including courage to experiment, initiative, innovation, creativity, self-confidence, and perseverance. These findings indicate that entrepreneurial spirit develops through a gradual process combining awareness, knowledge, reinforcement, and repeated practice. The study highlights the potential of structured, practice-oriented entrepreneurship learning in non-formal education to foster students’ independence and entrepreneurial action.
Co-Authors Abdul Hafidz Afiah Syafiqoh Dwi Putri Alfian Yuda Kurniawan Amelia Nasywa Rahmasari Ananda Ida Budiasa Anna Vania Fedora Manuputty Annisa, Fatwa Mega Arif Firmansyah Arinda Fatika Asri Wijiastuti Aulia, Fitria Agnes Bambang Adi Suryono Bambang Dibyo Wiryono Bambang Wiryono Cahyani, Arini Dwi Desika Putri Mardiani Dinda Damar Al-Munawaroh Dyah Mellania Rusmayanti Ekthias, Nabilla Rahma Elmi Mufida Erlinia, Sintia Dwi Ervina Dwi Destianti Faela Retno Dumila Goemerlang, Aulia Hana Gunarti Dwi Lestari Habibie, Ramadhan Kurnia Heru Siswanto Heryanto Susilo I Gusti Lanang Putra Eka Prismana I Ketut Atmaja Johny Artha, I Indah Ayu Lestari, Indah Ayu Intan Rahmawati Intan Zidna Basthian Kusuma Wati, Shelin Lailatul Wayansari Lely Saputri Lusi Septi Rahmawati M. Rizal Nur Afif Maharani, Zahra Sukma MARDIANI, DESIKA PUTRI MARIA VERONIKA ROESMININGSIH Mufarrihul Hazin Mufidah, Magfiroh Alfiana Muhammad Farid Muhammad Nurul Ashar Mustakim Mustakim MV. Roesminingsih Nabilla Rahma Ekthias Nabilla, Agustin Khanza Nova Lianasari Nuraini, Febritesna Nuzulul Hidayah Odi Alief Utama Prameswara, Nugraha Ilma Prasetya, Yuga Sena Putri, Sanya Novelisa Qodriyati, Tri Ulya Rahayu, Shinta Riski Auwalia Fitri Rivo Nugroho ROFIK JALAL ROSYANAFI Santoso, Rizky Putra Saputra, M.Mifatkhuddin Saputri, Lely Satria Yuda Adi Pradana Seftiani, Tika Shobri Firman Susanto Shoniatul Ummi Rizqi Susanto , Shobri Firman Susanto, Shobri Firman Syafiul Anam Tania Eka Putri Taufiq Harris Tri 'Ulya Qodriyati TRI KURNIAWAN, TRI Tri Qodriyati Trisdiana, Heny Ika Ulin Fauziah Via Andini Wafiq Afidah Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo, Rika Angelina Widyaswari, Monica windasari windasari Wiwin Yulianingsih WIWIN YULIANINGSIH Wulandari, Anita Jaya Yusvia, Gabriella Zaniar Siswantin