Claim Missing Document
Check
Articles

Vake (Value and Knowledge) Approach to Enhance The Role of Professional Teachers and Achieving SDGS 4 at SIKK, Malaysia Mardiani, Desika Putri; Rosyanafi, Rofik Jalal; Nusantara, Widya; Qodriyati, Tri 'Ulya; Susanto , Shobri Firman; Mustakim, Mustakim; Widyaswari, Monica
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v6i4.17331

Abstract

This community service program aims to enhance the professional competence of SIKK teachers through VAKE-based training that integrates moral and knowledge dimensions in the teaching process. The training was attended by 32 teachers and implemented through collaborative learning. Pre-test, post-test, and ethical dilemma creation were used as analysis techniques. These data were analyzed descriptively to calculate mean scores, percentage increases, and N-gain values to determine improvements in participants’ understanding of the VAKE approach. The results showed an increase in teachers’ understanding of the integration of values and knowledge in learning, with an average score of 88.6, indicating an improvement of 8.6 points (43.5%) compared to the pre-test results. This finding suggests that participants’ understanding improved significantly after receiving the training materials through the community service program. Participants also successfully designed ethical dilemmas as learning media to promote students’ critical thinking. Overall, this community service program contributed to improving teachers’ pedagogical competence, strengthening students’ character, and supporting the achievement of Sustainable Development Goal (SDG) 4.
Program pelatihan bagi pendidik dalam penerapan metode pembelajaran mendalam di CLC Kinabalu, Malaysia Nusantara, Widya; Yulianingsih, Wiwin; Widyaswari, Monica
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37497

Abstract

Abstrak Community Learning Center (CLC) di Sabah dan Sarawak berperan penting dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI). Namun, proses pembelajaran di CLC masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan sarana prasarana serta kemampuan pedagogik pendidik yang belum sepenuhnya mengarah pada pembelajaran bermakna dan berpusat pada peserta didik. Kondisi tersebut mendorong perlunya program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas pendidik melalui penerapan metode pembelajaran deep learning. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pendidik CLC dalam merancang dan menerapkan pembelajaran deep learning yang kontekstual dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Mitra sasaran kegiatan adalah pendidik CLC Kinabalu, Malaysia, yang terdiri atas guru bina dan guru pamong dengan jumlah peserta sebanyak ±20 orang, dilaksanakan pada tanggal pada 28 Juli 2025. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, perancangan program pelatihan, pelaksanaan pelatihan secara daring, serta evaluasi dan refleksi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pendidik terhadap konsep pembelajaran deep learning yang ditunjukkan melalui keaktifan diskusi dan kemampuan merancang pembelajaran kontekstual. Secara kualitatif, peserta menunjukkan perubahan perspektif terhadap pembelajaran yang lebih bermakna dan partisipatif. Secara kuantitatif, sekitar 85% peserta menyatakan pelatihan sangat bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran di CLC. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kualitas pembelajaran pendidikan nonformal di lingkungan CLC. Kata kunci: Community Learning Center; deep learning; pelatihan pendidik; pengabdian masyarakat. Abstract Community Learning Centers (CLCs) in Sabah and Sarawak play a strategic role in providing educational services for children of Indonesian migrant workers. However, learning practices in CLCs still face various challenges, including limited facilities and educators’ pedagogical competencies that have not fully supported meaningful and student-centered learning. This condition highlights the need for a community service program focusing on strengthening educators’ capacity through the implementation of deep learning approaches. This community service activity aimed to improve CLC educators’ understanding and skills in designing and implementing contextual deep learning practices aligned with learners’ characteristics. The target partner was the Community Learning Center (CLC) Kinabalu, Malaysia, involving approximately 20 educators consisting of assigned teachers and local tutors. The program was conducted through needs assessment, training design, online training implementation, and evaluation and reflection stages. The results indicate an improvement in educators’ understanding of deep learning concepts, reflected in active participation during discussions and their ability to design contextual learning activities. Qualitatively, participants demonstrated a shift toward more meaningful and participatory learning perspectives. Quantitatively, about 85% of participants reported that the training was highly beneficial and relevant to their teaching needs. This program contributes to strengthening the quality of non-formal education services in CLC settings. Keywords: : community learning center; community service; deep learning; teacher training.
Pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Hidup Budidaya Jamur Tiram Untuk Membentuk Kemandirian Santri di Yayasan Islamadina Surabaya Via Andini; Widya Nusantara
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan kecakapan hidup bagi anak asuh atau santri di panti asuhan sebagai bekal untuk hidup mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan program, proses pembelajaran, dan bentuk kemandirian santri melalui kegiatan budidaya jamur tiram di Yayasan Islamadina Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program budidaya jamur tiram disusun berdasarkan kebutuhan yayasan, pengalaman pengurus, potensi santri, serta dukungan pihak luar. Proses pembelajaran dilakukan melalui praktik langsung mulai dari perawatan, pemanenan, pengemasan, pengolahan, hingga pemasaran jamur. Pembelajaran juga didukung dengan pendampingan instruktur, pembagian tugas, pemanfaatan media digital, dan evaluasi rutin. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kecakapan hidup melalui budidaya jamur tiram berperan dalam membentuk kemandirian santri, seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, komunikasi, kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan kewirausahaan dasar. Program ini tidak hanya menjadi kegiatan usaha produktif, tetapi juga menjadi media pembelajaran untuk mempersiapkan santri hidup mandiri di masyarakat.
Peran Instruktur Dalam Pelatihan Tari Gambyong Pareanom di Sanggar Tari Candra Kirana Elmi Mufida; Widya Nusantara
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan pelatihan tari tradisional sangat dipengaruhi oleh peran instruktur dalam memfasilitasi proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis peran instruktur sebagai fasilitator pembelajaran dalam pelatihan Tari Gambyong Pareanom di Sanggar Tari Candra Kirana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas instruktur tari, pengelola sanggar, dan peserta didik aktif yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instruktur berperan sebagai fasilitator pembelajaran melalui demonstrasi gerakan secara langsung, latihan bertahap, pengulangan gerakan, koreksi teknis, pengaturan tempo latihan, serta pemberian motivasi kepada peserta didik. Instruktur juga menyesuaikan strategi pembelajaran berdasarkan kemampuan dan kebutuhan peserta. Faktor pendukung pelaksanaan peran instruktur meliputi kompetensi instruktur, pengalaman mengajar, fasilitas pelatihan yang memadai, motivasi peserta didik, dan lingkungan belajar yang kondusif. Adapun faktor penghambat meliputi ketidakkonsistenan kehadiran peserta didik, perbedaan kemampuan peserta, keterbatasan waktu latihan, menurunnya motivasi belajar, serta kompleksitas gerakan Tari Gambyong Pareanom. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran instruktur sebagai fasilitator pembelajaran berkontribusi penting dalam membantu peserta didik menguasai gerakan dasar tari secara bertahap dan mendukung efektivitas pembelajaran pada pendidikan nonformal.
Tradisi Ulur-ulur sebagai Proses Pembelajaran Masyarakat dalam Pelestarian Lingkungan di Desa Sawo Gabriella Yusvia; Widya Nusantara
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji Tradisi Ulur-Ulur di Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung sebagai proses pembelajaran masyarakat dalam pelestarian lingkungan. Tradisi yang dilaksanakan setiap tahun pada hari Jumat Legi bulan Jawa Sela ini diteliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, anggota paguyuban, pengelola lingkungan, dan generasi muda. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Ulur-Ulur berfungsi sebagai pendidikan informal melalui empat mekanisme, yaitu partisipasi dalam kegiatan ritual dan pelestarian, keteladanan tokoh masyarakat, pembiasaan berbasis pengalaman berulang, serta interaksi sosial lintas generasi. Tradisi ini juga berfungsi sebagai sumber belajar yang kontekstual yang mencakup ekosistem Telaga Buret, tokoh masyarakat, simbol ritual, dan nilai kearifan lokal. Nilai ndawak-ndawakne banyu secara konkret terwujud dalam kegiatan reboisasi, perawatan telaga, dan patroli lingkungan. Namun, terdapat tantangan berupa rendahnya partisipasi generasi muda lokal dan minimnya dukungan pendanaan dari tiga desa mitra. Tradisi Ulur-Ulur merupakan bentuk pembelajaran masyarakat informal yang efektif dalam pelestarian lingkungan, meskipun memerlukan penguatan sistematis agar fungsi edukatifnya tetap berkelanjutan di tengah modernisasi.
Co-Authors Abdul Hafidz Afiah Syafiqoh Dwi Putri Ananda Ida Budiasa Annisa, Fatwa Mega Arinda Fatika Asri Wijiastuti Aulia, Fitria Agnes Bambang Adi Suryono Bambang Dibyo Wiryono Bambang Wiryono Cahyani, Arini Dwi Dyah Mellania Rusmayanti Ekthias, Nabilla Rahma Elmi Mufida Erlinia, Sintia Dwi Ervina Dwi Destianti Faela Retno Dumila Gabriella Yusvia Goemerlang, Aulia Hana Gunarti Dwi Lestari Habibie, Ramadhan Kurnia Heru Siswanto Heryanto Susilo I Gusti Lanang Putra Eka Prismana I Ketut Atmaja Johny Artha, I Indah Ayu Lestari, Indah Ayu Intan Rahmawati Intan Zidna Basthian Kusuma Wati, Shelin Lailatul Wayansari Lely Saputri Lusi Septi Rahmawati M. Rizal Nur Afif Maharani, Zahra Sukma MARDIANI, DESIKA PUTRI MARIA VERONIKA ROESMININGSIH Mufarrihul Hazin Mufidah, Magfiroh Alfiana Muhammad Farid Muhammad Nurul Ashar Mustakim Mustakim MV. Roesminingsih Nabilla Rahma Ekthias Nabilla, Agustin Khanza Nuraini, Febritesna Nuzulul Hidayah Odi Alief Utama Prameswara, Nugraha Ilma Prasetya, Yuga Sena Putri, Sanya Novelisa Qodriyati, Tri 'Ulya Rahayu, Shinta Rahmasari, Amelia Nasywa Riski Auwalia Fitri Rivo Nugroho ROFIK JALAL ROSYANAFI Santoso, Rizky Putra Saputra, M.Mifatkhuddin Saputri, Lely Satria Yuda Adi Pradana Seftiani, Tika Shoniatul Ummi Rizqi Susanto , Shobri Firman Susanto, Shobri Firman Syafiul Anam Taufiq Harris TRI KURNIAWAN, TRI Trisdiana, Heny Ika Ulin Fauziah Via Andini Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo, Rika Angelina Widyaswari, Monica windasari windasari Wiwin Yulianingsih WIWIN YULIANINGSIH Wulandari, Anita Jaya Yuda Kurniawan, Alfian Zaniar Siswantin