Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Obesitas pada Wanita Hamil yang Mengalami Preeklampsia Idam Aditya Rifkiansyah; Tri Hartini Yuliawati; Zakiyatul Faizah; Ernawati Ernawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51851

Abstract

Preeklamsia masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal serta perinatal di seluruh dunia. Obesitas berkontribusi terhadap peningkatan risiko preeklamsia melalui mekanisme yang melibatkan peradangan kronis, disfungsi endotel, dan stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara obesitas dan parameter tekanan darah pada wanita hamil dengan preeklamsia. Penelitian analitik potong lintang ini melibatkan wanita hamil yang didiagnosis menderita preeklamsia, yang dikelompokkan ke dalam kelompok obesitas dan non-obesitas berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) mereka. Data mengenai IMT, tekanan darah sistolik dan diastolik, kadar glukosa darah, serta kadar hemoglobin dikumpulkan dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman (p < 0,05). Distribusi data tidak normal, sehingga uji Spearman digunakan. Hasil menunjukkan bahwa IMT berkorelasi positif signifikan dengan tekanan darah sistolik (r = 0,971; p = 0,000) maupun tekanan darah diastolik (r = 0,623; p = 0,000). Temuan ini mengindikasikan bahwa IMT yang lebih tinggi berhubungan dengan peningkatan tekanan darah pada wanita hamil dengan preeklamsia. Terdapat hubungan signifikan antara obesitas dan peningkatan tekanan darah pada kehamilan dengan preeklamsia. IMT yang tinggi kemungkinan berkontribusi terhadap perkembangan dan keparahan preeklamsia melalui perubahan hemodinamik dan disfungsi endotel. Pemantauan rutin IMT selama kehamilan sangat penting untuk deteksi dini dan pencegahan komplikasi terkait preeklamsia.
Protective Effect of Ethanol Extract of Tamarillo (Solanum Betaceum) on Renal Interleukin 1 Expression in Lead Acetate-Exposed Mice Trimitasari, Kurnia; Yuliawati, Tri Hartini; I'tishom, Reny; Fatimah, Nurmawati
Majalah Biomorfologi 2026: MAJALAH BIOMORFOLOGI (IN PRESS)
Publisher : Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The rise in environmental pollution due to industrial and transportation activities has led to widespread lead (Pb) contamination , which enters the body through inhalation or ingestion and accumulates in the kidneys, triggering excessive Reactive Oxygen Species (ROS) production, which in turn causes oxidative stress and inflammatory responses marked by increased IL-1 expression. Tamarillo, a fruit rich in flavonoids, anthocyanins, and phenolic compounds, exhibits antioxidant and anti-inflammatory properties that may protect renal tissue against lead-induced oxidative stress and inflammation. Objective: To analyze the impact of ethanol extract from tamarillo (Solanum betaceum) on interleukin-1 (IL-1) expression in the kidneys of lead acetate-exposed mice (Mus musculus). Material and Method: This true laboratory experimental study used preserved biological material (BBT) from 30 male mice (Mus musculus), categorized into five distinct groups. The negative control group, labeled K0, received only distilled water; the positive control group, K1, was administered lead acetate at 0.075 g/kgBW; while group P1, P2, and P3 were treated with lead acetate alongside Solanum betaceum extract for 35 days at 100, 200, and 400 mg/kgBW, respectively. IL-1 expression was analyzed via immunohistochemistry (IHC) using the Immunoreactive Score (IRS) method focusing on glomerular and tubular epithelial cells. Result: Significant difference in IL-1 expression among groups (p<0.05). The treatment group that received 100 mg/kgBW tamarillo extract had the lowest levels of IL-1 expression in glomerular cells (mean 4.0) and tubular epithelial cells (mean 5.0) compared to the positive control, indicating dose-dependent. Conclusion: Tamarillo (Solanum betaceum) ethanol extract effectively reduces IL-1 expression in glomerular and tubular regions of lead-exposed mice, with the optimal dose at 100 mg/kg BW, demonstrating its potential as a natural anti-inflammatory agent for combating lead-induced renal inflammation.
Co-Authors Abiyasa Putri, Izdihar Ramadhanty Airlangga, Primadenny Ariesa Amanda, Bella Amy Rosalie Sukamto Andri Rezano Anindya Marcha Angelina Djianto Apriliawati, Dwi Ari Gunawan Arna, Nadhifa Aswin, R Haryanto Bambang Purwanto Bella Amanda Berliana Hamidah Darsini, Ninik Dewanti, Anggita Annisa Wahyu Dewi Ratna Sari Dewi Ratna Sari Dewi Ratna Sari Djoni Susanto Eko Purwanto Ekorini, Haris Mayagung Elfaretta, Zerlina Wina Ernawati Ernawati Faizah, Zakiyatul Fathimatuzzahroh Fathimatuzzahroh, Fathimatuzzahroh Fatimah, Nurmawati Fepiosardi, Raihenette Amirasanti Gatot Soegiarto Hakim, Faiq Amirul Hamda, Endanova Nur Harjanto JM Hermawan Susanto Humairah, Ira I'tishom, Reny Idam Aditya Rifkiansyah Irwadi, Irfiansyah Izdihar Ramadhanty Abiyasa Putri Izzatul Fithriyah Izzatunnisa, Nabilah I’tishom, Reny Joni Susanto, Joni Kusuma Eko Purwantari Lucky Prasetiowati Mochammad Abdul Aziz, Mochammad Abdul Mohammad Khoirul Effendi Muhammad Sholikhuddin Nafi’ Muhammad Sholikhuddin Nafi’ Nugroho, Puguh Setyo Nur Aliya Nurina Hasanatuludhhiyah Parmanto, Christian Melka Prijati Sri Irawati Prijati Sri Irawati Qorib, Muhammad Fathul Raudhatuzzahra Kesuma Reinaldi Rachmadhianto Rejeki, Purwo Sri Rimba, Efendi Rimbun Rimbun Rimbun Rimbun, Rimbun Sakina Sakina, Sakina Sari, Festi Artika Sri Ratna Dwiningsih Sudibjo Sudibjo Susanto , Joni Susiana, Okta Margarita Syulthoni, Zain Budi Trimitasari, Kurnia Vinda, Igha Widjiati Widjiati, Widjiati Willy Sandhika Wungu, Citrawati Dyah Kencono Yuni Hisbiyah