Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PENGETAHUAN TERHADAP PENYAKIT “TOKSOPLASMOSIS” DAN SUMBER PENYEBABNYA KEPADA MASYARAKAT KELURAHAN SULAMADAHA TERNATE Rahman, Ismail; Nur, Amran; Toka, Wahyunita Do
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25925

Abstract

Penyakit menular yang disebabkan oleh parasit kurang mendapat perhatian masyarakat karena umumnya tidak mengancam jiwa sehingga masyarakat cenderung abai sehingga mulai menyadari ketika penyakit tersebut sudah memasuki fase yang lebih berat. Toksoplasmosis merupakan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang berasal dari hewan dan dapat menular ke manusia dengan sumber penyebab parasit Toxoplasma gondii. Penyakit ini kerap jadi masalah terhadap para wanita karena menjadi salah satu penyebab tidak subur dalam proses reproduksi. Pengabdian ini dilakukan dengan tujuan agar masyarakat dapat mengetahui etiologi/penyebab, siklus hidup, hewan apa saja yang dapat terinfeksi, bagaimana penularan dan bahaya Toxoplasma pada manusia serta langkah-langkah pencegahan terhadap Toxoplasmosis. Proses pelaksanaan kegiantan dalam bentuk penyuluhan langsung kepada masyarakat. Dari kegiatan yang telah dilaksanakan masyarakat sudah dapat memahami bagaimana melakukan pencegahan secara dini terhadap adanya dampak dari toxoplakmosis terutama terhadap sumber penularannya.
Antioxidant Capacity and Phytochemical Profile of Jatropha curcas L. Leaf Extracts and Fractions Using the FRAP Method Sadik, Fahmi; Nur, Amran; S. Somadayo, Nur Asma; Hartina, Sitti
Journal of Biotechnology and Natural Science Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jbns.v5i2.14781

Abstract

This study explored the free radical scavenging potential of Jatropha curcas L. leaves, focusing on identifying active biochemical constituents and evaluating antioxidant efficacy through a series of extraction and chemical analysis procedures. Phytochemical screening confirmed the presence of several bioactive secondary metabolites, including alkaloids, saponins, triterpenoids, tannins, and flavonoids. In the Ferric Reducing Antioxidant Power (FRAP) assay, the ethyl-acetate fraction exhibited the highest level of antioxidant activity (9.19 ± 0.38 µmol TE/g), significantly higher than that of the ethanol extract (3.52 ± 0.71 µmol TE/g), as well as the aqueous and n-hexane fractions. This value corresponds to strong activity according to the TEAC classification, indicating that Jatropha curcas leaves are a promising source of natural antioxidants. The total phenolic content (TPC) was determined to be 6.78 ± 0.27% GAE, while the total flavonoid content (TFC) measured 1.35 ± 0.07% QE. These findings indicate that phenolic and flavonoid constituents play a primary role in the antioxidant activity of the extract. Variations significantly influenced the observed outcomes in the extraction methodology and solvent polarity. In summary, Jatropha curcas leaves possess substantial antioxidant potential, particularly within the ethyl-acetate fraction, supporting further development for nutraceutical and pharmaceutical applications.
PENGUATAN KETAHANAN KESEHATAN MASYARAKAT PASCABENCANA MELALUI INTERVENSI KESEHATAN TERPADU DAN EDUKASI BERBASIS KOMUNITAS DI ACEH TAMIANG Sakti, Aditya Sindu; Toka, Wahyunita Do; Sandrawati, Sandrawati; Nur, Amran; Abdullah, Abulkhair; Imam, Fathul Rizky S.; Yulimanida, Herri; Muhammad, Apriyanti; Hidayat, Ferdian
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37721

Abstract

Abstrak: Banjir di Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir 2025 mengganggu akses layanan kesehatan dasar, distribusi logistik, dan meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mempercepat pemulihan kesehatan pascabencana melalui intervensi kesehatan terpadu berbasis kebutuhan lapangan. Intervensi menekankan peningkatan hardskill masyarakat dalam praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), penggunaan obat rasional, serta pengelolaan sanitasi, disertai penguatan softskill berupa komunikasi kesehatan, kolaborasi komunitas, empati sosial, dan kesiapsiagaan adaptif. Program dilaksanakan di sepuluh desa dengan cakupan 691 penerima layanan kesehatan dan 660 rumah tangga penerima logistik melalui kerja sama dengan Puskesmas Tamiang Hulu, HEOC, dan MTA–DRC. Metode kegiatan meliputi pelayanan kesehatan jemput bola, distribusi logistik, edukasi PHBS, pelatihan TOGA, dukungan psikososial, dan penguatan layanan kesehatan primer. Hasil menunjukkan dominasi kasus ISPA, diare, dan penyakit kulit, sekaligus penguatan fungsi layanan primer. Secara kualitatif, masyarakat menunjukkan peningkatan keterampilan melalui partisipasi aktif, penerapan PHBS dan sanitasi rumah tangga, pemanfaatan TOGA untuk keluhan ringan, serta penggunaan obat yang lebih rasional dan terarah. Evaluasi dilakukan melalui observasi lapangan, pencatatan cakupan layanan, dan umpan balik mitra. Intervensi ini berkontribusi pada penguatan ketahanan kesehatan masyarakat pascabencana.Abstract: Flooding in Aceh Tamiang Regency at the end of 2025 disrupted access to basic health services and logistics distribution, and increased the risk of environment-based diseases. This Community Service activity aims to accelerate post-disaster health recovery through integrated health interventions based on field needs. The interventions emphasize improving community hard skills in the practice of Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS), utilization of Family Medicinal Plants (TOGA), rational use of medicines, and sanitation management, accompanied by strengthening soft skills such as health communication, community collaboration, social empathy, and adaptive preparedness. The program was implemented in ten villages, covering 691 health service recipients and 660 households receiving logistics through collaboration with the Tamiang Hulu Community Health Center, HEOC, and MTA–DRC. The methods used included mobile health services, logistics distribution, PHBS education, TOGA training, psychosocial support, and strengthening of primary health services. The results showed a predominance of cases of respiratory tract infections, diarrhea, and skin diseases, as well as a strengthening of primary service functions. Qualitatively, the community showed an increase in skills through active participation, the application of PHBS and household sanitation, the use of TOGA for minor complaints, and more rational and targeted use of medicines. The evaluation was carried out through field observations, service coverage records, and partner feedback. Intervention.
Pengaruh Suhu Pengeringan terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Ungu (Graptophyllum pictum L. Griff) Chaerunnisa Salsabillah; Abulkhair Abdullah; Amran Nur
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.21010

Abstract

Daun ungu (Graptophyllum pictum L. Griff) telah lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit yang berhubungan dengan radikal bebas. Kandungan flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin dalam daun ungu berperan sebagai antioksidan alami yang dapat menangkal radikal bebas. Namun, proses pengeringan dalam ekstraksi tanaman obat dapat memengaruhi kandungan senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan terhadap aktivitas antioksidan ekstrak daun ungu dan menentukan suhu optimal yang dapat menghasilkan aktivitas antioksidan tertinggi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan pendekatan laboratorium. Daun ungu dikeringkan pada berbagai suhu (30℃, 45℃, dan 60℃), lalu diekstraksi menggunakan etanol 96%. Pada ekstraknya dilakukan uji kadar air, skrining fitokimia, dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air ekstrak daun ungu yang dikeringkan pada suhu 30℃, 45℃, dan 60℃ masing-masing 5,69%, 5,82%, dan 5,87%. Pengujian skrining fitokimia menunjukkan bahwa pada suhu 30℃ dan 40℃ masih ditemukan berbagai jenis senyawa metabolit sekunder, sedangkan pada suhu 60℃ hanya teridentifikasi satu senyawa metabolit sekunder. Nilai IC50 untuk masing-masing suhu pengeringan adalah 32,46 μg/mL, 72,46 μg/mL, dan 193046,68 μg/mL.
Pharmacokinetic Interaction Between Bay Leaves (Syzygium polyanthum) Infusion and Captopril in Rats Amran Nur; Septian Dwi Rahmat; Ermalyanti Fiskia; Marhamah Marhamah
Journal of Pharmascience Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v13i1.23772

Abstract

Captopril, an ACE inhibitor, is commonly prescribed as first-line therapy for hypertension. In practice, patients often combine synthetic drugs with herbal remedies such as bay leaves (Syzygium polyanthum), raising concerns about potential interactions. This study investigated the effect of bay leaf infusion on the pharmacokinetic profile of Captopril in white rats (Rattus norvegicus). Ten rats were divided into two groups: group 1 received 25 mg of Captopril, while group 2 received the same dose in combination with bay leaf infusion. Blood samples were collected via the tail vein at 0; 0.5; 1; 2; 4; 6; 12 and 24 hours, and analyzed using a UV-VIS spectrophotometer (205 nm). Pharmacokinetic parameters assessed included absorption rate constant (ka), elimination rate constant (ke), half-life (t½), peak time (tmax), maximum concentration (Cpmax), and area under the curve (AUC). Results showed that bay leaf infusion increased Cpmax (2.646 → 3.105 µg/ml), prolonged t½ (3.347 → 16.116 h), and elevated AUC (23.382 → 56.479 µg·h/ml). These findings indicate that bay leaf infusion significantly alters the pharmacokinetic profile of Captopril.
Pendekatan Integratif Berbasis Edukasi dan Pendampingan untuk Pemulihan Pascabencana di Kabupaten Tapanuli Selatan Aditya Sindu Sakti; Amran Nur; Abdul Hamid; Sandrawati Sandrawati; Sundari Sundari
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JAMSI - Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2866

Abstract

Pascabencana banjir bandang tidak hanya menimbulkan persoalan kesehatan, tetapi juga berdampak pada kondisi psikososial dan lingkungan masyarakat yang terdampak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan dukungan pemulihan pascabecana pada masyarakat di Desa Batu Hula, Kabupaten Tapanuli Selatan, melalui pendekatan integratif berbasis pemberdayaan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan dengan metode partisipatif, pengetahuan masyarakat diukur dengan kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi meliputi edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dukungan psikososial bagi anak, pelatihan pembuatan sabun berbahan eco-enzyme, serta edukasi pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat pada seluruh materi, dengan peningkatan tertinggi pada pelatihan eco-enzyme, diikuti PHBS dan TOGA. Selain itu, masyarakat menunjukkan peningkatan pemahaman praktis dalam menjaga kebersihan, memanfaatkan sumber daya lokal, serta mulai terbentuknya perilaku hidup sehat di lingkungan pengungsian. Dukungan psikososial yang diberikan juga mampu menciptakan ruang interaksi yang aman, suportif, dan partisipatif bagi anak-anak. Kegiatan ini berkontribusi terhadap pemulihan masyarakat tidak hanya pada aspek pengetahuan, tetapi juga pada penguatan kapasitas, keterampilan, dan ketahanan sosial dalam menghadapi kondisi pascabencana.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Telang Biru (Clitoria ternatea L.) terhadap Escherichia coli Dian Pramana P.H; Amran Nur; Muhammad Fakhrur Rajih; Ermalyanti Fiskia
Jurnal Riset Farmasi Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v5i2.8530

Abstract

Abstract. Infectious diseases are still the main cause of death in several developing countries, one of which is Indonesia. One of the bacteria that causes infections in humans is Escherichia coli . Butterfly pea flowers (Clitoria ternatea L.) contain various secondary metabolites including alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, steroids, and terpenoids. Flavonoids are secondary metabolites that have the potential as antibacterials. This study aims to determine the antibacterial power and optimal concentration of ethanol extract of blue butterfly pea leaves that can inhibit the growth of Escherichia coli  bacteria. The extraction method used was soxhletation with 70% ethanol solvent and antibacterial testing used the disc diffusion method with several variations in the concentration of blue butterfly pea leaf extract, namely 10%, 20%, 30%, 40%, and 50%.. Amoxicillin was used as a positive control while DMSO was used for the negative control. Antibacterial activity is indicated by the diameter of the inhibition zone which is then measured and grouped according to the categories very strong, strong, moderate, and weak. Research data on 70% ethanol extract of blue butterfly pea leaves has antibacterial activity against Escherichia coli  bacteria which is included in the weak category. The optimum concentration of ethanol extract of blue butterfly pea leaves that can inhibit Escherichia coli  bacteria is at a concentration of 50% with an inhibition zone diameter of 3.33 mm. Abstrak. Penyakit infeksi masih menjadi penyebab utama kematian di sejumlah negara berkembang, salah satunya adalah Indonesia. Salah satu bakteri yang menyebabkan infeksi pada manusia adalah Escherichia coli. Bunga telang (Clitoria ternatea) mengandung berbagai metabolit sekunder termasuk alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan terpenoid. Flavonoid merupakan metabolit sekunder yang memiliki potensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui daya antibakteri serta konsentrasi optimal dari ekstrak etanol daun telang biru yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli.. Metode ekstraksi yang digunakan secara soxhletasi dengan pelaur etanol 70% serta pengujian antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan beberapa variasi konsentrasi ekstrak daun telang biru yaitu 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%. Sebagai kontrol positif digunakan Amoxicillin sedangan untuk kontrol negatif digunakan DMSO. Aktivitas antibakteri ditunjukkan dengan diameter zona hambat kemudian diukur dan dikelompokkan berdasarkan kategori sangat kuat, kuat, sedang, dan lemah. Data penelitian ekstrak etanol 70% daun telang biru memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli yang termasuk dalam kategori lemah. Konsentrasi optimum ekstrak etanol daun telang biru yang mampu menghambat bakteri Escherichia coli yaitu pada konsentrasi 50% dengan diameter zona hambat sebesar 3,33 mm.
Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer dari Limbah Kulit Pisang di Kelurahan Foramadiahi Ternate Hesti Trisnianti Burhan; Rufaidah Azzahrah; Sitti Hartina; Liasari Armaijin; Wahyunita Do Toka; Nur Upik En Masrika; Amran Nur; Lola’ Tulak Rerung; Marhamah Marhamah; Muh Danial Fajri; Nurul Izzah H. L. Pasi; Nissa Ariska Suwardi
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i2.2866

Abstract

Kelurahan Foramadiahi, Kecamatan Pulau Ternate, memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar, terutama pada sektor pertanian. Salah satu potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah limbah kulit pisang yang selama ini umumnya dibuang sebagai limbah rumah tangga. Padahal, kulit pisang mengandung senyawa bioaktif, seperti flavonoid dan polifenol, yang memiliki aktivitas antibakteri sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan hand sanitizer. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Kelurahan Foramadiahi dalam mengolah limbah kulit pisang menjadi produk hand sanitizer yang bernilai guna dan ekonomis. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), edukasi mengenai formulasi dan pengemasan produk, serta pelatihan pembuatan hand sanitizer berbahan dasar kulit pisang. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran tingkat pengetahuan peserta menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada 40 peserta yang mengikuti pelatihan. Sebelum pelatihan, peserta dengan kategori pengetahuan tinggi hanya berjumlah 5 orang (12,5%), sedangkan 35 orang (87,5%) berada pada kategori pengetahuan rendah. Setelah pelatihan, jumlah peserta dengan kategori pengetahuan tinggi meningkat menjadi 35 orang (87,5%), sementara peserta dengan kategori pengetahuan rendah menurun menjadi 5 orang (12,5%). Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi serta mampu mempraktikkan pembuatan hand sanitizer secara mandiri. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai bahan baku hand sanitizer dapat menjadi alternatif inovatif dalam meningkatkan nilai tambah limbah pertanian sekaligus memberdayakan masyarakat.
Pemberdayaan Ibu Dasawisma melalui Pengelolaan Minyak Jelantah menjadi Sabun Herbal Lokal di Kelurahan Cobodoe Eva Syariefah Rachman; Amran Nur; Aditya Sindu Sakti; Sandrawati Sandrawati; Bambang Tjiroso
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i2.508

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi lingkungan ibu-ibu Dasawisma dalam pengelolaan minyak jelantah berbasis potensi rempah lokal di Kelurahan Cobodoe. Pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) digunakan melalui penyuluhan partisipatif dan diskusi terarah tanpa praktik langsung. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap dampak lingkungan minyak jelantah, prinsip dasar pembuatan sabun, serta pemanfaatan rempah lokal. Kegiatan ini efektif meningkatkan kesadaran pengelolaan limbah rumah tangga dan berpotensi menjadi model edukasi lingkungan berbasis komunitas yang berkelanjutan.
Optimasi Konsentrasi Minyak Atsiri Biji Pala (Myristica fragrans) Dan Sereh Wangi (Cymbopogon nardus L.) Sebagai Sediaan Repellent Patch Dengan Metode Simplex Lattice Design Ananda Natasya; Mutmainnah; Amran Nur
Media Farmasi Vol 22 No 1 (2026): Media Farmasi Edisi April 2026
Publisher : Jurusan Farmasi Poltekkes kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v22i1.1612

Abstract

Introduction: Mosquitoes can transmit various diseases such as dengue fever, malaria, and filariasis. DEET (N,N-Diethyl-meta-Toluamide) is commonly used as a repellent, but it has the potential to cause irritation. Essential oils from various plants have high efficacy as mosquito repellents, such as nutmeg essential oil(Myristica fragrans) with 20% efficacy and lemongrass essential oil (Cymbopogon nardus L.) with 10% efficacy. Both of these essential oils can be formulated into repellent patches, a practical adhesive formulation that slowly releases the active ingredients. Formula optimization was conducted using the Simplex Lattice Design (SLD) method to obtainthe best combination. Objectives: To investigate the optimum concentration of nutmeg and citronella essential oil as repellent patch preparation using Simplex Lattice Design method. Method: This study is an experimental study. Samples were obtained from the market and then formulated using the SLD method, where the concentration of essential oils ranged from 0-20%. After that, patch preparations were made, and the resulting preparations were then evaluated to assess characteristics including organoleptic testing, pH, effectiveness, weight uniformity, patch thickness, fold resistance, moisture content, irritation test, and hedonic test. The responses were then re-entered into the SLD, and the optimal value was determined based on the desirability value obtained. Results: The test results meet the requirements, with the following data obtained: in the organoleptic test, it has a yellowish-white color, with an essential oil aroma and smooth texture, pH 5.7-6.86, weight uniformity 0.342-0.459 g, thickness of 0.6–1.00 mm, fold resistance >200, moisture content of 5.88–8.33%, irritation (–), the most preferred hedonic formulas being 1 and 3, and a reaction time ranging from 3.5 to 4 hours. Conclusion: The repellency result obtained was 4 hours and the optimum concentration in formula 1 (0:20%) with a desirability value of 0.872.
Co-Authors Abd Hakim Husen Abdul Hamid Abdul Hamid Siragih Abulkhair Abdullah Aditya Sindu Sakti Ananda Natasya Andi Sakurawati Andi Sitti Nur Afiah Andika Isranugraha Anggi Siti Komariyah ARI WAHYUDI Ari Wahyudi Arif Santosa Bambang Tjiroso Bambang Tjiroso Bambang Tjiroso Bambang Tjiroso Bambang Tjiroso, Bambang Burhan, Hesti Trisnianti Burhan Chaerunnisa Salsabillah Cindhany Darmaria Faridha Utami Mala Cindhany Darmaria Faridhah Utami Mala Dedi Ma’ruf Dian Pramana P.H Eri Marwati Ermalyanti Fiskia Eva Syariefah Rachman Fajar, Desi Reski Febrianty, Marisca Fera The Handayani, Sri Windi Hartina, Sitti Hasan, Marhaeni Hidayat, Ferdian Ibrahim Rahmat Imam, Fathul Rizky S. Indah Rodianawati indah rodianawati Ira Widya Sari Ismail Rahman Isranugraha, Andika Jasmawati Jasmawati Liasari Armaijin Liasari Armaijn Liasari Armijn Lola’ Tulak Rerung Marhaeni Hasan Marhamah Marhamah Mas'ud, Abdu Masrika, Nur Upik En Muh Danial Fajri Muh Nasir Muhammad Fakhrur Rajih Muhammad Fakhrur Rajih Hi Yusuf Muhammad Fakhrur Rajih Hi. Yusuf Muhammad Zulfian A. Disi Muhammad, Apriyanti Mursin, Nita Musdalifah Musdalifah Mutmainnah Nabilla Suratman Natsir Djide Nissa Ariska Suwardi Nur Asma S. Somadayo Nurul Izzah H. L. Pasi Peter Kabo Rafli Ardiansyah rahman, ismail Rufaidah Azzahra Rufaidah Azzahrah S. Somadayo, Nur Asma Sadik, Fahmi Safitri Hasda Nur Safriani Rahman, Safriani Sakurawati, Andi Saleh, Rahmat Dian Salsabillah, Chaerunnisa Sandrawati Sandrawati Sandrawati Sandrawati Sandrawati, Sandrawati Septian Dwi Rahmat Sitti Hartina Soesanty Soesanty suhardi suhardi Sundari Sundari Sundari Sundari The, Fera TOKA, WAHYUNITA DO Veronica Margareth Dampung Yulimanida, Herri