Claim Missing Document
Check
Articles

Potensi Zeolit Alam Ende-NTT sebagai Katalis Transformasi Senyawa Gula Menjadi 5-Hidroksimetilfurfural (HMF) Mela Faradika; Sri Sugiarti; Purwatiningsih Sugita
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 5, No. 1, May 2019
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.714 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v5i1.8174

Abstract

Sintesis 5-hidroksimetilfurfural (HMF) dari senyawa gula (glukosa dan fruktosa) dengan katalis zeolit alam Ende-Nusa Tenggara Timur (NTT) menggunakan pelarut dimetil-sulfoksida (DMSO) dan metode refluks telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas zeolit alam Ende sebagai katalis transformasi senyawa gula menjadi 5-hidroksimetilfurfural (HMF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa zeolit alam Ende tanpa aktivasi dan modifikasi (ZA), zeolit teraktivasi asam (ZAA), zeolit teraktivasi basa (ZAB), Na-zeolit teraktivasi asam (Na-ZAA), Na-zeolit teraktivasi basa (Na-ZAB), H-zeolit teraktivasi asam (H-ZAA), dan        H-zeolit teraktivasi basa (H-ZAB) memiliki potensi sebagai katalis untuk transformasi senyawa gula menjadi HMF. Rendemen yang dihasilkan untuk substrat fruktosa berkisar 43-74%, sedangkan untuk substrat glukosa berkisar 2-12%. ZAA memiliki aktivitas katalitik terbaik sebagai katalis dalam mengkonversi fruktosa menjadi HMF dengan rendemen 74.84%, sedangkan untuk substrat glukosa adalah katalis H-ZAA dengan rendemen sebesar 12.77%. Kata kunci: 5-Hidroksimetilfurfural (HMF), fruktosa, glukosa, katalis, zeolit The synthesis of 5-hydroxymethylfurfural (HMF) from sugars (glucose and fructose) with natural zeolite catalyst of Ende-Nusa Tenggara Timur (NTT) in dimethyl-sulfoxide (DMSO) using reflux method has been done. This study aims to observe the ability of natural zeolite Ende as a catalyst for the transformation of sugar compounds into HMF. According to the research, Ende natural zeolite without activation and modification (ZA), acid activation zeolite (ZAA), alkaline activation zeolite (ZAB), acid activation Na-zeolite (Na-ZAA), alkaline activation Na-zeolite (Na-ZAB), acid activation H-zeolite (H-ZAA) and alkaline activation H-zeolite (H-ZAB) have the ability to transform sugar compounds into HMF. HMF yield for fructose as a substrate was 43-74%, while those for glucose as a substrate was 2-12%. ZAA catalyst had the best catalytic activity as a catalyst in converted fructose to HMF with yield was 74.84%, while for glucose substrate was H-ZAA catalyst with yield was 12.77%. Keywords: 5-Hydroxymethylfurfural (HMF), catalyst, fructose, glucose, zeolite.
Epoksida dan Kinetika Minyak Jarak Pagar Sebagai Pemlastis Film Polivinil Klorida Asep Saefurohman; Purwantiningsih Sugita; Suminar S Achmadi
Jurnal Kimia Valensi JURNAL Valensi Volume 2, No. 3, November 2011
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v2i3.113

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kondisi optimum untuk epoksidasi minyak jarak dengan variasi suhu (T) dan konsentrasi katalis pada waktu reaksi yang sama, mengkarakterisasi hasil epoksidasi atau pemlastis dengan parameter bilangan iodine dan bilangan oksirana serta menentukan orde reaksi dan energi aktivasi menggunakan studi kinetika.  Penentuan Ea epoksidasi dilakukan pada kondisi waktu reaksi 12 jam, dengan suhu 50, 60, dan 70oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum sintesis pemlastis menghasilkan bilangan oksirana 4.2%.  Sementara itu, bilangan iodin secara signifikan berkurang dari 2,6-15,3 lebih rendah tetapi bilangan oksirana relatif tinggi, 123,4-205,8 lebih tinggi sebelum dilakukan epoksidasi. Analisis dengan metode respon permukaan menunjukkan bahwa model persamaan matematika untuk bilangan oksirana adalah:17.8733 + 0.5498x + 1.2830y – 0.0039z – 0.1960xy – 0.004xz.  Karakterisasi epoksidasi dengan GC-MS menunjukkan waktu retensi 14.809 untuk metil cis-9,10–epoksioleat (MW 312). Kinetika reaksi menunjukkan orde ke satu dan konstanta laju untuk bilangan iodine masing-masing adalah: 50, 60, dan 70 oC adalah  9.97 ´ 10-2, 3.4 ´ 10-2, 21.34 ´ 10-2. Sementara itu, konstanta laju untuk bilangan oksirana adalah  11.28 ´ 10-2, 4.39 ´ 10-2, 1.89 ´ 10-2. Energi aktivasi masing-masing untuk bilangan iodine dan oksirana adalah  24.99 kcal/mol and 82.296 kcal/mol.   Kata Kunci : Epoksidasi, Kinetika, Poli Vinil Klorida, Minyak Jarak, Pemlastis
SINTESIS PEREKAT TANIN RESORSINOL FORMALDEHIDA DARI EKSTRAK KULIT POHON MANGIUM UNTUK PENINGKATAN KUALITAS BATANG SAWIT Okti Rachmawati; Purwantiningsih Sugita; Adi Santoso
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2515.762 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2018.36.1.33-46

Abstract

Batang sawit memiliki stabilitas dimensi, kerapatan, sifat fisik, dan mekanik lebih rendah daripada jenis kayu lainnya. Upaya mengatasi kelemahan sifat batang sawit dapat dilakukan melalui pemadatan (densifikasi) menggunakan kempa panas dan penambahan bahan kimia atau perekat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan komposisi optimal tanin resorsinol formaldehida (TRF) dalam aplikasinya sebagai bahan perekat untuk peningkatan kualitas batang sawit. Tanin diekstraksi menggunakan air pada suhu 75°C kemudian dikopolimerisasi dengan resorsinol dan formaldehida. Pencirian TRF dilakukan melalui analisis gugus fungsi menggunakan spektroskopi inframerah, dan kristalinitas menggunakan difraksi sinar X. Perekat TRF kemudian diaplikasikan dalam proses peningkatan kualitas pada batang sawit melalui proses kompregnasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaktivitas tanin pada kulit kayu Acacia mangium sebesar 65,82%, komposisi optimal perekat TRF (v/v) = 1: 0,05: 0,05 dengan kadar padatan sebesar 8,33%, formaldehida bebas 0,09%, dan derajat kristalinitas 10,92%. Ekstrak tanin yang dihasilkan memiliki karakter spesifik pada bilangan gelombang yang sesuai dengan ciri yang dimiliki oleh standar tanin akasia impor. Adanya penambahan gugus fungsional baru dan peningkatan intensitas serapan pada beberapa bilangan gelombang melalui analisis spektroskopi inframerah pada TRF dan juga batang sawit hasil kompregnasi, mengindikasikan adanya ikatan yang dihubungkan oleh jembatan eter dan metilena pada TRF serta antara TRF dan komponen kimia pada batang sawit. Batang sawit hasil kompregnasi secara signifikan meningkat kerapatannya sebesar 104,61%, kekerasan menjadi enam kali lipat, dan penurunan pengembangan tebal sebesar 85,98%. Batang sawit hasil kompregnasi juga meningkat kualitasnya dari kelas kuat kayu V menjadi kelas kuat kayu III, sehingga berpeluang untuk digunakan dalam pembuatan produk eksterior.
PENINGKATAN KUALITAS KAYU SAWIT DENGAN PERLAKUAN KOMPREGNASI MENGGUNAKAN TANIN RESORSINOL FORMALDEHIDA Okti Rachmawati; Purwantiningsih Sugita; Adi Santoso
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.798 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2018.36.3.181-190

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia. Ketersediaan batang sawit sebagai limbah dari proses panen akhir tanaman sawit sangat besar, murah dan dapat menjadi sumber kayu alternatif yang berkelanjutan untuk berbagai aplikasi jika dapat dimanfaatkan dengan baik. Kelemahan batang sawit adalah berat jenis, sifat fisis, dan mekanis tergolong rendah dibandingkan produk biomaterial lainnya seperti kayu. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas kayu sawit melalui teknik kompregnasi menggunakan campuran perekat tanin resorsinol formaldehida (TRF). Studi ini dilakukan dengan melaburkan permukaan sampel kayu sawit berukuran 5cm × 5cm × 2cm dengan campuran perekat TRF komposisi 1 : 0,05 : 0,05 (v/v/v) yang diikuti dengan perlakuan kempa dingin selama 10 menit pada tekanan 10 kg/cm2 selanjutnya dilakukan kempa panas pada suhu 120ᵒC dengan tekanan 12 kg/cm2 selama 10 menit. Pengujian dilakukan dengan penentuan kerapatan, kekerasan, pengembangan tebal, dan emisi formaldehida yang kemudian dibandingkan dengan kontrol kayu sawit tanpa perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu sawit hasil kompregnasi secara signifikan mampu meningkatkan kerapatan kayu sebesar 104,61%, kekerasan menjadi enam kali lebih besar, dan menurunkan pengembangan tebal sebesar 85,98%. Kayu sawit kompregnasi juga berhasil meningkatkan kelas kuat kayu V menjadi kelas kuat kayu III.
PENGARUH IRADIASI GAMMA TERHADAP DEGRADASI ZAT WARNA DIRECT ORANGE 34 DALAM AIR Purwantiningsih Sugita; Ermin Katrin Winarno; Lia Anriani
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.851 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v1i2.170

Abstract

The aim of this experiment is study on technique of gamma irradiaton in analyzing dying agent direct orange 34 in waste water. Direct orange 34 was dispersed to oxalic and malic acids when the 60Co irradiated. The result showed that dose and dose rate of 60Co were less than 10 kGy and 7.57 kGy/hour, respectively. While, the pH of the first solution was 7.0. The technique showed that the chemical oxygen demand of dye solution was decreased from 60.38 to 4.90 ppm.
Chemical Characteristics, Antioxidant Activity, Total Phenol, and Caffeine Contents in Coffee of Date Seeds (Phoenix dactylifera L.) of Red Sayer Variety Siti Warnasih; Ade Heri Mulyati; Diana Widiastuti; Zuniar Subastian; Laksmi Ambarsari; Purwantiningsih Sugita
The Journal of Pure and Applied Chemistry Research Vol 8, No 2 (2019): Edition May-August 2019
Publisher : Chemistry Department, The University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpacr.2019.008.02.475

Abstract

Red Sayer is one of the date varieties from the United Arab Emirates. This variety is one type of dates that is imported into Indonesia and used as processed date palm juice producing waste, namely date seeds. Date seeds can be made into some coffee that is rich in antioxidants and does not contain caffeine. The purpose of this study is to determine the chemical characteristics, antioxidant activity, total phenol, and caffeine contents in coffee of the Red Sayer variety date seeds. Coffee of date seeds is made into powder and then analyzed for its contents of water, ash, protein, fat, carbohydrates and total sugar, besides its antioxidant activity, total phenol, and caffeine levels. The results of the analysis obtained are, as follows: 4.42±0.01% water, 1.17±0.04% ash, 8.55±0.64% protein, 7.34±0.07% fat, 78.52±0.76% carbohydrate, 16.39±0.01% total sugar, 23.81±0.22 μg/mL antioxidant activity (IC50) and 340.65±1.53 mg GAE / 100g total phenol, while caffeine is not detected. Red Sayer date seed coffee, therefore, can be a source of carbohydrates and natural antioxidants that does not contain caffeine.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KITOSAN BERTAUT SILANG GLUTARALDEHIDA SEBAGAI ADSORBEN PEMURNIAN MINYAK AKAR WANGI Muhammad Fathurrahman; Purwantiningsih Sugita; Henny Purwaningsih
EduChemia (Jurnal Kimia dan Pendidikan) Vol 2, No 1 (2017): Available Online in January 2017
Publisher : Department of Chemical Education Faculty of Teacher Training and Education Universitas Su

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.024 KB) | DOI: 10.30870/educhemia.v2i1.1300

Abstract

Abstract: Synthesis of glutaraldehyde cross-linked chitosan (chitosan-GA) has been done and characterized by using FTIR and TGA. Adsorption of Fe(III) ion by glutaraldehyde cross-linked chitosan (chitosan-GA) has been studied by using batch method. The objectives of this research are to know optimum adsorption condition of Fe(III) ion by chitosan-GA, then study influence of Cu(II) ion to adsorption of Fe(III) ion and its application to vetiver oil. Optimum conditions are finding out by response surface Box Behnken method. Percent adsorption value of Fe(III) ion by Chitosan-GA (DD = 78%) is about 91,8439% in optimum conditions : weight adsorbent 0,75 gram, temperature 25oC, time contact 360 minutes. Percent adsorption of Fe(III) ion was decreased from 91,9521% to 79,724% because the existence of Cu(II) ion. The color of vetiver oil was changed from dark to reddish brown.Abstrak: Kitosan bertaut silang glutaraldehida (kitosan-GA) disintesis dan dikarakterisasi dengan menggunakan FTIR dan TGA. Adsorpsi ion Fe(III) oleh kitosan-GA telah dipelajari dengan menggunakan metoda Batch. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi optimum dari adsorpsi ion Fe(III) oleh kitosan-GA, kemudian dilanjutkan dengan mempelajari pengaruh ion Cu (II) terhadap adsorpsi Fe(III) dan aplikasinya pada minyak akar wangi. Optimasi dilakukan dengan menggunakan metode respon permukaan desain Box Behnken. Serpih kitosan-GA dengan derajat deasetilisasi 78% mempunyai persen adsorpsi terhadap ion Fe(III) sebesar 91,9521% pada kondisi optimum: bobot adsorben 0,75 gram, suhu 25oC, dan waktu kotak 360 menit. Persen adsorpsi ion Fe(III) yang awalnya 91,9521% mengalami penurunan menjadi 79,7244% akibat adanya ion Cu(II). Minyak akar wangi yang awalnya berwarna gelap kemudian berubah menjadi cokelat kemerahan.
SINTESIS PEREKAT TANIN RESORSINOL FORMALDEHIDA DARI EKSTRAK KULIT POHON MANGIUM UNTUK PENINGKATAN KUALITAS BATANG SAWIT Okti Rachmawati; Purwantiningsih Sugita; Adi Santoso
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2515.762 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2018.36.1.33-46

Abstract

Batang sawit memiliki stabilitas dimensi, kerapatan, sifat fisik, dan mekanik lebih rendah daripada jenis kayu lainnya. Upaya mengatasi kelemahan sifat batang sawit dapat dilakukan melalui pemadatan (densifikasi) menggunakan kempa panas dan penambahan bahan kimia atau perekat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan komposisi optimal tanin resorsinol formaldehida (TRF) dalam aplikasinya sebagai bahan perekat untuk peningkatan kualitas batang sawit. Tanin diekstraksi menggunakan air pada suhu 75°C kemudian dikopolimerisasi dengan resorsinol dan formaldehida. Pencirian TRF dilakukan melalui analisis gugus fungsi menggunakan spektroskopi inframerah, dan kristalinitas menggunakan difraksi sinar X. Perekat TRF kemudian diaplikasikan dalam proses peningkatan kualitas pada batang sawit melalui proses kompregnasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaktivitas tanin pada kulit kayu Acacia mangium sebesar 65,82%, komposisi optimal perekat TRF (v/v) = 1: 0,05: 0,05 dengan kadar padatan sebesar 8,33%, formaldehida bebas 0,09%, dan derajat kristalinitas 10,92%. Ekstrak tanin yang dihasilkan memiliki karakter spesifik pada bilangan gelombang yang sesuai dengan ciri yang dimiliki oleh standar tanin akasia impor. Adanya penambahan gugus fungsional baru dan peningkatan intensitas serapan pada beberapa bilangan gelombang melalui analisis spektroskopi inframerah pada TRF dan juga batang sawit hasil kompregnasi, mengindikasikan adanya ikatan yang dihubungkan oleh jembatan eter dan metilena pada TRF serta antara TRF dan komponen kimia pada batang sawit. Batang sawit hasil kompregnasi secara signifikan meningkat kerapatannya sebesar 104,61%, kekerasan menjadi enam kali lipat, dan penurunan pengembangan tebal sebesar 85,98%. Batang sawit hasil kompregnasi juga meningkat kualitasnya dari kelas kuat kayu V menjadi kelas kuat kayu III, sehingga berpeluang untuk digunakan dalam pembuatan produk eksterior.
PENINGKATAN KUALITAS KAYU SAWIT DENGAN PERLAKUAN KOMPREGNASI MENGGUNAKAN TANIN RESORSINOL FORMALDEHIDA Okti Rachmawati; Purwantiningsih Sugita; Adi Santoso
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.798 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2018.36.3.181-190

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia. Ketersediaan batang sawit sebagai limbah dari proses panen akhir tanaman sawit sangat besar, murah dan dapat menjadi sumber kayu alternatif yang berkelanjutan untuk berbagai aplikasi jika dapat dimanfaatkan dengan baik. Kelemahan batang sawit adalah berat jenis, sifat fisis, dan mekanis tergolong rendah dibandingkan produk biomaterial lainnya seperti kayu. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas kayu sawit melalui teknik kompregnasi menggunakan campuran perekat tanin resorsinol formaldehida (TRF). Studi ini dilakukan dengan melaburkan permukaan sampel kayu sawit berukuran 5cm × 5cm × 2cm dengan campuran perekat TRF komposisi 1 : 0,05 : 0,05 (v/v/v) yang diikuti dengan perlakuan kempa dingin selama 10 menit pada tekanan 10 kg/cm2 selanjutnya dilakukan kempa panas pada suhu 120ᵒC dengan tekanan 12 kg/cm2 selama 10 menit. Pengujian dilakukan dengan penentuan kerapatan, kekerasan, pengembangan tebal, dan emisi formaldehida yang kemudian dibandingkan dengan kontrol kayu sawit tanpa perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu sawit hasil kompregnasi secara signifikan mampu meningkatkan kerapatan kayu sebesar 104,61%, kekerasan menjadi enam kali lebih besar, dan menurunkan pengembangan tebal sebesar 85,98%. Kayu sawit kompregnasi juga berhasil meningkatkan kelas kuat kayu V menjadi kelas kuat kayu III.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN FLAVONOID EKSTRAK BIJI KURMA Siti Warnasih; Diana Widiastuti; Uswatun Hasanah; Laksmi Ambarsari; Purwantiningsih Sugita
EKOLOGIA Vol 19, No 1 (2019): EKOLOGIA: JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.131 KB) | DOI: 10.33751/ekol.v19i1.1660

Abstract

Date seeds are waste from palm fruit processing that has not been utilized optimally. Date seeds contain flavonoids which are known to act as antioxidants. The aim of this study was to determine the antioxidant activity and flavonoid of methanol extract which was carried out by soxhletation and its fractionation results. Date seeds are made into simplicia, soxhlet extraction with methanol, then the methanol extract is fractionated in stages by liquid-liquid partition with n-hexane, ethyl acetate, and n-butanol. Each fraction and extract was determined by its antioxidant activity with the DPPH method and its flavonoid was determined by spectrophotometry. Ethyl acetate fraction has the strongest antioxidant activity with the lowest IC50 value, that is equal to 5.74 ± 0.05μg/mL, followed by methanol extract of 9.55±0.53 μg/mL, n-butanol fraction 19.73±0,58 μg/mL, and n-hexane fraction of 289.59±10.52 μg/mL, while the IC50 value for vitamin C as a positive control was 4.29±0.74 μg/mL. The highest flavonoids were produced from ethyl acetate fractions which amounted to 1484.33 ± 161.47 mg Quercetin Equivalent (QE) / 100 g, followed respectively by methanol extract of 282.84±13.72 mg QE/100 g.
Co-Authors Achmad Sjachriza Achmad Sjahriza Ade Heri Mulyati Adi Cifriadi, Adi Adi Santoso Adi Santoso ADI SANTOSO Agusta, Dhea Demitri Akhiruddin Maddu Apriandi, Azwin Asep Hidayat Asep Hidayat Asep Saefurohman Asron Ferdian Falaah, Asron Ferdian Auliya Ilmiawati Azkiyah, Dina Bambang Srijanto Bambang Srijanto Bambang Srijanto Budi Arifin Cece Sumantri Dedi Duryadi Solihin Dian Susanthy Diana Widiastuti Dita Ariyanti dwi wahyono Dwiatmoko, Adid Adep Dyah Iswantini Ellin Vina Setyowati Epi Taufik Ermin Katrin Winarno Ermin Katrin Winarno Fifia Zulti Firdayani, Firdayani fithri amelia Fitri, Iis Yusma Ghozali, Ali Aulia Gustini Syahbirin Hanhan Dianhar Harjono - Harjono Harjono Hefni Effendi Henny Purwaningsih Herdini , Herdini Herdini . Ida Ayu Putu Sri Widnyani Irmanida Batubara Isalmi Aziz Jaya Hardi Kiagus Dahlan Kiagus Dahlan Kurniawan, Yehezkiel Steven Kurniawanti, Kurniawanti Kustiariyah Tarman LAKSMI AMBARSARI latifah K Darusman Latifah K. Darusman Lia Anriani Luthfan Irfana mahdi mubarok Mas’ud, Zainal Alim Mela Faradika Mersi Kurniati Muhamad Rifai Muhamad Rifai Muhammad Fathurrahman Napthaleni , Napthaleni, Napthaleni Ningtias, Widya Sekar Ayu Novik Nurhidayat Noviyan Darmawan Nur Qadri Rasyid Okti Rachmawati Okti Rachmawati Okti Rachmawati Priandanda, Rafi Chandra Pujiyati Pujiyati Pujiyati, Puspita Sari Puspita Sari Rahayu, Dyah Utami Cahyaning Rahmani, Nabiila Rarah Ratih Adjie Maheswari Rasyid, Nur Qadri Rini Siswati Asnel Santi Puspitasari Siti Nikmatin Siti Warnasih Suminar S Achmadi SUMINAR SETIATI ACHMADI Taher, Dharmawaty M. Tetty Kemala Tiltje Andretha Ransaleleh Tuti Wukirsari Umi Cahyaningsih Uswatun Hasanah Wasmen Manalu Yuyu Yundhana Zainal Alim Mas’ud Zulti, Fifia Zuniar Subastian Zuraida Hanum Zuraida Hanum Zuraida Hanum