Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pemasaran dalam Peningkatan Penjualan Wine di Hatten Wine Pada Era New Normal Krisnaputra, Gede Rendi; Sinaga, Firman; Supartini, Ni Luh
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i2.322

Abstract

Hatten Wine merupakan salah satu perusahaan wine yang ada di Bali. Dikarenakan situasi pandemi di era new normal penjualan Wine menurun drastis. Walaupun sudah mempunyai event free flow, wine testing dan wine tour, tetap saja tidak dapat meningkatkan penjualan wine di masa pandemi saat ini. Hal ini dilihat dari merosotnya penjualan pada tahun 2021. Penurunan ini diakibatkan karena pandemi dan kurangnya target market ke tamu lokal. Berdasarkan hal tersebut peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan strategi pemasaran dengan metode analisis SWOT (strength, weakness, opportunities, threat) dan metode QSPM (quantitative strategic planning matrix) untuk menentukan strategi prioritas yang diperoleh dari analisis SWOT. Dimana hasil dari analisis SWOT menunjukkan Hatten Wine berada pada Kuadran I dimana sumbu X (strength) pada titik 1,33 dan Y (opportunities) berada pada titik 1,2. Dalam situasi ini tindakan yang diambil yaitu menggunakan strategi agresif dimana menagemen sales & marketing harus memperkuat kekuatan yang ada untuk dapat memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. Dan untuk strategi prioritas yang digunakan yaitu membuat promosi wine. Membuat member card untuk para repeater dengan bonus atau discount. Membuat event serta mengundang DJ/live music yang memiliki masa banyak untuk meningkatkan jumlah pengunjung dan volume penjualan. Hatten Wine is one of the wine companies in Bali. Due to the pandemic situation in the new normal era, wine sales have decreased drastically. Even though they already have free flow events, wine testing and wine tours, they still cannot increase wine sales during the current pandemic. This can be seen from the decline in sales in 2021. This decline was due to the pandemic and the lack of a target market for local guests. Based on this, the researchers conducted research using a marketing strategy using the SWOT analysis method (strengths, weaknesses, opportunities, threats) and the QSPM (quantitative strategic planning matrix) method to determine the priority strategies obtained from the SWOT analysis. Where the results of the SWOT analysis show Hatten Wine is in Quadrant I where the X (strength) axis is at 1.33 and Y (opportunities) is at 1.2. In this situation the action taken is to use an aggressive strategy where the sales & marketing management must strengthen the existing strengths to be able to take advantage of the maximum opportunity. And for the priority strategy used, namely making wine promotions. Make member cards for repeaters with bonuses or discounts. Organize events and invite DJs/live music who have a lot of time to increase the number of visitors and sales volume.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Makanan dan Minuman Terhadap Kepuasan Tamu di Pool Restoran Seminyak Bali Christanto, I Putu Ari Grace; Sinaga, Firman; Susanti, Luh Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i2.330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan makanan dan minuman terhadap kepuasan tamu di Pool Restoran pada Puri Saron Hotel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelanggan yang berkunjung ke Pool Restoran pada Puri Saron Hotel pada bulan Maret-April 2021. Teknik sampling yang peneliti gunakan adalah simple random sampling, dan diperoleh sampel sebanyak 30 pelanggan Pool Restoran pada Puri Saron Hotel. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial kualitas pelayanan makanan dan minuman berpengaruh positif terhadap kepuasan tamu di Pool Restoran pada Puri Saron Hotel. Nilai positif indikator kualitas pelayanan, yaitu tangibles sebesar 0,701 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, responsiveness sebesar 0,088 dengan nilai signifikansi sebesar 0,619, reliability sebesar 0,164 dengan nilai signifikansi sebesar 0,325, empaty sebesar 0,071 dengan nilai signifikansi sebesar 0,715, dan assurance sebesar 0,271 dengan nilai signifikansi sebesar 0,366. Secara simultan kualitas pelayanan makanan dan minuman berpengaruh terhadap kepuasan tamu di Pool Restoran pada Puri Saron Hotel, diperoleh Fhitung = 14,946 > Ftabel = 2,62 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. F hitung lebih besar dari F tabel yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti bahwa secara simultan indikator kualitas pelayanan, yaitu tangubles (X1), responsiveness (X2), reliability (X3), empaty (X4), dan assurance (X5) berpengaruh terhadap kepuasan tamu namun variabel kualitas pelayanan dan lokasi hanya berpengaruh sebesar 70,6 persen variansi dalam mempengaruhi kepuasan tamu dan sisanya sebesar 29,4 persen dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. This study aims to determine the effect of food and beverage service quality on guest satisfaction at the Pool Restaurant at Puri Saron Hotel. The population in this study were all customers who visited the Restaurant Pool at the Puri Saron Hotel in March-April 2021. The sampling technique used by the researchers was simple random sampling, and a sample of 30 customers was obtained from the Pool Restaurant at the Puri Saron Hotel. The data analysis technique used in this research is multiple linear regression analysis technique. The results showed that partially the quality of food and beverage service had a positive effect on guest satisfaction in the Restaurant Pool at Puri Saron Hotel. The positive value of service quality indicators, namely tangibles is 0.701 with a significance value of 0.000, responsiveness is 0.088 with a significance value of 0.619, reliability is 0.164 with a significance value of 0.325, empathy is 0.071 with a significance value of 0.715, and assurance is 0.271 with a significance value of 0.366. Simultaneously the quality of food and beverage service affects guest satisfaction in the Restaurant Pool at Puri Saron Hotel, obtained Fcount = 14.946 > Ftable = 2.62 with a significance value of 0.000 <0.05. F count is greater than F table which means Ho is rejected and Ha is accepted. This means that simultaneously service quality indicators, namely tangibles (X1), responsiveness (X2), reliability (X3), empathy (X4), and assurance (X5) affect guest satisfaction but service quality and location variables only affect 70 ,6 percent of the variance in influencing guest satisfaction and the remaining 29.4 percent is influenced by other variables not explained in this study.
Pengaruh Pelatihan Soft Skill dan Hard Skill Terhadap Kinerja Karyawan di Bali Beach Glamping Resort Widyaningsih, Ni Kadek Ari; Sinaga, Firman; Wirawan, Putu Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i3.358

Abstract

Ditemukan complain mengenai operasional di front office, restaurant, kitchen dan house keeping pada Bali Beach Glamping Resort. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pelatihan soft skill dan hard skill terhadap kinerja di Bali Beach Glamping Resort. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan SPSS 23. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan kuesioner dan studi dokumen. Kuesioner disebar kepada seluruh karyawan di Bali Beach Glamping. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji statistik seperti uji validitas, uji reliabitas, uji asumsi klasik, uji regresi linear sederhana dan uji regresi linear berganda. Hasil analisis dalam penelitian ini adalah semakin tinggi pelatihan soft skill dan hard skill maka kinerja karyawan akan semakin meningkat. Simpulan penelitian ini adalah pelatihan soft skill dan hard skill berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di Bali Beach Glamping Resort. Dalam penelitian ini indikator pada pelatihan soft skill yang memiliki pengaruh paling tinggi terhadap kinerja karyawan adalah pelatihan leadership, sedangkan indikator pada hard skill yang memiliki pengaruh paling tinggi adalah pelatihan pelayanan. Manfaat penelitian ini untuk industri yaitu memberikan masukan kepada resort berupa informasi yang dapat dijadikan referensi mengenai peltihan yang efektif diterapkan di industri perhotelan sehingga menghasilkan karyawan yang kompeten dibidangnya. Dan kepada department front office, restaurant kitchen dan house keeping yang ada di Bali Beach Glamping dapat menjadikan penelitian ini sebagai acuan dalam memberikan pelatihan yang tepat dimasa mendatang. Dalam pelatihan soft skill agar lebih meningkatkan pelatihan untuk problem solving sedangkan pada pelatihan hard skill lebih meningkatkan pelatihan teknologi. Complaints were found regarding operations at the front office, restaurant, kitchen and house keeping at Bali Beach Glamping Resort. The purpose of this study was to determine the effect of soft skill and hard skill training on performance at Bali Beach Glamping Resort. The research method used is a quantitative method using SPSS 23. Data collection techniques used in this research are questionnaires and document studies. Questionnaires were distributed to all employees at Bali Beach Glamping. The data analysis technique used is statistical tests such as validity tests, reliability tests, classical assumption tests, simple linear regression tests and multiple linear regression tests. The results of the analysis in this study are the higher the soft skill and hard skill training, the higher the employee's performance. The conclusion of this research is that soft skill and hard skill training have a significant effect on employee performance at Bali Beach Glamping Resort. In this study, the indicator on soft skills training that has the highest influence on employee performance is leadership training, while the indicator on hard skills that has the highest influence is service training. The benefit of this research for the industry is to provide input to resorts in the form of information that can be used as a reference regarding effective training applied in the hospitality industry so as to produce competent employees in their fields. And to the front office, restaurant kitchen and house keeping departments in Bali Beach Glamping, this research can be used as a reference in providing appropriate training in the future. In soft skills training to further improve training for problem solving, while in hard skills training further improve technology training.
Peran Order Taker Housekeeping Departement di Pullman Bali Legian Beach Hotel and Resort Swandewi, Putu Anindya; Sinaga, Firman
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i3.376

Abstract

Kinerja Profesional Pelayanan Restoran di Hotel Plataran Ubud Ananda , I Wayan Aris Trisna Mega; Ekasani , Kadek Ayu; Sinaga , Firman

Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i5.418

Abstract

Penelitian ini membahas kinerja profesional pelayanan restoran di hotel Plataran Ubud. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang profesional dan mengurangi komplain dari tamu restoran hotel Plataran Ubud. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara. Jumlah responden ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin yaitu dengan menggunakan 20% dari jumlah populasi, hal ini dilakukan untuk memudahkan pengolahan data dan untuk hasil pengujian yang lebih baik. Dalam observasi ini, peneliti melakukan wawancara dengan 2 supervisor, 1 kapten restoran dan 3 pelayan. Upaya yang digunakan untuk meningkatkan Kinerja Profesional di Plataran Hotel Ubud adalah 1) Pendidikan 2) Pelatihan 3) Magang 4) Uji kompetensi 5) Tugas tambahan 6) Rotasi kerja 7) Studi banding 8) Bimbingan 9) Promosi. Kinerja Profesional Pelayanan Restoran di Hotel Plataran Ubud telah menerapkan standar operasional prosedur untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Prosedur standar operasi yang diterapkan meliputi penampilan yang sehat dan profesional, pengetahuan makanan dan minuman, ketepatan waktu, kearifan lokal, kepribadian, sikap terhadap konsumen, ingatan, kejujuran, perbuatan, kemampuan penjualan, kepuasan pelanggan, dan keluhan. Hal ini berdampak besar pada operasional restoran, baik dari segi efisiensi maupun efektifitas kerja, sehingga setiap operasional dapat berjalan dengan baik tanpa kesalahan yang tidak diinginkan dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur sehingga kinerja profesional pramusaji dapat terus ditingkatkan. This research discusses the professional performance of restaurant services at the Plataran Ubud hotel. The purpose of this research is to improve the quality of professional service and reduce complaints from guests at the Plataran Ubud hotel restaurant. The data collection technique in this study used descriptive qualitative by conducting interviews, the number of respondents was determined using the Slovin formula, namely by using 20% of the total population, this was done to facilitate data processing and for better test results. In this observation, the researcher conducted interviews with 2 supervisors, 1 restaurant captain and 3 waiters/s. Efforts used to improve Professional Performance at Plataran Hotel Ubud are 1) Education 2) Training 3) Internship 4) Competency test 5) Additional assignments 6) Job rotation 7) Comparative study 8) Guidance 9) Promotion. Professional Performance of Restaurant Services at Hotel Plataran Ubud has implemented standard operating procedures to improve service quality. Standard operating procedures applied include a healthy and professional appearance, knowledge of food and beverages, punctuality, local knowledge, personality, attitude towards consumers, memory, honesty, deed, sales ability, customer satisfaction, and complaints. This has a major impact on restaurant operations, both in terms of efficiency or work effectiveness, so every operation can be carried out properly without unwanted errors and in accordance with Standard Operating Procedures so that the professional performance of waiters can be continuously improved.
Strategi Pemasaran Cafe Monkey Cave Espresso Pada Era New Normal Sinaga , Firman; Hendri , Angelia; Praminatih , Gusti Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.466

Abstract

Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor IFAS dan EFAS dengan menggunakan analisis SWOT di Monkey Cave Espresso Ubud. Jenis data yang digunakan yaitu data kuatitaif dan kualitatif. Yang merupakan data kualitatif dari penelitian ini adalah strategi pemasaran dan sejarah Monkey Cave Espresso dan yang merupakan data kuantitatif adalah kuisioner IFAS dan EFAS serta harga produk di Monkey Cave Espresso Ubud. Data sekunder diperoleh dari internet, media sosial dan kerabat sedangkan data primer diperoleh dari hasil obeservasi, kuisioner dan wawancara mengenai indikator-indikator yang dirumuskan dalam penelitian ini serta hasil dari pemberian bobot dan rating IFAS dan EFAS. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, analisis SWOT, IFAS, EFAS, kuadran dan matriks SWOT. Berdasarkan hasil dari analisis SWOT, Hasil dari analisis IFAS dan EFAS di Monkey Cave Espresso Ubud yaitu berada pada koordinat X=0,6 dan koordinat Y= 0,17 atau berada kuadran 2 (diversifikasi) yang artinya Monkey Cave Espresso Ubud menghadapi beberapa ancaman perusahaan, maupun strategi pemasaran namun Monkey Cave Espresso masih memiliki kekuatan dari segi internal. Jadi, fokus dari Monkey Cave Espresso adalah dengan memaksimalkan kekuatan yang dimiliki untuk memanfaatkan peluang. Monkey Cave Ubud disarankan untuk merubah strateginya untuk lebih memaksimalkan strategi pemasaran melalui Digital Marketing, Endorsement dan WOM (Word Of Mouth) yang berbasis MLM (Multi Level Marketing) hal ini dapat disimpulkan karena dilihat dari target pasar yang dimiliki sebagian besar adalah para generasi Z yang sangat aktif di media sosial atau dunia maya. The result of this research is to analyze the IFAS and EFAS factors by using SWOT analysis at Monkey Cave Espresso Ubud. The types of data used are quantitative and qualitative data. The qualitative data from this research is the marketing strategy and history of Monkey Cave Espresso and quantitative data is the IFAS and EFAS questionnaires and product prices at Monkey Cave Espresso Ubud. Secondary data was obtained from the internet, social media and relatives while primary data was obtained from the results of observations, questionnaires and interviews regarding the indicators formulated in this study as well as the results of weighting and rating of IFAS and EFAS. The data analysis technique used is descriptive qualitative method, SWOT analysis, IFAS, EFAS, quadrant and SWOT matrix. Based on the results of the SWOT analysis, the results of the IFAS and EFAS analysis at Monkey Cave Espresso Ubud are located at coordinates X = 0.6 and coordinates Y = 0.17 or are in quadrant 2 (diversification) which means Monkey Cave Espresso Ubud faces several corporate threats. , as well as marketing strategies, but Monkey Cave Espresso still has internal strength. So, the focus of Monkey Cave Espresso is to maximize its strengths to take advantage of opportunities. Monkey Cave Ubud is advised to change its strategy to further maximize its marketing strategy through Digital Marketing, Endorsement and WOM (Word Of Mouth) based on MLM (Multi Level Marketing). very active on social media or cyberspace.
Peranan Receptionist dalam Meningkatkan Pelayanan Tamu di Front Office Department Utami , Luh Yuni Sri; Sinaga , Firman
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i8.512

Abstract

Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan receptionist pada kantor depan dalam meningkatkan pelayanan tamu di Aloft Bali Seminyak. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode observasi dan metode wawancara, maka dari itu diperolehlah data-data mengenai bagaimana peranan seorang receptionist pada kantor depan di Aloft Bali Seminyak . Hasil dari penelitian yang diperoleh yaitu receptionist memiliki peran yang amat sangat penting terhadap kegiatan operasional di front office depertment karena area depan ini merupakan area sebagai pusat informasi dari hotel yang dimana ketika tamu tiba untuk pertama kalinya bertemu dengan staff front office maka dari itu sering dikatakan bahwa receptionist sebagai first impression bagi tamu. Dalam menjalankan perannya sebaiknya seorang receptionist harus mengikuti standard operasional prosedur yang telah ditetapkan hotel guna memudahkan dalam menjalankan peranannya dalam meningkatkan pelayanan tamu. Di Aloft Bali Seminyak Hotel sendiri penerapan SOP pada receptionist sangat baik sehingga dapat dikatakan bahwa receptionist sangat berperan penting disini. This final project aims to determine how the role of receptionist at front office in improving guest services at Aloft Bali Seminyak. The data collection method used in this study using observation and interview methods, therefore obtained data on how the role of a receptionist in the front office at Aloft Bali Seminyak . The results of the research is the receptionist has substantial role in the operational activities of the front office because the front area is an area as the information center of the hotel where when guests arrive for the first time guest meet with the front office staff therefore it is often said that the receptionist as a first impression for guests. In carrying out its role, a receptionist should follow the standard operating procedures that have been set by the hotel in order to facilitate its role in improving guest service. In Aloft Bali Seminyak Hotel itself the application of SOP on the receptionist is very good so it can be said that the receptionist plays an important role here.
Upaya Peningkatan Popularitas dan Profitabilitas Menu Makanan Dengan Metode Menu Engineering Wahyudi, Kadek Andi; Sinaga , Firman; Amir , Firlie Lanovia; Parwati , Komang Shanty Muni
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i6.677

Abstract

Analisa Taking Order dalam Peningkatkan Kinerja Pramusaji Andani , Desak Komang Tri; Sinaga, Firman
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i3.737

Abstract

Industri Pelayanan makan dan minuman yang pesat termasuk di USA menuntut pelaku usaha menciptakan kualitas pelayanan guna mempertahankan kesetian pelanggan terhadap jasa yang ditawarkan sehingga kelangsungan usaha tetap terjaga.Restaurant salah satu dapartement yang berpengaruh pada industry pariwisata. Restaurant merupakan tempat yang dikunjungi orang dengan tujuan mencari berbagai makanan dan minuman. Restaurant biasanya menyajikan keunikan tersendiri sebagai ciri khas melalui menu masakan, hiburan, atapun tampilan fisik bangunan. Salah satu oprasional yang harus diperhatikan adalah terkait dengan taking order tersebut. Order taker/Pramusaji adalah orang yang bertanggung jawab atas penyajian makanan di suatu restaurant ia juga bisa dikatakan sebagai jantung dari sebuah restaurantkarna keberasilan restaurant tergantung atas kepuasan tamu. Penelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk mengetahui kendala dalam menerapkan taking order di Restaurant 43.1 Stratton Mountain Resort, Mengetahui solusi yang tepat saat terjadi masalah , saat menerapkan taking order di Restaurant 43.1 Stratton Mountain Resort. Metode yang digunakan penelitian ini adalahkualitatif yaitu dengan melakukan wawancara ,observasi, Partisipasi selama penulis melakukan on the job training di Restaurant 43.1Stratton Mountain Resort. Adapun hasil dari penelitian ini adalah mengetahui pramusaji/order taker mengalami kendala dalam bahasa dan pemahaman menu serta mengetahui Solusi yang tepat untuk menangani masalah tersebut. Jadi kesimpulannya adalah. Bahwa order taker adalah bagian terpenting dari restaurant yang berhubungan dengan kenyamanan tamu dan berhubungan erat dengan tujuannya didirikannya restaurant yaitu mencari income atau profit. The fast food and drink service industry, including in the USA, requires business actors to create quality service in order to maintain customer loyalty. Restaurant is a place visited by people with the aim of looking for various kinds of food and drinks. One of the operations that must be considered is related to the restaurant's order-taking system. The order taker/waiter is the person who is responsible for serving food in a restaurant. He can also be said to be the heart of the restaurant because the success of the restaurant depends on guest satisfaction and of course the waiter has the responsibility for guest satisfaction. This research was conducted with the aim of knowing the obstacles in implementing order taking at Restaurant 43.1 Stratton Mountain Resort and finding the right solution when a problem occurs, when implementing order taking at Restaurant 43.1 Stratton Mountain Resort. The method used in this research is qualitative, namely by conducting interviews, observation, participation during the authors on the job training at Restaurant 43.1 Stratton Mountain Resort USA. The results of this study are to find out that waiters / order takers experience problems in language and understanding the menu and find out the right solutions to deal with these problems. So the conclusion is that order takers are the most important part of a restaurant that is related to guest comfort and is closely related to the purpose of establishing a restaurant, namely seeking income or profits.
Analisis Penerapan Standar Operasional Prosedur Bar Putra, A.A. Gede Bagus Sedana; Sinaga, Firman; Amir, Firlie Lanovia
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i8.841

Abstract

Standar Operasional Prosedur pada Bar Mano Beach House Seminyak dalam penerapan Standar Operasional Prosedur masih ada karyawan bar yang tidak melaksanakan dengan maksimal sehingga, menimbulkan berbagai masalah pada berlangsungnya operasional seperti membuat minuman tidak menggunakan alat ukur (jigger). Adanya indikasi permasalahan pada penerapan Standar Operasional Prosedur Bar Mano Beach House Seminyak yang telah menjadi latar belakang penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan Standar Operasional Prosedur pada Deparment bar di restoran tersebut. Metode pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Observasi, wawancara serta dokumentasi. Teknik analisis data yang di gunakan yaitu dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manfaat utama dari penerapan Standar Operasional Prosedur menciptakan keselarasan kerja karyawan bar. Manfaat lain yang bisa dipetik adalah bahwa Standar Operasional Prosedur bisa di jadikan pedoman bagi Deparment bar di Mano Beach House Seminyak untuk melakukan tugas-tugasnya, dan juga sebagai media komonikasi untuk mendukung kelancaran operasional. Pihak restoran disarankan untuk terus melakukan perbaikan dan pengembangan pada Standar Operasional Prosedur mereka. Standard Operating Procedures at Bar Mano Beach House Seminyak in the application of Standard Operating Procedures there are still bar employees who do not carry out optimally so that it causes various problems in the ongoing operations such as making drinks without using a measuring device (jigger). There are indications of problems in the application of Standard Operating Procedures Bar Mano Beach House Seminyak which has become the background of this research. The purpose of this study was to determine the application of Standard Operating Procedures to the Department bar in the restaurant. Data collection methods used in this study were observation, interviews and documentation. The data analysis technique used is descriptive qualitative analysis. The results of this study indicate that the main benefit of implementing Standard Operating Procedures is to create work harmony for bar employees. Another benefit that can be learned is that Standard Operating Procedures can be used as guidelines for the Bar Department at Mano Beach House Seminyak to carry out their duties, and also as a communication medium to support smooth operations. The restaurant is advised to continue to make improvements and developments on their Standard Operating Procedures.
Co-Authors A Rinto Dwiatmojo Amir, Firli Lanovia Ananda , I Wayan Aris Trisna Mega Andani , Desak Komang Tri Anggriawan , Egi Saltia Arif Aidil Adha Asma Khan Asmidana, Samuel Hagi Axnestasya , Axnestasya Ayu Widiya Sasmita Bagus Putu Wahyu Nirmala Chet Narayan Acharya Christanto, I Putu Ari Grace Devi Triana Puspa Devi, Ni Kadek Sintya Loka Dr. Nirdosh Kumar Agarwal Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Efendi, Moch Nur Febianti Febianti Firli Lanovia Amir Fitriani, Saroh Gede Yudiya Permana Gunawan Gunawan GUSTI AYU PRAMINATIH Gusti Ngurah Yoga Semadi Hendrajana, I Gusti Made Riko Hendri , Angelia I G. M. Riko Hendrajana I Gede Wahyu Antara Kurniawan I Gusti Made Riko Hendrajana I Gusti Made Riko Hendrajana, Firlie Lanovia Amir I Gusti Made Suka Arnawa I Ketut Gde Nata Adi Putra I Ketut Surata I Nyoman Kanca I Putu Fajar Eka Febryanta I Wayan Lanang Nala I Wayan Putra Aditya I Wayan Restu Suarmana, I Wayan Restu Ida Ayu Ketut Sumawidari Imaddudin, Imaddudin Ismail , Deden Juliastari, Komang Trigita Jumhur Hakim Juniartha, I Made Erik Kadek Ayu Ekasani Kasiani Kasiani Kimberley Kimberley Komang Shanty Muni Parwati Komang Trigita Juliastri Krisnaputra, Gede Rendi Lanovia Amir, Firlie Liestyowati Luh Eka Susanti Luh Mei Wahyuni M. Agus Sutiarso Made Sudiarta Maria Bernadetha Masih, Ni Ketut Md. Alaul Haque Moch Nur Efendi Moch Nur Efendi Mohamad Tamrin Muhammad Ali Muhammad Ali, H. Muhammad Zulfan Ni Luh Supartini Ni Wayan Sadiyani Novita Indriani Nur Efendi, Moch. Nurwijayanti Pambudi, Bondan Pantiyasa, I Wayan Paramita, Putu Dian Yuliani Paramitha, Made Widya Parwati , Komang Shanty Muni Parwati, Komang Shanty Muni Pemayun, I Dewa Gede Ari Putra, A.A. Gede Bagus Sedana Putu Diva Krisna Maharani Putu Eka Wirawan Riko Hendrajana, I Gusti Made Robiatul Adawiyah Robiatul Adawiyah Sabalius Uhai Sanjaya, I Wayan Kiki Santi Palupi Santi Palupi, Santi Saroh Fitriani Sasmita, Ayu Widiya Semara, I Made Trisna Suadnyana, I Wayan Suarja , I Ketut Suarja, I Ketut Sukmana, Eman Susanti, Putu Herny Swandewi, Putu Anindya Tijjani Ahmed Ajayi Titing Koerniawaty, Francisca Utami , Luh Yuni Sri Utik Kuntariati Vena Maria Jessica Noya Wahyudi, Kadek Andi Widhyadanta, I Gede Dirga Surya Arya Widyaningsih, Ni Kadek Ari