Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Nilai Kemandirian Dalam Meningkatkan Pengembangan Sektor Pariwisata Pulau Lombok: Studi Kasus Patung Putri Mandalika Sinaga, Firman; Fitriani, Saroh; Uhai, Sabalius; Muhammad Ali, H.
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.7917

Abstract

Patung Putri Mandalika adalah patung di Pantai Seger di desa Kute di daerah Mandalika Lombok Tengah yang menggambarkan seorang putri yang ingin membebaskan dirinya dari laki-laki. Arca-arca ini menunjukkan sepenggal legenda yang memiliki cerita cukup unik sehingga arca-arca tersebut tidak lepas dari tradisi Bau Nyale yang sering dirayakan pada bulan Februari setiap tahunnya, Fazalani, 2018 dalam Nursaptini et al. (2020). Semakin menarik daerah tersebut dan semakin besar kemungkinan akan dipilih sebagai tujuan wisata potensial, Muhammad Nastabiq &; Harry Soesanto (2021). Kemandirian pariwisata harus memenuhi unsur-unsur dasar : daya tarik, aksesibilitas, amenity dan ancilliary, Cooper dkk (1995: 81). Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, menggunakan purposive sampling, wawancara mendalam dengan kepala desa untuk pengumpulan data, observasi, dokumen, triangulasi dan model Miles and Huberman untuk analisis data . Permasalahan penelitian dalam penelitian ini adalah bagaimana nilai kemandirian meningkatkan pengembangan sektor pariwisata dalam studi kasus PATUNG PUTRI MANDALIKA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan nilai ekonomi yang tinggi pada objek wisata patung Putri Mandalika jika diperlukan Revitalisasi Pengembangan Pariwisata. Saran perlu renovasi dan pemeliharaan Patung Putri Mandalika, jembatan harus diperbaiki, fasilitas tempat sampah sudah 'diberlakukan, toilet harus renovasi dengan layak pakai, parkir juga harus renovasi agar nyaman bagi pengunjung, melatih penjual dengan baik, menyediakan papan pengumuman Patung Putri Mandalika dengan sejarah dan desain kearifan lokalnya.
Optimizing Tourism Grant Funds in Improving the Tourism Industry in Indonesia Hendrajana, I Gusti Made Riko; Sinaga, Firman; Paramitha, Made Widya; Suadnyana, I Wayan; Parwati, Komang Shanty Muni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi optimalisasi dana hibah pariwisata berupa bantuan Dukungan Pengembangan Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (DPUP) kepada desa wisata di Indonesia pada tahun 2024 dalam meningkatkan industri pariwisata di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kajian yang relevan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa pengamatan data. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa potensi optimalisasi dana hibah pariwisata dalam meningkatkan industri pariwisata di Indonesia terdiri dari (1) Pemberian dana hibah pariwisata kepada desa wisata yang mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia; (2) Terjadi peningkatan keterlibatan masyarakat dalam mengelola dana hibah pariwisata; dan (3) Penguatan desa wisata melalui pemanfaatan dana hibah pariwisata. Dana Hibah tersebut dapat dioptimalisasikan untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif yakni pengembangan sumber daya manusia, peningkatan produk-produk ekonomi kreatif, peningkatan destinasi, sehingga kunjungan wisatawan lebih berkualitas dan berkelanjutan.
STRATEGI PENGEMBANGAN WELLNESS TOURISM MELALUI PEMBERDAYAAN UMKM DI DESA WISATA HIJAU BILEBANTE Saroh Fitriani; Francisca Titing Koerniawaty; Firman Sinaga
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i2.8176

Abstract

Dalam upaya pemulihan sektor pariwisata pasca-pandemi COVID-19, pemerintah fokus mengembangkan wellness tourism dari tingkat lokal hingga nasional, menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai lokal dalam konsep pariwisata. Desa Wisata Hijau Bilebante, menjadi fokus penelitian ini untuk mengidentifikasi potensi dominan dalam mendukung wellness tourism sebagai respons terhadap penurunan kunjungan wisatawan akibat pandemi. Penelitian ini mendeskripsikan potensi wellness tourism yang dapat dikembangkan serta menentukan program pengembangan di Desa Wisata Hijau Bilebante. Penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif yang menggunakan analisis Matrik IFE dengan menganalisis faktor internal dan eksternal, mengidentifikasi strengths, weaknesses, opportunities, dan threats di Desa Wisata Hijau Bilebante. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Dari hasil analisis Matriks IE, menunjukkan bahwa pengembangan wellness tourism di Desa Wisata Hijau Bilebante berada pada sel satu (I) yang dapat dilihat pertemuan antara total nilai lingkungan internal sebesar 3.08 dan total nilai lingkungan eksternal sebesar 3.01. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan pengembangan bergantung pada pengelolaan SDM dan SDA, kebon herbal, sentra UMKM, serta pemanfaatan warisan pengobatan tradisional, diperkuat dengan terapis berpengalaman dan fasilitas spa alam. Strategi yang dirumuskan mencakup pengembangan paket wisata wellness secara holistik dengan memaksimalkan SDM dan SDA melalui media sosial, kerja sama antar lembaga, dan pemberdayaan UMKM lokal. Strategi ini fokus pada pengembangan wellness tourism di Desa Wisata Bilebante meliputi: (1) pengembangan pasar; (2) penetrasi pasar; (3) pengembangan produk
Strategi Pemasaran dalam Peningkatan Penjualan Wine di Hatten Wine Pada Era New Normal Krisnaputra, Gede Rendi; Sinaga, Firman; Supartini, Ni Luh
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i2.322

Abstract

Hatten Wine merupakan salah satu perusahaan wine yang ada di Bali. Dikarenakan situasi pandemi di era new normal penjualan Wine menurun drastis. Walaupun sudah mempunyai event free flow, wine testing dan wine tour, tetap saja tidak dapat meningkatkan penjualan wine di masa pandemi saat ini. Hal ini dilihat dari merosotnya penjualan pada tahun 2021. Penurunan ini diakibatkan karena pandemi dan kurangnya target market ke tamu lokal. Berdasarkan hal tersebut peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan strategi pemasaran dengan metode analisis SWOT (strength, weakness, opportunities, threat) dan metode QSPM (quantitative strategic planning matrix) untuk menentukan strategi prioritas yang diperoleh dari analisis SWOT. Dimana hasil dari analisis SWOT menunjukkan Hatten Wine berada pada Kuadran I dimana sumbu X (strength) pada titik 1,33 dan Y (opportunities) berada pada titik 1,2. Dalam situasi ini tindakan yang diambil yaitu menggunakan strategi agresif dimana menagemen sales & marketing harus memperkuat kekuatan yang ada untuk dapat memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. Dan untuk strategi prioritas yang digunakan yaitu membuat promosi wine. Membuat member card untuk para repeater dengan bonus atau discount. Membuat event serta mengundang DJ/live music yang memiliki masa banyak untuk meningkatkan jumlah pengunjung dan volume penjualan. Hatten Wine is one of the wine companies in Bali. Due to the pandemic situation in the new normal era, wine sales have decreased drastically. Even though they already have free flow events, wine testing and wine tours, they still cannot increase wine sales during the current pandemic. This can be seen from the decline in sales in 2021. This decline was due to the pandemic and the lack of a target market for local guests. Based on this, the researchers conducted research using a marketing strategy using the SWOT analysis method (strengths, weaknesses, opportunities, threats) and the QSPM (quantitative strategic planning matrix) method to determine the priority strategies obtained from the SWOT analysis. Where the results of the SWOT analysis show Hatten Wine is in Quadrant I where the X (strength) axis is at 1.33 and Y (opportunities) is at 1.2. In this situation the action taken is to use an aggressive strategy where the sales & marketing management must strengthen the existing strengths to be able to take advantage of the maximum opportunity. And for the priority strategy used, namely making wine promotions. Make member cards for repeaters with bonuses or discounts. Organize events and invite DJs/live music who have a lot of time to increase the number of visitors and sales volume.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Makanan dan Minuman Terhadap Kepuasan Tamu di Pool Restoran Seminyak Bali Christanto, I Putu Ari Grace; Sinaga, Firman; Susanti, Luh Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i2.330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan makanan dan minuman terhadap kepuasan tamu di Pool Restoran pada Puri Saron Hotel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelanggan yang berkunjung ke Pool Restoran pada Puri Saron Hotel pada bulan Maret-April 2021. Teknik sampling yang peneliti gunakan adalah simple random sampling, dan diperoleh sampel sebanyak 30 pelanggan Pool Restoran pada Puri Saron Hotel. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial kualitas pelayanan makanan dan minuman berpengaruh positif terhadap kepuasan tamu di Pool Restoran pada Puri Saron Hotel. Nilai positif indikator kualitas pelayanan, yaitu tangibles sebesar 0,701 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, responsiveness sebesar 0,088 dengan nilai signifikansi sebesar 0,619, reliability sebesar 0,164 dengan nilai signifikansi sebesar 0,325, empaty sebesar 0,071 dengan nilai signifikansi sebesar 0,715, dan assurance sebesar 0,271 dengan nilai signifikansi sebesar 0,366. Secara simultan kualitas pelayanan makanan dan minuman berpengaruh terhadap kepuasan tamu di Pool Restoran pada Puri Saron Hotel, diperoleh Fhitung = 14,946 > Ftabel = 2,62 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. F hitung lebih besar dari F tabel yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti bahwa secara simultan indikator kualitas pelayanan, yaitu tangubles (X1), responsiveness (X2), reliability (X3), empaty (X4), dan assurance (X5) berpengaruh terhadap kepuasan tamu namun variabel kualitas pelayanan dan lokasi hanya berpengaruh sebesar 70,6 persen variansi dalam mempengaruhi kepuasan tamu dan sisanya sebesar 29,4 persen dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. This study aims to determine the effect of food and beverage service quality on guest satisfaction at the Pool Restaurant at Puri Saron Hotel. The population in this study were all customers who visited the Restaurant Pool at the Puri Saron Hotel in March-April 2021. The sampling technique used by the researchers was simple random sampling, and a sample of 30 customers was obtained from the Pool Restaurant at the Puri Saron Hotel. The data analysis technique used in this research is multiple linear regression analysis technique. The results showed that partially the quality of food and beverage service had a positive effect on guest satisfaction in the Restaurant Pool at Puri Saron Hotel. The positive value of service quality indicators, namely tangibles is 0.701 with a significance value of 0.000, responsiveness is 0.088 with a significance value of 0.619, reliability is 0.164 with a significance value of 0.325, empathy is 0.071 with a significance value of 0.715, and assurance is 0.271 with a significance value of 0.366. Simultaneously the quality of food and beverage service affects guest satisfaction in the Restaurant Pool at Puri Saron Hotel, obtained Fcount = 14.946 > Ftable = 2.62 with a significance value of 0.000 <0.05. F count is greater than F table which means Ho is rejected and Ha is accepted. This means that simultaneously service quality indicators, namely tangibles (X1), responsiveness (X2), reliability (X3), empathy (X4), and assurance (X5) affect guest satisfaction but service quality and location variables only affect 70 ,6 percent of the variance in influencing guest satisfaction and the remaining 29.4 percent is influenced by other variables not explained in this study.
Pengaruh Pelatihan Soft Skill dan Hard Skill Terhadap Kinerja Karyawan di Bali Beach Glamping Resort Widyaningsih, Ni Kadek Ari; Sinaga, Firman; Wirawan, Putu Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i3.358

Abstract

Ditemukan complain mengenai operasional di front office, restaurant, kitchen dan house keeping pada Bali Beach Glamping Resort. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pelatihan soft skill dan hard skill terhadap kinerja di Bali Beach Glamping Resort. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan SPSS 23. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan kuesioner dan studi dokumen. Kuesioner disebar kepada seluruh karyawan di Bali Beach Glamping. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji statistik seperti uji validitas, uji reliabitas, uji asumsi klasik, uji regresi linear sederhana dan uji regresi linear berganda. Hasil analisis dalam penelitian ini adalah semakin tinggi pelatihan soft skill dan hard skill maka kinerja karyawan akan semakin meningkat. Simpulan penelitian ini adalah pelatihan soft skill dan hard skill berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di Bali Beach Glamping Resort. Dalam penelitian ini indikator pada pelatihan soft skill yang memiliki pengaruh paling tinggi terhadap kinerja karyawan adalah pelatihan leadership, sedangkan indikator pada hard skill yang memiliki pengaruh paling tinggi adalah pelatihan pelayanan. Manfaat penelitian ini untuk industri yaitu memberikan masukan kepada resort berupa informasi yang dapat dijadikan referensi mengenai peltihan yang efektif diterapkan di industri perhotelan sehingga menghasilkan karyawan yang kompeten dibidangnya. Dan kepada department front office, restaurant kitchen dan house keeping yang ada di Bali Beach Glamping dapat menjadikan penelitian ini sebagai acuan dalam memberikan pelatihan yang tepat dimasa mendatang. Dalam pelatihan soft skill agar lebih meningkatkan pelatihan untuk problem solving sedangkan pada pelatihan hard skill lebih meningkatkan pelatihan teknologi. Complaints were found regarding operations at the front office, restaurant, kitchen and house keeping at Bali Beach Glamping Resort. The purpose of this study was to determine the effect of soft skill and hard skill training on performance at Bali Beach Glamping Resort. The research method used is a quantitative method using SPSS 23. Data collection techniques used in this research are questionnaires and document studies. Questionnaires were distributed to all employees at Bali Beach Glamping. The data analysis technique used is statistical tests such as validity tests, reliability tests, classical assumption tests, simple linear regression tests and multiple linear regression tests. The results of the analysis in this study are the higher the soft skill and hard skill training, the higher the employee's performance. The conclusion of this research is that soft skill and hard skill training have a significant effect on employee performance at Bali Beach Glamping Resort. In this study, the indicator on soft skills training that has the highest influence on employee performance is leadership training, while the indicator on hard skills that has the highest influence is service training. The benefit of this research for the industry is to provide input to resorts in the form of information that can be used as a reference regarding effective training applied in the hospitality industry so as to produce competent employees in their fields. And to the front office, restaurant kitchen and house keeping departments in Bali Beach Glamping, this research can be used as a reference in providing appropriate training in the future. In soft skills training to further improve training for problem solving, while in hard skills training further improve technology training.
Peran Order Taker Housekeeping Departement di Pullman Bali Legian Beach Hotel and Resort Swandewi, Putu Anindya; Sinaga, Firman
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i3.376

Abstract

Order taker termasuk bagian di dalam ruangan atau office housekeeping department yang dalam tugasnya terlihat mudah dimana sebatas duduk di belakang meja serta menerima dan mengangkat telepon saja, namun terdapat tanggung jawab besar yang dimiliki order taker yaitu menginformasikan status kamar tamu yang siap untuk dijual front office. Pelaksanaan penelitian ini dengan tujuan mengetahui bagaimana seorang Order Taker menghadapi masalah ketika kamar yang diinginkan tamu masih dengan status dirty. Dalam penelitian ini penulis menemukan masalah permintaan kamar sudah siap digunakan namun kamar tersebut masih berstatus dirty. Metode penelitian kualitatif dipergunakan sebagai metode untuk penelitian ini dengan data yang dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, serta studi kepustakaan. Hasil penelitian yang sudah dilakukan yaitu mengetahui bagaimana peran order taker di Pullman Bali Legian Beach Hotel and resort, serta mengetahui tindakan yang dilakukan oleh order taker ketika mendapatkan permintaan kamar yang sudah siap pakai tetapi masih memiliki status dirty. Jadi, simpulannya bahwa order taker housekeeping berperan krusial di dalam hotel, dimana fungsinya yaitu sebagai pelayanan housekeeping terkait status kamar agar dapat segera ditindak lanjuti untuk memastikan tamu yang menginginkan pelayanan dapat segera ditindaklanjuti oleh staff housekeeping dengan efektif serta melayani complaint atau permintaan dari departement lain mengenai status kamar. Order taker is part in the housekeeping department that located inside of room that looks simple in its duties, just sitting behind the desk picking up and receiving calls. But the order taker has a big responsibility in providing information about the status of guest rooms that are ready to be sold by the front office. The purpose of this research is to find out finding out how an Order Taker faces a problem when the room the guest wants is still dirty. In this study the authors/ researcher found the problem of requesting rooms that were ready for use but the desired room still in status of “dirty”. The method used is a qualitative research method with data collection techniques through observation, interviews, and literature study. The results of the research that has been done are knowing how the role of order takers is at Pullman Bali Legian Beach Hotel and resort, and knowing the actions taken by order takers when they get requests for rooms that are ready to use but still have a status “dirty”. So, the conclusion is that the order taker housekeeping is an important part in the hotel, which functions as a housekeeping service related to the status of the room so that it can be followed up immediately to ensure that guests who want services can be followed up by the housekeeping staff effectively and serve complaints or requests from other departments regarding the status of the room.
Analisa Taking Order dalam Peningkatkan Kinerja Pramusaji Andani , Desak Komang Tri; Sinaga, Firman
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i3.737

Abstract

Industri Pelayanan makan dan minuman yang pesat termasuk di USA menuntut pelaku usaha menciptakan kualitas pelayanan guna mempertahankan kesetian pelanggan terhadap jasa yang ditawarkan sehingga kelangsungan usaha tetap terjaga.Restaurant salah satu dapartement yang berpengaruh pada industry pariwisata. Restaurant merupakan tempat yang dikunjungi orang dengan tujuan mencari berbagai makanan dan minuman. Restaurant biasanya menyajikan keunikan tersendiri sebagai ciri khas melalui menu masakan, hiburan, atapun tampilan fisik bangunan. Salah satu oprasional yang harus diperhatikan adalah terkait dengan taking order tersebut. Order taker/Pramusaji adalah orang yang bertanggung jawab atas penyajian makanan di suatu restaurant ia juga bisa dikatakan sebagai jantung dari sebuah restaurantkarna keberasilan restaurant tergantung atas kepuasan tamu. Penelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk mengetahui kendala dalam menerapkan taking order di Restaurant 43.1 Stratton Mountain Resort, Mengetahui solusi yang tepat saat terjadi masalah , saat menerapkan taking order di Restaurant 43.1 Stratton Mountain Resort. Metode yang digunakan penelitian ini adalahkualitatif yaitu dengan melakukan wawancara ,observasi, Partisipasi selama penulis melakukan on the job training di Restaurant 43.1Stratton Mountain Resort. Adapun hasil dari penelitian ini adalah mengetahui pramusaji/order taker mengalami kendala dalam bahasa dan pemahaman menu serta mengetahui Solusi yang tepat untuk menangani masalah tersebut. Jadi kesimpulannya adalah. Bahwa order taker adalah bagian terpenting dari restaurant yang berhubungan dengan kenyamanan tamu dan berhubungan erat dengan tujuannya didirikannya restaurant yaitu mencari income atau profit. The fast food and drink service industry, including in the USA, requires business actors to create quality service in order to maintain customer loyalty. Restaurant is a place visited by people with the aim of looking for various kinds of food and drinks. One of the operations that must be considered is related to the restaurant's order-taking system. The order taker/waiter is the person who is responsible for serving food in a restaurant. He can also be said to be the heart of the restaurant because the success of the restaurant depends on guest satisfaction and of course the waiter has the responsibility for guest satisfaction. This research was conducted with the aim of knowing the obstacles in implementing order taking at Restaurant 43.1 Stratton Mountain Resort and finding the right solution when a problem occurs, when implementing order taking at Restaurant 43.1 Stratton Mountain Resort. The method used in this research is qualitative, namely by conducting interviews, observation, participation during the authors on the job training at Restaurant 43.1 Stratton Mountain Resort USA. The results of this study are to find out that waiters / order takers experience problems in language and understanding the menu and find out the right solutions to deal with these problems. So the conclusion is that order takers are the most important part of a restaurant that is related to guest comfort and is closely related to the purpose of establishing a restaurant, namely seeking income or profits.
Analisis Penerapan Standar Operasional Prosedur Bar Putra, A.A. Gede Bagus Sedana; Sinaga, Firman; Amir, Firlie Lanovia
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i8.841

Abstract

Standar Operasional Prosedur pada Bar Mano Beach House Seminyak dalam penerapan Standar Operasional Prosedur masih ada karyawan bar yang tidak melaksanakan dengan maksimal sehingga, menimbulkan berbagai masalah pada berlangsungnya operasional seperti membuat minuman tidak menggunakan alat ukur (jigger). Adanya indikasi permasalahan pada penerapan Standar Operasional Prosedur Bar Mano Beach House Seminyak yang telah menjadi latar belakang penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan Standar Operasional Prosedur pada Deparment bar di restoran tersebut. Metode pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Observasi, wawancara serta dokumentasi. Teknik analisis data yang di gunakan yaitu dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manfaat utama dari penerapan Standar Operasional Prosedur menciptakan keselarasan kerja karyawan bar. Manfaat lain yang bisa dipetik adalah bahwa Standar Operasional Prosedur bisa di jadikan pedoman bagi Deparment bar di Mano Beach House Seminyak untuk melakukan tugas-tugasnya, dan juga sebagai media komonikasi untuk mendukung kelancaran operasional. Pihak restoran disarankan untuk terus melakukan perbaikan dan pengembangan pada Standar Operasional Prosedur mereka. Standard Operating Procedures at Bar Mano Beach House Seminyak in the application of Standard Operating Procedures there are still bar employees who do not carry out optimally so that it causes various problems in the ongoing operations such as making drinks without using a measuring device (jigger). There are indications of problems in the application of Standard Operating Procedures Bar Mano Beach House Seminyak which has become the background of this research. The purpose of this study was to determine the application of Standard Operating Procedures to the Department bar in the restaurant. Data collection methods used in this study were observation, interviews and documentation. The data analysis technique used is descriptive qualitative analysis. The results of this study indicate that the main benefit of implementing Standard Operating Procedures is to create work harmony for bar employees. Another benefit that can be learned is that Standard Operating Procedures can be used as guidelines for the Bar Department at Mano Beach House Seminyak to carry out their duties, and also as a communication medium to support smooth operations. The restaurant is advised to continue to make improvements and developments on their Standard Operating Procedures.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Fasilitas Kamar Terhadap Keputusan Menginap Juniartha, I Made Erik; Sinaga, Firman; Paramita, Putu Dian Yuliani
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis September 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i9.866

Abstract

Perusahaan bidang perhotelan ketika menjalankan bisnisnya wajib selalu memperhatikan perubahan tingkah laku pelanggan agar mampu secara sigap menjadikan perubahan tingkah laku sebagai kajian untuk menyempurnakan strategi pemasaran (Tjiptono, 2006). Sejumlah hal yang mampu memengaruhi kemajuan bisnis hotel, diantaranya yakni bagaimana hotel mampu memperoleh pelanggan serta mempertahankannya melalui pemberian kualitas layanan terbaik dan fasilitas lengkap supaya tamu puas atas pelayanan yang ditawarkan. Visi penelitian ini yakni mencari tahu pengaruh kualitas pelayanan serta fasilitas kamar pada keputusan menginap pengunjung di Hotel Amerta Sari. Penelitian dilakukan di Hotel Amerta Sari dengan teknik penetapan sampel accidental sampling. Total sampel yang digunakan dan dianalisa berjumlah 45 pengunjung. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Penganalisisan data mempergunakan regresi linear berganda dengan aplikasi SPSS versi 22. Sesuai temuan analisis ditemukan bahwa kualitas pelayanan serta fasilitas kamar mempunyai pengaruh positif pada keputusan menginap konsumen di Hotel Amerta Sari. Ini memperlihatkan, makin baik sebuah kualitas pelayanan hotel, akan makin tinggi juga kemungkinan konsumen untuk memutuskan menginap, dan juga makin lengkap fasilitas yang ditawarkan oleh hotel, maka pelanggan pun akan makin puas serta akan selalu mengutamakan hotel itu sebagai pilihannya. Hotel industry companies in running their business must always observe changes in consumer behavior so that they can anticipate these behavioral changes to be used as studies in order to improve their marketing strategies (Tjiptono, 2006). Several things can affect the progress in the hospitality business, for instance is how the hotel can attract customers and retain them by provide the high quality of services and complete facilities thus guests feel satisfy with the services. The study vision is to examine the effect of service quality and room facilities on the decision to stay at the Amerta Sari Hotel. This research was conducted at Hotel Amerta Sari with the technique of determining the sample is accidental sampling. The number of samples used and analyzed were 45 visitors. Data collection was done through a questionnaire. The analytical technique used is multiple linear regression with SPSS version 22 program. Based on the results of the analysis it was found that the quality of service and room facilities had a positive effect on the consumer's decision to stay at the Amerta Sari Hotel. This shows that the better the service quality of a hotel, the higher the possibility of consumers to decide to stay, and also the more complete the facilities provided by the hotel, the more satisfied customers will be and will continue to choose the hotel as a priority choice.
Co-Authors Amir, Firli Lanovia Amir, Firlie Lanovia Andani , Desak Komang Tri Anggriawan , Egi Saltia Arif Aidil Adha Asmidana, Samuel Hagi Bagus Putu Wahyu Nirmala Bernadetha, Maria Bondan Pambudi Christanto, I Putu Ari Grace Devi, Ni Kadek Sintya Loka Dwiatmojo, A Rinto Efendi, Moch Nur Firli Lanovia Amir Firlie Lanovia Amir Fitriani, Saroh Francisca Titing Koerniawaty Gede Yudiya Permana Gusti Ngurah Yoga Semadi Hendrajana, I Gusti Made Riko I Gusti Made Riko Hendrajana I Gusti Made Riko Hendrajana I Gusti Made Suka Arnawa I Ketut Gde Nata Adi Putra I Made Darsana I Nyoman Kanca I Putu Fajar Eka Febryanta I Wayan Lanang Nala I Wayan Putra Aditya I Wayan Restu Suarmana, I Wayan Restu Imaddudin, Imaddudin Juniartha, I Made Erik Kasiani, Kasiani Kimberley Kimberley Koerniawaty, Francisca Titing Komang Trigita Juliastri Krisnaputra, Gede Rendi Kurniawan, I Gede Wahyu Antara Lanovia Amir, Firlie Liestyowati Luh Eka Susanti Made Widya Paramitha Masih, Ni Ketut Moch Nur Efendi Moch Nur Efendi Mohamad Tamrin Muhammad Ali, H. Ni Luh Supartini Novita Indriani Nur Efendi, Moch. Pambudi, Bondan Pantiyasa, I Wayan Paramita, Putu Dian Yuliani Paramitha, Made Widya Parwati, Komang Shanty Muni Pemayun, I Dewa Gede Ari Putra, A.A. Gede Bagus Sedana Putu Diva Krisna Maharani Putu Eka Wirawan Putu Eka Wirawan Riko Hendrajana, I Gusti Made Robiatul Adawiyah Sabalius Uhai Sanjaya, I Wayan Kiki Santi Palupi, Santi Saroh Fitriani Sasmita, Ayu Widiya Semara, I Made Trisna Suadnyana, I Wayan Suarja, I Ketut Sudiarta, Made Sukmana, Eman Sumawidari, Ida Ayu Ketut Swandewi, Putu Anindya Utik Kuntariati Vena Maria Jessica Noya Wahyuni, Luh Mei Widhyadanta, I Gede Dirga Surya Arya Widyaningsih, Ni Kadek Ari Zulfan, Muhammad