Claim Missing Document
Check
Articles

Tourism Ambassador: Strategi Komunikasi Pemasaran Destinasi Wisata Jawa Barat Melalui Program Smiling West Java Ambassador 2022 Imaddudin, Imaddudin; Sinaga, Firman; Nur Efendi, Moch.; Koerniawaty, Francisca Titing; Amir, Firli Lanovia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi komunikasi pemasaran destinasi wisata merupakan impelementasi dari sebuah perencanaan, tujuan, kebijakan hingga tindakan yang saling mempengaruhi dan membentuk pemahaman bersama. Program Smiling West Java Ambassador bertujuan untuk mengeksposure destinasi wisata unggulan Jawa Barat melalui konten kreatifnya. Penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian tersebut guna mengimplementasikan kebijakan dari penetapan strategi pembangunan pariwisata di Jawa Barat dalam konteks pemasarannya. Upaya yang dilakukan pada program SWJ Ambassador hanya fokus pada penyebaran destinasi wisata melalui konten kreatif dari para conten creator, influencer, selebtiktok, selebgram, dan lainnya yang secara tidak langgung memiliki jumlah pengikut yang cukup banyak. Sehingga potensi promosi destinasi wisata di Jawa Barat makin meluas dengan dibantunya para followers atau pengikut media sosial para duta pariwisata tersebut. Ditambah keahlian dalam membuat konten kreatif yang estetik, menambah kekayaan informasi yang mudah dipahami dan enak dilihat. Melalui dua strategi pemasaran baik pesan maupun media, diharapkan dapat memberikan informasi dan persuasi dengan cara yang lebih halus (soft selling) serta penempatan pada media yang sedang marak dikalangan masyarakat dapat lebih mudah diterima.
Implementasi Nilai Kemandirian Dalam Meningkatkan Pengembangan Sektor Pariwisata Pulau Lombok: Studi Kasus Patung Putri Mandalika Sinaga, Firman; Fitriani, Saroh; Uhai, Sabalius; Muhammad Ali, H.
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.7917

Abstract

Patung Putri Mandalika adalah patung di Pantai Seger di desa Kute di daerah Mandalika Lombok Tengah yang menggambarkan seorang putri yang ingin membebaskan dirinya dari laki-laki. Arca-arca ini menunjukkan sepenggal legenda yang memiliki cerita cukup unik sehingga arca-arca tersebut tidak lepas dari tradisi Bau Nyale yang sering dirayakan pada bulan Februari setiap tahunnya, Fazalani, 2018 dalam Nursaptini et al. (2020). Semakin menarik daerah tersebut dan semakin besar kemungkinan akan dipilih sebagai tujuan wisata potensial, Muhammad Nastabiq &; Harry Soesanto (2021). Kemandirian pariwisata harus memenuhi unsur-unsur dasar : daya tarik, aksesibilitas, amenity dan ancilliary, Cooper dkk (1995: 81). Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, menggunakan purposive sampling, wawancara mendalam dengan kepala desa untuk pengumpulan data, observasi, dokumen, triangulasi dan model Miles and Huberman untuk analisis data . Permasalahan penelitian dalam penelitian ini adalah bagaimana nilai kemandirian meningkatkan pengembangan sektor pariwisata dalam studi kasus PATUNG PUTRI MANDALIKA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan nilai ekonomi yang tinggi pada objek wisata patung Putri Mandalika jika diperlukan Revitalisasi Pengembangan Pariwisata. Saran perlu renovasi dan pemeliharaan Patung Putri Mandalika, jembatan harus diperbaiki, fasilitas tempat sampah sudah 'diberlakukan, toilet harus renovasi dengan layak pakai, parkir juga harus renovasi agar nyaman bagi pengunjung, melatih penjual dengan baik, menyediakan papan pengumuman Patung Putri Mandalika dengan sejarah dan desain kearifan lokalnya.
Optimizing Tourism Grant Funds in Improving the Tourism Industry in Indonesia Hendrajana, I Gusti Made Riko; Sinaga, Firman; Paramitha, Made Widya; Suadnyana, I Wayan; Parwati, Komang Shanty Muni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi optimalisasi dana hibah pariwisata berupa bantuan Dukungan Pengembangan Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (DPUP) kepada desa wisata di Indonesia pada tahun 2024 dalam meningkatkan industri pariwisata di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kajian yang relevan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa pengamatan data. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa potensi optimalisasi dana hibah pariwisata dalam meningkatkan industri pariwisata di Indonesia terdiri dari (1) Pemberian dana hibah pariwisata kepada desa wisata yang mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia; (2) Terjadi peningkatan keterlibatan masyarakat dalam mengelola dana hibah pariwisata; dan (3) Penguatan desa wisata melalui pemanfaatan dana hibah pariwisata. Dana Hibah tersebut dapat dioptimalisasikan untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif yakni pengembangan sumber daya manusia, peningkatan produk-produk ekonomi kreatif, peningkatan destinasi, sehingga kunjungan wisatawan lebih berkualitas dan berkelanjutan.
STRATEGI PENGEMBANGAN WELLNESS TOURISM MELALUI PEMBERDAYAAN UMKM DI DESA WISATA HIJAU BILEBANTE Saroh Fitriani; Francisca Titing Koerniawaty; Firman Sinaga
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i2.8176

Abstract

Dalam upaya pemulihan sektor pariwisata pasca-pandemi COVID-19, pemerintah fokus mengembangkan wellness tourism dari tingkat lokal hingga nasional, menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai lokal dalam konsep pariwisata. Desa Wisata Hijau Bilebante, menjadi fokus penelitian ini untuk mengidentifikasi potensi dominan dalam mendukung wellness tourism sebagai respons terhadap penurunan kunjungan wisatawan akibat pandemi. Penelitian ini mendeskripsikan potensi wellness tourism yang dapat dikembangkan serta menentukan program pengembangan di Desa Wisata Hijau Bilebante. Penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif yang menggunakan analisis Matrik IFE dengan menganalisis faktor internal dan eksternal, mengidentifikasi strengths, weaknesses, opportunities, dan threats di Desa Wisata Hijau Bilebante. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Dari hasil analisis Matriks IE, menunjukkan bahwa pengembangan wellness tourism di Desa Wisata Hijau Bilebante berada pada sel satu (I) yang dapat dilihat pertemuan antara total nilai lingkungan internal sebesar 3.08 dan total nilai lingkungan eksternal sebesar 3.01. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan pengembangan bergantung pada pengelolaan SDM dan SDA, kebon herbal, sentra UMKM, serta pemanfaatan warisan pengobatan tradisional, diperkuat dengan terapis berpengalaman dan fasilitas spa alam. Strategi yang dirumuskan mencakup pengembangan paket wisata wellness secara holistik dengan memaksimalkan SDM dan SDA melalui media sosial, kerja sama antar lembaga, dan pemberdayaan UMKM lokal. Strategi ini fokus pada pengembangan wellness tourism di Desa Wisata Bilebante meliputi: (1) pengembangan pasar; (2) penetrasi pasar; (3) pengembangan produk
Strategi Pemasaran dalam Peningkatan Penjualan Wine di Hatten Wine Pada Era New Normal Krisnaputra, Gede Rendi; Sinaga, Firman; Supartini, Ni Luh
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i2.322

Abstract

Hatten Wine merupakan salah satu perusahaan wine yang ada di Bali. Dikarenakan situasi pandemi di era new normal penjualan Wine menurun drastis. Walaupun sudah mempunyai event free flow, wine testing dan wine tour, tetap saja tidak dapat meningkatkan penjualan wine di masa pandemi saat ini. Hal ini dilihat dari merosotnya penjualan pada tahun 2021. Penurunan ini diakibatkan karena pandemi dan kurangnya target market ke tamu lokal. Berdasarkan hal tersebut peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan strategi pemasaran dengan metode analisis SWOT (strength, weakness, opportunities, threat) dan metode QSPM (quantitative strategic planning matrix) untuk menentukan strategi prioritas yang diperoleh dari analisis SWOT. Dimana hasil dari analisis SWOT menunjukkan Hatten Wine berada pada Kuadran I dimana sumbu X (strength) pada titik 1,33 dan Y (opportunities) berada pada titik 1,2. Dalam situasi ini tindakan yang diambil yaitu menggunakan strategi agresif dimana menagemen sales & marketing harus memperkuat kekuatan yang ada untuk dapat memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. Dan untuk strategi prioritas yang digunakan yaitu membuat promosi wine. Membuat member card untuk para repeater dengan bonus atau discount. Membuat event serta mengundang DJ/live music yang memiliki masa banyak untuk meningkatkan jumlah pengunjung dan volume penjualan. Hatten Wine is one of the wine companies in Bali. Due to the pandemic situation in the new normal era, wine sales have decreased drastically. Even though they already have free flow events, wine testing and wine tours, they still cannot increase wine sales during the current pandemic. This can be seen from the decline in sales in 2021. This decline was due to the pandemic and the lack of a target market for local guests. Based on this, the researchers conducted research using a marketing strategy using the SWOT analysis method (strengths, weaknesses, opportunities, threats) and the QSPM (quantitative strategic planning matrix) method to determine the priority strategies obtained from the SWOT analysis. Where the results of the SWOT analysis show Hatten Wine is in Quadrant I where the X (strength) axis is at 1.33 and Y (opportunities) is at 1.2. In this situation the action taken is to use an aggressive strategy where the sales & marketing management must strengthen the existing strengths to be able to take advantage of the maximum opportunity. And for the priority strategy used, namely making wine promotions. Make member cards for repeaters with bonuses or discounts. Organize events and invite DJs/live music who have a lot of time to increase the number of visitors and sales volume.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Makanan dan Minuman Terhadap Kepuasan Tamu di Pool Restoran Seminyak Bali Christanto, I Putu Ari Grace; Sinaga, Firman; Susanti, Luh Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i2.330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan makanan dan minuman terhadap kepuasan tamu di Pool Restoran pada Puri Saron Hotel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelanggan yang berkunjung ke Pool Restoran pada Puri Saron Hotel pada bulan Maret-April 2021. Teknik sampling yang peneliti gunakan adalah simple random sampling, dan diperoleh sampel sebanyak 30 pelanggan Pool Restoran pada Puri Saron Hotel. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial kualitas pelayanan makanan dan minuman berpengaruh positif terhadap kepuasan tamu di Pool Restoran pada Puri Saron Hotel. Nilai positif indikator kualitas pelayanan, yaitu tangibles sebesar 0,701 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, responsiveness sebesar 0,088 dengan nilai signifikansi sebesar 0,619, reliability sebesar 0,164 dengan nilai signifikansi sebesar 0,325, empaty sebesar 0,071 dengan nilai signifikansi sebesar 0,715, dan assurance sebesar 0,271 dengan nilai signifikansi sebesar 0,366. Secara simultan kualitas pelayanan makanan dan minuman berpengaruh terhadap kepuasan tamu di Pool Restoran pada Puri Saron Hotel, diperoleh Fhitung = 14,946 > Ftabel = 2,62 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. F hitung lebih besar dari F tabel yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti bahwa secara simultan indikator kualitas pelayanan, yaitu tangubles (X1), responsiveness (X2), reliability (X3), empaty (X4), dan assurance (X5) berpengaruh terhadap kepuasan tamu namun variabel kualitas pelayanan dan lokasi hanya berpengaruh sebesar 70,6 persen variansi dalam mempengaruhi kepuasan tamu dan sisanya sebesar 29,4 persen dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. This study aims to determine the effect of food and beverage service quality on guest satisfaction at the Pool Restaurant at Puri Saron Hotel. The population in this study were all customers who visited the Restaurant Pool at the Puri Saron Hotel in March-April 2021. The sampling technique used by the researchers was simple random sampling, and a sample of 30 customers was obtained from the Pool Restaurant at the Puri Saron Hotel. The data analysis technique used in this research is multiple linear regression analysis technique. The results showed that partially the quality of food and beverage service had a positive effect on guest satisfaction in the Restaurant Pool at Puri Saron Hotel. The positive value of service quality indicators, namely tangibles is 0.701 with a significance value of 0.000, responsiveness is 0.088 with a significance value of 0.619, reliability is 0.164 with a significance value of 0.325, empathy is 0.071 with a significance value of 0.715, and assurance is 0.271 with a significance value of 0.366. Simultaneously the quality of food and beverage service affects guest satisfaction in the Restaurant Pool at Puri Saron Hotel, obtained Fcount = 14.946 > Ftable = 2.62 with a significance value of 0.000 <0.05. F count is greater than F table which means Ho is rejected and Ha is accepted. This means that simultaneously service quality indicators, namely tangibles (X1), responsiveness (X2), reliability (X3), empathy (X4), and assurance (X5) affect guest satisfaction but service quality and location variables only affect 70 ,6 percent of the variance in influencing guest satisfaction and the remaining 29.4 percent is influenced by other variables not explained in this study.
Pengaruh Pelatihan Soft Skill dan Hard Skill Terhadap Kinerja Karyawan di Bali Beach Glamping Resort Widyaningsih, Ni Kadek Ari; Sinaga, Firman; Wirawan, Putu Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i3.358

Abstract

Ditemukan complain mengenai operasional di front office, restaurant, kitchen dan house keeping pada Bali Beach Glamping Resort. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pelatihan soft skill dan hard skill terhadap kinerja di Bali Beach Glamping Resort. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan SPSS 23. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan kuesioner dan studi dokumen. Kuesioner disebar kepada seluruh karyawan di Bali Beach Glamping. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji statistik seperti uji validitas, uji reliabitas, uji asumsi klasik, uji regresi linear sederhana dan uji regresi linear berganda. Hasil analisis dalam penelitian ini adalah semakin tinggi pelatihan soft skill dan hard skill maka kinerja karyawan akan semakin meningkat. Simpulan penelitian ini adalah pelatihan soft skill dan hard skill berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di Bali Beach Glamping Resort. Dalam penelitian ini indikator pada pelatihan soft skill yang memiliki pengaruh paling tinggi terhadap kinerja karyawan adalah pelatihan leadership, sedangkan indikator pada hard skill yang memiliki pengaruh paling tinggi adalah pelatihan pelayanan. Manfaat penelitian ini untuk industri yaitu memberikan masukan kepada resort berupa informasi yang dapat dijadikan referensi mengenai peltihan yang efektif diterapkan di industri perhotelan sehingga menghasilkan karyawan yang kompeten dibidangnya. Dan kepada department front office, restaurant kitchen dan house keeping yang ada di Bali Beach Glamping dapat menjadikan penelitian ini sebagai acuan dalam memberikan pelatihan yang tepat dimasa mendatang. Dalam pelatihan soft skill agar lebih meningkatkan pelatihan untuk problem solving sedangkan pada pelatihan hard skill lebih meningkatkan pelatihan teknologi. Complaints were found regarding operations at the front office, restaurant, kitchen and house keeping at Bali Beach Glamping Resort. The purpose of this study was to determine the effect of soft skill and hard skill training on performance at Bali Beach Glamping Resort. The research method used is a quantitative method using SPSS 23. Data collection techniques used in this research are questionnaires and document studies. Questionnaires were distributed to all employees at Bali Beach Glamping. The data analysis technique used is statistical tests such as validity tests, reliability tests, classical assumption tests, simple linear regression tests and multiple linear regression tests. The results of the analysis in this study are the higher the soft skill and hard skill training, the higher the employee's performance. The conclusion of this research is that soft skill and hard skill training have a significant effect on employee performance at Bali Beach Glamping Resort. In this study, the indicator on soft skills training that has the highest influence on employee performance is leadership training, while the indicator on hard skills that has the highest influence is service training. The benefit of this research for the industry is to provide input to resorts in the form of information that can be used as a reference regarding effective training applied in the hospitality industry so as to produce competent employees in their fields. And to the front office, restaurant kitchen and house keeping departments in Bali Beach Glamping, this research can be used as a reference in providing appropriate training in the future. In soft skills training to further improve training for problem solving, while in hard skills training further improve technology training.
Peran Order Taker Housekeeping Departement di Pullman Bali Legian Beach Hotel and Resort Swandewi, Putu Anindya; Sinaga, Firman
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i3.376

Abstract

Order taker termasuk bagian di dalam ruangan atau office housekeeping department yang dalam tugasnya terlihat mudah dimana sebatas duduk di belakang meja serta menerima dan mengangkat telepon saja, namun terdapat tanggung jawab besar yang dimiliki order taker yaitu menginformasikan status kamar tamu yang siap untuk dijual front office. Pelaksanaan penelitian ini dengan tujuan mengetahui bagaimana seorang Order Taker menghadapi masalah ketika kamar yang diinginkan tamu masih dengan status dirty. Dalam penelitian ini penulis menemukan masalah permintaan kamar sudah siap digunakan namun kamar tersebut masih berstatus dirty. Metode penelitian kualitatif dipergunakan sebagai metode untuk penelitian ini dengan data yang dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, serta studi kepustakaan. Hasil penelitian yang sudah dilakukan yaitu mengetahui bagaimana peran order taker di Pullman Bali Legian Beach Hotel and resort, serta mengetahui tindakan yang dilakukan oleh order taker ketika mendapatkan permintaan kamar yang sudah siap pakai tetapi masih memiliki status dirty. Jadi, simpulannya bahwa order taker housekeeping berperan krusial di dalam hotel, dimana fungsinya yaitu sebagai pelayanan housekeeping terkait status kamar agar dapat segera ditindak lanjuti untuk memastikan tamu yang menginginkan pelayanan dapat segera ditindaklanjuti oleh staff housekeeping dengan efektif serta melayani complaint atau permintaan dari departement lain mengenai status kamar. Order taker is part in the housekeeping department that located inside of room that looks simple in its duties, just sitting behind the desk picking up and receiving calls. But the order taker has a big responsibility in providing information about the status of guest rooms that are ready to be sold by the front office. The purpose of this research is to find out finding out how an Order Taker faces a problem when the room the guest wants is still dirty. In this study the authors/ researcher found the problem of requesting rooms that were ready for use but the desired room still in status of “dirty”. The method used is a qualitative research method with data collection techniques through observation, interviews, and literature study. The results of the research that has been done are knowing how the role of order takers is at Pullman Bali Legian Beach Hotel and resort, and knowing the actions taken by order takers when they get requests for rooms that are ready to use but still have a status “dirty”. So, the conclusion is that the order taker housekeeping is an important part in the hotel, which functions as a housekeeping service related to the status of the room so that it can be followed up immediately to ensure that guests who want services can be followed up by the housekeeping staff effectively and serve complaints or requests from other departments regarding the status of the room.
Kinerja Profesional Pelayanan Restoran di Hotel Plataran Ubud Ananda , I Wayan Aris Trisna Mega; Ekasani , Kadek Ayu; Sinaga , Firman
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i5.418

Abstract

Penelitian ini membahas kinerja profesional pelayanan restoran di hotel Plataran Ubud. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang profesional dan mengurangi komplain dari tamu restoran hotel Plataran Ubud. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara. Jumlah responden ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin yaitu dengan menggunakan 20% dari jumlah populasi, hal ini dilakukan untuk memudahkan pengolahan data dan untuk hasil pengujian yang lebih baik. Dalam observasi ini, peneliti melakukan wawancara dengan 2 supervisor, 1 kapten restoran dan 3 pelayan. Upaya yang digunakan untuk meningkatkan Kinerja Profesional di Plataran Hotel Ubud adalah 1) Pendidikan 2) Pelatihan 3) Magang 4) Uji kompetensi 5) Tugas tambahan 6) Rotasi kerja 7) Studi banding 8) Bimbingan 9) Promosi. Kinerja Profesional Pelayanan Restoran di Hotel Plataran Ubud telah menerapkan standar operasional prosedur untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Prosedur standar operasi yang diterapkan meliputi penampilan yang sehat dan profesional, pengetahuan makanan dan minuman, ketepatan waktu, kearifan lokal, kepribadian, sikap terhadap konsumen, ingatan, kejujuran, perbuatan, kemampuan penjualan, kepuasan pelanggan, dan keluhan. Hal ini berdampak besar pada operasional restoran, baik dari segi efisiensi maupun efektifitas kerja, sehingga setiap operasional dapat berjalan dengan baik tanpa kesalahan yang tidak diinginkan dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur sehingga kinerja profesional pramusaji dapat terus ditingkatkan. This research discusses the professional performance of restaurant services at the Plataran Ubud hotel. The purpose of this research is to improve the quality of professional service and reduce complaints from guests at the Plataran Ubud hotel restaurant. The data collection technique in this study used descriptive qualitative by conducting interviews, the number of respondents was determined using the Slovin formula, namely by using 20% of the total population, this was done to facilitate data processing and for better test results. In this observation, the researcher conducted interviews with 2 supervisors, 1 restaurant captain and 3 waiters/s. Efforts used to improve Professional Performance at Plataran Hotel Ubud are 1) Education 2) Training 3) Internship 4) Competency test 5) Additional assignments 6) Job rotation 7) Comparative study 8) Guidance 9) Promotion. Professional Performance of Restaurant Services at Hotel Plataran Ubud has implemented standard operating procedures to improve service quality. Standard operating procedures applied include a healthy and professional appearance, knowledge of food and beverages, punctuality, local knowledge, personality, attitude towards consumers, memory, honesty, deed, sales ability, customer satisfaction, and complaints. This has a major impact on restaurant operations, both in terms of efficiency or work effectiveness, so every operation can be carried out properly without unwanted errors and in accordance with Standard Operating Procedures so that the professional performance of waiters can be continuously improved.
Strategi Pemasaran Cafe Monkey Cave Espresso Pada Era New Normal Sinaga , Firman; Hendri , Angelia; Praminatih , Gusti Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.466

Abstract

Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor IFAS dan EFAS dengan menggunakan analisis SWOT di Monkey Cave Espresso Ubud. Jenis data yang digunakan yaitu data kuatitaif dan kualitatif. Yang merupakan data kualitatif dari penelitian ini adalah strategi pemasaran dan sejarah Monkey Cave Espresso dan yang merupakan data kuantitatif adalah kuisioner IFAS dan EFAS serta harga produk di Monkey Cave Espresso Ubud. Data sekunder diperoleh dari internet, media sosial dan kerabat sedangkan data primer diperoleh dari hasil obeservasi, kuisioner dan wawancara mengenai indikator-indikator yang dirumuskan dalam penelitian ini serta hasil dari pemberian bobot dan rating IFAS dan EFAS. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, analisis SWOT, IFAS, EFAS, kuadran dan matriks SWOT. Berdasarkan hasil dari analisis SWOT, Hasil dari analisis IFAS dan EFAS di Monkey Cave Espresso Ubud yaitu berada pada koordinat X=0,6 dan koordinat Y= 0,17 atau berada kuadran 2 (diversifikasi) yang artinya Monkey Cave Espresso Ubud menghadapi beberapa ancaman perusahaan, maupun strategi pemasaran namun Monkey Cave Espresso masih memiliki kekuatan dari segi internal. Jadi, fokus dari Monkey Cave Espresso adalah dengan memaksimalkan kekuatan yang dimiliki untuk memanfaatkan peluang. Monkey Cave Ubud disarankan untuk merubah strateginya untuk lebih memaksimalkan strategi pemasaran melalui Digital Marketing, Endorsement dan WOM (Word Of Mouth) yang berbasis MLM (Multi Level Marketing) hal ini dapat disimpulkan karena dilihat dari target pasar yang dimiliki sebagian besar adalah para generasi Z yang sangat aktif di media sosial atau dunia maya. The result of this research is to analyze the IFAS and EFAS factors by using SWOT analysis at Monkey Cave Espresso Ubud. The types of data used are quantitative and qualitative data. The qualitative data from this research is the marketing strategy and history of Monkey Cave Espresso and quantitative data is the IFAS and EFAS questionnaires and product prices at Monkey Cave Espresso Ubud. Secondary data was obtained from the internet, social media and relatives while primary data was obtained from the results of observations, questionnaires and interviews regarding the indicators formulated in this study as well as the results of weighting and rating of IFAS and EFAS. The data analysis technique used is descriptive qualitative method, SWOT analysis, IFAS, EFAS, quadrant and SWOT matrix. Based on the results of the SWOT analysis, the results of the IFAS and EFAS analysis at Monkey Cave Espresso Ubud are located at coordinates X = 0.6 and coordinates Y = 0.17 or are in quadrant 2 (diversification) which means Monkey Cave Espresso Ubud faces several corporate threats. , as well as marketing strategies, but Monkey Cave Espresso still has internal strength. So, the focus of Monkey Cave Espresso is to maximize its strengths to take advantage of opportunities. Monkey Cave Ubud is advised to change its strategy to further maximize its marketing strategy through Digital Marketing, Endorsement and WOM (Word Of Mouth) based on MLM (Multi Level Marketing). very active on social media or cyberspace.
Co-Authors A Rinto Dwiatmojo Amir, Firli Lanovia Ananda , I Wayan Aris Trisna Mega Andani , Desak Komang Tri Anggriawan , Egi Saltia Arif Aidil Adha Asma Khan Asmidana, Samuel Hagi Axnestasya , Axnestasya Ayu Widiya Sasmita Bagus Putu Wahyu Nirmala Chet Narayan Acharya Christanto, I Putu Ari Grace Devi Triana Puspa Devi, Ni Kadek Sintya Loka Dr. Nirdosh Kumar Agarwal Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Efendi, Moch Nur Febianti Febianti Firli Lanovia Amir Fitriani, Saroh Gede Yudiya Permana Gunawan Gunawan GUSTI AYU PRAMINATIH Gusti Ngurah Yoga Semadi Hendrajana, I Gusti Made Riko Hendri , Angelia I G. M. Riko Hendrajana I Gede Wahyu Antara Kurniawan I Gusti Made Riko Hendrajana I Gusti Made Riko Hendrajana, Firlie Lanovia Amir I Gusti Made Suka Arnawa I Ketut Gde Nata Adi Putra I Ketut Surata I Nyoman Kanca I Putu Fajar Eka Febryanta I Wayan Lanang Nala I Wayan Putra Aditya I Wayan Restu Suarmana, I Wayan Restu Ida Ayu Ketut Sumawidari Imaddudin, Imaddudin Ismail , Deden Juliastari, Komang Trigita Jumhur Hakim Juniartha, I Made Erik Kadek Ayu Ekasani Kasiani Kasiani Kimberley Kimberley Komang Shanty Muni Parwati Komang Trigita Juliastri Krisnaputra, Gede Rendi Lanovia Amir, Firlie Liestyowati Luh Eka Susanti Luh Mei Wahyuni M. Agus Sutiarso Made Sudiarta Maria Bernadetha Masih, Ni Ketut Md. Alaul Haque Moch Nur Efendi Moch Nur Efendi Mohamad Tamrin Muhammad Ali Muhammad Ali, H. Muhammad Zulfan Ni Luh Supartini Ni Wayan Sadiyani Novita Indriani Nur Efendi, Moch. Nurwijayanti Pambudi, Bondan Pantiyasa, I Wayan Paramita, Putu Dian Yuliani Paramitha, Made Widya Parwati , Komang Shanty Muni Parwati, Komang Shanty Muni Pemayun, I Dewa Gede Ari Putra, A.A. Gede Bagus Sedana Putu Diva Krisna Maharani Putu Eka Wirawan Riko Hendrajana, I Gusti Made Robiatul Adawiyah Robiatul Adawiyah Sabalius Uhai Sanjaya, I Wayan Kiki Santi Palupi Santi Palupi, Santi Saroh Fitriani Sasmita, Ayu Widiya Semara, I Made Trisna Suadnyana, I Wayan Suarja , I Ketut Suarja, I Ketut Sukmana, Eman Susanti, Putu Herny Swandewi, Putu Anindya Tijjani Ahmed Ajayi Titing Koerniawaty, Francisca Utami , Luh Yuni Sri Utik Kuntariati Vena Maria Jessica Noya Wahyudi, Kadek Andi Widhyadanta, I Gede Dirga Surya Arya Widyaningsih, Ni Kadek Ari