Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Skor APACHE II dalam Memprediksi Lama Rawat pada Pasien Kritis Suryani Manurung, Kristina; Subandi, Andi; Sulistiawan, Andika; Irwanti Sari, Putri; Rudini, Dini
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Critically ill patients treated in the Intensive Care Unit (ICU) and Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) present varying levels of disease severity, which may influence length of stay. The APACHE II score is a widely used scoring system to assess the severity of illness in critically ill patients; however, data describing its association with length of stay at RSUD Raden Mattaher Jambi remain limited. This study aimed to analyze APACHE II scores and length of stay among critically ill patients in the ICU and ICCU. A descriptive quantitative study with a retrospective approach was conducted involving 83 adult critically ill patients treated between January and December 2023. Data were obtained from medical records, and APACHE II scores were calculated using the MDCalc application based on physiological parameters recorded within the first 24 hours of admission. Data analysis was performed using descriptive statistics. The results showed a mean APACHE II score of 16.37±6.68, with a range of 4–31, while the mean length of stay was 3.55±3.29 days, ranging from 1 to 20 days. The longest average length of stay was observed in patients with APACHE II scores of 11 and 12, and no consistent increase in length of stay was found with higher APACHE II scores. Variations in length of stay were also observed across individual physiological parameters of the APACHE II score. In conclusion, APACHE II scores among critically ill patients were predominantly in the moderate to severe category with relatively short lengths of stay, and APACHE II cannot be used as a single predictor of length of stay without considering other clinical factors.
Literatur Riview : Pengaruh Terapi Musik Klasik terhadap Kecemasan, Heart Rate, Respiratory Rate dan Saturasi Oksigen pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Pre Angiografi Hidayatul Dwi Septia; Yosi Oktarina; Andika Sulistiawan; Andi Subandi; Riska Amalya Nasution
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.124

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia dan sering menimbulkan kecemasan pada pasien yang akan menjalani prosedur kardiovaskular seperti angiografi dan PCI. Kecemasan pra-tindakan dapat memicu aktivasi sistem saraf simpatis sehingga memengaruhi stabilitas hemodinamik, termasuk peningkatan heart rate, respiratory rate, serta perubahan saturasi oksigen. Terapi musik klasik menjadi salah satu intervensi nonfarmakologis yang banyak dikaji untuk membantu menurunkan kecemasan dan menjaga stabilitas fisiologis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau bukti ilmiah mengenai pengaruh terapi musik klasik terhadap kecemasan dan parameter fisiologis pada pasien PJK pra-angiografi. Metode yang digunakan adalah literature review dengan penelusuran artikel pada PubMed, Google Scholar, Garuda, ResearchGate, dan Scopus, rentang publikasi 2020–2025, menggunakan kriteria inklusi desain RCT, quasi-eksperimen, dan cohort. Sebanyak tujuh studi memenuhi kriteria dan dianalisis secara deskriptif naratif. Hasil review menunjukkan bahwa terapi musik klasik maupun musik natural secara konsisten menurunkan kecemasan, dengan penurunan signifikan pada sebagian besar penelitian. Beberapa studi juga melaporkan perbaikan pada heart rate, respiratory rate, dan tekanan darah, meskipun perubahan saturasi oksigen tidak selalu konsisten. Kesimpulannya, terapi musik merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif, aman, dan mudah diterapkan untuk mengurangi kecemasan serta membantu menstabilkan beberapa parameter fisiologis pada pasien PJK sebelum menjalani tindakan kardiovaskular.
Pengaruh Penerapan Pendidikan Kesehatan terhadap Persepsi Kepatuhan Diet pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi Endang Marlina Sihombing; Dini Rudini; Andika Sulistiawan; Netisa Martawinarti; Yosi Oktarina
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.127

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan gangguan metabolik kronis yang disebabkan oleh resistensi insulin atau sekresi insulin yang tidak memadai. Salah satu strategi penting dalam manajemen DM Tipe 2 adalah kepatuhan terhadap diet. Namun, banyak pasien yang masih memiliki tingkat kepatuhan rendah akibat persepsi dan pemahaman yang kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pendidikan kesehatan terhadap persepsi kepatuhan diet pada pasien DM Tipe 2 di Puskesmas Simpang Empat Sipin. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pre-test and post-test. Sampel terdiri dari 43 pasien DM Tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur berdasarkan Health Belief Model (HBM) yang menilai persepsi kepatuhan diet. Data dianalisis menggunakan metode univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata persepsi setelah intervensi pendidikan kesehatan, dengan signifikansi statistik (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan persepsi dan motivasi pasien untuk mematuhi pengelolaan diet. Kesimpulan : Pendidikan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap persepsi kepatuhan diet pada pasien DM Tipe 2. Perawat disarankan untuk melakukan program edukasi secara rutin guna memperkuat kepatuhan diet dan meningkatkan manajemen diri pasien diabetes.
Hubungan Dukungan Keluarga dan Literasi Kesehatan terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Shela Nazira; Dini Rudini; Putri Irwanti Sari; Andika Sulistiawan; Kintan Resqitha Ekaputri
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.129

Abstract

Tuberkulosis paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan memerlukan pengobatan jangka panjang dengan tingkat kepatuhan yang tinggi. Ketidakpatuhan minum obat dapat menyebabkan kegagalan pengobatan, kekambuhan, hingga resistensi obat. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan literasi kesehatan terhadap kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi. Metode penelitian: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 40 sampel penelitian dilibatkan dalam penelitian ini dengan menggunakan total sampling. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner dukungan keluarga Nursalam, Health Literacy Survey-Europe-16 Questions (HLS-EU-Q16) dan Morisky Medication Adhrence Scale (MMAS-8). Hasil penelitian spearman rho diperoleh nilai p=<0,001 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat serta antara literasi kesehatan dengan kepatuhan minum obat (p=<0,001). Kesimpulan dari hasil analisa bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan literasi kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas putri ayu.
Hubungan Fatigue dengan Kualitas Hidup pada Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisa: Literature Review Alief Nisha Syafria; Yosi Oktarina; Andika Sulistiawan; Nurhusna; Andi Subandi
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.131

Abstract

Gagal ginjal kronis (GGK) merupakan masalah kesehatan global yang pada stadium akhir sering memerlukan terapi hemodialisa jangka panjang. Selain menimbulkan dampak fisik, hemodialisa juga berpengaruh signifikan terhadap kondisi psikologis dan sosial pasien, sehingga kualitas hidup menjadi indikator penting keberhasilan terapi. Salah satu keluhan yang paling sering dialami pasien GGK yang menjalani hemodialisa adalah fatigue, yang bersifat persisten dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fatigue dan kualitas hidup pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Metode yang digunakan adalah penelusuran artikel ilmiah melalui beberapa basis data dengan kata kunci terkait GGK, hemodialisa, fatigue, dan kualitas hidup, disertai seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa fatigue memiliki prevalensi tinggi pada pasien hemodialisa dan secara konsisten berhubungan negatif dengan kualitas hidup. Tingkat fatigue yang lebih tinggi berkorelasi dengan penurunan kualitas hidup, terutama pada aspek fisik, psikologis, dan persepsi terhadap beban penyakit ginjal. Faktor anemia, kondisi psikologis, serta lamanya menjalani hemodialisa turut memengaruhi tingkat fatigue. Kesimpulannya, fatigue merupakan determinan penting kualitas hidup pasien GGK, sehingga perlu dinilai dan ditangani secara rutin dalam pelayanan hemodialisa guna meningkatkan kualitas hidup pasien secara menyeluruh.
Pengaruh Teknik Progressive Muscle Relaxation terhadap Fatigue pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa di RSUD Raden Mattaher Jambi : Literature Riview Enzahrona Rifnika; Yosi Oktarina; Andika Sulistiawan; Putri Irwanti Sari; Dini Rudini
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.133

Abstract

Pasien gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani hemodialisa sering mengalami fatigue yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Fatigue pada pasien hemodialisa bersifat multifaktorial sehingga memerlukan penatalaksanaan komprehensif, termasuk intervensi non-farmakologis. Salah satu intervensi yang banyak dikaji adalah teknik Progressive Muscle Relaxation (PMR). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh PMR terhadap tingkat fatigue pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa melalui metode literature review. Telaah dilakukan terhadap sepuluh artikel penelitian nasional dan internasional yang di publikasikan pada tahun 2019–2025 dan diperoleh melalui basis data PubMed, Google Scholar, Garuda, Scopus, dan ResearchGate. Hasil literature review menunjukkan bahwa pemberian PMR secara konsisten memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat fatigue pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Selain itu, beberapa penelitian juga melaporkan perbaikan kondisi psikologis dan kualitas tidur setelah intervensi PMR. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa PMR merupakan intervensi keperawatan non-farmakologis yang efektif, aman, dan mudah diterapkan untuk mengurangi fatigue pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa.
Gambaran Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Berdasarkan Lama Waktu Menderita pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi M Fadhlan Wahyu Erlangga; Nurhusna; Putri Irwanti Sari; Andika Sulistiawan; Andi Subandi
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.149

Abstract

Kepatuhan minum obat merupakan penentu utama keberhasilan pengobatan. Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan paling berbahaya didunia, karena tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama yang menyebabkan penyakit seperti stroke, gagal jantung, stroke dan nefrosis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Berdasarkan Lama Waktu Menderita pada Pasien Hipertensi di Wilayah Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dekriptif dengan menggunakan metode survei. Populasi penelitian ini adalah 31.615 orang yang berkunjung ke puskesmas Putri Ayu dan mengkonsumsi obat Antihipertensi pada tahun 2023, tekni pengambilan sempel ini dengan teknik purposive sampling dengan 106 responden. Hasil penelitian Mayoritas responden berusia anatara 46-65 Tahun sebanyak 68 Responden (64,2%), mayoritas berjenis kelamin Perempuan 58 responden (54,7%), mayoritas berpendidikan terakhir SMA 41 responden (38,7%), mayoritas responden berkerja sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) 41 responden (38,7%), Gambaran tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi pada penderita hipertensi baru (< 1 tahun) mayoritas adalah Sedang sebanyak 10,4%. Gambaran Tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi pada penderita hipertensi jangka menengah (1-5 tahun) mayoritas adalah Rendah sebanyak 48,1%. Gambaran tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi pada penderita hipertensi jangka panjang (> 5 tahun) mayoritas Adalah Rendah 18,9%. Dapat disimpulkan Tingkat kepatuhan responden berdasarkan lama pengobatan mayoritas responden memiliki Tingkat kepatuhan rendah.
EFEKTIVITAS PENERAPAN TERAPI GUIDED IMAGERY TERHADAP KECEMASAN DAN TANDA-TANDA VITAL PADA PASIEN PRE-KATETERISASI JANTUNG: LITERATUR REVIEW Fa'iz Medica Putra; Yosi Oktarina; Andika Sulistiawan; Dini Rudini; Febri Tri Andini
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40036

Abstract

Coronary heart disease remains one of the leading causes of mortality worldwide. Cardiac catheterization is a commonly performed diagnostic and therapeutic procedure for patients with this condition. However, patients scheduled for cardiac catheterization often experience anxiety, which may affect vital signs such as blood pressure, heart rate, and respiratory rate, thereby increasing the risk of procedural complications. Guided imagery is a non-pharmacological nursing intervention that can reduce anxiety and stabilize vital signs through activation of the parasympathetic nervous system, promoting relaxation. This literature review aims to analyze the effectiveness of guided imagery therapy in reducing anxiety and stabilizing vital signs in patients undergoing pre-cardiac catheterization, based on evidence-based practice from studies published within the last seven years. A systematic literature search was conducted using PubMed, Google Scholar, ProQuest, and Indonesian journal repositories. Keywords included guided imagery, anxiety, cardiac catheterization, and vital signs. Inclusion criteria were articles published between 2017 and 2025, written in English or Indonesian, and focusing on guided imagery interventions in cardiovascular patients or anxiety-related conditions. A total of 15 articles were reviewed, consisting of 10 national and 5 international journals. All studies demonstrated that guided imagery therapy significantly reduced anxiety levels (p<0.05) and improved vital sign stability. Anxiety reduction ranged from 25% to 40%, with significant improvements in systolic blood pressure (10–15 mmHg), heart rate (8–12 bpm), and respiratory rate (3–5 breaths per minute). Guided imagery therapy is an effective, safe, easy-to-implement, and cost-effective non-pharmacological nursing intervention for reducing anxiety and stabilizing vital signs in patients prior to cardiac catheterization. Its implementation may enhance the quality of care and reduce procedural complications.
Pemberdayaan Kader PKK dan Keluarga melalui Program Gerakan Masyarakat Peduli Kesehatan Mental Ibu (GEMAPI) untuk Pencegahan Depresi Postpartum Dwi Rahmawati; Wahyu Indah Dewi Aurora; Andika Sulistiawan
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/yv6js232

Abstract

Depresi pascapersalinan masih menjadi masalah kesehatan mental dengan prevalensi global 10–20%. Kondisi ini berdampak pada kesejahteraan ibu, tumbuh kembang anak, serta keharmonisan keluarga. Rendahnya literasi kesehatan mental dan minimnya deteksi dini di tingkat komunitas menyebabkan banyak kasus tidak teridentifikasi. Program Gerakan Masyarakat Peduli Kesehatan Mental Ibu (GEMAPI) dikembangkan sebagai upaya meningkatkan peran keluarga dan kader PKK dalam pencegahan PPD melalui literasi, deteksi dini, serta akses rujukan. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Aurkenali, Kota Jambi pada Juli–Agustus 2025, melibatkan 30 ibu hamil/nifas dan 15 kader PKK. Intervensi meliputi penyuluhan literasi kesehatan mental, pelatihan skrining menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale dan Whooley Questions, simulasi jejaring rujukan, serta pembentukan komunitas dukungan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test literasi serta observasi praktik kader dalam melakukan skrining. Terdapat peningkatan signifikan literasi kesehatan mental ibu, dengan kategori “baik” naik dari 20% menjadi 70%, serta penurunan kategori “kurang” dari 33,3% menjadi 0%. Keterampilan kader juga meningkat, ditunjukkan dengan 93,3% kader mampu menggunakan EPDS, 100% menggunakan Whooley, dan 86,7% mampu melakukan rujukan sesuai SOP. Selain itu, ibu yang sebelumnya cenderung menolak membicarakan masalah emosional menjadi lebih terbuka, memahami gejala, serta bersedia mencari bantuan profesional. Terbentuk pula Komunitas Peduli Kesehatan Mental Ibu (KPMI) sebagai wadah dukungan sebaya.Program GEMAPI terbukti efektif dalam meningkatkan literasi, keterampilan kader, dan jejaring rujukan berbasis komunitas. Keterlibatan keluarga dan kader sebagai ujung tombak terbukti memperkuat pencegahan depresi pascapersalinan.
Hubungan Self Efficacy dengan Perilaku Perawatan Diri Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Andrisa Devitasari; Yulia Indah Permata Sari; Andika Sulistiawan
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.31342

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis kompleks yang membutuhkan perawatan medis, manajemen mandiri yang baik serta dukungan yang berkelanjutan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Risiko komplikasi dapat diturunkan melalui perilaku perawatan diri dengan keyakinan yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Self efficacy dengan perilaku perawatan diri pasien diabetes mellitus tipe 2. Penelitian bertempat di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi, dilakukan pada bulan Februari – Maret 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen menggunakan kuesioner DMSES dan SDSCA dengan jumlah responden 85 responden. Hasil penelitian dengan uji statistik Spearman's rho diperoleh nilai signifikan atau Sig. (2-tailed) yaitu 0,000 dan angka koefisien korelasi 0,545 menunjukkan terdapat hubungan antara self-efficacy dengan self- care pada pasien diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi, karena mayoritas responden memiliki self- care baik dengan tingkat self-efficacy tinggi. Upaya promosi kesehatan mengenai self-care diabetes mellitus perlu ditingkatkan agar dapat menambah pengetahuan dan keyakinan pasien dalam pelaksanaan sel- care diabetes mellitus.