Claim Missing Document
Check
Articles

TATA RIAS JARANAN MENGGUNAKAN FACE PAINTING DI SANGGAR TURONGGO SATRIO MUDO KABUPATEN BLITAR BELLAYUANA, INTAN; PUSPITORINI, ARITA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kuda lumping atau Jaranan sebagai kesenian tradisional masyarakat Jawa, berupa tarian menunggangg kuda, yang dimainkan sekelompok orang dengan iringan musik gamelan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk tata rias Jaranan menggunakan face painting di sanggar seni Turonggo Satrio Mudo di Kabupaten Blitar. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional, teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi.. Penelitian ini menggunakan kosmetik face painting pada bagian mata, pipi dan pelipis untuk mendapatkan warna yang lebih tajam. Observasi awal dilaksanakan pada bulan Desember dan hasil penelitian menunjukkan bahwa tata rias Jaranan menggunakan kosmetika face painting berwarna merah dan biru diaplikasikan sebagai eyeshadow dan blush on, sedangkan warna hitam atau pidih diaplikasikan untuk sogokan dan godheg untuk lebih memperjelas warna tanpa menghilangkan sisi keaslian dari tata rias jaranan tersebut Kata kunci: Tata Rias, Jaranan, Face Painting, Turonggo Satrio Mudo AbstractKuda lumping or Jaranan as a traditional Javanese art, in the form of a horse riding dance, which is played by a group of people with accompaniment of gamelan music. The purpose of this research is to describe the form of Jaranan cosmetology using face painting in Turonggo Satrio Mudo art studio in Blitar Regency. This research is a descriptive study with an observational approach, data collection techniques using interview, observation, and documentation methods. This research uses cosmetic face painting on the eyes, cheeks and temples to get sharper colors. Initial observations were carried out in December and the results of the study showed that the Jaranan cosmetology using red and blue face painting cosmetics were applied as eyeshadow and blush, while the black or pid color was applied to sogokan and godhegs to better clarify the colors without removing the authenticity of the make-up Keywords: face makeup, Jaranan, face painting, Turonggo Satrio Mudo
PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK LOW-DENSITY POLYTEHYLENE SEBAGAI DAUR ULANG PEMBUATAN BUNGA ARTIFISIAL UNTUK DEKORASI RUANGAN SALON KECANTIKAN OKTARI WIDYANING TYASTUTI, RAGIL; PUSPITORINI, ARITA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dekorasi adalah seni menghias suatu ruangan, dekorasi dilakukan pada acara-acara tertentu misalnya adalah acara pernikahan, lamaran, dan perayaan ulang tahun. Kegiatan mendekorasi ruangan dilakukan dengan menambahkan bunga hidup sebagai penghias sekaligus pengharum ruangan. Namun, bunga hidup memiliki beberapa kekurangan seperti kesegaran bunga hidup tidak bertahan lama sehingga dekorasi yang telah dipasang hanya bertahan beberapa jam saja. Penggunaan bunga tiruan bukan merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang ada. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mendaur ulang plastik kresek kemudian dibentuk menjadi bunga. Plastik kresek dipilih karena mudah didapat dan menjadi salah satu limbah rumah tangga. Tujuan melakukan penelitian ini adalah (1) mengetahui hasil uji coba pembuatan dekorasi daur ulang menggunakan panas setrika tombol I (2) mengetahui hasil uji coba pembuatan dekorasi daur ulang menggunakan panas setrika tombol II (3) mengetahui hasil uji coba pembuatan dekorasi daur ulang menggunakan panas setrika tombol III. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah (1) studi pustaka. Penelitian ini dapat disimpulkan (1) hasil uji coba 1 menghasilkan tekstur kasar, hal tersebut terjadi karena panas setrika tombol I tidak terlalu panas sehingga plastik masih tampak tebal dan tidak merekat dengan baik (2) hasil uji coba 2 menghasilkan tekstur cukup kasar tidak terlalu halus, hal tersebut terjadi karena panas setrika tombol II cukup panas sehingga plastik cukup terlihat tipis dan merekat dengan baik (3) hasil uji coba 3 menghasilkan tekstur yang sangat halus, hal tersebut terjadi karena panas setrika tombol III sangat panas sehingga plastik terlihat sangat tipis. Kata Kunci: limbah plastik, daur ulang, dekorasi. Abstract Room decoration is an art of decorating room. It be done on special occasion like wedding, engagement, and birthday celebration. Decorating room by adding flowers as decoration also can perfumed a whole room at once, but flowers can?t always fresh so the decoration that already applied is only stay for a few of hours. The using of artificial flower is not the right solution to solve this problem. One of the solutions that can be done is plastic recycling to be a flower artificial, because plastic is easy to get and it is one of house waste. This study aims to know (1) the result of the recycle decoration experiment that using an iron with set I, (2) the result of the recycle decoration experiment that using an iron with set II, and (3) the result of the recycle decoration experiment that using an iron with set III. The data collected by using (1) literature review method. This study shows that (1) the result of the experiment 1 is hard texture, it is because the iron with set I is not hot enough so the plastic still looks thick and not stick well. (2) the result of the experiment 2 is hard enough texture and not too smooth, it is because the iron with set II hot enough so the plastic looks thin and stick well. (3) the result of the experiment 3 is smooth texture, it is because the iron with set III is hot so the plastic looks very thin. Keywords: plastic waste, recycle, decoration.
PROSES PEMBUATAN MASKER BUNGA ROSELLA DAN TEPUNG BERAS SEBAGAI PENCERAHAN KULIT WAJAH YULIANSARI, MUFATTIHAH; PUSPITORINI, ARITA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kulit wajah adalah faktor utama kecantikan bagi sebagian banyak wanita. Kulit wajah memiliki berbagai macam maslah seperti berjerawat, berminyak, kulit kering, kulit kusam, warna kulit yang tidak merata, hingga warna kulit wajah yang tidak sesuai dengan apa yang di inginkan. Hal tersebut kadang membuat seseorang menjadi tidak percaya diri dengan penampilannya sendiri. Perawatan untuk mengatasi berbagai maslah pada kulit wajah tersebut juga terbilang sangat beranekaragam saat ini. Termasuk pada penggunaan masker untuk perawtaan bagi kulit wajah. Masker juga memiliki banyak jenis yang telah beredar pada masyarakat. Bahan yang digunakan untuk pembuatan masker juga sangat beragam saat ini mulai dari bahan alami hingga bahan yang mengandung kimia. Masker dari bahan alami lebih cenderung mudah di dapatkan karena menggunakan bahan ? bahan yang mudah di temui. Tetapi masker alami memiliki kelemahan yang tidak bisa tahan terhadap waktu yang lama. Masker juga mempunyai fungsi yang berbeda ? beda sesuai kandungan bahan yang di gunakan. Contohnya seperti masker bunga rosella dan tepung beras, bunga rosella mengandung vitamin A, vitamin C yang lebih tinggi di bandingkan dengan jeruk, papaya, jambu biji dan apel. Juga mengandung mineral yang sangat bermanfaat bagi kecantikan. Kemudian beras yang terkenal dari dahulu sebagai salah satu andalan masyarakat dalam pembuatan masker yang dipercayai bisa mencerahkan kulit wajah yang bisa menjaga kesehatan kulit, mengecilkan pori ? pori, meregenerasi kulit, mengatasi jerawat dan mengencangkan kulit. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses pembuatan masker berbahan bunga rosella dan tepung beras terhadap pencerahan bagi kulit wajah. Dan penelitian ini termasuk penelitian literatur riview dimana cara pengumpulan data menggunakan teknik mencari kesamaan data dengan cara mencari kesamaan diantara beberapa literatur dan diambil kesimpulannya. Hasil dari penelitian ini meliputi bagaimana proses pembuatan masker dari mulai pengeringan bunga rosella hingga pembuatan beras menjadi tepung beras. Kemudian pencampuran 2 bahan tersebut, serta proses cara menyimpan masker agar lebih awet lama dengan cara mengkristalkannya.Kata Kunci: masker wajah, bunga rosella, tepung beras. Abstract Facial skin is a major factor in beauty for many women. Facial skin has a variety of problems such as acne, oily, dry skin, dull skin, uneven skin tone, to the color of facial skin that is not in accordance with what is desired. This sometimes makes a person become insecure with his own appearance. Treatments to overcome various problems on the facial skin are also fairly diverse today. Including the use of masks for facial skin care. Masks also have many types that have been circulating in the community. The materials used to make masks are also very diverse today ranging from natural ingredients to chemicals that contain chemicals. Masks from natural ingredients are more likely to be easily obtained because they use ingredients that are easily found. But natural masks have weaknesses that cannot withstand long periods of time. Masks also have different functions depending on the ingredients used. For example like a rosella flower mask and rice flour, rosella flowers contain vitamin A, vitamin C which is higher compared to oranges, papayas, guava and apples. Also contains minerals that are very beneficial for beauty. Then the famous rice from the past as one of the mainstays of society in making masks that are believed to brighten facial skin that can maintain skin health, shrink pores, regenerate the skin, overcome acne and tighten the skin. The purpose of this study was to determine the process of making masks made from rosella flowers and rice flour to enlighten the skin. And this research includes research literature review where the data collection method uses the technique of finding similarity of data by finding similarities between several literatures and drawing conclusions. The results of this study include how the process of making masks from drying rosella flowers to making rice into rice flour. Then mixing the 2 ingredients, and the process for storing the mask to make it last longer by crystallizing it. Keywords: face mask, rosella flower, rice flour
PROSES PEMBUATAN MASKER BUNGA ROSELLA DAN TEPUNG BERAS SEBAGAI PENCERAHAN KULIT WAJAH YULIANSARI, MUFATTIHAH; PUSPITORINI, ARITA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kulit wajah adalah faktor utama kecantikan bagi sebagian banyak wanita. Kulit wajah memiliki berbagai macam maslah seperti berjerawat, berminyak, kulit kering, kulit kusam, warna kulit yang tidak merata, hingga warna kulit wajah yang tidak sesuai dengan apa yang di inginkan. Hal tersebut kadang membuat seseorang menjadi tidak percaya diri dengan penampilannya sendiri. Perawatan untuk mengatasi berbagai maslah pada kulit wajah tersebut juga terbilang sangat beranekaragam saat ini. Termasuk pada penggunaan masker untuk perawtaan bagi kulit wajah. Masker juga memiliki banyak jenis yang telah beredar pada masyarakat. Bahan yang digunakan untuk pembuatan masker juga sangat beragam saat ini mulai dari bahan alami hingga bahan yang mengandung kimia. Masker dari bahan alami lebih cenderung mudah di dapatkan karena menggunakan bahan ? bahan yang mudah di temui. Tetapi masker alami memiliki kelemahan yang tidak bisa tahan terhadap waktu yang lama. Masker juga mempunyai fungsi yang berbeda ? beda sesuai kandungan bahan yang di gunakan. Contohnya seperti masker bunga rosella dan tepung beras, bunga rosella mengandung vitamin A, vitamin C yang lebih tinggi di bandingkan dengan jeruk, papaya, jambu biji dan apel. Juga mengandung mineral yang sangat bermanfaat bagi kecantikan. Kemudian beras yang terkenal dari dahulu sebagai salah satu andalan masyarakat dalam pembuatan masker yang dipercayai bisa mencerahkan kulit wajah yang bisa menjaga kesehatan kulit, mengecilkan pori ? pori, meregenerasi kulit, mengatasi jerawat dan mengencangkan kulit. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses pembuatan masker berbahan bunga rosella dan tepung beras terhadap pencerahan bagi kulit wajah. Dan penelitian ini termasuk penelitian literatur riview dimana cara pengumpulan data menggunakan teknik mencari kesamaan data dengan cara mencari kesamaan diantara beberapa literatur dan diambil kesimpulannya. Hasil dari penelitian ini meliputi bagaimana proses pembuatan masker dari mulai pengeringan bunga rosella hingga pembuatan beras menjadi tepung beras. Kemudian pencampuran 2 bahan tersebut, serta proses cara menyimpan masker agar lebih awet lama dengan cara mengkristalkannya.Kata Kunci: masker wajah, bunga rosella, tepung beras. Abstract Facial skin is a major factor in beauty for many women. Facial skin has a variety of problems such as acne, oily, dry skin, dull skin, uneven skin tone, to the color of facial skin that is not in accordance with what is desired. This sometimes makes a person become insecure with his own appearance. Treatments to overcome various problems on the facial skin are also fairly diverse today. Including the use of masks for facial skin care. Masks also have many types that have been circulating in the community. The materials used to make masks are also very diverse today ranging from natural ingredients to chemicals that contain chemicals. Masks from natural ingredients are more likely to be easily obtained because they use ingredients that are easily found. But natural masks have weaknesses that cannot withstand long periods of time. Masks also have different functions depending on the ingredients used. For example like a rosella flower mask and rice flour, rosella flowers contain vitamin A, vitamin C which is higher compared to oranges, papayas, guava and apples. Also contains minerals that are very beneficial for beauty. Then the famous rice from the past as one of the mainstays of society in making masks that are believed to brighten facial skin that can maintain skin health, shrink pores, regenerate the skin, overcome acne and tighten the skin. The purpose of this study was to determine the process of making masks made from rosella flowers and rice flour to enlighten the skin. And this research includes research literature review where the data collection method uses the technique of finding similarity of data by finding similarities between several literatures and drawing conclusions. The results of this study include how the process of making masks from drying rosella flowers to making rice into rice flour. Then mixing the 2 ingredients, and the process for storing the mask to make it last longer by crystallizing it. Keywords: face mask, rosella flower, rice flour
PROSES PEMBUATAN MASKER BUNGA ROSELLA DAN TEPUNG BERAS SEBAGAI PENCERAHAN KULIT WAJAH YULIANSARI, MUFATTIHAH; PUSPITORINI, ARITA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kulit wajah adalah faktor utama kecantikan bagi sebagian banyak wanita. Kulit wajah memiliki berbagai macam maslah seperti berjerawat, berminyak, kulit kering, kulit kusam, warna kulit yang tidak merata, hingga warna kulit wajah yang tidak sesuai dengan apa yang di inginkan. Hal tersebut kadang membuat seseorang menjadi tidak percaya diri dengan penampilannya sendiri. Perawatan untuk mengatasi berbagai maslah pada kulit wajah tersebut juga terbilang sangat beranekaragam saat ini. Termasuk pada penggunaan masker untuk perawtaan bagi kulit wajah. Masker juga memiliki banyak jenis yang telah beredar pada masyarakat. Bahan yang digunakan untuk pembuatan masker juga sangat beragam saat ini mulai dari bahan alami hingga bahan yang mengandung kimia. Masker dari bahan alami lebih cenderung mudah di dapatkan karena menggunakan bahan ? bahan yang mudah di temui. Tetapi masker alami memiliki kelemahan yang tidak bisa tahan terhadap waktu yang lama. Masker juga mempunyai fungsi yang berbeda ? beda sesuai kandungan bahan yang di gunakan. Contohnya seperti masker bunga rosella dan tepung beras, bunga rosella mengandung vitamin A, vitamin C yang lebih tinggi di bandingkan dengan jeruk, papaya, jambu biji dan apel. Juga mengandung mineral yang sangat bermanfaat bagi kecantikan. Kemudian beras yang terkenal dari dahulu sebagai salah satu andalan masyarakat dalam pembuatan masker yang dipercayai bisa mencerahkan kulit wajah yang bisa menjaga kesehatan kulit, mengecilkan pori ? pori, meregenerasi kulit, mengatasi jerawat dan mengencangkan kulit. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses pembuatan masker berbahan bunga rosella dan tepung beras terhadap pencerahan bagi kulit wajah. Dan penelitian ini termasuk penelitian literatur riview dimana cara pengumpulan data menggunakan teknik mencari kesamaan data dengan cara mencari kesamaan diantara beberapa literatur dan diambil kesimpulannya. Hasil dari penelitian ini meliputi bagaimana proses pembuatan masker dari mulai pengeringan bunga rosella hingga pembuatan beras menjadi tepung beras. Kemudian pencampuran 2 bahan tersebut, serta proses cara menyimpan masker agar lebih awet lama dengan cara mengkristalkannya.Kata Kunci: masker wajah, bunga rosella, tepung beras. Abstract Facial skin is a major factor in beauty for many women. Facial skin has a variety of problems such as acne, oily, dry skin, dull skin, uneven skin tone, to the color of facial skin that is not in accordance with what is desired. This sometimes makes a person become insecure with his own appearance. Treatments to overcome various problems on the facial skin are also fairly diverse today. Including the use of masks for facial skin care. Masks also have many types that have been circulating in the community. The materials used to make masks are also very diverse today ranging from natural ingredients to chemicals that contain chemicals. Masks from natural ingredients are more likely to be easily obtained because they use ingredients that are easily found. But natural masks have weaknesses that cannot withstand long periods of time. Masks also have different functions depending on the ingredients used. For example like a rosella flower mask and rice flour, rosella flowers contain vitamin A, vitamin C which is higher compared to oranges, papayas, guava and apples. Also contains minerals that are very beneficial for beauty. Then the famous rice from the past as one of the mainstays of society in making masks that are believed to brighten facial skin that can maintain skin health, shrink pores, regenerate the skin, overcome acne and tighten the skin. The purpose of this study was to determine the process of making masks made from rosella flowers and rice flour to enlighten the skin. And this research includes research literature review where the data collection method uses the technique of finding similarity of data by finding similarities between several literatures and drawing conclusions. The results of this study include how the process of making masks from drying rosella flowers to making rice into rice flour. Then mixing the 2 ingredients, and the process for storing the mask to make it last longer by crystallizing it. Keywords: face mask, rosella flower, rice flour
KAJIAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD KOMPETENSI DASAR MIKROORGANISME BIDANG KECANTIKAN Arfikum Anna, Nurizza; PUSPITORINI, ARITA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKModel pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) merupakan cara atau startegi yang digunakan dalam pembelajaran kooperatif dengan metode ceramah, pertanyaan, tanya jawab dan diskusi yang beranggotakan 3 sampai 4 peserta didik. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) membuat peserta didik aktif dalam proses pembelajaran, mempelajari dan memahami suatu materi yang diberikan, serta dalam berkomunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji/ mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD kompetensi dasar mikroorganisme terkait bidang kecantikan. Penelitian ini merupakan studi literatur yang membahas tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD kompetensi dasar mikroorganisme terkait bidang kecantikan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan buku dan jurnal terkait untuk kemudian dibaca dan dikaji. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) adalah model pembelajaran yang baik untuk diterapkan pada kompetensi dasar mikroorganisme terkait bidang kecantikan. Hal ini terlihat dari banyaknya teori belajar yang mendukung pembelajaran kooperatif tipe STAD dan menjadikan peserta didik lebih mudah dalam mengingat materi yang disampaikan. Kata Kunci: Kooperatif Tipe STAD, Mikroorganisme terkait Bidang Kecantikan ABSTRACTThe STAD (Student Team Achievement Divisions) cooperative learning model is a method or strategy used in cooperative learning with lecture, question, answer and question methods consisting of 3 to 4 students. The STAD (Student Team Achievement Divisions) cooperative learning model makes students active in the learning process, learning and understanding a given material, and in communicating. The purpose of this research is to study / describe the application of STAD type cooperative learning models with the basic competencies of microorganisms related to the beauty field. This research is a literature study that discusses the application of the STAD type cooperative learning model of basic competencies related to the field of beauty microorganisms. Data collection is done by collecting related books and journals for later reading and review. The results showed that the application of the STAD (Student Team Achievement Divisions) cooperative learning model was a good learning model to be applied to the basic competencies of microorganisms related to the beauty field. This can be seen from the many learning theories that support STAD type cooperative learning and make it easier for students to remember the material presented. Keywords: Cooperative Type STAD , Microorganism related to Beauty
KAJIAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD KOMPETENSI DASAR MIKROORGANISME BIDANG KECANTIKAN Arfikum Anna, Nurizza; PUSPITORINI, ARITA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKModel pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) merupakan cara atau startegi yang digunakan dalam pembelajaran kooperatif dengan metode ceramah, pertanyaan, tanya jawab dan diskusi yang beranggotakan 3 sampai 4 peserta didik. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) membuat peserta didik aktif dalam proses pembelajaran, mempelajari dan memahami suatu materi yang diberikan, serta dalam berkomunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji/ mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD kompetensi dasar mikroorganisme terkait bidang kecantikan. Penelitian ini merupakan studi literatur yang membahas tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD kompetensi dasar mikroorganisme terkait bidang kecantikan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan buku dan jurnal terkait untuk kemudian dibaca dan dikaji. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) adalah model pembelajaran yang baik untuk diterapkan pada kompetensi dasar mikroorganisme terkait bidang kecantikan. Hal ini terlihat dari banyaknya teori belajar yang mendukung pembelajaran kooperatif tipe STAD dan menjadikan peserta didik lebih mudah dalam mengingat materi yang disampaikan. Kata Kunci: Kooperatif Tipe STAD, Mikroorganisme terkait Bidang Kecantikan ABSTRACTThe STAD (Student Team Achievement Divisions) cooperative learning model is a method or strategy used in cooperative learning with lecture, question, answer and question methods consisting of 3 to 4 students. The STAD (Student Team Achievement Divisions) cooperative learning model makes students active in the learning process, learning and understanding a given material, and in communicating. The purpose of this research is to study / describe the application of STAD type cooperative learning models with the basic competencies of microorganisms related to the beauty field. This research is a literature study that discusses the application of the STAD type cooperative learning model of basic competencies related to the field of beauty microorganisms. Data collection is done by collecting related books and journals for later reading and review. The results showed that the application of the STAD (Student Team Achievement Divisions) cooperative learning model was a good learning model to be applied to the basic competencies of microorganisms related to the beauty field. This can be seen from the many learning theories that support STAD type cooperative learning and make it easier for students to remember the material presented. Keywords: Cooperative Type STAD , Microorganism related to Beauty
Millennials Interest in Fabric Masks in Covid-19 Era Marniati, Marniati; Lutfiati, Dewi; Puspitorini, Arita; Mayasari, Peppy
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol 2, No 12 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ijevs.v2i12.3352

Abstract

This study aims to measure the interest of a group of young people in the use of fabric masks in the Covid-19 era in terms of the value of needs, designs, colors, types of materials, and accessories. This study uses a quantitative approach. The research subjects were all new students of 2020, the Department of Home Economics Education with a sample of 228. The data collection method used a questionnaire with a Likert scale model of four alternative answers. The data analysis technique used descriptive analysis of the frequency distribution and exploratory factor analysis. The instrument validity was proven by Product Moment Correlation, while its reliability was tested by Cronbach’s Alpha. The results showed that the mask design was more explained by colors, materials, and fashionable factors, while mask values were due to consideration of needs and protection factors
Pelatihan Keterampilan Pembuatan Kalung Masker Untuk Meningkatkan Estetika Pengguna Masker Di Masa Pandemi Covid-19 SMK PGRI Wlingi Dindy Megasari; Nieke Andina Wijaya; Nia Kusstianti; Arita Puspitorini; Dewi Lutfiati
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v2i3.772

Abstract

Abstrak: Kegiatan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan asesoris berupa kalung masker untuk meningkatkan estetika pengguna masker khususnya pada masa pandemi Covid-19. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah: 1) Menghasilkan kalung masker yang multi guna, mempermudah penyimpanan dan penggunaan masker serta agar penggunanya tetap tampil modis; 2) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para siswa SMK PGRI Wlingi dalam materi pelajaran produktif kreatif dan kewirausahaan; 3) Dapat menghasilkan asesoris yang memiliki nilai jual. Metode kegiatan berupa pelatihan secara langsung oleh tim pelaksana PKM. Materi pelatihan berupa penjelasan mengenai teori asesoris, jenis dan macam bentukan, cara membuat, dan tips serta trik dalam penjualan. Pelatihan diberikan secara offline dan online, dengan demonstrasi dan praktek, evaluasi hasil dan pengisian angket respon peserta. Hasil kegiatan berupa asesoris kalung masker dengan berbagai model.
Pelatihan Keterampilan Make Up Karnaval Untuk Meningkatkan Life Skill Siswa MAN 2 Madiun Nia Kusstianti; Dindy Sinta Megasari; Sri Usodoningtyas; Dewi Lutfiati; Arita Puspitorini
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3 No 3 (2022)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v3i3.1079

Abstract

MAN 2 Madiun merupakan jenjang sekolah formal dimana diberikan pendidikan umum dan pendidikan agama. Selain pendidikan formal disekolah, siswa MAN 2 Madiun membutuhkan keterampilan yang dapat digunakan untuk menghadapi berbagai tantangan hidup. Salah satu keterampilan yang dibutuhkan adalah keterampilan make up karnaval. Tujuan dari pelatihan make up karnaval adalah meningkatkan keterampilan, menumbuhkan jiwa berwirausaha dan meningkatkan lifeskill siswa. Pelaksanaan pelatihan menggunakan model pembelajaran langsung dengan metode demonstrasi. Hasil pelatihan dinilai dengan teknik observasi untuk melihat keberhasilan dari pelatihan. Hasil dari pelatihan didapatkan 25% peserta melakukan make up dengan sangat rapi dan 65% rapi, 40% peserta menggunakan kombinasi warna yang sangat baik dan 60% baik, 60% peserta membuat gambar diwajah sangat sesuai dengan desain dan 25% sesuai desain, serta 25% peserta hasil make up keseluruhan sangat baik dan 75% baik. Tanggapan peserta terhadap kegiatan pelatihan make up karnaval diperoleh hampir 100% memberikan respon yang positif.
Co-Authors Afida, Ummu Nadia AGUSTIN ADININGTYAS, SELMA Akhsan, Elfin Fauzia ANDRIANA, DEWI Aprilia, Afidatul Azmi Arfikum Anna, Nurizza ARMOR, MUKHLISA Astutik, Emy AULIA BALKIS, ALFYANNA BELLAYUANA, INTAN Binagdy, Vennas Amalla Chasanah, Ilfa D.A Nurindah Yustina Damaranti, Angger dewayana, Agatha Dewi Lutfiati Dewi, Fadhilah Nirwana Dindy Megasari Dindy Sinta Megasari Dindy Sinta Megasari DINIA ULFA, ISNADIROH DWI RAHMAWATI, KARTIKA Egita, Zerina Febrianti, Mitha Indah Festiana, Ailsa FilaHasena Fitri, Nadhiya Prita Nurdhianita Fitriyani, Pramitha Anisa HADI NUR BAITI, BINTANG Handayani, Galuh Hartanti Wulandari, Ririn Noor Imansari, Inez Dwina Indra, Zahra Natasya Isalia, Nadia Shalsabilla KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA KHUTAMI, SHOFI Kumala, Aisah Dian Larasathi, Lucky Madani, Ekki Febijay maheswari, kara Marniati Marniati, Marniati Maspiyah Maspiyah Megasari, Dindy Miniarti, Miniarti Mustika, Pitaloka Nanda Mutimmatul Faidah Nazua, Balqis Fara Nia Kusstianti Nia Kusstianti Nia Kusstianti Nieke Andina Nieke Andina Wijaya Ningrum, Fatichatul Ilma Wahyu Ni’mah, Alfiatun NOVIA MAHARANI, YUNITA Novia Restu Windayani, Novia Restu Nurmaylanda, Widya Nurromzanie, Dista Osy OKTARI WIDYANING TYASTUTI, RAGIL Pattiselanno, Inka Delaya Safier Peppy Mayasari, Peppy Pramesti, Adetyas pratiwi, Lisa arum Pritasari, Octaverina Pritasari, Octaverina Kecvara Pujiningrum, Dyah Kurniasari Putri, Adisty Witama Qonitatila, Nadhila Mar’atul Rahayu, Gogik Budi Rahayu, Mutiara Rahmah, Salsabilla Maulidia Rahmasari, Ella Novia Rahmawati, Nurlaili Ramadhan, Sani Rasika, Annisa Dewi Robi’atul ‘Auliya, Lintang Ayu Rosida, Kamilatur Safira, Aninda nur safitri, Yesi intan Sagala, Bernadeth Maudy Marcella br. Salbila, Dilla Saputra, Pratama Yudha Aldi Sherwin, Debby Carolina Sri Dwiyanti Sri Dwiyanti Sri Usodoningtyas Suhartiningsih Suhartiningsih Sulistyowati, Silfia Widya Tripagita, Dinar Tritania, Zaradiya Audrey Triwidarti, Endah Usodoningtyas, Sri Wahyuni, Nabila Dwi Waluyo, Nadya Sabrine Wijaya, Nieke Andina Wilujeng, Biyan Wilujeng, Biyan Yesi windayani, novia Wulandari, Novi Amelia Yansah, Maria Arsa Zusmani YULIANSARI, MUFATTIHAH Yulianto, Natasya YURITA ERINA T, MEI Zulkifli, Rizka