Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN E-MODUL GEOMETRI BERBASIS BUDAYA SASAK SEBAGAI SUMBER BELAJAR DARING SISWA SEKOLAH DASAR Yuni Mariyati; Intan Dwi Hastuti; Rahmat Hidayat
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 13, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v13i2.9707

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian secara umum adalah untuk mendapatkan e-modul Geometri Berbasis Budaya Sasak. Sedangkan tujuan khususnya untuk mengetahui Bagaimana kevalidan media tersebut digunakan sebagai Sumber Belajar Daring Siswa SD. Desain penelitian ini menggunakan Borg and Gall. Adapun bentuk data yang digunakan merupakan bentuk data kuantitatif yang dilakukan dengan lembar angket validasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) e-modul yang dibuat berupa link berbentuk online mencangkup materi geometri khusus bangun datar persegi, persegi panjang dan segitiga dengan mengeksplorasi unsur geometri pada bangunan adat di desa sade Lombok Tengah (2) e-modul berbasis budaya sasak yang dikembangkan memperoleh data kevalidan dari validator ahli media dan materi, serta praktisi, dengan rata-rata nlai 94%, sehingga dapat disimpulkan bahwa e-modul geometri berbasis budaya sasak yang telah didikembangkan sudah valid dan dapat digunakan siswa sebagai sumber belajar daring.Abstract:The general objective of the research is to obtain an e-module on Geometry Based on Sasak Culture. While the specific purpose is to find out how the validity of the media is used as an online learning resource for elementary school students. This research design uses Borg and Gall. The form of data used is a form of quantitative data which is carried out with a validation questionnaire sheet. The results of the study show that: (1) the e-module made in the form of an online link includes special geometry material for square, rectangular and triangular shapes by exploring the elements of geometric in traditional buildings in the village of Sade, Central Lombok (2) e-modules based on Sasak culture The developed data obtained validity data from media and materials expert validators, as well as practitioners, with an average value of 94%, so it can be concluded that the Sasak culture-based geometry e-module that has been developed is valid and can be used by students as online learning resources.
Pengembangan Bahan Ajar Berdasarkan Model Problem Based Learning (PBL) Untuk Matematika Smp Kelas VIII Rahman Hidayat; Intan Dwi Hastuti; Sutarto Sutarto
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 5, No 2: Oktober 2022
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v5i2.404

Abstract

Tujuan Penelitian ini yaitu mengembangkan bahan ajar berdasarkan model PBL berorientasi pada pemecahan  masalah matematis pada materi sistim koordinat kartesius. Penelitian ini merupakan model pengembangan (Research and Development). Model pengembangan ADDIE yaitu (Analysis, Design, Development, Impelementation, and Evaluation). Model ADDIE dikembangkan oleh Dick and Carey (1996) guna merancang sistem pembelajaran. Bahan ajar Model PBL Layak digunakan untuk siswa kelas VIII dengan uji kelayakan validator sebesar 84,4 %.
Analisis Kesalahan Konsep Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Materi Perkalian dan Pembagian Pecahan Kelas V Sekolah Dasar Nurfitasari Nurfitasari; Intan Dwi Hastuti; Yuni Mariyati
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 6, No 1: April 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v6i1.460

Abstract

Siswa kelas V SDN 4 Mataram masih banyak yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah matematika. Hal ini terlihat dari kesalahan yang dilakukan ketika menyelesaikan masalah materi perkalian dan pembagian pecahan. Inilah yang melatarbelakangi penulis melakukan analisis terkait kesalahan konsep matematika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan konsep siswa dalam menyelesaikan masalah materi perkalian dan pembagian pecahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Instrumen penelitian berupa pedomana wawancara, lembar soal, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa kesalahan konsep matematika yang dilakukan siswa yaitu, kesalahan dalam menentukan rumus (K1), yang di mana siswa salah dalam menentukan cara untuk menyelesaikan masalah. Kesalahan dalam memasukan data rumus (K2), yang dimana siswa salah memasukan angka kedalam rumus. Kesalahan hanya menghafal rumus namun tidak memahami rumus yang dihafal (K3), yang dimana siswa tidak menuliskan proses penyelesaian untuk mendapatkan jawaban, atau menulisnya namun salah. Kesalahan dalam memahami makna soal (K4), yang dimana siswa tidak menuliskan apa yang diketahui dan yang ditanyakan dalam soal atau siswa menulisnya namun salah makna.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Materi Pecahan Campuran Kelas III Sekolah Dasar Nurlina Nurlina; Intan Dwi Hastuti; Yuni Mariyati
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 6, No 1: April 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v6i1.453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan-kesalahan yang di lakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi pecahan campuran. Penelitian ini mengunakan metode peneltian kualitatif deskriptif, penelitian ini di lakukan pada siswa kelas III SDN 14 Mataram, jenis dan sumber data pada penelitian ini yaitu mengunkan hasil belajar siswa dan hasil uji test. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan metode wawancara, test dan dokumentasi, Teknik analisis data dalam penelitian ini mengunakan reduksi data, penyajian data dan reduksi data. Hasil dari penelitian ini adalah Kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan penyelesaian maslah matematika materi pecahan adalah kesalahan membaca sebanyak 4 kesalahan, kesalahan memahami masalah adalah sebanyak 29 kesalahan, kesalahan transformasi adalah sejumlah 21 kesalahan, kesalahan proses perhitungan adalah sejumlah 39 kesalahanm, dan kesalahan penulisan jawaban akhir adalah sebanyak 4 kesalahan dan Terdapat 3 faktor penyebab siswa melakukan kesalahan, yakni karena kesulitan memahami masalah, tidak memahami konsep dan operasi pecahan, dan penyebab kesalahan karena lupa serta tidak teliti.
Pengembangan Media Gambar Kartun dari Kulit Jagung untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Tema 8 Subtema 3 Kelas II Sekolah Dasar Suci Purna Ningsih; Intan Dwi Hastuti; Sukron Fujiaturrahman
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 6, No 1: April 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v5i2.444

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah media pembelajaran yaitu media gambar kartun dari kulit jagung untuk meningkatkan hasil belajar siswa tema 8 subtema 3 kelas II SDN 2 Badrain yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE yaitu (1) Analysis, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, (5) Evaluation. Untuk tahap uji coba terbatas dilaksanakan di kelas II SDN 2 Badrain dan tahap uji coba lapangan dilaksanakan di kelas II SDN 1 Badrain. Hasil penelitian menunjukan bahwa produk pengembangan media gambar kartun dari kulit jagung ini mendapat nilai rata-rata hasil validasi ahli media 0,77% (valid), ahli materi 0,84% (sangat valid). Adapun hasil dari uji coba terbatas mendapat nilai rata-rata 82,4% dikategorikan (praktis), sedangkan hasil dari uji coba lapangan memperoleh skor N-Gain 80,87% dan dikategorikan (sangat efektif). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengembangan media gambar kartun dari kulit jagung untuk meningkatkan hasil belajar siswa ini dinyatakan valid, praktis, dan efektif serta layak digunakan pada pembelajaran Sekolah Dasar.Kata Kunci: Media Gambar Kartun Dari Kulit Jagung, Hasil Belajar, Research and Development (RD).
Pengembangan Media Video Animasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Pada Materi Pecahan Biasa Kelas IV Sekolah Dasar Novi Liatun Rahmi; Intan Dwi Hastuti; Yuni Mariyati
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 6, No 1: April 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v6i1.446

Abstract

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui media video animasi untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi pecahan biasa kelas IV SDN 1 Midang yang valid, praktis, dan efektif.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE yaitu (1) Analysis (analisis), (2) Design (desain), (3) Development (pengembangan), (4) Implementation (implementasi), (5) Evalution (evaluasi). Untuk tahap uji coba terbatas dilaksanakan di kelas IV A SDN 1 Midang dan tahap uji coba lapangan dilaksanakan di kelas IV B SDN 1 Midang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk pengembangan media video animasi ini mendapatkan nilai rata-rata hasil validasi materi 84% (sangat valid), ahli media 86% (sangat valid). Untuk angket kepraktisan mendapat nilai rata-rata hasil respon siswa uji terbatas mendapat nilai rata-rata 90,60% (sangat praktis) dan angket respon siswa uji lapangan mendapat nilai rata-rata 90,76% (sangat praktis). Pada tahap uji coba lapangan hasil belajar mendapat nilai rata-rata 0,76% (sangat efektif). Dapat disimpulkan bahwa pengembangan media video animasi untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi pecahan biasa kelas IV SDN 1 Midang layak digunakan dalam pembelajaran Sekolah Dasar pada materi pecahan biasa.Kata Kunci Media Video Animasi, Hasil Belajar
PENERAPAN PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR BERBASIS KURIKULUM 2013 BAGI GURU SEKOLAH DASAR NEGERI GUGUS 5 KOTA MADYA MATARAM 2018/2019 I Nyoman Karma; Siti Istiningsih; Nurhasanah Nurhasanah; Intan Dwi Hastuti
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2019): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.608 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v2i2.1093

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat adalah program tahunan Universitas Mataram yang merupakan salah satu bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keketerampilan peserta (guru SD) dalam penerapan penilaian proses dan hasil belajar berbasis Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar. Untuk mencapai tujuan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat menyusun rencana kegiatan sebagai berikut: 1) Menjelaskan konsep dasar penilaian proses dan hasil belajar; 2) Mendeskripsikan hubungan antara penilaian, pembelajaran, dan kurikulum; 3) Mendiskusikan kedudukan, fungsi, dan sasaran penilaian; 4) Menjelaskan syarat-syarat penilaian; 5) Memaparkan system penilaian kelas yang berbasis penilaian otentik; dan 6) Diskusi dan praktek berbagai teknik penilaian otentik yang relevan dengan penilaian proses dan hasil belajar berbasi K-13. Dengan cara ini semua rangkaian kegiatan penyuluhan dapat terlaksana secara optimal. Hasil yang dicapai adalah secara umum penguasaan pengetahuan dan keterampilan guru peserta penyuluhan dalam penerapan penilaian proses dan hasil belajar berbasis K-13 telah mengalami peningkatan. Dilihat dari peningkatan secara individual, hasil posttest menunjukkan bahwa pemahaman dan keketerampilan peserta dalam penerapan penilaian proses dan hasil belajar berbasis Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar adalah 4 orang guru (20 %) peserta tergolong baik, dan 16 orang guru (80 %) peserta telah mencapai kategori sangat baik. Hasil analisis data dengan menggunakan uji beda (t-test) dengan taraf signifikan 5% dengn dk = N-1 = 20-1 diperoleh harga t hitung sebesar 6.1389 dan harga t table sebesar 2.093 (6.1389 > 2.093). Jadi, dapat disipulkan bahwa terdapat peningkatan secara signifikan penguasaan pengetahuan dan keterampilan peserta penyuluhan dalam penerapan penilaian proses dan hasil belajar berbasis K-13 bagi  guru sekolah dasar negeri gugus 5 Kota Madya Mataram 2018/2019.
PENGARUH PEMBELAJARAN VIDEO BERBASIS WHITE BOARD ANIMATION PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS II SDN 01 PEKAT Nur Alamsyah; Intan Dwi Hastuti; Rahman Hidayat
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 6, No 1: April 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v6i1.485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran video berbasis white board animation pada materi penjumlahan dan pengurangan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SDN 01 Pekat. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment design. Metode pengumpulan data dalam peneltian ini yaitu tes, dokumentasi, dan lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dalam penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa, “Ada pengaruh pembelajaran video berbasis white board animation pada materi penjumlahan dan pengurangan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SDN 01 Pekat ”.Hal ini dapat dilihat dari hasil uji hipotesis yang dilakukan peneliti berdasarkan dari hasil perbandingan       dengan   yaitu 2,0911,092 dengan taraf signifikan 5%, yang menyebabkan    ditolak.
Predict Observe Explain Learning Model : Implementation and Its Influence on Students’ Critical Thinking Ability and Learning Outcomes (A Meta-Analysis Study) Rina Gustina; Intan Dwi Hastuti; Muhammad Nizaar; Syaharuddin Syaharuddin
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 9, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v9i2.7388

Abstract

This study aims to examine the application of the POE (Prediction, Observation, and Explanation) learning model in Mathematics and Natural Sciences learning in the last 10 years in terms of advantages and constraints in Mathematics and Natural Sciences learning at elementary school, junior high school, and senior high school levels. The research used meta-analysis with a quantitative approach and data collection of Scopus/WoS and SINTA journals literature studies on POE in MIPA learning combined with MIPA materials for elementary school, junior high school, and senior high school. The data collection techniques of this research were (1) searching journal and repository databases, (2) data encoding & tabulation, (3) JASP software inputs, (4) interpretation & conclusion: JASP output, moderator variables. The research results showed that applying the POE learning model had a greater effect on student Learning Outcome than on student Critical Thinking with an effect of 60%. Then based on the education level, the POE model's influence on Critical Thinking and Student Learning Outcome was greater at the senior high school level, and based on the material field, the POE model had a greater influence on the mathematics material field. Then the moderator variable showed a very drastic decrease in the effect of the POE model on the Critical Thinking and Learning Outcome of students in 2018-2022, with a RE value of 47% smaller than the previous year. In addition, we recommend that the POE model is better applied at the high school level than at the elementary and junior high school levels.
Ethnomathematics: Exploration of Geometry from Karang Bayan Ancient Mosque in Elementary School Mathematics Learning Gina Mawaddatul Aini; Intan Dwi Hastuti; Yuni Mariyati
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2751

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengeksplorasi filosofis mengenai bangunan serta mengungkap etnomatematika konsep geometri pada Masjid Kuno Karang Bayan, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian etnografi yang akan menjelaskan salah satu bangunaan bersejarah islam di Lombok dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara secara mendalam. Subjek penelitian yaitu dua narasumber yang merupakan penghulu desa dan juru kunci/pemelihara masjid yang paham terhadap aspek sejarah filosofi serta stuktur pada bangunan masjid kuno. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat makna filosofi dan unsur-unsur matematika berupa bangun datar dan bangun ruang pada bagian-bagian masjid. Konsep geometri yang ditemukan pada arsitektur Masjid Kuno Karang Bayan antara lain: konsep bangun ruang prisma pada atap masjid, konsep balok ditemukan pada bagian lampen jejait masjid dan bagian tunjeng atap masjid, konsep persegi panjang ditemukan pada pintu masjid.This study was carried out to uncover the geometric concepts used in an old mosque in Karang Bayan, West Nusa Tenggara, and to explore philosophical ideas about architecture. This qualitative study discussed one of the old Islamic structures in Lombok using an ethnographic research design. Data collecting strategies were observation and in -depth interviews. The research topic involved two resources who are the village chiefs and mosque keepers/maintainers and who were knowledgeable about the philosophical and architectural history of the mosque. Findings demonstrated the presence of philophosis and mathematical features in the mosque's structural components as flat shapes and building spaces. The Geometry Concepts found in the architecture of the ancient Mosque of Karang Bayan included: 1) Prismal Concepts on the Roof of the Mosque; 2) the concept of the beam was found by the mosque lampen and the mosque roof section; 3) The rectangular concept was found at the mosque door.